1 Jun 2018

Semua Ibu Adalah Pejuang

Moms, pasti familier dengan yang namanya Moms War ya? Nah, kali ini saya akan membahas tentang perang panas dingin ala ibu-ibu. Saya sih sebenarnya kurang suka dengan isu-isu sensitif, tapi gimana lagi, harus ikut membahas karena harus menanggapi tulisan dari Mak Indri Noor selaku penulis trigger post di web KEB yang berjudul Stop Mom War, Dimulai Dari Diri Sendiri. Hihi.. Jujur banget ya.. Gapapa, kita awali semua dengan keujuran.. *Halahh :D

Jadi gini, saya sendiri selama ini hanya berdiri sebagai pengamat, membaca pendapat kubu ini, membaca pengamat kubu itu, lalu menalarnya dengan pengetahuan saya yang masih pendek.


Apa yang mengerikan dari sebuah Mom War?
Mom war sebenarnya hadir dari sebuah perasaan tidak setuju terhadap metode yang digunakan orang lain, pemahaman dan nilai yang dianut oleh kubu yang satu dengan yang lainnya, mom yang satu dengan yang lainnya. Mungkin juga terdapat unsur "menyinggung" metode lain.

Hal di atas merupakan hal yang wajar sekali menurut saya, di era demokrasi seperti ini kan yee.. semua bebas mengemukakan pendapat. Boleh.. boleh pakai banget! Tapi ada etika dari mengemukakan pendapat termasuk pengetahuan itu sendiri. Jangan karena tidak sependapat lantas merasa paling benar dan merasa bebas berkata kasar, bebas menilai orang lain bodoh, bebas mengeluarkan sumpah serapah. Bahkan kadang melakukan perundungan (bullying) kepada orang (biasanya ibu baru) yang benar-benar bertanya karena tidak mengetahui hal tersebut. C`mon Moms, lihat lagi niatnya, Moms mau berbagi ilmu kan? :)

Hargai pendapat orang lain
Mendapati orang yang berbeda pendapat dengan kita adalah hal yang sangat tinggi persentasenya, apalagi di dunia maya. Jadi sebelum memasuki dunia maya pastikan lagi 2 hal.
1. Niatkan berbagi ilmu, berkah tujuannya.
2. Sampaikan dengan bijak, tanpa menghakimi, agar berkah dan dapat diterima dengan baik.

Simpel banget gak sih 2 poin di atas itu? Tidak sesimpel penerapannya mungkin ya Moms? Butuh kepala dingin untuk mengemas ilmu yang ingin kita bagikan itu menjadi lebih menarik. Apalagi kalau dijawab nyolot. Be calm. Balik ke tujuan nyari berkahnya saja. Kita hanya bantu menyampaikan, kalau memang yang "di sana" tidak mau menerima ya sudahlah. Doakan saja suatu saat bisa menerima kebenaran.

Semua Ibu Adalah Pejuang
Saya ingin mengingatkan lagi. Apapun metode yang dipakai dalam mengasuh anak, mengurus rumah tangga, atau apapun yang menjadi perdebatan di luar sana. Semua ibu adalah pejuang. Entah perjuangan itu bisa kita lihat di deretan timeline media sosial Ibu lainnya, ataupun tidak. Tanamkan dalam diri kita hal tersebut. Setiap ibu berjuang dengan caranya masing-masing. Semua ibu punya masalahnya masing-masing.

Maka tidaklah perlu ada lagi Mom War yang--kebanyakan--saling menjatuhkan itu! Kita sesama ibu, sesama pejuang, kitalah yang seharusnya saling mengerti, kita mempunyai tujuan yang sama, memberikan yang terbaik untuk anak-anak dan keluarga kita.

Duh, berasa sedang kampanye saya.. Haha.. Intinya kita, para wanita ini tidak seharusnya saling melukai, sudah seharusnya kita bergandeng tangan saling menguatkan, memberi support terbaik yang kita punya. Gak rugi lho punya banyak saudara yang senasib sependeritaan sama berbahagia.

So, stop mom war, berbagilah yang indah-indah, bukan perdebatan tak berakhir karena sama-sama merasa benar. Sudah terlalu banyak hal yang menguras pikiran dari dalam dan luar rumah. Cuss kelonin anak lagi.. hehe..

Salam damai,
Irly
Read more

31 May 2018

5 Tempat Wisata Cantik dan Unik di Kudus

Pernah terbayang buat liburan di Kota Kudus? Kebanyakan, wisatawan yang datang ke kota di pesisir utara Jawa Tengah ini adalah untuk tujuan wisata religi dan hanya mampir dalam waktu singkat. Padahal sebenarnya ada banyak hal menarik dari Kota Kudus yang bisa kamu dapatkan jika tinggal lebih lama di sana.

