8 Dec 2016

Kau Tahu Apa?!

Kau tahu apa?
Hanya melihat komplek rumahku
Kau sudah mencela isi dapurku
Seolah kau tahu bagaimana aku menyalakan kompor

Kau tahu apa?
Hanya melihat nama kantorku
Kau sudah mencibir caraku bekerja
Seolah kau tahu bagaimana aku melalui hari tanpa meracau


Kau tahu apa?
Hanya melihat nama keluargaku
Kau sudah menghina kami 7 turunan
Seolah kau tahu bagaimana kami dibesarkan

Kau tahu apa?
Hanya dengan mengetahui berat badanku
Kau sudah mengkritik besar piringku
Seolah kau tau bagaimana caraku mengunyah

Kau tahu apa?
Hanya dengan melihat itu semua
Kau sudah bisa dengan detail menjelekkanku
Seolah kau sudah mengenalku lama

Kau tahu apa?
Bertemu saja kita belum pernah
Rumah dan kantorkupun belum pernah kau masuki
Kenapa buru-buru menilai?

Kau tahu apa?
Kulit tubuhku yang kau lihat
Kau caci habis-habisan kerja organ dalamku
Ilmu kesehatanpun tak punya

Kau tahu apa rasanya jadi aku?
Kau tahu apa enaknya jadi aku?
Kau tahu apa sedihnya jadi aku?
Kau tahu apa bersyukurnya jadi aku?

Kau tahu apa?
Tahupun kau tak berhak
Mengacungkan telunjuk lewat mulutmu
Melukai hati yang tak pernah kau besarkan


Kendari, 27 April 2016
***
Teman-teman, mari sedikit merenung, seberapa banyak kita menjatuhkan penilaian kepada orang lain? Seberapa sering penilaian yang kita buat itu meleset, bahkan jauh.

Kadang, hanya karena alasan "standar kebiasaan" entah itu kebiasaan diri kita sendiri ataupun kebiasaan yang sudah umum di masyarakat, kita lalu buru-buru menjatuhkan penilaian bahwa orang ini begini.

Kadang, hanya dengan melihat 1 hal saja yang berhubungan dengan orang tersebut, kita bahkan sudah menilai detail yang bahkan tidak pernah kita lihat, kita lalu buru-buru menjatuhkan penilaian bahwa orang itu begitu.

Menilai saja sudah cukup menjerumuskan kita pada hal yang salah, sayangnya kita bahkan menambahkan kesalahan itu dengan menindaklanjutinya dengan tuduhan, dibicarakan kepada orang lain. Membuat kesalahan dengan sistem MLM. Hebat sekali kita.

Tapi kalau tahu betul bagaimana?

Baca lagi bait terakhir puisi di atas ya..

PS: Membaca tulisan Mbak Nur Islah berjudul Jangan Hanya Menilai yang Tampak Oleh Mata saya jadi ingat saya punya puisi diatas. Sekalian saja buat ngumpulin PR Collaborative Writing.. :)

Tulisan ini semoga jadi pengingat untuk saya pribadi dan kita semua.

Read more

7 Dec 2016

Seru dan Puasnya Makan Kepiting Tanpa Piring!

Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari pulau Sulawesi yang dikelilingi lautan adalah provinsi yang kaya akan hasil laut. Berbagai jenis ikan tersedia melimpah ruah sebagai hadiah dari alam. Begitu juga kepiting yang beberapa tahun terakhir ini disajikan tidak hanya dengan menjaga kualitas rasa tapi juga dengan uniknya cara penyajian.


Kendari tidak ingin ketinggalan menyajikan hal yang unik bagi warganya. Sudah sering melihat kepiting disajikan di atas meja tanpa wadah kan? Yup! Kepitingnya dibiarkan berkeliaran berjalan ke sana ke mari disajikan tanpa wadah apapun, di atas meja, begitu juga nasinya, tanpa piring. Kecuali air kobokan dan minuman tentu saja. LOL.

Bukannya kami ndeso ya, lihat sih sudah sering, hanya rasa ingin tahu, menjadikannya pengalaman pribadi sungguh sebuah hal yang menantang untuk kami lakukan. Sebenarnya bisa saja kami membeli kepiting, lalu masak lada hitam dan menyajikannya di meja makan sendiri tanpa memakai piring. Tapi sebelum kepitingnya habis, nikmatnya rasa kepiting akan hilang karena kami makan sambil diomeli oleh ibu kami di rumah. LOL

Hahah.. Sudah deh ngebanyolnya, yuk ke tempat makannya.. Makan puas tanpa diomeli ibu di rumah! :D

Dimana?

