20 Jun 2017

Tunjangan Hari Raya dan Prinsip Pertamaku

Idul Fitri akan datang, yang sudah terima THR mana suaranyaa??

Semoga heboh ya yang menjawab, artinya kalian bahagia mendapat tambahan pemasukan, tapi kayaknya ada yang jawab "SUDAH HABIIIIS!!" capslock mewakili emosi yang menjawab.. LOL.


Sebelum bahas THR lebih jauh, saya mau cerita sedikit tentang Sultra Blogger Talk atau SBT, sebuah grup WA (nyebutnya Grup WA karena belum menjadi komunitas pun anggotanya masih sedikit ada bahkan ada anggota yang belum pernah bertemu) yang dibentuk untuk saling berkolaborasi dan saling mendukung semangat menerima job menulis untuk teman-teman bloger yang berdomisili di Sultra.

Jadi kolaborasi menulis yang terbit setiap tanggal 20 aktif lagi nih.. tepatnya kami berusaha aktifkan lagi, karena sempat vakum selama beberapa bulan. Saya nikah, teman-teman ikutan libur menulisnya, ah.. memang kita ini dasarnya malas sih ya.. jadinya dapat alasan dikit aja langsung dijadikan pendukung kemalasan. Hihi.. Tapi nggak ding, yang malas saya aja, buktinya saya utang 1 tulisan tentang "Pengalaman Lucu Saat Menghadiri Pesta" gak biasanya lho saya ngutang.. ciyuss.. Haha

Baca juga: Kau yang Tak Kukenali

Oh ya, kalau sebelumnya SBT beranggotakan 3 orang termasuk saya, sekarang sudah ada Raya, emak gahol yang bergabung bersama kami. Welcome to SBT Raya! Si emak rajin banget menulisnya, semoga semangatnya menular! Kamu semangat banget sampai-sampai sudah publish duluan sebelum tanggal yang ditentukan... Tapi kami memang salah sih ya, gak ngasih tahu.. ngasihnya tempe sih.. *Ditimpuk tepung S*jiku :p

Nah, tema pembahasan kami kali ini adalah Tunjangan Hari Raya atau THR. Sebuah hal yang ditunggu-tunggu jelang 10 hari terakhir Ramadan. Jadi aktivitas di 10 hari menjelang Idul Fitri bukan hanya dijalani dengan kegiatan ibadah untuk bekal di akhirat, tapi juga bertanya-tanya, resah dan gelisah akan datangnya THR. Hihi..

Setahu saya sih, sampai saat ini masih ada ASN di kabupaten di Sultra yang belum menerimanya. Semoga cepat cair THRnya yaaa..

Ohiya.. Jika ingin membaca tulisan teman-teman SBT yang lain, sila klik tautan di bawah ini:

Diah: Tentang Te Ha Er

Irawati: Tentang THR Tahun 2017

Raya: Kiat-kiat Dalam Memanfaatkan THR

Sebenarnya saya bingung juga mau bahas apa tentang THR ini. Bidangnya luas sekali. Soalnya urusan THR bukan hanya urusan para pekerja saja, tapi juga anak, ponakan, sepupu dan atau cucu si pekerja juga. Padahal ngerti nominal uang juga nggak, tapi kalau lebaran pasti nyebut-nyebut THR sambil menengadahkan tangan.. *Hayo.. ini siapa yang ajarin? :D

Ini bikin flash back banget lho kalau udah nyebut-nyebut THR. Bukan.. bukan karena masa kecil saya yang bergelimang THR. Tapi pemikiran (serius) yang sudah punyai sejak masih kecil. Sebut saja mawar prinsip.

Saat kecil (awalnya) saya seperti kebanyakan anak seumuran saya, dengan girang meminta THR dari keluarga yang saya temui. Pendapatan ((pendapatan)) saat itu bisa untuk membeli baju baru. Tapi kebahagiaan paling awal adalah menerima THR dalam wujud uang baru.

Sayangnya pendapatan anak ingusan itu sering kali raib oleh kalimat pamungkas "Mama simpankan uangnya ya.."

Saat meminta uang itu kembali dan dijawab "Itu sudah dibelikan sepatu/tas.." dunia rasanya runtuh

Ingin rasanya teriak, berontak dan bilang "Perjanjiannya gak gitu, Maaa..."

Tapi akhirnya menerima kenyataan dan belajar bahwa kegiatan menyimpan uang ke Mama adalah seperti menjadi anggota investasi/arisan bodong.. Harapan meninggi tapi hasil bikin meringis.. #Eh

Oke.. Skip drama masa kecil dimana tak ada ibu peri dalam hidupku itu..

Sekitar kelas 4 atau 5 SD, pemikiran saya rasanya bekerja terlalu keras. Saya sangat ingat bagaimana saya menyendiri melihat sepupu-sepupu dari kejauhan, menatap kasihan saat mereka heboh berebut uang THR yang dibagikan oleh paman dermawan saya yang beberapa tahun kemudian meninggal dunia. Saat itulah rasanya saya punya prinsip pertama dalam hidup saya:

"Pantang meminta THR, jika memang niat memberi, pasti akan diberikan."

