14 Sep 2017

Menjadi Bloger yang Merdeka

Menjadi bloger, dalam bayangan saya bukanlah sebuah profesi. Cukup membuat blog kemudian menuangkan isi pikiran melalui tulisan. Sesempatnya, tidak begitu butuh konsistensi apalagi "tekanan" dari dunia luar.

Diary elektronik, begitu kalimat simpelnya jika ingin menggambarkan apa yang saya bayangkan saat pertama kali membuat blog.

Wajar, mungkin bukan hanya saya saja yang setelah sekian tahun menulis blog, akhirnya mengetahui bahwa blog bukan hanya serupa diary elektronik, tapi juga bisa menjadi "papan iklan" sumber penghasilan dengan iming-iming, hobi yang dibayar.

Siapa yang tidak tergiur?


Saya termasuk yang tergiur. Artinya begini, saya mempunyai hobi menulis, tahu sendirilah kalau sudah hobi.. kadang kita tidak merasa bersusah-payah. Kadang waktupun tak terasa berlalu saat kita menjalankan hobi tersebut. Artinya kita senang melakukannya. Ditambah lagi saat melakukan hal yang kita senangi ada pemasukan di rekening kita, atau bahkan produk yang dikirimkan langsung ke alamat rumah kita. Siapa yang tidak mau?

Tapi untuk mencapai titik diatas ada banyak hal yang harus dipenuhi, benar kata Mak Diah Deka di dalam artikel Merdeka sebagai Blogger? Seperti apa? di Web KEB. Kita butuh nilai Domain Authority (DA) dan Page Authority (PA) yang besar agar menarik di mata advertiser ataupun melalui perantara agency. Bahkan sebelum meraih angka DA/PA yang besar, kira harus terlebih dahulu membeli domain agar blog kita termasuk dalam kategori Top Level Domain (TLD), kesukaan para pemberi job.

Baca juga: First Time In My Life : Membeli Domain

Saya dan juga kebanyakan teman-teman yang tergabung dalam komunitas bloger sudah melalui tahap di atas. Saat ini, tantangannya adalah konsisten menulis untuk menjaga -atau bahkan meningkatkan- nilai DA/PA. Tantangan tersebut datang semata dari dalam diri, musuhnya diri sendiri, yang malas, yang moody dan banyak alasan. *Udah jangan nunjuk, saya sejak tadi sudah angkat tangan, Ngakuuu! LOL

Tantangan berikutnya adalah memilah-milih job yang masuk.

Di saat-saat seperti inilah bloger dituntut untuk memerdekakan dirinya, tidak menghamba pada lembaran uang yang menjadi bayaran dengan tetap menerima job walaupun mungkin bertentangan dengan niche blog ataupun prinsip hidupnya sendiri.

Dan saya belum lama ini mengalaminya...

Gaess.. Siapa yang tidak mau uang? Apalagi job yang diberikan tidak membuat saya harus memutar otak, bayaran lumayan dan artikel sudah tersedia. Saya tau beres, tinggal copy-paste-edit-publish-konfirmasi-ditransfer-shopping.

Baca juga: Tentang Komentar, Jawaban dan Blog Walking 

Tapi ada yang terasa janggal, rasanya saya tidak tenang setelah mengetahui tema dan isi artikel. Yah, mungkin memang saya bawaannya tidak suka berurusan dengan yang kontroversial, jadi setelah membaca artikel berulang kali, mencari info, juga meminta pertimbangan Abang, kami sepakat untuk tidak mengambil job tersebut.

Ada kekhawatiran sebenarnya, jangan sampai tindakan saya tersebut akan membuat saya masuk dalam black list agency. Tapi saya lebih tidak tenang lagi rasanya jika harus ikut karena terpaksa (walaupun dibayar). Akhirnya mencoba mundur dengan sopan. Entah masuk black list atau tidak, yang jelas saya lega.

Mungkin sejauh ini, itu langkah terbaik saya dalam memerdekakan diri. Bukan pertama kalinya menolak job juga sih, kalau diatas bayarannya lumayan, sebelum-sebelumnya saya juga tidak galau menolak job dengan bayaran yang masuk kategori tega. Kecil banget bayarannya cyiiintt.. Saya gak mau nyiksa diri, hobi sih hobi, tapi tak beginiiii~ *Hayo ngaku, siapa yang nyanyiii :p

Baca juga: Saat Hobi Menulis Mendukung Hobi Berolahraga

Dilain waktu, job yang saya terima sebagai bloger bukan hanya masalah bayaran, saya juga menerima walaupun bayarannya kecil atau bahkan gratis sekalipun. Buat UMKM, teman ataupun keluarga, biasanya saya kasih promosi gratis di blog dan sosial media, salah satu cara saya memberikan dukungan terhadap usaha mereka, sambil ikut mendoakan keberhasilan usahanya.

