8 Oct 2017

Resep Telur Ikan Tumis Belimbing

Hari Rabu, 3 hari yang lalu rasanya penuh malu untuk saya. Saya mengeluarkan banyak keringat dalam waktu singkat, padahal tidak sedang berolahraga.


Jadi, saya mengalami 3 hal memalukan secara berturut-turut, pertama salah lokasi (kantor cabang) arisan, ketiga walaupun sudah berkendara beberapa kilo lagi ke tempat arisan, saya salah pintu masuk untuk menuju aula, orang-orang sedang rapat! Ah, terbayang kan malunya?

Tapi sabar dulu, ada hal yang lebih memalukan lagi, yaitu saat perjalanan menuju ke lokasi arisan sebenarnya. Jadi, saya sudah kembali menyetir lagi, sudah sekitar hampir 4 minggu, tapi rutenya sangat menjauhi yang namanya tanjakan dan macet parah. Nah, kali ini saya sok berani menghadapi kenyataan, dan memang kenyataannya saya harus malu di depan umum.

Mobil yang saya kendarai tidak bisa menyeberang jalan. Ya, maklum saja memang rutenya lumayan susah untuk pemula seperti saya. Singkat cerita akhirnya saya harus meminta pertolongan sopir angkot untuk memindahkan kendaraan saya. Dan itu saaaangat memalukan.*Tutup muka*

Oke, mungkin pengantar di atas tidak begitu nyambung dengan judul yang ada pada tulisan ini. Tapi di hari-hari yang terasa berat atau memakan banyak energi seperti Rabu kemarin, biasanya saya butuh makanan enak untuk menghibur diri.

Beruntung setibanya di rumah, Mama menyambut saya dengan kabar gembira. Lauk yang sudah lama saya inginkan akhirnya tersaji di meja makan. Tumis isi perut ikan. Saking senangnya saya langsung masukkan ke instagram khusus makanan @maitomanga milik saya.

Tidak disangka beberapa orang menanyakan resep, dan rasanya cukup pas dengan tema menulis 1 Minggu 1 Cerita kali ini, Kuliner khas atau favorit. Ahh.. Bisalah sekalian dituliskan di blog saja. Hehe

Tapi, karena agak susah memastikan apa nama organ dalam ikan yang turut nyemplung di masakan Mama, maka saya fokuskan telur ikan sebagai bahan utamanya ya. Main aman, dari pada ngasal ye kaaann? Hehe

So, ini dia resep Telur Ikan Tumis Belimbing

Bahan:
250 gr Telur ikan
1 1/2 buah Asam Jawa
5 siung Bawang Merah
2 siung Bawang Putih
2 buah Cabai merah
7 buah Belimbing wuluh
Kunyit secukupnya
1 buah Serai
2 lembar Daun salam
Merica secukupnya
Garam secukupnya
Penyedap secukupnya
Minyak goreng secukupnya
Air secukupnya

Cara membuat
1. Rendam telur ikan di dalam air asam dan garam, biarkan selama 15 menit.
2. Iris tipis cabai merah, bawang merah dan bawang putih.
3. Iris juga belimbing wuluh, 1 belimbing dipotong menjadi 3 atau 4 bagian, disesuaikan dari ukurannya saja.
4. Panaskan minyak, masukkan bawang merah dan bawang putih lalu cabai merah, telur ikan bersama air rendamannya. Lalu masukkan merica, serai, daun salam, air, kunyit, garam dan penyedap. Setelah setengah matang, masukkan belimbing. Cek rasa, hidangkan selagi hangat.


Karena bahan utamanya cukup sulit didapatkan, kecuali kalau ada pedagang yang memang menjual. Atau seperti kemarin, kebetulan Mama beli ikan yang ukurannya cukup besar dan di dalamnya ada telur ikan yang bisa diolah. Lucky me!

Jadi, kalau kebetulan ketemu bahannya, bisa deh dicoba resepnya. Rasanya perpaduan gurih dari tekur ikan dan segar dari belimbingnya. Enak lhoo! :)

Read more

28 Sep 2017

[Puisi] Menangisi Rindu

Saat rindu datang
Tak ada obat selain melipat jarak
Dan menggunting waktu

Saat rindu datang
Tak ada obat mujarab
Selain perjumpaan

Saat rindu datang
Dadamu akan sesak
Matamu menghangat

Lalu kau menangisi rindu
Menatap jarak
Memikirkan waktu


Lalu rindumu makin menjadi
Karna tak selamanya jarak itu bisa kau lipat
Sekalipun waktu telah kau gunting

Lalu kau tangisi lagi rindumu
Dengan segala sedu sedan di hatimu
Dengan deru isak tangismu

Kau tahu
Ada hal yang lebih penting dari sekedar perasaan rindu yang tak sederhana itu
Kau tahu
Hidupmu tak hanya harus menuntaskan urusan rindu sekalipun berat

Dan kaupun tahu
Kau hanya bisa menangisi rindu


29-07-17 14:48 PM
Read more

20 Sep 2017

Ketika BNN Menyatakan Kendari Darurat Narkoba

Beberapa hari terakhir ini Kendari heboh dengan berita masuknya para remaja -kemudian diketahui tidak hanya remaja saja- yang masuk ke Rumah Sakit Jiwa karena pengaruh obat-obatan.  Data dari Dinkes Sultra, disebutkan sudah 76 orang yang menjadi korban. dan korban tewas sampai saat ini menjadi 4 orang. (Sumber referensi: detik.com)


Mumbul, begitu umumnya aktivitas nge-fly mereka disebut di masyarakat Kendari (dengan menggunakan obat maupun media apapun). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia V, mumbul adalah kata kerja yang berarti melompat, melanting atau membumbung; melambung. Saya bahkan mengira bahasa ini bukan bahasa baku, hanya merupakan slang languange saja.

Kembali ke permasalahan psikotropika, masyarakat saat ini boleh dibilang menjadi lebih khawatir dengan pergaulan anak-anak. Terlebih lagi, yang dikabarkan meninggal saat itu adalah seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (ini valid). Yang sampai saat ini saya masih belum mendapat kabar jelas bagaimana anak tersebut bisa ikut mengonsumsi pil yang bernama PCC tersebut. Sungguh, ini menyedihkan.. :(

Tak ada batasan umur yang pantas untuk menggunakan obat-obatan ilegal seperti itu. Bagaimana hati kita tidak miris mendengar kabar seperti ini. Sebenarnya, hal ini mungkin bukan hal yang asing bagi kami yang dewasa. Dari cerita teman-teman, mereka sebenarnya tahu ada aktivitas mumbul yang kerap di lakukan oleh sekumpulan anak, di traffict light misalnya.

Saya sendiri pernah melihat dengan mata kepala sendiri aktivitas anak-anak SMP yang sedang menghirup lem di daerah belakang sekolah, tidak begitu jauh juga dari rumah gurunya. Begitu melihat saya yang kebingungan mencari jalan mereka mulai kabur.

Anak-anak itu mencari apa? Harapannya apa? Motivasinya apa? Banyak pertanyaan yang berkecamuk di pikiran saya. Sekaligus menimbulkan pertanyaan yang saya yakini seragam di dalam pikiran saya dan orang dewasa waras lainnya MAU JADI APA MEREKA NANTI? Maaf, saya menggukan rangkaian kata "orang dewasa waras", karena kita tahu bahwa memang ada yang dengan sadar menenggak obat-obatan tersebut bahkan mencari keuntungan secara ekonomi dengan menjualnya.

Duh.. Sumpah.. saya baper menulis ini, kalau tidak mempertimbangkan mata pembaca akan sakit jika capslock saya jebol, rasanya saya ingin membuat tulisan ini menjadi huruf kapital semua. Saya emosiii..


Penetapan status Kejadian Luar biasa (KLB) dan Darurat Narkoba kemarin itu benar-benar memaksa mata kita sebagai anggota masyarakat terbuka. Ada anak orang lain yang juga perlu kita perhatikan. Terserah mau dibilang rese' atau bagaimana, terlebih jika anak tersebut kita ketahui ada dalam lingkaran pertemanan anak kita. Jauhkan, sambil berusaha diperbaiki dengan memberi tahu orang tuanya, jika tak terjangkau mungkin langsung ke pihak yang berwenang. Demi kenyamanan bersama.

