6 Dec 2016

Run For Indonesia, Bukan Sekadar #KawanLari

Tanggal 7 Desember nanti Run For Indonesia (RFI) pusat akan berulang tahun yang ke-2. RFI Kendari sendiri pada 23 November yang lalu baru berulang tahun yang pertama. Sudahlah ya.. dirangkaikan saja blogpost-nya. :)


Saya bergabung di RFI Kendari sejak awal April 2016. Sebenarnya sudah beberapa bulan mengetahui komunitas ini karena salah satu teman juga sudah lebih dulu bergabung. Tapi beberapa hal menyebabkan saya baru bergabung secara tidak sengaja. LOL

Tapi kita tidak akan panjang lebar membahas bagaimana saya bergabung di blogpost kali ini, next time mungkin ya.. disertai FAQ tentang RFI Kendari.

Kali ini mari lebih mengenal Run For Indonesia. :)

Awal Terbentuknya RFI
Run For Indonesia atau disingkat RFI adalah komunitas lari yang lahir pada saat lebih dari 150 penggemar olahraga lari dari Indonesia turut serta dalam event lari Standard Chartered Marathon Singapore (SCMS), 7 Desember 2014. Pada event SCMS tersebut, para pelari telah turun di race dengan memakai jersey bertuliskan ”Run For Indonesia”. Pada mulanya jersey tersebut dikenakan dengan maksud untuk memudahkan sesama pelari saling mengenal saat berada di course, sekaligus mengkampanyekan kebiasaan sehat orang Indonesia kepada masyarakat Singapura, dan pelari mancanegara yang berpartisipasi pada race tersebut.

Selanjutnya setelah usai SCHM, para pengemar olahraga lari tersebut tetap berkumpul dan berlatih bersama. Mereka kemudian sepakat kembali bersama mengikuti sejumlah race berikut. Diantaranya adalah Mercedes Benz Club 10K,  21 Desember 2014 di Jakarta. Untuk mengikat persaudaraan diantara pelari, maka atas pemikiran beberapa anggota penggagas dibentuklah Komunitas Run For Indonesia (RFI).

Belakangan terbentuk sub RFI sesuai jenisnya, seperti RFI Trail dan RFI Thriathlon, sudah mengukir prestasi di podium maupun urusan charity. 

"Lari sama charity dimana nyambungnya?"

Ihh.. gampang mah kalau cuma urusan nyambung-nyambungin.. cuss dibaca dulu..

Jersey RFI, di depan jersey selalu tersemat bendera Merah Putih :)

Program RFI
Kegiatan RFI tidak hanya seputar berlari dan mengikuti race bersama saja, tambahan pengetahuan untuk anggota bahkan kegiatan charitypun telah berlangsung secara berkesinambungan di komunitas ini. Apa saja program-programnya?

1. Selabang, Kelabang dan Sableng
Sabar.. sabar.. tidak ada hubungannya dengan hewan yang menakutkan atau aksi damai 212 kemarin. :p Jadi ketiga nama di atas itu adalah singkatan, secara berurutan, kepanjangannya adalah Selasa Lari Bareng, Kamis Lari Bareng dan Sabtu Lari Bareng atau program jemput #KawanLari. Gimana.. gimana? Sudah hafal? Kalau Anggota pasti hafal dong ya? :D

"Eh, kayaknya pernah lihat ada yang berlari menggunakan jersey RFI dihari Minggu deh!"

Gak salah, Saat Car Free Day #KawanLari memang sering berlari di sekitar Jl. MH. Thamrin dan Jl. Jendral Sudirman. Sapa aja.. Ikutan lari bareng juga gapapa. :)

2. RFI Clinic
Kegiatannya adalah pembekalan teori sekaligus praktik berlari dengan didampingi coach yang diikuti peserta yang memiliki target tertentu. Misalnya ingin dapat berlari dengan benar, dll.