Pada akhirnya menjadi bloger yang merdeka adalah menjadi bloger yang bebas, tidak terintimidasi oleh tekanan dari luar yang bersifat negatif. Jika bersifat positif, hal itu harus dianggap sebagai motivasi. Tapi pada intinya kita semua sedang belajar, karena walaupun bebas kita tentu harus tetap berada pada koridor kepatutan. Dan ini tidak mudah karena butuh awareness yang tinggi.

So.. Be your self, follow your heart and enjoy the freedom..

MERDEKA!!

Read more

28 Aug 2017

Pengalaman Membuat Paspor di Kantor Imigrasi Kendari

Entah kenapa, beberapa tahun yang lalu tiba-tiba saja saya memasukkan membuat paspor sebagai salah satu resolusi saya. Iseng? Ah tidak.. mungkin saya hanya lelah saja, butuh piknik yang lebih jauh.. Hehe.. Memang saat keinginan itu ada saya tidak langsung membuatnya di kantor imigrasi, but when i went there.. masalah dimulai..

Sesuai dengan persyaratan yang diminta, saya membawa KTP, Kartu keluarga dan Akte kelahiran berikut masing-masing foto copy ketiga dokumen tersebut. Bahkan untuk berjaga-jaga ijazah juga saya bawa serta. Saya letakkan Semua dalam 1 map.


Pengurusan paspor ini saya yakini berjalan mulus, apalagi saat duduk dengan bekal map dan tambahan nomor antrian, tidak menunggu lama saya sudah dipanggil untuk pemeriksaan berkas di loket.

Tidak lama setelah dokumen saya diperiksa (lebih tepatnya dicocokkan dengan detail), ditanyakanlah 1 pertanyaan yang membuat saya sempat ngeyel juga. Alamat saya di E-KTP berbeda dengan alamat di kartu keluarga. "Lah.. disuruhnya bikin E-KTP kan dimana saja dan berlaku untuk dimana saja, kenapa sekarang jadi bermasalah?" Pikir saya saat itu. Tapi ternyata emang gak bisa, harus sama, salah 1 caranya adalah dengan membuat keterangan domisili.

Tidak ada sedikitpun kesalahan dari pihak imigrasi sih, sayanya saja yang acuh terhadap pengurusan administrasi kependudukan.. Payah..

Baca Juga: Pentingnya mengurus administrasi kependudukan

Singkat cerita, sayapun akhirnya mendapatkan surat keterangan domisli, GRATIS.. catat ya.. gratis, di Capil, sampai KK saya jadipun saya tidak membayar biaya apapun, kalau masih ada yang dimintai bayaran berarti..wallahu'alam..

Maka, beberapa bulan setelah itu sayapun akhirnya datang lagi ke kantor imigrasi, sumringah membawa KTP, Keterangan domisili, Kartu keluarga dan Akte Kelahiran yang masih lengkap dengan foto copy masing-masing dokumen.

Saat itu kantor imigrasi Kendari cukup ramai, tapi tetap saja saya dilayani dengan cepat, nunggunya cuma sebentar, begitu pun dengan pemeriksaan dokumen, sudah klop semua, saya kemudian diminta mengisi formulir dan surat pernyataan yang diakhir saya tanda tangani diatas materai Rp. 6.000.


Karena gak enak di kantor izin terus, hari itu saya "ngotot" ikut wawancara dan pemotretan antri untuk foto paspor di sore hari. Memang benar saya menunggu cukup lama karena nomor antrian saya memang sudah cukup besar. *Anak kali ah.. besar :D

Untuk wawancara, sesinya ringan kok, gak seperti wawancara saat melamar perkerjaan. Saya malah tidak merasa sedang diwawancarai, berasa diajak ngobrol aja. Jadi sambil melihat data di layar komputer, petugasnya sesekali bertanya, seolah-olah memastikan isian, lalu kemudian bahas tujuan, hotel/penginapan dan lain-lain. Random sih pasti yang ditanyain.. santai ajalah pokoknya. :)

Oh iya, saat hendak berfoto untuk paspor pun para pemohon paspor ini masih ditanyain juga. Yang lucu saya ditanyain:

"Nanti perginya sama siapa?" Saya jawab suami.