Dan benar saja, pendapatan saya tidak berkurang signifikan, tetap bisa untuk membeli baju baru, tapi sayangnya masuk ke kas investasi bodong Mama lagi... Sedih.. LOL

Kalau dipikir-pikir saat ini, saya masih belum bisa menemukan alasan kenapa masa-masa penerimaan THR itu membuat saya berpikir seperti itu. Tapi saya tentu senang , prinsip pertama saya itu akhirnya menjadi prinsip yang besar manfaatnya untuk menjadi orang yang lebih berempati terhadap keadaan orang lain.

"Tapi kan itu buat seru-seruan aja.."

Boleh, jika diberi tanpa diminta..

Sah-sah saja jika yang memberi adalah horang kaya yang sedang ingin berbagi.

Tapi bukankah orang yang dimintai belum tentu mempunyai keluasan untuk memberi?

Sekalipun ia menerima THR dari kantor sebagai ekstra pendapatan, tapi mungkin ada utang yang bisa dibayarnya dari THR itu. Ada kebutuhan yang akhirnya bisa tertutupi dari THR itu. Jadi tidak bisa dicap pelit hanya karena anak teman-teman tidak diberi THR. Hehe..

Saya akhirnya mempunyai cita-cita, jika dikaruniai anak nanti, tidak akan saya ajari dia untuk meminta-minta, sorry to say.. THR mungkin memang masanya meminta, tapi insyaallah akan saya ajarkan dia untuk lebih berempati.. Percaya bahwa tanpa dimintapun jika sudah rejekinya, ia akan mendapat "percikan" dari paman/bibinya. Tapi jika tidak, dia akan tetap baik-baik saja tanpa memberikan perasaan "tidak enak" kepada orang lain. Tanpa perlu menilai baik tidaknya seseorang dari THR yang diterimanya.

Oh ya, satu lagi.. Insyaallah Mama tidak akan menjadi pengurus investasi bodong, Nak! LOL

NB: Belum hamil, jadi doakan segera yaak..
*Nah.. kalau minta dibantu doa boleh banget doong.. ^^

Tapi kepo nih, uang THR teman-teman sudah dipakai untuk apa nih? Semoga tepat sasaran penggunaannya yaaa..
Read more

24 May 2017

Pulau Ular, Pulau Tak Berpenghuni yang Cantik Rupawan

Rabu review.. saatnya saya me-review tempat wisata, tempat nongkrong, aplikasi atau review apapun yang bisa di-review..

Kali ini, sudah dapat ditebak dari judulnya, saya akan menceritakan perjalanan saya mengunjungi Pulau Ular. Seram gak sih namanya? Hahah.. Beneran dipenuhi ular atau gimana? Eits.. sabar ya, kita cerita pelan-pelan dulu.. :)

Lebaran tahun 2014, kami yang biasanya berlebaran di Kendari memutuskan untuk berkumpul di Baubau, Buton, tempat kelahiran kakek. Kakek sudah beberapa tahun terakhir kembali pada masa kanak-kanaknya. Mempunyai tubuh orang dewasa, tapi sifatnya sudah kembali seperti anak-anak. Ini yang menjadi alasan kami memutuskan lebaran di Baubau. Tidak disangka Oktober ditahun yang sama kakek meninggal.

Duuhh.. Skip cerita sedihnya ya..


Tujuan sudah ditetapkan, akhirnya diputuskan untuk piknik bersama keluarga ke sebuah pulau dengan nama yang membuat kami cenderung mengernyitkan dahi. Pulau Ular, lah.. kenapa harus ke tempat yang seram siiih?? Saya mengerti sepupu sekali saya yang kebanyakan pria ini suka bertualang, tapi apa perlu seekstrim itu tujuannya? Ini bersama keluarga lho, ada emak-emak dengan segala tikar dan bekalnya, ada kami 3 sepupu cantik jelita wanita yang walaupun tomboy tapi jomblo lemah tak berdaya jika berhadapan dengan ular. :p

Tapi sepupu yang laki-laki kemudian menjelaskan dengan singkat; "Gapapa, bagus kok di sana, gak ada ular, tapi kalau ketemu berarti ada" Lah.. malah ngelawak sepupu saya. Haha..

Dengan kendaraan roda 4 kami kemudian memulai perjalan darat dengan waktu tempuh sekitar 20 menit ke Topa, sebuah dermaga di Kelurahan Sulaa, kecamatan Betoambari.

Sesampainya di Topa, perahu bermesin sudah berjajar rapi di dermaga penyebrangan, menunggu penumpang yang hendak diantar ke tujuannya (bukan hanya ke Pulau Ular saja). Setelah berhasil tawar menawar (saat itu jika tidak salah ingat kami diantar jemput dengan biaya 250 ribu rupiah) kamipun duduk mengambil tempat paling nyaman menurut kami. Setelah semua orang dan barang perbekalan sudah naik, perahupun mulau menjauh dari dermaga.