3. RFI Charity
Seperti yang saya ceritakan di atas, RFI melalui RFI Trail, saat ini juga tengah terlibat aktif dalam kegiatan charity yang diwujudkan dengan mendukung pembangunan sanggar belajar di Cisadon, Bogor.

Dan yang juga sedang berlangsung sekarang adalah keterlibatan 27 orang #KawanLari dalam ajang NusantaRun Chapter 4. NusantaRun adalah sebuah gerakan berlari dari satu kota ke kota lain di Indonesia sambil berkontribusi bagi daerah yang dilalui.

Salurkan sumbangan teman-teman kesini yaa :)
Rek BCA 44 112 69552 
A.n Eka Yulianda Enani Putra

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu Yayasan Intan Permata yang berlokasi di Purwokerto, tepatnya di Jalan Brigjend Katamso Rt. 004/001 Purwokerto. SMP Intan Permata memiliki murid yang terdiri dari anak kurang mampu dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). SMP Intan Permata hingga saat ini masih menumpang di tanah waqaf, begitu pula untuk TK/PAUD yang keberadaannya masih menumpang di ruang sempit di sebelah masjid.


Jumlah Anggota RFI
Dikelola oleh beberapa pengurus seperti; Willy Sanjaya, Andre Ismangun, Safrita Aryana Hermawan dan beberapa anggota lainnya, saat ini anggota RFI telah 1.970 orang yang terdaftar secara resmi. Dari jumlah tersebut sekitar 600 anggota berada di luar ibu kota, antara lain; Bandung, Makassar, Kendari, Sorowako dan Balikpapan. Setiap daerah dipimpin oleh seorang kapten sebagai koordinator di daerah.

Anggota RFI sangat homogen dengan berbagai latar belakang pendidikan dan profesi. Dokter, pengusaha, konsultan, pengacara, banker, karyawan, mahasiswa, ASN.. apapun profesinya, membaur menjadi 1 saat menjadi #KawanLari. We talk about passion, right? And we have it as a member of run For Indonesia. *Proud 

Ok, let's have a deeper story about this community...

Bukan Sekadar #KawanLari
RFI yang mempunyai semboyan #KawanLari ini dalam prakteknya, sebenarnya tidak konsisten terhadap semboyannya. Karena pengalaman sejak saya bergabung adalah para kawan lari ini hadir dalam banyak lini kehidupan saya. Kawan lari iya, kawan nonton iya, kawan jalan-jalan iya, kawan karaokean iya, kawan bakti sosial iya, kawan makan apalagi! LOL

Lavya Gaesss :*

Yang saya ceritakan ini tentu saja bukan saya saja yang merasakan. Semua anggota (terutama di RFI Kendari) pasti merasakan. #KawanLari kemudian menjadi seperti keluarga, yang siap membantu jika diantara kami ada yang membutuhkan bantuan, dari hal remeh temeh seperti menanyakan toko obat, sampai bantuan donor darah jika ada anggota atau keluarga anggota yang membutuhkan, tanpa diminta apalagi saat diminta.

#KawanLari bukan hanya kawan di atas aspal saja, hubungan kami di RFI tidak hanya dimulai saat pemanasan-lari-pendinginan lalu kemudian pamit saja. Ada semangat dan kesedihan yang sama saat seorang kawan berhasil mencapai sesuatu ataupun mengalami sebuah musibah. Kami merasakannya bahkan saat tidak mengenakan sepatu lari kami.

#KompakSalingJaga

Dari cerita teman saat mengikuti race di luar daerah (saya belum pernah ikut race, hiks), hanya keluar menggunakan jersey RFI saja ia sudah bertambah banyak teman. Ah.. senang rasanya.. Tidak race pun begitu sih, kadang teman ada dinas di luar kota, tapi menyempatkan olahraga dan menggunakan jersey RFI, dapat teman lagi dong, bakal ditegur kalau tahu sesama RFI.

