16 Aug 2017

Mecukur Bulu Ketiak tanpa Takut Ketiak Hitam

Benar kata orang, menikah akan membawa banyak perubahan. Ini yang sering kali Abang syukuri  dan utarakan pada saya, tentang perubahan rezekinya, tentang perubahan pakaiannya (yang akhirnya bisa update), juga perubahan bau badannya. Semua menjadi lebih baik. Alhamdulillah, saya juga merasakan hal yang sama..

Eh, bau badan? Segitunya?!

Ya, Abang gak seburuk itu juga sih bau badannya. Haha..

Jadi sebelumnya Abang itu punya treatment yang berbeda terhadap ketiak, berbeda dengan kebiasaan saya tentunya. Melihat itu dan efek yang ditimbulkannya saya jelas berpikir bagaimana caranya agar Abang yang keringatan itu bisa nyaman dengan aktivitas di dalam dan di luar kantornya.


Langkah pertama adalah mencukur bulu ketiak, tidak ada keraguan. Masalah kulit ketiak yang akan berwarna gelap belakangan diurusin, saya sudah punya rahasia menjaga kulit ketiaknya. Pokoknya sekarang biar bersih dulu si keti itu. Hihi

Setelah mandi dan bercukur, Abang saya berikan deodoran favorit saya, sudah saya gunakan beberapa bulan sebelum menikah. Bukan nyobain dari awal kemunculannya juga sih, saya juga pakai hasil kepincut testimoni teman yang membandingkan antara 2 merk deodoran. Yang satu itu ketinya hitam dan jika memakai Dove Original Light and Smooth ketinya lebih cerah.

Sejak itu Abang mengikuti saya menjadi pemakai setia Dove Original Light and Smooth, kadang Abang protes juga sih, kenapa tidak dari dulu diberitahu tentang Dove ini. Lah.. Sibuk amat, kita pacaran juga enggak, ngapain saya ngurusin ketiaknya Abang. :p


Kembali ke Dove Original Light and Smooth, saya baru-baru ini dapat kiriman dari Home Tester Club. Waktu paketnya tiba saya seneng banget dong, sudah saya tunggu-tunggu juga sih, soalnya beberapa hari sebelumnya dikirimi email bahwa saya akan dikirimi Dove Original Light and Smooth. Home Tester Club butuh review dari saya, tapi sampai testimonipun saya sanggup berikan, soalnya emang sudah pakai terlebih dahulu. *Emang apa bedanya review dan testimoni :p

Jadi sekalian saja saya masukkan di Rabu Review, udah lama kosong juga tema yang satu ini. Banyak bahan cuma gak dieksekusi. *Apaan deeh..

Yuk balik pakai bahas deodoran cihuy ini lagi..

Dove Original Light and Smooth ini andalan saya dan Abang banget, wajib pakai setelah mandi. Setelah itu terserah mau beraktivitas dimana dan apa, di luar kantor bisa, apatahlagi di dalam kantor. Mau kalem ngetik di depan komputer atau olahraga mah ayuk ajah. Soalnya deodoran ini bukan hanya membuat ketiak menjadi lebih cerah, tapi juga menjaga kita dari bau badan seeepanjang hari.

Eh, kepoin bahannya yuk..


Jadi deodoran ini mengandung: Water, Aluminum Chlorohydrate, Glycerin, Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil, Steareth-2, Perfume, Steareth-20, Disodium EDTA,  Pentaerythrityl Tetra-di-t-butyl Hydroxyhydrocinnamate, Tocopheryl Acetate, Butylene Glycol dan Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract.

Karena mengandung bahan-bahan diatas, maka Dove Original Light and Smooth bisa merawat ketiak, mencerahkan terlebih karena diformulasikan dengan ¼ moisturising cream sehingga kulit ketiak halus dan lembut. Segar dan wangi serta memberikan perlindungan tetap kering hingga 48 jam.

Saya sih belum pernah pakai hingga 48 jam ya, paling durasinya dari mandi pagi ke mandi sore, kalaupun tidak mandi sore karena sudah pulang malam ketiak rasanya fine-fine saja, gak bikin orang rumah lantas menutup hidung. Hehe..

Sudah beberapa bulan menggunakan produk ini rasanya saya nyaman banget, apalagi saya pakai Shampoo, conditioner dan body wash dari Dove. Jadi boleh dibilang sudah satu rangkaian produk. Tinggal tunggu dikirimin produk sampel saja dari Home Tester Club lagi. Hamper dong.. Hampeeer.. Ngarep! Haha...

Read more

14 Aug 2017

Serunya Jalan Sehat Bersama BUMN

Hari Minggu kemarin pacaran saya dan Abang dikelilingi banyak orang. Haha.. Nggak ding, Kami memang pacarannya di event jalan sehat yang digelar oleh seluruh BUMN, kebetulan kali ini kantor Abang sebagai PIC acara besar ini.
Sejak jauh hari kami yang tergabung dalam IIKP (Ikatan Istri Karyawan Pegadaian) sudah diwanti-wanti untuk turut serta dalam kegiatan tersebut, termasuk mendampingi ibu-ibu dari direksi yang juga akan hadir.

Manut, toh kegiatannya di hari libur dan kondisi juga sudah lebih sehat. Sekalian ketemu para ibu-ibu yang selama ini hanya saling berkomunikasi via WA saja, belum saya kenal secara langsung. *Duh, pergaulan.. LOL

Buibu Awet Masih Muda :*

Oh ya, Mama, Bapak, Mama mertua dan sepasang keluarga dekat kami juga ikut di acara ini. Maklum, ada Fildan Rahayu, artis dangdut kebanggaan Sulawesi Tenggara. Kehadirannya salah satu yang membuat kegiatan ini diprediksi akan "wah" selain banyaknya hadiah yang dibagikan. Benar-benar banyak. Saya aja mupeng. Hihi..

Dengan tagline "BUMN Hadir Untuk Negeri" acara diawali dengan pengarahan rute dan wanti-wanti tempat memasukkan kupon undian saat jalan sehat. Sambutan, senam dan pengundian hadiah. Yang paling memakan waktu dari semua rangkaian kegiatan kemarin adalah jalan santai dan pengundian hadiah. Maklum hadiahnya banyak, MC bahkan terlihat lebih capek mengumumkan nomor undian daripada cuap-cuap untuk memandu acara. Sayang nomor undian saya gak ada yang cocok.. #Eh..

Di acara kemarin kami sempat janjian untuk berkumpul bersana teman-teman kuliah dulu. Sayangnya saya hanya bertemu 1 orang saja, itupun dia masih menunggu 1 teman lainnya. Terpaksa saya tinggal, maklum jalannya gak sendiri. :D

Pacar kesayangankuhh :*

Dengan kostum putih bis merah dan topi sebenarnya kami punya akses untuk masuk ke tribun dan duduk manis menunggu jika nomor undian kami disebutkan menikmati acara, tapi karena Abang telat ngeh bahwa topi yang kami kenakan adalah penanda bahwa kami bebas masuk, jadilah kami berdiri mematung memikirkan nasib berebut tempat teduh selama berjam-jam.

Rada kecewa sih, sayang sebenarnya kami sudah punya akses tapi tidak dimanfaatkan, tapi gak enak juga sama Mama Mertua yang sejak berangkat sudah bersama kami. Masa harus kami tinggalkan dan duduk di kursi VIP. Yang punya akses hanya karyawan dan istri saja. Serba salah.. hihi..

Yang spesial diacara kemarin adalah saya akhirnya bisa melihat Fildan secara langsung dan rasa pegal di kaki yang saya dan Abang rasakan. *Penting banget bahas ini. LOL* Kalau saya pegalnya jelas karena kelamaan berdiri, entah Abang kenapa, sepetrtinya karena jalan dan berdiri lama di hatiku. Akhirnya setelah acara selesai, pacaran kami diisi dengan kegiatan saling memijat kaki. Haha

Norak! Saya akhirnya lihat Fildan secara langsung dan nyaris ikut joget di depan panggung!! Padahal baru dinyanyiin Gerua saja lho.. Wkwkwk

Semalam tidur saya benar-benar pulas, karena capek dan saya dikeloninnya ya dipijat-pijat kaki (kiri)nya, entah berapa lama, yang jelas saya udah benar-benar gak ngerasain kaki yang sebelah kanan dipijat, yang jelas ada aroma minyak zaitun di kedua telapak kaki.

Alhamdulillah bangunnya segeeer banget, Jazakallah Abang.. Walaupun sampai kantor ngantuk lagi, bangunnya pagi banget karena sebelum ke kantor saya ke bandara dulu nganterin Abang yang hendak merantau ke tempat kerja (lagi).Hihi..

Sesampainya saya di kantor salah satu surat kabar terbesar tiba di meja saya dengan liputan khusus Jalan Sehat BUMN kemarin. Senang banget acaranya berjalan sukses, ramai dihadiri masyarakat dengan segala umur. *Sekali lagi, mengundang Fildan adalah pilihan yang sangat tepat. :)


Oh ya, walaupun saya tidak dapat hadiah sama sekali, tapi kemarin belajar banget bagaimana kalimat "Kalau rezeki nggak akan ke mana" saat menyaksikan pengundian hadiah utama berupa motor. Fildanlah yang dipercaya memilih nomor undian saat itu. Pihak saksi, notaris dan dewan direksi sudah berada di atas panggung, tapi acara harus berlangsung lama, nomor kupon yang dibacakan ternyata tidak bertuan sampai sebanyak 3x.

Dan akhirnya diambil lagi kupon baru, pemiliknya adalah... Polisi yang sedang bertugas jaga di acara Jalan Sehat BUMN!!! Saya ikut kegirangan. Selamat ya pak polisi.. Saringan rezeki bapak sampai 3 nomor kupon lho.. Hihi..

Selamat bekerja, tetap rajin bekerja walau rezeki kita gak akan kemana-mana! ^^

"Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll)."
(HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Read more

7 Aug 2017

Memilih yang Terbaik diantara yang Terburuk, Keguguran atau ...

