28 Jul 2016

Keranda Imajiner

Saat tawa menyapa
Bahagia membumi
Tak sedikitpun tersungging senyum di bibirmu
Tak ada alasan bahkan untuk tersenyum katamu

Lalu sedih datang bertemankan perih
Menghujani setiap hati orang yang peka
Kau tak jua mengernyitkan dahi
Tak ada alasan untuk bersedih katamu

Duniamu tak terjangkau
Kau tak membumi
Tidak pula melangit
Kau menggantung tak ingin menyatu

Kucoba mengulurkan tangan
Bahkan hati untuk menolongmu
Tapi kau tak bergeming
Kau cinta dan merasa pantas berada di situ

Di keranda imajiner yang kau cipta
Yang kau bangun diatas angin
Tak terjangkau makhluk bumi
Menunggu sapaan makhluk langit

Kau sebenarnya hanya butuh lompat
Untuk memulai hubunganmu dengan makhluk bumi
Kau sebenarnya hanya perlu mencari landasan berupa jurang
Agar tak lelah menunggu makhluk langit

Tapi kau takut
Terlalu takut bahkan untuk sekedar berbahagia
Padahal kau menahanku
Meminta waktuku

Kaupun melepaskan semuanya
Termasuk tanganku yang mengulur padamu
Aku tak terluka, semua sudah ku ukur
Tapi tidak dengan makhluk bumi yang menyaksikan kita

Kau duduk tergugu di keranda imajiner
Menunggu Mikail menjemputmu sambil bersajak
Kau lupa melihat ke bawah
Banyak hal yang kau sebabkan dibawah keranda imajinermu


April 2016 

Read more

27 Jul 2016

Eye Liner Stylo - The One | Eye Liner yang Cocok untuk Pemula

Hai.. di Rabu review kali ini saya ingin memberikan review tentang kosmetik.

Well, saya sebenarnya tidak ahli dengan kosmetik, tapi seperti biasa, untuk hal-hal yang kece saya selalu semangat membahasnya! ^^


Kosmetik yang ingin saya bahas adalah eye liner. Sebenarnya kalau diingat-ingat lagi rasanya lucu, saya awalnya selalu menolak kalau ditawari eye liner, alasannya simpel, saya gak bisa pakenya! LOL

Dan akhirnya tahun lalu saya mencoba eye liner stylo dari The One, produk dari Oriflame. Bentuknya yang menyerupai pena meyakinkan saya untuk mencoba. Mungkin akan lebih mudah diaplikasikan, tebak saya.
Bentuknya mini, kualitasnya oke! 

Dan benar saja, dengan sifatnya yang cair dan bermata tajam, pengguna pemula seperti saya awalnya masih apply and error dan butuh waktu lama untuk selesai bisa menggunakannya dengan lebih baik dalam waktu yang singkat. :D

Matanya yang tajam memudahkan pengguna
menyesuaikan ketebalan yang diinginkan.

Dengan kata lain, walaupun Anda pemula, baru ingin mencoba/belajar menggunakan eye liner, produk ini layak dipertimbangkan. Apalagi kalau sudah sangat terbiasa menggunakan eye liner, akan sangat mudah menggunakannya.


Yang juga saya sukai dari produk ini adalah, sekalipun tidak berlabel water resist tapi tidak serta merta menjadikan mata penggunanya seperti mata panda saat berwudhu atau sedang berkeringat, eye linernya tahan kecuali digosok.

Hanya menggunakan eye liner

Eye Liner Stylo - The One
Harga Normal: Rp. 139.000
Repurchase : Yess, I did
Read more

25 Jul 2016

4 Cara Memindahkan Kontak Dari HP Non-Android ke HP Android

Ganti HP bukanlah perkara yang mudah, selain butuh uang untuk membeli HP yang baru kita juga seringkali dipusingkan oleh permasalahan pemindahan kontak dari HP lama ke HP baru, dan HP dijaman kekinian ini sudah sangat berkiblat pada OS yang berbasis Android maupun IoS
Selanjutnya saya bahas Android karena menggunakan smartphone dengan OS Android ya..

Sejak tahun 2012, saya sudah familiar dengan Android, adanya Galaxy Note 1 sangat membantu saya dalam melaksanakan aktivitas terutama kegiatan me time bersama deretan drama dan variety show Korea :D.