Apalagi saat race, #KawanLari bukan sekedar semboyan, tapi juga penerapan loyalitas. Tidak satu pun anggota RFI akan ditinggal sehingga merasa sendirian saat race. Dengan demikian, mereka yang baru pertama kali race dengan kecepatan yang relatif pelan akan didampingi oleh sesama anggota RFI yang pada setiap race akan melakukannya dengan keinginan sendiri atau pun ditugaskan untuk itu. No one left behind. So sweet gak sih? :)


Harapan Untuk RFI
Di ulang tahun yang ke-2 ini saya berharap RFI tumbuh semakin besar, tidak hanya dari segi angka tapi juga kekeluargaan dan solidaritas yang sudah terbangun, semakin solid dan kompak. Terus memberi dan menyebarkan impresi positif melalui kegiatan-kegiatannya.

Oh ya, kedepannya juga saya berharap RFI mempunyai website. Kasih saran boleh dong. hehe..

Selamat Ulang Tahun RFIku. Semoga selalu sehat komunitas dan seluruh anggotanya! Let's run together!

From : 1164 ❤

Run For Indonesia

Sumber:
Profil RFI, ditulis oleh Safrita Aryana
http://dunialari.com/event/nusantarun-2016/
Read more

1 Dec 2016

Maaf.. Aku Membencimu

Maaf.. aku benci tanpa pernah mengenalmu
Maaf.. kutatap kau dengan tatapan terburuk
Maaf.. kuhardik kau di dalam hatiku
Maaf.. bernafas di dekatmupun aku tak mau


Tapi.. kenapa harus kau buang sampahmu sembarangan?
Tapi.. kenapa harus kau biarkan ruangan tak terpakai dengan AC dan lampu yang menyala?
Tapi.. kenapa harus kau bicarakan keburukan sahabatmu sendiri?
Tapi.. kenapa tak kau telan sendiri asap rokokmu?

Tolonglah.. bantu aku menjadi lebih baik..
Simpan sampahmu, hemat listrik di tempat kita, belajarlah untuk tidak ghibah, telan asap rokokmu
Aku sudah kebanyakan dosa, mungkin kamu juga
Mari kita sama-sama menjadi lebih baik

Kendari, 6 Mei 2016 - 11.26 PM

Bukannya tidak pernah menegur, memberi tahu dengan baik.
Kadang orangnya memang sudah memenuhkan gelasnya, tak ingin diisi lagi oleh hal-hal yang dianggapnya hanya tetesan tak berguna.
So, beginilah salah satu cara saya mengunakan media puisi (oh,well.. saya menggapnya puisi.. puisi bebas :D)
Read more

30 Nov 2016

Menjer, Telaga yang Damai dan Menenangkan

Hari berjalan lambat, biasanya dihari lebaran, Idul Adha sekalipun, kami akan sibuk silaturrahim dengan tetangga dan keluarga besar. Lalu sibuk merencanakan jadwal nyekar ke makan kakek dan nenek. Tapi tidak pada Idul Adha 12 September yang lalu, setelah sedikit bersalam-salaman dengan keluarga Bos, makan, istirahat, kamipun diantar ke sebuah tempat wisata, Telaga Menjer.

Baca Juga: Lebaran Pertama Jauh Dari Orang Tua


Kami tiba di Telaga Menjer sekitar pukul 2 siang, walau begitu, tidak ada perasaan gerah yang menghampiri kami, udara terasa sejuk bahkan cenderung dingin akan terasa jika tepat berada di bibir telaga. Kami bebas mengengelilingi tempat itu tanpa takut berkeringat. Ah.. tempat ini menenangkan, saya langsung mendapatkan kesan itu begitu saya mulai melewati loket pembelian karcis.