Menulis itu menyembuhkan. Hal ini banyak diamini oleh teman-teman yang suka menulis. Saat ada hal menyakitkan yang terjadi, bagi yang suka menulis, hal itu akan membantunya menyalurkan sakit itu keluar dari tubuhnya, dari perasaannya.

Tulisan ini mungkin bagian dari upaya saya untuk menyembuhkan diri. Bukan karena tak punya media lain, tapi entah kenapa dengan menulis perasaan di dalam hati bisa dengan gamblang dikeluarkan, walau bisa jadi ada beberapa hal yang disamarkan.

Tanggal 20 Juli yang lalu Abang berulang tahun, mari lewatkan kejutan-kejutan yang saya siapkan untuknya. Mungkin nanti akan saya ceritakan dengan mood yang lebih baik karena disaat yang bersamaan saya sakit.


Saya mengalami anyang-anyangan, saya yang saat itu bertugas sebagai panitia pelatihan di hotelpun harus meminta izin karena sakit yang tidak tertahan dengan aktivitas ke kamar mandi yang sangat rutin. Tidak berdiam diri, saya langsung memeriksakan diri ke dokter kandungan karena "diagnosa" dari mbah google saya mengalami ISK bawah. Pipispun harus saya sertai dengan dahi yang berkerut dan meringis yang ditahan.

Sesampainya di ruang pemeriksaan saya di-USG dan diminta untuk melakukan tes di laboratorium rumah sakit. Hasilnya saya memang positif ISK dan saya dinyatakan hamil walau dengan garis kedua yang masih agak samar.

Diam-diam Berbahagia
Saya hamil! It will be a best gift ever for Abang, tapi seperti biasa saya tidak ingin sesumbar. Tidak seorangpun (kecuali narasumber tempat saya nanya dokter :* ) saya beritahu mengenai hasil tes waktu itu. Biarkan semuanya lebih pasti dipemeriksaan kedua, tanggal 4 Agustus, sesuai jadwal kontrol dari dokter.


Waktu berjalan, sekalipun menahan diri untuk tidak over excited saya bergerak dan mengkonsumsi makanan dengan lebih hati-hati. Alhamdulillah perlahan ISK hilang seiring dengan obat yang saya konsumsi 2 hari sekali.

Beberapa hari kemudian saya sadar, saya sudah telat haid 4 hari, keyakinan saya jelas bertambah, cici-ciri (tidak pasti) kehamilan juga ikut muncul satu per satu. Mama akhirnya saya beritahu dengan catatan ini belum pasti, begitupun Abang yang memberi kejutan pulang tanpa saya sangka.  Sedangkan Mama saya yang satunya lagi (mertua) akan saya beritahu sepulang saya dari dokter 4 Agustus nanti. Kami diam-diam berbahagia.

Tanggal 27 Juli pelatihan selesai, tugas panjang di hotel juga berakhir, saya bisa beristirahat. Besoknya berkantor seperti biasa dan sepulangnya dari kantor saya sempatkan singgah sebentar di rumah Kendari Permai (KP).

Sabtu saya habiskan dengan leyeh-leyeh setelah mencuci, tapi saat Maghrib saya cukup kaget karena ada flek. Hal itu tidak membuat saya khawatir karena tidak ada rasa sakit yang saya rasakan. Keesokan harinya ada flek lagi, saya mulai cemas awalnya, tapi akhirnya tenang juga. Toh dokterpun tidak praktek di hari Minggu.

Saya mulai banyak mencari info melalui artikel dan bertanya kepada teman. Akhirnya saya putuskan untuk ke dokter saja hari Senin 31 Juli jika masih ada flek juga. Benar saja, fleknya semakin banyak walau tidak ada rasa sakit dan bau darah.

Twisted story: Memilih yang Terbaik diantara yang Terburuk
Seperti kebanyakan orang saya tentu berharap janin berusia 5 minggu 2 hari di kandungan saya tidak apa-apa, sehat wal afiat. Tapi hasil pemeriksaan dokter membawa pilihan lain...

"Kalau saya, mending ini keguguran dari pada hamil di luar kandungan. Soalnya kalau hamil di luar kandungan harus operasi." Terang dokter setelah melakukan Test pack, USG dan tidak melihat kantong kehamilan di dalam rahim saya.

Deg!

Ibarat film, ini adalah sebuah twisted story yang benar-benar mengejutkan. Perasaan saya campur aduk, antara kecewa atau ikut mengaminkan harapan dari dokter. Saking campur aduknya perasaan mungkin saya bisa ekting tegar. Like there is nothing happened, entah Mama yang menemani saya waktu itu beranggapan apa, tahu anaknya ekting tegar atau bingung dengan anaknya yang (perasaan saya nih ya) terlihat tenang.

Sesuai saran dokter saya diminta cek darah BHCG, Beta HCG. HCG atau Human Chorionic Gonadotropin adalah sebuah hormon yang diproduksi oleh indung telur di awal masa kehamilan. Kata dokter, jika nanti hasilnya tinggi maka besar kemungkinan saya hamil di luar kandungan (soalnya waktu USG ada bentukan lonjong yang dicurigai di luar kandungan). Duh ya.. Allah menunjukkan kecanggihannya lagi, yang tidak saya inginkan diubahNya menjadi hal yang saya inginkan, tidak ada pilihan lain. Saya merenungi ini sepanjang perjalanan.

Masih dihari yang sama, malamnya saya mulai pendarahan, sudah tidak ada keraguan lagi, saya menggunakan pembalut agar merasa aman. Jadwal kontrol saya berikutnya adalah saat hasil tes BHCG keluar, 2 hari lagi. Saya tahu yang saya alami adalah keguguran, tapi bayangan hamil di luar kandungan membuat saya harus memilih dan berdoa agar mendapatkan yang terbaik diantara yang terburuk.

Baca juga : Premarital Check Up, Pemeriksaan Kesehatan untuk Calon Pengantin

Jangan tanyakan rasa sakit selama pendarahan terjadi. Saya yang jarang mengalami keluhan nyeri atau sakit selama datang bulan harus merasakan nyeri di perut dan pinggang selama 3 hari, tanpa obat pereda nyeri apapun. Sakitnya yang kambuhan membuat saya memilih berkantor, belum banyak yang tahu saya pernah hamil apalagi keguguran.

Hari kontrolpun tiba, harap-harap cemas saya mengantri bersama Mama, hasil tes di tangan, saya kembali harus USG. Hasilnya saya keguguran. Diantara rasa bersalah pada calon anak pertama kami, saya dan Abang diujung telepon mengucap Alhamdulillah, Mama dan dokterpun ikut senang. Saya diberi obat penggugur kandungan.

Efek Samping Obat
Saya diberi obat untuk 10 hari dengan aturan 2x minum dalam sehari. Menurut dokter sakitnya akan lebih terasa dari yang sudah saya rasakan. Wah, tidak terbayang sakitnya seperti apa, saya diberi surat sakit agar bisa beristirahat, mulai tanggal 3 sampai tanggal 11 Agustus. Tapi sampai tulisan ini terbit surat itu belum saya gunakan. For many reason..

Entahlah, saya lebih senang berkantor ketimbang merasakan sakit sendiri di rumah, ada orang tua sih, tapi seperti biasa saya pasti berkamar. Salah satu alasan terkuat adalah saya masih punya rasa sedih, dan saya tidak suka menyendiri saat sedang sedih. Beruntung Abang juga memberi kebebasan untuk saya mengambil keputusan sembari terus mengecek melalui telepon dan WA. Support Mama dan Abang benar-benar membantu saya melewati rasa sedih yang seringkali datang saat pikiran sedang tidak sibuk. Berkantor memang tidak membantu pemulihan fisik saya, tapi membantu kontrol psikis saya.


Kembali ke efek obat, keluhan sakit yang timbul setelah meminum obat ternyata tidak membuat saya makin sakit perut dan pinggang, tapi bertambah variannya yaitu sakit kepala, kram dan diare, paket komplit yang membuat saya susah beristirahat terutama di malam hari.

Beruntung saat ini keadaan saya lahir batin sudah lebih baik (ceileh istilahnya :p), yang tersisa hanya beberapa sakit dari efek obat saja, sedangkan sedih Alhamdulillah sudah tertutupi dengan syukur yang banyak saya dapatkan dari membaca banyak curhatan ibu hamil yang mengalami keguguran pada usia kandungan yang sudah tinggi (Saya yakini mereka jauh lebih sedih dibandingkan saya). Tidak sesumbarnya saya, juga saya yakini sebagai hal baik yang tidak menambah beban diri. Saya tertolong.

Allah sudah menuliskan peristiwa keguguran ini jauh hari sebelum saya lahir dan Insyaallah yang diambil akan digantikan dengan yang lebih baik...

Bismillah, kontrol kesehatan lagi, semangat promil lagi... :)

Update 9 Agustus: 2 hari ini sakit kepalanya naik level, sampai pengen muntah dan berlangsung seeeeharian. Dan kram yang biasanya datang malam, sudah mampir sejak setelah minum obat pagi. Dulu sempat berkurang waktu dianjurkan konsumsi pisang oleh teman, tapi kali ini gak mempan lagi. Dan mulai terasa ke tangan kiri juga.

Entah efek obat atau gimana, belum bisa memastikan, dokternya lagi ke luar kota. Hehe..
Read more

3 Aug 2017

[Puisi] Aku Rindu

Sudah lama kamis puitis kosong, memang sudah lama juga saya tidak menulis puisi lagi. Giliran menulis yang rada mewek. Tapi gapapa sih, meweknya kan ke suami. Haha..

Oh iya, seperti biasa puisinya tidak memperhatikan kaidah penulisan puisi yang baik dan benar (emang gimana?) hanya memperhatikan kaidah perasaan yang baper. Hihi.. Tapi jangan dibilang baperanlah, soalnya modal buat nulis puisi emang mesti diselami dalam-dalam perasaannya hingga ke tingkat baper. Jadinya ya seperti puisi yang satu ini. :D


Aku rindu
Kau lelah
Aku bercanda
Kau anggap serius

Aku rindu
Kau rindu
Aku tak mengucap
Tapi ingin bermanja

Aku rindu
Kau jauh
Aku menangis
Kau tak tahu

Aku rindu
Sudah keteriakkan kata itu sejak tadi
Lewat dering teleponku
Lewat manjaku yang melebihi bocah

Aku rindu
Sayang kau tak tahu
Tapi aku tahu diri
Aku salah merindumu

Percuma saja teriakku itu
Ia tak lantang terdengar
Rinduku hanya menggaung di dadaku
Penuh menyiksa

Aku salah merindumu
Entah kenapa aku malu mengucap rindu
Mungkin kau tak lagi percaya
Karna seringkali kuhela ia bagikan nafas

Hari hari
Setiap hari
Disetiap percakapan
Disetiap kudengar suaramu

Aku rindu...

