30 Jun 2020

Jangan Takut Ikut Rapid Test

Seperti biasa, pemberitaan di televisi didominasi oleh berita mengenai covid-19. Berita yang sudah beberapa bulan ini menjadi trending topic di seluruh dunia. Tidak terkecuali di Indonesia. Ini bulan ke empat sejak pengumuman pasien pertama di Indonesia, awal bulan Mei yang lalu.

Saya ingat betul, bagaimana berita mengenai covid ini membuat saya terkejut saat sedang berada di luar negeri, saya hanya bisa memohon perlindungan pada Allah, karena pada waktu itu kami baru saja akan memulai inti kegiatan.

Covid Saat Ini

Secara kumulatif, jumlah pasien covid sampai 29 Juni kemarin sudah mencapai 55.092 pasien positif, 41.605 Orang Dalam Pengawasan (ODP), 13.335 Pasien Dalam Pengawasan, 23.800 dinyatakan sembuh dan 2.805 meninggal yang seluruhnya tersebar di 34 provinsi dan 448 Kabupaten/Kota.

Berapapun nominal yang disebutkan saat saya kebetulan mendengar pengumuman dari Gugus Tugas Penanganan Covid, saya selalu merinding, ada ngilu yang masuk dan membuat perasaan merinding itu menguasai seluruh tubuh. Tidak satupun pasien yang saya kenal, tapi benar-benar terbayang bagaimana mengerikan dan menyakitkannya Covid ini. Mengerikan.

Pada nominal yang disebutkan setiap hari tersebut bagaimanapun terjadi proses panjang dan saya yakini melelahkan. Ada pemeriksaan massal dengan rapid test, ada aktivitas laboratorium yang tidak berhenti mengeluarkan hasil positif dan negatif, ada tenaga kesehatan yang makin berpeluh terbungkus Alat pelindung Diri (APD), ada orang-orang yang tidak mati semangat juangnya hanya karena hasil positif. Pemerintah yang terus berusaha melindungi rakyatnya dari covid. Ya, semua harus bersinergi untuk itu.

Dibalik mengerikan dan cepatnya penyebaran Covid ini, saya masih bersyukur bahwa "hanya" dengan menjaga dan menjalankan protokol kesehatan, kita bisa mencegah penularannya. Iya, sengaja saya berikan tanda petik, karena masih bersyukur virus ini masih bisa mati dengan mencuci tangan. Tapi tetap berdoa sekuat mungkin agar virus ini segera pergi, menjauh dan hilang, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh belahan dunia. Aamiin.!!

Ditengah perjuangan melawan covid, tidak sedikit juga hoax atau salah kaprah kaprah covid yang harus kita lawan. Beberapa yang saya ketahui adalah mengenai rapid test.

Salah Kaprah Tentang Rapid Test

Belakangan, berita yang saya tonton menyajikan banyak berita mengenai pedagang yang menolak bahkan memilih tidak hadir saat akan dilakukan rapid test. Sebuah berita yang membuat saya heran dan terus bertanya, kenapa? Ini gratis lho!

Tapi kemudian saya lebih banyak mencari dan melihat dari sisi orang yang akan dilakukan rapid test, beberapa hal yang saya ketahui mengapa beberapa orang takut untuk dilakukan rapid test antara lain:

1. Takut terkena covid dari APD nakes
Dari yang saya ketahui, beredar kabar bahwa covid bisa saja menyebar dari sarung tangan yang digunakan oleh tenaga kesehatan saat melakukan test massal. Padahal, setahu saya, setiap kali mengganti pasien, tenaga kesehatan akan mengganti peralatannya termasuk sarung tangan yang digunakan. Sesuai dengan standar operasional.

2. Takut dikarantina
Hal ini, terbagi dua, benar-benar takut dikarantina setelah hasil rapid testnya reaktif dan salah kaprah sejak awal.

Apa itu?

Ada yang mengira, menjalani rapid test sama dengan menjalani karantina. Maka tidak heran jika pedagang akan berpikir keras bagaimana perekonomian keluarga mereka harus berjalan jika harus menjalani rapid test (di dalam pikiran mereka dikarantina selama 14 hari).