Trus dikroscek, status saya belum nikah.

"Ini statusnya belum menikah."

Saya tertawa, kemudian menjelaskan, nikahnya beberapa hari lagi, berangkatnya setelah nikah.
Nah lo..

"Akhirnya sama petugasnya dibilangin, saya tulisnya pergi sama teman saja yaa.."
Hahah.. Membingungkan ya Mas? LOL

Saya iyain aja. Daripada disuruh buat passportnya setelah nikah aja, rempong. LOL

Cekrek..

Pulang.

Eh gak ding, sebelum pulang saya diberikan kode khusus untuk biaya pembuatan paspor ini, sistemnya juga mudah, tinggal ke ATM dan mencari menu pembayarannya, memasukkan kode, verifikasi identitas, udah cocok, bayar deh.. Biaya pembuatan paspor kemarin adalah sebesar Rp.355.000,

Simpel kok, sekitar 3 hari saya diminta datang kembali untuk mengambil passport, dan saya ngambilnya lama juga, masih ditinggal liburan lagi. Haha..

Intinya.. Bikin passport wisata itu mudah (saya pertegas aja tujuan paspornya, belum punya pengalaman untuk memnbuat passport lain soalnya), pegawainya juga pelayanannya bagus, tidak mempersulit pemohon. Benar-benar contoh pelayanan prima. Memang saya kenal dengan salah 1 petugas di loket, tapi saya juga dengar tentang pelayanan primanya dari orang lain yang nota bene tidak dikenalnya. Duh, senang lho waktu tahu yang diceritain, dipuji-puji oleh teman saya itu ternyata orang yang saya kenal. Orang yang memudahkan urusan orang lain kayak gitu Insyaallah rezekinya baik dan akan semakin baik. Aamiin..

Tambahan:
Untuk pembuatan passport untuk keperluan haji atau umroh dengan nama yang pendek alias 1 atau 2 suku kata saja maka persyaratan yang dibutuhkan tidak berbeda dengan pembuatan passport umum, yaitu:  KTP, Kartu keluarga dan Akte kelahiran berikut masing-masing foto copy ketiga dokumen tersebut. Bedanya adalah, jumlah materai yang dibutuhkan adalah 2 lembar (Rp.6.000), dan surat rekomendasi dari Depag dan travel. Ada pengecualian sih untuk surat rekomendasi ini, kalau pemohon adalah lansia atau berprofesi sebagai PNS, maka surat rekomendasi tidak diperlukan lagi.

Tips:
- Sama seperti cerita-cerita pembuatan paspor lainnya, saya menyarankan datang pagi-pagi sekali, karena besar kemungkinan segala urusan pembuatan paspor ini (mulai dari verifikasi dokumen, pengisian formulir, wawancara, berfoto kemudian pembayaran) bisa selesai dalam 1 hari, tinggal tunggu paspornya jadi beberapa hari kemudian.

- Sedia materai saat ke kantor imigrasi juga akan lebih mempermudah.

***
Itu tadi pengalaman saya membuat paspor di kantor imigrasi Kendari. Untuk prosedur, persyaratan dan biaya pembuatan paspor, saya yakin tidak berbeda dengan kantor imigrasi lainnya.

Semoga bermanfaat :)

Read more

21 Aug 2017

Kamu Kuat, Nak!

Sejak disarankan jenk Diah menginstal aplikasi untuk ibu hamil, saya rajin menengok dan membaca aplikasi itu. Isinya tentang informasi kesehatan dan perkembangan bayi.

Salah satu yang disarankan adalah membuat diary kehamilan. Apa saja bisa dituliskan di diary itu.

Maka mulailah saya menuliskan tulisan ini, semacam cerita pertama untuk dia. Yang mungkin nanti bisa dia baca atau saya kisahkan tentang perjuangannya saat masih di dalam kandungan.

Baca juga: Memilih yang Terbaik diantara yang Terburuk

Takdir berkata lain, sedih itu datang ditengah kebahagiaan kami. Tapi saya tidak ingin membuangnya. Ini kenangan yang tidak ingin saya hapuskan:



Nak, sejak ke dokter tanggal 20 yang lalu, Ibu jadi lebih berhati-hati. Yakin tidak yakin, hasil TP dibaca sebagai positif hamil sekalipun 1 garisnya masih samar.

