18 Jan 2018

5 Cara Asyik Delay Bete Saat Penerbangan Mengalami Delay

Selamat Pagi teman-teman! ^^

Tulisan baru di 2018 nih, doakan, semoga bisa konsisten menulis dan berbagi informasi dan hikmah di sini yess.. Ya.. walaupun jelas ini udah telat banget kalau mau diakui sebagai tulisan pertama tahun ini *tutup muka*

Jadi, harap dimaklumi lagi kalau pembahasannya sudah nyaris kehilangan momen.. Ini eman-eman drafnya kalau mau diulang lagi (takut malasnya jadi permanen! Haha)

Eh, gimana liburannya kemarin? Pada ke mana aja? Yang pakai transportasi udara semoga gak kena delay ya.. Duh, semoga enggak deh.. Kebayang betenya.. Huhu..


Nah, walaupun telat, gak ada salahnya dong saya bagikan cara asyik untuk delay bete yang mungkin datang saat penerbangan yang diharapkan mengalami delay. Bukannya nge-doa-in biar kena delay, tapi ini bisa jadi persiapan yang harus diperhitungkan saat mempersiapkan keberangkatan, iya gak? Bisa jadi, cara-cara ini juga yang teman-teman lakukan agar tetap asyik saat delay diumumkan. Tapi masalah bete gak bete ini, harus dipersiapkan sebelum keberangkatan lho..

Yuk, cek dulu apa saja yang harus dipersiapkan..

1. Beli tiket dengan waktu penerbangan yang tidak mepet dengan acara.
Keberangkatan ke luar kota biasanya sudah diikuti dengan jadwal acara, entah itu karena dinas, acara keluarga ataupun liburan. Sebisa mungkin beli tiket dengan jarak waktu yang cukup dan tidak membuat kita terburu-buru. Hal ini juga berlaku untuk connecting flight, terutama dari maskapai yang berbeda.

Kebayang kan gelisahnya kalau ada pengumuman delay sementara kita sudah ditunggu oleh acara, jadwal bahkan penerbangan selanjutnya. Hindari hal ini, ini akan banyak membantu untuk mengurangi bete.

2. Pastikan baterai smart phone terisi penuh saat berangkat
Bagi saya ini penting, karena bagimanapun sekarang kita sangat tergantung dengan barang yang dimiliki oleh kebanyakan manusia, apalagi yang sudah berurusan dengan penerbangan seperti ini. Yang paling penting dari baterai smart phone ini adalah, mengabari keluarga atau teman, baik dari kota asal keberangkatan maupun tempat tujuan, apalagi kalau dijemput, kan kasihan yang sudah meluangkan waktu.

Dengan memberikan kabar, rasa tidak enakan atau khawatir sudah membuat orang lain menunggu bisa berkurang, dampaknya ya ke mood juga. Gak cepet bete! Masalah menunggu adalah yang harus diatasi berikutnya.

Baca juga: 7 Mood Booster Untuk Memperbaiki Suasana Hati

3. Ngobrol dengan yang "senasib"
Hal yang bernama keadaan, bisa memberikan 2 sisi dalam hal komunikasi. Karena keadaan, seseorang bisa memutuskan komunikasi dengan orang yang lainnya, dilain sisi keadaanlah yang juga tidak jarang membuat orang saling berkomunikasi, dalam hal ini, perasaan senasiblah yang menjadi kabel penyambungnya.

Hal ini bisa menjadi pembuka tali silaturahim, bisa berkenalan dengan orang yang mungkin sebelumnya tidak dikenal, satu tujuan, ternyata kantornya tetanggaan, atau bahkan teman baru itu hanya berniat untuk wisata dan menawarkan kemurahan hatinya saat kita berkunjung di kota tempat tinggalnya nanti...

Drama?
Ngarep banget?

Oh, C'Mon, jangan pesimis, masih banyak orang baik di bumi yang sudah sakit-sakitan ini. Berpikir positif saja, gak bayar ini. :p

4. Membaca, Nonton atau Dengarkan Musik
Buku adalah teman terbaik selama perjalanan, selain jalan bareng pasangan halal tentunya. :p
Tak ada yang mengalahkan kehadiran manusia lain yang punya kedekatan emosional dengan kita, akan tetapi jalan seorang diri terkadang tak bisa dihindari. Kalau ada temannya sih, bete bareng bisa segera teratasi dengan ngobrol bareng, entah ngobrol tentang rencana perjalanan atau ngomongin maskapainya. Haha..

Skip..

Bayangkan jika kamu harus berangkat seorang diri dan mendengar pengumuman delay, sekali, bahkan berkali-kali... Uhh.. kebayang perasaannya. Selain mencari keadilan informasi yang pasti (dan hak sebagai penumpang) dari maskapai, hal lain yang mau tidak mau harus dilakukan adalah menunggu. Nah.. Urusan menunggu ini yang gak pernah asyik, jika tidak dihadapi dengan persiapan.

Selain membaca buku (Quran ataupun berita melalui smart phone) dan mendengarkan musik, kamu juga bisa menonton film atau drama favoritmu, nonton ini untuk saya punya keuntungan sendiri, dengan modal kuota, sudah banyak film tersedia di aplikasi-aplikasi seperti V*U, HO*Q dan lain-lain. Tapi biasanya daripada bete karena jaringan lemot, saya sudah terlebih dahulu mengunduh dan menyimpannya di memori smart phone, biasanya sih variety show yang memang menjadi mood booster saya. Hehe..