Padahal, rapid test berbeda dengan karantina. Rapid test hanyalah skrining awal untuk mencegah penularan covid. Jikapun hasilnya reaktif, masih ada swab test yang harus dijalani untuk benar-benar memastikan seseorang positif covid atau tidak.

Dua hal tadi menjadi salah kaprah di masyarakat dan menjadi momok menakutkan sehingga orang-orang takut melakukan rapid test.

Jangan Takut Ikut Rapid Test

Rapid test memang banyak dilakukan di tempat keramaian atau kerumunan, alasannya tentu saja tempat-tempat tersebut berpotensi untuk menjadi tempat penularan. Maka skrining awal perlu dilakukan, untuk meminimalisir jika saja ada orang yang sebenarnya membawa virus, tapi tidak merasakan gejala sakit apapun, biasanya disebut sebagai OTG atau Orang Tanpa Gejala. CMIIW

Seperti yang dikatakan Dokter Reisa saat pengumuman di televisi bahwa " Rapid test membantu kita menemukan orang yang harus dirawat, agar segera sembuh, tidak menimbulkan komplikasi dan mengetahui jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG)." Kurang lebih seperti ini yang saya dengar.

Jadi, jangan takut lagi untuk menjalani rapid test, rapid test yang diselenggarakan pemerintah itu untuk membantu anda, keluarga anda, tetangga anda, para tenaga kesehatan bahkan seluruh manusia, membantu kita semua dalam memerangi covid.

Rapid Test Mandiri

Berbeda dengan rapid test massal yang banyak dilakukan, rapid test mandiri umumnya dilakukan oleh orang yang hendak melakukan perjalanan, berhubung kita sedang asyik membahas rapid test, sekalian saja saya berikan info untuk yang ingin melakukan rapid test mandiri.

Untuk kalian yang ingin melakukan tes mandiri, ada cara mudah untuk mengetahui lokasi yang bisa dikunjungi, cukup dari HP saja dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Bukan hanya itu, kita juga bisa membuat janji dengan dokter dan tidak perlu lama-lama antri.



Semoga dengan tulisan ini saya bisa sedikit membantu mengedukasi pembaca untuk tidak lagi takut menjalani rapid test. Bersama-sama kita perangi covid!!

Read more

4 May 2020

5 Tip Berbelanja Agar Terhindar Dari Paparan Virus Corona

Hai teman-teman gimana kabarnya saat ini? Lama nggak nulis lagi, lama nggak BW lagi. Nggak tahu mau kasih alasan apa selain sok sibuk memantau berita mengenai virus Corona. πŸ™ˆ

Padahal kalau dipikir-pikir, lagi Work From Home (WFH) lho, jadi bisa lebih santai. Ya pikirannya gitu, kenyataannya? 😁

Jadi pengen sharing tentang tip belanja di masa pandemi seperti saat ini, mungkin temen-temen juga punya pengalaman dan tip sendiri, bisa dong dibagi, kita saling berbagi yes..


Beberapa hal yang sering saya lakukan saat harus keluar berbelanja adalah:
1. Minimalisir Bawaan
Biasanya saat berbelanja Saya pasti membawa gawai karena sudah membuat daftar belanja sebelumnya di catatan. Tapi semenjak ada Corona Saya menulis daftar belanjaan di kertas. Bahkan dompet dan tas cantik pun udah nggak ada semua, WFH juga mereka. Digantiin kantong plastik bekas dari rumah atau goodie bag. Hehehe

2.  Minimalisir Sentuhan
Sentuhan yang saya maksud ini apa saja ya, mau pegang barang biasanya kan kita kalau belanja tuh suka iseng tangannya pegang ini itu (pliiss, jangan bilang cuma tangan saya aja yang iseng. Wkwk πŸ˜‚), sekarang tuh benar-benar seperlunya saja. Nggak cuma tangan, badan jangan sampai nyender ke sana ke mari diusahakan sekali nggak menyentuh apa-apa.😊

Menurut saya cara ini cukup efektif menjaga kebersihan tangan, nggak kalah lah dari opsi pakai sarung tangan plastik, tangan yang dibungkus plastik, bahan pakai handskun. Tapi nggak menyalahkan yang mau pakai pelindung tangan yang lain ya, nggak apa-apa silakan, namanya juga usaha.

