Showing posts with label Tempat Wisata. Show all posts
Showing posts with label Tempat Wisata. Show all posts

18 Feb 2020

7 Tips Liburan Hemat dan Asyik ke Semarang

Siapa yang tak mengenal Semarang? Kota berjuluk VenetiĆ« van Java dan memiliki semboyan “Semarang Kota ATLAS” ini terkenal dengan kekayaan alam dan keragaman budayanya. Selain itu, Semarang juga menyuguhkan berbagai makanan khas yang tak boleh dilewatkan. Maka dari itu, sayang sekali jika Anda tak pernah mampir ke kota metropolitan yang satu ini.
Berencana mengunjungi Semarang, tetapi tidak ingin menghabiskan banyak bujet? Ikuti tujuh tips liburan hemat dan asyik ke Semarang berikut!



1. Buat itinerary sebelum memulai perjalanan
Sebelum melakukan kegiatan apa pun, pastikan untuk membuat perencanaan terlebih dahulu, termasuk sebelum liburan. Itinerary akan memudahkan perjalanan Anda, meminimalkan hambatan, dan mengatur waktu agar lebih efektif dan efisien. Itinerary umumnya terdiri dari estimasi bujet, tempat tujuan, dan jadwal perjalanan dari awal hingga akhir. Sebaiknya, buatlah itinerary sejak jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.

2. Pilih tempat-tempat wisata yang murah
Tak perlu pusing-pusing mencari tempat wisata yang hemat bujet di Semarang. Namun, yang perlu Anda perhitungkan adalah jarak tempuh, cuaca, dan transportasi yang akan digunakan. Pastikan jarak ke setiap destinasi wisata tidak acak-acakan agar waktu dan uang dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Jangan lupa juga untuk memperhatikan prakiraan cuaca agar liburan berjalan mulus.
Anda bisa memilih berbagai destinasi lain saat sedang berwisata ke Semarang. Perbanyaklah referensi dengan mengunjungi situs web dan blog terkait perjalanan Anda. Tak hanya itu, Anda juga membutuhkan informasi dari buku, majalah, maupun koran. Lalu, susunlah tempat-tempat yang akan dituju ke dalam itinerary, termasuk jam operasional dan tiket masuknya.
3. Pilih penginapan sesuai bujet
Setelah menentukan tujuan wisata, saatnya memesan penginapan yang diinginkan. Pilihlah penginapan yang dekat dengan destinasi wisata yang baru saja atau akan dikunjungi. Misalnya, jika Anda baru saja mampir ke Kelenteng Sam Poo Kong, carilah hotel terdekat untuk beristirahat. Sementara itu, apabila berniat untuk mengunjungi Kota Lama Semarang keesokan harinya, tak ada salahnya untuk memesan penginapan yang dekat dengan tujuan wisata selanjutnya.

Nah, jangan lupa untuk mengecek harga dan fasilitas yang ditawarkan. Apabila harga yang dipatok tak sesuai dengan layanan yang diberikan, tentunya Anda akan dirugikan. Agar lebih hemat lagi, Anda bisa memesan penginapan murah melalui ShopBack. Cukup akses aplikasi ShopBack terlebih dahulu, lalu klik situs atau aplikasi penyedia akomodasi yang Anda tuju.

4. Gunakan transportasi dengan tarif terjangkau
Tentukan transportasi apa yang akan Anda gunakan untuk menuju ke kota tujuan. Misalnya, memilih menggunakan pesawat, bus, atau kereta api. Apabila Semarang masih bisa ditempuh dengan bus atau kereta api, hindari menggunakan pesawat sebagai transportasi. Hal ini karena tiket pesawat cenderung lebih mahal dibanding kendaraan jalur darat.

Selain itu, tentukan pula transportasi selama berada di Semarang. Jika Anda pergi bersama keluarga atau teman dalam waktu yang lama, tak ada salahnya untuk menyewa kendaraan untuk menghemat pengeluaran. Namun, apabila hanya mampir ke beberapa tempat wisata, sebaiknya gunakan angkutan umum atau pesan transportasi online.
5. Hindari membeli sesuatu yang kurang dibutuhkan
Sering kali pelancong menghabiskan bujetnya untuk berbelanja barang-barang yang kurang diperlukan. Tak perlu memaksakan diri untuk membeli oleh-oleh karena hal tersebut bukanlah suatu kewajiban yang harus dijalankan. Terkecuali, jika memang ingin membelikan kenang-kenangan untuk orang-orang terkasih. Apabila hanya sebatas kenalan atau hubungan yang kurang akrab, sebaiknya simpan uang untuk keperluan yang lebih penting.


6. Bawalah barang-barang seperlunya
Sebelum mengemas, tulislah daftar barang bawaan terlebih dahulu. Daftar tersebut akan membuat Anda berkomitmen untuk membawa barang-barang yang telah tertera. Persiapkan bawahan yang dapat dipakai dan cocok untuk berbagai jenis atasan. Hindari pula memasukkan pakaian-pakaian berbahan tebal ke dalam koper. Jika menginap di hotel, Anda bisa memanfaatkan peralatan mandi yang ada di sana tanpa perlu membawa sendiri dari rumah.