Saya juga belum pernah ke Kudus sih, padahal kalau baca-baca info di internet, kota ini memiliki beberapa tempat unik dan tidak akan didapatkan di tempat lain. Meski kotanya tak terlalu besar, tetapi Kudus adalah kota cantik yang nggak boleh dilewatkan begitu saja. Apa saja sih yang menarik? Cuss, ke Kudus bareng baca dulu!

Makam Sunan Kudus dan Menara Kudus

via. indonesiakaya.com

Tujuan utama di Kota Kudus yang selalu ramai dengan wisatawan dari berbagai kota. Sebagian besar adalah peziarah yang ingin berdoa untuk Sunan Kudus yang dimakamkan di sini. Lokasi Menara Kudus dan Makam Sunan Kudus tak sulit ditemukan. Tempatnya berada di pusat kota dan mudah dijangkau dengan kendaraan apa saja.

Dan yang menarik dari tempat ini bukan hanya tentang sosok Sunan Kudus dan sejarahnya. Tetapi juga kehidupan sehari-hari masyarakat yang ada di sekitar kawasan Menara Kudus. Tinggallah lebih lama untuk melihat indahnya kehidupan masyarakat di sekitar kawasan ini. Bisa jadi, kamu bakal jatuh cinta dan memperpanjang waktu liburan di kota ini.

Makam Sunan Muria


via. halallifestyle.id

Selain makam Sunan Kudus, di kota ini juga terdapat makam Sunan Muria. Tetapi lokasi makam kedua sunan ini cukup jauh. Makam Sunan Muria berada di Gunung Muria yang sejuk dan asri. Di sepanjang perjalanan menuju makam, pemandangan pepohonan nan menghijau jadi teman.
Selain itu di kawasan sekitar makam juga terdapat beberapa mata air yang sejuk. Kawasan mata air ini juga sering jadi jujugan wisatawan yang sedang liburan ke Kudus.

Untuk menuju Kudus menumpang bus Agra Mas saja. Tiketnya terjangkau dan bisa dibeli di Traveloka. Dengan armada yang nyaman, perjalanan kamu ke Kudus dengan bus Agra Mas pastinya aman dan menyenangkan. Banyak pejiarah yang datang ke 2 makam tadi menggunakan bus, baik berangkat sendiri maupun bersama rombongan.

Air Terjun Montel


via. eksplorekoedoes.blogspot.com

Masih di kawasan Gunung Muria, tepatnya di Wisata Colo, terdapat sebuah air terjun yang segar. Namanya Air Terjun Montel, yang memiliki guyuran air bening nan dingin, lengkap dengan kolam yang menjadi penampungan air sementara sebelum mengalir ke sungai.

Air di kolam yang ada di Montel berwarna biru tua, suhunya dingin, bisa membuatmu menggigil ketika menyentuhnya untuk pertama kali. Namun sekali masuk ke dalam air, dijamin enggan keluar karena sangat segar.
Lokasi air terjun ini tidak jauh dari makam Sunan Muria. Ada di jalur perjalanan yang sama, dan bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi. Ini tempat yang harus kamu kunjungi.

Museum Kretek Kudus


via. sindonews.com

Nama rokok keluaran kota Kudus sudah mendunia. Tapi yang menarik bukanlah pabriknya, melainkan museum yang menyimpan benda-benda mengenai tembakau, namanya Museum Kretek. Museum ini berada di Jl. Getas Pejaten, tak jauh dari pusat kota.

Aneka pengetahuan tentang tembakau dan rokok kretek bisa kamu temui di tempat ini. Nuansa museumnya unik, pekat dengan adat Jawa kuno yang eksotis.

Museum Jenang Kudus


via. dodoljenangmubarok.com

Tidak hanya lezat, jenang Kudus juga punya cerita yang bisa kamu pelajari di Museum Jenang Kudus. Jenang dari kota ini memiliki cita rasa yang berbeda dan di museum ini kamu bisa mendapatkan semua informasinya. Lokasi Museum Jenang Kudus berada di Jl. Sunan Muria 33, tepatnya di lantai atas sebuah toko jenang ternama di kota ini.

Selain bus Agra mas, tentunya masih ada banyak pilihan armada lain yang membuka rute perjalanan ke kota Kudus. Kamu pernah naik Agra Mas atau punya rekomendasi lain? Kalau saya lihat sih, busnya senyaman bus antar kota di Malaysia, nyamaaann.. ^^

Read more

30 May 2018

Mau Mudik? Perhatikan Ini Sebelum Mudik Lebaran Ya!

Hari raya idul fitri sebentar lagi akan tiba, berbeda dengan cuti bersama tahun lalu, tahun ini cuti bersama yang diberikan kepada pegawai/karyawan relatif lebih menguntungkan.