Kendari Town Square (K-Toz)
All we known about ikut makan kepiting kekinian adalah di K-Toz. Tapi K-Toz sudah tidak seperti dulu lagi kawan, K-Toz sebagai tempat makan dengan konsep Food Court di sebuah lapangan terbuka dengan payung warna-warni sebagai atapnya kini sudah menjadi tempat yang lebih cozy, dengan konsep yang lebih keren. Hanya menyebut K-Toz sebagai petunjuk tempat makan kepiting sebenarnya cukup menyesatkan. Ada banyak tempat makan di tempat ini. That's why you have to mention Boegis Resto.

Boegis Resto 
Beruntungnya saat memasuki area K-Toz kami yang celingak-celinguk kebingungan disapa dengan ramah oleh karyawan yang bertugas di area makan. Dari Mbak ramah itulah kemudian saya diarahkan ke Boegis Resto (BR) setelah bertanya dengan polosnya "Kalau mau makan kepiting , di mana ya?" *Pasang muka tembok

Jadi, jika ingin ikut ndeso mencicipi kepiting seperti saya, saat memasuki area dekat panggung, carilah Boegis Resto di sebelah kanan. Tempatnya terlihat cukup sepi, bukan seperti cafe untuk makan pada umumnya yang menghias diri dengan dekorasi lighting dan wallpaper yang instagram-able. Tempat makan ini tampaknya mengandalkan menu sebagai daya tariknya. Lagipula memang deretan meja dan kursi makan di depan panggung sudah bagian dari semua tempat makan di dalamnya kan? Termasuk untuk BR.

Kamipun memesan tanpa ba bi bu, karena memang kami yang lupa membalik menunya, di bagian belakang itulah ada menu lain yang bisa dipilih. Kami sebelumnya berpikir, Resto tersebut memang spesialis menu kepiting. *Maafkan Baim Ya Allah..

Seru dan Puasnya Makan Kepiting Tanpa Piring
Dengan semboyan Berani Kotor Pasti Kenyang, kami mulai makan dengan beringas excited. Menu kepiting lada hitam yang masih mengepulkan asap dituang ke atas meja yang sudah lebih dulu dilapisi plastik. 1 paket kepiting ini sudah termasuk nasi dan es tehnya.


Lain yang diharapkan, lain yang di dapatkan. Ingin makan kepiting, ternyata kepiting lada hitam ini juga dimasak bersama berbagi jenis makanan laut lainnya seperti udang, cumi-cumi dan kerang, which's good for us.Haha.. Untuk mengimbangi rasa gurih hewan-hewan khas laut ini, ada banyak potongan nanas dan jagung untuk memberi rasa manis dan asam. Kami cukup senang dengan komposisinya, jadi rasanya tidak monoton.

Makan tanpa wadah itu, rasanya.. bebas! Kalau sudah begini, makan di tempat nongkrong sambil menjalankan sunnah Rasul malah paling afdhol, makan menggunakan tangan saja! Ruang gerak tangan untuk memilih jenis makanan mana yang ingin dipilih juga tidak terbatas, kotor ya kotor saja, yang penting kenyang!

Harga, Porsi dan Rasa
Porsi yang ditawarkan BR ini ada tiga; Small untuk dua orang, Medium untuk empat orang dan Large untuk enam orang. Karena kami hanya berdua jadi kami memesan porsi untuk dua orang. Yang ternyata.. Lebih besar porsinya makan akan semakin hemat biaya yang harus dikeluarkan. Jadi, karena kami wanita yang tidak mau rugi, kami.. tetap memilih porsi dua orang.#Plakk

Gimana gak galau, seharusnya kami datang ramai-ramai, jadi harganya bisa lebih hemat. Nah.. penasaran kan berapa harganya? :D
Lebih rame, lebih asik, lebih murah!