Tapi kejadian ini juga tidak boleh menjadikan kita serta-merta menyalahkan orang tua si pemakai. Saya memang belum punya anak, tapi saya mengerti bahwa orang tua tidak bisa 24 jam menjaga anaknya. Maka disinilah pentingnya "menyaring" dan mengawasi pergaulan anak. Sudah dilakukanpun orang tua masih bisa kecolongan, tapi saya yakin, orang tua pasti akan tetap mengusahakan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Sejak kejadian kemarin, banyak berita yang kemudian membahas masalah obat-obatan jenis ini. Mulai dari update jumlah korban sampai digerebeknya pabrik-pabrik pembuat obat-obatan ilegal ini. Kita semua tentunya berharap, gerakan-gerakan untuk memerangi hadirnya hal-hal tidak bermanfaat seperti pil PCC ini tetap hidup walau tanpa liputan media.

Dan untuk kalian yang dengan sengaja menggunakan obat-obatan jenis apapun dengan sengaja dan bukan untuk tujuan medis, renungkan ini:

Sungguh, apa kalian tahu bagaimana hati-hatinya seorang ibu saat mengandung masing-masing dari kalian? Sakitpun ia rela tidak meminum obat, takut jika terjadi sesuatu kepada kalian SEJAK DI DALAM KANDUNGAN, apatah lagi jika sudah lahir dengan segala doa, pengorbanan dan usaha terbaik orang tua.

Malulah, kasihani orang tuamu. Mengetahui kalian mengonsumsinya saja hati mereka pasti hancur, apatah lagi jika kalian sampai kehilangan nyawa? Sibuklah membayangkan ini, bukan berpikir untuk kembali mengonsumsinya.

***

Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari keprihatinan kami bloger Sulawesi Tenggara, sehingga menjadikan tema untuk dibahas dalam Sultra Blogger Talk bulan ini.

Tulisan lain bisa dibaca di:
Blog Kak Ira: Gundah Gulana Terkait narkoba dan Pil PCC yang Beredar di Kendari
Blog Ibu Raya: PCC Pil Halusinasi yang Menggetarkan Kendari

Kita semua prihatin, kita semua berduka. :(

Read more

14 Sep 2017

Menjadi Bloger yang Merdeka

Menjadi bloger, dalam bayangan saya bukanlah sebuah profesi. Cukup membuat blog kemudian menuangkan isi pikiran melalui tulisan. Sesempatnya, tidak begitu butuh konsistensi apalagi "tekanan" dari dunia luar.

Diary elektronik, begitu kalimat simpelnya jika ingin menggambarkan apa yang saya bayangkan saat pertama kali membuat blog.

Wajar, mungkin bukan hanya saya saja yang setelah sekian tahun menulis blog, akhirnya mengetahui bahwa blog bukan hanya serupa diary elektronik, tapi juga bisa menjadi "papan iklan" sumber penghasilan dengan iming-iming, hobi yang dibayar.

Siapa yang tidak tergiur?


Saya termasuk yang tergiur. Artinya begini, saya mempunyai hobi menulis, tahu sendirilah kalau sudah hobi.. kadang kita tidak merasa bersusah-payah. Kadang waktupun tak terasa berlalu saat kita menjalankan hobi tersebut. Artinya kita senang melakukannya. Ditambah lagi saat melakukan hal yang kita senangi ada pemasukan di rekening kita, atau bahkan produk yang dikirimkan langsung ke alamat rumah kita. Siapa yang tidak mau?

Tapi untuk mencapai titik diatas ada banyak hal yang harus dipenuhi, benar kata Mak Diah Deka di dalam artikel Merdeka sebagai Blogger? Seperti apa? di Web KEB. Kita butuh nilai Domain Authority (DA) dan Page Authority (PA) yang besar agar menarik di mata advertiser ataupun melalui perantara agency. Bahkan sebelum meraih angka DA/PA yang besar, kira harus terlebih dahulu membeli domain agar blog kita termasuk dalam kategori Top Level Domain (TLD), kesukaan para pemberi job.

Baca juga: First Time In My Life : Membeli Domain

Saya dan juga kebanyakan teman-teman yang tergabung dalam komunitas bloger sudah melalui tahap di atas. Saat ini, tantangannya adalah konsisten menulis untuk menjaga -atau bahkan meningkatkan- nilai DA/PA. Tantangan tersebut datang semata dari dalam diri, musuhnya diri sendiri, yang malas, yang moody dan banyak alasan. *Udah jangan nunjuk, saya sejak tadi sudah angkat tangan, Ngakuuu! LOL

Tantangan berikutnya adalah memilah-milih job yang masuk.

Di saat-saat seperti inilah bloger dituntut untuk memerdekakan dirinya, tidak menghamba pada lembaran uang yang menjadi bayaran dengan tetap menerima job walaupun mungkin bertentangan dengan niche blog ataupun prinsip hidupnya sendiri.

Dan saya belum lama ini mengalaminya...

Gaess.. Siapa yang tidak mau uang? Apalagi job yang diberikan tidak membuat saya harus memutar otak, bayaran lumayan dan artikel sudah tersedia. Saya tau beres, tinggal copy-paste-edit-publish-konfirmasi-ditransfer-shopping.

Baca juga: Tentang Komentar, Jawaban dan Blog Walking 

Tapi ada yang terasa janggal, rasanya saya tidak tenang setelah mengetahui tema dan isi artikel. Yah, mungkin memang saya bawaannya tidak suka berurusan dengan yang kontroversial, jadi setelah membaca artikel berulang kali, mencari info, juga meminta pertimbangan Abang, kami sepakat untuk tidak mengambil job tersebut.

Ada kekhawatiran sebenarnya, jangan sampai tindakan saya tersebut akan membuat saya masuk dalam black list agency. Tapi saya lebih tidak tenang lagi rasanya jika harus ikut karena terpaksa (walaupun dibayar). Akhirnya mencoba mundur dengan sopan. Entah masuk black list atau tidak, yang jelas saya lega.

Mungkin sejauh ini, itu langkah terbaik saya dalam memerdekakan diri. Bukan pertama kalinya menolak job juga sih, kalau diatas bayarannya lumayan, sebelum-sebelumnya saya juga tidak galau menolak job dengan bayaran yang masuk kategori tega. Kecil banget bayarannya cyiiintt.. Saya gak mau nyiksa diri, hobi sih hobi, tapi tak beginiiii~ *Hayo ngaku, siapa yang nyanyiii :p

Baca juga: Saat Hobi Menulis Mendukung Hobi Berolahraga

Dilain waktu, job yang saya terima sebagai bloger bukan hanya masalah bayaran, saya juga menerima walaupun bayarannya kecil atau bahkan gratis sekalipun. Buat UMKM, teman ataupun keluarga, biasanya saya kasih promosi gratis di blog dan sosial media, salah satu cara saya memberikan dukungan terhadap usaha mereka, sambil ikut mendoakan keberhasilan usahanya.

Pada akhirnya menjadi bloger yang merdeka adalah menjadi bloger yang bebas, tidak terintimidasi oleh tekanan dari luar yang bersifat negatif. Jika bersifat positif, hal itu harus dianggap sebagai motivasi. Tapi pada intinya kita semua sedang belajar, karena walaupun bebas kita tentu harus tetap berada pada koridor kepatutan. Dan ini tidak mudah karena butuh awareness yang tinggi.

So.. Be your self, follow your heart and enjoy the freedom..

MERDEKA!!

Read more

28 Aug 2017

Pengalaman Membuat Paspor di Kantor Imigrasi Kendari

Entah kenapa, beberapa tahun yang lalu tiba-tiba saja saya memasukkan membuat paspor sebagai salah satu resolusi saya. Iseng? Ah tidak.. mungkin saya hanya lelah saja, butuh piknik yang lebih jauh.. Hehe.. Memang saat keinginan itu ada saya tidak langsung membuatnya di kantor imigrasi, but when i went there.. masalah dimulai..

Sesuai dengan persyaratan yang diminta, saya membawa KTP, Kartu keluarga dan Akte kelahiran berikut masing-masing foto copy ketiga dokumen tersebut. Bahkan untuk berjaga-jaga ijazah juga saya bawa serta. Saya letakkan Semua dalam 1 map.


Pengurusan paspor ini saya yakini berjalan mulus, apalagi saat duduk dengan bekal map dan tambahan nomor antrian, tidak menunggu lama saya sudah dipanggil untuk pemeriksaan berkas di loket.

Tidak lama setelah dokumen saya diperiksa (lebih tepatnya dicocokkan dengan detail), ditanyakanlah 1 pertanyaan yang membuat saya sempat ngeyel juga. Alamat saya di E-KTP berbeda dengan alamat di kartu keluarga. "Lah.. disuruhnya bikin E-KTP kan dimana saja dan berlaku untuk dimana saja, kenapa sekarang jadi bermasalah?" Pikir saya saat itu. Tapi ternyata emang gak bisa, harus sama, salah 1 caranya adalah dengan membuat keterangan domisili.