Bagi teman-teman yang hendak melaksanakan mudik, jauh ataupun dekat, sendiri ataupun bersama keluarga, banyak hal yang harus diperhatikan demi kelancaran mudik.

Untuk itu saya ingin berbagi beberapa tip berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya selama ini. Mungkin saja sama dengan tip dari teman-teman bloger lainnya, tapi semoga saja ada informasi baru yang bisa saya berikan, minimal jadi pengingat untuk teman-teman yang akan mudik.


1. Pastikan jumlah hari libur mudik
Bagi para pencari nafkah di luar kota, hal ini sangat penting. Karena, selain memanfaatkan libur dari cuti bersama, harus ada "strategi" untuk memanfaatkan cuti bersama yang diperoleh dari kantor, apalagi yang harus menempuh perjalanan sangat jauh, selain menguras waktu juga akan menguras isi dompet. Kita tidak sedang bercerita tentang uang ya, tidak ada yang mengalahkan nikmatnya berkumpul dengan keluarga terlebih bagi perantau. Maka, "strategi" memaksimalkan libur sangatlah penting.

Baca juga: Cerita Lebaran 1438 Hijriah

2. Waktu
Setelah mendapat kepastian jumlah libur untuk mudik, waktu menjadi faktor yang sangat besar pengaruhnya dalam mewujudkan mudik yang efektif dan efisien. Apaan coba? Sisihkan waktu untuk membeli tiket jauh hari sebelum waktu keberangkatan.

Untuk daerah Sulawesi Tenggara, mungkin tiket kapal laut tidak dapat dibeli jauh hari seperti tiket pesawat, akan tetapi membeli tiket kapal cepat sehari sebelum keberangkatan perlu dilakukan untuk mencegah membludaknya penumpang sehingga sangat besar kemungkinan sepanjang perjalanan pemudik yang tidak mempunyai rencana yang baik akan tersiksa karena harus berdiri sepanjang pelayaran. Dan percayalah, capek! *pengalaman pribadi nih.. Haha

Sedangkan untuk yang mudik menggunakan pesawat udara, ada keuntungan yang bisa diperoleh, yaitu fleksibilitas waktu yang dimiliki untuk memesan tiket jauh hari sebelumnya. Apalagi tiket bisa didapatkan dengan harga yang lebih murah.

Yang juga sering menjadi perbincangan adalah begitu cepatnya tiket kereta api habis. Booking tiket kereta api juga harus dilakukan sesegera mungkin. Karena sependek pengetahuan saya, tiket kereta api ini termasuk yang sangat diperebutkan oleh pemudik.

Jadi, jangan menunda, dapatkan tiket sebelum kehabisan. *Duh.. Berasa ngiklan saya.. Haha..

3. Periksa
Tiket sudah ada, tinggal menunggu waktunya mudik. Maka ada beberapa hal yang harus diperiksa sebelum mudik, antara lain;

- Periksa dengan teliti, tanggal dan waktu keberangkatan. Tidak jarang, ada pemudik yang harus menjadwalkan ulang bahkan membeli tiket baru untuk keberangkatannya hanya karena salah mengingat tanggal ataupun waktu keberangkatan. Jangan sampai deh ya..

- Periksa keamanan tempat tinggal, terlebih jika tempat tinggal (rumah/kontrakan) ditinggalkan kosong tanpa penghuni atau penjaga. Pastikan api, sambungan listrik, gas atau hal berbahaya lainnya sudah dalam kondisi aman. Selain agar tidak menimbulkan kerugian, dengan melakukan pemeriksaan, perjalanan mudik juga akan lebih nyaman. Jangan lupa menitipkan pesan kepada tetangga yang tidak mudik untuk bantu mengawasi rumah/kontrakan.

- Periksa pulsa dan paket internet.
Hal ini mungkin terdengar remeh, tapi jangan lupa, akan banyak pedagang yang juga menutup usaha penjualan pulsanya karena sibuk mempersiapkan lebaran atau bahkan ikut mudik. Tapi dizaman serba modern seperti ini, saya yakin para pemudik sudah cerdas dan tidak akan bertanya lagi dimana tempat beli pulsa online? Minimal sudah tahu dan punya persiapan paket data yang memadai untuk mengakses dan melakukan transaksi. Kalau zaman dulu jangan ditanya, lumayan susah mencari pulsa disaat para pedagangnya juga libur/mudik. Hihi..