Oh iya ini termasuk dalam upaya perlindungan diri ya, jadi menjaga jarak, pakai masker dan tidak menyentuh bagian mata, mulut dan hidung. Semuanya termasuk dalam poin ini.

3. Sebelum Masuk Kendaraan Bersihkan Tangan
Nah ini nih yang suka bikin tangan kering. Sebelum pegang gagang pintu mobil dikasih hand sanitizer dulu lewat jendela mobil baru buka pintu (bahkan seringnya dibukain pintu dari dalam). Dan biasanya biar sekalian jalan gitu, jadinya kan banyak singgah tuh, ya otomatis banyak pakai hand sanitizer juga, syukur-syukur kalau ada tempat cuci tangan, biasanya ada kok di depan tempat belanja.

Dan, jangan lupa kalau mau cuci tangan di tempat umum, itu keran airnya dikasih sabun juga, begitupun dengan hand sanitizer, tempat pencet nya tuh dikasih hand sanitizer juga biar steril semua. Insya Allah.

4. Cuci barang belanjaan
Kalau barangnya nggak buru-buru untuk dipakai biasanya saya diamkan dulu di mana gitu, atau biar di mobil aja dulu, nanti setelah beberapa hari dan udah agak santai baru deh dicuci.

Tapi, kalau memang buru-buru biasanya barang belanjaan akan langsung dicuci dulu, di-treatment sebaik mungkin lah sebelum digunakan, termasuk makanan.

5. Langsung Membersihkan Diri
Nah, ini yang jadi kebalik dilakukan sekarang. Biasanya sebelum keluar rumah kita mandi dulu biar wangi gitu ketemu orang-orang ye kaaan. Sekarang, ya udahlah nanti pulang aja sekalian mandinya. Iya nggak sih? 😁

Apalagi kalau ada anak kecil kan. Harus serba hati-hati banget. Gak mau nyentuh apa-apa dulu gitu termasuk anak. Pokoknya sudah bersih semua, sudah ganti baju, baru deh boleh gendong anak yang udah dari tadi merengek-rengek minta digendong. 😁

Kasihan, tapi kan demi anak juga. Iya nggak?

***

Nah, itu tadi beberapa tip dari saya saat harus keluar untuk berbelanja agar tetap terhindar dari paparan virus Corona. Beberapa cara kita mungkin sama tapi bisa jadi teman-teman punya tambahan. Sharing aja di kolom komentar.

Tidak lupa Saya doakan kita semua selalu sehat dan semoga pageblug ini segera selesai. Aamiin.
Read more

18 Apr 2020

Kamu, Nanti Akan Seperti Apa?

Kamu..
Nanti..
Akan seperti apa?


Bukan.. bukan fisikmu
Tapi sifatmu
Pembawaanmu..
Cintamu padaku..

Akankah kau akan menjadi pujangga yang tak bisa tenang jika tak membalas puisi atau tulisan yang kutuliskan untukmu?
Akankah kau akan menjadi pujangga perapal kata maaf dan terima kasih?
Ataukah kau akan melukaiku dengan kata "apaan sih?"

Seharian ini aku membaca buku, buku dari seorang suami yang menuliskan banyak rasa cintanya kepada istri dan anak-anaknya, keluarga dan nyanyian mereka tentang kehidupan percintaannya.
Pikiranku terbang, membayangkanmu nanti, akan seperti apa?

Imam yang romantis hanya kepada istrinya, begitu aku diam-diam mewujudkanmu dalam pikiranku. Rasanya aku harus siap-siap jatuh cinta setiap hari jika semuanya terwujud. 

Kamu..
Nanti..
Pasti yang terbaik
Aku selalu percaya itu. :)

Baubau, 09.31 29 Desember 2015
Syahdu membaca buku Rumah Tangga

***

Hari ini kami yang sedang LDM membahas insomnia yang tiba-tiba saja 2 malam ini hinggap pada Abang, saya tanyailah:

πŸ§•: "Jadi insomnia ngapain? Nonton?"
πŸ‘³: "Nggak, baca blok Adeklah."
πŸ§•: ....