Tidak ada sedikitpun kesalahan dari pihak imigrasi sih, sayanya saja yang acuh terhadap pengurusan administrasi kependudukan.. Payah..

Baca Juga: Pentingnya mengurus administrasi kependudukan

Singkat cerita, sayapun akhirnya mendapatkan surat keterangan domisli, GRATIS.. catat ya.. gratis, di Capil, sampai KK saya jadipun saya tidak membayar biaya apapun, kalau masih ada yang dimintai bayaran berarti..wallahu'alam..

Maka, beberapa bulan setelah itu sayapun akhirnya datang lagi ke kantor imigrasi, sumringah membawa KTP, Keterangan domisili, Kartu keluarga dan Akte Kelahiran yang masih lengkap dengan foto copy masing-masing dokumen.

Saat itu kantor imigrasi Kendari cukup ramai, tapi tetap saja saya dilayani dengan cepat, nunggunya cuma sebentar, begitu pun dengan pemeriksaan dokumen, sudah klop semua, saya kemudian diminta mengisi formulir dan surat pernyataan yang diakhir saya tanda tangani diatas materai Rp. 6.000.


Karena gak enak di kantor izin terus, hari itu saya "ngotot" ikut wawancara dan pemotretan antri untuk foto paspor di sore hari. Memang benar saya menunggu cukup lama karena nomor antrian saya memang sudah cukup besar. *Anak kali ah.. besar :D

Untuk wawancara, sesinya ringan kok, gak seperti wawancara saat melamar perkerjaan. Saya malah tidak merasa sedang diwawancarai, berasa diajak ngobrol aja. Jadi sambil melihat data di layar komputer, petugasnya sesekali bertanya, seolah-olah memastikan isian, lalu kemudian bahas tujuan, hotel/penginapan dan lain-lain. Random sih pasti yang ditanyain.. santai ajalah pokoknya. :)

Oh iya, saat hendak berfoto untuk paspor pun para pemohon paspor ini masih ditanyain juga. Yang lucu saya ditanyain:

"Nanti perginya sama siapa?" Saya jawab suami.

Trus dikroscek, status saya belum nikah.

"Ini statusnya belum menikah."

Saya tertawa, kemudian menjelaskan, nikahnya beberapa hari lagi, berangkatnya setelah nikah.
Nah lo..

"Akhirnya sama petugasnya dibilangin, saya tulisnya pergi sama teman saja yaa.."
Hahah.. Membingungkan ya Mas? LOL

Saya iyain aja. Daripada disuruh buat passportnya setelah nikah aja, rempong. LOL

Cekrek..

Pulang.

Eh gak ding, sebelum pulang saya diberikan kode khusus untuk biaya pembuatan paspor ini, sistemnya juga mudah, tinggal ke ATM dan mencari menu pembayarannya, memasukkan kode, verifikasi identitas, udah cocok, bayar deh.. Biaya pembuatan paspor kemarin adalah sebesar Rp.355.000,

Simpel kok, sekitar 3 hari saya diminta datang kembali untuk mengambil passport, dan saya ngambilnya lama juga, masih ditinggal liburan lagi. Haha..

Intinya.. Bikin passport wisata itu mudah (saya pertegas aja tujuan paspornya, belum punya pengalaman untuk memnbuat passport lain soalnya), pegawainya juga pelayanannya bagus, tidak mempersulit pemohon. Benar-benar contoh pelayanan prima. Memang saya kenal dengan salah 1 petugas di loket, tapi saya juga dengar tentang pelayanan primanya dari orang lain yang nota bene tidak dikenalnya. Duh, senang lho waktu tahu yang diceritain, dipuji-puji oleh teman saya itu ternyata orang yang saya kenal. Orang yang memudahkan urusan orang lain kayak gitu Insyaallah rezekinya baik dan akan semakin baik. Aamiin..

Tambahan:
Untuk pembuatan passport untuk keperluan haji atau umroh dengan nama yang pendek alias 1 atau 2 suku kata saja maka persyaratan yang dibutuhkan tidak berbeda dengan pembuatan passport umum, yaitu:  KTP, Kartu keluarga dan Akte kelahiran berikut masing-masing foto copy ketiga dokumen tersebut. Bedanya adalah, jumlah materai yang dibutuhkan adalah 2 lembar (Rp.6.000), dan surat rekomendasi dari Depag dan travel. Ada pengecualian sih untuk surat rekomendasi ini, kalau pemohon adalah lansia atau berprofesi sebagai PNS, maka surat rekomendasi tidak diperlukan lagi.

Tips:
- Sama seperti cerita-cerita pembuatan paspor lainnya, saya menyarankan datang pagi-pagi sekali, karena besar kemungkinan segala urusan pembuatan paspor ini (mulai dari verifikasi dokumen, pengisian formulir, wawancara, berfoto kemudian pembayaran) bisa selesai dalam 1 hari, tinggal tunggu paspornya jadi beberapa hari kemudian.

- Sedia materai saat ke kantor imigrasi juga akan lebih mempermudah.

***
Itu tadi pengalaman saya membuat paspor di kantor imigrasi Kendari. Untuk prosedur, persyaratan dan biaya pembuatan paspor, saya yakin tidak berbeda dengan kantor imigrasi lainnya.

Semoga bermanfaat :)

Read more

21 Aug 2017

Kamu Kuat, Nak!

Sejak disarankan jenk Diah menginstal aplikasi untuk ibu hamil, saya rajin menengok dan membaca aplikasi itu. Isinya tentang informasi kesehatan dan perkembangan bayi.

Salah satu yang disarankan adalah membuat diary kehamilan. Apa saja bisa dituliskan di diary itu.

Maka mulailah saya menuliskan tulisan ini, semacam cerita pertama untuk dia. Yang mungkin nanti bisa dia baca atau saya kisahkan tentang perjuangannya saat masih di dalam kandungan.

Baca juga: Memilih yang Terbaik diantara yang Terburuk

Takdir berkata lain, sedih itu datang ditengah kebahagiaan kami. Tapi saya tidak ingin membuangnya. Ini kenangan yang tidak ingin saya hapuskan:



Nak, sejak ke dokter tanggal 20 yang lalu, Ibu jadi lebih berhati-hati. Yakin tidak yakin, hasil TP dibaca sebagai positif hamil sekalipun 1 garisnya masih samar.

Ibu diminta datang lagi tanggal 4 Agustus untuk melihat perkembanganmu. Bagi ibu, tanggal 4 adalah waktu yang lama untuk memastikan kamu benar-benar sudah ada di rahim Ibu.

Hari ini genap sudah 9 hari Ibu terlambat datang bulan. Euforia yang Ibu simpan akan kehadiranmu sudah mulai menyeruak sejak 4 hari Ibu terlambat datang bulan. Ibu tidak banyak bercerita tentang kehadiranmu. Ibu ingin semuanya lebih pasti dulu agar tidak mengecewakan banyak orang. Kamu ditunggu banyak orang, Nak!

Nak, sekalipun Ibu masih merahasiakanmu dari banyak orang, sesungguhnya Ibu sudah banyak-banyak berbahagia, sendiri maupun bersama Ayahmu. Ibu yang tadinya gesit mulai berjalan pelan. Ibu yang tadinya suka memacu kendaraan di jalanan sudah jauh mengurangi kecepatan, semua untuk menjaga kamu, Nak.

Tapi kemarin Ibu kaget, ada flek kecoklatan yang tidak sedikit di pakaian dalam Ibu. Ibu khawatir tapi tidak lantas panik. Ibu dilema juga akan memberitahu ayahmu atau tidak, khawatir Ayahmu panik, tapi pada akhirnya Ibu beritahu, Ibu tidak bisa menyimpan kekhawatiran ini sendiri. Sambil berdoa dan percaya bahwa kamu kuat, Nak.

Sayangnya, pagi ini ada flek lagi, Ibu yang percaya kamu kuat jadi kepikiran juga. Apa kamu baik-baik saja di rahim Ibu, Nak?

Ada rasa sakit yang sesekali datang, Ibu sudah tidak mengerti, itu benar sakit atau sugesti karena mengkhawatirkanmu. Seharian ini Ibu selalu kepikiran kamu.

Nak, kamu kuat! Ibu dan Ayahmu orang yang kuat dan sabar. Maka kamu akan lebih kuat dan sabar dari kami. Maafkan Ibu kalau kurang baik menjagamu. Ibu akan berusaha yang terbaik. Ibu dan Ayahmu juga mau kamu berusaha yang terbaik, kuatlah, Nak. Percayalah kami sudah menabung banyak cinta untukmu, sembari memantaskan diri menjadi teladan sekaligus sahabatmu. Tumbuhlah dengan sehat dan kuat didalam rahim Ibu. Semua doa terbaik kami panjatkan untukmu.