Tapi, saya tidak ambil pusing dengan yang namanya pindah kontak, karena di Note 1 itu memang hanya digunakan untuk nonton dan internetan saja, sedangkan untuk berkomunikasi, saya menggunakan HP Blackberry (BB). Dan saat memberi reward pada diri sendiri Oktober tahun lalu, saya memutuskan membeli HP lain untuk berjaga karena BB memang sering kali mengalami koma tanpa opname.

Nah, saat si BB sudah semakin sering koma, saya memutuskan untuk segera menyalin kontak, dan kegiatan ini tidak gampang. Siapa suruh kontak gak ditaruh di sim card. Fiuhhh.. 

Akhirnya saya memutar otak, bagaimana caranya agar proses pemindahan tersebut tidak terlalu menguras tenaga. Ini sih cara ala saya ya.. kalau ada yang lebih cepat lagi mungkin bisa sekalian di share untuk teman-teman yang membutuhkan.

1. Dari BB ke Android
Sambungkan kedua HP pada internet (melalui paket data atau wifi), kemudian kirim melalui aplikasi chatting seperti BBM atau WA, setelah diterima di Android, kontak yang diterima tadi bisa disimpan, kali ini pastikan anda menyimpannya pada google drive. Cara ini memang lumayan melelahkan, tapi setidaknya kita tidak perlu mengetikkan lagi satu persatu nomor HP yang ingin disimpan.

2. Nokia ke Android
Dalam hal ini saya menggunakan HP Nokia tipe N-73, yang sedihnya justru jauh lebih mudah memindahkan kontak dibanding dari BB ke Android. Cukup dengan menggunakan media bluetooth, sekali kirim, terima, 1 kontak langsung tersimpan. Lega banget rasanya, cepat dan praktis.

3. Meminta pertolongan teman/keluarga
Minta tolong? Trus minta tolong apa? Minta mereka untuk mengirimkan SMS ke nomor yang dipergunakan pada HP baru Anda. Ga usah panjang-panjang, isinya hanya perlu nama saja. Saat sudah diterima Anda bisa langsung menyimpannya. :)

4. Saat tak ada pilihan lain
Saat tidak punya pilihan lagi mau tidak mau Anda harus melakukan olahraga jari dengan mengetikkan satu persatu kontak ke HP baru anda. Melelahkan, tapi kita tentu tidak ingin kehilangan kontak dari keluarga, sahabat, rekan kerja maupun teman-teman.

Nah.. itu dia opsi-opsi yang biasanya saya pakai untuk memindahkan kontak dari HP Non-Android ke HP Android, walaupun cara ke-3 dan ke-4 juga bisa digunakan dari HP manapun. :)

Teman-teman punya cara lain? Share yuk di kolom komentar ;)

Read more

20 Jul 2016

Sup Ubi Waode Aho, Sup Ubi yang Melegenda di Raha

Hai.. ketemu lagi di Rabu Review.. Kali ini saya review tentang makanan ya! ^^

Dari Judul sudah ketahuan ya, saya akan me-review tentang Sup Ubi, sebelumnya saya pernah menulis juga tentang Sup Ubi favorit saya di Kota Kendari, kali ini Sup Ubinya di Raha, Kabupaten Muna. Sedikit penegasan, kami di Sulawesi menyebut singkong sebagai ubi dan ketela rambat sebagai ubi jalar, biar gak ada yang bingung lagi seperti di blogpost sebelumnya yaaa ^^

Baca juga: Sup Ubi Podo Teko


Pernah 7 tahun lebih bertugas di Kota Raha, saya tentu punya tempat makan favorit. Salah satunya adalah Sup Ubi Waode Aho. Warung makan sup ubi yang sederhana ini sebenarnya tidak mempunyai nama, jadi oleh pengunjung diberi nama sesuai nama pemiliknya (sekarang sudah almarhumah). Sekarang usaha ini dilanjutkan oleh suaminya.

Sepi menjelang Maghrib

Sup Ubi Waode Aho adalah salah satu makanan yang sering kali kami (bersama teman kantor) datangi, apalagi saat musim hujan, rasa nikmatnya bertambah karena menjadi penghangat saat cuaca dingin. Pun jika kami tidak sedang ingin menyantap sup ubi, warung makan ini tetap jadi rujukan saat ingin ngemil. Rasa ubi (singkong) gorengnya kawin banget sama sambalnya. Ubinya empuk, sambalnya endess.. enak banget! Oh ya.. sambal untuk ubi gorengnya beda dengan sambal untuk sup ubinya lho!