Aslinya saya mau terbang rasanya. Terharu banget. Dan sayapun jadi ingat pernah tulis sesuatu tentang bayangan (tepatnya harapan kali yak) jodoh di masa mendatang. Apakah dia akan menyukai tulisan-tulisan saya? Apakah dia akan bergidik membaca tulisan istrinya yang sok puitis?

Alhamdulillah, sejauh ini dia termasuk penyuka (bisa disebut fans gak Beb? 😝) tulisan-tulisan saya, puisi, bahkan jokes receh yang sering nyelip diantara paragraf tulisan.

Thanks juga Beb, jadi ingat ternyata belum posting tulisan ini. Entah kenapa dulu gak diposting, takut di-bully kali yee.. Sama anak jaman now ntar dibilang bucin. Wkwk..

Love you to moon and back! Ngarti kagak Beb? Batu Caves aja deh biar kelar. Wkwk.. Love you Beb. 😘

Read more

12 Mar 2020

Merasa Gak Sih?

Holaaa..

Ngubek-ngubek draf di blog, ternyata masih banyak juga tulisan yang ngetem lamaaaaa bnaget di draf. Haha

Nah, kebetulan sekarang lagi rajin, saya buatin saja gambarnya, biar gak sunyi senyap saat membaca.. hehe..

So, here is it, tulisan lama yang keadaannya semoga bisa termakan oleh waktu alias jadinya pada merasa. *I hope so..



Merasa gak sih?
Hidup orang yang sudah tenang sering kita ganggu dengan tatapan kita?


Merasa gak sih?
Hidup orang yang sudah tenang sering kita ganggu dengan rasa penasaran kita?

Merasa gak sih?
Hidup orang yang sudah tenang sering kita ganggu dengan pertanyaan kita?

Merasa gak sih?
Hidup orang yang sudah tenang sering kita ganggu dengan komentar kita?

Merasa gak sih?
Hidup orang yang sudah tenang sering kita ganggu dengan penilaian kita?

Merasa gak sih?
Hidup orang yang sudah tenang sering kita ganggu dengan gaung dari bisik-bisik kita?

Merasa gak sih?
Hidup orang yang sudah tenang sering kita ganggu dengan perbandingan kita?

Merasa gak sih?
Hidup orang yang sudah tenang sering kita ganggu dengan nyinyiran kita?

Merasa gak sih?
Hidup kita yang cuma sebentar ini terlalu banyak kita habiskan untuk mengurusi hidup orang lain...

Sebuah renungan, untuk saya, kamu, kita...

Entah ditulis di mana,
16 Agustus 2017
Read more

9 Mar 2020

Anak Saya Diasuh Omanya, Apakah Saya Berdosa?

A: "Ir, mana anakmu?"
S: "Oh, ada, di rumah."
A: "Siapa yang jaga?"
S: "Omanya."
A: "Eh, berdosa kamu.. Sejak kecil kamu diasuh, sekarang sudah punya anak, anakmu lagi yang diasuh."

Itu salah satu contoh percakapan tentang pengasuhan anak yang saya jalani sejak kembali bekerja. Macam-macam sih tanggapannya. Ada yang mengingatkan seperti percakapan di atas, ada yang mengatakan saya beruntung karena orang tua masih hidup.


Tidak ada yang salah sebenarnya. Karena dalam kondisi apapun, saya memang beruntung orang tua saya masih hidup. Bukan semata karena saya punya orang yang bisa saya titipi dengan tenang, tapi karena saya beruntung mempunyai banyak waktu bersama, dan semoga waktu yang diberikan Allah itu bisa saya isi dengan membahagiakan mereka walau hanya seujung kuku. Karena berharap untuk mengganti jasa kebaikan mereka adalah sebuah keniscayaan. Takkan pernah kembali ke nol seperti pertamina. Hee...

Dan pada peringatan dosa yang diberikan. Alhamdulillah saya tahu betul tentang itu. Setiap detik saya menitipkan anak saya, saya berdosa kepada orang tua saya yang seharusnya menikmati masa tuanya tanpa beban. Itulah mengapa saya berkantor dengan penuh rasa tidak enakan, sebisa mungkin pulang cepat ke rumah dan mengambil alih anak walau tetap saja menyisakan berantakan yang berakhir menambah pekerjaan orang tua saya lagi.