Tidak terbatas pada aktivitas membaca dan nonton saja sih, lakukan apapun hobimu yang memang memungkinkan untuk dilakukan dikhalayak ramai, yang paling penting tidak sampai mengganggu kenyamanan orang lain di bandara, fotografi misalnya.

"Buat dirimu nyaman dengan cara apapun, tapi ingat, kenyamanan yang kau dapatkan tidak boleh mengganggu kenyamanan orang lain."

5. Makan dan Minum
Saat melakukan perjalanan, biasanya jadwal makan menjadi tidak teratur, bahkan untuk asupan air untuk tubuhpun menjadi berkurang, gunakan kesempatan ini untuk memenuhi hak tubuh dan juga jiwamu. Makan dan minum yang enak untuk menghindari bete memenuhi kepalamu.

Saya biasanya melakukan kegiatan 4 dan 5 bersamaan, ini cara yang cukup ampuh untuk membujuk hormon endorfin diproduksi lebih banyak, cukup untuk mengusir bete saat delay. Dengan syarat, nomor 1 itu harus terpenuhi yess.. Kalau nggak ya, harus pasrah, ikhlas, biar hati gak ada gunturnya.. Hihi..

Nah, itu tadi 5 cara asyik delay bete ala Irly, nulisnya untuk menanggapi tulisan Ibu Guru Umi di Web KEB yang berjudul Pesawat Delay, Happy-in Aja.

Teman-teman punya cara apa biar gak bete saat penerbangannya delay?

Share di kolom komentar yuk! ^^

Read more

22 Dec 2017

Mama, Siksaan dan Jasanya Bagi Anak Perempuan Semata Wayangnya

Hari Jumat, gak biasanya ada blogpost di hari Jumat, 2 aja sih kemungkinannya, kalau bukan karena job, karena ada sesuatu. Naahh.. Sesuatu itu adalah 22 Desember, diperingati sebagai hari Ibu, momen yang mengingatkan kita bahwa Ibu punya peran dan jasa yang besar, seperti halnya diperingatinya hari pahlawan, hari sumpah pemuda ataupun hari peringatan lainnya.

Tentu saja kita yang beragama Islam sudah banyak diingatkan bagaimana besarnya pengorbanan orang tua khususnya seorang Ibu. Saya akan mengutip surah dan hadist sekadar mengingatkan kita lagi:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Tak perlu saya jelaskan lebih jauh tentang maksud Surah dan Hadist di atas, kita semua tentu sudah sering mendengarnya.

Selanjutnya, saya akan menggunakan panggilan Mama untuk mengganti kata Ibu, karena ini akan bercerita tentang pengalaman pribadi saya yang sehari-harinya memanggil Mama.


Siksaan Mama
Sejak kecil, Mama saya kenal sebagai orang yang keras, disiplin dalam menjalankan apa yang sudah menjadi tujuannya. Saya, seorang anak yang belum mengerti akan banyak hal merasa Mama menyiksa saya, akan banyak hal. Terutama yang berkaitan dengan waktu bermain.

Saat di rumah, saya merasa tidak begitu leluasa bermain, saya merasa selalu disiksa oleh Mama karena perintahnya untuk tetap berada di dapur; meniup api menggunakan bambu, mengupas bawang, mencuci ikan, menumbuk bumbu yang terasa seperti setahun saat mendengar teman-teman asyik bermain di samping rumah, memetik sayur (kebanyakan menggunakan tangan atau kuku yang akan membuat warna kuku berubah menjadi kecoklatan, jorok!). Huahhh... gelisah pokonya!

Sesekali saya kabur melalui dapur saat Mama lengah, dan tidak jarang saya tertangkap dan digiring untuk kembali ke rumah sambil mendengar kalimat yang sama, berulang-ulang, seperti promosi 3 pasang kaos kaki seharga Rp. 20.000 saja.
"Kamu nanti mau jadi apa kalau tidak bisa memasak?" Seru mama berulang-ulang.

Bosan, annoying banget buat anak Sekolah Dasar seperti saya.

Baca juga: Saat Mama Tidak Berada di Rumah

Sampai memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang kemudian berganti nama menjadi Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), malam Minggu saya sudah jelas tempatnya, KAMAR MANDI! Ngapain? Nyuci!! T_T

Seingat saya, saya diberi tanggung jawab untuk mencuci pakaian saya sendiri sejak saat itu, jika tidak mencuci, tidak akan ada pakaian sekolah, resiko tanggung sendiri. Padahal ya, kalau mau dibilang, ada kok "anak tinggal" di rumah kami. Tapi saya tidak boleh dibantu, no, no at all!