Karcis kami bayar seharga Rp. 3.000, ditambah karcis memasuki butterfly park seharga Rp. 2.000. Total Rp. 5.000/orang, murah meriah (entah bisa membeli karcis hanya untuk masuk telaga saja atau tidak) dengan WC yang bersih dan air yang jernih plus dingin. Langsung bahas WC, soalnya sebelum masuk saya singgah dulu, kebetulan WCnya berada tepat di samping loket.
Di sebelah kiri loket ini pintu masuk dan ada toilet juga, di sebelah kirinya ada Masjid.

Telaga Menjer ini fasilitasnya terbilang lengkap, ada Masjid, lapangan parkir yang luas, pedagang makanan, kudapan, dan fasilitas penyewaan rakit jika ingin berkeliling di dalam telaga, oh ya, ada toulet yang unik juga! Untuk berkeliling di dalam telaga, penumpang akan dikenakan biaya Rp. 15.000/orang dengan durasi sekitar 30 menit. Dan setelah mengamati bahwa tempat ini lebih cantik diamati dari atas, maka sayapun memilih berkeliling di darat saja.

Yang besar itu Warung Apung

Puas berkeliling di bibir telaga, saya akhirnya memutuskan ngobrol dengan bapak paruh baya yang menawarkan jasa keliling telaga. Darinyalah saya mendapatkan info harga dan durasi dari jasa yang ditawarkannya itu.


Selama berkeliling, kerap kali saya berpapasan dengan seorang wanita yang membawa baki berisi makanan dan minuman yang masih mengepulkan hawa panasnya ke dalam kawasan telaga, Ia sibuk membawakan pesanan dari orang-orang yang ingin menyantap makanan di dalam kawasan telaga. Makanan/minumannya bisa disantap di mana saja, bahkan saat mengelilingi telaga. Asik ya? ^^


Masih ingin berkeliling sayapun naik ke bukit kecil di sebelah kiri tangga, di bukit ini ternyata lebih asik, selain bisa menikmati pemandangan, fasilitasnya lebih lengkap karena terdapat beberapa gazebo dan bangku-bangku dari kayu yang dibuat menyebar dengan taman yang masih agak gersang.

Membayangkan mengetik blogpost di bangku ini sambil memangku laptop dan kudapan, nyaman!
Sayangnya saya tidak ke bagian kanan teaga, entahlah.. saya tidak melihat ada yang lebih menarik di sebelah sana. Oh ya, saya juga tidak sempat ke butterfly park, mungkin di sebelah kanan sana. Entah memang papan petunjuk yang tidak ada atau saya yang kurang memperhatikan. Saya cukup puas dengan pemandangan dari atas bukit di sebelah kiri. Dari awal sampai akhir kesan telaga ini tetap sama, damai dan menenangkan.

Sejak masuk saya menerka-nerka, tempat apa ini, ternyata toilet.
Unik ya?! ^^

Telaga Menjer
Buka setiap hari
Pukul 8.00 - 17.30
Karcis masuk Rp. 5.000/orang

Read more

28 Nov 2016

Optimis, Bentuk Kepercayaan Kepada Tuhan

Sebelumnya saya klarifikasi terlebih dahulu. Tulisan ini adalah tanggapan atas tulisan Mbak April Hamsa yang berjudul Cara Membangun Optimisme Supaya Tetap Semangat Menjalani Hidup di website Kumpulan Emak Blogger.

Kami bertugas menanggapi tulisan tersebut, dan yang terpikir di kepala saya adalah judul di atas. Mungkin akan banyak membahas dengan latar belakang agama saya, walau saya juga yakin di agama lain, optimisme tentu diajarkan. Saya bahas dengan bernuansa Islam, sesuai dengan pengetahuan dan ranah berbicara saya. Terbayang hal lain? Abaikan..


OPTIMISTIC, a must have character
Berbicara tentang optimisme, saya meyakininya sebagai sifat dasar yang harus dimiliki oleh mahluk ciptaan-Nya. Kalau tidak ada optimisme pada diri kita, rasanya kita akan cenderung/gampang berputus asa. Saya sendiri menjadikan kepercayaan kepada Tuhan sebagai pondasi pemikiran saya.