Ibu diminta datang lagi tanggal 4 Agustus untuk melihat perkembanganmu. Bagi ibu, tanggal 4 adalah waktu yang lama untuk memastikan kamu benar-benar sudah ada di rahim Ibu.

Hari ini genap sudah 9 hari Ibu terlambat datang bulan. Euforia yang Ibu simpan akan kehadiranmu sudah mulai menyeruak sejak 4 hari Ibu terlambat datang bulan. Ibu tidak banyak bercerita tentang kehadiranmu. Ibu ingin semuanya lebih pasti dulu agar tidak mengecewakan banyak orang. Kamu ditunggu banyak orang, Nak!

Nak, sekalipun Ibu masih merahasiakanmu dari banyak orang, sesungguhnya Ibu sudah banyak-banyak berbahagia, sendiri maupun bersama Ayahmu. Ibu yang tadinya gesit mulai berjalan pelan. Ibu yang tadinya suka memacu kendaraan di jalanan sudah jauh mengurangi kecepatan, semua untuk menjaga kamu, Nak.

Tapi kemarin Ibu kaget, ada flek kecoklatan yang tidak sedikit di pakaian dalam Ibu. Ibu khawatir tapi tidak lantas panik. Ibu dilema juga akan memberitahu ayahmu atau tidak, khawatir Ayahmu panik, tapi pada akhirnya Ibu beritahu, Ibu tidak bisa menyimpan kekhawatiran ini sendiri. Sambil berdoa dan percaya bahwa kamu kuat, Nak.

Sayangnya, pagi ini ada flek lagi, Ibu yang percaya kamu kuat jadi kepikiran juga. Apa kamu baik-baik saja di rahim Ibu, Nak?

Ada rasa sakit yang sesekali datang, Ibu sudah tidak mengerti, itu benar sakit atau sugesti karena mengkhawatirkanmu. Seharian ini Ibu selalu kepikiran kamu.

Nak, kamu kuat! Ibu dan Ayahmu orang yang kuat dan sabar. Maka kamu akan lebih kuat dan sabar dari kami. Maafkan Ibu kalau kurang baik menjagamu. Ibu akan berusaha yang terbaik. Ibu dan Ayahmu juga mau kamu berusaha yang terbaik, kuatlah, Nak. Percayalah kami sudah menabung banyak cinta untukmu, sembari memantaskan diri menjadi teladan sekaligus sahabatmu. Tumbuhlah dengan sehat dan kuat didalam rahim Ibu. Semua doa terbaik kami panjatkan untukmu.

Kami percaya, Kamu kuat, Nak....

Minggu, 30 Juli 2017

5 weeks and 1 day pregnant.

***

Maafkan kalau lagi-lagi masih membahas masalah keguguran, sayang juga tulisan sudah rampung di draf. Padahal di beberapa postingan sebelumnya saya sudah sempat ceritakan perasaan dan support yang saya rasakan. Jangan sangka saya setegar karang dilautan yang dihempas sang ombak. Eh, tapi bisa jadi Abang merasa saya setegar itu karena waktu bertemupun saya sudah tidak lagi membahas apalagi menangisi peristiwa keguguran itu.

Padahal... (sebelumnya) Sesekali saya nangis kejer juga, minus hentakan kaki di lantai saja. Kadang karena sedih harus kehilangan calon bayi, kadang karena rasa sakitnya sudah butuh ditangisi, kadang kombinasi keduanya. It's okay.. Saya biarkan diri menangis sebagai bagian dari terapi penyembuhan.

"Karena walaupun kuat, kita butuh menangis untuk tetap waras..."

Read more

20 Aug 2017

Cinta Tanah Air, Harus Bagaimana Mewujudkannya?

Duh.. Bahasannya berat banget ya? Cinta tanah air.. Apa ada hubungannya dengan peristiwa yang cukup viral beberapa waktu ini? Itu.. Masalah bendera yang terbalik, jadi Putih Merah dan tertulis nama negara Indonesia sebagai keterangan gambar. Kalau ditulis Polandia sih bener ya, cuma gak benernya lagi di SEA GAMES kenapa ada Polandia? Hmm..

