15 Jan 2019

Gak Jadi Baby Moon karena Gak Dapat Izin Cuti, Kesal?

Awal tahun! Masih musim liburan gak sih? Hihi..

Saya jadi ingat tahun lalu deh, saat Abang sudah mulai melempar keinginannya untuk liburan bareng. Mungkin sudah jenuh dengan pekerjaan kantor setahun sebelumnya.

Waktu berlalu, istri yang juga katanya suka liburan ini selalu beralasan pekerjaan ini gak bisa ditinggal, pekerjaan itu gak bisa ditinggal, apalagi ada pekerjaan baru. Makanya liburan gak jadi-jadi.

Sampai akhirnya saya positif hamil lagi pada bulan keempat tahun 2018. Alhamdulillah, sesuatu yang kami tunggu-tunggu melalui berbagai upaya akhirnya membuahkan hasil.

Baca juga: Program Hamil yang Saya Lakukan, Mulai dari Cara-cara Hits di Internet sampai Promil ke Dokter

Apa kabar liburan?
Dengan kebahagiaan yang kami rasakan, mabok selama hamil dan hasil membaca bahwa perjalanan pada trisemester awal masih cukup beresiko. Keinginan liburan berhasil diredam. Hanya berganti rencana dan nama saja, dari liburan menjadi baby moon...

Dan kemudian, pada bulan keenam, saat kehamilan sudah berada pada trisemester kedua, baby moonnya tetap tidak berhasil terlaksana. Hahhah.. *Pura-pura tegar :D


Akhirnya, saya liburan di rumah saja dan Abang berkeliling di Jakarta dan Bandung. Ah.. perih hati ini... Tapi saya ikhlaskan agar Abang bahagia, melepas penatnya biar bisa refreshing.

Apa daya saya tidak bisa cuti karena sedang mengerjakan publikasi yang sedang deadline di kantor. Iya, saya gak dapat izin cuti. Ah..  kerjaan kantor ini, apa sih yang tidak deadline?

Padahal sudah muncul ide untuk nonton penutupan ASEAN GAMES saja, sekalipun tidak bisa mengikuti kehebohan saat pembukaan, setidaknya euforia yang bikin kita sebagai penonton ini jatuh cinta dan haru berkali-kali itu bisa dirasakan secara langsung walau sedikit.

Tapi, Abang kalah gesit dari para fans K-Pop yang sudah terbiasa dengan kegiatan berebut tiket (penutupan ASEAN GAMES) secara virtual. Langsung bikin plan B ((Baru bikin??)).

Akhirnya Abang melipir ke Lembang bahkan hampir nyasar melebihi tujuan. Beruntung, saya punya Devi kalau sudah urusan Bandung. Singkat cerita Yandanya Janilah (Suami Devi) yang mengantarkan Abang berlibur. Walau Abang sering juga mengirimkan pesan kesepiannya, bahwa saya seharusnya ada di sampingnya. Huhu.. Saya kan jadi merasa bersalah..

Tapi, alhamdulillah saya tenang walau baby moonnya diwakilin suami saja. LOL. Saya begitu tertolong dengan jalinan silaturahmi yang tidak pernah saya sangka akan berumur panjang ini.

Cuma modal kenal sesama bloger, kopdar sekali doang, itupun dianterin keliling Bandung, sempat bisnis kecil-kecilan bareng, sekarang berlanjut suami-suami kami yang jalan bareng.

Semoga bisa segera ke Kendari ya Deev, saya udah lama ngutang nih ke kamu, ini malah nambah ke suamimu lhoo.. *Ketjuupp :*


Jadi, kesel gak karena gak jadi baby moon? Gapapa, ikhlas kok. Cuma ya teteup.. Ini pengingat, bahwa saya masih butuh liburan, kalau baby moon gak jadi, mungkin nanti bisa bertiga sama si kecil kalau sudah bisa dibawa jalan.

Nanti lihat jadwal cuti bersama 2019 aja kali ya? Biar gak terhalang permohonan cuti tahunan seperti tahun lalu lagi. :D

Trus, pengingat juga, bahwa perjalanan bisa membawa kita pada hal-hal yang tidak terduga, termasuk betapa Allah SWT tuh maha pemurah dengan memberi kita sahabat-sahabat yang tidak pernah pamrih dalam menolong.

Ketiga nih ya, walaupun saya tidak keluar untuk liburan. Tapi jalinan silaturahim antara saya dan Devi tetap jalan, bahkan Insyaallah tersambung lebih panjang. Bayangin, dari sama-sama masih gadis dan sekarang sudah punya suami! Alhamdulillah..

"Perjalanan akan mengaarkanmu banyak hal, termasuk bagaimana bahagianya pulang bertemu orang yang kau cintai."
(Irly)

Gimana teman-teman? Punya pengalaman merencanakan liburan yang akhirnya gagal tapi kemudian dapat hikmah yang apik? Teman rasa saudara itu nyata, dan sering kali hadir tanpa kita duga yess! ^^

Read more

29 Dec 2018

5 Resolusi Keuangan ditahun 2019

Mengatur keuangan bukanlah hal yang bisa diremehkan lagi saat seseorang sudah menikah. Banyak hal yang tentunya berubah dan perlu diperhatikan. Hal ini sudah pernah saya tuliskan juga pada blog personal saya ini.

Baca juga: 5 Cara Mengelola Keuangan Setelah Menikah ala Dunia Irly

Namun, hal yang juga kemudian harus mengalami penyesuaian adalah kehidupan setelah memiliki anak! Kehidupan yang memiliki banyak kejutan dari segala lini termasuk lini keuangan. Kehidupan yang (insyaallah) dalam hitungan hari akan saya jalani..