Oh ya, di daerah kami, perahu bermesin sering kali disebut dengan katinting. Katinting ini bisa bermacam-macam fasilitasnya, kadang hanya badan perahu dengan mesin saja, kadang juga dilengkapi dengan atap. Katinting yang dilengkapi dengan atap tentu lebih mahal, tapi akan terasa nyaman untuk perjalanan yang cukup jauh.

Baca juga : Eksotika Rammang-rammang Maros

Sekitar 30 menit berada di atas laut kami akhirnya tiba di Pulau Ular. Dari jauh sudah terlihat pasir putih yang berkilau tertimpa cahaya matahari.. Eh.. bentar-bentar.. bahasa saya kok jadi bahasa novel gini yak? :D Intinya pasir putihnya menggoda sekali! Pulaunya tidak bisa dibilang tandus karena hampir 80% berisi tanaman. Sayangnya tanaman yang hidup di Pulau Ular ini mostly berupa alang-alang, pandan hutan dan pohon kelapa. Jarang sekali terdapat pohon untuk berteduh.

Beruntung saat mengunjungi Pulau Ular saat itu tidak ada orang yang juga bertujuan sama dengan keluarga kami. Pulau Ular yang tak berpenghuni ini seperti milik kami! Sebuah pohon cukup menjanjikan untuk dipakai berteduh.


Setelah menggelar tikar, menata perbekalan dan said goodbye, kamipun sibuk meng-eksplore pulau itu. Sepupu yang laki-laki sejak tiba sudah buru-buru ganti baju dan menuju ke air dengan berbagai peralatan snorkelnya. Saya memilih menyusuri pasir putih sedikit lebih jauh dari tempat berkumpul, selain penasaran dengan keberadaan ular (untuk gak ketemu), saya juga ingin bebas selfie tanpa ada perasaan malu. LOL


Suhu di Pulau Ular cukup terik, kami yang laparpun buru-buru berkumpul agar bisa makan bersama. Apalagi kami sudah janjian akan ada sesi pemotretan. Perut kenyang, kamera siap, pantai dan pasirnya cantik, tunggu apa lagi.. POSE!! ^^

Menurut sepupu yang bergabung dalam klub fotografi di Baubau, Pulau Ular sering dijadikan lokasi hunting untuk foto-foto yang keren. Tidak heran memang, gradasi warna air lautnya cantik banget! Pasirnya juga berwarna putih, halus dan bersih. Cukup dijaga bersama saja agar pengunjung tidak meninggalkan sampahnya di dalam pulau. Maklum, saat berkunjung Pulau tersebut memang tidak dikelola sebagai tempat wisata, jadi jangan berharap ada toilet atau pedagang es untuk menghilangkan panas di cuaca yang terik.

Entah kenapa modelnya bagusnya kalau membelakangi kameraT_T

Baca juga: Pulau Senja

Pukul 15.30, katinting kami datang tepat waktu, kamipun segera mengumpulkan barang-barang bawaan termasuk sampah kami. Perjalanan pulang ini termasuk berkesan, karena gelombang laut yang tidak terduga membuat kami hening di dalam katinting, ombak tinggi, kami hanya sesekali saling ledek karena beberapa orang sudah terlihat pucat dengan pegangan level tinggi, sering kali juga air menghempas masuk ke dalam katinting, tante saya sampai melarungkan beberapa makanan kami ke laut (kalau sampai ada kegiatan melarungkan seperti itu percayalah ombaknya cukup menghkawatirkan untuk kami yang biasa menaiki transportasi di laut), keadaan laut memang tak bisa diduga, bersyukur kami sampai dengan selamat..

Jika ditanya mau ke Pulau Ular lagi atau tidak? Saya pasti menjawab MAU!! ^^
Teman-teman setelah baca tulisan ini mau ke Pulau Ular tidak??

Read more

22 May 2017

Pengantin Baru

Hai.. Hai..

Setelah sekian lama vakum karena kesibukan mempersiapkan pernikahan dan menikmati kehidupan pasca pernikahan #Eh.. :D Akhirnya hari ini saya bangkit dari malas-malasan, banyak hal yang ingin saya pamerkan cerita dan bagikan, harapannya sih bermanfaat bagi pembaca yang membutuhkan. Doakan bisa konsisten lagi yaaa..


Tanggal 15 Mei kemarin cuti saya habis, ada yang bilang cuti saya lama, ada juga yang bilang "Kok cepet?" gak nyadar saya itu sudah cuti sebulan, tepat 2 minggu di akhir bulan April dan 2 Minggu di awal Mei. Khusus untuk cuti urusan penting hari Sabtu dan Minggu (libur) tetap dihitung, jadi hari libur dan libur nasional ikut diabaikan.. Sayang banget rasanya, padahal kalau tidak diabaikan, saya bisa cuti 11 hari lagi. Hahah.. Maruk..

Tetap bersyukur kok, karena cuti saya menghasilkan, saya dapat suami! Eh.. apaan sih?! Hahah.. Nggak.. maksudnya saya mendapatkan cukup istirahat sebelum hari pernikahan dan sebelum masuk kantor lagi. Walaupun diawal bulan saya harus tetap mengerjakan laporan pimpinan dengan segala proses menyusahkan teman di kantor dan kantor pusat juga, untungnya sih laporannya bisa masuk  sebelum tenggat waktu, masih sama seperti saat saya tidak mengambil cuti. Alhamdulillah..