Sebagai warga Indonesia tentunya kita menyayangkan insiden tersebut, ada yang menganggap memang negara tetangga mengajak ribut, ada yang juga selow meng"iya"kan bahwa hal tersebut adalah sebuah ketidak sengajaan (seperti saya). Eehh.. Tapi ada juga anak muda di negara kita yang berfoto dengan bendera terbalik. Ckckck.. Gak bener para bocah itu..


Kembali ke tema, kenapa gitu temanya wujud cinta tanah air? Sengaja biar bahas yang sedang viral? Bukan saudara-saudaraku.. Jadi pada rapat panjang di grup WA Sultra Blogger Talk, kami sepakat mengangkat tema yang behubungan dengan bulan kemerdekaan. Dilemparlah berbagai ide yang kebanyakan ngalor ngidul berujung bahasan parenting, penjelasan lokasi, atau pengalaman pribadi yang ga ada hubungannya dengan pertanyaan tema! Haha.. seru dan informatif grup kami! :D

Akhirnya karena waktu semakin mepet, diputuskanlah mengambil tema Wujud Cinta tanah air, voting dan para anggota setuju. Bahasannya memang akan luas, karena wujud cinta tanah air itu tidak ada alat ukurnya, tidak bisa diperoleh hasilnya sekalipun kita sudah menjalani tes darah. *Yaiyalaahh..

Berkenaan dengan yang sedang viral sekarang ini, karena cinta tanah air, apa lantas kita harus mencak-mencak mengeluarkan perkataan-perkataan kasar di kolom komentar milik akun resmi penyelenggara SEA Games? Gak lah ya.. Tunjukkan ketidak sukaan kita dengan cara yang santun. Main cantiklaahh.. ^^

Baca juga: Kolom Komentar

Itu kalau bahas yang sedang viral, lalu bagaimana mewujudkan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari?

Ehm.. Berasa lagi belajar PPKN gak siiih?
*Uhukk.. Umurnya ketahuan!
*Umpetin KTP

Bagi beberapa orang, mungkin berprestasi adalah hal yang paling menonjol untuk mewujudkan cinta tanah air. Tapi prestasi seperti apa? Haruskah sampai ke tingkat Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, Nasional bahkan Internasional? Nope deh kalau menurut saya. Tidak harus selalu seperti itu. Dengan berperilaku yang baik sehari-haripun kita sesungguhnya telah berkontribusi untuk negara kita tercinta ini.

"Kok simpel banget?"

Iya, simpel diucapkan doang!

Jadi begini, sebutlah kita itu belum bisa membuat penemuan agar dihitung sebagai kontribusi anak negeri untuk bangsa. Tapi, berperilaku baikpun sudah kontribusi lho. Bayangkan kalau kita berperilaku tidak baik, kriminal dan meresahkan masyarakat. Apa gak pusing tuh pemerintah sampai satuan terkecilnya harus mengurusi kita? Bayangkan juga kalau setiap orang memegang teguh prinsip "Kalau tidak bisa membantu, setidaknya jangan menyulitkan." berkurang kan kerjaan istri di rumah eh.. pemerintah dalam mengelola negara? :p

So please.. behave dulu, berkelakuan baik dulu sebagai warga negara, jaga diri sendiri dan keluarga kita, saling mengingatkan. Dengan begini kontribusi yang lebih besar bisa diwujudkan. Awal yang baik akan berakhir baik, Insyaallah..

Lihat deh.. Apa ada anak-anak pemenang olimpiade yang sukanya bolos? Ada sih yang pintarnya kebangetan, belajar enggak, patuh banget juga enggak tapi otaknya masih tergolong encer *nyebelin gak sih mereka ini? LOL* tapi gak pake bolos juga kali ah..

Intinya, jarang banget kepatuhan membawa petaka, jarang..

Benar kata Jenk Diah yang menuliskan bahwa cinta lingkungan adalah cinta tanah air.
Suka menonton drama korea ataupun India seperti yang dituliskan Kak Irapun tidak lantas membuat orang bisa melabeli penontonnya dengan sebutan gak nasionalis..

Gak gitu..

"Apapun tindakan kita selama tidak merugikan orang lain apalagi negara adalah bentuk cinta tanah air."

Semua, teman-teman yang membaca tulisan ini Insyaallah sudah banyak mewujudkan cintanya pada tanah air. Jadi tidak perlu berkecil hati jika sampai saat ini belum ada hak paten karya teman-teman yang belum disahkan.. Amar ma'ruf nahi munkar (menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan) aja, gak usah jauh-jauh.. Tentunya dengan lebih dulu memberikan contoh. Jangan cuma menyuruh dan mencegah saja, harus jadi teladan.