Kadang saya membayangkan, bagaimana jadinya saya mengasuh anak tanpa ada bantuan dari orang tua bahkan adik-adik saya? Ada merekapun saya tetap saja kelaparan. Sudah ada merekapun, saya tetap saja merasa kurang ini itu. Sungguh saya ini ibu yang sangat lemah...

Tapi, apa benar saya berdosa, jika menitipkan anak pada orang tua adalah hasil rekonsiliasi panjang antara saya dan orang tua saya?
Apakah saya berdosa jika menuruti keinginan orang tua untuk tidak mencari asisten rumah tangga yang saya niatkan sekadar untuk meringankan beban orang tua saat harus dititipi anak saya? Dan tawaran ini sering saya ajukan seiring berjalannya waktu.

Apakah saya tetap berdosa jika saya terus menerus dihinggapi rasa bersalah karena membuat tubuh tua mereka lelah seharian mengurus anak saya?

Apakah saya berdosa jika menuruti keinginan orang tua agar terus bekerja daripada menjadi "orang gila" karena mau resign dari pekerjaan hanya untuk mengasuh anak sendiri? πŸ˜…

Insyaallah, semoga jawabannya adalah tidak. Allah maha mengetahui segala masalah yang melatar belakangi keputusan yang saya ambil dalam keluarga. Lalu apa hak orang mengatakan saya berdosa? πŸ™„

Saya tahu, saya hanya diingatkan. Tapi mohon maaf, saya juga hanya ingin mengingatkan, jangan berani berkomentar frontal jika tidak mengetahui masalah. Jadinya sempat nancep juga kata berdosa itu di hati saya yang lemah ini. 😬

Bukannya saya baperan, tapi sungguh kata-kata itu seperti vitamin penumbuh untuk rasa tidak enakan saya terhadap orang tua. Kalau toh akhirnya setuju setelah mengetahui permasalahan kenapa kata-kata itu harus dilontarkan? Apa salahnya bertanya dahulu sebelum melempar hasil penilaian dewan juri? Mas Anang pun bukan lho anda ituuuhh! 😜

Seperti inilah contoh kebanyakan dari kita. Mendahulukan asas praduga bersalah baru kemudian--untung-untung kalau mau tahu--mahfum setelah mengetahui duduk perkara. Ckck.. 😏

Percayalah, setiap keputusan dibuat melalui pertimbangan, maka sebaiknya pulalah penilaian-penilaian sok tahu kita itu dihapuskan, karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan.. Nah.. Kek naskah undang-undang dasar kan jadinya.. Ckck 😌
Dan lagi-lagi saya "colek" para suami di luaran sana. Istrinya didukung terus ya, Pak, banyak hal yang bikin istri lelah di luaran sana juga, walaupun citra istri itu kebanyakan cerewet, tapi bisa jadi istri tidak cerita (kecuali ditanya?), salah satunya ya menerima pernyataan, penghakiman, penilaian seputar pilihan gaya pengasuhan, body shamming bahkan baby shamming.. Saling dukung, syurga menanti keluarga kalian. Aamiin..

Tag suaminya ya mom.. *ala-ala postingan FB dan IG yang tag bait. Wkwk.

Ohiya, sebaliknya, istrinya juga dinasehati, saling menasehatilah, biar gak jadi orang yang komentar seenak hati dan ampelanya eh.. mulutnya! 


Jangan lupa bahagia ibu-ibu hebat! *sending a big virtual hug* πŸ€—πŸ€— 
Read more

18 Feb 2020

7 Tips Liburan Hemat dan Asyik ke Semarang

Siapa yang tak mengenal Semarang? Kota berjuluk VenetiΓ« van Java dan memiliki semboyan “Semarang Kota ATLAS” ini terkenal dengan kekayaan alam dan keragaman budayanya. Selain itu, Semarang juga menyuguhkan berbagai makanan khas yang tak boleh dilewatkan. Maka dari itu, sayang sekali jika Anda tak pernah mampir ke kota metropolitan yang satu ini.
Berencana mengunjungi Semarang, tetapi tidak ingin menghabiskan banyak bujet? Ikuti tujuh tips liburan hemat dan asyik ke Semarang berikut!