7. Makan menu-menu dengan harga yang ramah di kantong
Tips liburan hemat dan asyik ke Semarang yang terakhir adalah soal makanan dan minuman. Selama liburan, energi pasti akan terkuras karena berkeliling ke pelbagai tempat seharian. Maka dari itu, jangan sampai lupa makan, ya! Pilihlah menu-menu yang sesuai bujet dan bergizi. Hindari menyantap makanan cepat saji terlalu sering karena akan berakibat buruk pada klesehatan.
Carilah tempat-tempat wisata kuliner yang dekat dengan destinasi liburan. Lalu, masukkan ke dalam itinerary bersama dengan estimasi pengeluarannya. Jangan memesan makanan terlalu banyak karena hanya akan membuat kantong jebol dan membuat Anda mudah tergoda untuk makan terus-menerus.

Demikian 7 tips liburan hemat dan asyik ke Semarang yang bisa Anda terapkan. Semoga bisa membantu supaya perjalanan lebih terarah dan terencana dengan baik. Dengan menghemat bujet saat liburan, Anda bisa mempergunakan uang untuk kebutuhan penting lainnya. Ayo, segera kemasi barang-barang dan berangkat ke Semarang!

Read more

31 May 2018

5 Tempat Wisata Cantik dan Unik di Kudus

Pernah terbayang buat liburan di Kota Kudus? Kebanyakan, wisatawan yang datang ke kota di pesisir utara Jawa Tengah ini adalah untuk tujuan wisata religi dan hanya mampir dalam waktu singkat. Padahal sebenarnya ada banyak hal menarik dari Kota Kudus yang bisa kamu dapatkan jika tinggal lebih lama di sana.

Saya juga belum pernah ke Kudus sih, padahal kalau baca-baca info di internet, kota ini memiliki beberapa tempat unik dan tidak akan didapatkan di tempat lain. Meski kotanya tak terlalu besar, tetapi Kudus adalah kota cantik yang nggak boleh dilewatkan begitu saja. Apa saja sih yang menarik? Cuss, ke Kudus bareng baca dulu!

Makam Sunan Kudus dan Menara Kudus

via. indonesiakaya.com

Tujuan utama di Kota Kudus yang selalu ramai dengan wisatawan dari berbagai kota. Sebagian besar adalah peziarah yang ingin berdoa untuk Sunan Kudus yang dimakamkan di sini. Lokasi Menara Kudus dan Makam Sunan Kudus tak sulit ditemukan. Tempatnya berada di pusat kota dan mudah dijangkau dengan kendaraan apa saja.

Dan yang menarik dari tempat ini bukan hanya tentang sosok Sunan Kudus dan sejarahnya. Tetapi juga kehidupan sehari-hari masyarakat yang ada di sekitar kawasan Menara Kudus. Tinggallah lebih lama untuk melihat indahnya kehidupan masyarakat di sekitar kawasan ini. Bisa jadi, kamu bakal jatuh cinta dan memperpanjang waktu liburan di kota ini.

Makam Sunan Muria


via. halallifestyle.id

Selain makam Sunan Kudus, di kota ini juga terdapat makam Sunan Muria. Tetapi lokasi makam kedua sunan ini cukup jauh. Makam Sunan Muria berada di Gunung Muria yang sejuk dan asri. Di sepanjang perjalanan menuju makam, pemandangan pepohonan nan menghijau jadi teman.
Selain itu di kawasan sekitar makam juga terdapat beberapa mata air yang sejuk. Kawasan mata air ini juga sering jadi jujugan wisatawan yang sedang liburan ke Kudus.

Untuk menuju Kudus menumpang bus Agra Mas saja. Tiketnya terjangkau dan bisa dibeli di Traveloka. Dengan armada yang nyaman, perjalanan kamu ke Kudus dengan bus Agra Mas pastinya aman dan menyenangkan. Banyak pejiarah yang datang ke 2 makam tadi menggunakan bus, baik berangkat sendiri maupun bersama rombongan.

Air Terjun Montel


via. eksplorekoedoes.blogspot.com

Masih di kawasan Gunung Muria, tepatnya di Wisata Colo, terdapat sebuah air terjun yang segar. Namanya Air Terjun Montel, yang memiliki guyuran air bening nan dingin, lengkap dengan kolam yang menjadi penampungan air sementara sebelum mengalir ke sungai.

Air di kolam yang ada di Montel berwarna biru tua, suhunya dingin, bisa membuatmu menggigil ketika menyentuhnya untuk pertama kali. Namun sekali masuk ke dalam air, dijamin enggan keluar karena sangat segar.
Lokasi air terjun ini tidak jauh dari makam Sunan Muria. Ada di jalur perjalanan yang sama, dan bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi. Ini tempat yang harus kamu kunjungi.

Museum Kretek Kudus


via. sindonews.com

Nama rokok keluaran kota Kudus sudah mendunia. Tapi yang menarik bukanlah pabriknya, melainkan museum yang menyimpan benda-benda mengenai tembakau, namanya Museum Kretek. Museum ini berada di Jl. Getas Pejaten, tak jauh dari pusat kota.