Seperti umumnya warung makan, meja makannya tentu telah dibekali dengan berbagai jenis bumbu, bedanya (dengan sup ubi Podo Teko) tidak ada lontong ataupun buras di warung makan ini. Tapi pembeli diperbolehkan menambah ubi goreng. Sama saja kan sumber karbohidrat juga? Saya sendiri lebih suka dengan konsep penambahan ubi goreng ini. ^^

Seporsi sup ubi dan ubi goreng lengkap dengan sambal endessnya! ^^

Walaupun produk utama warung makan ini adalah sup ubi, namun pembeli dibolehkan hanya membeli ubi gorengnya saja, penjualnya memang sudah stok banyak ubi, bahkan kadang ubinya baru saja selesai digoreng. Kebayang enaknya ubi goreng hangat dicocol ke sambal. Hmmm... Sayang banget jauh dari Kendari. Makanya waktu libur akhir tahun lalu saya sengaja singgah di kabupaten ini, bernostalgia di tempat wisata maupun kulinernya.

Sup ubinya dijual dengan harga Rp. 13.000/porsi dan ubi gorengnya dijual seharga Rp.5.000/4 potong. Murah meriah dengan rasa yang memuaskan! *Ngeces*

Kalau sempat mengunjungi Kabupaten Muna, cobalah sup ubi yang melegenda di Kota Raha ini, dijamin enak!

Sup Ubi Waode Aho
Jalan Gatot Subroto (Gatsu)
Kelurahan Laiworu
Kecamatan Batalaiworu
Kabupaten Muna
Sulawesi Tenggara
Buka: Setiap hari
Pukul 11.00 - Habis
Read more

18 Jul 2016

Kopi Darat dengan Nurin

Suatu hari saya membaca blogpost tentang cerita mudik, isinya pontang-panting seru ditinggalkan speed boat, kemudian naik speed boat juga  tapi dengan keadaan mesin yang mati di tengah laut, sampai akhirnya saya membaca daerah tujuan mudiknya adalah KENDARI!

Saya membaca ulang, Kendari? Eh.. kok yang punya blog gak bilang-bilang? Nanti saya cegat lho di bandara karna gak izin dulu.. Gubrak.. iya.. siapa saya main cegat-cegat aja?LOL

Saat berkomentar sayapun akhirnya melayangkan petisi protes, tapi tetep sih.. dilanjutin inboks via FB tempat kami lebih sering berkomunikasi selama ini.


Sampai akhirnya di suatu malam yang suram.. bhahah.. iya..suram bokkk.. tempat janjian kita ternyata belum buka. Padahal tempat yang memadai lumayan terbatas (memadai: terang untuk jadi tempat kopdar pertama kali), kebanyakan di daerah KeBi (Kendari Beach) tempat kami janjian itu berlampu agak redup.

Oh ya, saya selalu berandai-andai ke Nurin, Seandainya saja rumah orang tuanya (mertua,red) itu berada di daerah yang tidak begitu asing bagi saya, mungkin saya akan ke rumahnya saja. Trus culik kemana gitu.. tapi karena masalah lokasi dan waktu, saya bisanya malam saja kopdarnya, itupun kabur dulu dari jadwal Kelabang (KEmis LAri BAreNG) kawan-kawan Run For Indonesia. Untung suami Nurin tidak keberatan mengantar istrinya bertemu dengan orang asing saya.

Walaupun gak ikut lari yang penting setor muka :D

Dadakan, kami akhirnya bertemu di Bakso Solo Tipulu. Saya sudah memesan lebih dulu saking laparnya. Haha.. Tidak lama kemudian Nurin akhirnya tiba, sedikit canggung, tapi wajar kan baru pertama bertemu. Lagi pula suasana itu tidak terjadi lama, kami langsung asik membicarakan banyak hal.