Untuk itu, dalam hal keuangan, saya mempunyai resolusi sendiri, antara lain:

1. Punya Tabungan Sendiri Untuk Anak
Persiapan untuk pendidikan anak adalah persiapan jangka panjang, bukan hal yang bisa di selesaikan secara "sim salabim jadi apa prok-prok-prok". 😁

Apalagi di saat sekarang ini, biaya untuk pendidikan anak melonjak jauh dari yang dulu sering saya dengar. Sekalipun biaya pendidikan anak sudah mendapatkan keringanan dari pemerintah, tapi tidak terlepas kemungkinan anak akan bersekolah di sekolah swasta dimana dapat dipastikan biaya yang dipakai juga tidak akan sedikit. Untuk itu persiapan yang baik saya harapkan bisa meringankan "kejutan-kejutan" di masa mendatang, walaupun kalau memang kalau tiba-tiba dibutuhkan ya gadai BPKB mobil mungkin bisa jadi jalan keluar juga.

Well.. Apapun akan dilakukan untuk anak, tapi persiapan selalu akan lebih memudahkan di masa mendatang.

2. Tetap Menyiapkan Dana Untuk Liburan
Ini sudah saya bicarakan bersama Abang sejak awal pernikahan. Kami yang suka jalan-jalan ini memang menginginkan setiap tahunnya tetap ada agenda untuk berlibur.

Walaupun tahun depan Insyaallah kami sudah bertiga, semoga dana untuk liburan ini tetap ada, entah nanti yang jalan hanya Abang (hiks) ataupun bisa kami bertiga. Itupun kalau dapat cuti.. *Tjurhat

Bukannya apa-apa sih, sebagai karyawan, masing-masing kami menyadari bahwa refreshing itu penting dan butuh dana, mulai dari skala sedang sampai skala yang besar.

Jalan-jalan atau bahasa kerennya traveling bisa banget buat membarukan semangat, membuka pikiran, menambah pengetahuan/wawasan, menambah pengalaman dan insyaallah menambah ketaqwaan. Elahh.. Religius banget.. 😁

3. Tetap Menyediakan Dana Darurat
Urusan darurat, berarti berbicara mengenai hal (sulit) yang tidak disangka-sangka dan bersifat penting atau mendesak.

Walau tentu selalu berdoa tidak dihadapkan pada situasi darurat, tapi juga tidak ada salahnya berjaga. Bukan hanya untuk kami bertiga nantinya, tapi juga keluarga besar kami, salah satu sumber kebahagiaan kami.

4. Keuangan Rutin yang Stabil
Ini resolusi keseharian di 2019. Apalagi setelah sudah punya bayi. Saya seperti sudah punya bayangan terhadap biaya kebutuhan bayi saat belanja persiapan lahiran awal bulan Desember ini.

Pakaian bayi yang lucu dan imut dari segi ukuran itu, mempunyai harga yang lebih mahal dari pakaian orang dewasa. Bukan rahasia lagi yess.. Para emak pasti sudah mengangguk atau senyum-senyum dari tadi.

Kebayang kalau popok dan si bayi yang tumbuh dengan pesat itu harus sering berganti seiring dengan perkembangannya, tentu biayanya tidak sedikit. Emaknya sih tentu senang kalau belanja, lihat yang lucu, keren, unik.. Tapii..

Tapi belanja tidak seindah itu kan Maaakk.. Harus kontrol diri juga. Rekening tetap harus bernapas, dapur harus tetap mengeluarkan asapnya walaupun pakai kompor gas.. Hahah..

Intinya, kebutuhan bertambah, dan semuanya harus tetap berimbang, soalnya pemasukan ya begitu-begitu saja. Kami harus makin rajin jualan tampaknya.. Buat beli popok naaakkk.. Hahha..

5. Tetap Punya Dana Untuk Berbagi
Kami sebagai generasi Sandwich tentu tidak bisa tenang hanya hidup bertiga, mengonsumsi penghasilan kami tanpa menyisihkannya untuk keluarga, bahkan orang yang tidak kami kenal sekalipun.

Seperti apapun penghasilan dan pengeluaran kami, kami tetap percaya ada hak orang lain terutama keluarga dekat kami. Bukankah salah satu sedekah paling baik adalah kepada orang terdekat?

Terlebih, kami sebagai muslim tentu percaya, berbagi tidak akan mengurangi tapi akan menambah (walaupun niatnya bukan untuk ya). Percaya, niat baik akan berbuah baik. Entah kembali dalam bentuk uang, atau kebahagiaan mereka yang tentu akan jadi kebahagiaan bagi kami anak-anaknya. Intinya, semua akan terbayar tunai. Insyaallah..

***

Yap, akhirnya sampai juga di penghujung tulisan. Sama ya, kita juga sudah di penghujung tahun. Bagaimana teman-teman, sudah punya resolusi tahun 2019? Kalau yang berhubungan dengan keuangan apa? Sharing yuuk..

Read more

17 Dec 2018

5 Tip Belanja Melalui Siaran Langsung (Live) di Facebook

Sale.. Sale.. Sale..

Kata yang umum kita baca pada sebuah toko di akhir tahun. Tidak main-main, diskon yang ditawarkan juga bikin emak-emak yang gak pengen belanja malah singgah di tempat belanja, setelah singgah nanya ukuran, warna, model lain, kemudian transaksi! Heheh.. :p

Tapi walaupun momennya pas, saya tidak akan membahas itu. Ada yang lebih menarik hati saya untuk dibahas. Yaitu tren berjualan melalui siaran langsung, terutama lewat facebook.

Kenapa kemudian ini menjadi perhatian saya? Karena eh karena... Saya adalah korbannya! Buahahahha..

Entah sejak kapan tepatnya para pedagang memanfaatkan fitur siaran langsung di facebook ini. Yang jelas, saya mulai banyak melihatnya pada awal tahun 2018 ini.