Aneka pengetahuan tentang tembakau dan rokok kretek bisa kamu temui di tempat ini. Nuansa museumnya unik, pekat dengan adat Jawa kuno yang eksotis.

Museum Jenang Kudus


via. dodoljenangmubarok.com

Tidak hanya lezat, jenang Kudus juga punya cerita yang bisa kamu pelajari di Museum Jenang Kudus. Jenang dari kota ini memiliki cita rasa yang berbeda dan di museum ini kamu bisa mendapatkan semua informasinya. Lokasi Museum Jenang Kudus berada di Jl. Sunan Muria 33, tepatnya di lantai atas sebuah toko jenang ternama di kota ini.

Selain bus Agra mas, tentunya masih ada banyak pilihan armada lain yang membuka rute perjalanan ke kota Kudus. Kamu pernah naik Agra Mas atau punya rekomendasi lain? Kalau saya lihat sih, busnya senyaman bus antar kota di Malaysia, nyamaaann.. ^^

Read more

19 Jul 2017

Tempat Wisata Lokal Rasa Internasional di Bintan

Coba ketik Bintan di kolom pencarian instagram. Entah apa reaksi teman-teman, tapi mata saya seakan-akan berkata wow karena pupilnya mulai membesar, saya excited.. Wahh.. bagus-bagus ya pemandangannya..

Bukannya tidak tahu mengenai pulau Bintan, iya saya tahu ada di kepulauan Riau, tapi banyak hal yang baru saya ketahui (terutama mengenai wisatanya), salah satunya adanya kolam renang air asin raksasa pertama di asia tenggara! Ihh.. keren yaah..


Nanti saya ceritain deh seberapa ndesonya saya, seiring teman-teman baca wish list yang saya buat jika mengujungi pulau Bintan nanti. Bisa deh diajukan ke Abang yang kalau wisata itu maunya gak hanya pantai saja, soalnya di Sulawesi Tenggara juga udah banyak katanya.

Baca Juga: 

Jadi apa saja wish list saya? Yuk baca, kali aja teman-teman juga tertarik..

1.Lagoi
Lagoi adalah tempat yang tidak bisa dilewatkan saat berkunjung ke Pulau Bintan. Terletak di Kabupaten Bintan, Kecamatan Bintan Utara, Lagoi merupakan sebuah kawasan wisata terpadu yang terbilang cukup lengkap, kawasan ini adalah kawasan wisata internasional. Jadi jangan heran jika dikelola dengan baik dengan pengamanan yang cukup ketat.

Biaya masuk kawasan ini sih hanya Rp. 5000 saja, tapi pemeriksaannya cukup baik. Demi keamanan bersama kaan...

Di kawasan Lagoi ini terdapat mall, danau buatan, lapangan golf, banyak pantai dan resort yang tersedia. Tapiii.. sejauh yang saya baca sih untuk ke resortnya harus jadi tamu dulu baru boleh menikmati fasilitas terutama private beach-nya, duh.. sayang iih.. padahal kalau lihat foto-foto pemandangan dan fasilitas yang disediakan resort yang berada di sana itu instagram-able banget loohh.. *Teteup yaah! LOL

Banyak sih yang bikin saya tertarik, tapi so far ada 2 yang sangat menarik perhatian saya secara lebih khusus (letaknya masih di kawasan Lagoi juga):

2. Lagoi Bay
Sumber: jalanrina.com

Nah, foto di atas adalah salah satu land mark di Lagoi Bay. Sama seperti nama pantainya yang bebas diakses. Di pantai ini pengunjung bisa berenang, snorkeling, kayak, jetski dan menikmati fasilitas lain yang terbilang lengkap. Tentunya untuk menikmati fasilitas tambahan tersebut ada biaya yang harus dikeluarkan.

3. Treasure Bay
Treasure Bay juga terletak di kawasan Lagoi. Tepatnya di Jalan Raya Haji KM 01, Teluk Sebong. Di Treasure Bay inilah terdapat kolam renang air asin raksasa terbesar pertama se-asia tenggara. Nama kolam reangnya adalah Crystal Lagoon.

Sumber: Instagram @rizkyekasaputra28
Kalau gak dibilangin ini di Bintan, saya pasti pikirnya ini di Luar Negeri.. Ckck..

Crystal Lagoon ini besarnya mencapai 6,3 hektar dengan kapasitas sebanyak 115.060.000 liter air. Kolamnya dibuat persis menyerupai pantai yang bertingkat kedalamannya, tidak lupa pasir putih di sekelilingnya. Airnya yang berwarna biru dan sarana water sport seperti water jet, sky waterspeed boat tenaga matahari, kolam balon untuk anak, sepeda air, luncuran dan banyak fasilitas untuk bersenang-senang di air lainnya.. benar-benar bikin mupeng.. Sumpah!! *Droll

Apa lagi yang menarik di Treasure Bay ini?

The Canopi!

The Canopi adalah penginapan yang terletak tepat di samping Crystal Lagoon. Dengan konsep penginapan GlamCamp, The canopy ini dilengkapi dengan listrik, pendingin udara dan wifi.. Wifi ya.. bukan wife..Ehm..