Lucky her saya orangnya gak bisa diam and luckiest me.. Nurin nyambung aja diajak cerita.. (Bener nyambung kan Rin?Bhahaha), sayangnya Nurin hanya memesan minuman saja karena sudah kenyang. Sayapun bercerita dan terus mengunyah seorang diri! *Jangan dicontoh.. T_T*

Sebenarnya pengen ajak Nurin wiskul kemana gitu yang bisa sedikit memberi kesan tentang Kendari, sayangnya dari beberapa kuliner yang saya sebutkan Nurin merasa kurang cocok dan juga beberapa tempat yang recommended masih belum buka. *Masakanku aja gimana Rin? Dijamin Nurin gak bakal mau lagi saya ajak kopdar. Hahah..*

1 hal yang saya syukuri adalah, Nurin mau diajak kopdar oleh saya yang cerewet ini.. Berbeda dengan Nurin yang (dari tulisan udah kelihatan) bawaannya kalem. Entah kenapa saya tuh gak ragu kalau mau ketemu orang baru yang walaupun mungkin gak bisa dibilang sangat akrab, yang penting bisa saya percaya. Apalagi datang ke daerah saya.. sangat saya usahakan untuk bertemu, sedikit memberi "perasaan disambut". *Padahal sih aslinya gak ada kerjaan* :D 

Panjang lebar kami bercerita (kebanyakan membahas kampung suaminya yang memang asli dari Sultra) akhirnya waktu menunjukkan pukul 9, kami sempat berfoto sejepret 2 jepret *bahasa apa ini??* Sebelum cipika-cipiki dan say goodbye. Nurin yang kalem tetap memberi kesan yang membekas.. saya sempat di tawarin mungkin mau jalan-jalan ke daerah tugas mereka *Dengan cerita speed boat itu sepertinya saya yang suka jalanpun masih berpikir.. hahah*

Mmm.. wajah Nurin gak gitu juga yaa.. hihi
(Sensor untuk menghormati privasi Nurin yang tidak mengunggah gambar wajahnya di internet)

Jazakillah Nurin sudah mau kopdaran.. jangan nyesel datang ke Kendari ya *Ya enggaklah.. Suaminya orang sini!* jangan kapok ketemu saya maksudnya.. Maafkan kemarin datang dengan perut lapar tangan kosong. Terlalu semangat ketemu Nurin sampai gak kepikiran beli oleh-oleh *Oke saya ngaku, kepikiran tapi lupa!* LOL

Kunjungan berikutnya (panjang umur Insya Allah) semoga bisa ajak Nurin jalan-jalan atau Wiskul. Semoga selalu sehat n bahagia di rantau orang.. ^^

Oh ya.. sehari-hari Nurin nge-blog di Impian Istikmalia jika berkunjung ke blognya teman-teman akan mendapatkan tulisan yang tenang dan sarat hikmah.

Ayo.. siapa lagi yang mau kopdar di Kendari? ^^
Read more

13 Jul 2016

Bokori, Pulau Berpasir Putih yang Nyaris ditinggalkan


Kamis pagi, telepon berdering meminta kami bersiap untuk ke Bokori, keluarga besar, bahkan teman-teman Mama juga bersiap untuk ikut ke Bokori, dengan keluarganya masing-masing, dengan persediaan makanan dari rumah masing-masing, sudah masak ataupun masih mentah.


Cuaca cukup terik saat kami tiba di jembatan penyeberangan, rombongan kami banyak, barang yang dibawapun tidak kalah banyak. Sepupu saya sempat berkelakar "Kita pindah rumah ya?" saking banyaknya barang yang dibawa; garam, cabe, sayuran, peralatan makan, galon, ikan sampai kompor dan tabung gas. Kami siap berwisata, menikmati pantai dengan makanan hangat yang dimakan bersama. PIKNIK! ^^


Bokori, pulau yang beberapa tahun terakhir mulai naik pamor lagi setelah sempat ditinggalkan oleh warga dan wisatawan, yang saya dengar dulu pulau ini akan tenggelam, warga keluar dari pulau dan wisatawan semakin jarang berkunjung. Saya sendiri kembali menyeberang ke pulau tersebut akhir tahun lalu, jadi ini kunjungan kedua setelah "make over" dan dipulihkannya nama baik Pulau Bokori. Semuanya dimulai saat pemda mengadakan acara pergantian tahun di pulau tersebut. Pulau Bokori kembali menjadi destinasi wisata. Semoga bisa mengangkat kondisi perekonomian warga di sekitar pulau.


Penyeberangan ke Pulau Bokori tersedia nyaris di sepanjang jalan Kampung Bajo Mekar, hampir setiap rumah menyediakan jasa penyeberangan ke Pulau Bokori, biayanya sendiri terbilang murah, Rp. 30.000/orang (pergi dan pulang).