Dibalik menunya ternyata masih banyak menu yang lain

Ngomong-ngomong soal porsi, porsi untuk dua orang ini bikin saya dan teman saya cukup terduduk lama karena kekenyangan. Banyak!! Menurut saya sih, untuk perempuan, porsi dua orang ini bisa dimakan berempat. Selama makannya gak kelaparan banget. :p Untuk laki-laki, dua orang cukup, empat orang juga bisa tapi kemungkinan makannya malu-malu. :D


Untuk soal rasa.. sebenarnya lumayan, tapi rasa lada hitamnya tanggung, too much black pepper yet not spicy. Mungkin karena kami memaksa menghabiskan porsi besar tersebut, akhirnya berasa enek. Kembali lagi, masalah selera saja. Tapi overall enak kok. ^^

Oh ya, sebenarnya K-Toz ini masih dalam masa "trial opening". Masih terus berbenah. Masih dalam tahap ini menurut saya sudah lumayan bagus lho. Sepertinya K-Toz ini akan lebih baik lagi nantinya, melihat adanya ancang-ancang untuk membuka  sebuah Trick Eye Museum pada lantai dua nya. Entah kapan. We'll see..

1 lagi nilai tambah dari K-Toz ini, karyawan yang bertugas di area meja makannya super ramah dan cepat tanggap. Kami segera disapa saat melihat kami kebingungan. Disaat kami memutuskan membatalkan pesanan minuman karena ternyata belakangan baru tahu kepiting yang kami pesan sudah 1 paket dengan minumannyapun si Mbak baik hati itu juga tidak menunjukkan reaksi atau raut wajah yang tidak bikin selera makan jadi down. Semoga rejekinya semakin baik ya Mbak.^^

Kendari Town Square (K-Toz)

Jl. Saranani (Depan Singapore Kopitiam)

Jam Operasional :
Senin -Jumat : 09.00 - 23.30
Sabtu- Minggu : 09.00 - 00.30
Read more

6 Dec 2016

Run For Indonesia, Bukan Sekadar #KawanLari

Tanggal 7 Desember nanti Run For Indonesia (RFI) pusat akan berulang tahun yang ke-2. RFI Kendari sendiri pada 23 November yang lalu baru berulang tahun yang pertama. Sudahlah ya.. dirangkaikan saja blogpost-nya. :)


Saya bergabung di RFI Kendari sejak awal April 2016. Sebenarnya sudah beberapa bulan mengetahui komunitas ini karena salah satu teman juga sudah lebih dulu bergabung. Tapi beberapa hal menyebabkan saya baru bergabung secara tidak sengaja. LOL

Tapi kita tidak akan panjang lebar membahas bagaimana saya bergabung di blogpost kali ini, next time mungkin ya.. disertai FAQ tentang RFI Kendari.

Kali ini mari lebih mengenal Run For Indonesia. :)

Awal Terbentuknya RFI
Run For Indonesia atau disingkat RFI adalah komunitas lari yang lahir pada saat lebih dari 150 penggemar olahraga lari dari Indonesia turut serta dalam event lari Standard Chartered Marathon Singapore (SCMS), 7 Desember 2014. Pada event SCMS tersebut, para pelari telah turun di race dengan memakai jersey bertuliskan ”Run For Indonesia”. Pada mulanya jersey tersebut dikenakan dengan maksud untuk memudahkan sesama pelari saling mengenal saat berada di course, sekaligus mengkampanyekan kebiasaan sehat orang Indonesia kepada masyarakat Singapura, dan pelari mancanegara yang berpartisipasi pada race tersebut.

Selanjutnya setelah usai SCHM, para pengemar olahraga lari tersebut tetap berkumpul dan berlatih bersama. Mereka kemudian sepakat kembali bersama mengikuti sejumlah race berikut. Diantaranya adalah Mercedes Benz Club 10K,  21 Desember 2014 di Jakarta. Untuk mengikat persaudaraan diantara pelari, maka atas pemikiran beberapa anggota penggagas dibentuklah Komunitas Run For Indonesia (RFI).

Belakangan terbentuk sub RFI sesuai jenisnya, seperti RFI Trail dan RFI Thriathlon, sudah mengukir prestasi di podium maupun urusan charity. 

"Lari sama charity dimana nyambungnya?"

Ihh.. gampang mah kalau cuma urusan nyambung-nyambungin.. cuss dibaca dulu..

Jersey RFI, di depan jersey selalu tersemat bendera Merah Putih :)

Program RFI
Kegiatan RFI tidak hanya seputar berlari dan mengikuti race bersama saja, tambahan pengetahuan untuk anggota bahkan kegiatan charitypun telah berlangsung secara berkesinambungan di komunitas ini. Apa saja program-programnya?