Pokoknya the canopy ini bagus pake banget, lihat aja deh foto-fotonya..
Kamar di The Canopi

Kamar mandinya "alami" yahh?
(All credit on pic)

MUPENG KAGAK? T_T

Udah ya move on.. mari ke wisata alam yang benar-benar alami..

4. Desa Sebong Pereh
Desa Sebong Pereh atau yang juga disebut Desa Berakit ini adalah sebuah desa wisata yang terletak di Teluk Sebong Kepulauan Riau. Disebut Desa Berakit karena di desa ini bermukim para suku laut yang masih menggunakan alat-alat tradisional untuk melaut.

Seperti tempat tinggal para nelayan atau penduduk di pesisir pada umumnya, rumah mereka akan dibangun dengan model rumah panggung. Bedanya, di musim teduh mereka akan banyak menghabiskan waktu di atas laut, dengan menggunakan kapal yang memiliki atap persis seperti atap rumah. Atap itu juga yang berfungsi sebagai dinding. Di atas kapal itulah mereka memasak dan beraktivitas.

Sumber: nyiksakamera.wordpress.com

Dua hal yang menarik untuk saya adalah adanya wisata memancing dan patung penyu berukuran besar di tepi pantai Desa Sebong Pereh tersebut. Ada wisata mangrove juga sih.. tapi skip dulu deh, di Kendari juga ada. ^^


Yang biasa ke luar negeri cari patung-patung gede juga ada lohh di desa ini. Namanya patung Guang Sheng Di Jun. Patung ini dipahat oleh pemahat dari negeri Tiongkok.

Sumber: robbihafzan.wordpress.com
Jadi ingat Batu Caves deh kalau lihat patungnya.. :)

5. Gurun Pasir Bintan
Destinasi yang jauh dari air nih.. Gurun Pasir Bintan, sebuah tempat bekas tambang bauksit yang menyisakan gundukan-gundukan pasir. Tidak hanya gundukan, pasirnya kemudian mempunyai garis-garis alami yang dibentuk oleh air hujan yang turun dan mengalir.

Gurun pasirnya tidak hanya berwarna kekuningan saja tapi ada yang berwarna pink bahkan cenderung berwarna keunguan.

Sumber: generation-g.id

Diantara gundukan gurun pasir ini, ada 2 gundukan yang tinggi dan kemiringannya menyerupai gunung, bisa jadi tantangan sendiri untuk yang suka tantangan. *Onta mana Onta! :D

Oh ya, Gurun Pasir ini tepatnya terletak di Jl. Raya Busung, Busung, Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. 
Ke sini aja ya, gak usah ke luar negeri cari gurun pasir.. ^^
***

Sebenarnya masih banyak sih wisata di kepulauan Bintan ini, ada pantai yang mempunyai bebatuan besar seperti di Belitung juga lho, letaknya di pantai Trikora satu ( Pantai Trikora ada empat bagian) dan di pantai Senggiling. Dan banyak lagi tempat wisata yang bisa bikin mupeng. Tapi saya harus fokus. Gimana mau merencanakan liburan (yang entah kapan bisa terwujud) kalau gak fokus kan?

Wish list sudah banyak ada, saatnya cek tiket dan penginapan, bisa kali ya sekalian nginap di The Canopi itu.. Hihi..

Selama ini saya dan suami pakai Traveloka kalau beli tiket dan reservasi penginapan, seperti honeymoon kemarin, we totally depend on this aplication, mudah dan murah soalnya. Yang kemarin sih saya serahkan sepenuhnya reservasinya ke Abang tersayang (disayang-sayang dulu, kali aja dapat ACC dari Abang :p).

Nah, setelah saya mendalami aplikasi lebih jauh, tenyata aplikasi ini menyediakan paket tiket hotel traveloka! Baru niihh.. Jadi booking-an penerbangan bisa sekaligus dengan penginapannya, lebih hemat waktu dan jatuhnya lebih murah. Aiihh.. mayan banget kan buat jajan es lilin di kawasan Lagoi nanti *Emang ada yang jualan? Udah Iyain ajaahh.. Hihi..


Intinya wajib banget mempertimbangakan penawaran paket yang ada di aplikasi traveloka itu, yang suka jenjalan biasanya sudah punya dong aplikasinya.. Cobain deh.. Biar hemat waktu dan uang tentunya! ^^

Abang mana nih? Baca kan? ACC kagak? :p

Sumber:
https://www.treasurebaybintan.com/about-us/introduction-treasure-bay-bintan

http://pulaubintanbatam.blogspot.co.id/2017/05/desa-wisata-sebong-pereh.html

Video MTMA Spesial Lebaran di Bintan

Read more

24 May 2017

Pulau Ular, Pulau Tak Berpenghuni yang Cantik Rupawan

Rabu review.. saatnya saya me-review tempat wisata, tempat nongkrong, aplikasi atau review apapun yang bisa di-review..