Saya sudah ceritakan di atas, bahwa saya punya banyak hal untuk diceritakan, dari beberapa postingan sebelumnya bahkan saya masih berutang cerita saat menikmati matahari terbit di Sikunir, jalan-jalan di Raja Ampat dan masih banyak cerita saat honeymoon kemarin. Pengennya sih ceritanya runut biar gak makin latepost gitu. Tapii.. kayaknya lebih mengalir cerita tentang kehidupan dengan gelar pengantin baru ini..  :D

Pakaian adat Buton
Akward banget waktu disuruh pose.Hahaha

Setelah Menikah..
Setelah menikah, sudah mulai banyak hal yang berbeda, terutama batuk panjang yang saya alami hampir 2 minggu sebelum menikah secara ajaib sembuh, ada yang bilang itu karena stress, bahkan yang sudah senior (baca: sudah lebih dulu menikah dan punya pengalaman yang sama) sudah memprediksi, di acara resepsi/perjamuan batuk akan hilang. Amazingly semuanya kejadian.. Orang tua saya sampai menanyakan saya minum obat apa dan saya juga bingung, untung usilnya gak muncul.. kalau saya bilang obatnya bahagia saya bisa ditimpuk Bapak. LOL.

Hal umum pasti sudah jelas ketahuan ya bedanya, masalah sifat pasangan sih jangan ditanya, akan banyak yang baru ketahuan, wong Abang ujug-ujug bilang mau maju melamar, padahal sebelumnya hanya teman biasa.. Jelas banyak hal yang baru ketahuan, persamaan, perbedaan.. termasuk rumah dan wajah ibunya yang baru pertama kali saya lihat waktu dikenalkan sebelum lamaran. :)

Kaget Karena Ada Orang di Samping Saat Bangun Tidur sih Tidak, Tapii..
Sering kali saya ditanya "Kamu gak kaget kan waktu bangun tidur? Kok ada orang di sampingmu gitu lho Ir." Untung sih tidak ya.. kebayang kalau saya refleks. Haha.. Tapi.. Ingat saya yang jadi gencar berdoa dengan time limit kan ya? Saya tuliskan di 7 Resolusi di Tahun 2017 saat mengikuti GA. Entah karena sudah ada di pengaturan default otak saya atau bagaimana, kadang setelah sholat masih berdoa minta nikah juga.. Wkwkwk.. Ini kalau Abang baca bisa berabe ini.. Haha.. Tapi buru-buru saya revisi dengan doa kebaikan yang lain kok.. Kesehatan untuk kami dan keluarga.

Prioritas dan Izin
Hal ini juga signifikan mempengaruhi hidup (selain cucian yang nambah berkali lipat #Eh). :D
Prioritas masing-masing jelas berubah, rencana yang tadinya hanya dibuat dan hanya perlu persetujuan diri sendiri sudah harus didiskusikan bersama.

Untuk hal-hal besar saya sudah melakukan survei lebih dulu, sejauh mana aktivitas/keinginan saya yang bisa menyentuh kata boleh dan tidak boleh dari Abang. Saya juga sudah menjelaskan passion ((passion)) saya dalam hal apa saja, jadi mungkin Abang bisa lebih toleran terhadap "keinginan/fokus berlebih" saya di bidang itu. Tapi, tetap minta izin dulu dong sebelum jalan. Hal yang sama juga berlaku untuk Abang. :)

"Ciyeee" Moment
Jauh hari sebelum menikah, beberapa teman sudah mengingatkan saya bahwa saya akan semakin empuk untuk menjadi sasaran "bully" teman-teman. Tidak heran memang, saya sudah menyaksikan beberapa teman yang hidupnya tidak lepas dari kata "Ciyeee" dan berbagai kalimat yang hanya bisa dijawab dengan senyum saja selepas cutinya habis.

Tidak terkecuali saya saya yang sejak jaman single saja sudah menjadi langganan beberapa orang untuk di-"bully". Bedanya, sekarang semua orang seperti tidak tahan jika tidak ikut mem-"bully", momennya pas atau tidak pas, ceritanya nyambung atau tidak nyambung, pokoknya semua bisa jadi bahan mereka untuk menggoda pengantin baru. Contohnya hujan yang turun secara terus-menerus selama beberapa hari, namanya hujan pengantin baru! Cucian yang bertambah jumlahnyapun bisa jadi bahan "ciyee-ciyee-an". Ada-ada saja.. Haha..Cara klasik untuk saling berbagi kebahagiaan yess.. ^^



Tidak Terasa
Hari ini saya baru sadar, ternyata sudah genap sebulan kami menikah. Rasanya baru kemarin kami khawatir tentang persiapan pernikahan, rasanya baru kemarin Abang khusyuk "hunting" puluhan jarum pentul berbagai ukuran yang dipasangkan salon demi cetarnya jilbab yang saya kenakan di pesta pernikahan kami. LOL