***

Itu tadi beberapat tip dari saya, semoga bisa jadi pengingat bagi teman-teman yang sudah merasakan euforia mudik. Teman-teman mudik tahun ini? Ke mana? Semoga mudiknya aman dan menyenangkan yess.. 😊
Read more

24 Apr 2018

Mengabadikan Momen Ngumpul Asyik Dengan HP Yang Juga Asyik

Kalau lagi ngumpul, rasanya tidak lengkap kalau belum foto selfie sama teman-teman. Foto selfie pun kurang afdol kalau kameranya enggak bisa bikin kita jadi kelihatan cantik. Hmm kalau galau begitu, mendingan pakai kamera smartphone OPPO F7 deh Moms.

OPPO baru-baru ini resmi meluncurkan produk teranyarnya yang bernama OPPO F7. Smartphone yang dibekali kamera berkualitas tinggi ini rupanya bisa menghasilkan foto yang apik lho apabila kita memanfaatkan fitur bawaannya juga.


Fitur A.I Beauty 2.0
Saat berfoto selfie menggunakan OPPO F7, wajah kita bisa dikenali oleh kamera dengan menggunakan teknologi Artificial Intellignce (A.I) yang dapat mendeteksi wajah melalui 296 titik pengenalan (face recognition).

Begitu terdeteksi, cekrek, foto tinggal di-setting hasilnya dengan fitur beautify yang bisa mengedit tampilan wajah di foto menjadi cantik natural. Setting-an yang sudah kita buat tadi, secara otomatis juga bisa langsung diterapkan oleh sistem A.I Beauty 2.0 pada foto selfie kita berikutnya. Jadi bisa tampil cantik secara praktis deh!

Terus, kalau foto selfie-nya bareng teman gimana?

Ini dia kecanggihan OPPO F7 menurutku, Moms! OPPO F7 tetap menyesuaikan setting-an edit beautify kita meskipun sedang foto dengan banyak orang. Bahkan, wajah-wajah teman kita pun ikut dikenali oleh A.I dan begitu group selfie, hasil beautify-nya akan berbeda untuk setiap wajah orang.

Psst, buat kalian yang laki-laki, teknologi AI di OPPO F7 akan menghasilkan foto yang ganteng maskulin kok (enggak bakal kena efek beautify yang cantik-cantik buat gender perempuan gitu). Hal itu bisa terjadi karena teknologi A.I bisa mengenali perbedaan warna kulit, jenis kulit, usia dan jenis kelamin seseorang sebagai subjek fotonya.


Masih ada fitur lain yang bisa mendukung kinerja kamera OPPO F7 ya, Moms. Fitur bokeh misalnya, bisa membuat tampilan foto kita lebih fokus karena daerah background akan menjadi blur. Lalu ada Vivid Mode yang bisa menyeimbangkan saturation warna pada foto. Juga Cover Shot Feature untuk hasil foto selfie yang lebih kontras layaknya pemotretan di cover majalah.

Selain itu, masih ada juga fitur berikutnya yaitu A.I Scene Recognition yang bisa membantu foto objek pemandangan menjadi kaya akan warna. Serta yang terakhir, di kamera tersedia pula AR (Augmented Reality) Sticker yang bisa membuat selfie kita jadi lebih seru.

Fix, kamera OPPO F7 ini benar-benar terbaik ya untuk fotografi. Kamera depannya saja diprakarsai dengan ukuran 25 megapixel lengkap dengan sensor HDR Sony IMX 576. Yang bikin tambah canggih lagi, OPPO F7 layarnya luas banget, 6.23 inci, bikin selfie jadi puas ya. Terus, smartphone ini sudah pakai OS Android Oreo lho, Moms plus daya baterainya yang 3400mAh plus dibantu AI Battery Management yang bikin jadi hemat banget.

Oleh karena itu, hilang sudah segala keraguan saya untuk ikutan pre-order smartphone satu ini. Kalau ditanya, mau OPPO F7 yang warna apa, saya udah incar yang Solar Red ya, Moms. So fashionable!

Read more

23 Apr 2018

Kartini Badan Pusat Statistik

Kolaborasi dengan anggota baru di Be Molulo sudah memasuki bulan ke-3. Bulan ini trigger post ditulis oleh jenk Rumi dengan judul Kartini Masa Kini. Temanya hangat, karena hanya selang sehari dengan hari Kartini.

Sebenarnya, untuk menulis lagi otak saya dalam kondisi mampet, terlalu fokus dengan kerjaan, sehingga ide yang sering kali muncul secara random menjadi enggan muncul walaupun hanya tema besar tanpa detail lebih lanjut.


Beruntung saat mengunggah foto tentang perjalanan dinas tepat saat hari Kartini kemarin, saya tanpa sengaja mengetik hastag KartiniBPS. Eh, bisa nih dijadikan tulisan tanggapan untuk kolaborasi Be Molulo bulan ini.. Jadilah tulisan ini sambil saya jagain kelas pelatihan. Alhamdulillah..