Kali ini, sudah dapat ditebak dari judulnya, saya akan menceritakan perjalanan saya mengunjungi Pulau Ular. Seram gak sih namanya? Hahah.. Beneran dipenuhi ular atau gimana? Eits.. sabar ya, kita cerita pelan-pelan dulu.. :)

Lebaran tahun 2014, kami yang biasanya berlebaran di Kendari memutuskan untuk berkumpul di Baubau, Buton, tempat kelahiran kakek. Kakek sudah beberapa tahun terakhir kembali pada masa kanak-kanaknya. Mempunyai tubuh orang dewasa, tapi sifatnya sudah kembali seperti anak-anak. Ini yang menjadi alasan kami memutuskan lebaran di Baubau. Tidak disangka Oktober ditahun yang sama kakek meninggal.

Duuhh.. Skip cerita sedihnya ya..


Tujuan sudah ditetapkan, akhirnya diputuskan untuk piknik bersama keluarga ke sebuah pulau dengan nama yang membuat kami cenderung mengernyitkan dahi. Pulau Ular, lah.. kenapa harus ke tempat yang seram siiih?? Saya mengerti sepupu sekali saya yang kebanyakan pria ini suka bertualang, tapi apa perlu seekstrim itu tujuannya? Ini bersama keluarga lho, ada emak-emak dengan segala tikar dan bekalnya, ada kami 3 sepupu cantik jelita wanita yang walaupun tomboy tapi jomblo lemah tak berdaya jika berhadapan dengan ular. :p

Tapi sepupu yang laki-laki kemudian menjelaskan dengan singkat; "Gapapa, bagus kok di sana, gak ada ular, tapi kalau ketemu berarti ada" Lah.. malah ngelawak sepupu saya. Haha..

Dengan kendaraan roda 4 kami kemudian memulai perjalan darat dengan waktu tempuh sekitar 20 menit ke Topa, sebuah dermaga di Kelurahan Sulaa, kecamatan Betoambari.

Sesampainya di Topa, perahu bermesin sudah berjajar rapi di dermaga penyebrangan, menunggu penumpang yang hendak diantar ke tujuannya (bukan hanya ke Pulau Ular saja). Setelah berhasil tawar menawar (saat itu jika tidak salah ingat kami diantar jemput dengan biaya 250 ribu rupiah) kamipun duduk mengambil tempat paling nyaman menurut kami. Setelah semua orang dan barang perbekalan sudah naik, perahupun mulau menjauh dari dermaga.


Oh ya, di daerah kami, perahu bermesin sering kali disebut dengan katinting. Katinting ini bisa bermacam-macam fasilitasnya, kadang hanya badan perahu dengan mesin saja, kadang juga dilengkapi dengan atap. Katinting yang dilengkapi dengan atap tentu lebih mahal, tapi akan terasa nyaman untuk perjalanan yang cukup jauh.

Baca juga : Eksotika Rammang-rammang Maros

Sekitar 30 menit berada di atas laut kami akhirnya tiba di Pulau Ular. Dari jauh sudah terlihat pasir putih yang berkilau tertimpa cahaya matahari.. Eh.. bentar-bentar.. bahasa saya kok jadi bahasa novel gini yak? :D Intinya pasir putihnya menggoda sekali! Pulaunya tidak bisa dibilang tandus karena hampir 80% berisi tanaman. Sayangnya tanaman yang hidup di Pulau Ular ini mostly berupa alang-alang, pandan hutan dan pohon kelapa. Jarang sekali terdapat pohon untuk berteduh.

Beruntung saat mengunjungi Pulau Ular saat itu tidak ada orang yang juga bertujuan sama dengan keluarga kami. Pulau Ular yang tak berpenghuni ini seperti milik kami! Sebuah pohon cukup menjanjikan untuk dipakai berteduh.


Setelah menggelar tikar, menata perbekalan dan said goodbye, kamipun sibuk meng-eksplore pulau itu. Sepupu yang laki-laki sejak tiba sudah buru-buru ganti baju dan menuju ke air dengan berbagai peralatan snorkelnya. Saya memilih menyusuri pasir putih sedikit lebih jauh dari tempat berkumpul, selain penasaran dengan keberadaan ular (untuk gak ketemu), saya juga ingin bebas selfie tanpa ada perasaan malu. LOL


Suhu di Pulau Ular cukup terik, kami yang laparpun buru-buru berkumpul agar bisa makan bersama. Apalagi kami sudah janjian akan ada sesi pemotretan. Perut kenyang, kamera siap, pantai dan pasirnya cantik, tunggu apa lagi.. POSE!! ^^

Menurut sepupu yang bergabung dalam klub fotografi di Baubau, Pulau Ular sering dijadikan lokasi hunting untuk foto-foto yang keren. Tidak heran memang, gradasi warna air lautnya cantik banget! Pasirnya juga berwarna putih, halus dan bersih. Cukup dijaga bersama saja agar pengunjung tidak meninggalkan sampahnya di dalam pulau. Maklum, saat berkunjung Pulau tersebut memang tidak dikelola sebagai tempat wisata, jadi jangan berharap ada toilet atau pedagang es untuk menghilangkan panas di cuaca yang terik.