Sedikit tentang istilah anak tinggal, dulu, karena fasilitas sekolah masih sangat terbatas di daerah perdesaan, maka sejak jenjang SMP dan umumnya Sekolah Menengah Atas (Sekarang SMU), anak-anak yang tidak mempunyai fasilitas sekolah dikirim orang tuanya untuk sekolah di daerah perkotaan, baik itu numpang tinggal bersama keluarga, orang yang baru dikenal tapi dipercaya untuk dititipi anak (biasanya mereka tinggal juga sambil membantu pekerjaan rumah tapi tidak dianggap pembantu), atau dibuatkan gubuk untuk tinggal bersama dengan teman-teman sekampungnya. OMG, i miss them.. :(

Kembali ke topik, saya yang tidak rajin tentu saja sering kena marah oleh Mama. Kadang ada perasaan stress juga mendengar Mama terus-terusan mengomel, terlebih standar kebersihan dan kerapian mama sangat jauh levelnya dengan standar saya. Jelas aja sih bakal kena omel! LOL

Perasaan Bangga Itu Muncul Saat SD
Saya ingat betul, saat SD saya dipertemukan dengan sepupu 2x saya yang bernama Rani. Bertemu dan menjadi sangat akrab secara tidak sengaja hanya karena 1 sekolah, dan saya minta izin untuk bermain di rumahnya sepulang sekolah. Qadarullah, setelah orang tua menelusuri, ternyata Rani sepupu 2 kali saya! Senangnya, saya jadi lebih bebas memanjat dan menguasai pohon jambu di halaman rumahnya!! hahah..

Oke.. Skip, bukan itu yang membuat saya bangga, jadi suatu hari (semoga saya tidak salah ingat), kami berdua saja di rumah, saat kami ingin makan, makanan saat itu hanya ada ikan saja, tidak ada sayur, melihat sayur kangkung yang tumbuh subur di tanah kosong di dekat rumah Rani, sayapun menawarkan diri untuk memasak kangkung tumis. Rani sempat membuat pengakuan bahwa dia tidak bisa memasak, saya dengan berlapang dada (padahal mulai riya :p) mengajaknya memetik kangkung (ini juga hal yang biasa saya lakukan untuk membuat Mama senang karena tak perlu membeli sayur lagi).

Singkat cerita kangkung tumis lahap dimakan oleh Rani dengan pujiannya yang mengatakan rasanya enak. Sumpah ya, bangga banget waktu itu, akhirnya saya punya kelebihan juga dari si pandai Rani. Apalagi dia mengatakannya dengan sangat kagum. Like... dia gak nyangka banget saya bisa masak. Saya bilang "gampang jiii.." sambil tersenyum dan kepala yang masih terlihat kecil namun sebenarnya udah berasa ngembang banget. LOL

Baca juga: 5 Kesamaan Antara Saya dan Mama

Saat Siksaan Berubah Rasa Menjadi Nikmat
Mungkin, jika membaca separuh saja dari tulisan ini, akan terkesan Mama menyiksa saya sedemikian rupa dengan segala perintah dan aturannya. Ketahuilah, saya menggunakan sudut pandang anak SD yang masih gila bermain dan tidak berpikir panjang pada Sub Judul di atas.

Saat ini, jangan tanya bagaimana perasaan disiksa itu berubah menjadi rasa syukur karena (walaupun tidak jarang dengan terpaksa) menjalankan kemauan Mama untuk membantu di dapur.

Sejak tamat SMA, dan saya ditugaskan di kepulauan, saya jadi tidak kagok dengan pekerjaan dapur.

Saat pekerjaan saya berhubungan dengan pengeluaran dapur responden, saya tidak bingung tentang bumbu dapur apa saja yang disebutkan atau kemudian dengan mudah mengidentifikasi pertemanan komoditinya.

Dan hingga saat ini, saat suami memuji masakan saya, saat menyajikan makan dan suami membanggakannya kepada orang lain, perasaan saya tentu bangga dan senang sekali.

Perasaan-perasaan di atas tentu tidak dapat saya rasakan jika bukan karena jasa Mama, yang walau sering kali saya sakiti dengan bantahan dan aksi kabur-kaburan, Mama tetap disiplin menjalankan apa yang menjadi targetnya. Membuat saya setidaknya tahu bekerja di dapur, bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan domestik.

Masih teringat juga kalimat Mama: "Mudah-mudahan nanti kamu dapat suami yang berduit, kalau tidak nanti kamu bagaimana?"

Jangan diartikan Mama saya matre ya, maksud Mama melihat saya yang suka malas-malasan itu, kalau suami saya nanti punya penghasilan pas-pasan, dan saya tidak bisa mengerjakan pekerjaan domestik, bagaimana kami akan membayar pembantu?

Jadi sadar juga, kalimat Mama tuh jadi doa untuk saya, Alhamdulillah saya merasa suami saya berduit Ma.. dan saya juga penuh rasa cukup dan bersyukur. Apalagi saya juga akhirnya bisa melakukan pekerjaan domestik, kantoran dan lapangan. Ini anak hasil doa dan didikan Mama yang suka ngomel (demi kebaikan dan karena sayang). Dan sepertinya, sedikit banyak, saya membayangkan akan jadi Ibu seperti Mama jika sudah dikaruniai anak nanti. Suka ngomel juga. Wkwkwk..


Maaf dan terima kasih Ma, saya masih terlalu kaku untuk bilang itu langsung ke Mama, saya takut menangis seperti saat saya mengetik ini, jika diberi pilihan untuk mengganti sosok Mama, saya tetap ingin Mama yang ini, yang sayang sama saya, yang suka mengomel, yang perfectionist, yang tetap menerima anaknya dengan sedikit kelebihan dan banyak kekurangan ini. Uhibbuki fillah..

Tetap sehat, tetap bahagia, tetap tegur saya jika salah. Karena saya masih anak Mama dan Mama masih orang tua saya. Dan karena saya ingin Mama, Bapak, adik-adik dan keluarga besar kita bahagia, walau belum tentu bisa saya bahagiakan, walau tentu tak bisa menebus sedikitpun pengorbanan tampak dan tak tampak dari Mama...