Awalnya, seperti biasa saya hanya melihat beranda dari atas ke bawah. Lalu kemudian nyempil siaran langsung di sebuah grup jual beli di facebook. Saya penasaran dong, nontonlah saya. Kesannya? Kreatif walaupun kadang lucu juga kalau lihat yang jualan.

Hari berlalu, dan saya kemudian sudah mengirimkan alamat lengkap, disertai nomor telepon pada acara live seorang pedagang. Saya sudah menjadi bagian dari "korban" mereka manteman. Wkwkwk..

Di suatu waktu yang lain, saya kembali memesan pakaian. Sama seperti waktu transaksi pertama, saya kemudian sudah menerima barang dengan sistem COD (Cash on Delivery/ Bayar di tempat).

Oke fix.. Kedudukan reality show Korea yang sering saya tonton tergeser oleh aktivitas cuci mata dan cuci dompet ini. 😂

Tapi saya bangkit manteman, saya akhirnya memilih untuk tidak menjadi korban lagi. Maka saya aja yang jualan secara live! Haha.. Nggak ding.. Saya masih malu kalau harus jualan secara live gitu. Iyalah.. Gimana kalau calon pembeli minta bajunya dicobain ke badan? Perut lagi gede gini, pusar juga lagi seksi-seksinya. Hahaha..

Finally, saya belanja lagi. Hihi.. Jangan diketawain dulu. Beneran saya belanja, tapi buat jualan lagi dong! Hahah.. Jiwa belanja saya masih kalah dengan insting berdagang saya.

Bermodal banyak mengamati aksi live dan kepo sana-sini, saya dapat supplier untuk memenuhi hasrat berdagang barang bagus dengan harga miring tanpa harus datang ke tempatnya langsung. Ah, keren emang guwe inih. *Abaikan bumil yang lagi pengen narsis ini. :p


Nah, dari beberapa pengalaman saya, saya pengen share 5 tip untuk belanja melalui siaran langsung (live) di Facebook:
1. Kenali nama dan sifat bahan pakaian
Ini penting, agar teman-teman tidak kecewa saat barang datang, kalau memang masih asing dengan nama bahan yang makin banyak, bisa googling dulu, atau bisa bertanya saat siaran langsung. Misalnya "bahannya adem gak?" "bahannya melar gak?" "transparan gak?" Dan lain-lain yang menjadi kesukaan teman-teman.

2. Kenali ukuran tubuhmu
Selain nama dan sifat bahan, hal ini juga penting. Kalau belanja untuk diri sendiri tuh, wajib banget tahu ukuran badan. Kalau saya sih kurang suka ukuran yang hanya pake S, M, L, XL,  XXL gitu, karena bisa banget berbeda ukurannya untuk barang dari luar negeri. Yang paling pasti itu ya ukuran lebar dada (LD) aja, biasanya saat live langsung diukur tuh oleh pedagangnya, bahkan kalau bahannya melar, diukurin tuh ukuran standar sampai melarnya jadi berapa Cm.

Maka, ketahui ukuran lingkar dada diri sendiri atau orang yang mau dibelanjain, biar gak kekecilan atau kegedean barangnya saat sampai di tangan

3. Siapkan Kuota dengan Jaringan Terbaik
Duh, ini jadi kayak mau ngiklan saya.. Hahah.. Seriusan nggak ya.. Jadi ini beneran dibutuhkan banget kalau mau ikutan belanja saat ada pedagang yang jualan secara live.

Kenapa hal ini menjadi penting? Karena kan gak asyik banget saat ingin belanja atau bertanya pada penjual tapi gambarnya loading, atau bahkan keluar sendiri dari live yang sedang ditonton.

Atau kasus lain, teman-teman sudah memesan, tapi ternyata tidak muncul sama sekali di layar penjual, artinya apa? Gak terkirim.. Huhu.. Pernah banget dulu saya kayak gini. Udah pesan banyak banget, tapi gak terbaca sama sekali. Baju idaman melayang ke pembeli lain...

4. Perhatikan kondisi keuangan
Yang namanya belanja, biasanya gampang khilaf, apalagi melalui fasilitas siaran langsung seperti ini. Kadang kita gak tahu sudah belanja apa saja, berapa banyak dan berapa kilogram! Giliran sudah saatnya rekapan baru ingat, oh iya, ternyata saya beli ini, beli itu, beli ini dan itu, tagihan membengkak!

Horor manteman, jadi pastikan kondisi keuangan mencukupi untuk belanja, kasihan yang jualan kalau tiba-tiba barang sudah di-keep tapi malah dibatalkan. Yang kamu lakukan itu jahat, Rangga!

Baca juga: Tentang Penghasilan Tambahan

5. Pahami aturan setiap penjual/pedagang
Setiap penjual/pedagang memiliki aturan masing-masing, baca dulu aturannya. Tapi yang umum saya perhatikan antara lain:

- Kalau melakukan pemesanan saat siaran langsung, ada kata kunci yang diberikan.
Misalnya: Fix gamis (kemudian warna yang diinginkan) jadi "Fix gamis hijau" atau "Fix gamis kuning".

- Cantumkan nomor WA.
Hampir semua pedagang mewajibkan ini, tujuannya adalah untuk memudahkan mereka melakukan rekap pembelian saat siaran langsung berakhir. Aturan lain mengenai pencantuman nomor WA ini adalah, saat melakukan pemesanan seperti di atas, nomor WA harus sekaligus disertakan, tidak berpisah. Misalnya: Fix gamis hijau 08521234xxxx atau nomor WA di depan kemudian kata kunci yang disyaratkan.

Kasus diatas biasanya kalau pembelinya ramai, jadi pencatatan harus dilakukan cepat dan penjual takut chat lanjutan (nomor WA yang dikirimkan menyusul) tertimpa oleh banyak chat lainnya.

