19 Oct 2015

Menikmati Alam di Pulau Senja


Sabtu pagi, 9 hari yang lalu cukup riuh, sekitar pukul 6 sepupu saya menelepon dan meminta untuk menemani seorang keluarga yang datang dari Depok untuk ke tempat wisata karena dia harus ke luar kota.

Yang menjadi masalah adalah saya belum pernah sama sekali ke tempat yang ingin dituju dan tidak bisa menyetir, padahal mobil siap untuk dibawa berkeliling, sempurna sih menurut saya.. ini semacam mau nekat-nekatan lagi, walaupun menjelajahnya masih di dalam Sulawesi Tenggara juga.


Saya akhirnya menghubungi banyak nomor, sayangnya untuk urusan dadakan seperti ini bisa dipastikan tidak banyak orang yang bisa diajak apalagi dimintai tolong jasanya untuk menyetir dan ikut bersama kami. Disaat-saat seperti itu saya jadi ingin sekali belajar menyetir, biar gak kelimpungan nyariin orang.

Sampai akhirnya kami memutuskan menyewa jasa seseorang untuk menyetir, kebetulan ada tetangga di depan rumah tante, tidak asing, jadi kami juga tidak was-was, langkah terakhir saya menculik Ririn dan Kak Tuti untuk ikut, jelas saja dengan terburu-buru mereka mengikuti hipnotis saya. Iming-iming Pulau Senja terlalu menggiurkan di telinga mereka. Haha.. Menjelang pukul 11 kamipun keluar rumah. Tapi yang seru adalah dari 5 orang yang ada di dalam mobil tidak ada satupun yang pernah ke Pulau Senja.

Letak Pulau Senja
Pulau Senja ini terletak di desa Wawatu, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Entah siapa yang pertama kali merintis tempat indah ini, jempol untuk mereka, selain menambah destinasi wisata, keberadaan pulau ini (dan juga pulau Lara) tentunya membawa berkah tersendiri untuk penduduk sekitar.

Pulau ini boleh dibilang belum banyak dikunjungi bahkan oleh penduduk Sulawesi Tenggara (SulTra) sendiri, jadi kalau ditanya tempatnya dimana, jawaban ringkasnya adalah "Tidak jauh dari Pantai Nambo". Ini juga yang menjadi pedoman kami, yang penting jalan saja dulu, nanti bisa bertanya kepada warga setelah melewati Pantai Nambo. Dan sukses!!

Kurang lebih 60 menit dari Kota Kendari, akhirnya kami berhenti di dekat baliho yang dipasang warga bertuliskan "Tempat Penyeberangan ke Pulau Senja." Jembatannya terbilang masih baru dan sederhana, tapi selalu di"upgrade" untuk kenyamanan pengunjung, warga bahkan menyiapkan parkiran untuk kendaraan.

Jembatan penyebrangan ke Pulau Senja

Menaiki sebuah perahu bermotor atau yang biasa kami sebut katinting selama kurang lebih 15 menit, kami akhirnya sampai di Pulau Senja, belum juga sampai kami sudah takjub melihat pulau kecil yang bersih tersebut. Hamparan pasir putih di Pulau Senja menyapa kaki kami saat mendarat dari perahu, airnya yang bening menggoda kaki dan tangan kami untuk bermain sejenak. Tapi karena kami tiba menjelang waktu Dzuhur, kami pun memutuskan untuk makan dan shalat lebih dulu.

Makan sudah..shalat sudah.. Oke.. sekarang saatnya bermain air, berfoto dan.. memanjat batuan tajam di pinggir pantai!! ^^

Pulau sedang sepi, serasa milik sendiri..

Salah satu gazebo yang paling bagus menurut saya, sayang sekali tidak dijaga kebersihannya oleh pengunjung :(

Pulau Senja dari atas, pake rok tetap bisa memanjat lho..hoho...