Ya, sudah sebulan, saya mungkin punya banyak salah yang tidak saya sadari atau sengaja ke Abang, mungkin becandanya kelewatan, soalnya seumuran banget dan kita punya banyak bahan untuk serius diperbincangkan bahkan untuk dibecandain, maklum pernah 1 kelas di akhir SMA dulu. Maafin ya Bang.. *Salim

Untuk yang Belum Menikah
Menulis ini saya jadi ingat dulu ketika saya masih single, saya tentu ikut senang dengan kebahagiaan teman-teman, sesekali jadi penyemangat juga biar doanya makin getol. Tapi dari pengalaman saya mau kasih pesan ke teman-teman:
Tidak usah terlalu pusing atau baper dengan yang sering menanyakan "Kapan Nikah?" diundangpun orangnya belum tentu datang!
Terasa sendiri di pernikahan saya, belum nikah aja ributnya minta ampun waktu nanyain nikah, giliran diundang gak datang juga... Iya kali dia punya kesibukan, tapi apa dia mikir waktu nanyain kapan nikah dengan suara besar menggelegar dan semua orang dengar? Itu nanya atau konferensi pers? Hihi..

Baca juga: Pertanyaan dan Pernyataan Tidak Berperasaan Tentang Menikah

So, enjoy your time as usual, yang penting tidak menutup diri terhadap pergaulan. Insyaallah akan dipertemukan pada waktu-Nya, lalu berstatus pengantin baru juga seperti kami. Di atas sudah saya wanti-wanti tentang "ciyeee" moment kan ya? Harus lebih matang mentalnya menghadapinya ya.. Saya doakan dipermudah proses pernikahannya. :)

***

Teman-teman punya cerita/istilah unik yang didapatkan saat berada di "ciyee" moment? Share di kolom komentar yuk! ^^

Read more

26 Apr 2017

4 Aksesori Wanita Ini Cocok Dipakai Saat Musim Panas Lho!

Penampilan wanita tentu akan kian menarik jika dilengkapi dengan aksesori yang tepat. Kini ada banyak sekali pilihan aksesori wanita murah di MatahariMall.com. Variasinya sangat menarik dan bisa kita pilih sesuai selera. Maka penampilan pun jadi semakin sempurna dan membuat kita percaya diri.

Penggunaan aksesori tentu harus memperhatikan musim supaya semakin serasi. Jadi, di musim panas ini sebaiknya kita menyempurnakan penampilan dengan 4 jenis aksesori berikut ini :

Aneka Jenis Kalung Bergaya Etnik
Kalung bernuansa etnik memang tidak pernah gagal menyempurnakan penampilan kita. Jenis kalung yang satu ini akan kelihatan sangat istimewa jika dipadukan dengan pakaian berwarna polos. Sesuaikan saja warna kalung dengan warna pakaian kita. Tak perlu memilih kalung etnik yang terlalu besar agar penampilan kita tidak terkesan berlebihan.

Jangan Lupa Menggunakan Bandana
Helai-helai rambut yang menjuntai ke wajah tentu bisa membuat kita terganggu saat beraktivitas. Oleh sebab itu, sebaiknya kita mengatasi hal ini dengan cara menggunakan bandana. Ada banyak sekali pilihan bandana yang akan menyempurnakan penampilan kita. Pilihlah bandana yang bahannya nyaman dan teksturnya lembut agar kepala kita tetap nyaman saat menggunakan bandana selama seharian.

Variasi Anting Bergaya Modern
Penggunaan anting pun tak boleh ketinggalan untuk menyempurnakan gaya kita di musim panas. Supaya tidak terganggu dengan anting yang bentuknya berlebihan, pilih saja yang modelnya simpel dan sesuai dengan selera kita. Sesekali, kita juga bisa melepas anting untuk membersihkannya. Agar kotoran yang menempel pada anting tidak membuat warna anting jadi kelihatan kusam.

Topi untuk Melindungi Kepala dan Wajah
Topi adalah jenis aksesori yang sangat penting di musim panas. Saat beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya kita menggunakan topi untuk melindungi kepala dan wajah. Maka rambut dan kulit kepala akan tetap sehat dan lembap alami karena tidak terpapar sinar matahari secara berlebihan. Di samping itu, topi yang berbahan lembut juga tidak membuat kita mudah berkeringat ketika mengenakannya.

Sudah memiliki keempat varian aksesori tersebut di musim panas ini?
Kalau belum, masih ada waktu untuk memilikinya. Yuk berburu aksesoris wanita murah di MatahariMall.com sekarang juga. Rasakan sensasi belanja online yang menyenangkan dan bikin kita semakin hemat.
Read more

12 Apr 2017

Mempercepat Penyembuhan pada Anak dengan Cara Alami

Cuaca di Kendari saat ini sedang sangat tidak bersahabat. Tidak hanya bagi pekerja kantoran seperti kami, tapi juga bagi anak-anak yang rentan terhadap penyakit di musim penghujan seperti sekarang ini. Tidak hanya hujan yang rajin datang setiap hari, akhir-akhir ini bahkan hujan akan disertai dengan angin kencang, kilat dan guntur. Akibatnya, tentu saja penyakit bisa jadi lebih variatif.