Pengetahuan saya tentang agama mungkin masih cetek, tapi kepercayaan saya kepada Tuhanlah yang menjadi alasan saya memiliki sifat ini. Saya percaya Tuhan itu ada dan Dia akan membersamai setiap niat baik dan derap langkah saat ini, tertatih sekalipun, Ia akan mengamati setiap usaha, detail, tak alpa sedikitpun. Saya merasa beruntung lekat dengan sifat ini, saat ini dan semoga istiqomah.. Insya Allah..

Kenapa saya begitu yakin? Apa karena hidup saya yang saya rasa anteng-anteng saja? Tidak ada skandal ((SKANDAL)) besar selain kekhawatiran orang-orang terhadap umur saya yang belum juga menikah. Tidak ada yang perlu saya khawatirkan, selain keinginan-keinginan yang harus saya kontrol agar tidak melaju mendahului kebutuhan saya. Yup.. they called it gaya hidup. Godaannya besar cyintt.. dan kontrolnya ada pada diri kita sendiri

Oke.. skip ya.. sudah mulai keluar jalur pembahasan.

OPTIMISTIC, make your life easier
Optimisme bagi saya mempermudah hidup. Saya selalu percaya Allah punya rencana-Nya untuk saya. Yang terbaik, menurut-Nya, bukan menurut saya. Kita pasti sudah sangat familiar dengan ayat 216 di surah Al Baqarah ini:


Selain ayat di atas, pegangan saya agar tetap optimis adalah:


Optimis tetap khuznudzon, hidup juga akan lebih mudah.


OPTIMIS, bukan berarti bebas dari kekhawatiran
Jadi, hidup saya bebas dari khawatir dong? Haha.. tidak juga, saya tentu saja masih khawatir terlambat masuk kantor, khawatir saat listrik padamnya lama sedangkan baterai HP sudah sekarat padahal menunggu telepon penting tapi power bank juga lupa diisi ulang dayanya. Khawatir kecil-kecilanlah.. yang tidak terlalu banyak membakar lemak di tubuh. LOL

Khawatir berlebihan yang tentu saja lawan sifat dari optimis itu tidak saya pelihara. Untuk itu saya menempatkan batasan terhadap hal-hal mana saja yang boleh saya khawatirkan. Untuk hal-hal yang sudah menjadi rahasia Allah, tidak perlu dikhawatirkan selama kita sudah berusaha dan berdoa. Berbeda halnya dengan yang memang harus diusahakan dan menjadi hasil dari kerja keras kita. Kita wajib khawatir dalam batas yang wajar, sambil didorong dengan doa, usaha dan optimisme yang kuat agar segera terwujud.


So far, resep saya agar tetap optimis menjalani hidup adalah percaya bahwa Allah menjaga saya (tentu saja saya harus menjaga diri terlebih dahulu), dan untuk hal-hal yang sudah menjadi rahasia-Nya (you know what I mean, right?) saya tidak perlu banyak melepas energi untuk khawatir. Tetap optimis menjalani hidup!

Teman-teman punya resep apa agar tetap optimis? Share yuk!^^
Read more

24 Nov 2016

Cara Kita Saling Meninggalkan


Ma..
Pa..
Hanya berpikir mengenai hal ini
Aku sudah sedih

Pasti akan terasa lucu melihatku begini
Kalian bahkan tak akan percaya tentang pikiranku
Aku berpikir tentang kematian
Bagaimana kita akan berpisah


Ma..
Pa..
Apa kalian tahu bagaimana aku selalu berdoa?
Apa kalian tahu bagaimana aku berjanji pada diriku sendiri?