Nah, dibalik foto diatas itu sebenarnya masih ada sambungan pantai lagi, kalau info dari teman sih disana ada bagian yang berlumpur, syukurlah kami hanya memanjat di batuan tajam saja, tidak nekat ke sebelah, masih nyadar, cuma cewek ber-4 tuh jangan jauh-jauh mainnya..hehe... *Trus manjat-manjat itu apa??*

Nekat girls :p

Kesimpulannya keriuhan dan kasus penculikan hari itu terbayar lunas, bukan.. bukan uang tebusannya, tapi sangat tidak disesali, saya yang kurang begitu suka ke pantai saat matahari sudah tinggi saja sampai lupa waktu, alam di Pulau Senja indah sekali, Masya Allah.. pasir putih.. air yang bening.. bikin betah. Apalagi sempat memanjat batuan tajam dan dapat foto pulau dari atas. Worth It!! ^^

Tips:
1. Sebaiknya lakukan perjalanan dengan banyak orang (rombongan) karena sedikit atau banyaknya penumpang sewa kapalnya tetap sama Rp.250.000 (PP - Besarnya kapal akan disesuaikan).
2. Persiapkan makanan dan minuman sebelum menyeberang ke pulau ini, karena tidak ada warung atau pedagang sama-sekali di dalam pulau. Ada warung makan di sekitar tempat parkir kendaraan.
3. Persiapkan obat-obatan standar seperti pembersih luka dan plester luka, asik bermain bisa membuat kehati-hatian berkurang dan ada yang terluka. *Kemarin ada pengunjung yang tergores batu*
4. Jika ingin mengganti pakaian, lakukan di darat, bisa minta tolong ganti di rumah penduduk, tidak ada tempat aman untuk mengganti pakaian di dalam pulau.
5. Jangan lupa meminta nomor HP pemilik perahu, agar saat hendak dijemput tidak kebingungan (bisa saja janjian, tapi untuk berjaga-jaga saja).

Terakhir.. Tempat ini belum dikelola oleh pihak swasta maupun pemerintah, tidak ada tempat sampah, jadi.. kalau berkunjung ke Pulau Senja ini, #bawapulangsampahmu ya kawan^^

74 comments:

  1. Waaaah bagus banget ini tempanya ya, irly.
    Kapan ya bisa jelajah Sulawesi :D

    ReplyDelete
  2. warna air lautnya bagus,langitnya jug amasih biru. Di sana polusinya masih kecil ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah masih jauh dari levelnya Jakarta Mbak ^^

      Delete
  3. Subhanallaah, bagus banget pantainya. Airnya bening gtu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah kan? Saking indahnya saya sering sekali bilang Masya Allah waktu di pulau^^

      Delete
  4. Yup.. di Konsel nih..
    Nanya ke warga dong, kayak saya..hahah..

    Maksudnya gantian saya yang mau diculik nih? Hahaha..

    Oh ya, saya beritahukan di balasan komen ini saja ya, saya sudah berkunjung ke 2 postingan terakhir blognya Mas Bimo, tapi gak ngerti cara komentarnya, Dis*us yang dipasang di blog itu meminta akses ke alamat email, dll (yang biasanya akan berujung jd newsletter) jadi saya tolak izin aksesnya. Jadinya gak bisa komen deh..

    ReplyDelete
  5. cantik bgt pantainya... smoga saya bisa ke sana...

    ReplyDelete
  6. betapa keindahan alam begitu dekat untuk dinikmati, pulau nan menghampar serasa jadi milik sendiri layaknya ratu Atut ratu dari Banten yang juga memiliki pulau...senja yang indah...sangat...hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senjanya gak kelihatan Kang, kalau pulaunya sih iya :D

      Delete
  7. masyaAllah....cakeppp banget tempatnya, jadi inget waktu maik ke pulau beras basah di bontang

    ReplyDelete
  8. jembatan kayunya eksotis sekali...kenapa nggak foto disana mbak..??
    pantainya masih bersih sebenarnya enak buat mandi-mandi kalau ada tempat ganti ya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mmm..foto kok, cuma lebih milih majang foto yang gak ada orangnya :D

      Delete
  9. Pengen langsung nyebur liat pemandangan pantainya \^.^/

    ReplyDelete
  10. wah bagus, apalagi pas sepi jadi bisa puas-puasin foto deh

    ReplyDelete
  11. Wau masih jernih yah...... sepertinya belum dikelola dengan baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, masih dikelola swadaya masyarakat aja :)

      Delete
    2. bakal jadi wisata kaya kepulauan seribu nih kalo pemerintah ikut campur tangan :)

      Delete
    3. Bener.. tapi kayaknya gak asik kalau pulaunya rame..hihi..