280717 22:31PM

Ehm.. Umumnya perempuan (laki-laki juga gak sih?) susah bilang sesuatu secara langsung. Misalnya kangen, gak bilang kangen tapi tiba-tiba manjanya minta ampun, giliran gak dapat respon yang diinginkan ngambek. Ntar-Ntar..Saya gitu gak sih, Bang? :D

Baca juga : Imam Untukku

Tapi kalau udah ngomong kangen dan masih aja dicuekin gimana?

Duuhh.. itu emang suami emak-emak yang gak pekaaa.. atau gak denger? Atau gak baca? haha.. Susahlah ya kalau udah urusan komunikasi begini, urusan rindu macam begini. Yang Long Distance Marriage biasanya sih bisa mengerti perkara begini, yang bisa mengerti rindu macem ni tuh menyayat hati. Halah.. LOL

Siapa saja nih yang LDM? Yakin banget saya gak sendiri. Dibikin komunitas juga bisa. :D

Read more

23 Jul 2017

Memasak Ayam Potong So Good, Praktis Hanya Dengan 4 Bumbu

Urusan dapur seperti memasak tidak dapat dipungkiri masih dianggap sebagai pekerjaan utama perempuan. Tapi tidak semua perempuan suka memasak, apalagi dengan resep yang ribet. Yang rajinpun kadang malas kalau sudah lelah mengerjakan hal lain. Saya ada di aliran ini nih, suka memasak tapi sukanya yang simpel. Hehe

Nah, karena mungkin kita sealiran atau ada yang merasa masak ayam itu ribet, saya akan bagikan resep yang saya dapat dari ibu kost saya dulu. Resepnya simpel, gak butuh banyak bumbu, bumbunyapun mudah didapat dan gak pake ribet.


Gak usah lama-lama ya, ini dia resep Ayam Potong Praktis Hanya dengan 4 Bumbu.

Bahan:
-Ayam (Saya menggunakan Ayam Utuh Potong 10 So Good)
-Air secukupnya (sampai ayam di panci hampir terendam)

Bumbu:
- Ketumbar halus 2 sendok
- Garam kasar 1 sendok munjung
- Bawang Putih 10 siung dihaluskan
- Penyedap masakan secukupnya (boleh tidak digunakan)

Cara memasak:
- Cuci bersih ayam, masukkan ke dalam panci, masukkan ketumbar, garam, bawang putih dan penyedap.
- Masukkan air dan ratakan bumbu.
- Masak dengan api sedang selama kurang lebih 45 menit.
- Saat ayam selesai dimasak, airnya hanya akan tersisa setengah dari jumlah air di awal. Dengan cara ini bisa dipastikan bumbu sudah meresap ke dalam daging ayam.
- Ayam siap dihidangkan.

Nah, sampai di tahap itu saja saya sudah sangat suka dengan ayam ini. Bumbunya meresap sampai ke dalam daging walaupun ayam utuh potong 10 ini potongannya porsi mantap, puas, soalnya gede-gede!

Dokumentasi pribadi

Selain daging ayam yang terasa bumbunya, kuahnya juga enak untuk disiramkan ke nasi, apalagi nasi yang hangat, wah.. Berasa makan opor ayam lho!

Tapi, saya juga suka selingi penyajiannya dengan menggorengnya. Caranya gampang, ditiriskan sebentar lalu kemudian digoreng, atau ingin diberi tepung terlebih dahulu?Bebas, rasanya sama-sama enak.

Dokumentasi pribadi

Nah, tentang resep ini, ada sedikit pertentangan di rumah nih. Mama tuh penganut aliran harus masak dengan bumbu yang komplit, sementara saya, saya penganut aliran memasak dengan cara simpel, bumbunya juga, tapi tetap menomor satukan rasa tentunya. Kalau bumbunya bisa simpel tapi rasanya tetap enak kenapa tidak? Iya kan? Hehe..

Jadi untuk yang malas ribet atau baru mau belajar memasak, resep simpel ini bisa dipraktekkan. Selain bumbunya tidak rumit seperti resep memasak ayam ala Mama saya , resep ini juga praktis untuk anak kost yang mungkin tidak memiliki banyak varian bumbu di rumah. Apalagi sekarang ketumbarnya sudah ada yang jual dalam kemasan sachet, ya kan? :)

Alasan lain mengapa saya lebih menyukai resep ini adalah efektivitas waktu saat memasak dibanding dengan memasak opor. Opor ayam harus selalu diaduk terutama saat santal kentalnya dimasukkan. Tapi dengan resep ini, kita hanya perlu sesekali menegok dan mengaduknya. Jadi waktu 45 menit sudah bisa disambi dengan pekerjaan lain.

Jangan lupa pilih Ayam potong dari So Good karena kesegarannya tetap terjaga jadi rasanya tetap enak, sudah bersertifikat halal dari MUI, bebas formalin, bebas hormon, tanpa pengawet, yang pasti mutu ayam terjamin!

Dokumentasi pribadi

Kan percuma ya udah capek-capek masak (walaupun resepnya simpel) tapi gak puas sama rasanya kerena ternyata kualitas ayamnya yang bikin gak enak. Duh, jangan sampai deh..

Salah satu kunci masakan enak kan gak hanya resep dan eksekusi yang tepat saja, kesegaran bahan masakan juga wajib diperhatikan.

Itu tadi resep Ayam Potong Praktis Hanya dengan 4 Bumbu saja. Simpel tapi tetap terasa enak. Yang masih merasa memasak ayam itu ribet, bisa mencoba resep ini.

Selamat Memasak!

Read more

20 Jul 2017

Jajanan Masa Kecil, dari yang Manis Hingga yang Terasa Asam!

Hari Kamis, sesungguhnya adalah jadwal saya menulis Kamis Puitis. Tapi karena bertepatan dengan tanggal 20 yang sudah dikontrak oleh Sultra Blogger Talk untuk posting serempak (juga dengan tema yang sama) maka ditangguhkan saja dulu Kamis Puitisnya ya.. Saya juga belum mood tulis puisi lagi, mau cari stok puisi di note HP juga masih males.. hehe


Jadi tema SBT kali ini adalah Jajanan Masa Kecil. Pasti punya dong ya semua.. Jajanan masa kecil kita kemungkinan sama kalau hanya beda 3-5 tahun, apalagi kalau satu daerah, kadang hanya beda nama saja. Selera anak-anak mah tidak jauh dari yang manis-manis seperti permen atau manis plus dingin seperti es yang diolah menjadi berbagai jenis.

Jajanan Manis
Berbicara tentang jajanan manis, ada satu jajanan yang sangat membekas di ingatan saya. Bukan hanya karena rasanya yang enak. Tapi ada peristiwa yang membuat saya sampai saat sudah dewasa saat ini, saya masih belum mengerti kenapa hal itu bisa terjadi. (Ngomongnya dewasa ya.. diksi halus dari kata tua! Haha)

Jadi ini kisah tentang jajanan Rambut Nenek.. Saya lupa kami dulu menyebutnya apa, manisan saja sepertinya. Saya kurang suka manis sebenarnya, tapi kalau Rambut Nenek, saya suka sekali! Hampir setiap hari uang jajan saya sisihkan untuk beli Rambut Nenek ini. Teksturnya yang renyah lalu kemudian lumer di mulut itu memberi sensasi sendiri di lidah saat memakannya.

Mungkin itu juga yang membuat seorang murid laki-laki di sekolah SD saya waktu itu berani merebut Rambut Nenek dari tangan saya.

Begini ceritanya.. Auuu.. *Ngerti kenapa ada "Auuu" nya? Ehm..  Umurnya ketahuan! :p

Jadi setelah pulang sekolah, seperti biasa saya dijemput bapak. Bapak bisa on time karena kantor bapak berada tepat di depan SD saya. Saat itu saya minta bapak berhenti sebentar, karena saya mau jajan. Saya membeli Rambut Nenek dengan uang jajan saya, tidak menunggu lama Rambut Nenek pesanan saya sudah berada di tangan saya.

Sabar-sabar saya pegangi jajanan itu melewati lorong antara gedung sekolah dan sebuah tembok toko. Diujung lorong seorang murid laki-laki (seingat saya 1 kelas diatas saya) langsung merebut Rambut Nenek dari tangan saya, di depan bapak saya saudara-saudara!! Berani sekali!

Saat itu saya hanya melongo saking kagetnya, kejadiannya cepat sekali! Saat sadar masa lalu dan mantan Rambut Nenek di tangan saya sudah hilang. Saya sontak mendongak melihat bapak, dan bapak hanya tertawa kecil, mungkin bapak juga tidak percaya dengan yang dilihatnya. Bapak hanya berkata, "Tidak apa, nanti besok baru beli lagi." Saya juga manut saja tidak minta ganti rugi. Ahh.. mungkin karena itu makanya saya sabar sekali menghadapi ujian hidup. LOL

Sumber: qudapan.blogspot.co.id

Sorry.. mungkin jadinya gak fokus bahas jajanan, tapi benar-benar gak bisa lupa kejadian itu. Saya ceritakan, agar kita mendidik dan mengingatkan anak sejak dini untuk tidak mengambil hak orang lain. *Tsahh! :D

Beralih ke jajanan manis lainnya..

Saya juga suka membeli manisan buah Kedondong, tapi yang jadi favorit ya Es Lilin, terutama rasa kacang hijau. Dulu di rumah mama suka bikin, dan saya yang menjualnya keliling kompleks dan perumahan BTN. Komisinya ya Es Lilin enak buatan mama.