Teman-teman, punya pengalaman yang sama dengan pemikiran masa kecil yang berpikiran negatif ke orang tua atau hususnya ke Ibu dan baru sadar setelah dewasa seperti saya? Share di kolom komentar ya :)

#MenulisAsyikdanBahagia
Read more

21 Dec 2017

Kala Hujan, Yuk Masak Opor Ayam Spesial Menggunakan Sasa Santan Kelapa

Mendengar kata opor ayam pasti sudah tak asing lagi. Seketika otak kita langsung membayangkan betapa lezatnya menu olahan satu ini. Wahh perut jadi terasa lapar dan langsung keroncongan kan. Bayangkan gurihnya betapa gurihnya daging ayam kampung bersama kuahnya yang kental dan kaya akan rempah. Pasti nikmat sekali jika di santap dengan nasi putih yang masih panas. Hmmm yummyyy.


Namun banyak yang malas memasak menu satu ini, karena terkesan ribet dan memakan waktu lama. Salah satunya karena masakan ini membutuhkan waktu yang lama dalam membuatnya. Belum lagi santan yang harus disiapkan. Pastilah sangat ribet. tapi tenang saja, kali ini kita akan menggunakan Sasa santan kelapa yang memiliki kualitas sama dengan santan kelapa yang baru diperas.

Apalagi Sasa Santan Kelapa adalah santan instan yang diolah dan kemas dengan teknologi modern, sehingga menghasilkan santan yang sudah matang dan siap pakai. Jadi tidak akan membuat ibu merasa repot. Soal rasa juga jangan khawatir, pasalnya Sasa Santan Kelapa memiliki aroma dan rasa sesegar kelapa yang langsung diparut.

Jadi, bisa dipastikan bahwa Sasa Santan Kelapa sangat cocok untuk semua masakan, baik minuman maupun makanan. Apalagi ia juga tanpa pengawet lho. So pasti sehat untuk memasak resep buat opor ayam spesial. Dengan begini, sebenarnya membuat opor ayam spesial gak ribet kan. Apalagi pada kesempatan kali ini kita akan membahas bagaimana cara memasak opor ayam spesial yang gak ribet lagi karena kelapanya sudah diganti  dengan Sasa Santan Kelapa. ;)

Bagaimana, penasaran?

Oke langsung saja, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah menyiapkan bahan dan bumbunya terlebih dahulu.

Bahan- bahan yang perlu kita siapkan terdiri dari:
1. 4 sdm minyak goreng.
2. 2 batang serai, ambil bagian putihnya saja, lalu memarkan.
3. 5 lembar daun jeruk purut.
4. 5 lembar daun salam.
5. 2 ekor ayam buras, potong masing-masing menjadi 4 bagian.
6. ½ butir kelapa, parut, kemudian peras santannya menjadi 250 ml santan kental.


Kemudian untuk bumbu yang perlu kita siapkan adalah
- 3 sdt ketumbar butir lalu sangrai
- ½ sdt jintan lalu sangrai
- 2 sdt merica butir
- 6 butir kemiri lalu goreng
- 3 cm kencur
- 3 cm lengkuas
- 100 gram bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 2 sdt garam
- 2 sdm gula merah sisir

Nah setelah semua bahan dan bumbu siap, kini tiba saatnya kita mulai memasak opor ayam spesial. Here we go..

1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai, daun jeruk dan daun salam. Aduk hingga tercium aroma harum
2. Kemudian masukkan potongan ayam. Aduk hingga ayam menjadi kaku
3. Setelah itu, masukkan santan encer. Masak diatas api sedang hingga mendidih dan ayam menjadi empuk
4. Terakhir tambahkan sisa santan tadi. Aduk sesekali hingga mendidih. Kecilkan api, masak hingga santan mengeluarkan minyak. Dan opor ayam siap dihidangkan bersama nasi hangat.

Sumber: pixabay.com

Bagaimana masih mau mengatakan kalau memasak opor ayam itu ribet dan membutuhkan waktu lama? Tentunya tidak yess.. Apalagi ketika masakan kita mempunyai cita rasa yang lezat, sehingga semua lelah ketika memasak terbayar sudah.

Nah, itulah resep memasak opor ayam spesial yang dapat kita coba di rumah. Semoga bermanfaat. Dan jangan lupa, saat memasak, kreasikan resep masakan yang menggunakan santan dengan sasa santan kelapa. Karena Sasa Santan, Aslinya Santan. :)

Read more

13 Dec 2017

Pengalaman Menggunakan Skin Care (Peeling dan Serum) dari V10 Plus

Hai.. hai...

Selamat hari Rabu, sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis review di blog ini. Kali ini saya akan menuliskan review tentang sebuah produk skin scare. Hal yang jarang saya lakukan, kebanyakan Rabu Review saya isi dengan review tempat makan dan tempat wisata, lalu kenapa kali ini saya review skin care?


Jujur saja, selain memang karena ada tawaran yang masuk, saya juga merasa tertantang dengan jawaban yang diberikan dari pihak V10 Plus saat menanyakan ketentuan apa yang diinginkan oleh pihak mereka. Jawabannya nantangin banget coba "Tidak ada ketentuan, review jujur setelah pemakaian setelah 10 hari saja."

Wow..