1. Buat itinerary sebelum memulai perjalanan
Sebelum melakukan kegiatan apa pun, pastikan untuk membuat perencanaan terlebih dahulu, termasuk sebelum liburan. Itinerary akan memudahkan perjalanan Anda, meminimalkan hambatan, dan mengatur waktu agar lebih efektif dan efisien. Itinerary umumnya terdiri dari estimasi bujet, tempat tujuan, dan jadwal perjalanan dari awal hingga akhir. Sebaiknya, buatlah itinerary sejak jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.

2. Pilih tempat-tempat wisata yang murah
Tak perlu pusing-pusing mencari tempat wisata yang hemat bujet di Semarang. Namun, yang perlu Anda perhitungkan adalah jarak tempuh, cuaca, dan transportasi yang akan digunakan. Pastikan jarak ke setiap destinasi wisata tidak acak-acakan agar waktu dan uang dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Jangan lupa juga untuk memperhatikan prakiraan cuaca agar liburan berjalan mulus.
Anda bisa memilih berbagai destinasi lain saat sedang berwisata ke Semarang. Perbanyaklah referensi dengan mengunjungi situs web dan blog terkait perjalanan Anda. Tak hanya itu, Anda juga membutuhkan informasi dari buku, majalah, maupun koran. Lalu, susunlah tempat-tempat yang akan dituju ke dalam itinerary, termasuk jam operasional dan tiket masuknya.
3. Pilih penginapan sesuai bujet
Setelah menentukan tujuan wisata, saatnya memesan penginapan yang diinginkan. Pilihlah penginapan yang dekat dengan destinasi wisata yang baru saja atau akan dikunjungi. Misalnya, jika Anda baru saja mampir ke Kelenteng Sam Poo Kong, carilah hotel terdekat untuk beristirahat. Sementara itu, apabila berniat untuk mengunjungi Kota Lama Semarang keesokan harinya, tak ada salahnya untuk memesan penginapan yang dekat dengan tujuan wisata selanjutnya.

Nah, jangan lupa untuk mengecek harga dan fasilitas yang ditawarkan. Apabila harga yang dipatok tak sesuai dengan layanan yang diberikan, tentunya Anda akan dirugikan. Agar lebih hemat lagi, Anda bisa memesan penginapan murah melalui ShopBack. Cukup akses aplikasi ShopBack terlebih dahulu, lalu klik situs atau aplikasi penyedia akomodasi yang Anda tuju.

4. Gunakan transportasi dengan tarif terjangkau
Tentukan transportasi apa yang akan Anda gunakan untuk menuju ke kota tujuan. Misalnya, memilih menggunakan pesawat, bus, atau kereta api. Apabila Semarang masih bisa ditempuh dengan bus atau kereta api, hindari menggunakan pesawat sebagai transportasi. Hal ini karena tiket pesawat cenderung lebih mahal dibanding kendaraan jalur darat.

Selain itu, tentukan pula transportasi selama berada di Semarang. Jika Anda pergi bersama keluarga atau teman dalam waktu yang lama, tak ada salahnya untuk menyewa kendaraan untuk menghemat pengeluaran. Namun, apabila hanya mampir ke beberapa tempat wisata, sebaiknya gunakan angkutan umum atau pesan transportasi online.
5. Hindari membeli sesuatu yang kurang dibutuhkan
Sering kali pelancong menghabiskan bujetnya untuk berbelanja barang-barang yang kurang diperlukan. Tak perlu memaksakan diri untuk membeli oleh-oleh karena hal tersebut bukanlah suatu kewajiban yang harus dijalankan. Terkecuali, jika memang ingin membelikan kenang-kenangan untuk orang-orang terkasih. Apabila hanya sebatas kenalan atau hubungan yang kurang akrab, sebaiknya simpan uang untuk keperluan yang lebih penting.


6. Bawalah barang-barang seperlunya
Sebelum mengemas, tulislah daftar barang bawaan terlebih dahulu. Daftar tersebut akan membuat Anda berkomitmen untuk membawa barang-barang yang telah tertera. Persiapkan bawahan yang dapat dipakai dan cocok untuk berbagai jenis atasan. Hindari pula memasukkan pakaian-pakaian berbahan tebal ke dalam koper. Jika menginap di hotel, Anda bisa memanfaatkan peralatan mandi yang ada di sana tanpa perlu membawa sendiri dari rumah.