Bener-bener ya, bahagia di masa kecil memang sederhana sekali.. Item gak masalah, yang penting dapet Es Lilin! Haha..

Selain Es Lilin saya juga suka Es Kado, Es yang berbentuk kotak memanjang dan dibungkus kertas kado. Enaknya Es Kado ini, harganya gak dipatok, panjang es akan menyesuaikan uang kami, beli Rp.100 ya pendek, beli Rp.300 ukurannya akan 3x lebih panjang... nikmatnya udah berasa makan es krim pabrikan! LOL

Jajanan Asin
Beralih ke jajanan asin.. Saya paling suka yang garing, terbawa sampai sekarang. Dulu suka makan Mie-mie, kalau gak ada beli mie instan merk V*tami yang lebih murah dari S*rimi dan Ind*mie lalu kemudian diremas-remas hingga cukup hancur, baru kemudian ditaburi bumbu dan dimakan mentah! Makannya nikmat tanpa perlu mengkhawatirkan isu MSG dan kandungan lilin pada mie instan. Hehe

Tipikal jajanan asin saya sih seperti itu, yang crunchy!

Jajanan Pedas!
Sejak kecil saya suka pedas, nurun dari Mama sih.. dibiasakan makan pedas sejak kecil. Gak heran deh kalau waktu SD saya sukanya nongkrong di kantin Pak Harimin untuk memesan Ubi (singkong) Goreng berikut sambalnya! Sambalnya udah habis, Ubi Gorengnya belum habis..Tambah lagiii! Makanya suka di kantin itu.

Singkong Goreng + Sambal
Jajanan favorit sejak SD hingga sekarang :)

Eits, jangan dikira uang jajan saya dulu banyak ya, dulu 1 potong ubi goreng harganya hanya 25-50 Rupiah saja, kembung-kembung dah tu perut makan ubi! Haha

Jajanan Asam
Sumber: FB Nhyny Azizah Nurahsan

Saya ingat, dulu kami suka sekali membeli Settung (maaf saya gak tahu namanya di Jawa apa). Buah yang kadang dijual setelah diolah menjadi manisan seperti manisan kedondong, tapi kami lebih sering adu nyali dengan memakannya tanpa diolah. Asli asam sekali! Supaya seru kami makannya beramai-ramai dan saling menertawai reaksi masing-masing.

Ahh.. anak-anak ya.. Jajanan saja bisa jadi bahan candaan.. :D

Intermezo..

Jajanan Berhadiah
Nah kali ini ini kategorinya agak sedikit melenceng, bukan soal rasa, tapi iming-iming hadiah. Saya tuliskan karena anak-anak memang doyang dengan iming-iming hadiah... Eh, yang dewasa juga suka hadiah kan? :D Jajanan jenis ini juga jenis jualan yang cukup laris menurut pengamatan saya. *Halah..

Jadi dulu itu ada yang namanya K*rtu AS, atau kalau mau yang lebih tradisional lagi ada permen asam yang dibungkus dengan 1 guntingan wayang kecil (di Jawa sejenis kuartet kayaknya), lalu di dalamnya nanti ada nomor yang akan dicocokkan dengan hadiah yang menanti. Hadiahnya ada levelnya juga, dari hadiah utama (yang bisa berupa mainan yang cukup lumayan harganya) sampai hadiah hiburan sekelas permen rasa durian. Kalau enggak ya zonk seperti rasa permen asam yang sering kami sebut gula-gula berhadiah itu. Hehe..

***

Nah.. itu diatas jajanan masa kecil yang sering sekali saya konsumsi, ketiga teman saya yang juga berasal dari Sulawesi Tenggara ini juga punya ceritanya masing-masing:


Bagaimana dengan teman-teman, suka jajan apa dulu? Apa kita punya kesamaan? ^^
Read more

19 Jul 2017

Tempat Wisata Lokal Rasa Internasional di Bintan

Coba ketik Bintan di kolom pencarian instagram. Entah apa reaksi teman-teman, tapi mata saya seakan-akan berkata wow karena pupilnya mulai membesar, saya excited.. Wahh.. bagus-bagus ya pemandangannya..

Bukannya tidak tahu mengenai pulau Bintan, iya saya tahu ada di kepulauan Riau, tapi banyak hal yang baru saya ketahui (terutama mengenai wisatanya), salah satunya adanya kolam renang air asin raksasa pertama di asia tenggara! Ihh.. keren yaah..


Nanti saya ceritain deh seberapa ndesonya saya, seiring teman-teman baca wish list yang saya buat jika mengujungi pulau Bintan nanti. Bisa deh diajukan ke Abang yang kalau wisata itu maunya gak hanya pantai saja, soalnya di Sulawesi Tenggara juga udah banyak katanya.

Baca Juga: 

Jadi apa saja wish list saya? Yuk baca, kali aja teman-teman juga tertarik..

1.Lagoi
Lagoi adalah tempat yang tidak bisa dilewatkan saat berkunjung ke Pulau Bintan. Terletak di Kabupaten Bintan, Kecamatan Bintan Utara, Lagoi merupakan sebuah kawasan wisata terpadu yang terbilang cukup lengkap, kawasan ini adalah kawasan wisata internasional. Jadi jangan heran jika dikelola dengan baik dengan pengamanan yang cukup ketat.

Biaya masuk kawasan ini sih hanya Rp. 5000 saja, tapi pemeriksaannya cukup baik. Demi keamanan bersama kaan...

Di kawasan Lagoi ini terdapat mall, danau buatan, lapangan golf, banyak pantai dan resort yang tersedia. Tapiii.. sejauh yang saya baca sih untuk ke resortnya harus jadi tamu dulu baru boleh menikmati fasilitas terutama private beach-nya, duh.. sayang iih.. padahal kalau lihat foto-foto pemandangan dan fasilitas yang disediakan resort yang berada di sana itu instagram-able banget loohh.. *Teteup yaah! LOL

Banyak sih yang bikin saya tertarik, tapi so far ada 2 yang sangat menarik perhatian saya secara lebih khusus (letaknya masih di kawasan Lagoi juga):

2. Lagoi Bay
Sumber: jalanrina.com

Nah, foto di atas adalah salah satu land mark di Lagoi Bay. Sama seperti nama pantainya yang bebas diakses. Di pantai ini pengunjung bisa berenang, snorkeling, kayak, jetski dan menikmati fasilitas lain yang terbilang lengkap. Tentunya untuk menikmati fasilitas tambahan tersebut ada biaya yang harus dikeluarkan.

3. Treasure Bay
Treasure Bay juga terletak di kawasan Lagoi. Tepatnya di Jalan Raya Haji KM 01, Teluk Sebong. Di Treasure Bay inilah terdapat kolam renang air asin raksasa terbesar pertama se-asia tenggara. Nama kolam reangnya adalah Crystal Lagoon.

Sumber: Instagram @rizkyekasaputra28
Kalau gak dibilangin ini di Bintan, saya pasti pikirnya ini di Luar Negeri.. Ckck..

Crystal Lagoon ini besarnya mencapai 6,3 hektar dengan kapasitas sebanyak 115.060.000 liter air. Kolamnya dibuat persis menyerupai pantai yang bertingkat kedalamannya, tidak lupa pasir putih di sekelilingnya. Airnya yang berwarna biru dan sarana water sport seperti water jet, sky waterspeed boat tenaga matahari, kolam balon untuk anak, sepeda air, luncuran dan banyak fasilitas untuk bersenang-senang di air lainnya.. benar-benar bikin mupeng.. Sumpah!! *Droll

Apa lagi yang menarik di Treasure Bay ini?

The Canopi!

The Canopi adalah penginapan yang terletak tepat di samping Crystal Lagoon. Dengan konsep penginapan GlamCamp, The canopy ini dilengkapi dengan listrik, pendingin udara dan wifi.. Wifi ya.. bukan wife..Ehm..

Pokoknya the canopy ini bagus pake banget, lihat aja deh foto-fotonya..
Kamar di The Canopi

Kamar mandinya "alami" yahh?
(All credit on pic)

MUPENG KAGAK? T_T

Udah ya move on.. mari ke wisata alam yang benar-benar alami..

4. Desa Sebong Pereh
Desa Sebong Pereh atau yang juga disebut Desa Berakit ini adalah sebuah desa wisata yang terletak di Teluk Sebong Kepulauan Riau. Disebut Desa Berakit karena di desa ini bermukim para suku laut yang masih menggunakan alat-alat tradisional untuk melaut.

Seperti tempat tinggal para nelayan atau penduduk di pesisir pada umumnya, rumah mereka akan dibangun dengan model rumah panggung. Bedanya, di musim teduh mereka akan banyak menghabiskan waktu di atas laut, dengan menggunakan kapal yang memiliki atap persis seperti atap rumah. Atap itu juga yang berfungsi sebagai dinding. Di atas kapal itulah mereka memasak dan beraktivitas.

Sumber: nyiksakamera.wordpress.com

Dua hal yang menarik untuk saya adalah adanya wisata memancing dan patung penyu berukuran besar di tepi pantai Desa Sebong Pereh tersebut. Ada wisata mangrove juga sih.. tapi skip dulu deh, di Kendari juga ada. ^^


Yang biasa ke luar negeri cari patung-patung gede juga ada lohh di desa ini. Namanya patung Guang Sheng Di Jun. Patung ini dipahat oleh pemahat dari negeri Tiongkok.

Sumber: robbihafzan.wordpress.com
Jadi ingat Batu Caves deh kalau lihat patungnya.. :)

5. Gurun Pasir Bintan
Destinasi yang jauh dari air nih.. Gurun Pasir Bintan, sebuah tempat bekas tambang bauksit yang menyisakan gundukan-gundukan pasir. Tidak hanya gundukan, pasirnya kemudian mempunyai garis-garis alami yang dibentuk oleh air hujan yang turun dan mengalir.

Gurun pasirnya tidak hanya berwarna kekuningan saja tapi ada yang berwarna pink bahkan cenderung berwarna keunguan.