Batuk dan flu disertai demam adalah penyakit yang umum saat ini. Seperti Nuna, seorang anak teman kantor yang selama ini lengket dengan saya, batuk menyerangnya dan yang lebih kasihan lagi badannya selalu hangat dan menjadi cenderung panas saat malam hari.


Pengalaman selama ini, sedikit batuk saja pada anak, maka berat badannya akan turun. Duh, jangan sampai deh, kasihan Nuna kalau sampai turun lagi berat badannya. Ntar makin cungkring. Apalagi kalau demam gitu kan tidur jadi gak nyenyak. Udah gak nyenyak karena demam, masih juga batuk-batuk saat tidur. Gak tega lihatnya.

Apalagi Nuna dibawa terus ke kantor karena ibunya sampai saat ini belum mendapatkan baby sitter yang dapat dipercaya. Sistem imunnya belum sempurna seperti pada sistem imun orang dewasa. Hmm.. resiko merantau dan keduanya bekerja. Nunanya sih sabar, sudah 5 tahun dan cukup akrab dengan pegawai-pegawai di kantor. Apalagi saya “baby sitter”nya di kantor. Hehe..

Selama ini, ibunya tidak mudah memberikan Nuna obat-obatan. Diberi banyak istirahat saja dan tidak masuk play group dulu. Tapi beberapa hari yang lalu saya membaca tentang cara menjaga kesehatan tubuh, khasiat daun meniran dan akhirnya mendapatkan informasi tentang Stimuno sirup untuk anak di http://www.serbaherba.com/daya-tahan . Stimuno dikatakan bukan obat dan juga bukan multivitamin. Jadi Stimuno itu apa? Saya penasaran juga sama produk ini..

Apa itu Stimuno?
Bukan sulap bukan sihir, bukan obat bukan multivitamin. Bingung kan jadinya apa? Stimuno adalah imunomodulator atau pengatur sistem kekebalan tubuh yang terbuat dari bahan alami. Stimuno adalah satu-satunya produk herbal yang bersertifikat fitofarmaka.


Dengan bahan baku tanaman meniran (phyllantus niruri) produk ini bekerja dengan merangsang tubuh untuk memproduksi antibodi lebih banyak dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh agar daya tahan tubuh bekerja optimal, sehingga pada orang yang sakit stimuno dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.

Keunggulan Stimuno
Stimuno mempunyai 5 keunggulan, antara lain;
1.    Bekerja langsung pada sistem imun.
2.    Fitofarmaka, teruji klinis, khasiat dan keamanannya.
3.    Herbal terbuat dari ekstrak tanaman meniran (phyllantus niruri).
4.    Aman digunakan dalam jangka panjang, jika dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan.
5.    Terbukti secara klinis membantu proses penyembuhan.

Selain itu, Stimuno juga sudah mendapatkan banyak penghargaan, seperti;
•    Top Brand for Kids 2010-2015
•    Anugrah Produk Asli Indonesia (APAI)
•    No. 1 Most Recommended Brand 2010-2015
•    Mom’s Choice Brand 2011-2013


Stimuno sirup mempunyai 2 varian rasa yaitu Original dan Grape. Biasa ya, kalau untuk anak-anak harus dikemas menarik termasuk menghadirkan rasa buah sehingga bisa lebih memudahkan anak-anak dalam mengkonsumsinya, apalagi yang dilihatnya sebagai obat-obatan.

Nah, Stimuno syrup ini juga dikemas dalam 2 ukuran yaitu 100 ml dan 60 ml. Jadi untuk yang belum pernah mencoba bisa membeli kemasan kecil terlebih dahulu, dan jika suka, anak-anak bisa minum stimuno setiap hari, kan aman, yang penting sesuai takaran; saat rentan terhadap penyakit cukup minum 1 sendok takar (5 ml) sehari dan jika sedang sakit diberi stimuno sirup 3 kali sehari, masing-masing dengan sendok takar yang tersedia di dalam kemasan botol.

Kembali ke Nuna, anaknya sekarang jadi rewel, makin kasihan deh lihat dia yang biasanya suka main. Nanti pengen nyobain kasih Nuna stimuno sirup juga untuk mempercepat penyembuhannya. Biar #Sehat365Hari dan Nuna bisa digodain lagi. Hehe :)
Read more

10 Apr 2017

Pencapaian Resolusi dan Tak Terurusnya Blog

Selamat Siang..

Judul tulisan sudah cukup mewakili belum? Hehe..

Lama sekali baru menulis lagi, banyak hal sebenarnya yang ingin saya tuliskan, tapi jiwa perfectionist saya menuntut semua dituliskan secara detail dan sempurnahh.. Padahal yang menulis saja jauh dari kesempurnaan. Well.. perfectionist ditambah dengan mood menulis yang tak kunjung bersinergi.. apa yang bisa diharapkan?? *Nanya ke tembok. LOL


Pencapaian Resolusi
Oke.. Berbicara tentang resolusi, mungkin terlalu dini membahas tentang pencapaiannya, ini baru bulan April! Tapi.. beberapa teman mungkin sempat membaca tulisan kesayangan saya di 7 Resolusi di Tahun 2017 kenapa kesayangan? Karena rasanya seperti menuliskan nama di lembaran Death Note kepunyaan Kira, apa yang kau tuliskan akan terwujud!