Kami percaya, Kamu kuat, Nak....

Minggu, 30 Juli 2017

5 weeks and 1 day pregnant.

***

Maafkan kalau lagi-lagi masih membahas masalah keguguran, sayang juga tulisan sudah rampung di draf. Padahal di beberapa postingan sebelumnya saya sudah sempat ceritakan perasaan dan support yang saya rasakan. Jangan sangka saya setegar karang dilautan yang dihempas sang ombak. Eh, tapi bisa jadi Abang merasa saya setegar itu karena waktu bertemupun saya sudah tidak lagi membahas apalagi menangisi peristiwa keguguran itu.

Padahal... (sebelumnya) Sesekali saya nangis kejer juga, minus hentakan kaki di lantai saja. Kadang karena sedih harus kehilangan calon bayi, kadang karena rasa sakitnya sudah butuh ditangisi, kadang kombinasi keduanya. It's okay.. Saya biarkan diri menangis sebagai bagian dari terapi penyembuhan.

"Karena walaupun kuat, kita butuh menangis untuk tetap waras..."

Read more

20 Aug 2017

Cinta Tanah Air, Harus Bagaimana Mewujudkannya?

Duh.. Bahasannya berat banget ya? Cinta tanah air.. Apa ada hubungannya dengan peristiwa yang cukup viral beberapa waktu ini? Itu.. Masalah bendera yang terbalik, jadi Putih Merah dan tertulis nama negara Indonesia sebagai keterangan gambar. Kalau ditulis Polandia sih bener ya, cuma gak benernya lagi di SEA GAMES kenapa ada Polandia? Hmm..

Sebagai warga Indonesia tentunya kita menyayangkan insiden tersebut, ada yang menganggap memang negara tetangga mengajak ribut, ada yang juga selow meng"iya"kan bahwa hal tersebut adalah sebuah ketidak sengajaan (seperti saya). Eehh.. Tapi ada juga anak muda di negara kita yang berfoto dengan bendera terbalik. Ckckck.. Gak bener para bocah itu..


Kembali ke tema, kenapa gitu temanya wujud cinta tanah air? Sengaja biar bahas yang sedang viral? Bukan saudara-saudaraku.. Jadi pada rapat panjang di grup WA Sultra Blogger Talk, kami sepakat mengangkat tema yang behubungan dengan bulan kemerdekaan. Dilemparlah berbagai ide yang kebanyakan ngalor ngidul berujung bahasan parenting, penjelasan lokasi, atau pengalaman pribadi yang ga ada hubungannya dengan pertanyaan tema! Haha.. seru dan informatif grup kami! :D

Akhirnya karena waktu semakin mepet, diputuskanlah mengambil tema Wujud Cinta tanah air, voting dan para anggota setuju. Bahasannya memang akan luas, karena wujud cinta tanah air itu tidak ada alat ukurnya, tidak bisa diperoleh hasilnya sekalipun kita sudah menjalani tes darah. *Yaiyalaahh..

Berkenaan dengan yang sedang viral sekarang ini, karena cinta tanah air, apa lantas kita harus mencak-mencak mengeluarkan perkataan-perkataan kasar di kolom komentar milik akun resmi penyelenggara SEA Games? Gak lah ya.. Tunjukkan ketidak sukaan kita dengan cara yang santun. Main cantiklaahh.. ^^

Baca juga: Kolom Komentar

Itu kalau bahas yang sedang viral, lalu bagaimana mewujudkan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari?

Ehm.. Berasa lagi belajar PPKN gak siiih?
*Uhukk.. Umurnya ketahuan!
*Umpetin KTP

Bagi beberapa orang, mungkin berprestasi adalah hal yang paling menonjol untuk mewujudkan cinta tanah air. Tapi prestasi seperti apa? Haruskah sampai ke tingkat Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, Nasional bahkan Internasional? Nope deh kalau menurut saya. Tidak harus selalu seperti itu. Dengan berperilaku yang baik sehari-haripun kita sesungguhnya telah berkontribusi untuk negara kita tercinta ini.

"Kok simpel banget?"

Iya, simpel diucapkan doang!

Jadi begini, sebutlah kita itu belum bisa membuat penemuan agar dihitung sebagai kontribusi anak negeri untuk bangsa. Tapi, berperilaku baikpun sudah kontribusi lho. Bayangkan kalau kita berperilaku tidak baik, kriminal dan meresahkan masyarakat. Apa gak pusing tuh pemerintah sampai satuan terkecilnya harus mengurusi kita? Bayangkan juga kalau setiap orang memegang teguh prinsip "Kalau tidak bisa membantu, setidaknya jangan menyulitkan." berkurang kan kerjaan istri di rumah eh.. pemerintah dalam mengelola negara? :p

So please.. behave dulu, berkelakuan baik dulu sebagai warga negara, jaga diri sendiri dan keluarga kita, saling mengingatkan. Dengan begini kontribusi yang lebih besar bisa diwujudkan. Awal yang baik akan berakhir baik, Insyaallah..

Lihat deh.. Apa ada anak-anak pemenang olimpiade yang sukanya bolos? Ada sih yang pintarnya kebangetan, belajar enggak, patuh banget juga enggak tapi otaknya masih tergolong encer *nyebelin gak sih mereka ini? LOL* tapi gak pake bolos juga kali ah..

Intinya, jarang banget kepatuhan membawa petaka, jarang..

Benar kata Jenk Diah yang menuliskan bahwa cinta lingkungan adalah cinta tanah air.
Suka menonton drama korea ataupun India seperti yang dituliskan Kak Irapun tidak lantas membuat orang bisa melabeli penontonnya dengan sebutan gak nasionalis..

Gak gitu..

"Apapun tindakan kita selama tidak merugikan orang lain apalagi negara adalah bentuk cinta tanah air."

Semua, teman-teman yang membaca tulisan ini Insyaallah sudah banyak mewujudkan cintanya pada tanah air. Jadi tidak perlu berkecil hati jika sampai saat ini belum ada hak paten karya teman-teman yang belum disahkan.. Amar ma'ruf nahi munkar (menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan) aja, gak usah jauh-jauh.. Tentunya dengan lebih dulu memberikan contoh. Jangan cuma menyuruh dan mencegah saja, harus jadi teladan.

Jadi teladan memang tidak mudah, tapi semoga kita semua dimudahkan. :)

Gimana menurut teman-teman? ^^

Read more

17 Aug 2017

[Puisi] Romansa Jas Hujan

Tanggal 11 Agustus kemarin Kendari diguyur hujan cukup deras, sudah jam pulang kantor kok ya hujannya gak berhenti juga. Daripada nginap di kantor kan mending menerobos hujan saja. Pulang.. Toh ada jas hujan yang dibeliin Abang.

Diperjalanan kok perasaan agak sendu gitu.. Inspirasi datang.. Mulai deh bermunculan kata-kata di kepala. Biasanya sih, kalau lagi terinspirasi saya akan buru-buru mengetik di note handphone, tapi ini kan lagi mengendari motor!! Haha..

Jadilah saya syuting film India ikuti saja inspirasinya mau kemana. Pengen banget rasanya singgah berteduh lalu mengetik kata-kata yang pop up di kepala. Haha.. Tapi kebayang rempongnya, harus buka helm, jas hujan dan ransel dulu. Nggak deh.. pulang aja.. Sambil berdoa semoga inspirasinya gak hilang, maklum saya istri soleha pelupa. :D

Eeh.. Gak nyangka, nulis besoknya malah masih tetap lancar. Wis.. Jadi deh puisi ala-ala ini. 


Langit menangis
Air matanya tumpah
Berderai-derai
Mungkin ia takut pada awan hitam

Di bawah langit
Seorang istri hendak pulang
Menuju rumahnya yang hangat
Walau tak ada suaminya di sana

Ditantangnya langit yang menangis
Kendaraan terbuka tak menghalanginya
Ia punya barang sakti
pemberian dari suaminya

Langit tak jua mau mengalah
Ia bahkan menghembuskan udara dinginnya
Berharap bumi dan segala isinya
Ikut lemah bersama tangisnya

Sang istri masih melaju
Bukan tak dirasakannya dinginnya udara
Ia tahu dingin itu hanya sebentar
Entah kenapa ia tetap merasa hangat

Dibawah hujan
Dipanggilnya lagi kenangan yang menghangatkan
Senyum dan kebahagiaan bersama suaminya
Hangat, seperti tengah menyeruput kopi di tengah hujan

Barang sakti itu rahasianya
Ia percaya ia akan terlindungi
Buktinya ia tetap melaju dibawah rinai
Buktinya ia tetap bisa merasakan hangat

Memang sedikit basah
Memang sedikit dingin
Tapi barang itu benar magis
Padahal hanya jas hujan saja

Dalam balutan jas hujan
Ia merasakan romansa yang kuat
Ada kehangatan cinta dari suaminya
Ada doa kebaikan walau ia tak ada mendekap

Kendari, 120817, 09.50 Am
Setelah hujan-hujanan pulang kantor kemarin.