Apa itu Kartini BPS?
Kartini BPS saya terjemahkan sebagai para pegawai ataupun mitra BPS yang menjalankan perannya sebagai perempuan pejuang, baik di dalam rumah sebagai Istri, Ibu, Kakak, Adik, Anak dan tentunya sebagai penyedia data berkualitas bagi BPS yang kemudian bermuara pada konsumen data.

Jujur saja ide ini muncul karena keadaan saat ini, keadaan dimana pekerjaan tidak bisa dikatakan sambung menyambung tapi lebih kepada tumpang tindih. Keadaan dimana kalimat (IMHO) "Bagilah waktu untuk keluarga dan pekerjaan secara seimbang." Hanya bisa menjadi slogan saja, tidak bisa terealisasi menjadi kenyataan. Ini pengalaman pribadi. Karena saya juga merupakan Kartini BPS.

Kartini BPS dimata Instansi
Para Kartini BPS tentu punya peranan penting pada instansi BPS, baik sebagai Koordinator Statistik Kecamatan, Staf, maupun pengambil keputusan. Komitmen awal sudah dimulai sejak kami mendaftar dengan menandatangani surat bersedia ditempatkan di mana saja. Berikutnya mau tidak mau harus mengorbankan waktunya sesuai kebutuhan organisasi.

Jujur tidak banyak yang bisa saya sampaikan mengenai sudut pandang instansi, kita move on ke keluarga aja yess.. :D

Kartini BPS di mata Keluarga
Di mata keluarga, teman-teman di dunia nyata maupun di dunia maya. Kami dipandang sebagai perempuan yang cukup sibuk, sebentar berada di sini, sebentar berada di sana, sebentar melakukan survei ini, sebentar melakukan survei itu. Diundang makan-makan, acara kumpul-kumpul kebanyakan tidak bisa hadir, kalaupun hadir, hadir dengan pakaian kerja sekaligus dengan dokumen-dokumen survei. Sangat jarang lepas dari pekerjaan. Di luar rumah mencari dan wawancara responden, di rumah masih juga memerikasa dokumen.

Hari-hari kami diisi dengan bekerja, komitmen harus kuat. Tapi semua ini tidak bisa terwujud dengan baik jika tidak dikucuri banyak pengertian dari keluarga.


Banyaknya waktu yang terpakai untuk bekerja bukan berarti tidak mengundang protes dari anggota keluarga. Mereka mungkin mengerti tapi bagaimanapun protes harus dilayangkan karena sudah melihat istri atau anaknya sudah kelelahan atau bahkan sudah jatuh sakit. Sering sih Abang membandingkan kesibukan saya saat masih menjadi Sekretaris dengan kesibukan sekarang. Saya senyumin saja, dia juga mengerti saya ingin belajar lebih banyak (walau sambil nyanyi dan menyilangkan kedua telunjuk "tapi tak beginiiii~" hehe).

Baca juga: Perubahan dari Sekretaris Kepala Kantor Menjadi Staf Bidang

Kisah yang mengundang kesedihan saya adalah tentang anak, sering kali teman-teman bercerita bagaimana anaknya sedih jika ibunya harus keluar rumah untuk bekerja, atau jika sudah bisa membedakan libur dan tidak, anaknya akan sangat girang jika ibunya mengatakan bahwa ia libur.

Ya.. Bagaimanapun hidup itu pilihan, tentu banyak pertimbangan sehingga kami memutuskan menjadi Kartini BPS. Hal ini bukan untuk diperdebatkan apalagi menjadi bahan bakar untuk mom war di luar sana. Terlebih (ini juga harapan kami), tumpang tindihnya pekerjaan seperti ini tidak akan terulang lagi dikemudian hari. Semoga..

Oh ya, tentang anak, saya yang hampir setahun menikah dan belum dikaruniai anak ini juga tidak jarang disuguhi kalimat "Bagaimana mau punya anak kalau kamu sibuk seperti itu?" Saya senyum saja, walau merasa kalimat pesimis seperti itu sebaiknya tidak diperdengarkan walau bermaksud memberikan simpati. Karena kami lebih butuh kalimat motivasi ataupun doa dibalik kesibukan dan kelelahan kami. Sungguh...
***

Tulisan Kartini BPS ini mungkin lebih terbaca sebagai tulisan curhat, berisi uneg-uneg seorang pegawai perempuan yang bekerja di BPS. Tapi cobalah berpikir lebih luas, kami--yang saya ceritakan melalui kisah Kartini BPS--hanyalah sebagian kecil dari prempuan-perempuan yang berjuang dengan caranya masing-masing.