Saya merasa pihak V10 Plus ini sangat percaya diri dengan produk mereka. Jadi makin penasaran dong sama produknya. Permintaanpun saya terima, saya akan mereview V10 Plus Water Based Peeling dan V10 Plus Serum.

Agar berurutan dengan saran pemakaian, kita bahas V10 Plus Water Based Peeling dulu ya..

Kemasan
Water Based Peeling yang dikirimkan kepada saya adalah dalam bentuk kemasan kecil berukuran 2 ml. Berbentuk katalog menarik yang jika dibuka akan terlihat jejeran kemasan Water Based Peeling berwarna abu-abu. Dengan kemasan seperti ini, produknya enak banget untuk dibawa-bawa, imut banget, bahkan jika dikantongi, tidak akan terasa peeling dari V10 Plus ini sedang menunggu untuk dipakai. Suka banget sama kemasannya!


Fitur
V10 Plus Water Based Peeling ini mengandung ekstrak beras dan rumput laut. Diklaim mampu mengangkat sel kulit mati serta membersihkan dan mencerahkan kulit seketika. Tanpa memerlukan scrub yang kasar.

9 Kandungan Water Based Peeling:
1. Mengangkat sel-sel kulit mati
2. Mencegah timbulnya jerawat
3. Membantu regenarasi sel kulit
4. Membuat make up lebih tahan lama dan alami
5. Meningkatkan daya serap kulit terhadap nutrisi perawatan kulit anda
6. Membantu menghilangkan komedo
7. Mencerahkan dan menghaluskan kulit
8. Mengurangi bekas jerawat
9. Menyeimbangkan sekresi minyak pada wajah

Hasilnya gimana? Bener gak?

Sabar ya.. kita bahas kandungannya lebih jauh..

Kandungan V10 Plus Water Based Peeling
- Ekstrak beras
Sumber alami dari beberapa jenis antioksidan, yaitu: Tokoferol, Tocotrienols, Gamma Oryzanol, Phytosterols, Polifenol dan Squalene. Melawan radikal bebas dan membantu dalam memperlambat efek penuaan.

- Ekstrak Rumput Laut
Dengan penyerapan terhadap mineral dan garam laut, rumput laut diyakini memiliki sifat penyembuhan alami yang dapat berfungsi memperlambat penuaan pada kulit. Bahkan, mineral yang terkandung pada rumput laut juga dapat mengembalikan kelembaban alami pada kulit.

Cara Penggunaan
Water Based peeling digunakan setelah membersihkan wajah dengan pencuci muka yang sudah biasa digunakan. Setelah kering, oleskan water based peeling merata ke seluruh wajah, diamkan selama 5 detik lalu pijat wajah dengan gerakan memutar secara halus menggunakan jari, lalu bilas dengan air hangat/handuk basah.

Nih, saya lampirkan video tentang tekstur dan cara pemakaiannya

Tekstur dan Aroma
Teksturnya kental, hampir seperti pasta gigi. Berwarna bening dan agak keruh. Untuk aromanya hampir seperti aroma beras dan sedikit aroma laut yang lembut.

Bagaimana rasanya?
Peelingnya oke banget, saya ikuti anjuran pemakaian untuk menggunakannya setiap malam pada minggu pertama. Well, mungkin ada yang bakal takut ya kulitnya akan mengalami pengelupasan kulit (exfoliation) karena digosok dengan scrub terus menerus, tapi dengan produk ini saya tidak was-was.

Lagipula, sependek pengetahuan saya tentang kulit, pengelupasan kulit mati justru baik untuk menjadikan kulit lebih sehat. Tentunya dengan cara yang alami. Dan, IMHO, V10 Plus Peeling ini memenuhi syarat itu. Kenapa? Karena selain berasal dari bahan alami, scrubnya juga lembut banget!

Oh ya, saya juga senang sekali momen saat membilas peeling ini dengan handuk hangat. Relaxing banget, kulit langsung terasa lembab dan lembut. Love!

Nah, sekarang kita bahas Serum dari V10 Plus yess..

Saat memilih produk, saya sempat bingung dengan pilihan serum yang tersedia, ada banyak pilihan, jadi pembeli tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan kulit.

Apa saja pilihan serum dari V10 Plus?
1. Sensitive Series
2. Whitening Series
3. Hydrating Series
4. Acne Treatment Series
5. Anti Aging Series

Anti aging series

Sok.. dipilih pengen di-serum-in apa kulit wajahnya, saya sih galau antara whitening series dan anti aging series, karena sadar bahwa cantik itu tak harus putih dan sadar umur juga maka saya memilih serum anti aging series. LOL

Kemasan
Tidak berbeda dengan Water Based Peeling yang dikirimkan kepada saya, serum Anti Aging yang saya terima juga dikemas dengan kemasan kecil berukuran 2 ml. Didalam katalog akan terlihat jejeran kemasan serum berwarna pink, hijau light dan biru light.

Kandungan dan fitur:
Diklaim sebagai serum yang dibuat dengan di Jepang dengan bebasis air, tanpa paraben, tanpa pewarna dan pewangi buatan, tanpa minyak mineral, diuji oleh dokter kulit dan hasilnya akan nampak hanya dalam 10 hari.