7. Makan menu-menu dengan harga yang ramah di kantong
Tips liburan hemat dan asyik ke Semarang yang terakhir adalah soal makanan dan minuman. Selama liburan, energi pasti akan terkuras karena berkeliling ke pelbagai tempat seharian. Maka dari itu, jangan sampai lupa makan, ya! Pilihlah menu-menu yang sesuai bujet dan bergizi. Hindari menyantap makanan cepat saji terlalu sering karena akan berakibat buruk pada klesehatan.
Carilah tempat-tempat wisata kuliner yang dekat dengan destinasi liburan. Lalu, masukkan ke dalam itinerary bersama dengan estimasi pengeluarannya. Jangan memesan makanan terlalu banyak karena hanya akan membuat kantong jebol dan membuat Anda mudah tergoda untuk makan terus-menerus.

Demikian 7 tips liburan hemat dan asyik ke Semarang yang bisa Anda terapkan. Semoga bisa membantu supaya perjalanan lebih terarah dan terencana dengan baik. Dengan menghemat bujet saat liburan, Anda bisa mempergunakan uang untuk kebutuhan penting lainnya. Ayo, segera kemasi barang-barang dan berangkat ke Semarang!

Read more

4 Nov 2019

Wahai Para Suami, Dukung Istrimu Memberikan ASI Eksklusif

Pagi itu di grup Asosiasi Ibu Menyusui Indonesi (AIMI) saya baca tentang curhatan seorang ibu menyusui. Ibu hebat itu produksi ASInya wow menurutku, gak bisa dibandingkan dengan pencapaian memerah ASI saya selama ini.

Tapi sekarang produksi ASInya menurun (yeah.. Just like me now), bagusnya dia tahu penyebabnya, dan sayangnya penyebabnya sedih, dia teringat anaknya yang meninggal karena saat itu dia gagal ASIP (don't really know the detail).

Saya yang gak pernah komentar akhirnya buru-buru mengetikkan isi hati. Mostly pujian untuk ibu itu. Kenapa? Karena memang dia ibu yang hebat! Dalam kondisi apapun ibu selalu hebat. Agree?

Baca juga: Stop Mom War, Semua Ibu adalah Pejuang

Tapi sayangnya, banyak yang abai dengan kehebatan dan gejolak -mulai dari hormon hingga berujung pikiran- yang dialami seorang ibu. Kita bicara kondisi sekarang, Ibu menyusui.


Apa sih Istimewanya Menjadi Ibu Menyusui?

Mungkin banyak yang berpikir apa sih istimewanya jadi ibu menyusui? Semua ibu melakukannya, itu kan hak anak, nothing special.

Berkomitmen untuk memberikan ASI pada anak tidak semudah itu Ferguso. Saya gak bicara sebagai keluhan, bukan.. Tapi ingin lebih mengingatkan lagi.. Terutama untuk Suami dan keluarga terdekat, jadilah pemberi dukungan terbaik untuk para ibu menyusui. Mereka lelah, tapi tak mengeluh.. Berikan sedikit saja pujian, it will means a lot. Beside that, they deserve it, right?!

Ibu sih gak gila pujian, tapi sungguh pujian, bantuan, bahkan hanya sekadar menawarkan bantuanpun bisa membuat ibu mewek, merasa didukung. Iya, ini pengalaman pribadi banget...

MengASIhi itu harus keras kepala. Banyak hal yang menjadi tantangan bagi ibu menyusui. Mulai dari ASI yang "dirasa" tidak cukup, puting lecet, luka.. Bener-bener luka karena digigit, mastitis, bayi menolak menyusu, bayi sudah minum banyak tapi ujung-ujungnya gumoh, bayi menyusu tapi harus nempel berjam-jam bahkan seharian, harus pompa ASI di tempat kerja, sudah pompa tapi hasilnya sedikit, pas hasil pompanya banyak malah tumpah, omongan orang dengan segala kepercayaan gak benernya, hantu sufor dan yang paling berat itu kalau ibu sudah baby blues.. huftthh.. Seriusss.. Banyak hal yang melelahkan.. Menyedihkan.. Kalau gak keras kepala, bisa bubar sebelum buka beha naik panggung. Wkwkwk..