Kami, seperti juga Raden Ajeng Kartini tidak mencari pujian ataupun penghargaan, cukup diperlakukan dengan baik, dihargai kerja kerasnya dengan kalimat yang tidak meremehkan, disayangi dan dilindungi seperti layaknya perempuan yang terlihat lemah di mata laki-laki. Kami kuat karena kita sama-sama ciptaan Tuhan, keadaan adalah tempaan saja.

Setelah karnaval, tetap mengikuti perintah walaupun pekerjaan sedang menumpuk, sedang hujan, badan kurang sehat.

"Setiap perempuan berjuang dengan caranya masing-masing. Semakin modern jalannya kehidupan, semakin modern pula tantangan yang harus kami lalui. Kami Kartini Masa Kini, Kami Kartini BPS."

Gimana teman-teman saya para Kartini ataupun Kartono masa kini? Kita sepakat saling menghargai yess? 😊

Read more

20 Mar 2018

Tentang Penghasilan Tambahan

Bekerja bagi perempuan bukanlah hal yang asing lagi. Kalau dulu bekerja identik dengan seragam, saat ini bekerja menjadi hal yang lebih fleksibel, baik dari pakaian, waktu maupun pendapatan.

Kalau dulu kata bekerja diidentikkan dengan seragam berwarna hijau dan kain keki, maka sekarang dengan dasterpun, perempuan sudah bisa memperoleh penghasilan, waktupun begitu, leluasa, sebisanya mau melayani pukul berapa dan bisa disesuaikan juga pendapatannya.

Terinspirasi dari kisah saya sendiri *yaelaahh* saya kemudian ingin bercerita tentang penghasilan tambahan. Ini sih buat trigger post bersama teman-teman di Be Molulo, tapi mungkin bisa menginspirasi teman-teman untuk memulai usaha rumahan dengan seragam daster (tapi kalau yang baca ini laki-laki, dasternya buat wanita aja ya, pliss! 😝) atau untuk menambah penghasilan lagi? Pasalnya semua bisa dijalankan bersamaan, kenapa nggak kan ya? Hehe..


Sebagai ASN bukannya penghasilan saya tidak mencukupi, alhamdulillah rasanya berlebih, tapi mungkin ada bakat hobi berdagang juga kali ya, jadi enjoy banget ngejalaninnya. Apalagi kalau habis jalan ke kota mana gitu, biasanya saya sempatkan belanja untuk keperluan pribadi, keluarga dan untuk dijual. Prinsipnya, biar duit gak hanya keluar aja, tapi ada pemasukan juga. Kurang pintar bagaimana istrinya Abang ini? Hehe..

So, apa saja sih usaha menambah penghasilan yang saya lakukan?

1. Menjual Pakaian dan aksesoris.
Dulu, saat saya masih bekerja di kabupaten, saya punya Online Shop, belanja lewat teman atau melalui 1st hand supplier. Cari supplier juga susah, harus bandingin harga antara supplier satu dengan yang lain. Pas dapat.. Ya gitu.. Kadang bagus kadang dikirim suka-suka (gak sesuai orderan), komplain biasanya gak bisa. Untung gak sering-sering.

Nah, saat pindah di kantor provinsi, OL Shop tidak saya jalankan lagi, jualan secara luring juga nggak lagi. Lama-lama hasrat *ceileh.. Hasraaat 😝* jualan saya keluar lagi, saya mulai dengan barang-barang dengan modal kecil, biasanya sih memang saya suka barangnya, jadi belanja sekalian jualan.. Hihi.. Contohnya bros, yang unik dan kira-kira sesuai dengan selera orang kantor. Hasilnya? Saya dapat bros unik gratis, jualan laris manis, untungnya juga tetap ada. Seneng gak siiih? Haha..

Sampai saat ini, saya juga sudah beberapa kali belanja. Tujuannya agar belanjaan tidak terkena gelombang overload jelang lebaran, selain itu juga untuk mengambil pasar lebih awal. Duh, gimana sih bahasanya, lebih awal memasarkan baranglah yaa.. Jelang lebaran kan orang-orang pasti meningkat minat belanjanya tuh, saya berusaha menarik minat mereka sejak awal, soalnya barang yang saya jual juga bukan pakaian lebaran yang tergolong mewah. Takut barangnya gak habis, modal gak muter. Iya.. Saya masih tipikal hobi jualan, bukan business woman yang gak takut mengambil resiko. Hehe..


Prinsip pertama,
Segala sesuatu butuh usaha 😊

2. Oriflame
Menjadi konsultan oriflame sudah relatif lama saya jalani. Buat jualan aja, pakai sendiri juga tentunya. Emak-emak irit banget yess.. Harga member jadi lebih murah, trus kalau orderan banyak bisa dapat bonus juga. Ini alhamdulillah sering, saya modal nitip katalog doang. Keuntungannya juga lumayan. Lupa sudah berapa tahun, tapi kalau gak salah belum sampai 5 tahun.