PS: Abang kalau baca.. Adek masih bisa kok tulis romansa city car keluaran terbaru. Bhahaha..

#KamisPuitis
Read more

16 Aug 2017

Mecukur Bulu Ketiak tanpa Takut Ketiak Hitam

Benar kata orang, menikah akan membawa banyak perubahan. Ini yang sering kali Abang syukuri  dan utarakan pada saya, tentang perubahan rezekinya, tentang perubahan pakaiannya (yang akhirnya bisa update), juga perubahan bau badannya. Semua menjadi lebih baik. Alhamdulillah, saya juga merasakan hal yang sama..

Eh, bau badan? Segitunya?!

Ya, Abang gak seburuk itu juga sih bau badannya. Haha..

Jadi sebelumnya Abang itu punya treatment yang berbeda terhadap ketiak, berbeda dengan kebiasaan saya tentunya. Melihat itu dan efek yang ditimbulkannya saya jelas berpikir bagaimana caranya agar Abang yang keringatan itu bisa nyaman dengan aktivitas di dalam dan di luar kantornya.


Langkah pertama adalah mencukur bulu ketiak, tidak ada keraguan. Masalah kulit ketiak yang akan berwarna gelap belakangan diurusin, saya sudah punya rahasia menjaga kulit ketiaknya. Pokoknya sekarang biar bersih dulu si keti itu. Hihi

Setelah mandi dan bercukur, Abang saya berikan deodoran favorit saya, sudah saya gunakan beberapa bulan sebelum menikah. Bukan nyobain dari awal kemunculannya juga sih, saya juga pakai hasil kepincut testimoni teman yang membandingkan antara 2 merk deodoran. Yang satu itu ketinya hitam dan jika memakai Dove Original Light and Smooth ketinya lebih cerah.

Sejak itu Abang mengikuti saya menjadi pemakai setia Dove Original Light and Smooth, kadang Abang protes juga sih, kenapa tidak dari dulu diberitahu tentang Dove ini. Lah.. Sibuk amat, kita pacaran juga enggak, ngapain saya ngurusin ketiaknya Abang. :p


Kembali ke Dove Original Light and Smooth, saya baru-baru ini dapat kiriman dari Home Tester Club. Waktu paketnya tiba saya seneng banget dong, sudah saya tunggu-tunggu juga sih, soalnya beberapa hari sebelumnya dikirimi email bahwa saya akan dikirimi Dove Original Light and Smooth. Home Tester Club butuh review dari saya, tapi sampai testimonipun saya sanggup berikan, soalnya emang sudah pakai terlebih dahulu. *Emang apa bedanya review dan testimoni :p

Jadi sekalian saja saya masukkan di Rabu Review, udah lama kosong juga tema yang satu ini. Banyak bahan cuma gak dieksekusi. *Apaan deeh..

Yuk balik pakai bahas deodoran cihuy ini lagi..

Dove Original Light and Smooth ini andalan saya dan Abang banget, wajib pakai setelah mandi. Setelah itu terserah mau beraktivitas dimana dan apa, di luar kantor bisa, apatahlagi di dalam kantor. Mau kalem ngetik di depan komputer atau olahraga mah ayuk ajah. Soalnya deodoran ini bukan hanya membuat ketiak menjadi lebih cerah, tapi juga menjaga kita dari bau badan seeepanjang hari.

Eh, kepoin bahannya yuk..


Jadi deodoran ini mengandung: Water, Aluminum Chlorohydrate, Glycerin, Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil, Steareth-2, Perfume, Steareth-20, Disodium EDTA,  Pentaerythrityl Tetra-di-t-butyl Hydroxyhydrocinnamate, Tocopheryl Acetate, Butylene Glycol dan Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract.

Karena mengandung bahan-bahan diatas, maka Dove Original Light and Smooth bisa merawat ketiak, mencerahkan terlebih karena diformulasikan dengan ¼ moisturising cream sehingga kulit ketiak halus dan lembut. Segar dan wangi serta memberikan perlindungan tetap kering hingga 48 jam.

Saya sih belum pernah pakai hingga 48 jam ya, paling durasinya dari mandi pagi ke mandi sore, kalaupun tidak mandi sore karena sudah pulang malam ketiak rasanya fine-fine saja, gak bikin orang rumah lantas menutup hidung. Hehe..

Sudah beberapa bulan menggunakan produk ini rasanya saya nyaman banget, apalagi saya pakai Shampoo, conditioner dan body wash dari Dove. Jadi boleh dibilang sudah satu rangkaian produk. Tinggal tunggu dikirimin produk sampel saja dari Home Tester Club lagi. Hamper dong.. Hampeeer.. Ngarep! Haha...

Read more

14 Aug 2017

Serunya Jalan Sehat Bersama BUMN

Hari Minggu kemarin pacaran saya dan Abang dikelilingi banyak orang. Haha.. Nggak ding, Kami memang pacarannya di event jalan sehat yang digelar oleh seluruh BUMN, kebetulan kali ini kantor Abang sebagai PIC acara besar ini.
Sejak jauh hari kami yang tergabung dalam IIKP (Ikatan Istri Karyawan Pegadaian) sudah diwanti-wanti untuk turut serta dalam kegiatan tersebut, termasuk mendampingi ibu-ibu dari direksi yang juga akan hadir.

Manut, toh kegiatannya di hari libur dan kondisi juga sudah lebih sehat. Sekalian ketemu para ibu-ibu yang selama ini hanya saling berkomunikasi via WA saja, belum saya kenal secara langsung. *Duh, pergaulan.. LOL

Buibu Awet Masih Muda :*

Oh ya, Mama, Bapak, Mama mertua dan sepasang keluarga dekat kami juga ikut di acara ini. Maklum, ada Fildan Rahayu, artis dangdut kebanggaan Sulawesi Tenggara. Kehadirannya salah satu yang membuat kegiatan ini diprediksi akan "wah" selain banyaknya hadiah yang dibagikan. Benar-benar banyak. Saya aja mupeng. Hihi..

Dengan tagline "BUMN Hadir Untuk Negeri" acara diawali dengan pengarahan rute dan wanti-wanti tempat memasukkan kupon undian saat jalan sehat. Sambutan, senam dan pengundian hadiah. Yang paling memakan waktu dari semua rangkaian kegiatan kemarin adalah jalan santai dan pengundian hadiah. Maklum hadiahnya banyak, MC bahkan terlihat lebih capek mengumumkan nomor undian daripada cuap-cuap untuk memandu acara. Sayang nomor undian saya gak ada yang cocok.. #Eh..

Di acara kemarin kami sempat janjian untuk berkumpul bersana teman-teman kuliah dulu. Sayangnya saya hanya bertemu 1 orang saja, itupun dia masih menunggu 1 teman lainnya. Terpaksa saya tinggal, maklum jalannya gak sendiri. :D

Pacar kesayangankuhh :*

Dengan kostum putih bis merah dan topi sebenarnya kami punya akses untuk masuk ke tribun dan duduk manis menunggu jika nomor undian kami disebutkan menikmati acara, tapi karena Abang telat ngeh bahwa topi yang kami kenakan adalah penanda bahwa kami bebas masuk, jadilah kami berdiri mematung memikirkan nasib berebut tempat teduh selama berjam-jam.

Rada kecewa sih, sayang sebenarnya kami sudah punya akses tapi tidak dimanfaatkan, tapi gak enak juga sama Mama Mertua yang sejak berangkat sudah bersama kami. Masa harus kami tinggalkan dan duduk di kursi VIP. Yang punya akses hanya karyawan dan istri saja. Serba salah.. hihi..