Oke.. it's not about death.. Resolusi tentunya tentang hal-hal yang membahagiakan bukan? Dan dari 7 resolusi yang sejatinya saya publish untuk keperluan lomba itu (walaupun akhirnya tidak menang) boleh dikatakan setengahnya hampir terwujud! Alhamdulillah..

Resolusi nomor 3, 5 dan 6 boleh saya katakan sukses terlaksana, walaupun untuk urusan travelling tentu saya akan melangkahkan kaki lagi ke tempat lainnya selama diberi keluasan waktu, kesehatan dan rejeki. Tapi menginjakkan kaki ke Raja Ampat akhirnya sudah terwujud. I've told you.. i have soo much thing to pamer write!!! LOL

Tapi seperti biasa, tidak lengkap rasanya kalau ceritanya tidak dituangkan dalam 1 ataupun 2 blogpost tersendiri.. Hehe..

Pencapaian poin-poin di atas sudah cukup membuat saya banyak bersyukur.. Tapi cara Allah mewujudkan resolusi nomor 1 saya, kembali menunjukkan kebesaran-Nya. Allahu Akbar, Alhamdulillah sekarang saya sedang dalam kesibukan mempersiapkan pernikahan, Insyaallah 12 hari lagi. Allah selalu punya waktunya sendiri, Insyaallah senada dengan kebutuhan kita. 12 hari tentunya waktu yang relatif pendek jika berhubungan dengan persiapan, tapi jika membahasnya dari sisi yang lain, boleh jadi 12 hari adalah waktu yang masih panjang. Untuk itu semoga semuanya berjalan lancar..


Tak Terurusnya Blog
Menengok daftar blogpost yang hanya 4 pada bulan Februari dan 1 buah saja pada bulan Maret membuat saya harus mengakui bahwa blog ini memang dalam keadaan tidak terurus. Walaupun sesekali pada pagi hari saya dibuat terharu oleh jumlah pengunjung yang tetap saja banyak seperti saat saya aktif menulis. Terharu sekaligus tertampar sih.. pengunjung banyak tapi kok malah ditelantarkan blognya.

Terlantarnya blog bukan tanpa alasan, selain sibuk memenuhi resolusi-resolusi di atas -dan tentu saja yang paling banyak menyita waktu, tenaga dan pikiran adalah mengurus pernikahan- saya juga secara konsisten ((konsisten)) sakit, nyaris tanpa jeda sejak pertengahan Maret lalu. Pasukan sariawan datang sampai bikin demam, demamnya belum hilang betul, tulangnya ngilu, aktivitas 4-5 hari, setelah itu demam lagi, masih demam sariawan nongol lagi, maagh juga ikut kambuh, baru lepas minum obat, sekarang sukses batuk lagi. Hihihi..

Sepertinya imun sedang drop banget ini, jadi gampang sekali sakit. Makanya kalau ada waktu dan sedang tidak kepikiran terhadap hal-hal yang harus diurus, saya akan memilih tidur. Pengennya istirahat yang banyak, sehat, jadi enak untuk nulisnya.

Lha ini bisa nulis?

Ihh.. kayak gak tau aja, perempuan kalau urusan curhat mah, selalu ada waktu cyiinnn.. Hahah.. Untuk bloger curhat sesungguhnya punya banyak manfaat, salah satunya bisa mengisi blog.

Gapapalah ya.. sesekali blog isinya dibiarkan mengalir saja seperti bunga es di kulkas yang mencair, kadang sampai mengotori lantai tapi jadinya plong seperti freezer yang siap menampung belanjaan baru lagi. Duuhh.. jadi pengen belanja kan jadinya.. Invoice kapan cair iniih? Haha..

Doakan saya segera sehat (jadi bisa blog walking lagi ke postingan teman-teman), acaranya berjalan lancar dan tanpa utang seperti yang sudah saya rencanakan ya teman-teman..  Have a great Money Day dan semoga kalian selalu sehat!! ^^

Read more

1 Mar 2017

Malioboro, Lebih Nyaman dikunjungi Malam atau Siang?

Siapa yang tidak mengenal Malioboro? Sebuah tempat yang boleh dikatakan fenomenal dengan segala daya tariknya. Malioboro adalah nama jalan di Yogjakarta yang di Wikipedia dikatakan sebagai jalan poros garis imaginer Keraton Yogyakarta.

Beberapa saat yang lalu saya beruntung diberi kesempatan belanja mengunjungi tempat ini. Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. Saat gelap dan terang. Jadi saya merasakan 2 sensasi berbeda. Saya tahu pasti sudah banyak tulisan membahas tentang Malioboro, tapi selain memberikan sudut pandang dari saya, saya juga ingin menuliskan ini sebagai salah satu kenang-kenangan perjalanan.

Jadi, Malioboro lebih nyaman dikunjungi malam atau siang?