Oh ya, saya teringat sebuah kejadian saat jualan Oriflame di kantor, ada yang ngomong gini saat tahu saya yang jualan.

"Jualan? Kan sudah banyak uang di rumahmu (ngomong gitu mungkin karena tahu bapak saya ASN dan ada warung di rumah). Kamu gak dikasih makan Mamamu?" Tanpa ada nada atau mimik becanda sedikitpun. Sinis.

Deg!! Saat itu saya coba menjawab kalem, tapi saya bisa merasakan panas di dada dan wajah saya, mungkin sudah memerah walau tersenyum. Pernyataan yang tidak saya sangka-sangka bisa muncul di muka bumi, menyentuh segala hal yang saya benci. Tidak heran, walaupun hal tersebut tidak membuat saya kemudian surut semangat menambah penghasilannya, tapi kejadiannya tetap teringat jelas.

Ih.. Nyebelin.. Lanjut yukk..

3. Menjual Pulsa dengan Paytren
Hampir sama dengan berjualan Oriflame yang tidak begitu menyita waktu, saya juga berjualan pulsa. Bergabung dengan Paytren yang dulu masih bernama VSI, saat belum ada aplikasi sampai sekarang sudah serba dimanjakan, gak pakai biaya sms lagi. Lumayan kan biaya pulsanya. Hahah..

Berjualan ini saya niatkan untuk membantu orang lain, karena sependek pengetahuan saya, jualan via paytren sudah sekalian bisa sedekah, ya.. walaupun IMHO, harga modalnya lebih mahal dibanding ngambil di tempat lain, tapi selain itu saya juga bisa membantu teman-teman di kantor (atau bahkan keluarga) yang kehabisan pulsa. Bukan hanya saat jam kantor, tapi juga diluar jam kantor. Tidak jarang larut malam atau subuh saya menerima WA atau SMS emergency "Ir, pulsa listrik 100 yaa, listrik sudah habis, saya mau menyetrika!" Haha..

Karena ingat teman-teman (utamanya ibu-ibu, eh.. Emang 95% pelanggan saya buibu sihh 😁), tidak jarang saat sedang tugas ke luar kotapun saya gelisah kalau gak punya deposit pulsa. Takut mereka ngirim pesan SOS dan saya gak bisa penuhi. Kasihan.. Hehe..

Gak nyangka sih jualan pulsa bisa seseru ini. 😂

4. Berpenghasilan dari Blog
Nah, tema ini yang mungkin sering saya iming-imingi ke teman-teman di be Molulo, sesekali juga saya bahas di blog walau tidak secara spesifik.

Bukannya apa-apa, saya sendiri merasakan nikmatnya, walau gak banyak tapi sungguh bisa membuat excited-deg-degan-mengharap-senyum-tegang-lalu senyum-senyum sendiri, kalau diartikan secara jujur, tahapan diatas bisa menjadi senang dapat tawaran kerjasama-deg-degan dan ngarep saat menawar menunggu jawaban tentang fee-dapat fee sesuai tawaran-kepikiran tulisan yang mau dibuat-posting lalu uang masuk rekening. Dududu... Masih banyakan senyumnya kaaan? Haha..

Baca juga: Hobi yang dibayar, Bukankah Itu Mimpi Setiap Orang?

Trust me dehh.. It's fun! Dan saya ingin teman-teman merasakan kesenangan yang sama. 😊

5. Bikin Industri Rumah Tangga
Nah, untuk mengganjilkan, saya tambahin yang masih di angan-angan saya yess..

Saya tuh sebenarnya punya keinginan juga bikin industri rumah tangga. Selain secara ekonomi bisa menambah penghasilan, dalam pemikiran saya, kegiatan ini juga bisa memberdayakan orang lain, dengan gaji tentunya.

Tapii..

Ada tapinya nihh.. Saya belum menemukan--atau mungkin belum memikirkan lebih jauh kali yaa--produk apa yang akan dipilih. Masih sibuk mikirin Survei Biaya Hidup! haha

Udahan ah, itu saja yang bisa saya share, semoga ada manfaatnya. Teman-teman gimana? Punya penghasilan tambahan gak? Atau mau bantuin saya ngasih ide untuk industri rumah tangga? Apa aja boleh.. Share di kolom komentar yess.. 😊

Read more

5 Mar 2018

Perubahan: Dari Sekretaris Kepala Kantor Menjadi Staf Bidang

Tema perubahan dalam grup 1 Minggu 1 Cerita membuat saya terpikirkan perubahan ritme kerja yang saya alami beberapa bulan terakhir. Dari yang sebelumnya boleh dibilang "santai" menjadi ngos-ngosan karena kejar-kejaran dengan pekerjaan.