Aku berdoa
Agar jika diantara kita ada yang meninggal
Allah mengembalikan kita dalam keadaan utuh
Utuh jasad maupun keimanan

Aku berdoa
Agar Allah yang menguasai langit dan bumi
Memanggil kita dalam keadaan khusnul khotimah
Dan diberikan pertolongan di akhirat kelak

Akupun berjanji
Takkan menangis jika itu terjadi
Lalu aku mengubahnya lagi
Takkan terlalu bersedih walau tak bisa menahan tangis

Akupun tersadar
Mungkin tak bisa memenuhi janji itu
Karna setiap waktu yang diberi
Menyadarkan bagaimana aku sangat menyayangi kalian

Tapi aku juga tahu
Bahwa boleh jadi aku yang lebih dulu pergi
Doaku tetap sama
Tapi kutambahkan agar kalian lebih tegar dari janjiku sendiri

*My Room, 09.21 PM, 290216 - Mengetik ditengah air mata yang mengalir seiring kata..

Tetaplah sehat, Mama.. Bapak, Adik-adik.. Hatiku tidak akan pernah siap dengan perpisahan yang pasti terjadi..

Read more

23 Nov 2016

Ingin Pergi Ke Pesta? Jadikan 5 Baju Muslimah Elegan Ini Sebagai Outfitmu!


Siapa yang suka menghadiri pesta pernikahan? Sini, tos dulu! Hehe.. Saya termasuk yang suka menghadiri undangan yang diberikan. Walaupun masih jalan sendiri, saya gak takut dicecar pertanyaan-pertanyaan kapan menyusul dan sederet pertanyaan lainnya. Kenapa? Ya karna selain untuk menghormati yang memberi undangan, saya berhak dong ikut merasakan kebahagiaan teman atau keluarga yang mengundang saya. Saya tidak ingin berhenti menghadiri undangan hanya karena pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Saya ini cewek tegar lho, kak! LOL

Baca juga: Pertanyaan dan Pernyataan Tidak Berperasaan Tentang Menikah

Tapi ya, yang namanya perempuan, kalau urusan pakaian selalu saja merasa pakaiannya kurang, apalagi pakaian pesta, dimusim pesta. Ada kan ya musim pesta? Hihi..



Nah, meskipun sering berpergian ke acara pesta, Anda biasanya tetap kebingungan untuk memilih baju muslimah yang tepat untuk menghadiri acara pesta yang akan Anda datangi. Ada banyak jenis look yang bisa ditampilkan pada setiap acara pesta. Jika acara yang ingin dihadiri adalah acara formal, maka sebaiknya Anda memilih baju muslimah yang bisa membuat Anda terlihat lebih elegan dan berkelas. Berikut ini adalah lima alternatif baju muslimah yang elegan yang bisa dipakai saat pergi ke pesta formal.

1. Kaftan
Tren dress dengan gaya mediterania ini muncul di tahun 2012 dan terus digandrungi hingga sekarang. Untuk kaftan, bisa memakai hijab dengan gaya timur tengah, biarkan kain hijab melilit lekat di kepalamu agar detail ornamen kaftan yang berada di leher terlihat jelas. Untuk Anda yang berbadan besar, jenis dress ini bisa jadi pilihan yang paling cocok. 

2. Abaya
Abaya merupakan gaun panjang berwarna hitam yang biasa dipakai oleh wanita muslimah. Gaun ini berasal dari semenanjung Arab. Abaya memiliki desain yang simpel dan sangat cantik untuk dikenakan. Berkat gaun berwarna hitam yang dihiasi dengan payet-payet di bagian lengan dan dada gaun akan menampilkan look yang elegan dan menampilkan kesan yang mewah pada penampilan. 

Abaya sangat cocok untuk dikenakan pada setiap acara pesta formal yang Anda kunjungi. Selain itu, abaya juga mudah untuk di mix and match dengan item fashion lainnya sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk tampil elegan di pesta yang akan Anda datangi.