Jadi teladan memang tidak mudah, tapi semoga kita semua dimudahkan. :)

Gimana menurut teman-teman? ^^

Read more

17 Aug 2017

[Puisi] Romansa Jas Hujan

Tanggal 11 Agustus kemarin Kendari diguyur hujan cukup deras, sudah jam pulang kantor kok ya hujannya gak berhenti juga. Daripada nginap di kantor kan mending menerobos hujan saja. Pulang.. Toh ada jas hujan yang dibeliin Abang.

Diperjalanan kok perasaan agak sendu gitu.. Inspirasi datang.. Mulai deh bermunculan kata-kata di kepala. Biasanya sih, kalau lagi terinspirasi saya akan buru-buru mengetik di note handphone, tapi ini kan lagi mengendari motor!! Haha..

Jadilah saya syuting film India ikuti saja inspirasinya mau kemana. Pengen banget rasanya singgah berteduh lalu mengetik kata-kata yang pop up di kepala. Haha.. Tapi kebayang rempongnya, harus buka helm, jas hujan dan ransel dulu. Nggak deh.. pulang aja.. Sambil berdoa semoga inspirasinya gak hilang, maklum saya istri soleha pelupa. :D

Eeh.. Gak nyangka, nulis besoknya malah masih tetap lancar. Wis.. Jadi deh puisi ala-ala ini. 


Langit menangis
Air matanya tumpah
Berderai-derai
Mungkin ia takut pada awan hitam

Di bawah langit
Seorang istri hendak pulang
Menuju rumahnya yang hangat
Walau tak ada suaminya di sana

Ditantangnya langit yang menangis
Kendaraan terbuka tak menghalanginya
Ia punya barang sakti
pemberian dari suaminya

Langit tak jua mau mengalah
Ia bahkan menghembuskan udara dinginnya
Berharap bumi dan segala isinya
Ikut lemah bersama tangisnya

Sang istri masih melaju
Bukan tak dirasakannya dinginnya udara
Ia tahu dingin itu hanya sebentar
Entah kenapa ia tetap merasa hangat

Dibawah hujan
Dipanggilnya lagi kenangan yang menghangatkan
Senyum dan kebahagiaan bersama suaminya
Hangat, seperti tengah menyeruput kopi di tengah hujan

Barang sakti itu rahasianya
Ia percaya ia akan terlindungi
Buktinya ia tetap melaju dibawah rinai
Buktinya ia tetap bisa merasakan hangat

Memang sedikit basah
Memang sedikit dingin
Tapi barang itu benar magis
Padahal hanya jas hujan saja

Dalam balutan jas hujan
Ia merasakan romansa yang kuat
Ada kehangatan cinta dari suaminya
Ada doa kebaikan walau ia tak ada mendekap

Kendari, 120817, 09.50 Am
Setelah hujan-hujanan pulang kantor kemarin.

PS: Abang kalau baca.. Adek masih bisa kok tulis romansa city car keluaran terbaru. Bhahaha..

#KamisPuitis
Read more

16 Aug 2017

Mecukur Bulu Ketiak tanpa Takut Ketiak Hitam

Benar kata orang, menikah akan membawa banyak perubahan. Ini yang sering kali Abang syukuri  dan utarakan pada saya, tentang perubahan rezekinya, tentang perubahan pakaiannya (yang akhirnya bisa update), juga perubahan bau badannya. Semua menjadi lebih baik. Alhamdulillah, saya juga merasakan hal yang sama..

Eh, bau badan? Segitunya?!

Ya, Abang gak seburuk itu juga sih bau badannya. Haha..

Jadi sebelumnya Abang itu punya treatment yang berbeda terhadap ketiak, berbeda dengan kebiasaan saya tentunya. Melihat itu dan efek yang ditimbulkannya saya jelas berpikir bagaimana caranya agar Abang yang keringatan itu bisa nyaman dengan aktivitas di dalam dan di luar kantornya.


Langkah pertama adalah mencukur bulu ketiak, tidak ada keraguan. Masalah kulit ketiak yang akan berwarna gelap belakangan diurusin, saya sudah punya rahasia menjaga kulit ketiaknya. Pokoknya sekarang biar bersih dulu si keti itu. Hihi

Setelah mandi dan bercukur, Abang saya berikan deodoran favorit saya, sudah saya gunakan beberapa bulan sebelum menikah. Bukan nyobain dari awal kemunculannya juga sih, saya juga pakai hasil kepincut testimoni teman yang membandingkan antara 2 merk deodoran. Yang satu itu ketinya hitam dan jika memakai Dove Original Light and Smooth ketinya lebih cerah.