Yang spesial diacara kemarin adalah saya akhirnya bisa melihat Fildan secara langsung dan rasa pegal di kaki yang saya dan Abang rasakan. *Penting banget bahas ini. LOL* Kalau saya pegalnya jelas karena kelamaan berdiri, entah Abang kenapa, sepetrtinya karena jalan dan berdiri lama di hatiku. Akhirnya setelah acara selesai, pacaran kami diisi dengan kegiatan saling memijat kaki. Haha

Norak! Saya akhirnya lihat Fildan secara langsung dan nyaris ikut joget di depan panggung!! Padahal baru dinyanyiin Gerua saja lho.. Wkwkwk

Semalam tidur saya benar-benar pulas, karena capek dan saya dikeloninnya ya dipijat-pijat kaki (kiri)nya, entah berapa lama, yang jelas saya udah benar-benar gak ngerasain kaki yang sebelah kanan dipijat, yang jelas ada aroma minyak zaitun di kedua telapak kaki.

Alhamdulillah bangunnya segeeer banget, Jazakallah Abang.. Walaupun sampai kantor ngantuk lagi, bangunnya pagi banget karena sebelum ke kantor saya ke bandara dulu nganterin Abang yang hendak merantau ke tempat kerja (lagi).Hihi..

Sesampainya saya di kantor salah satu surat kabar terbesar tiba di meja saya dengan liputan khusus Jalan Sehat BUMN kemarin. Senang banget acaranya berjalan sukses, ramai dihadiri masyarakat dengan segala umur. *Sekali lagi, mengundang Fildan adalah pilihan yang sangat tepat. :)


Oh ya, walaupun saya tidak dapat hadiah sama sekali, tapi kemarin belajar banget bagaimana kalimat "Kalau rezeki nggak akan ke mana" saat menyaksikan pengundian hadiah utama berupa motor. Fildanlah yang dipercaya memilih nomor undian saat itu. Pihak saksi, notaris dan dewan direksi sudah berada di atas panggung, tapi acara harus berlangsung lama, nomor kupon yang dibacakan ternyata tidak bertuan sampai sebanyak 3x.

Dan akhirnya diambil lagi kupon baru, pemiliknya adalah... Polisi yang sedang bertugas jaga di acara Jalan Sehat BUMN!!! Saya ikut kegirangan. Selamat ya pak polisi.. Saringan rezeki bapak sampai 3 nomor kupon lho.. Hihi..

Selamat bekerja, tetap rajin bekerja walau rezeki kita gak akan kemana-mana! ^^

"Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll)."
(HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Read more

7 Aug 2017

Memilih yang Terbaik diantara yang Terburuk, Keguguran atau ...

Menulis itu menyembuhkan. Hal ini banyak diamini oleh teman-teman yang suka menulis. Saat ada hal menyakitkan yang terjadi, bagi yang suka menulis, hal itu akan membantunya menyalurkan sakit itu keluar dari tubuhnya, dari perasaannya.

Tulisan ini mungkin bagian dari upaya saya untuk menyembuhkan diri. Bukan karena tak punya media lain, tapi entah kenapa dengan menulis perasaan di dalam hati bisa dengan gamblang dikeluarkan, walau bisa jadi ada beberapa hal yang disamarkan.

Tanggal 20 Juli yang lalu Abang berulang tahun, mari lewatkan kejutan-kejutan yang saya siapkan untuknya. Mungkin nanti akan saya ceritakan dengan mood yang lebih baik karena disaat yang bersamaan saya sakit.


Saya mengalami anyang-anyangan, saya yang saat itu bertugas sebagai panitia pelatihan di hotelpun harus meminta izin karena sakit yang tidak tertahan dengan aktivitas ke kamar mandi yang sangat rutin. Tidak berdiam diri, saya langsung memeriksakan diri ke dokter kandungan karena "diagnosa" dari mbah google saya mengalami ISK bawah. Pipispun harus saya sertai dengan dahi yang berkerut dan meringis yang ditahan.

Sesampainya di ruang pemeriksaan saya di-USG dan diminta untuk melakukan tes di laboratorium rumah sakit. Hasilnya saya memang positif ISK dan saya dinyatakan hamil walau dengan garis kedua yang masih agak samar.

Diam-diam Berbahagia
Saya hamil! It will be a best gift ever for Abang, tapi seperti biasa saya tidak ingin sesumbar. Tidak seorangpun (kecuali narasumber tempat saya nanya dokter :* ) saya beritahu mengenai hasil tes waktu itu. Biarkan semuanya lebih pasti dipemeriksaan kedua, tanggal 4 Agustus, sesuai jadwal kontrol dari dokter.


Waktu berjalan, sekalipun menahan diri untuk tidak over excited saya bergerak dan mengkonsumsi makanan dengan lebih hati-hati. Alhamdulillah perlahan ISK hilang seiring dengan obat yang saya konsumsi 2 hari sekali.

Beberapa hari kemudian saya sadar, saya sudah telat haid 4 hari, keyakinan saya jelas bertambah, cici-ciri (tidak pasti) kehamilan juga ikut muncul satu per satu. Mama akhirnya saya beritahu dengan catatan ini belum pasti, begitupun Abang yang memberi kejutan pulang tanpa saya sangka.  Sedangkan Mama saya yang satunya lagi (mertua) akan saya beritahu sepulang saya dari dokter 4 Agustus nanti. Kami diam-diam berbahagia.

Tanggal 27 Juli pelatihan selesai, tugas panjang di hotel juga berakhir, saya bisa beristirahat. Besoknya berkantor seperti biasa dan sepulangnya dari kantor saya sempatkan singgah sebentar di rumah Kendari Permai (KP).

Sabtu saya habiskan dengan leyeh-leyeh setelah mencuci, tapi saat Maghrib saya cukup kaget karena ada flek. Hal itu tidak membuat saya khawatir karena tidak ada rasa sakit yang saya rasakan. Keesokan harinya ada flek lagi, saya mulai cemas awalnya, tapi akhirnya tenang juga. Toh dokterpun tidak praktek di hari Minggu.

Saya mulai banyak mencari info melalui artikel dan bertanya kepada teman. Akhirnya saya putuskan untuk ke dokter saja hari Senin 31 Juli jika masih ada flek juga. Benar saja, fleknya semakin banyak walau tidak ada rasa sakit dan bau darah.

Twisted story: Memilih yang Terbaik diantara yang Terburuk
Seperti kebanyakan orang saya tentu berharap janin berusia 5 minggu 2 hari di kandungan saya tidak apa-apa, sehat wal afiat. Tapi hasil pemeriksaan dokter membawa pilihan lain...

"Kalau saya, mending ini keguguran dari pada hamil di luar kandungan. Soalnya kalau hamil di luar kandungan harus operasi." Terang dokter setelah melakukan Test pack, USG dan tidak melihat kantong kehamilan di dalam rahim saya.

Deg!

Ibarat film, ini adalah sebuah twisted story yang benar-benar mengejutkan. Perasaan saya campur aduk, antara kecewa atau ikut mengaminkan harapan dari dokter. Saking campur aduknya perasaan mungkin saya bisa ekting tegar. Like there is nothing happened, entah Mama yang menemani saya waktu itu beranggapan apa, tahu anaknya ekting tegar atau bingung dengan anaknya yang (perasaan saya nih ya) terlihat tenang.

Sesuai saran dokter saya diminta cek darah BHCG, Beta HCG. HCG atau Human Chorionic Gonadotropin adalah sebuah hormon yang diproduksi oleh indung telur di awal masa kehamilan. Kata dokter, jika nanti hasilnya tinggi maka besar kemungkinan saya hamil di luar kandungan (soalnya waktu USG ada bentukan lonjong yang dicurigai di luar kandungan). Duh ya.. Allah menunjukkan kecanggihannya lagi, yang tidak saya inginkan diubahNya menjadi hal yang saya inginkan, tidak ada pilihan lain. Saya merenungi ini sepanjang perjalanan.

Masih dihari yang sama, malamnya saya mulai pendarahan, sudah tidak ada keraguan lagi, saya menggunakan pembalut agar merasa aman. Jadwal kontrol saya berikutnya adalah saat hasil tes BHCG keluar, 2 hari lagi. Saya tahu yang saya alami adalah keguguran, tapi bayangan hamil di luar kandungan membuat saya harus memilih dan berdoa agar mendapatkan yang terbaik diantara yang terburuk.

Baca juga : Premarital Check Up, Pemeriksaan Kesehatan untuk Calon Pengantin

Jangan tanyakan rasa sakit selama pendarahan terjadi. Saya yang jarang mengalami keluhan nyeri atau sakit selama datang bulan harus merasakan nyeri di perut dan pinggang selama 3 hari, tanpa obat pereda nyeri apapun. Sakitnya yang kambuhan membuat saya memilih berkantor, belum banyak yang tahu saya pernah hamil apalagi keguguran.