1. Selabang, Kelabang dan Sableng
Sabar.. sabar.. tidak ada hubungannya dengan hewan yang menakutkan atau aksi damai 212 kemarin. :p Jadi ketiga nama di atas itu adalah singkatan, secara berurutan, kepanjangannya adalah Selasa Lari Bareng, Kamis Lari Bareng dan Sabtu Lari Bareng atau program jemput #KawanLari. Gimana.. gimana? Sudah hafal? Kalau Anggota pasti hafal dong ya? :D

"Eh, kayaknya pernah lihat ada yang berlari menggunakan jersey RFI dihari Minggu deh!"

Gak salah, Saat Car Free Day #KawanLari memang sering berlari di sekitar Jl. MH. Thamrin dan Jl. Jendral Sudirman. Sapa aja.. Ikutan lari bareng juga gapapa. :)

2. RFI Clinic
Kegiatannya adalah pembekalan teori sekaligus praktik berlari dengan didampingi coach yang diikuti peserta yang memiliki target tertentu. Misalnya ingin dapat berlari dengan benar, dll.

3. RFI Charity
Seperti yang saya ceritakan di atas, RFI melalui RFI Trail, saat ini juga tengah terlibat aktif dalam kegiatan charity yang diwujudkan dengan mendukung pembangunan sanggar belajar di Cisadon, Bogor.

Dan yang juga sedang berlangsung sekarang adalah keterlibatan 27 orang #KawanLari dalam ajang NusantaRun Chapter 4. NusantaRun adalah sebuah gerakan berlari dari satu kota ke kota lain di Indonesia sambil berkontribusi bagi daerah yang dilalui.

Salurkan sumbangan teman-teman kesini yaa :)
Rek BCA 44 112 69552 
A.n Eka Yulianda Enani Putra

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu Yayasan Intan Permata yang berlokasi di Purwokerto, tepatnya di Jalan Brigjend Katamso Rt. 004/001 Purwokerto. SMP Intan Permata memiliki murid yang terdiri dari anak kurang mampu dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). SMP Intan Permata hingga saat ini masih menumpang di tanah waqaf, begitu pula untuk TK/PAUD yang keberadaannya masih menumpang di ruang sempit di sebelah masjid.


Jumlah Anggota RFI
Dikelola oleh beberapa pengurus seperti; Willy Sanjaya, Andre Ismangun, Safrita Aryana Hermawan dan beberapa anggota lainnya, saat ini anggota RFI telah 1.970 orang yang terdaftar secara resmi. Dari jumlah tersebut sekitar 600 anggota berada di luar ibu kota, antara lain; Bandung, Makassar, Kendari, Sorowako dan Balikpapan. Setiap daerah dipimpin oleh seorang kapten sebagai koordinator di daerah.

Anggota RFI sangat heterogen dengan berbagai latar belakang pendidikan dan profesi. Dokter, pengusaha, konsultan, pengacara, banker, karyawan, mahasiswa, ASN.. apapun profesinya, membaur menjadi 1 saat menjadi #KawanLari. We talk about passion, right? And we have it as a member of run For Indonesia. *Proud 

Ok, let's have a deeper story about this community...

Bukan Sekadar #KawanLari
RFI yang mempunyai semboyan #KawanLari ini dalam prakteknya, sebenarnya tidak konsisten terhadap semboyannya. Karena pengalaman sejak saya bergabung adalah para kawan lari ini hadir dalam banyak lini kehidupan saya. Kawan lari iya, kawan nonton iya, kawan jalan-jalan iya, kawan karaokean iya, kawan bakti sosial iya, kawan makan apalagi! LOL

Lavya Gaesss :*

Yang saya ceritakan ini tentu saja bukan saya saja yang merasakan. Semua anggota (terutama di RFI Kendari) pasti merasakan. #KawanLari kemudian menjadi seperti keluarga, yang siap membantu jika diantara kami ada yang membutuhkan bantuan, dari hal remeh temeh seperti menanyakan toko obat, sampai bantuan donor darah jika ada anggota atau keluarga anggota yang membutuhkan, tanpa diminta apalagi saat diminta.

#KawanLari bukan hanya kawan di atas aspal saja, hubungan kami di RFI tidak hanya dimulai saat pemanasan-lari-pendinginan lalu kemudian pamit saja. Ada semangat dan kesedihan yang sama saat seorang kawan berhasil mencapai sesuatu ataupun mengalami sebuah musibah. Kami merasakannya bahkan saat tidak mengenakan sepatu lari kami.