- Batas transfer
Sesaat setelah rekap diberikan, penjual biasanya punya aturan sendiri-sendiri. Misalnya batas transfer adalah 1x 24 jam, kalau belum melunasi tapi mau disimpankan dulu (keep) pembeli bisa transfer 50% dari total rekapan, dan berbagai aturan pembayaran lainnya.

- Pengiriman
Pedagang biasanya sudah menentukan pengiriman apa saja yang digunakan atau bisa dipilih oleh para pembeli. Penting untuk menanyakan hal ini terlebih dahulu sebelum belanja. Paling enak itu kalau penjual bisa melayani pengiriman melalui semua ekspedisi, jadinya bisa memilih pengiriman yang paling cepat atau paling murah, you choose it. :)

Nah, setelah berbagi tentang tip belanja melalui siaran langsung, kita bahas tentang keuntungan adanya aksi live ini, keuntungan dari sisi penjual dan pembeli yess..

Keuntungan Untuk Penjual:
1. Mengisi waktu.
Apalagi kalau sedang berjualan di kios, ini keuntungan buat penjual sih. Kadang pengunjung kan ada jam-jam ramainya, atau ada hari-hari ramainya, bisa banget manfaatin fasilitas siaran langsung ini untuk mengisi waktu sambil menunggu pembeli.

2. Menjemput pembeli tanpa biaya transport.
Cuma modal kuota, ngetes baju di depan kamera, gak (lebih) repot angkat barang kesana kemari, penjual dan pembeli bisa terhubung tanpa jarak, di mana saja! Tinggal pintar-pintar jaga kepercayaan dari para pelanggan.

Keuntungan Untuk Pembeli:
1. Lebih Efisien.
Waktu untuk berbelanja itu sungguh susah dicari bagi wanita pekerja, entah pekerja kantoran ataupun yang sehari-hari waktunya dihabiskan di rumah mengurusi rumah tangga (biasanya justru merekalah yang lebih sibuk dan lebih capek). Kalaupun ada waktu luang, maunya leyeh-leyeh saja, meluruskan badan dalam waktu yang tidak panjang.

Nah, kalau di rumah, pembeli bisa mengerjakan pekerjaan atau leyeh-leyeh sambil belanja, tanpa harus keluar duit lagi sebagai biaya transportasi,  fix barang di penjual ini dan itu. Soalnya waktu live pedagang makin ke sini seperti gak ada istirahatnya, jangankan tengah malam, subuh pun ada! Mantapp!! :D

2. Lebih Fleksibel.
Yup, selain lebih efisien, belanja melalui siaran langsung juga jadi lebih fleksibel. Gak perlu dandan cantik dulu kalau mau belanja, dasteran aja shaayyy.. Gak jilbaban juga gak masalah. Santai banget. ^^

Resiko:
Yang namanya bisnis, pasti ada faktor resiko, walaupun cerita saya diatas itu kebanyakan enaknya saja.. hehe.. Jadi apa saja sih resikonya?

Ini saya bahas dari sisi penjual dan pembeli ya, disatukan saja, karena tidak begitu banyak sih menurut saya:
1. Ketemu Pembeli PHP
Yang namanya bisnis, ada pembeli yang PHP itu wajar. Tapi saya perhatikan kadang memang jatuhnya nyakitin yang jualan banget. Soalnya kadang sudah belanja banyak, eh, setelah direkap tiba-tiba banyak alasan saat diminta transfer uang atau yang paling parah, jawab enggak tapi WA ataupun FB langsung diblock.. Ealah.. Kalau dapat cerita begitu dari pera pedagang saya jadi ikutan gemes dan sedih. Kasihan yang jualan, udah capek teriak-teriak menjelaskan detail barang, misahin, rekap, tapi ujung-ujungnya diperlakukan begitu.

2. Ketemu Penipu
Nah, ini ada 2 versi:
- Penjual palsu
Ketemu dengan penjual seperti ini sangat mungkin terjadi. Adaaaa aja caranya menipu orang. Begitu ada yang belanja, transfer, maka akun akan diblock. Si penipu pun hilang dari radar. Jadi, pelajari benar-benar akunnya sebelum membeli. Jangan tergiur barang bagus ataupun harga murah.

Kalau saya pribadi biasanya stalking dulu, beberapa hari, atau beberapa kali si penjual melakukan live, baru kemudian memutuskan untuk belanja atau tidak. Stalking ini akan sangat membantu, karena biasanya akan ada petunjuk berupa komplain ataupun pujian dari yang sudah lebih dahulu belanja.

-Ketemu Penjual Jujur
Looh, kenapa ketemu penjual jujur ini masuk dalam kategori ketemu penipu?

Sabaar.. Begini, seringnya pedagang jujur itu disusupi oleh orang yang niat banget menipu. Jadi si penipu ikut nonton siaran langsung bersama pembeli lainnya. Lalu kemudian (kemungkinan) mencatat apa yang si A, B, C ataupun D pesan. Lalu kemudian lebih dahulu menghubungi pembeli, menyamar sebagai penjual, melakukan rekap, dll.

Daaan.. Dari cerita di atas teman-teman, itu kejadian nyata ya, ada yang benar-benar melakukan transfer. Dalam hal ini, ketelitian dari pembeli harus ditingkatkan, karena biasanya para penjual sudah mencantumkan nomor rekening dan nomor HP (pemilik ataupun admin) untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi, cek dan ricek harus banget dilakukan yess..

***

Fiuhhh.. Panjang juga tulisan ini, hasil pengamatan, pengalaman dan dari hati banget ini.. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang membutuhkan.