Hayo kenapa?
Manajemen waktunya gak bagus?


Nope! Nggak yaa.. Ini karena saya yang dulunya seorang Sekretaris Eselon II akhirnya bisa menyematkan gelar SE (walaupun terhitung lama) melalui ujian penyesuaian ijazah lalu kemudian dipindahkan menjadi staf di seksi Neraca Produksi, bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik. Ada yang berpikir "Nama bidangnya berasa "horor" gak sih?" hihi.. Sebenarnya sama dengan pikiran saya, pekerjaan di bidang itu terhitung asing bagi saya...

Baca Juga:
Tentang Pengumuman Hasil Ujian Penyesuaian Ijazah

Bismillah..
Saya pun meng-iya-kan tawaran dari bagian Tata Usaha. Saya merasa tidak boleh kebanyakan "gaya", sudah diberi pilihan yang baik, masih minta yang lebih lagi. Tahu diri. Saya tahu saya harus belajar banyak lagi, rasanya senada dengan keinginan saya untuk tidak menjadi sekretaris lagi, agar saya belajar lebih banyak, tidak stuck dengan urusan yang itu-itu saja. Oktober 2017 sayapun resmi beralih profesi.

Waktu jadi sekretaris, duduk manis di ruangan ini

Maka perubahan ritme kerjapun terjadi, dari saya yang kebanyakan berada di kantor, mengurusi pimpinan, menjadi tidak ada urusan sama sekali (selain menjalankan kebijakan atau permintaan tolong dari beliau), lalu kemudian sibuk di lapangan mengurusi survei di bidang tempat saya bekerja saat ini, ditambah lagi saya dan beberapa teman diperbantukan untuk menjadi pengawas Survei Biaya Hidup (SBH) 2018. Jadilah ritme kerja mengalun seperti lagu Nina Bobo menjadi lagu In The End-nya Linking Park. *Ketahuan umurnya ya.. hihi.. Atau Icy Girlnya Saweetie deh.. TOP di lagu Doom Dada.. Engap-engap deehh.. Haha..

Dan dengan perubahan yang saya alami, ada sedikit protes sih dari Abang yang pengennya saya duduk bekerja di kantor saja, tidak perlu ke lapangan, takut kecapean. Tapi mau bagaimana lagi, sayapun sudah mendaftar untuk menjadi fungsional, artinya saya harus berburu angka kredit.  Ah.. seandainya saya bisa seperti teman-teman pandai menulis opini di koran, angka kredit mah urusan gampang, poinnya besar cuy.. *Mupeng

Setelah gak jagain meja 😂😂
(Gimana abang gak khawatir kan yee)

Saya bukannya tidak ingin menuruti Abang tercinta selaku imam saya, tapi ini memang pekerjaan saya, gak bantuin SBHpun saya akan diberikan pekerjaan lain, yang memang--kami di kantor Badan Pusat Statistik--tidak akan lepas dari pekerjaan lapangan, kepala bidang dan kepala kantor saja masih ke lapangan, apatah lagi kami yang hanya bawahan ini.

Baca juga: Cerita Sekretaris, Suka Duka Hingga Hal yang Konyol

Lagipula, saya juga mempelajari banyak hal dari hasil perubahan ini, saya belajar lebih banyak tentang kerja tim, maklum yee, waktu jadi sekretaris saya yang kebanyakan mengatur pekerjaan saya sendiri. Lebih banyak menurunkan ego lagi, melakukan hal yang sudah lama tidak saya lakukan, ataui bahkan yang belum pernah saya lakukan seperti menyiapkan bahan rilis atau kenalan dengan 17 kategori penghitungan PDRB yang selama ini terabaikan oleh saya. Pokoknya SAYA BELAJAR BANYAK! Ups.. Jebol capslock-nya.. Hihi..

Inilah salah satu alasan tulisan di blog jadi jarang, mungkin yang belum bisa saya kuasai saat ini adalah mood untuk nge-blog. Mungkin secara tidak sadar fisik saya capek jadi pengennya rebahan sebentar, ditambah sifat suka menunda saya, maka jadilah.. Padahal Abang sudah memafhumi kesenangan nge-blog saya lho, it's me the biggest problem.. Fiuuhh..

Panjang lebar yesss saya curhat menuliskan tentang perubahan ini, intinya saya ingin bilang bahwa pada perubahan itu terdapat kesempatan belajar, walau berat, tapi akan berguna di kemudian hari.

Kalau teman-teman, apa yang berubah di kehidupannya saat ini? Jangan sebut berat badan yess, itu perubahan saya juga.. Hehe.. Share di kolom komentar perubahan yang kamu alami saat ini ya.. ^^

Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...