3. Baju Muslimah Batik
Siapa bilang kalau pakaian tradisional itu kuno? Saya malah baru membeli lagi baju jenis ini saat main ke Jogja kemarin. Dengan menggunakan baju muslimah atau long dress batikkita bisa tetap tampil elegan dan tidak membosankan karena motif batik di setiap daerah sangat beragam. 


Ke pesta dengan long dress batik? Siapa takut! ^^

Oleh karena itu agar tetap tampil elegan dengan nuansa batik, Anda bisa memadupadankan kain batik yang Anda miliki dengan bahan lainnya sehingga long dress Anda akan terlihat menjadi lebih anggun dan klasik bila dibandingkan dengan long dress wanita lainnya yang menghadiri acara pesta yang Anda datangi. Dengan kemudahan berbelanja sekarang ini, Anda bisa membeli berbagai macam long dress batik di online shop apalagi banyak diskon MatahariMall. 

4. Baju Muslimah Berbahan Satin
Kain satin merupakan salah satu kain yang dapat menampilkan look anggun. Meskipun mudah kusut, bahannya yang "jatuh" namun tidak membentuk lekuk tubuhlah yang memberikan kesan elegan. Oleh karena itu tidak heran jika kain satin sering dijadikan sebagai alternatif bahan untuk menghadiri undangan pesta. Anda masih bisa menyiasati gaun berbahan satin yang mudah kusut dengan memakai outer motif dengan warna yang senada dengan gaun satin yang Anda miliki.

5. Baju Muslimah Berbahan Brokat
Brokat saat ini tidak bisa lagi dianggap bahan untuk orang tua saja. Brokat saat ini digemari banyak kalangan, mulai dari yang tua sampai yang muda. Bahan brokat ini juga tidak ketinggalan updatenya dengan motif batik yang terus berkembang. Saya biasanya membuat baju pesta dengan mengkombinasikan bahan satin dengan brokat, tinggal memilih motif dan warna brokat dan menentukan model yang tepat, dijamin elegan bukan hanya sekedar kesan!

Nah, 5 baju muslimah di atas mungkin sudah menjadi keseharian teman-teman jika ke pesta ya? Untuk teman-teman yang masih bingung bisa menjadikan 5 poin di atas sebagai panduan jika ingin menjahit atau membeli baju muslimah untuk pesta.

Kalau saya sih kebanyakan baju pestanya perpaduan poin 4 dan 5. Alasannya ya karena sifat bahan satin dan berkembangnya motif brokat di atas. Tapi kalau pestanya itu jam kantor, ya sudah hadirinya pakai pakaian kantor saja. Kalau teman-teman bagaimana?

Read more

21 Nov 2016

Lebaran Pertama Jauh dari Orang Tua

Tiba-tiba pengen nulis tentang Lebaran Idul Adha 12 September yang lalu, hari itu adalah lebaran pertama saya yang jauh dari orang tua. Selama ini, sekere' dan sejauh apapun saya merantau *halah.. paling jauh juga merantau ke Jakarta 😆* saya akan selalu pulang berlebaran bersama orang tua.


Dalang dari semua ini adalah gratisan! Dengan iming-iming jalan-jalan gratis, sayapun menggadaikan waktu berlebaran bersama keluarga *maafkan anakmu Mama 🙏*. Dengan persetujuan orang tua dan motivasi kalimat "Kapan lagi?!" sayapun ikut keluarga Bos untuk berlebaran di Wonosobo, kampung halaman orang, yang tidak saya ketahui ada di halaman berapa baru pertama kali saya hirup udaranya. Begitupun dengan Jogja yang menjadi tempat transit kami sebelum ke kota ini.