Bagi teman-teman yang juga sudah punya pengalaman boleh baget dibagikan di kolom komentar, saya tunggu yess.. 😊

Read more

12 Dec 2018

Berburu Model Baju Wanita Terbaru Saat Harbolnas di Ilotte.com

Selamat pagiii.. Harbolnas tiba, waktunya para wanita pecinta diskon berpesta. Gak harus baru dari atas sampai bawah, pilihan mix and match paling kece untuk tetap tampil menarik sekaligus hemat. Emak-emak banget siiiihh.. Hehe..

Selalu ada cara yang dimiliki wanita untuk bisa menarik perhatian ye kaaan, dan salah satunya adalah dengan mix and match berbagai macam busana yang digunakannya. Kegemarannya ini akan membuat para wanita ini lebih kreatif pada saat memilih atasan dengan modelnya yang cantik dan juga menarik.

Penampilan seorang wanita akan maksimal pada saat menggunakan pakaian dengan model yang sesuai dengan bentuk tubuhnya dan selain itu akan membuat nyaman. Para wanita ini akan sangat menyenangi dunia fashion sehingga akan selalu berburu model baju terbaru sehingga nantinya akan memiliki tampilan yang sempurna didalam berbagai kesempatan. Sehingga tidak heran para wanita ini akan mengincar berbagai produk busana misalnya saja atasan dengan berganti ganti model.


Jika dibulan Desember ini teman-teman sedang membutuhkan atasan terbaru dengan harga murah maka sebaiknya belanja di program diskon besar harbolnas dari iLotte.com. Adanya program diskon besar harbolnas dari iLotte.com akan sangat menguntungkan para wanita karena bisa mendapatkan atasan terbaru dengan harga yang sangat murah.

Sebelum memilih atasan terbaru di iLotte.com, maka alangkah baiknya menyimak terlebih dahulu model baju yang sedang hits sekarang ini. Berikut beberapa model baju wanita terbaru yang sedang hits ditahun 2018 diantaranya yaitu :
1. Off Shoulder
Jika teman-teman suka tampil manis dengan menggunakan baju yang memamerkan bahu jenjang, maka teman-teman bisa menggunakan off shoulder yang akhir akhir ini menjadi model baju yang sedang naik daun. Dengan menggunakan baju ini, kita akan terkesan seksi tetapi tidak erotis. Model baju ini akan sesuai bagi para wanita yang suka terlihat feminim tetapi ingin menunjukkan kesan seksi yang tidak berlebihan.

2. Tanpa Lengan
Tidak sedikit wanita yang masih memfavoritkan gaun terusan tanpa lengan, tanpa terkecuali para selebriti Hollywood. Dengan menggunakan gaun tanpa lengan ini maka akan ditonjolkannya sisi anggun seorang wanita, dan sangat cocok digunakan pada saat menghadiri acara acara pesta misalnya saja pesta.

3. Pas Badan
Pada saat memilih pakaian teman-teman harus menyesuaikannya dengan bentuk tubuh, warna kulit, usia, dan style. Pilihlah gaun yang ukurannya pas dengan bentuk tubuh, dan hal ini jangan disepelekan karena jika gaun ukurannya pas maka akan dapat menunjang penampilan kamu secara keseluruhan.

4. Hoodie
Pada dasarnya setiap jenis sweater dengan topi dan kebanyakannya akan didesain dengan adanya saku pada bagian depannya dan juga adanya tali untuk menyesuaikan topinya. Model baju hoodie ini bisa dibuka dengan menggunakan kancing atau juga ritsleting. Hoodie ini biasanya akan digunakan pada saat akan berolahraga ringan seperti joging atau juga digunakan sebagai dobelan T Shirt.

5. Lengan Panjang
Jika teman-teman sering melakukan aktvitas diluar ruangan maka memiliki pakaian lengan panjang adalah sebuah kewajiban. Pasalnya model baju yang seperti ini selain akan membuat tampilan semakin gaya tetapi juga desainnya sangat bagus, dimana akan dapat melindungi kulit dari terkena paparan sinar matahari.

Itulah beberapa model baju wanita terbaru yang sedang hits ditahun 2018. Jika teman-teman belum memiliki salah satu model baju diatas, maka tidak ada salahnya untuk memburunya di diskon besar harbolnas yang diselenggarakan oleh iLotte.com. Teman-teman akan mendapatkan baju terbaru dengan harga yang sangat murah karena program harbolnas ini akan memberikan diskon harga yang besar besaran.

Read more

8 Dec 2018

Pengalaman Menggunakan Pasta Gigi Mengandung Siwak

Assalamu'alaikum teman-teman..

Sudah lama rasanya saya tidak berbagi mengenai sesuatu yang baru dalam hidup ini. Iya, kita bicara mengenai produk, bukan tentang si baby yang sedang aktif di dalam kandungan ini yess.. Hehe..

Jadi kali ini, saya ingin menceritakan tentang sebuah produk pasta gigi yang sudah saya coba gunakan secara langsung. Jujur ini pengalaman pertama saya mencoba produk halal ini. Sekalian juga, penasaran, kalau menyikat gigi dengan pasta gigi yang ada kandungan siwaknya itu gimana sih?

Iya, kalian gak salah baca. SIWAK. Gak banyak kan merek pasta gigi yang menandung siwak asli? Sabar yess, kita kupas sedikit demi sedikit biar lebih jelas. ;)


Siwak
Sebenarnya apa sih siwak itu? Ada gak yang nanya gitu? Jadi, siwak adalah dahan atau akar pohon Salvadora Persica yang digunakan untuk membersihkan gigi, gusi dan mulut.

Eh, keren banget ternyata siwak ini, kandungan kimianya bahkan hampir sama dengan kandungan pasta gigi yang selama ini kita pakai, lho! Gak percaya? Di dalam siwak, terkandung mineral-mineral seperti Natrium, Klorida, Kalium, Sodium Bikarbonat, Flouride, Vitamin C dan Kalsium Oksida. Nah, mineral-mineral alami inilah yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plak, mencegah gigi berlubang dan memelihara gusi. Ini manfaat yang sering kali kita cari pada pasta gigi kan ya? Sip!