Sumber: generation-g.id

Diantara gundukan gurun pasir ini, ada 2 gundukan yang tinggi dan kemiringannya menyerupai gunung, bisa jadi tantangan sendiri untuk yang suka tantangan. *Onta mana Onta! :D

Oh ya, Gurun Pasir ini tepatnya terletak di Jl. Raya Busung, Busung, Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. 
Ke sini aja ya, gak usah ke luar negeri cari gurun pasir.. ^^
***

Sebenarnya masih banyak sih wisata di kepulauan Bintan ini, ada pantai yang mempunyai bebatuan besar seperti di Belitung juga lho, letaknya di pantai Trikora satu ( Pantai Trikora ada empat bagian) dan di pantai Senggiling. Dan banyak lagi tempat wisata yang bisa bikin mupeng. Tapi saya harus fokus. Gimana mau merencanakan liburan (yang entah kapan bisa terwujud) kalau gak fokus kan?

Wish list sudah banyak ada, saatnya cek tiket dan penginapan, bisa kali ya sekalian nginap di The Canopi itu.. Hihi..

Selama ini saya dan suami pakai Traveloka kalau beli tiket dan reservasi penginapan, seperti honeymoon kemarin, we totally depend on this aplication, mudah dan murah soalnya. Yang kemarin sih saya serahkan sepenuhnya reservasinya ke Abang tersayang (disayang-sayang dulu, kali aja dapat ACC dari Abang :p).

Nah, setelah saya mendalami aplikasi lebih jauh, tenyata aplikasi ini menyediakan paket tiket hotel traveloka! Baru niihh.. Jadi booking-an penerbangan bisa sekaligus dengan penginapannya, lebih hemat waktu dan jatuhnya lebih murah. Aiihh.. mayan banget kan buat jajan es lilin di kawasan Lagoi nanti *Emang ada yang jualan? Udah Iyain ajaahh.. Hihi..


Intinya wajib banget mempertimbangakan penawaran paket yang ada di aplikasi traveloka itu, yang suka jenjalan biasanya sudah punya dong aplikasinya.. Cobain deh.. Biar hemat waktu dan uang tentunya! ^^

Abang mana nih? Baca kan? ACC kagak? :p

Sumber:
https://www.treasurebaybintan.com/about-us/introduction-treasure-bay-bintan

http://pulaubintanbatam.blogspot.co.id/2017/05/desa-wisata-sebong-pereh.html

Video MTMA Spesial Lebaran di Bintan

Read more

17 Jul 2017

Kolom Komentar

Media sosial adalah tempat bersenang-senang.. Sebut saja Facebook, Twitter, Instagram, G+ maupun You Tube *Udah jangan tanya yang lain, saya punyanya hanya itu :p*. Awalnya sih buat senang-senang ya.. Tapi semakin ke sini fungsinya semakin banyak, mulai dari yang positif seperti menyambung silaturahim dengan teman di masa kecil/sekolah dulu sampai yang negatif seperti saling hujat bahkan menipu.


Dikutip dari Wikipedia dari Gamble, Teri and Michael. Communication works. Seventh edition.
Media sosial mempunyai ciri - ciri sebagai berikut :
  • Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
  • Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
  • Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
  • Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi
Kemudahan yang tersedia melalui media sosial memang tak bisa dipisahkan dari mudahnya media tersebut terjangkit efek buruk. Tapi, rasanya sesuatu diciptakan adalah untuk mengembangkan sisi positifnya (apalagi jika media tersebut ingin panjang umur sehingga bisa terus menjadi passive income bagi pemiliknya), sayangnya, pemakainyalah yang kerap menyalahgunakannya untuk berbuat keburukan.

Adalah kolom komentar yang sering kali berubah wujud menjadi percikan bensin di kobaran api..

Saya termasuk yang suka membuang waktu membaca komentar sebuah tulisan. Bukan hanya di media sosial sebenarnya, bahkan di blog, artikel-artikel biasa apalagi yang viral. Tujuannya tidak lain adalah untuk mencari sudut pandang lain atau bahkan info yang (mungkin) tidak disampaikan atau tidak diketahui oleh penulis. Tapi komentar di media sosial agak berbeda dengan kolom komentar blog yang seringkali dimanfaatkan untuk menyampaikan pendapat sekaligus menyambung tali silaturahim..

Baca juga: Tentang Komentar, Jawaban dan Blog Walking

Kebanyakan baca kolom kementar kali ya makanya saya terdorong untuk menulis. Ada sesuatu yang harus dilepaskan, saya rasanya terlalu banyak menyerap energi negatif. Mungkin kalian mengerti maksud saya..

Iya..

Komentar negatif..

Sesuatu yang diunggah ke media sosial memang sepatutnya sudah siap dikomentari. Penikmatnya tidak hanya orang yang sudah kita setujui untuk melihat/membaca unggahan kita, tapi bisa, sangat bisa berakhir di hadapan orang yang sama sekali tidak kita kenali bahkan mengerti dengan apa yang sudah kita unggah.

Dengan beragamnya latar belakang, kultur budaya, jenjang pendidikan, pola pikir, pengalaman bahkan tingginya kebutuhan piknik seseorang (?), komentar yang masuk tentu tidak bisa kita saring menjadi hanya yang manis-manis saja, atau yang benar-benar fokus sesuai dengan target yang kita inginkan, akan ada saja "zonk" yang bisa bikin baper, tergantung seberapa "tinggi"nya kedudukan si pembuat status/pengunggah foto.

Sekarang mari menempatkan diri sebagai penikmat unggahan yang bisa berkomentar..

Duh, banyak yang aneh ya unggahan-unggahan itu, kadang kita tidak berteman atau mengikuti, tapi qadarullah ada saja yang sampai di beranda kita.. Tidak jarang kita setuju dengan apa yang sudah diunggah, akan tetapi tidak jarang juga kita tidak setuju bahkan bisa ikut terpancing emosinya karena unggahan tersebut.

Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Baca, cermati baik-baik berita yang kita terima, saya biasanya mencoba mencerna hingga kolom komentar. Walaupun kadang, ya.. sudah merasa terintimidasi duluan dengan bahasa para komentator. Kadang komentar sudah lebih bernada penilaian sok tahu, lalu kemudian memaki. Apa untungnya? Ngeri! Sungguh.. Saya yang hanya membaca saja merasa ngeri jika komentar itu dituliskan untuk saya.

Mungkin saya yang tidak familier dengan jenis kata umpatan seperti (maaf): S*tan! T*i!, M*ti Lo! Dan deretan kalimat cacian dan makian yang level kasarnya kadang sudah menyentuh ranah kebun binatang dan ranah pribadi orang lain yang bahkan ikut menyebut anak, orang tua atau anggota keluarga yang lain. Kasar.. kasar sekali.. bahkan jikapun yang dikomentari itu kelakuannya sudah sangat buruk, tidak lagi mengandung sedikitpun nilai-nilai kemanusiaan, tapi apa pantas dikomentari seperti itu? Semarah-marahnya kita, sejelek-jeleknya orang tersebut. Lalu apa bedanya kita yang memberi komentar dengan yang dikomentari? Tidak bisakah kita berkomentar dengan lebih bijak?

Tidak ada salahnya berkaca sebelum keluar rumah
Tidak ada salahnya menimang rasa sebelum mengekspresikan amarah

Coba tempatkan diri sebagai penerima komentar negatif?
Coba bayangkan jika ternyata kita sebagai pemberi komentar tidaklah berbeda buruknya hanya karena 1 (apalagi lebih?) kata makian?

Kita pasti sudah familier dengan kalimat "Mulutmu Harimaumu" yang mungkin bisa dikonversi ke dunia digital menjadi "Jempolmu Harimaumu" atau "Kualitas Diri Anda ditentukan dari Perkataan Anda." Banyak.. sudah banyak kalimat pengingat bahkan contoh bagaimana kolom komentar membawa seseorang ke ranah hukum..

Mungkin kita juga perlu ingat bahwa pembaca komentar kita bukan hanya orang dewasa yang sudah bisa menyaring informasi dengan baik (yang sayangnya kadang ya sama saja kasarnya), ada anak-anak yang bisa saja ikut membaca komentar menyedihkan itu, yang bisa jadi menganggap hal tersebut adalah hal yang wajar lalu meneruskan kebiasaan itu. Bahwa itu adalah cara yang lumrah untuk melampiaskan emosi. Kalau saya sih ngeri! Serius..


Menjaga Lisan
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata yang baik atau hendaklah diam.” (HR. al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sudah mengajarkan kepada kita untuk menjaga lisan, tidak hanya menyeru tapi juga memberi tuntunan. Kita mungkin bukan Beliau yang memiliki akhlak sempurna, tapi tidak ada salahnya kembali mengingat dan menerapkan lagi tuntunannya di jaman yang serba "kelepasan" ini.

Yang buruk mungkin tetap terjadi, perkataan kasar pun akan tetap ada di kolom komentar, tapi pastikan itu bukan dari kita, bukan dari keluarga kita...

Read more

6 Jul 2017

Imam Untukku

Sudah lama tidak mengisi Kamis Puitis lagi, lagi mandek bikin puisinya, padahal ibarat bunga, hati ini lagi musim semi, bunga-bunga di mana-mana.. Hihi.. Ya.. Walau kadang tiba-tiba ada geledek juga yang lewat, biasa.. PMS.. Bhahaha..

Jadi karena banyak alpa itu saya jadi buka-buka lagi catatan di HP, sepertinya masih ada stok deh (duh.. stok yaahh.. :D) dan ketemu tulisan ini, sudah setahun lebih juga nulisnya :)


Pagi ini mata itu menatapku dalam
Matanya nanar
Ekspresinya mengguratkan kesedihan
Aku tahu apa yang dipikirkannya

Saat menyadari aku melihatnya
Secepat kilat ia membuang pandangannya
Satu yang kusadari
Tidak akan semudah itu ia membuang pikirannya

Mata itu penuh kasih
Pun begitu pikirannya
Tapi aku tak bisa berbuat seincipun
Semua diluar kuasaku

Imam itu akan datang Ma
Kudoakan yang penuh cinta
Tidak hanya cinta untukku
Tapi juga untuk Mama

Imam itu akan datang Ma
Kuminta ia langsung dari Allahku
Semua hanya masalah waktu
Entah di dunia atau di akhirat

180216
I know what you thinking about mom..

Duuuh.. sekarang sudah nikah tapi masih tetap baper bacanya.. Yang senasib dengan saya pasti bisa merasakan, ada beban untuk kita anak perempuan -laki-laki juga sih- yang orang tuanya sudah ingin anaknya menikah.. Kadang kitanya fine-fine saja belum menikah.. Tapi juga gak bisa mengabaikan keinginan orang tua.