Sejak itu Abang mengikuti saya menjadi pemakai setia Dove Original Light and Smooth, kadang Abang protes juga sih, kenapa tidak dari dulu diberitahu tentang Dove ini. Lah.. Sibuk amat, kita pacaran juga enggak, ngapain saya ngurusin ketiaknya Abang. :p


Kembali ke Dove Original Light and Smooth, saya baru-baru ini dapat kiriman dari Home Tester Club. Waktu paketnya tiba saya seneng banget dong, sudah saya tunggu-tunggu juga sih, soalnya beberapa hari sebelumnya dikirimi email bahwa saya akan dikirimi Dove Original Light and Smooth. Home Tester Club butuh review dari saya, tapi sampai testimonipun saya sanggup berikan, soalnya emang sudah pakai terlebih dahulu. *Emang apa bedanya review dan testimoni :p

Jadi sekalian saja saya masukkan di Rabu Review, udah lama kosong juga tema yang satu ini. Banyak bahan cuma gak dieksekusi. *Apaan deeh..

Yuk balik pakai bahas deodoran cihuy ini lagi..

Dove Original Light and Smooth ini andalan saya dan Abang banget, wajib pakai setelah mandi. Setelah itu terserah mau beraktivitas dimana dan apa, di luar kantor bisa, apatahlagi di dalam kantor. Mau kalem ngetik di depan komputer atau olahraga mah ayuk ajah. Soalnya deodoran ini bukan hanya membuat ketiak menjadi lebih cerah, tapi juga menjaga kita dari bau badan seeepanjang hari.

Eh, kepoin bahannya yuk..


Jadi deodoran ini mengandung: Water, Aluminum Chlorohydrate, Glycerin, Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil, Steareth-2, Perfume, Steareth-20, Disodium EDTA,  Pentaerythrityl Tetra-di-t-butyl Hydroxyhydrocinnamate, Tocopheryl Acetate, Butylene Glycol dan Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract.

Karena mengandung bahan-bahan diatas, maka Dove Original Light and Smooth bisa merawat ketiak, mencerahkan terlebih karena diformulasikan dengan ¼ moisturising cream sehingga kulit ketiak halus dan lembut. Segar dan wangi serta memberikan perlindungan tetap kering hingga 48 jam.

Saya sih belum pernah pakai hingga 48 jam ya, paling durasinya dari mandi pagi ke mandi sore, kalaupun tidak mandi sore karena sudah pulang malam ketiak rasanya fine-fine saja, gak bikin orang rumah lantas menutup hidung. Hehe..

Sudah beberapa bulan menggunakan produk ini rasanya saya nyaman banget, apalagi saya pakai Shampoo, conditioner dan body wash dari Dove. Jadi boleh dibilang sudah satu rangkaian produk. Tinggal tunggu dikirimin produk sampel saja dari Home Tester Club lagi. Hamper dong.. Hampeeer.. Ngarep! Haha...

Read more

14 Aug 2017

Serunya Jalan Sehat Bersama BUMN

Hari Minggu kemarin pacaran saya dan Abang dikelilingi banyak orang. Haha.. Nggak ding, Kami memang pacarannya di event jalan sehat yang digelar oleh seluruh BUMN, kebetulan kali ini kantor Abang sebagai PIC acara besar ini.
Sejak jauh hari kami yang tergabung dalam IIKP (Ikatan Istri Karyawan Pegadaian) sudah diwanti-wanti untuk turut serta dalam kegiatan tersebut, termasuk mendampingi ibu-ibu dari direksi yang juga akan hadir.

Manut, toh kegiatannya di hari libur dan kondisi juga sudah lebih sehat. Sekalian ketemu para ibu-ibu yang selama ini hanya saling berkomunikasi via WA saja, belum saya kenal secara langsung. *Duh, pergaulan.. LOL

Buibu Awet Masih Muda :*

Oh ya, Mama, Bapak, Mama mertua dan sepasang keluarga dekat kami juga ikut di acara ini. Maklum, ada Fildan Rahayu, artis dangdut kebanggaan Sulawesi Tenggara. Kehadirannya salah satu yang membuat kegiatan ini diprediksi akan "wah" selain banyaknya hadiah yang dibagikan. Benar-benar banyak. Saya aja mupeng. Hihi..