Hari kontrolpun tiba, harap-harap cemas saya mengantri bersama Mama, hasil tes di tangan, saya kembali harus USG. Hasilnya saya keguguran. Diantara rasa bersalah pada calon anak pertama kami, saya dan Abang diujung telepon mengucap Alhamdulillah, Mama dan dokterpun ikut senang. Saya diberi obat penggugur kandungan.

Efek Samping Obat
Saya diberi obat untuk 10 hari dengan aturan 2x minum dalam sehari. Menurut dokter sakitnya akan lebih terasa dari yang sudah saya rasakan. Wah, tidak terbayang sakitnya seperti apa, saya diberi surat sakit agar bisa beristirahat, mulai tanggal 3 sampai tanggal 11 Agustus. Tapi sampai tulisan ini terbit surat itu belum saya gunakan. For many reason..

Entahlah, saya lebih senang berkantor ketimbang merasakan sakit sendiri di rumah, ada orang tua sih, tapi seperti biasa saya pasti berkamar. Salah satu alasan terkuat adalah saya masih punya rasa sedih, dan saya tidak suka menyendiri saat sedang sedih. Beruntung Abang juga memberi kebebasan untuk saya mengambil keputusan sembari terus mengecek melalui telepon dan WA. Support Mama dan Abang benar-benar membantu saya melewati rasa sedih yang seringkali datang saat pikiran sedang tidak sibuk. Berkantor memang tidak membantu pemulihan fisik saya, tapi membantu kontrol psikis saya.


Kembali ke efek obat, keluhan sakit yang timbul setelah meminum obat ternyata tidak membuat saya makin sakit perut dan pinggang, tapi bertambah variannya yaitu sakit kepala, kram dan diare, paket komplit yang membuat saya susah beristirahat terutama di malam hari.

Beruntung saat ini keadaan saya lahir batin sudah lebih baik (ceileh istilahnya :p), yang tersisa hanya beberapa sakit dari efek obat saja, sedangkan sedih Alhamdulillah sudah tertutupi dengan syukur yang banyak saya dapatkan dari membaca banyak curhatan ibu hamil yang mengalami keguguran pada usia kandungan yang sudah tinggi (Saya yakini mereka jauh lebih sedih dibandingkan saya). Tidak sesumbarnya saya, juga saya yakini sebagai hal baik yang tidak menambah beban diri. Saya tertolong.

Allah sudah menuliskan peristiwa keguguran ini jauh hari sebelum saya lahir dan Insyaallah yang diambil akan digantikan dengan yang lebih baik...

Bismillah, kontrol kesehatan lagi, semangat promil lagi... :)

Update 9 Agustus: 2 hari ini sakit kepalanya naik level, sampai pengen muntah dan berlangsung seeeeharian. Dan kram yang biasanya datang malam, sudah mampir sejak setelah minum obat pagi. Dulu sempat berkurang waktu dianjurkan konsumsi pisang oleh teman, tapi kali ini gak mempan lagi. Dan mulai terasa ke tangan kiri juga.

Entah efek obat atau gimana, belum bisa memastikan, dokternya lagi ke luar kota. Hehe..
Read more

3 Aug 2017

[Puisi] Aku Rindu

Sudah lama kamis puitis kosong, memang sudah lama juga saya tidak menulis puisi lagi. Giliran menulis yang rada mewek. Tapi gapapa sih, meweknya kan ke suami. Haha..

Oh iya, seperti biasa puisinya tidak memperhatikan kaidah penulisan puisi yang baik dan benar (emang gimana?) hanya memperhatikan kaidah perasaan yang baper. Hihi.. Tapi jangan dibilang baperanlah, soalnya modal buat nulis puisi emang mesti diselami dalam-dalam perasaannya hingga ke tingkat baper. Jadinya ya seperti puisi yang satu ini. :D


Aku rindu
Kau lelah
Aku bercanda
Kau anggap serius

Aku rindu
Kau rindu
Aku tak mengucap
Tapi ingin bermanja

Aku rindu
Kau jauh
Aku menangis
Kau tak tahu

Aku rindu
Sudah keteriakkan kata itu sejak tadi
Lewat dering teleponku
Lewat manjaku yang melebihi bocah

Aku rindu
Sayang kau tak tahu
Tapi aku tahu diri
Aku salah merindumu

Percuma saja teriakku itu
Ia tak lantang terdengar
Rinduku hanya menggaung di dadaku
Penuh menyiksa

Aku salah merindumu
Entah kenapa aku malu mengucap rindu
Mungkin kau tak lagi percaya
Karna seringkali kuhela ia bagikan nafas

Hari hari
Setiap hari
Disetiap percakapan
Disetiap kudengar suaramu

Aku rindu...

280717 22:31PM

Ehm.. Umumnya perempuan (laki-laki juga gak sih?) susah bilang sesuatu secara langsung. Misalnya kangen, gak bilang kangen tapi tiba-tiba manjanya minta ampun, giliran gak dapat respon yang diinginkan ngambek. Ntar-Ntar..Saya gitu gak sih, Bang? :D

Baca juga : Imam Untukku

Tapi kalau udah ngomong kangen dan masih aja dicuekin gimana?

Duuhh.. itu emang suami emak-emak yang gak pekaaa.. atau gak denger? Atau gak baca? haha.. Susahlah ya kalau udah urusan komunikasi begini, urusan rindu macam begini. Yang Long Distance Marriage biasanya sih bisa mengerti perkara begini, yang bisa mengerti rindu macem ni tuh menyayat hati. Halah.. LOL

Siapa saja nih yang LDM? Yakin banget saya gak sendiri. Dibikin komunitas juga bisa. :D

Read more

23 Jul 2017

Memasak Ayam Potong So Good, Praktis Hanya Dengan 4 Bumbu

Urusan dapur seperti memasak tidak dapat dipungkiri masih dianggap sebagai pekerjaan utama perempuan. Tapi tidak semua perempuan suka memasak, apalagi dengan resep yang ribet. Yang rajinpun kadang malas kalau sudah lelah mengerjakan hal lain. Saya ada di aliran ini nih, suka memasak tapi sukanya yang simpel. Hehe

Nah, karena mungkin kita sealiran atau ada yang merasa masak ayam itu ribet, saya akan bagikan resep yang saya dapat dari ibu kost saya dulu. Resepnya simpel, gak butuh banyak bumbu, bumbunyapun mudah didapat dan gak pake ribet.


Gak usah lama-lama ya, ini dia resep Ayam Potong Praktis Hanya dengan 4 Bumbu.

Bahan:
-Ayam (Saya menggunakan Ayam Utuh Potong 10 So Good)
-Air secukupnya (sampai ayam di panci hampir terendam)

Bumbu:
- Ketumbar halus 2 sendok
- Garam kasar 1 sendok munjung
- Bawang Putih 10 siung dihaluskan
- Penyedap masakan secukupnya (boleh tidak digunakan)

Cara memasak:
- Cuci bersih ayam, masukkan ke dalam panci, masukkan ketumbar, garam, bawang putih dan penyedap.
- Masukkan air dan ratakan bumbu.
- Masak dengan api sedang selama kurang lebih 45 menit.
- Saat ayam selesai dimasak, airnya hanya akan tersisa setengah dari jumlah air di awal. Dengan cara ini bisa dipastikan bumbu sudah meresap ke dalam daging ayam.
- Ayam siap dihidangkan.

Nah, sampai di tahap itu saja saya sudah sangat suka dengan ayam ini. Bumbunya meresap sampai ke dalam daging walaupun ayam utuh potong 10 ini potongannya porsi mantap, puas, soalnya gede-gede!

Dokumentasi pribadi

Selain daging ayam yang terasa bumbunya, kuahnya juga enak untuk disiramkan ke nasi, apalagi nasi yang hangat, wah.. Berasa makan opor ayam lho!

Tapi, saya juga suka selingi penyajiannya dengan menggorengnya. Caranya gampang, ditiriskan sebentar lalu kemudian digoreng, atau ingin diberi tepung terlebih dahulu?Bebas, rasanya sama-sama enak.

Dokumentasi pribadi

Nah, tentang resep ini, ada sedikit pertentangan di rumah nih. Mama tuh penganut aliran harus masak dengan bumbu yang komplit, sementara saya, saya penganut aliran memasak dengan cara simpel, bumbunya juga, tapi tetap menomor satukan rasa tentunya. Kalau bumbunya bisa simpel tapi rasanya tetap enak kenapa tidak? Iya kan? Hehe..