Orang tua juga bukannya tidak mengerti masalah jodoh itu di tangan Tuhan. Mungkin berdasarkan pemikiran bahwa "Jodoh adalah takdir yang bisa diusahakan" maka tidak jarang anak-anaknya "didorong" untuk segera menikah, apalagi faktor umur sudah mendukung.

Untuk yang belum juga dipertemukan dengan jodohnya, semoga segera dipertemukan, untuk yang sudah punya calon tapi hatinya masih maju mundur, ingat "Jodoh adalah takdir yang bisa diusahakan" bertindaklah menuju halal.. *Halah.. jadi ingat #SongSongCoupleMenujuHalal dehhh.. :D

Read more

3 Jul 2017

Cerita Lebaran 1438 Hijriah

Libur lebaran telah usai..

Boleh dibilang Senin ini adalah Senin paling horor (sudah tahu kan? Bagi para pekerja, hari Senin konon punya kisah horornya sendiri :D) setelah libur panjang, rehat sejenak dari aktivitas pekerjaan.. Menikmati banyak waktu bersama keluarga. Ya.. walau bagi kebanyakan orang ada lelah dan pengurangan jumlah uang secara masif yang harus terjadi dulu karena harus mudik, tapi jelas ada kebahagiaan yang tidak bisa tergantikan dengan nominal berapapun saat sudah bertemu dan melepas kangen dengan keluarga tercinta.

Dibalik horornya hari Senin ini, semua jiwa tentu datang dengan semangat yang baru. Saya juga lebih bahagia lagi saat tiba di kantor dan mendapati 2 orang teman kantor saya sudah menggunakan khimar. Alhamdulillah..Semoga istiqomah..

Seperti judul tulisan kali ini, saya tentunya tidak ingin bercerita tentang kisah horor di hari Senin. Ada cerita lebaran yang memang sering kali saya -dan teman bloger lainnya- bagikan melalui blog.


Lebaran kali ini tentu berbeda, sudah tidak ada lagi pertanyaan berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan.. Nah.. Saya masuk golongan single yang sudah cukup umur untuk menikah. LOL) yang terselip pada percakapan basa-basi saat bertemu orang-orang. Ya.. taulah.. pertanyaan kapan nikah.. hahah..

Iya sih, sudah gak lagi, diganti dengan "udah isi belum?" Tapi belum (semoga tidak) sensi sama pertanyaan itu.

Alhamdulillah lebaran kali ini di rumah orang tua saya, gak langsung "kaget" ikut suami yang biasanya berlebaran di tempat kakek tinggal sekarang. Keadaannya pas kalau Abang bilang, adik ipar saya sedang menanti waktu melahirkan anak keduanya, jadi Mama mertua juga tidak bisa berlebaran di kampung tempat kakek pensiun itu. (FYI, aslinya bukan kampung halaman sih, hanya karena Kakek sudah kerja dan pensiun di sana aja, jadi akhirnya menetap di sana).

Dengan semakin besarnya keluarga setelah pernikahan kami, maka hari keluargapun bertambah banyak. Biasanya hari ke-3 saya sudah tidak begitu sibuk keliling bersilaturahim, kali ini hari ke-3 saya benar-benar fokus untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Alhamdulillah walaupun akhirnya banyak chat yang terabaikan karena saya jarang memperhatikan HP. Maaf ya teman-teman *salim.

Persiapan lebaran 😊

Oh ya, saya jadi ingat. Saat lebaran perasaan saya berbeda sekali dengan lebaran-lebaran beberapa tahun terakhir. Mungkin saya sudah tidak begitu diliputi perasaan bersalah, menjadi beban pikiran kedua orang tua karena belum menikah. Dan satu lagi, lebaran kali ini grasak-grusuknya sangat berkurang, Alhamdulillah kali ini Mama mau mengabulkan permintaan saya untuk tidak memforsir diri mengejar masakan matang sebelum shalat Idul Fitri. Biasanya kami pontang-panting mengejar waktu agar tidak ketinggalan shalat Sunnah Muakkad itu hanya karena masakan. Pernah sekali benar-benar ketinggalan, lebaran-lebaran saya malah dongkol di dalam kamar. Jangan ditiru..

Sayangnya kali ini menunya lupa saya abadikan, kebetulan ketupatnya berubah jadi buras, dan kali ini mama memesannya di orang lain, kebayang berapa banyak tenaga dan waktu yang bisa dihemat? Rasa tetap enak, badan juga jauh dari kata remuk. Nikmaaatt.. :D

Baca juga: Cerita Lebaran 1436 Hijriah

Mengikuti tradisi menulis 2 tahun terakhir, saya biasanya menuliskan cukup terperinci mengenai hari-hari selama lebaran dan setelah dibaca ulang, berguna banget untuk memori usang di kepala saya ini. So, here we go..

Hari pertama agendanya masih sama, rumah kakaknya Mama (tante) dan berkunjung ke makam Nenek dan Om. Tapi kali ini, setelah shalat Idul Fitri dan makan di rumah, saya dan Abang segera ke rumah Mama mertua yang letaknya berbeda kecamatan dari rumah saya. Cukup dekat dan Alhamdulillah masih tanpa macet. Setelah sekitar 4 jam barulah kami bergabung di rumah Tante dan ke makam.

Ungu: Aisyah - Pink: Azizah
Selamat lebaran Om dan Tanteee 😘

Lebaran kali ini juga rame karena hadirnya Aisyah, si mungil berbibir merah, beralis rapi, anak Om, adiknya Mama. Memang ya.. anak-anak tuh bisa bikin suasana ramai.. iya, anaknya senyum dikit aja reaksi keluarga sudah heboh. Apalagi dapat senyum dari Aisyah yang senyumnya mahal... Hihi..

Hari ke-2 kami berkumpul di rumah Aisyah, lalu ke rumah keluarga hendak silaturahim sekaligus menengok nenek yang ternyata berada di rumah yang lain. Silaturahimnya tetap lanjut, dan sesuai rencana, kami ke rumah Mama mertua lagi bersama keluarga besar saya. Setelahnya, Mama mertua, adik ipar dan anaknya ikut kami angkut untuk silaturahim di rumah keluarga dan akhirnya makan malam bersama di rumah saya. Makan malamnya serba dadakan, jadi sayuran baru dipetik dari pohon dan ikan baru dibakar, ini malah bikin makan makin nikmat, hangat Man! ^^


Hari ke-3, kami piknik ke pantai, kali ini ke Toronipa. Aktivitasnya hampir sama dengan piknik di Bokori tahun lalu, membawa makanan apa saja dari rumah, tidak lupa sayur dan ikan yang dimasak saat tiba di pantai. Hangatnya makanan dan hembusan angin pantai kawin banget.. Nikmat! Alhamdulillah...

Baca juga:
Bokori, Pulau Berpasir Putih yang Nyaris ditinggalkan

Cerita Lebaran 1437 Hijriah

Barulah di hari ke-4 dan seterusnya saya dan Abang mulai berkeliling ke rumah rekan kerja dan memenuhi ajakan ngumpul dari teman-teman. Oh ya, ada reuni SMP sih, pengen banget ikut, tapi urung saya daftar karena ada pernikahan sepupu Abang. Dan sayangnya tanggal pernikahan diundur dan reunipun tidak saya ikuti, zonk kalau kata iklan mah.. Tapi anggap saja belajar ikhlas, prioritas sekarang sudah berubah.. *Meratap di pojokan sambil lihatin foto-foto reunian.LOL

10 hari libur benar-benar tidak terasa, tetiba udah Senin aja.. dan tetiba saya tersadar, ini blog kosong melompong seperti stok SP di supermarket. Fiuhh..

Panjang ya cerita lebaran kali ini? Bagaimana dengan teman-teman?

Selamat Idul Fitri 1438 Hijriah ya... Mohon maafkan jika selama ini ada tingkah dan laku yang kurang berkenan, atau ada ucapan dan diksi saya yang menyakiti. Taqabalallahu minna waminkum (semoga Allah menerima (amal) dari kami dan (amal) dari kalian).
Read more

20 Jun 2017

Tunjangan Hari Raya dan Prinsip Pertamaku

Idul Fitri akan datang, yang sudah terima THR mana suaranyaa??

Semoga heboh ya yang menjawab, artinya kalian bahagia mendapat tambahan pemasukan, tapi kayaknya ada yang jawab "SUDAH HABIIIIS!!" capslock mewakili emosi yang menjawab.. LOL.


Sebelum bahas THR lebih jauh, saya mau cerita sedikit tentang Sultra Blogger Talk atau SBT, sebuah grup WA (nyebutnya Grup WA karena belum menjadi komunitas pun anggotanya masih sedikit ada bahkan ada anggota yang belum pernah bertemu) yang dibentuk untuk saling berkolaborasi dan saling mendukung semangat menerima job menulis untuk teman-teman bloger yang berdomisili di Sultra.