Sasha, Pasta Gigi Halal
Nah, sekarang saat saya kenalkan pasta gigi yang sudah saya ceritakan di awal tadi. Penasaran gak sih? Hehe

Sasha adalah pasta gigi pertama di Indonesia yang mengandung bahan alami  yaitu siwak asli. Bahan yang juga sering kali kita dengar sebagai alat yang digunakan Rasulullah untuk membersihkan mulut seperti dalam Hadits riwayat Bukhari berikut:

Dari Huzaifah ibnul Yaman Radhiyallahu 'anhu dia berkata: "Adalah Rasulullah jika bangun dari malam dia mencuci dan menggosok mulutnya dengan siwak."

Sasha mempunyai dua produk, yaitu:
1. Sasha Halal Toothpaste Whitening (double repair protection)
Pasta gigi dengan kandungan utama berupa siwak, lemon dan garam yang dapat membuat gigi tampak lebih putih alami dan kuat. Dikemas dengan warna putih, dan berat 65 serta 150 gram, Sasha Whitening ini bisa jadi cara alami memutihkan gigi.

2. Sasha Toothpaste Herbal Antibacterial (natural antibacterial protection)
Dikemas dengan nuansa emas mengilap, dan pada tutup tube-nya diberi warna hitam, dengan berat yang juga sama dengan Sasha Whitening, yaitu 65 serta 150 gram. Sasha Herbal berbahan utama siwak dan ekstrak daun sirih untuk menjaga nafas tetap segar.


Kenapa Sasha dikatakan produk halal? Apa pasta gigi yang mengandung siwak saja otomatis dikatakan halal? Nope! Bukan semata karena ada kandungan siwak di dalamnya ya teman-teman. Selain sudah mempunyai label halal dari MUI, pasta gigi Sasha ini tidak mengandung alkohol dan bahan yang berasal dari hewan. Proses dari mesin hingga bahan-bahan produksinya pun halal. Insyaallah selalu terjaga.

Pengalaman Menggunakan Pasta Gigi Sasha
Tiba saatnya saya bagikan pengalaman saya menggunakan pasta gigi Sasha. Produk Sasha manakah yang saya gunakan? Saya menggunakan dua-duanya saudara-saudara... hehe..

Jangan protes, saya kan sudah ngaku sejak awal bahwa saya penasaran dengan Sasha ini. :D

Kesan pertama dari bentuknya yang imut-imut membuat saya berpikir bahwa kemasan kecilnya asyik banget buat diajak traveling. Untuk rasa pasta gigi (kita pasti bisa merasakannya saat sedang menggosok gigi), saya tidak menemukan ada rasa yang menonjol atau kuat, bahkan saya rasa cukup nyaman untuk digunakan anak-anak karena tidak ada rasa pedas yang sering kali membuat anak malas menggosok gigi.

Seperti juga rasanya, kedua jenis produk Sasha tidak mengeluarkan aroma yang menusuk, lembut banget sih kalau kata saya, padahal kan ada ekstrak daun sirih yang kita kenal mempunyai bau tajam. Setelah gosok gigi dengan pasta gigi Sasha juga rasa kesetnya beda dengan pasta gigi yang selama ini saya pakai. Berasa pengen hijrah deh kalau gini. :D

Gimana? Gimana? Setelah baca pengalaman saya menggunakan Pasta Gigi Sasha teman-teman tertarik gak buat cobain? Yuk ganti pasta gigimu sekarang dengan Sasha Pasta Gigi Bersiwak. Waktunya Hijrah!


#WaktunyaHijrah #SashaHalalToothPaste #PastaGigiHalal #Bersiwak #SunnahNabi #ProdukHalal

Read more

28 Nov 2018

Kualitas Sablon Terbaik dengan Mesin Berteknologi Digital

Kaos menjadi salah satu item fashion yang paling banyak diminati. Bukan hanya saat ini saja, kaos bahkan sudah banyak dikenakan sejak puluhan tahun yang lalu. Desainnya yang simpel dan juga tingkat kenyamanan yang tinggi menjadi salah satu pertimbangan orang untuk mengenakan atasan yang satu ini.

Jika dibandingkan dengan blouse atau kemeja lainnya, kaos tentu memiliki kesan kasual yang begitu mendalam. Tak hanya oleh anak muda saja, kaos juga banyak diminati oleh mereka yang sudah berumur sekalipun. Pokoknya dari yang muda sampai yang tua!^^

Seolah tak pernah mati, berbagai perubahan memang turut serta mengikuti tren perkembangan kaos yang ada di pasaran. Pilihan bahan yang berkualitas dan juga warna yang lebih beragam menjadi salah satu nilai jual yang bisa mendatangkan peminat dalam jumlah yang besar.


Namun di luar semua itu, sablon kaos tentu menjadi hal lainnya yang tak kalah menarik untuk selalu dicermati. Jika ditilik lebih dalam lagi, jelas berbagai desain gambar pada sablon di kaos merupakan salah satu daya tarik utama. Selain desainnya yang unik, kualitas sablon yang bagus juga hal yang tak kalah penting. Gak bisa dipungkiri, bahkan saya sendiripun gampang sekali tertarik dengan desain yang unik dan lucu yang dicetak melalui media kaos. :D

Bagaimanapun juga, kaos yang nyaman tentu dibuat dengan menggunakan bahan kain dan juga sablon yang berkualitas, bukan? Makin bagus sablonnya, makin awet desain lucu pada kaos. #Eh :D

Teknologi digital yang menghasilkan hasil sablon berkualitas tinggi
Di dalam perkembangannya, sablon kaos tak lagi menggunakan sistem manual yang ribet dan menghabiskan banyak waktu serta tenaga. Industri kaos telah mengalami banyak perkembangan, termasuk dengan kehadiran mesin sablon berteknologi digital.