Dengan tagline "BUMN Hadir Untuk Negeri" acara diawali dengan pengarahan rute dan wanti-wanti tempat memasukkan kupon undian saat jalan sehat. Sambutan, senam dan pengundian hadiah. Yang paling memakan waktu dari semua rangkaian kegiatan kemarin adalah jalan santai dan pengundian hadiah. Maklum hadiahnya banyak, MC bahkan terlihat lebih capek mengumumkan nomor undian daripada cuap-cuap untuk memandu acara. Sayang nomor undian saya gak ada yang cocok.. #Eh..

Di acara kemarin kami sempat janjian untuk berkumpul bersana teman-teman kuliah dulu. Sayangnya saya hanya bertemu 1 orang saja, itupun dia masih menunggu 1 teman lainnya. Terpaksa saya tinggal, maklum jalannya gak sendiri. :D

Pacar kesayangankuhh :*

Dengan kostum putih bis merah dan topi sebenarnya kami punya akses untuk masuk ke tribun dan duduk manis menunggu jika nomor undian kami disebutkan menikmati acara, tapi karena Abang telat ngeh bahwa topi yang kami kenakan adalah penanda bahwa kami bebas masuk, jadilah kami berdiri mematung memikirkan nasib berebut tempat teduh selama berjam-jam.

Rada kecewa sih, sayang sebenarnya kami sudah punya akses tapi tidak dimanfaatkan, tapi gak enak juga sama Mama Mertua yang sejak berangkat sudah bersama kami. Masa harus kami tinggalkan dan duduk di kursi VIP. Yang punya akses hanya karyawan dan istri saja. Serba salah.. hihi..

Yang spesial diacara kemarin adalah saya akhirnya bisa melihat Fildan secara langsung dan rasa pegal di kaki yang saya dan Abang rasakan. *Penting banget bahas ini. LOL* Kalau saya pegalnya jelas karena kelamaan berdiri, entah Abang kenapa, sepetrtinya karena jalan dan berdiri lama di hatiku. Akhirnya setelah acara selesai, pacaran kami diisi dengan kegiatan saling memijat kaki. Haha

Norak! Saya akhirnya lihat Fildan secara langsung dan nyaris ikut joget di depan panggung!! Padahal baru dinyanyiin Gerua saja lho.. Wkwkwk

Semalam tidur saya benar-benar pulas, karena capek dan saya dikeloninnya ya dipijat-pijat kaki (kiri)nya, entah berapa lama, yang jelas saya udah benar-benar gak ngerasain kaki yang sebelah kanan dipijat, yang jelas ada aroma minyak zaitun di kedua telapak kaki.

Alhamdulillah bangunnya segeeer banget, Jazakallah Abang.. Walaupun sampai kantor ngantuk lagi, bangunnya pagi banget karena sebelum ke kantor saya ke bandara dulu nganterin Abang yang hendak merantau ke tempat kerja (lagi).Hihi..

Sesampainya saya di kantor salah satu surat kabar terbesar tiba di meja saya dengan liputan khusus Jalan Sehat BUMN kemarin. Senang banget acaranya berjalan sukses, ramai dihadiri masyarakat dengan segala umur. *Sekali lagi, mengundang Fildan adalah pilihan yang sangat tepat. :)


Oh ya, walaupun saya tidak dapat hadiah sama sekali, tapi kemarin belajar banget bagaimana kalimat "Kalau rezeki nggak akan ke mana" saat menyaksikan pengundian hadiah utama berupa motor. Fildanlah yang dipercaya memilih nomor undian saat itu. Pihak saksi, notaris dan dewan direksi sudah berada di atas panggung, tapi acara harus berlangsung lama, nomor kupon yang dibacakan ternyata tidak bertuan sampai sebanyak 3x.

Dan akhirnya diambil lagi kupon baru, pemiliknya adalah... Polisi yang sedang bertugas jaga di acara Jalan Sehat BUMN!!! Saya ikut kegirangan. Selamat ya pak polisi.. Saringan rezeki bapak sampai 3 nomor kupon lho.. Hihi..

Selamat bekerja, tetap rajin bekerja walau rezeki kita gak akan kemana-mana! ^^

"Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll)."
(HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...