Jadi kolaborasi menulis yang terbit setiap tanggal 20 aktif lagi nih.. tepatnya kami berusaha aktifkan lagi, karena sempat vakum selama beberapa bulan. Saya nikah, teman-teman ikutan libur menulisnya, ah.. memang kita ini dasarnya malas sih ya.. jadinya dapat alasan dikit aja langsung dijadikan pendukung kemalasan. Hihi.. Tapi nggak ding, yang malas saya aja, buktinya saya utang 1 tulisan tentang "Pengalaman Lucu Saat Menghadiri Pesta" gak biasanya lho saya ngutang.. ciyuss.. Haha

Baca juga: Kau yang Tak Kukenali

Oh ya, kalau sebelumnya SBT beranggotakan 3 orang termasuk saya, sekarang sudah ada Raya, emak gahol yang bergabung bersama kami. Welcome to SBT Raya! Si emak rajin banget menulisnya, semoga semangatnya menular! Kamu semangat banget sampai-sampai sudah publish duluan sebelum tanggal yang ditentukan... Tapi kami memang salah sih ya, gak ngasih tahu.. ngasihnya tempe sih.. *Ditimpuk tepung S*jiku :p

Nah, tema pembahasan kami kali ini adalah Tunjangan Hari Raya atau THR. Sebuah hal yang ditunggu-tunggu jelang 10 hari terakhir Ramadan. Jadi aktivitas di 10 hari menjelang Idul Fitri bukan hanya dijalani dengan kegiatan ibadah untuk bekal di akhirat, tapi juga bertanya-tanya, resah dan gelisah akan datangnya THR. Hihi..

Setahu saya sih, sampai saat ini masih ada ASN di kabupaten di Sultra yang belum menerimanya. Semoga cepat cair THRnya yaaa..

Ohiya.. Jika ingin membaca tulisan teman-teman SBT yang lain, sila klik tautan di bawah ini:

Diah: Tentang Te Ha Er

Irawati: Tentang THR Tahun 2017

Raya: Kiat-kiat Dalam Memanfaatkan THR

Sebenarnya saya bingung juga mau bahas apa tentang THR ini. Bidangnya luas sekali. Soalnya urusan THR bukan hanya urusan para pekerja saja, tapi juga anak, ponakan, sepupu dan atau cucu si pekerja juga. Padahal ngerti nominal uang juga nggak, tapi kalau lebaran pasti nyebut-nyebut THR sambil menengadahkan tangan.. *Hayo.. ini siapa yang ajarin? :D

Ini bikin flash back banget lho kalau udah nyebut-nyebut THR. Bukan.. bukan karena masa kecil saya yang bergelimang THR. Tapi pemikiran (serius) yang sudah punyai sejak masih kecil. Sebut saja mawar prinsip.

Saat kecil (awalnya) saya seperti kebanyakan anak seumuran saya, dengan girang meminta THR dari keluarga yang saya temui. Pendapatan ((pendapatan)) saat itu bisa untuk membeli baju baru. Tapi kebahagiaan paling awal adalah menerima THR dalam wujud uang baru.

Sayangnya pendapatan anak ingusan itu sering kali raib oleh kalimat pamungkas "Mama simpankan uangnya ya.."

Saat meminta uang itu kembali dan dijawab "Itu sudah dibelikan sepatu/tas.." dunia rasanya runtuh

Ingin rasanya teriak, berontak dan bilang "Perjanjiannya gak gitu, Maaa..."

Tapi akhirnya menerima kenyataan dan belajar bahwa kegiatan menyimpan uang ke Mama adalah seperti menjadi anggota investasi/arisan bodong.. Harapan meninggi tapi hasil bikin meringis.. #Eh

Oke.. Skip drama masa kecil dimana tak ada ibu peri dalam hidupku itu..

Sekitar kelas 4 atau 5 SD, pemikiran saya rasanya bekerja terlalu keras. Saya sangat ingat bagaimana saya menyendiri melihat sepupu-sepupu dari kejauhan, menatap kasihan saat mereka heboh berebut uang THR yang dibagikan oleh paman dermawan saya yang beberapa tahun kemudian meninggal dunia. Saat itulah rasanya saya punya prinsip pertama dalam hidup saya:

"Pantang meminta THR, jika memang niat memberi, pasti akan diberikan."

Dan benar saja, pendapatan saya tidak berkurang signifikan, tetap bisa untuk membeli baju baru, tapi sayangnya masuk ke kas investasi bodong Mama lagi... Sedih.. LOL

Kalau dipikir-pikir saat ini, saya masih belum bisa menemukan alasan kenapa masa-masa penerimaan THR itu membuat saya berpikir seperti itu. Tapi saya tentu senang , prinsip pertama saya itu akhirnya menjadi prinsip yang besar manfaatnya untuk menjadi orang yang lebih berempati terhadap keadaan orang lain.

"Tapi kan itu buat seru-seruan aja.."

Boleh, jika diberi tanpa diminta..

Sah-sah saja jika yang memberi adalah horang kaya yang sedang ingin berbagi.

Tapi bukankah orang yang dimintai belum tentu mempunyai keluasan untuk memberi?

Sekalipun ia menerima THR dari kantor sebagai ekstra pendapatan, tapi mungkin ada utang yang bisa dibayarnya dari THR itu. Ada kebutuhan yang akhirnya bisa tertutupi dari THR itu. Jadi tidak bisa dicap pelit hanya karena anak teman-teman tidak diberi THR. Hehe..

Saya akhirnya mempunyai cita-cita, jika dikaruniai anak nanti, tidak akan saya ajari dia untuk meminta-minta, sorry to say.. THR mungkin memang masanya meminta, tapi insyaallah akan saya ajarkan dia untuk lebih berempati.. Percaya bahwa tanpa dimintapun jika sudah rejekinya, ia akan mendapat "percikan" dari paman/bibinya. Tapi jika tidak, dia akan tetap baik-baik saja tanpa memberikan perasaan "tidak enak" kepada orang lain. Tanpa perlu menilai baik tidaknya seseorang dari THR yang diterimanya.

Oh ya, satu lagi.. Insyaallah Mama tidak akan menjadi pengurus investasi bodong, Nak! LOL

NB: Belum hamil, jadi doakan segera yaak..
*Nah.. kalau minta dibantu doa boleh banget doong.. ^^

Tapi kepo nih, uang THR teman-teman sudah dipakai untuk apa nih? Semoga tepat sasaran penggunaannya yaaa..
Read more

24 May 2017

Pulau Ular, Pulau Tak Berpenghuni yang Cantik Rupawan

Rabu review.. saatnya saya me-review tempat wisata, tempat nongkrong, aplikasi atau review apapun yang bisa di-review..

Kali ini, sudah dapat ditebak dari judulnya, saya akan menceritakan perjalanan saya mengunjungi Pulau Ular. Seram gak sih namanya? Hahah.. Beneran dipenuhi ular atau gimana? Eits.. sabar ya, kita cerita pelan-pelan dulu.. :)

Lebaran tahun 2014, kami yang biasanya berlebaran di Kendari memutuskan untuk berkumpul di Baubau, Buton, tempat kelahiran kakek. Kakek sudah beberapa tahun terakhir kembali pada masa kanak-kanaknya. Mempunyai tubuh orang dewasa, tapi sifatnya sudah kembali seperti anak-anak. Ini yang menjadi alasan kami memutuskan lebaran di Baubau. Tidak disangka Oktober ditahun yang sama kakek meninggal.

Duuhh.. Skip cerita sedihnya ya..


Tujuan sudah ditetapkan, akhirnya diputuskan untuk piknik bersama keluarga ke sebuah pulau dengan nama yang membuat kami cenderung mengernyitkan dahi. Pulau Ular, lah.. kenapa harus ke tempat yang seram siiih?? Saya mengerti sepupu sekali saya yang kebanyakan pria ini suka bertualang, tapi apa perlu seekstrim itu tujuannya? Ini bersama keluarga lho, ada emak-emak dengan segala tikar dan bekalnya, ada kami 3 sepupu cantik jelita wanita yang walaupun tomboy tapi jomblo lemah tak berdaya jika berhadapan dengan ular. :p

Tapi sepupu yang laki-laki kemudian menjelaskan dengan singkat; "Gapapa, bagus kok di sana, gak ada ular, tapi kalau ketemu berarti ada" Lah.. malah ngelawak sepupu saya. Haha..

Dengan kendaraan roda 4 kami kemudian memulai perjalan darat dengan waktu tempuh sekitar 20 menit ke Topa, sebuah dermaga di Kelurahan Sulaa, kecamatan Betoambari.

Sesampainya di Topa, perahu bermesin sudah berjajar rapi di dermaga penyebrangan, menunggu penumpang yang hendak diantar ke tujuannya (bukan hanya ke Pulau Ular saja). Setelah berhasil tawar menawar (saat itu jika tidak salah ingat kami diantar jemput dengan biaya 250 ribu rupiah) kamipun duduk mengambil tempat paling nyaman menurut kami. Setelah semua orang dan barang perbekalan sudah naik, perahupun mulau menjauh dari dermaga.


Oh ya, di daerah kami, perahu bermesin sering kali disebut dengan katinting. Katinting ini bisa bermacam-macam fasilitasnya, kadang hanya badan perahu dengan mesin saja, kadang juga dilengkapi dengan atap. Katinting yang dilengkapi dengan atap tentu lebih mahal, tapi akan terasa nyaman untuk perjalanan yang cukup jauh.

Baca juga : Eksotika Rammang-rammang Maros

Sekitar 30 menit berada di atas laut kami akhirnya tiba di Pulau Ular. Dari jauh sudah terlihat pasir putih yang berkilau tertimpa cahaya matahari.. Eh.. bentar-bentar.. bahasa saya kok jadi bahasa novel gini yak? :D Intinya pasir putihnya menggoda sekali! Pulaunya tidak bisa dibilang tandus karena hampir 80% berisi tanaman. Sayangnya tanaman yang hidup di Pulau Ular ini mostly berupa alang-alang, pandan hutan dan pohon kelapa. Jarang sekali terdapat pohon untuk berteduh.

Beruntung saat mengunjungi Pulau Ular saat itu tidak ada orang yang juga bertujuan sama dengan keluarga kami. Pulau Ular yang tak berpenghuni ini seperti milik kami! Sebuah pohon cukup menjanjikan untuk dipakai berteduh.