Mesin yang menggunakan teknologi modern seperti ini bisa memangkas waktu produksi menjadi jauh lebih singkat dan tenaga yang dibutuhkan juga menjadi lebih sedikit, sebab proses penyablonan dilakukan dengan cara digital.

Sistem sablon digital ini menggunakan beberapa mesin yang berbeda sekaligus, antara lain:
1. Mesin plotter (cutting sticker)
Sebagaimana namanya, mesin cutting sticker ini memiliki fungsi untuk memotong stiker-stiker yang akan dibutuhkan di dalam proses penyablonan kaos. Berbagai bentuk stiker ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan, dan pada umumnya dihasilkan dalam tingkat kerapian yang cukup baik.

Selain itu, penggunaan mesin ini jelas akan memangkas banyak waktu produksi. Bukan hanya di dalam layanan jasa sablon saja, mesin cutting sticker ini juga banyak digunakan untuk memotong stiker lainnya, seperti: stiker mobil, label / nama pada seragam kantor, stiker helm, dan yang lainnya.

2. Mesin heat press (hot press) 
Mesin ini merupakan mesin pemanas yang menjadi salah satu yang paling dibutuhkan dalam usaha sablon kaos. Memiliki sistem pemanas khusus yang dapat mengeringkan hasil cetakan dengan baik, mesin ini akan membantu merekatkan hasil print yang sudah tercetak pada kaos. Hal ini akan membuat hasil sablon merekat dengan rapi dan memiliki daya tahan yang baik ketika digunakan atau bahkan dicuci.

3. Alat pendukung  yang mumpuni
Selain kedua mesin di atas, proses sablon dengan teknologi digital ini juga akan membutuhkan beberapa perangkat lainnya, seperti: komputer yang akan digunakan sebagai pengendali software mesin sablon, printer inject yang akan dibutuhkan untuk mencetak desain yang sudah dihasilkan, serta printer Direct To Garment (DTG) untuk mencetak sablon ke permukaan kaos.

Penggunaan mesin sablon digital menjadi salah satu terobosan penting di dalam perkembangan dunia kaos di Indonesia. Sistem ini memberikan kualitas sablon yang lebih baik dan nyaman ketika dikenakan.

Jangankan untuk keperluan sablon pribadi (kaos couple atau kaos bersama squad tercinta), sablon kaos untuk kebutuhan kantorpun kita pasti cari yang bisa memberikan kualitas sablon terbaik, kan? :)
Read more

26 Nov 2018

Pengalaman Naik Pesawat dalam Usia Kandungan 24 Minggu

Oktober, rencana perjalanan dinas yang berkali-kali tertunda akhirnya mendekati kenyataan. Saya ditawarkan daerah Kabupaten Buton sebagai sasaran, tapi karena sedang hamil, Abang tidak mengizinkan saya ke sana. Dengan berat hati saya sampaikan ke teman-teman kantor, beruntung mereka memaklumi. Bagaimana tidak? Untuk sampai ke daerah Buton, saya harus terlebih dahulu naik pesawat lalu kemudian menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 2 jam.

Akhirnya ditawarkanlah Kota Baubau untuk menjadi daerah tujuan perjalanan dinas saya. Beruntung, suami mengizinkan. Setelah bertanya ke Mama juga saya diperbolehkan. *Harap maklum, bumil izinnya banyak, takut ada pamalinya, gak mau orang tua dan suami was-was. Hehe..* Langkah selanjutnya untuk mempersiapkan penerbangan dalam keadaan hamil tentu saja memeriksakan diri ke dokter kandungan dan meminta surat rekomendasi layak terbang. Kebetulan saya sempat bolos USG selama sebulan, "Sekalian saja" pikir saya.

Setelah diperiksa, saya dan janin di dalam kandungan dinyatakan sehat. Segeralah saya minta surat rekomendasi layak terbang kepada dokter (gratis). Tanpa ragu, dokter menuliskannya untuk saya, sambil menanyakan maskapai penerbangan apa yang akan saya gunakan. Pilihannya hanya terbang dengan Garuda atau Wings Air.  Dokter bilang, untuk Garuda kemungkinan harus mengambil surat rekomendasi di kantornya. "Alamak, repot juga." pikir saya.

Karna sudah kepikiran bakal rempong, akhirnya saya memutuskan terbang dengan maskapai Wings Air, sedangkan kelima teman saya memilih terbang dengan maskapai Garuda.


Penerbangan Kendari ke Baubau
Hari keberangkatan tiba. Penerbangan saya adalah pukul 07.20 WITA dan dijadwalkan tiba di Baubau pukul 07.50 WITA. Maka sejak pukul 6 pagi saya bertolak dari rumah, terpaksa check in di bandara karna lupa check in online. Surat rekomendasi layak terbang sudah saya siapkan bersama KTP, tidak lupa maternity belt juga dipakai buat jaga-jaga.  Ini pengalaman pertama saya terbang dalam keadaan hamil,  jadi gak tahu di mana akan dimintai suratnya.

Proses check in berjalan lancar, tidak ada pemeriksaan lanjutan dari pihak maskapai ataupun bandara. Selanjutnya saya ke ruang tunggu, dengan sebuah adegan mengejutkan di eskalator.  Saya ceritakan sedikit ya, biar jadi pelajaran kalau ada bapak-bapak yang baca tulisan ini.