Entah kenapa modelnya bagusnya kalau membelakangi kameraT_T

Baca juga: Pulau Senja

Pukul 15.30, katinting kami datang tepat waktu, kamipun segera mengumpulkan barang-barang bawaan termasuk sampah kami. Perjalanan pulang ini termasuk berkesan, karena gelombang laut yang tidak terduga membuat kami hening di dalam katinting, ombak tinggi, kami hanya sesekali saling ledek karena beberapa orang sudah terlihat pucat dengan pegangan level tinggi, sering kali juga air menghempas masuk ke dalam katinting, tante saya sampai melarungkan beberapa makanan kami ke laut (kalau sampai ada kegiatan melarungkan seperti itu percayalah ombaknya cukup menghkawatirkan untuk kami yang biasa menaiki transportasi di laut), keadaan laut memang tak bisa diduga, bersyukur kami sampai dengan selamat..

Jika ditanya mau ke Pulau Ular lagi atau tidak? Saya pasti menjawab MAU!! ^^
Teman-teman setelah baca tulisan ini mau ke Pulau Ular tidak??

Read more

1 Mar 2017

Malioboro, Lebih Nyaman dikunjungi Malam atau Siang?

Siapa yang tidak mengenal Malioboro? Sebuah tempat yang boleh dikatakan fenomenal dengan segala daya tariknya. Malioboro adalah nama jalan di Yogjakarta yang di Wikipedia dikatakan sebagai jalan poros garis imaginer Keraton Yogyakarta.

Beberapa saat yang lalu saya beruntung diberi kesempatan belanja mengunjungi tempat ini. Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. Saat gelap dan terang. Jadi saya merasakan 2 sensasi berbeda. Saya tahu pasti sudah banyak tulisan membahas tentang Malioboro, tapi selain memberikan sudut pandang dari saya, saya juga ingin menuliskan ini sebagai salah satu kenang-kenangan perjalanan.

Jadi, Malioboro lebih nyaman dikunjungi malam atau siang?

Sumber gambar:
@rnysyalinry dan @tn.mura

Bagi saya 2 waktu "gelap" dan "terang" ini punya keunggulannya masing-masing.

Malioboro di Malam Hari

Malioboro di malam hari, punya sensasinya sendiri. Pada malam hari, tempat ini tidak diragukan akan sangat padat oleh pengunjung. Entah kapan sepinya, ada saja orang wara-wiri di kawasan ini. Tapi keramaian inilah yang membawa excitement tersendiri bagi saya, mungkin untuk pengunjung lain juga.

Kesulitan mencari parkiran sampai harus berputar-putar dahulu (saat itu naik mobil, jadi lebih susah mencari parkiran), bingung mencari angkringan saking banyaknya, seniman-seniman jalanan yang menunjukkan kebolehannya masing-masing, jalanan di depan ruko yang menjadi seperti gang karena dipenuhi oleh dagangan di kiri dan kanan, pengunjung yang tidak jarang hampir bertubrukan badan saat belanja.
A post shared by Mai to manga (@maitomanga) on
Ahh.. anehnya, saya merindukan saat-saat itu. Mungkin karena harga-harga yang ditawarkan oleh para pedagang jauh lebih murah dari Kendari, kota saya dilahirkan dan dibesarkan, semua jadi hiburan. Haha.. ndeso banget yak? Well... I like shopping, sudah ke banyak tempat, tapi Malioboro tetap membuat saya menggila! LOL

Tidak mengherankan kalau Malioboro menjadi salah satu wisata malam yang ditawarkan bagi para wisatawan.

Oh iya, saya diceritakan oleh Bos yang sudah beberapa kali pulang kembali ke Yogya, angkringan yang kami kunjungi saat itu sudah menjadi pedistrian area, angkringan tidak lagi diperbolehkan ada di situ, trotoar sudah diperlebar dan diperuntukkan khusus untuk para pejalan kaki yang ingin menikmati suasana di kawasan Malioboro.

Tidak hanya itu, di pedistrian area juga disediakan bangku-bangku taman yang terbuat dari kayu disertai dengan lampu-lampu taman yang cantik.  Lampu taman ini tentu makin terlihat cantik saat malam hari. Romantis gak sih, duduk di bangku taman sambil megang sekantung gede belanjaan? Bhaha.. teteup ya.. poinnya di belanjaan juga! :D

Malioboro di Siang Hari

Malioboro saat disinari matahari hari juga tidak kalah menarik. Bagi pengunjung yang ingin dengan bebas berfoto di papan jalan bertuliskan Malioboro, saat inilah yang paling lega. Pengunjung saat siang hari tidak seramai di malam hari. Jadi tidak perlu antri lama hanya untuk berfoto di salah satu papan, ini pengalaman saya beberapa bulan lalu ya, entah sekarang masih seperti ini atau tidak.

Gak sanggup antri! Malu juga kalau foto dilihatin orang :D

Untuk yang tidak begitu suka keramaian tapi ingin mengunjungi kawasan ini sekaligus berbelanja, waktu ini juga tepat karena bisa menikmati belanja tanpa harus berdesak-desakan dan bisa melihat warna dengan lebih baik. Apalagi tersedia banyak batik yang menarik dengan beragam warna dan harga yang menggoda iman dompet. Maklumlah ya.. Yogya kan sudah terkenal sebagai kota batik, saya pun ikut kalap saat berbelanja batik saat berkunjung. Haha..