Setiap jenis serum akan berisi 3 jenis serum, dan serum anti aging berisi 3 jenis serum ini:
1. Biocell (pink) untuk memperbaiki sel dan DNA kulit, mencegah kerutan, mencegah produksi melanin dan mengencangkan kulit.
2. Collagen (hijau light) mengurangi kerutan, elastisitas kulit, menjaga kulit agar tampak muda.
3. Hyaluronic Acid (biru light) untuk mempercepat penyerapan nutrisi ke dalam kulit.


Cara Penggunaan
Serum anti aging ini dipakai setelah membilas bersih peeling dari wajah. Setelah kering, buka masing-masing kemasan dan campurkan ketiga serum lalu ratakan ke seluruh wajah serta leher.

Tekstur dan Aroma
Tekstur masing-masing serum ini berbeda-beda, jenis collagen mempunyai tekstur yang lebih cair. Kesamaannya adalah, level cairnya dibawah peeling. Aromanya juga berbeda-beda, tapi tidak ada yang beraroma menusuk.

Bagaimana rasanya?
Serumnya meresap cepat di kulit, tidak mengganggu aplikasi sun screen maupun bedak.

Secara keseluruhan efek yang bisa saya rasakan  saat menggunakan kedua jenis produk V10 Plus ini adalah bangun pagi dengan gerakan refleks mengusap wajah, berasa lebih mulus, kenyal dan bersih banget kalau bangun pagi. Gak sia-sia meluangkan waktu di malam hari untuk mengaplikasikan skin care dengan konsep suplemen kulit pertama di dunia ini. :)



Nah.. dari tadi juga kita ngomongin baik-baiknya mulu, apa iya gak ada nilai negatifnya? Hmm.. bukan negatif juga sih, lebih ke kekurangan, ga ada label halalnya, mudah-mudahan bisa segera diurus izinnya, bukannya apa-apa, bagi muslim label halal dari MUI itu pemberi ketenangan jiwa. Iya gak? Hehe

Pertanyaan paling penting nih kalau sudah ngomongin produk kecantikan, pengen beli lagi gak? Pengeeenn... Setelah ada label halal yess, biar lebih tenang pakainya, gak ragu-ragu. :)

For more information:

www.v10plus.co.id

Twitter: @v10plusina

IG: v10plus_indonesia


Read more

17 Nov 2017

5 Alasan Ibu Tidak Menitipkan Anak Kepada Kakek Neneknya

Kehidupan rumah tangga yang tak lepas dari kebutuhan ekonomi, tidak jarang melahirkan tuntutan bekerja yang tidak lagi semata kepada kepala rumah tangga tetapi juga wanita sebagai istri sekaligus ibu rumah tangga.

Sebenarnya banyak alasan yang mendorong ibu sebagai pelengkap roda perekonomian keluarga ikut bekerja, tidak hanya semata karena alasan ekonomi, tetapi juga alasan non ekonomi. Hal ini yang kemudian mendasari ibu yang telah dikaruniai anak mau tidak mau harus menitipkan anaknya.

Tujuan menulis tema ini bukan untuk ikutan war masalah siapa yang lebih baik antara ibu bekerja (working mom) atau ibu tidak bekerja (full time mom) ya, saya hanya ingin menanggapi tulisan Mak April Hamsa pada web KEB yang berjudul Menitipkan Anak ke Kakek Nenek, Yay or Nay?


Jadi jawaban saya bagaimana?

Duh, masih ngawang-ngawang sih kalau boleh jujur. Soalnya saya belum punya anak. Seandainya saya dulu anak yang sering dititipkan ke Kakek Nenek, bisa jadi saya akan berbagi bagaimana perasaan saya menjadi anak yang dititipkan tersebut. Tapi saya memang diasuh Mama sejak kecil, walau sesekali ikut Nenek pulang ke kampung. Hehe..

Kalau memperhatikan masalah titip-menitip ini, sebenarnya kembali pada kondisi masing-masing rumah tangga. Seperti yang kita ketahui bersama, salah satu poin positif menitipkan anak kepada Kakek Nenek adalah mereka orang yang bisa dipercaya, akan tetapi ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi pilihan menitipkan anak kepada Kakek Neneknya, antara lain:

1). Kondisi Kesehatan Kakek dan Nenek
Kondisi kesehatan yang mungkin sudah tidak memungkinkan entah sedang sakit atau sepuh tentu akan menjadi pertimbangan orang tua. Kakek Nenek tentu bisa dipercaya, tapi kalau menambah beban sementara Kakek Nenek bergerak saja susah, tentu bukan menjadi pilihan yang bijak.

2). Jarak
Ada cucu yang aktif, kakek nenek dalam keadaan bugar dan sangat sayang pada cucunya, tapi tempat tinggal Kakek dan Neneknya tidak memungkinkan untuk dijangkau demi menitipkan anak. Bisa jadi diluar kota, berbeda provinsi bahkan negara. Ada yang tetap menitipkan anak dengan berbagai pertimbangan, tapi kebanyakan tidak mengambil opsi ini, dengan berbagai alasan yang sama-sama tidak bisa diremehkan dari ibu yang menitipkan anaknya tadi.

3). Hubungan Baik
Tidak jarang kita ketahui ada pasangan yang hubungan dengan orang tua/mertuanya kurang baik. Demi tidak menambah masalah, tidak jarang hal ini menjadi alasan untuk tidak menitipkan anak kepada Kakek Neneknya, bukan karena takut anaknya dijahati, tetapi untuk menjaga hubungan yang mungkin belum begitu baik tersebut. Mengingat anak tentu tidak mengerti terhadap masalah yang ada.