Setelah menggelar tikar, menata perbekalan dan said goodbye, kamipun sibuk meng-eksplore pulau itu. Sepupu yang laki-laki sejak tiba sudah buru-buru ganti baju dan menuju ke air dengan berbagai peralatan snorkelnya. Saya memilih menyusuri pasir putih sedikit lebih jauh dari tempat berkumpul, selain penasaran dengan keberadaan ular (untuk gak ketemu), saya juga ingin bebas selfie tanpa ada perasaan malu. LOL


Suhu di Pulau Ular cukup terik, kami yang laparpun buru-buru berkumpul agar bisa makan bersama. Apalagi kami sudah janjian akan ada sesi pemotretan. Perut kenyang, kamera siap, pantai dan pasirnya cantik, tunggu apa lagi.. POSE!! ^^

Menurut sepupu yang bergabung dalam klub fotografi di Baubau, Pulau Ular sering dijadikan lokasi hunting untuk foto-foto yang keren. Tidak heran memang, gradasi warna air lautnya cantik banget! Pasirnya juga berwarna putih, halus dan bersih. Cukup dijaga bersama saja agar pengunjung tidak meninggalkan sampahnya di dalam pulau. Maklum, saat berkunjung Pulau tersebut memang tidak dikelola sebagai tempat wisata, jadi jangan berharap ada toilet atau pedagang es untuk menghilangkan panas di cuaca yang terik.

Entah kenapa modelnya bagusnya kalau membelakangi kameraT_T

Baca juga: Pulau Senja

Pukul 15.30, katinting kami datang tepat waktu, kamipun segera mengumpulkan barang-barang bawaan termasuk sampah kami. Perjalanan pulang ini termasuk berkesan, karena gelombang laut yang tidak terduga membuat kami hening di dalam katinting, ombak tinggi, kami hanya sesekali saling ledek karena beberapa orang sudah terlihat pucat dengan pegangan level tinggi, sering kali juga air menghempas masuk ke dalam katinting, tante saya sampai melarungkan beberapa makanan kami ke laut (kalau sampai ada kegiatan melarungkan seperti itu percayalah ombaknya cukup menghkawatirkan untuk kami yang biasa menaiki transportasi di laut), keadaan laut memang tak bisa diduga, bersyukur kami sampai dengan selamat..

Jika ditanya mau ke Pulau Ular lagi atau tidak? Saya pasti menjawab MAU!! ^^
Teman-teman setelah baca tulisan ini mau ke Pulau Ular tidak??

Read more

22 May 2017

Pengantin Baru

Hai.. Hai..

Setelah sekian lama vakum karena kesibukan mempersiapkan pernikahan dan menikmati kehidupan pasca pernikahan #Eh.. :D Akhirnya hari ini saya bangkit dari malas-malasan, banyak hal yang ingin saya pamerkan cerita dan bagikan, harapannya sih bermanfaat bagi pembaca yang membutuhkan. Doakan bisa konsisten lagi yaaa..


Tanggal 15 Mei kemarin cuti saya habis, ada yang bilang cuti saya lama, ada juga yang bilang "Kok cepet?" gak nyadar saya itu sudah cuti sebulan, tepat 2 minggu di akhir bulan April dan 2 Minggu di awal Mei. Khusus untuk cuti urusan penting hari Sabtu dan Minggu (libur) tetap dihitung, jadi hari libur dan libur nasional ikut diabaikan.. Sayang banget rasanya, padahal kalau tidak diabaikan, saya bisa cuti 11 hari lagi. Hahah.. Maruk..

Tetap bersyukur kok, karena cuti saya menghasilkan, saya dapat suami! Eh.. apaan sih?! Hahah.. Nggak.. maksudnya saya mendapatkan cukup istirahat sebelum hari pernikahan dan sebelum masuk kantor lagi. Walaupun diawal bulan saya harus tetap mengerjakan laporan pimpinan dengan segala proses menyusahkan teman di kantor dan kantor pusat juga, untungnya sih laporannya bisa masuk  sebelum tenggat waktu, masih sama seperti saat saya tidak mengambil cuti. Alhamdulillah..

Saya sudah ceritakan di atas, bahwa saya punya banyak hal untuk diceritakan, dari beberapa postingan sebelumnya bahkan saya masih berutang cerita saat menikmati matahari terbit di Sikunir, jalan-jalan di Raja Ampat dan masih banyak cerita saat honeymoon kemarin. Pengennya sih ceritanya runut biar gak makin latepost gitu. Tapii.. kayaknya lebih mengalir cerita tentang kehidupan dengan gelar pengantin baru ini..  :D

Pakaian adat Buton
Akward banget waktu disuruh pose.Hahaha

Setelah Menikah..
Setelah menikah, sudah mulai banyak hal yang berbeda, terutama batuk panjang yang saya alami hampir 2 minggu sebelum menikah secara ajaib sembuh, ada yang bilang itu karena stress, bahkan yang sudah senior (baca: sudah lebih dulu menikah dan punya pengalaman yang sama) sudah memprediksi, di acara resepsi/perjamuan batuk akan hilang. Amazingly semuanya kejadian.. Orang tua saya sampai menanyakan saya minum obat apa dan saya juga bingung, untung usilnya gak muncul.. kalau saya bilang obatnya bahagia saya bisa ditimpuk Bapak. LOL.

Hal umum pasti sudah jelas ketahuan ya bedanya, masalah sifat pasangan sih jangan ditanya, akan banyak yang baru ketahuan, wong Abang ujug-ujug bilang mau maju melamar, padahal sebelumnya hanya teman biasa.. Jelas banyak hal yang baru ketahuan, persamaan, perbedaan.. termasuk rumah dan wajah ibunya yang baru pertama kali saya lihat waktu dikenalkan sebelum lamaran. :)

Kaget Karena Ada Orang di Samping Saat Bangun Tidur sih Tidak, Tapii..
Sering kali saya ditanya "Kamu gak kaget kan waktu bangun tidur? Kok ada orang di sampingmu gitu lho Ir." Untung sih tidak ya.. kebayang kalau saya refleks. Haha.. Tapi.. Ingat saya yang jadi gencar berdoa dengan time limit kan ya? Saya tuliskan di 7 Resolusi di Tahun 2017 saat mengikuti GA. Entah karena sudah ada di pengaturan default otak saya atau bagaimana, kadang setelah sholat masih berdoa minta nikah juga.. Wkwkwk.. Ini kalau Abang baca bisa berabe ini.. Haha.. Tapi buru-buru saya revisi dengan doa kebaikan yang lain kok.. Kesehatan untuk kami dan keluarga.

Prioritas dan Izin
Hal ini juga signifikan mempengaruhi hidup (selain cucian yang nambah berkali lipat #Eh). :D
Prioritas masing-masing jelas berubah, rencana yang tadinya hanya dibuat dan hanya perlu persetujuan diri sendiri sudah harus didiskusikan bersama.

Untuk hal-hal besar saya sudah melakukan survei lebih dulu, sejauh mana aktivitas/keinginan saya yang bisa menyentuh kata boleh dan tidak boleh dari Abang. Saya juga sudah menjelaskan passion ((passion)) saya dalam hal apa saja, jadi mungkin Abang bisa lebih toleran terhadap "keinginan/fokus berlebih" saya di bidang itu. Tapi, tetap minta izin dulu dong sebelum jalan. Hal yang sama juga berlaku untuk Abang. :)

"Ciyeee" Moment
Jauh hari sebelum menikah, beberapa teman sudah mengingatkan saya bahwa saya akan semakin empuk untuk menjadi sasaran "bully" teman-teman. Tidak heran memang, saya sudah menyaksikan beberapa teman yang hidupnya tidak lepas dari kata "Ciyeee" dan berbagai kalimat yang hanya bisa dijawab dengan senyum saja selepas cutinya habis.

Tidak terkecuali saya saya yang sejak jaman single saja sudah menjadi langganan beberapa orang untuk di-"bully". Bedanya, sekarang semua orang seperti tidak tahan jika tidak ikut mem-"bully", momennya pas atau tidak pas, ceritanya nyambung atau tidak nyambung, pokoknya semua bisa jadi bahan mereka untuk menggoda pengantin baru. Contohnya hujan yang turun secara terus-menerus selama beberapa hari, namanya hujan pengantin baru! Cucian yang bertambah jumlahnyapun bisa jadi bahan "ciyee-ciyee-an". Ada-ada saja.. Haha..Cara klasik untuk saling berbagi kebahagiaan yess.. ^^



Tidak Terasa
Hari ini saya baru sadar, ternyata sudah genap sebulan kami menikah. Rasanya baru kemarin kami khawatir tentang persiapan pernikahan, rasanya baru kemarin Abang khusyuk "hunting" puluhan jarum pentul berbagai ukuran yang dipasangkan salon demi cetarnya jilbab yang saya kenakan di pesta pernikahan kami. LOL

Ya, sudah sebulan, saya mungkin punya banyak salah yang tidak saya sadari atau sengaja ke Abang, mungkin becandanya kelewatan, soalnya seumuran banget dan kita punya banyak bahan untuk serius diperbincangkan bahkan untuk dibecandain, maklum pernah 1 kelas di akhir SMA dulu. Maafin ya Bang.. *Salim

Untuk yang Belum Menikah
Menulis ini saya jadi ingat dulu ketika saya masih single, saya tentu ikut senang dengan kebahagiaan teman-teman, sesekali jadi penyemangat juga biar doanya makin getol. Tapi dari pengalaman saya mau kasih pesan ke teman-teman:
Tidak usah terlalu pusing atau baper dengan yang sering menanyakan "Kapan Nikah?" diundangpun orangnya belum tentu datang!
Terasa sendiri di pernikahan saya, belum nikah aja ributnya minta ampun waktu nanyain nikah, giliran diundang gak datang juga... Iya kali dia punya kesibukan, tapi apa dia mikir waktu nanyain kapan nikah dengan suara besar menggelegar dan semua orang dengar? Itu nanya atau konferensi pers? Hihi..

Baca juga: Pertanyaan dan Pernyataan Tidak Berperasaan Tentang Menikah

So, enjoy your time as usual, yang penting tidak menutup diri terhadap pergaulan. Insyaallah akan dipertemukan pada waktu-Nya, lalu berstatus pengantin baru juga seperti kami. Di atas sudah saya wanti-wanti tentang "ciyeee" moment kan ya? Harus lebih matang mentalnya menghadapinya ya.. Saya doakan dipermudah proses pernikahannya. :)

***

Teman-teman punya cerita/istilah unik yang didapatkan saat berada di "ciyee" moment? Share di kolom komentar yuk! ^^

Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...