Yang juga menarik saat berkunjung di siang hari adalah, pengunjung akan lebih menyadari tata letak toko dan bangunan lainnya. Saat berkunjung siang hari saya baru menyadari ada beberapa gedung pemerintahan di area Malioboro.

Jika tidak salah, ada kantor Gubernur DIY, Dinas Pariwisata dan LPSE Pemda DIY. Maklum, waktu jalan gak merhatiin peta. Taunya malioboro tempat belanja daerah wisata, udah itu aja. Hehe

Oh ya, kalau belanjanya siang pasti panas ya? Gak juga sih ya, beda tipis aja hawanya. Soalnya malampun pada desak-desakan, rebutan oksigen, iya kalau bikin yang jualan gak fokus jadi pembeli dikasih harga murah, kalau pembeli dikasih harga murah tapi ditawar lagi jadi lebih mahal saking gak konsennya gimana? Hahah...

Jadi, kesimpulannya gimana Ir? Nyamannya siang atau malam? Mm.. pembaca saja yang menentukan ya.. soalnya saya kalau sudah urusan belanja suka lupa diri, tiba-tiba kekuatan itu nambah sendiri aja gitu pas lagi hunting. Lemesnya nanti kalau udah sadar duit tak banyak lagi di dompet. Haha..

Gak ding, silakan dinilai saja dari cerita saya, apalagi yang sudah pernah merasakan keduanya, setiap orang punya tingkat kenyamanan yang berbeda-beda. Ambil tengahnya aja sore gimana? *Malah ngelantur. :D

Nah, teman-teman yang sudah pernah ke Malioboro di dua waktu di atas, lebih nyaman mengunjungi kapan? Malam atau siang?

Read more

28 Jan 2017

Beberapa Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum ke Wakatobi

Minggu ini sebenarnya saya sudah memenuhi seluruh kewajiban menulis saya, sesuai jadwal. Senin Sosial sudah ada tulisan 3 Foto Instagram Paling Berkesan, Rabu Review sudah ada tulisan Aplikasi yang Wajib dimiliki Bloger dan Kamis Puitis sudah saya isi dengan Puisi bebas dengan judul Rasa yang Tertinggal.

Tapi karena awal tahun ini saya ikut mendaftarkan diri dalam komunitas 1 Minggu 1 Cerita, saya pun akhirnya punya utang menulis lagi. Kebetulan saja Minggu ini ada tema yang diberikan oleh admin. Tema tersebut adalah "Kampung Halamanku Juga Seru" Sebuah tema yang mengajak para bloger untuk menulis tentang kampung halamannya. Sekaligus lebih memperkenalkan daerah masing-masing dihadapan para pembacanya. Bagus kan ya?

Tapi saya bingung, apa yang harus saya tuliskan tentang kampung saya? Lahirpun saya di Kendari, saya hanya sesekali pulang berlebaran, menghadiri acara keluarga ataupun tugas kantor. Saya merasa tidak mengetahui banyak hal dari kampung halaman saya. Tapi karena ini wajib dan saya tidak boleh kehabisan ide, maka saya memutuskan menulis apa saja yang terlintas dipikiran saya, yang mungkin akan bermanfaat sebagai info sebelum mengunjungi Wakatobi.


Wakatobi - Sulawesi Tenggara- Indonesia!!
Wakatobi, sebuah Kabupaten yang justru lebih terkenal dari Kendari, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Bukan tanpa alasan saya berkata seperti ini, jika ada yang menanyakan asal saya dari mana, reaksi berbeda akan saya terima. Jika menjawab Wakatobi, jawaban pertama yang akan saya terima adalah "Oohh" sedangkan jika menjawab Kendari biasanya akan dijawab "Kendari? Dimana tuh?." :D

Tidak heran memang, Wakatobi sudah terkenal sebagai salah satu surga bawah laut yang dimiliki Indonesia, juga menjadi salah 1 destinasi wisata yang diberi label sebagai "New Bali". Oh ya.. ada lagi.. Taman nasionalnya juga ada pada cetakan uang Rp.10.000 yang baru. :D

Sedih juga sih ya.. Ibu Kota Provinsi malah belum banyak dikenal, padahal yang mengetahui Wakatobi belum tentu tahu juga bahwa kampung halaman saya itu berada di Sulawesi Tenggara. Yah.. kalau di luar negeri seperti Bali dan Indonesialah perbandingannya, mereka lebih mengetahui Bali dibanding Indonesia. Hehe..

Wakatobi Secara Geografis
Sampai saat ini, saya masih menemukan teman yang belum mengetahui bahwa Wakatobi itu adalah singkatan dari kecamatan-kecamatan yang ada di dalam wilayah administratifnya. Begitupun dengan pemahaman mereka tentang kondisi geografisnya. Kecuali yang mungkin sudah mencari tahu tentang Wakatobi secara mendalam atau pernah berkunjung langsung ke Wakatobi.

Mari saya ceritakan..