Jadi ada suami istri yang naik eskalator berdampingan, barang bawaannya mereka sama-sama banyak. Nah, entah karena istrinya baru pertama kali naik eskalator atau bagaimana, yang jelas si ibu nyaris salto ke belakang kalau eskalatornya gak dimatiin oleh petugas dan ada orang yang menahan si ibu dari belakang. Itu bukan hal yang memalukan banget sih.. Karena yang lebih memalukan adalah setelah mengalami kejadian itu, suaminya malah marahin istrinya di depan banyak orang. Kami (laki-laki dan perempuan) yang menyaksikan kejadian itu malah geram melihatnya. Apalagi saya yang nyaris lari ikut menolong tapi keduluan seorang laki-laki yang memang berada tidak jauh dari eskalator.

Udah deh, jadi pelajaran aja. Kalau toh mau ngomelin istri ya jaga juga perasaannya, nanti di rumah aja dinasehatin atau gimana yang bisa menjaga perasaan istri. Kasian.. udah kaget hampir jatuh, masih juga diomelin di depan umu.. Hiks..

Oke, lanjut..

Setelah sekian lama menunggu akhirnya bergema panggilan penumpang untuk segera ke pesawat, saya kembali menyiapkan boarding pass, KTP dan surat layak terbang. Tapi lagi-lagi yang diperiksa hanya boarding pass dan KTP saja. Surat layak terbangnya kembali saya masukkan ke tas selempang saya. "Mungkin karena pagi, pengecekan tidak seketat biasanya." Begitu saya membatin.

Tiba saatnya saya naik di pesawat, begitu berhadapan dengan pramugari tepat setelah lengkap menaiki tangga, barulah saya ditanya
"Ibu sedang hamil ya?"
"Iya" jawab saya.
"Oh, ada surat layak terbangnya, Bu?"
"Ada." Jawab saya sambil grasak-grusuk mencari surat tadi, gak nyangka akan dimintai di tempat itu.
Setelah suratnya saya serahkan, Mba pramugarinya bilang "Baik, ini saya simpan ya."
"Eh, itu diambil?" Tanya saya panik, memikirkan bagaimana saya pulang tanpa surat rekomendasi lagi.
"Tidak, nanti kalau turun ibu saya kasih lagi." Katanya sambil tersenyum.
"Oh, iya." Jawab saya malu-malu.

Sampai di situ cerita pemeriksaan saya, Alhamdulillah tiba dengan selamat dan seperti janji mbak pramugari, suratnya saya minta kembali. Tinggal cerita balik ke Kendarinya lagi nih, masih usaha buat naik Garuda. Entah bagaimana prosedur dari maskapainya.

Penerbangan Baubau ke Kendari
Penerbangan pulang terpaksa saya lalui dengan maskapai yang sama saat datang. Keputusan itu saya ambil setelah berupaya mencari info tentang persyaratan terbang dalam keadaan hamil melalui maskapai Garuda, tapi tidak menemukan tempat bertanya.

Artinya, penerbangan pulang kali ini saya sudah lebih siap. Iyap! Bisa dibilang begitu. Walaupun ternyata prosedur yang saya lalui berbeda dengan saat berangkat ke Baubau.

Lho, kenapa lagi nih?

Jadi, penerbangan saya ke Kendari kan siang nih ya.  Saat menyetorkan bagasi pukul 13 lewat, saya ditanyain nih
"Usia kandungannya berapa bulan bu?"
"Masuk 7 bulan" jawab saya sambil tersenyum.
"Oh, kalau begitu duduk dulu ya bu, nanti tunggu kami panggil."
"Saya ada surat rekomendasi layak terbang kok mba." Jawab saya sambil mengeluarkan surat itu dari tas saya.
"Iya, bu. Tapi tetap harus diperiksa, tanda tangan di sini dulu ya, Bu" Si Mba menyodorkan kertas sambil tersenyum.
"Oh, oke. Terima kasih, Mba" Saya menjawab santai, membubuhkan tanda tangan lalu melipir ke ruang tunggu penumpang.

Foto saat menuju tempat tugas, ketemu ibunya temen, saya ditegur karena masih bawa ransel, akhirnya saat pulang ransel saya masukin ke dus trus dibagasiin, bumil gak boleh bawa yang berat-berat katanya. Hehe

Setelah sekian lama saya menunggu, dengan bangku tunggu yang tentunya tidak nyaman bagi ibu hamil seperti saya dan terlambatnya pesawat selama satu jam lebih, saya belum juga dipanggil.

Jelang pukul 15 sore barulah saya didatangi oleh Mba yang tadi mengurusi bagasi saya. Saya sudah siap-siap berdiri tapi kemudian hanya dimintai surat layang terbang yang tadi sempat saya sodorkan.

Ngebet pingin diperiksa dan heran gak dipanggil juga saya bertanya, dong!
"Gak jadi diperiksa nih , Mba?"
"Gak mba, dokternya gak ada." Jawabnya agak malu-malu.
"Oh.." Jawab saya singkat
"Iya, ini saya fotocopy saja ya."  Katanya sambil membawa surat rekomendasi saya
"Silakan" Jawab saya

Sesaat kemudian si Mba tadi mengembalikan surat saya, akhirnya saya beranikan tanya tentang prosedur yang seharusnya. Katanya sih maskapai apapun sama saja prosedurnya, di bandara (seharusnya) akan tetap diperiksa oleh dokter, walaupun tidak dilakukan USG lagi.

Masih ada yang bikin kepo nih, nanti saat naik pesawat suratnya bakal dimintain pramugarinya lagi atau tidak, ternyata udah gak lagi. Aman.hehe..

Itu saja sharing saya tentang naik pesawat saat sedang hamil, alhamdulillah bolak balik nyaman-nyaman saja sampai saat tulisan ini terbit (usia kandungan sudah 35 minggu).

Teman-teman punya pengalaman naik pesawat dalam keadaan hamil? Share di kolom komentar ya, buat nambah pengetahuan. Atau mungkin prosedur yang dilalui berbeda walaupun naik maskapai yang sama?
Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...