Baca juga: Jogjakarta, Kota dalam Doa

Lebaran kali ini tidak seheboh biasanya, tidak ada aktivitas begadang melampaui batas bersama Mama, tidak mendengar mama memberikan instruksi bersih-bersih ke adik-adik, tidak ada khawatir akan terlambat shalat Idul Adha karena masih ngurusin masakan yang sebenarnya tidak akan lari kemana -mana itu, tidak ada rutinitas lebaran yang jika saya berumur lebih panjang dari Mama pasti akan saya rindukan. Dan untuk saat itu saya menikmati malam Idul Adha yang damai, khusyu mendengar takbir bersahut-sahutan lalu kemudian tertidur tanpa rasa lelah.

Kami berencana shalat IdulAdha di Alun-alun Wonosobo, tempat yang sudah rutin dijadikan tempat pelaksanaan shalat yang bersifat Fardhu Kifayah untuk umat muslim. Pagi-pagi sekali kami sudah mandi dengan tentu saja dinginnya sejuknya air pegunungan, berpakaian rapi dan menjemput Mbah (Ibu kandung Bos) lalu kemudian berjalan sekitar 400an meter menuju Alun-alun.

Kami tiba dengan keadaan rumput lapangan yang masih basah oleh embun, jamaah shalat juga masih belum banyak yang datang, sekitar 35 menit kemudian shaf sudah rapat, saya menawarkan diri jadi baby sitter untuk cucu Bos karena sedang berhalangan. Berharap ibunya bisa shalat dengan khusyu dan saya kecipratan sedikit pahala *itung-itungan banget sih!*.
Ampun ya sayangg, gak gitu juga ngeliatinnya 😓

Oh ya, karena ini lebaran pertama saya di luar Kendari, saya jadi punya tambahan pengetahuan. Bukan sesuatu yang sangat spesial tapi saya melihat cara menjalankan celengan dengan cara yang sangat efisien, ketimbang harus menyuruh anak-anak kecil untuk berkeliling membawa sajadah sebagai tempat meletakkan uang. Cara yang mungkin malah bisa membawa najis karena terinjak oleh anak-anak tersebut. Cara yang selama ini dipakai di lingkungan kami melaksanakan shalat hari raya.
Sepulang dari shalat Idul Adha saya kembali menambah pengalaman, for the first time in my life, kami langsung singgah di angkringan! Sesuatu yang nggak banget untuk keluarga kami. Kami singgah (masih bersama Mbah dan kursi rodanya) minum minuman hangat seperti kopi, susu, teh, kopi susu dan melahap roti bakar yang terasa nikmat sekali. Entah karena dibakar menggunakan arang atau memang saya excited saja merasakan hal baru sambil cheating sarapan yang jarang saya lakukan.

IG Khusus makanan yang saya buat, boleh difollow lho temans, Insya Allah follow back, sama seperti akun IG utama @irlyisme *Iya ini promosi.LOL*

Serius, saya merasa inilah lebaran saya yang paling santai, biasanya kami (terutama anak perempuan seperti saya) akan sibuk dengan urusan dapur, entah di rumah sendiri atau di rumah tante, gak boleh terlihat santai seperti di pantai. Kerja..kerja.. kerja. #Eh

Setelah kegiatan makan sayapun berkebun. LOL.. Oke.. ralat, memetik buah jambu kristal di halaman belakang rumah Bos, kemudian duduk-duduk santai sambil mengunyah dan menelepon keluarga di gazebo tengah kolam, duh.. nyamannaaa.. nyaman banget!

Gazebo yang dikelilingi oleh pohon jambu kristal, pilih mana suka ^^

Saking nyamannya saya kemudian ke kamar untuk shalat dan tidur siang (biasanya ngantuk level berapapun jarang bisa tidur siang), eh.. beberapa jam kemudian tiba-tiba ada panggilan, entah akan kemana, saya ikut saja tapi power bank dan tongsis siaga di dalam tas saya. Kemana? Ke tempat wisata! Disambung nanti yah! :D


Punya cerita lebaran paling santai juga? Santainya gimana? Share yuk! ^^

Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...