4). Pola Asuh
Pola asuh setahu saya menjadi perhatian besar para orang tua, sebagai orang tua baru yang disajikan kemudahan akses untuk memperoleh informasi atau hasil penelitian terkini, tentu membawa perubahan dan perbedaan pola asuh yang besar diantara Orang tua dan Kakek Nenek. Contoh nyatanya adalah penerapan ASI esklusif, si Ibu kekeuh anaknya tidak diberi apa-apa selain ASI, Neneknya anteng memberi pisang kepada cucunya. *Sering banget denger curhatan ini.

Termasuk di dalam masalah pola asuh ini juga adalah kakek nenek yang cenderung memanjakan cucunya. Salah satu faktor yang kemudian menjadikan anak lebih lengket kepada kakek neneknya, ini itu dilarang oleh ibu bapaknya, tapi kalau bersama kakek neneknya boleh. Enakan sama kakek nenek dong! :D

5). Khawatir Kakek Nenek Kewalahan
Cucu sehat, Kakek Nenek sehat dan dengan senang hati dititipi, tapi... Ada tapinya nih... Jauh sebelum anak kita lahir, Kakek Neneknya sudah lebih dulu dititipi cucu oleh saudara/ipar yang lain. Kakek Neneknya tidak ingin cucunya diasuh oleh orang lain, tetapi tanpa sengaja berkata bahwa sekujur badannya sakit, kakinya berat setelah kejar-kejaran dengan cucu. Duh, rasanya tidak tega menambah "beban" lagi untuk mereka. Kewalahan mengurus banyak cucu juga bisa jadi membuat pengawasan terhadap anak menjadi tidak fokus.

***

Itu tadi beberapa poin yang sering menjadi alasan kenapa sebagian orang tua/Ibu tidak menitipkan anaknya kepada Kakek Neneknya (baik itu orang tua kandung maupun mertua).

Mengingat saya juga ibu yang bekerja, saya pribadi berdoa keempat orang tua saya selalu sehat dan bisa menjadi orang yang kami percayai hingga bisa membantu kami untuk dititipi, mengasuh dan mendidik anak-anak kami kelak. Sejalan dalam pola pengasuhan dan pendidikan karakternya nanti, kami tentu saja terlebih dahulu akan belajar dari mereka dan melengkapinya dengan pola pengasuhan yang baik yang banyak diajarkan di internet.

Jadi, jika ditanyakan lagi tentang menitipkan anak ke kakek nenek, Yay or Nay? Aku sih Yess.. #Eh :D tetap lihat kondisi dong ya...

Teman-teman sendiri bagaimana? Atau ada tambahan alasan lain? Share di kolom komentar ya ;)

Read more

10 Nov 2017

Sibuk Menggeluti Gym Sebagai Hobi? Simak Tipsnya Di Sini!

Hai gengsss, selamat Hari Pahlawan ya.. Pada upacara gak nih? Hehe

Eh, ingat gak kemarin saya membahas tentang hobi yang di bayar? Every body dreams banget gak sih? :)  Seperti yang sama-sama kita ketahui, melakukan hobi itu biasanya membuat kita lupa waktu, karena apa? Karena kita senang melakukannya, selain itu hobi biasanya mendatangkan manfaat baik sekedar perasaan senang maupun manfaat kesehatan lainnya.

Seperti olahraga di Gym atau fitness yang merupakan jenis olahraga yang sekarang ini banyak digemari oleh anak-anak muda di Indonesia. Bagi teman-teman yang ingin menekuni olahraga ini, penting sekali menambah pengetahuan tentang gym lebih lanjut agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal lagi. Di sini, saya akan memberikan beberapa tips yang bisa digunakan bagi yang ingin menekuni olahraga di gym.

Sumber: pixabay

Tenentukan target yang diinginkan
Jika teman-teman ingin menekuni olahraga ini, teman-teman harus menentukan target yang ingin dicapai, misalnya ketika ingin menambah berat badan atau mengurangi berat badan, serta jadikan beberapa orang sebagai contoh yang sukses membentuk badannya untuk memberi motivasi pada diri sendiri.

Buat agenda latihan yang pas
Membuat agenda latihan sangatlah penting untuk menentukan suksesnya program latihan yang akan dilakukan. Karena olahraga ini membutuhkan ketekunan dan juga konsistensi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Teman-teman bisa menyesuaikan hobi ini dengan jadwal keseharian supaya tidak bentrok

Cari kelengkapan dan suplement gym yang cocok
Untuk melengkapi hobi ini teman-teman harus jeli memilih dan membeli perlengkapan untuk gym. Di situs online shop seperti Blanja.com teman-teman bisa memilih berbagai macam kebutuhan untuk melengkapi hobi ini. Seperti suplement gym, tas dan pakaian gym serta masih banyak yang lainnya. Selain itu, Blanja juga memberikan promo yang menarik setiap harinya dan menjadi salah satu pilihan yang praktis yang bisa teman-teman pilih. Karena selain menjamin kualitas barang, situs online shop Blanja juga menjamin keamanan transaksi para pembeli.

Cari pengetahuan seputar gym sebanyak-banyaknya
Nah tips yang terakhir adalah teman-teman harus mencari pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang hobi gym ini. Salah satunya seperti teknik yang benar saat latihan atau mencari suplemen yang cocok untuk latihan, sampai pada penggunaan alat fitnes yang baik dan benar.