#KompakSalingJaga

Dari cerita teman saat mengikuti race di luar daerah (saya belum pernah ikut race, hiks), hanya keluar menggunakan jersey RFI saja ia sudah bertambah banyak teman. Ah.. senang rasanya.. Tidak race pun begitu sih, kadang teman ada dinas di luar kota, tapi menyempatkan olahraga dan menggunakan jersey RFI, dapat teman lagi dong, bakal ditegur kalau tahu sesama RFI.

Apalagi saat race, #KawanLari bukan sekedar semboyan, tapi juga penerapan loyalitas. Tidak satu pun anggota RFI akan ditinggal sehingga merasa sendirian saat race. Dengan demikian, mereka yang baru pertama kali race dengan kecepatan yang relatif pelan akan didampingi oleh sesama anggota RFI yang pada setiap race akan melakukannya dengan keinginan sendiri atau pun ditugaskan untuk itu. No one left behind. So sweet gak sih? :)


Harapan Untuk RFI
Di ulang tahun yang ke-2 ini saya berharap RFI tumbuh semakin besar, tidak hanya dari segi angka tapi juga kekeluargaan dan solidaritas yang sudah terbangun, semakin solid dan kompak. Terus memberi dan menyebarkan impresi positif melalui kegiatan-kegiatannya.

Oh ya, kedepannya juga saya berharap RFI mempunyai website. Kasih saran boleh dong. hehe..

Selamat Ulang Tahun RFIku. Semoga selalu sehat komunitas dan seluruh anggotanya! Let's run together!

From : 1164 ❤

Run For Indonesia

Sumber:
Profil RFI, ditulis oleh Safrita Aryana
http://dunialari.com/event/nusantarun-2016/
Read more

1 Dec 2016

Maaf.. Aku Membencimu

Maaf.. aku benci tanpa pernah mengenalmu
Maaf.. kutatap kau dengan tatapan terburuk
Maaf.. kuhardik kau di dalam hatiku
Maaf.. bernafas di dekatmupun aku tak mau


Tapi.. kenapa harus kau buang sampahmu sembarangan?
Tapi.. kenapa harus kau biarkan ruangan tak terpakai dengan AC dan lampu yang menyala?
Tapi.. kenapa harus kau bicarakan keburukan sahabatmu sendiri?
Tapi.. kenapa tak kau telan sendiri asap rokokmu?

Tolonglah.. bantu aku menjadi lebih baik..
Simpan sampahmu, hemat listrik di tempat kita, belajarlah untuk tidak ghibah, telan asap rokokmu
Aku sudah kebanyakan dosa, mungkin kamu juga
Mari kita sama-sama menjadi lebih baik

Kendari, 6 Mei 2016 - 11.26 PM

Bukannya tidak pernah menegur, memberi tahu dengan baik.
Kadang orangnya memang sudah memenuhkan gelasnya, tak ingin diisi lagi oleh hal-hal yang dianggapnya hanya tetesan tak berguna.
So, beginilah salah satu cara saya mengunakan media puisi (oh,well.. saya menggapnya puisi.. puisi bebas :D)
Read more

30 Nov 2016

Menjer, Telaga yang Damai dan Menenangkan

Hari berjalan lambat, biasanya dihari lebaran, Idul Adha sekalipun, kami akan sibuk silaturrahim dengan tetangga dan keluarga besar. Lalu sibuk merencanakan jadwal nyekar ke makan kakek dan nenek. Tapi tidak pada Idul Adha 12 September yang lalu, setelah sedikit bersalam-salaman dengan keluarga Bos, makan, istirahat, kamipun diantar ke sebuah tempat wisata, Telaga Menjer.

Baca Juga: Lebaran Pertama Jauh Dari Orang Tua


Kami tiba di Telaga Menjer sekitar pukul 2 siang, walau begitu, tidak ada perasaan gerah yang menghampiri kami, udara terasa sejuk bahkan cenderung dingin akan terasa jika tepat berada di bibir telaga. Kami bebas mengengelilingi tempat itu tanpa takut berkeringat. Ah.. tempat ini menenangkan, saya langsung mendapatkan kesan itu begitu saya mulai melewati loket pembelian karcis.