Lapangan Voli

Pada November 2015 lalu, Pulau Bokori menjadi tempat dihelatnya turnamen Voli Nasional, salah 1 kegiatan yang diadakan dalam Festival Pesona Pulau Bokori. Dan kedepannya Festival ini direncanakan sebagai agenda tahunan untuk mendongkrak wisata Sulawesi Tenggara. Tidak heran jika Pulau Bokori terus didandani dengan fasilitas-fasilitas yang diharapkan dapat memberi kenyamanan bagi pengunjung. Salah 1 fasilitas yang bisa dinikmati pengunjung adalah bermain Banana Boat dengan tarif Rp.15.000/Orang.


Bahkan dari hasil berbincang-bincang dengan petugas kebersihan pulau, pembangunan di Pulau Bokori terus digenjot juga untuk mempersiapkan kegiatan di bulan Agustus nanti. Bokori boleh dibilang sedang menjadi kesayangan pemerintah provinsi, banyak kegiatan berskala nasional bahkan internasional diarahkan ke pulau ini walau hanya sekedar kegiatan makan malam. (Para raja dijamu makan malam di pulau ini saat Festival Keraton tahun lalu).

Peralatan dan fasilitas yang sedang dalam pengerjaan

Dengan jarak sekitar 12 Km dengan waktu tempuh 25-35 menit dari kota Kendari menuju jembatan penyeberangan dan sekitar 10 menit menuju pulau, Bokori memang layak menjadi salah satu pilihan berwisata di Sulawesi Tenggara. Terlebih lagi kebersihannya manjadi salah 1 faktor yang menjadi perhatian pemerintah. Tinggal bagaimana pengunjung memanfaatkan fasilitas dan alamnya sendiri dengan baik dan amanah.

Tidak terasa waktu berlalu cepat di Bokori, Setelah membersihkan kembali fasilitas yang kami pakai, kamipun pulang dan sampai di rumah tepat saat adzan Maghrib, rumah kami pindah ke kota lagi. LOL

Ponakan sampai gak mau ke darat :D

Gonna miss U all :*

Pulau Bokori
Tempat Penyeberangan: 
Desa Bajo Mekar
Kecamatan Soropia
Kabupaten Konawe

Fasilitas:
1. Cottage (berbayar).
2. Gazebo (Dalam tahap penyelesaian, kemungkinan berbayar).
3. WC Umum dengan air tawar (berbayar).
4. Lapangan Voli (tanpa net).
5. Track untuk pejalan kaki, pesepeda dan jogging.
6. Tempat membakar ikan.


Tips:
1. Menyeberanglah dalam rombongan, semakin banyak orang biaya penyeberangan bisa lebih murah hingga Rp.25.000/orang dengan menggunakan katinting (perahu kecil bermesin)
2. Bawa bekal akan lebih baik, hanya ada 1 penjual di dalam pulau (kecuali jika ada even tertentu).
3. Membawa uang lebih akan lebih baik, mengingat segala hajat "ke belakang" bahkan sekedar ganti pakaian dan membilas tubuh dengan air tawarpun punya tarif sendiri di WC umum.
4. Hubungi kantor pengelola di depan dermaga jika ingin menggunakan fasilitas seperti cottage (mungkin juga gazebo).
5. Jika menyukai snorkeling kamu bisa membawa peralatan untuk menikmati pemandangan bawah laut.
6. Tetap waspada terhadap bulu babi, jangan sampai terinjak dan merusak liburanmu.
7. Selalu berdayakan tempat sampah yang disediakan, kalau tidak mau repot buang sampah, kantongi sampahnya sampai ke rumah. #BuangSampahJanganNyampah

Ibu-ibu pertugas kebersihan Pulau Bokori yang berjasa membantu menjaga kebersihan pulau.
(Mereka digaji, tapi tetap saja kita tidak punya hak mengotori pulau)

Read more

11 Jul 2016

Cerita Lebaran 1437 Hijriah




Hari pertama masuk kerja, liburan terasa singkat karena beberapa hari sebelum IdulFitri kita sudah lebih dulu libur, biasanya kan agak mepet ya? Jadinya waktu libur yang seringkali untuk berkunjung ke rumah-rumah keluarga, sahabat, teman maupun rekan kerja, kebanyakan hanya cukup untuk family time saja. Saya bahkan tidak sempat kemana-mana selain berkunjung ke keluarga inti dan memenuhi janji bertemu teman SD dulu, setiap ingin keluar ada saja tamu yang datang. Alhamdulillah..