Nah itu tadi adalah beberapa tips yang bisa teman-teman gunakan ketika memiliki hobi olahraga di gym,  agar bisa lebih maksimal untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Selain itu teman-teman juga bisa lebih mengenal hobi yang saat ini digeluti.

Read more

26 Oct 2017

Hobi Yang Dibayar, Bukankah Itu Mimpi Setiap Orang?

Dulu, waktu saya masih menghabiskan banyak waktu di depan TV. Selain menikmati acara TV, mengagumi keindahan alam yang disajikan, saya juga sibuk berdecak kagum dalam hati, menghabiskan jatah iri pada host acara yang bisa berkeliling ke berbagai potongan surga yang berserakan di muka bumi ini sambil terus menerima bayaran.

Yup! Dulu saya sangat iri pada host acara jalan-jalan yang bertugas mempromosikan keindahan alam Indonesia kepada para penontonnya. Udah tau ya acaranya?

Bener.. My Trip My Adventure!!


Saya yang suka jalan-jalan ini membayangkan bagaimana menyenangkannya jika hobi saya tersebut bisa berjalan seiring dengan kebutuhan ekonomi mendasar setiap manusia. Uang.. Every body need it right?

Ya.. walaupun saya juga sadar bahwa tidak selamanya hal itu akan menyenangkan, akan ada duka juga pastinya, sama seperti pekerjaan lain, tapi bukankah melakukan hal yang disenangi/menjadi hobi itu akan membuat bekerja terasa seperti tidak sedang bekerja? :)

Sekarang...

Saya melepas besarnya rasa iri itu seiring merenggangnya hubungan saya dengan TV. :p Gak ding.

Jujur saja, selain tahu diri pihak TV tidak akan menerima saya, rasanya tidak mungkin melepas pekerjaan yang sudah saya jalani selama lebih dari 12 tahun ini. Dan sebut saja saya menemukan "jalan" untuk hobi yang sudah saya lakukan secara amatiran sejak zaman diary menjadi sahabat baik anak perempuan.

Menulis

Mungkin tidak seprofesional teman-teman yang menulis buku mulai dari antologi sampai buku yang hanya memajang namanya sendiri sebagai penulis. Blog menjadi jalan saya mewujudkan hobi yang dibayar.

Baca juga: Menjadi Bloger yang Merdeka

Sedikit saya ambilkan latar belakang pembuatan blog ini dari About Irly yang bisa dilihat di header blog:
Blog ini saya buat atas keinginan berbagi pengalaman dan hikmah selama bertugas di lapangan. Pengalaman yang tentu saja menyenangkan karena bisa bersosialisasi dekat dengan masyarakat. Walaupun tidak jarang dibutuhkan hati yang kuat karena selain rintangan selalu ada, kisah menyentuh hati juga bisa muncul tanpa terduga.
Sampai akhirnyapun saya sudah tidak terlibat langsung dengan lapangan saat ini, saya berharap pengalaman dan hikmah yang saya temui dalam kehidupan sehari-hari bisa saya sampaikan melalui blog ini.
Belakangan, blog ini saya buat mengikuti passion saya, tidak hanya mencoba berbagi tapi juga mengikuti hobi.
Daannn.. belakangan juga saya baru tahu bahwa blog ini, kesenangan curhat menulis ini, bisa menghasilkan, walaupun tak banyak, walaupun kadang tawaran datang dengan sendirinya, walaupun kadang kami sesama bloger juga harus mengisi form kerjasama yang tak berujung.

Naah kaaaan.. Curhat lagii.. Haha..

Oke, saya cuma memberi gambaran saja, bahwa ada jalan untuk membuat mimpi itu menjadi nyata, dan tak melulu harus jalan-jalan atau menulis blog. Seperti yang dituliskan Mak Diah Alsa di tulisan berjudul Hobby yang dibayar ada banyak profesi yang berawal dari sekedar hobi, misalnya fotografi, memasak, menulis, desain ataupun crafting.

Tidak punya hobi yang sama dengan yang sudah disebutkan di atas? Santai, tulisan di atas bukan patokan baku atau batasan terhadap jenis hobi yang bisa menghasilkan kok. Misalnya nih ya, kamu sukanya main lego, tinggal dilihat peluang usahanya seperti apa, mungkin bisa dibentuk jadi action figure dan dipasarkan ke grup atau komunitas yang suka mengoleksi pajangan action figure.

Atau mungkin kamu hobinya belanja, (ini saya juga sih, hehe..) Jadi kamu bisa menyalurkan hobi belanja tersebut dengan berbelanja langsung atau belanja online melalui tempat berbelanja terpercaya seperti hijup.com dan menjualnya kembali dengan mengambil sedikit keuntungan. Percaya deh, tidak semua orang punya waktu untuk memilah-milih pakaiannya di internet, yang notabene dianggap mudah dan murah sekalipun, target pasarnya ya mereka-mereka ini. Ssst.. saya sudah mencoba lhoo ^^
Intinya, kalau mau mencoba dan berusaha mencari tahu, akan ada jalan untuk mewujudkan hobi yang dibayar. Iya gak? :)

Jadi, hobi kalian apa teman-teman? Sudah bisa menghasilkan kebahagiaan batin dan ekonomi juga? Hihi..

Share di kolom komentar ya ^^
Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...