Karcis kami bayar seharga Rp. 3.000, ditambah karcis memasuki butterfly park seharga Rp. 2.000. Total Rp. 5.000/orang, murah meriah (entah bisa membeli karcis hanya untuk masuk telaga saja atau tidak) dengan WC yang bersih dan air yang jernih plus dingin. Langsung bahas WC, soalnya sebelum masuk saya singgah dulu, kebetulan WCnya berada tepat di samping loket.
Di sebelah kiri loket ini pintu masuk dan ada toilet juga, di sebelah kirinya ada Masjid.

Telaga Menjer ini fasilitasnya terbilang lengkap, ada Masjid, lapangan parkir yang luas, pedagang makanan, kudapan, dan fasilitas penyewaan rakit jika ingin berkeliling di dalam telaga, oh ya, ada toulet yang unik juga! Untuk berkeliling di dalam telaga, penumpang akan dikenakan biaya Rp. 15.000/orang dengan durasi sekitar 30 menit. Dan setelah mengamati bahwa tempat ini lebih cantik diamati dari atas, maka sayapun memilih berkeliling di darat saja.

Yang besar itu Warung Apung

Puas berkeliling di bibir telaga, saya akhirnya memutuskan ngobrol dengan bapak paruh baya yang menawarkan jasa keliling telaga. Darinyalah saya mendapatkan info harga dan durasi dari jasa yang ditawarkannya itu.


Selama berkeliling, kerap kali saya berpapasan dengan seorang wanita yang membawa baki berisi makanan dan minuman yang masih mengepulkan hawa panasnya ke dalam kawasan telaga, Ia sibuk membawakan pesanan dari orang-orang yang ingin menyantap makanan di dalam kawasan telaga. Makanan/minumannya bisa disantap di mana saja, bahkan saat mengelilingi telaga. Asik ya? ^^


Masih ingin berkeliling sayapun naik ke bukit kecil di sebelah kiri tangga, di bukit ini ternyata lebih asik, selain bisa menikmati pemandangan, fasilitasnya lebih lengkap karena terdapat beberapa gazebo dan bangku-bangku dari kayu yang dibuat menyebar dengan taman yang masih agak gersang.

Membayangkan mengetik blogpost di bangku ini sambil memangku laptop dan kudapan, nyaman!
Sayangnya saya tidak ke bagian kanan teaga, entahlah.. saya tidak melihat ada yang lebih menarik di sebelah sana. Oh ya, saya juga tidak sempat ke butterfly park, mungkin di sebelah kanan sana. Entah memang papan petunjuk yang tidak ada atau saya yang kurang memperhatikan. Saya cukup puas dengan pemandangan dari atas bukit di sebelah kiri. Dari awal sampai akhir kesan telaga ini tetap sama, damai dan menenangkan.

Sejak masuk saya menerka-nerka, tempat apa ini, ternyata toilet.
Unik ya?! ^^

Telaga Menjer
Buka setiap hari
Pukul 8.00 - 17.30
Karcis masuk Rp. 5.000/orang

Read more

28 Nov 2016

Optimis, Bentuk Kepercayaan Kepada Tuhan

Sebelumnya saya klarifikasi terlebih dahulu. Tulisan ini adalah tanggapan atas tulisan Mbak April Hamsa yang berjudul Cara Membangun Optimisme Supaya Tetap Semangat Menjalani Hidup di website Kumpulan Emak Blogger.

Kami bertugas menanggapi tulisan tersebut, dan yang terpikir di kepala saya adalah judul di atas. Mungkin akan banyak membahas dengan latar belakang agama saya, walau saya juga yakin di agama lain, optimisme tentu diajarkan. Saya bahas dengan bernuansa Islam, sesuai dengan pengetahuan dan ranah berbicara saya. Terbayang hal lain? Abaikan..


OPTIMISTIC, a must have character
Berbicara tentang optimisme, saya meyakininya sebagai sifat dasar yang harus dimiliki oleh mahluk ciptaan-Nya. Kalau tidak ada optimisme pada diri kita, rasanya kita akan cenderung/gampang berputus asa. Saya sendiri menjadikan kepercayaan kepada Tuhan sebagai pondasi pemikiran saya.

Pengetahuan saya tentang agama mungkin masih cetek, tapi kepercayaan saya kepada Tuhanlah yang menjadi alasan saya memiliki sifat ini. Saya percaya Tuhan itu ada dan Dia akan membersamai setiap niat baik dan derap langkah saat ini, tertatih sekalipun, Ia akan mengamati setiap usaha, detail, tak alpa sedikitpun. Saya merasa beruntung lekat dengan sifat ini, saat ini dan semoga istiqomah.. Insya Allah..