Setiap menjalani lebaran pasti ada cerita berbeda, maklum.. setahun bukan waktu yang lama bagi manusia yang dinamis. Begitu juga dengan 6 Juli 2016 yang bertepatan dengan 1 Syawal kemarin.

Tempat kami merayakan lebaran tahun ini masih sama, walaupun sebelumnya saya minta kami mudik ke Wakatobi, tapi ternyata musim ombak, kami tetap di Kendari saja. Situasinya mungkin akan berbeda kalau ada kakek atau nenek di sana, ombakpun akan kami lewati, seperti teman-teman yang tetap mudik walau tahu akan macet di jalan. Iya gak?

Lebaran kami tahun ini lebih ramai, karena sepupu saya pulang bersama istri dan tentu saja ponakan-ponakan lucu saya ke Kendari. Juga ada keluarga yang datang setelah lama tidak pulang ke Kendari. Libur yang terasa lebih pendek ini lebih banyak kami habiskan bersama keluarga.

Seperti biasa kami memasak ketupat dan mendapatkan puluhan lapa-lapa dari teman-teman Mama,I love you lah pokoknya Mom's Genk.LOL Menu juga hampir sama dengan tahun lalu, hanya saja tahun ini tidak ada sup karena kami membuat acar, tepatnya membuatkan acar untuk sepupu mama dan kami hanya menyajikan setengah mangkok acar saja di rumah. Tapi tahun ini rasanya agak ringan pekerjaan di rumah, kesimpulannya, semakin ramping menu, tingkat stress dan capek juga berkurang. Oke Sip! :D

Hari pertama lebaran seperti biasa di depan rumah para tetangga mulai dari anak-anak sampai orang tua sudah berkumpul untuk saling bersalam-salaman, mungkin letak rumah yang berdekatan dengan jalan utama dan berada di pertigaan membuat para tetangga memilih berkumpul dihalaman rumah kami.

Kami tidak lupa ziarah ke makam Nenek dan Om, makam kakek di Baubau jadi Tante di sana yang kebagian ziarah. Jalanan sudah dilebarkan jadi tidak begitu macet separti tahun-tahun sebelumnya, sayangnya mobil yang disetir oleh adik masih saja ada yang serempet saat di belokan, akibat tidak sabar. Kami membiarkan bapak pengendara pergi walau sempat keheranan dengan pola pikirnya.

Sepulang dari makam, perjalanan dilanjutkan ke rumah beberapa keluarga, makan siang di rumah tante yang dibuatin acar dan tidur siang di rumah saya, menyebar mencari kenyamanan masing-masing di kamar, ruang tamu dan ruang tengah, semua terkapar karena mengantuk. Bangun-bangun sudah pada lapar, alhamdulillah makanan ludes. Hari lebaran berikutnya kami sudah makan ikan, sisa mie goreng dan mie instan. Menu terakhir bikin bahagia. LOL

Hari kedua adalah hari masak-masak, DI PULAU! Yeay.. kami liburan ke pulau Bokori dengan fasilitas penuh (Speed dan cottage) dari Om, Alhamdulillah.. bisa kali om kalau liburan ke sana lagi fasilitasnya dipinjemin lagi. #Maunya :D



Cerita lengkap tentang pulau Bokorinya Insya Allah saya tuliskan di Rabu Review.^^

Hari ketiga masih family time, kali ini saya tidak ikut penuh karena kadung janji ketemuan dengan teman-teman SD, dimomen seperti ini yang single biasanya yang lebih available, dari 4 orang yang terkumpul cuma 1 saja teman yang sudah nikah yang bisa hadir, selebihnya kami temu kangen karena memang tidak bertemu lagi sejak lulus SD. Tika, badannya masih imut seperti dulu. Pipit, kami rajin berinteraksi di FB, dan Jumi, kami terlalu sering ketemu dan chat tapi tetap heboh kalau ketemu.^^

Selebihnya sepertinya saya harus berkunjung sepulang kantor, gak enak juga biasanya datang sekarang tidak datang lagi. So.. lebarannya masih akan lanjut seminggu ke depan sepertinya!

Ini cerita lebaranku, bagaimana lebaran teman-teman tahun ini?

Selamat Idul Fitri 1437 Hijriah ya... Taqabalallahu minna waminkum (semoga Allah menerima (amal) dari kami dan (amal) dari kalian).
Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...