Sumber gambar:
@rnysyalinry dan @tn.mura

Bagi saya 2 waktu "gelap" dan "terang" ini punya keunggulannya masing-masing.

Malioboro di Malam Hari

Malioboro di malam hari, punya sensasinya sendiri. Pada malam hari, tempat ini tidak diragukan akan sangat padat oleh pengunjung. Entah kapan sepinya, ada saja orang wara-wiri di kawasan ini. Tapi keramaian inilah yang membawa excitement tersendiri bagi saya, mungkin untuk pengunjung lain juga.

Kesulitan mencari parkiran sampai harus berputar-putar dahulu (saat itu naik mobil, jadi lebih susah mencari parkiran), bingung mencari angkringan saking banyaknya, seniman-seniman jalanan yang menunjukkan kebolehannya masing-masing, jalanan di depan ruko yang menjadi seperti gang karena dipenuhi oleh dagangan di kiri dan kanan, pengunjung yang tidak jarang hampir bertubrukan badan saat belanja.
A post shared by Mai to manga (@maitomanga) on
Ahh.. anehnya, saya merindukan saat-saat itu. Mungkin karena harga-harga yang ditawarkan oleh para pedagang jauh lebih murah dari Kendari, kota saya dilahirkan dan dibesarkan, semua jadi hiburan. Haha.. ndeso banget yak? Well... I like shopping, sudah ke banyak tempat, tapi Malioboro tetap membuat saya menggila! LOL

Tidak mengherankan kalau Malioboro menjadi salah satu wisata malam yang ditawarkan bagi para wisatawan.

Oh iya, saya diceritakan oleh Bos yang sudah beberapa kali pulang kembali ke Yogya, angkringan yang kami kunjungi saat itu sudah menjadi pedistrian area, angkringan tidak lagi diperbolehkan ada di situ, trotoar sudah diperlebar dan diperuntukkan khusus untuk para pejalan kaki yang ingin menikmati suasana di kawasan Malioboro.

Tidak hanya itu, di pedistrian area juga disediakan bangku-bangku taman yang terbuat dari kayu disertai dengan lampu-lampu taman yang cantik.  Lampu taman ini tentu makin terlihat cantik saat malam hari. Romantis gak sih, duduk di bangku taman sambil megang sekantung gede belanjaan? Bhaha.. teteup ya.. poinnya di belanjaan juga! :D

Malioboro di Siang Hari

Malioboro saat disinari matahari hari juga tidak kalah menarik. Bagi pengunjung yang ingin dengan bebas berfoto di papan jalan bertuliskan Malioboro, saat inilah yang paling lega. Pengunjung saat siang hari tidak seramai di malam hari. Jadi tidak perlu antri lama hanya untuk berfoto di salah satu papan, ini pengalaman saya beberapa bulan lalu ya, entah sekarang masih seperti ini atau tidak.

Gak sanggup antri! Malu juga kalau foto dilihatin orang :D

Untuk yang tidak begitu suka keramaian tapi ingin mengunjungi kawasan ini sekaligus berbelanja, waktu ini juga tepat karena bisa menikmati belanja tanpa harus berdesak-desakan dan bisa melihat warna dengan lebih baik. Apalagi tersedia banyak batik yang menarik dengan beragam warna dan harga yang menggoda iman dompet. Maklumlah ya.. Yogya kan sudah terkenal sebagai kota batik, saya pun ikut kalap saat berbelanja batik saat berkunjung. Haha..

Yang juga menarik saat berkunjung di siang hari adalah, pengunjung akan lebih menyadari tata letak toko dan bangunan lainnya. Saat berkunjung siang hari saya baru menyadari ada beberapa gedung pemerintahan di area Malioboro.

Jika tidak salah, ada kantor Gubernur DIY, Dinas Pariwisata dan LPSE Pemda DIY. Maklum, waktu jalan gak merhatiin peta. Taunya malioboro tempat belanja daerah wisata, udah itu aja. Hehe

Oh ya, kalau belanjanya siang pasti panas ya? Gak juga sih ya, beda tipis aja hawanya. Soalnya malampun pada desak-desakan, rebutan oksigen, iya kalau bikin yang jualan gak fokus jadi pembeli dikasih harga murah, kalau pembeli dikasih harga murah tapi ditawar lagi jadi lebih mahal saking gak konsennya gimana? Hahah...

Jadi, kesimpulannya gimana Ir? Nyamannya siang atau malam? Mm.. pembaca saja yang menentukan ya.. soalnya saya kalau sudah urusan belanja suka lupa diri, tiba-tiba kekuatan itu nambah sendiri aja gitu pas lagi hunting. Lemesnya nanti kalau udah sadar duit tak banyak lagi di dompet. Haha..

Gak ding, silakan dinilai saja dari cerita saya, apalagi yang sudah pernah merasakan keduanya, setiap orang punya tingkat kenyamanan yang berbeda-beda. Ambil tengahnya aja sore gimana? *Malah ngelantur. :D

Nah, teman-teman yang sudah pernah ke Malioboro di dua waktu di atas, lebih nyaman mengunjungi kapan? Malam atau siang?

Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...