Kenapa saya begitu yakin? Apa karena hidup saya yang saya rasa anteng-anteng saja? Tidak ada skandal ((SKANDAL)) besar selain kekhawatiran orang-orang terhadap umur saya yang belum juga menikah. Tidak ada yang perlu saya khawatirkan, selain keinginan-keinginan yang harus saya kontrol agar tidak melaju mendahului kebutuhan saya. Yup.. they called it gaya hidup. Godaannya besar cyintt.. dan kontrolnya ada pada diri kita sendiri

Oke.. skip ya.. sudah mulai keluar jalur pembahasan.

OPTIMISTIC, make your life easier
Optimisme bagi saya mempermudah hidup. Saya selalu percaya Allah punya rencana-Nya untuk saya. Yang terbaik, menurut-Nya, bukan menurut saya. Kita pasti sudah sangat familiar dengan ayat 216 di surah Al Baqarah ini:


Selain ayat di atas, pegangan saya agar tetap optimis adalah:


Optimis tetap khuznudzon, hidup juga akan lebih mudah.


OPTIMIS, bukan berarti bebas dari kekhawatiran
Jadi, hidup saya bebas dari khawatir dong? Haha.. tidak juga, saya tentu saja masih khawatir terlambat masuk kantor, khawatir saat listrik padamnya lama sedangkan baterai HP sudah sekarat padahal menunggu telepon penting tapi power bank juga lupa diisi ulang dayanya. Khawatir kecil-kecilanlah.. yang tidak terlalu banyak membakar lemak di tubuh. LOL

Khawatir berlebihan yang tentu saja lawan sifat dari optimis itu tidak saya pelihara. Untuk itu saya menempatkan batasan terhadap hal-hal mana saja yang boleh saya khawatirkan. Untuk hal-hal yang sudah menjadi rahasia Allah, tidak perlu dikhawatirkan selama kita sudah berusaha dan berdoa. Berbeda halnya dengan yang memang harus diusahakan dan menjadi hasil dari kerja keras kita. Kita wajib khawatir dalam batas yang wajar, sambil didorong dengan doa, usaha dan optimisme yang kuat agar segera terwujud.


So far, resep saya agar tetap optimis menjalani hidup adalah percaya bahwa Allah menjaga saya (tentu saja saya harus menjaga diri terlebih dahulu), dan untuk hal-hal yang sudah menjadi rahasia-Nya (you know what I mean, right?) saya tidak perlu banyak melepas energi untuk khawatir. Tetap optimis menjalani hidup!

Teman-teman punya resep apa agar tetap optimis? Share yuk!^^
Read more

24 Nov 2016

Cara Kita Saling Meninggalkan


Ma..
Pa..
Hanya berpikir mengenai hal ini
Aku sudah sedih

Pasti akan terasa lucu melihatku begini
Kalian bahkan tak akan percaya tentang pikiranku
Aku berpikir tentang kematian
Bagaimana kita akan berpisah


Ma..
Pa..
Apa kalian tahu bagaimana aku selalu berdoa?
Apa kalian tahu bagaimana aku berjanji pada diriku sendiri?

Aku berdoa
Agar jika diantara kita ada yang meninggal
Allah mengembalikan kita dalam keadaan utuh
Utuh jasad maupun keimanan

Aku berdoa
Agar Allah yang menguasai langit dan bumi
Memanggil kita dalam keadaan khusnul khotimah
Dan diberikan pertolongan di akhirat kelak

Akupun berjanji
Takkan menangis jika itu terjadi
Lalu aku mengubahnya lagi
Takkan terlalu bersedih walau tak bisa menahan tangis

Akupun tersadar
Mungkin tak bisa memenuhi janji itu
Karna setiap waktu yang diberi
Menyadarkan bagaimana aku sangat menyayangi kalian

Tapi aku juga tahu
Bahwa boleh jadi aku yang lebih dulu pergi
Doaku tetap sama
Tapi kutambahkan agar kalian lebih tegar dari janjiku sendiri

*My Room, 09.21 PM, 290216 - Mengetik ditengah air mata yang mengalir seiring kata..

Tetaplah sehat, Mama.. Bapak, Adik-adik.. Hatiku tidak akan pernah siap dengan perpisahan yang pasti terjadi..

Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...