"Bukannya kalau segala sesuatu dijalani dengan ikhlas, semuanya akan terasa ringan?" Aduuhh.. Gemes kalau ada yang menimpali seperti itu. Kami para ibu juga wanita, ingin dimengerti dengar tutur lembut dan laku agung.. Ealahh.. Malah nyanyi.. Wkwk..

Jadi gini Bambang.. Kami para ibu juga manusia, bisa lelah, butuh bantuan fisik maupun finansial, butuh dukungan walau terlihat setrong! Si baby lucu itu memang anak kami, tapi apa bukan anak sesesuami juga? Pliisss pakbapak.. Istrinya didukung, kadang cukup didengarkan saja, dikasih pukpuk saat dia menangis itu sungguh seperti air hangat yang diminum dan mampu membantu produksi ASI.

Tunjukkan kepedulianmu pakkk, jangan mentang-mentang ada ibu atau mertua yang bantuin, anak nangis kejer juga si lelaki yang katanya bapaknya itu malah tetap asyik tidur. Bangun pliiiisss, tanyain kenapa, dampingi dan pastikan kebutuhan kasih sayangnya terpenuhi. #EhGimana? πŸ˜…

Sering-sering baca artikel tentang perkembangan anak ya pak bapak, perlu banget baca ayahasi.id, kan yang wajib mengasuh anak bukan cuma ibunya saja. Bahagianya perempuan itu sebenarnya receh kok.. Perhatian adalah kuntji!

Baca juga: 5 Alasan Ibu Tidak Menitipkan Anak pada Kakek Neneknya

Repot Amat, Kasih Susu Formula aja Biar Bebas

Aduuhh.. Ada rotan yang biasa dipake buat mukul kasur yang dijemur gak seeehh.. Kupengen kasih pukpuk ke orang yang ngomong gitu.

Berbicara tentang kebebasan, memang ibunya kemungkinan besar akan bebas, bisa ganti shift dengan suami untuk kasih minum bayi apalagi saat subuh. Tapi aduhaiii.. Bisa mastitis juga kami kalau ASInya gak dikeluarin, atau dipompa? Kalau bisa Direct Breast Feeding (DBF) aka menyusui langsung kenapa harus dipompa? Apalagi dikasih sufor.. Big No!

Menyusui juga satu bentuk kesyukuran kami lho.. Ada banyak di luaran sana ibu yang mati-matian berusaha agar bisa mengASIhi anaknya, apa kabar kalau saya kemudian memilih kasih sufor saja supaya bebas, gak rempong. Sama sekali gak ada dalam pikiran saya.

"Yaaa, daripada rempong kan?"

Rempong-rempong kayaknya memang sudah bagian dari rumah tangga dehh.. Kalau ngomongin rumah tangga itu kan intinya SALING.. Saling mengerti, saling menyayangi, saling dukung.. Jangan pas leha-leha aja mau, pas urusan rempong diserahkan ke istri semua, di mana salingnya Bambaaaang?

Udah ahh.. Udah cukup panjang lebar kayaknya saya ngomong, padahal sejak awal intinya cuma dukungan, caleg aja didukung, masa istri sendiri nggak sih? πŸ˜…
Dan tolong, siapapun kalian yang membaca tulisan saya ini, tolong banget, jadilah bagian dari support system terbaik, tersweet bagi busui dalam lingkungan keluargamu, kalau belum ada, lingkungan pergaulanlah.. Ngomong yang baik-baik, tebarkan energi yang baik. Saya doakan, umur kalian berkah.. Aamiin

Ini jarang-jarang lho tulisan saya ditutup permohonan seperti ini. Gemes banget soalnya... Wkwk..

Yasudahlah.. sudah keluar juga salah satu topik yang menyita perhatian saya ini.. Buat para busui, keep strong! Kita sama-sama belajar, perbanyak baca atau tanya sana-sini, selalu percaya ASImu selalu cukup. *peluk dari jauh*

Ummu Aqif
Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...