      Delete
  12. Cakep banget photo photo nya..pasti lah pantai dan air laut nya pun masih jernih.\
    btw
    salam kenal...kunjungan perdana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal balik..
      Iya, masih alami banget kan ya?^^

      Delete
  13. Subhanallah indah nya pemandangan pulau ini.. Ngingetin aku sama pantai kukup di jogja, tanjung aan di lombok, dan raja ampat. Super indah nya.. Seperti pernah masuk MTMA kah? Hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Katanya sih pernah, tapi belum pernah lihat tayangannya, hehe..

      Delete
  14. wah sulawesi....pengen deh terbang ke sana

    ini pantainya sepi kali ya mb irly...duh, enak serasa ni pantai milik sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo main Nit, enak lho..seger, serasa pulau sendiri pula.. ^^

      Delete
  15. Suka banget liat air laut bening gitu,
    kebanyakan yang ane kunjungi pada butek ,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. maennya kemana dulu? Coba deh kunjungi Sulawesi Tenggara ^^

      Delete
  16. karena nekat akhirnya mendapatkan surga yg tersembunyi wkwk

    kelihatannya jembatan penyeberangannya panjang juga ya, brp jam sampai melewati jembatannya btw?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jembatannya sih cuma sekitar 3 menit, deket kok, kecuali kalau yang jalan tuh parno, dijamin lama..hehe

      Delete
  17. saya suka tempat yang sunyi begitu. Asik banget kelihatannya :)

    ReplyDelete
  18. dari photonya indah banget. Pa lagi yang dari atas.

    Yup, untuk urusan sampah jangan lupa bawa pulang lagi. Kebanyakan tempat tempat seperti ini, sampahnya ditinggalkan seenaknya. Gak sayang banget sama Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener.. habis manis sepah dibuang, habis makan sampahnya dibuang begitu saja.. gak keren banget!!

      Delete
  19. idiiiiihh... I envy yoouuuu klo kek geneeehhhh...
    pernah pergi tapi di tetangganya, Pulau Lara.
    aaahhh SulTra ini emang kereeennn yaakk, ndak usahmi dulu jauh2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nextlah Pulau lara, kemarin itu belum ngeh kalau bisa sekalian trip ke sana..haha.

      Delete
  20. yang kayak gini harusnya di iklanin jor2an, dalam dan luar negri, pasti rame bin penuh deh

    ReplyDelete
  21. subhanallah, sangat luar biasa, :)

    ReplyDelete
  22. aduh indahnya itu pulau dan lautnya biru banget

    ReplyDelete
  23. Aahh jembatannya romantis...airnya msh bersih... sayang jauuhh kaliii..hihihi...hayu mb irly belajar nyetir biar bs jalan2 sendiri...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Mbak Nani yang foto pasti lebih keren lagi hasilnya.^^

      Delete
  24. jaid pengen main ke pulau senja , bersih banget air nya ya

    ReplyDelete
  25. cakep bgd mbaaaakkkk...
    indonesia memang kaya raya

    ReplyDelete
  26. ahoy... ahoy... sulawesi memang masih bening-bening banget air nya!
    jadi pingin sekali-sekali ke sulawesi... gue bahkan belum pernah ke indonesia timur sekalipun :")

    ReplyDelete
  27. Kenapa tidak minta bantuan aku saja, aku kan bisa nyetir dijamin selamat sampai tujuan. Bayar perahunya tergolong mahal ya, pantas saja sepi pengunjung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe.iya, ya.. tapi kejauhan Mas :D
      Boleh dibilang begitu, tapi waktu saya ke Rammang-rammang juga sewanya diatas itu lho, padahal tingkat resikonya lebih rendah. Apa emang di sulawesi aja yang mahal sewanya ya? Haha

      Delete
  28. Kereen tempatnya Maksist. Banyak tempat bagus yg belum tersentuh tangan pemerintah ya. Semoga nanti kalo ada pengelola ttp terjaga kealamiannya.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca, mohon untuk tidak berkomentar sebagai Unknown atau Anonymous. Komentar dengan link hidup dan broken link akan dihapus, jadi pastikan untuk mengetik alamat blog dengan benar ya.

Untuk teman-teman yang mencari kontak saya tapi membaca melalui HP, silakan klik versi website, bisa dilihat laman kontak, atau menghubungi melalui sosial media yang tertera di sebelah kanan tampilan blog.

Jangan lupa difollow yaa.. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...