Wakatobi adalah singkatan dari:
WA = Wanci
KA = Kaledupa
TO = Tomia
BI = Binongko

Keempatnya adalah nama kecamatan yang terpisah oleh lautan dan harus dijangkau dengan alat transportasi laut. Artinya, jika datang ke Wakatobi tidak berarti pengunjung langsung akan berada dalam 1 daratan. Begitupun dengan lokasi wisata yang tersebar di beberapa titik di kecamatan. Jadi kalau mau berwisata ke Wakatobi, pastikan teman-teman sudah tahu hendak mengunjungi tempat wisata yang mana.


Mau menyelam untuk menikmati keindahan bawah laut? Di sekitaran resort atau pantai bisa di Wanci saja. Kalau ingin ke pulau Hoga, umumnya pengunjung akan mulai menyeberang dari Kaledupa agar lebih efektif dan efisien perjalanannya. Belum lagi jika ingin ke Tomia dan Binongko dengan keunikan wisatanya masing-masing. ;)

Sinyal dan Listrik di Wakatobi
Mungkin pengunjung akan berasal dari kota besar yang bebas memilih ingin menggunakan provider mana saja. Tapi untuk Wakatobi, sampai saat ini sinyal yang bisa dimanfaatkan adalah dari provider Telk*msel dan Ind*sat saja. Saya pernah datang dengan paket data yang siap tempur dari X*, tapi ternyata tidak tersedia di sana. *Gagal Eksis :p. Oh ya, Kekuatan sinyal juga masih mengandalkan jaringan 3G, menurut pengakuan seorang teman, jaringan 4G masih timbul tenggelam di Wanci.

Untuk listrik sendiri terdapat perbedaan waktu ketersediaan antar kecamatan. Di Wanci dan Tomia, sumber daya listrik sudah tersedia selama 24 jam, sedangkan di Kaledupa dan Binongko listrik hanya tersedia hanya selama 11 jam saja yaitu pukul 16.00 - 05.00. Pada hari minggu ada bonus listrik yang akan tersedia pada pukul 9.00 - 12.00 lalu kemudian padam lagi (CMIIW).

Jadi, kalau berencana ke daerah yang tidak dialiri listrik 24 jam, pastikan membawa power bank agar tidak mati gaya ya.. Semoga secepatnya seluruh Wakatobi bisa mendapatkan aliran listrik selam 24 jam. Hal ini tentunya tidak hanya akan menyenangkan para pengunjung, tapi juga penduduk di Wakatobi.

Pastikan Anda Mencicipi Makanan Tradisional Wakatobi
Makanan di kota besar relatif mudah dicari jika ingin dikonsumsi, tapi makanan tradisional umumnya bisa didapatkan di daerah asalnya saja. Jangan lewatkan makanan khas seperti:

1. Kasuami
Kasuami ini terbuat dari singkong (di Sulawesi umunya disebut ubi) yang di parut lalu dikukus dengan cetakan dari daun kelapa yang berbentuk kerucut. Ada juga Kasuami ni Pepe yang berbentuk pipih, sedikit berminyak dengan topping bawang goreng di tengahnya. Ya ampun, saya ngiler sendiri. :D

Kasuami ini umumnya dikonsumsi bersama olahan ikan seperti parende, ikan bakar, perangi, simbuku ataupun makanan laut lainnya. Dimakan hangat-hangat enak sekali!^^

2. Kenta Perangi
Jenis makanan yang satu ini harus teman-teman coba! Bahkan di Kendaripun tidak tersedia di rumah makan manapun. Kenta yang berarti ikan ini sudah menunjukkan bahwa yang digunakan untuk Kenta Perangi ini tidak dari sembarang jenis ikan, harus ikan batu yang segar dan langsung dicincang untuk kemudian diberikan perasan jeruk nipis, garam dan irisan bawang merah. Lalu dimasak? Nope! Sudah siap dimakan! Berani? Haha..

3. Simbuku
Simbuku adalah gurita yang dipotong-potong kecil, lalu dimasak dengan menggunakan rempah dan asam kemudian disajikan dengan kuah kental, rasanya yang asam enak sekali jika dimakan dengan nasi maupun kasuami.

Ah.. menulis makanan-makanan ini bikin saya ikutan ngiler. LOL. Selain 3 jenis makanan di atas, masih ada Ndafu-ndafu, Kukure, Lesi-lesi, Topulu, Kano dan Opa. Untuk cemilan teman-teman bisa mencoba Karasi dan Senga-senga berkunjung ke Wakatobi.

Yang pasti, segala jenis makanan laut akan disajikan segar karena Wakatobi memang daerah laut, bahkan ikan yang dibakar tanpa menggunakan bumbupun akan terasa manis, karena seperti itulah rasa aslinya.

Dan karena saya sudah ngiler berat, sepertinya saya harus menyelesaikan artikel yang sebenarnya tidak hanya untuk memenuhi kewajiban menulis saya di 1 Minggu 1 Cerita saja. Mengetik tema ini juga membuat saya rindu kampung halaman dan ingin tahu lebih banyak lagi tentang kampung halaman yang terakhir saya kunjungi tahun 2015 lalu itu.
Mmm.. Yakin gak mau ke Wakatobi?

Semoga suatu saat bisa menulis lebih banyak lagi tentang kampung halaman dan tentu saja saya berharap semoga tulisan ini bermanfaat. Yuk ke Wakatobi! :)


Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...