Jadi untuk yang malas ribet atau baru mau belajar memasak, resep simpel ini bisa dipraktekkan. Selain bumbunya tidak rumit seperti resep memasak ayam ala Mama saya , resep ini juga praktis untuk anak kost yang mungkin tidak memiliki banyak varian bumbu di rumah. Apalagi sekarang ketumbarnya sudah ada yang jual dalam kemasan sachet, ya kan? :)

Alasan lain mengapa saya lebih menyukai resep ini adalah efektivitas waktu saat memasak dibanding dengan memasak opor. Opor ayam harus selalu diaduk terutama saat santal kentalnya dimasukkan. Tapi dengan resep ini, kita hanya perlu sesekali menegok dan mengaduknya. Jadi waktu 45 menit sudah bisa disambi dengan pekerjaan lain.

Jangan lupa pilih Ayam potong dari So Good karena kesegarannya tetap terjaga jadi rasanya tetap enak, sudah bersertifikat halal dari MUI, bebas formalin, bebas hormon, tanpa pengawet, yang pasti mutu ayam terjamin!

Dokumentasi pribadi

Kan percuma ya udah capek-capek masak (walaupun resepnya simpel) tapi gak puas sama rasanya kerena ternyata kualitas ayamnya yang bikin gak enak. Duh, jangan sampai deh..

Salah satu kunci masakan enak kan gak hanya resep dan eksekusi yang tepat saja, kesegaran bahan masakan juga wajib diperhatikan.

Itu tadi resep Ayam Potong Praktis Hanya dengan 4 Bumbu saja. Simpel tapi tetap terasa enak. Yang masih merasa memasak ayam itu ribet, bisa mencoba resep ini.

Selamat Memasak!

Read more

20 Jul 2017

Jajanan Masa Kecil, dari yang Manis Hingga yang Terasa Asam!

Hari Kamis, sesungguhnya adalah jadwal saya menulis Kamis Puitis. Tapi karena bertepatan dengan tanggal 20 yang sudah dikontrak oleh Sultra Blogger Talk untuk posting serempak (juga dengan tema yang sama) maka ditangguhkan saja dulu Kamis Puitisnya ya.. Saya juga belum mood tulis puisi lagi, mau cari stok puisi di note HP juga masih males.. hehe


Jadi tema SBT kali ini adalah Jajanan Masa Kecil. Pasti punya dong ya semua.. Jajanan masa kecil kita kemungkinan sama kalau hanya beda 3-5 tahun, apalagi kalau satu daerah, kadang hanya beda nama saja. Selera anak-anak mah tidak jauh dari yang manis-manis seperti permen atau manis plus dingin seperti es yang diolah menjadi berbagai jenis.

Jajanan Manis
Berbicara tentang jajanan manis, ada satu jajanan yang sangat membekas di ingatan saya. Bukan hanya karena rasanya yang enak. Tapi ada peristiwa yang membuat saya sampai saat sudah dewasa saat ini, saya masih belum mengerti kenapa hal itu bisa terjadi. (Ngomongnya dewasa ya.. diksi halus dari kata tua! Haha)

Jadi ini kisah tentang jajanan Rambut Nenek.. Saya lupa kami dulu menyebutnya apa, manisan saja sepertinya. Saya kurang suka manis sebenarnya, tapi kalau Rambut Nenek, saya suka sekali! Hampir setiap hari uang jajan saya sisihkan untuk beli Rambut Nenek ini. Teksturnya yang renyah lalu kemudian lumer di mulut itu memberi sensasi sendiri di lidah saat memakannya.

Mungkin itu juga yang membuat seorang murid laki-laki di sekolah SD saya waktu itu berani merebut Rambut Nenek dari tangan saya.

Begini ceritanya.. Auuu.. *Ngerti kenapa ada "Auuu" nya? Ehm..  Umurnya ketahuan! :p

Jadi setelah pulang sekolah, seperti biasa saya dijemput bapak. Bapak bisa on time karena kantor bapak berada tepat di depan SD saya. Saat itu saya minta bapak berhenti sebentar, karena saya mau jajan. Saya membeli Rambut Nenek dengan uang jajan saya, tidak menunggu lama Rambut Nenek pesanan saya sudah berada di tangan saya.

Sabar-sabar saya pegangi jajanan itu melewati lorong antara gedung sekolah dan sebuah tembok toko. Diujung lorong seorang murid laki-laki (seingat saya 1 kelas diatas saya) langsung merebut Rambut Nenek dari tangan saya, di depan bapak saya saudara-saudara!! Berani sekali!

Saat itu saya hanya melongo saking kagetnya, kejadiannya cepat sekali! Saat sadar masa lalu dan mantan Rambut Nenek di tangan saya sudah hilang. Saya sontak mendongak melihat bapak, dan bapak hanya tertawa kecil, mungkin bapak juga tidak percaya dengan yang dilihatnya. Bapak hanya berkata, "Tidak apa, nanti besok baru beli lagi." Saya juga manut saja tidak minta ganti rugi. Ahh.. mungkin karena itu makanya saya sabar sekali menghadapi ujian hidup. LOL

Sumber: qudapan.blogspot.co.id

Sorry.. mungkin jadinya gak fokus bahas jajanan, tapi benar-benar gak bisa lupa kejadian itu. Saya ceritakan, agar kita mendidik dan mengingatkan anak sejak dini untuk tidak mengambil hak orang lain. *Tsahh! :D

Beralih ke jajanan manis lainnya..

Saya juga suka membeli manisan buah Kedondong, tapi yang jadi favorit ya Es Lilin, terutama rasa kacang hijau. Dulu di rumah mama suka bikin, dan saya yang menjualnya keliling kompleks dan perumahan BTN. Komisinya ya Es Lilin enak buatan mama.

Bener-bener ya, bahagia di masa kecil memang sederhana sekali.. Item gak masalah, yang penting dapet Es Lilin! Haha..

Selain Es Lilin saya juga suka Es Kado, Es yang berbentuk kotak memanjang dan dibungkus kertas kado. Enaknya Es Kado ini, harganya gak dipatok, panjang es akan menyesuaikan uang kami, beli Rp.100 ya pendek, beli Rp.300 ukurannya akan 3x lebih panjang... nikmatnya udah berasa makan es krim pabrikan! LOL

Jajanan Asin
Beralih ke jajanan asin.. Saya paling suka yang garing, terbawa sampai sekarang. Dulu suka makan Mie-mie, kalau gak ada beli mie instan merk V*tami yang lebih murah dari S*rimi dan Ind*mie lalu kemudian diremas-remas hingga cukup hancur, baru kemudian ditaburi bumbu dan dimakan mentah! Makannya nikmat tanpa perlu mengkhawatirkan isu MSG dan kandungan lilin pada mie instan. Hehe

Tipikal jajanan asin saya sih seperti itu, yang crunchy!

Jajanan Pedas!
Sejak kecil saya suka pedas, nurun dari Mama sih.. dibiasakan makan pedas sejak kecil. Gak heran deh kalau waktu SD saya sukanya nongkrong di kantin Pak Harimin untuk memesan Ubi (singkong) Goreng berikut sambalnya! Sambalnya udah habis, Ubi Gorengnya belum habis..Tambah lagiii! Makanya suka di kantin itu.

Singkong Goreng + Sambal
Jajanan favorit sejak SD hingga sekarang :)

Eits, jangan dikira uang jajan saya dulu banyak ya, dulu 1 potong ubi goreng harganya hanya 25-50 Rupiah saja, kembung-kembung dah tu perut makan ubi! Haha

Jajanan Asam
Sumber: FB Nhyny Azizah Nurahsan

Saya ingat, dulu kami suka sekali membeli Settung (maaf saya gak tahu namanya di Jawa apa). Buah yang kadang dijual setelah diolah menjadi manisan seperti manisan kedondong, tapi kami lebih sering adu nyali dengan memakannya tanpa diolah. Asli asam sekali! Supaya seru kami makannya beramai-ramai dan saling menertawai reaksi masing-masing.

Ahh.. anak-anak ya.. Jajanan saja bisa jadi bahan candaan.. :D

Intermezo..

Jajanan Berhadiah
Nah kali ini ini kategorinya agak sedikit melenceng, bukan soal rasa, tapi iming-iming hadiah. Saya tuliskan karena anak-anak memang doyang dengan iming-iming hadiah... Eh, yang dewasa juga suka hadiah kan? :D Jajanan jenis ini juga jenis jualan yang cukup laris menurut pengamatan saya. *Halah..

Jadi dulu itu ada yang namanya K*rtu AS, atau kalau mau yang lebih tradisional lagi ada permen asam yang dibungkus dengan 1 guntingan wayang kecil (di Jawa sejenis kuartet kayaknya), lalu di dalamnya nanti ada nomor yang akan dicocokkan dengan hadiah yang menanti. Hadiahnya ada levelnya juga, dari hadiah utama (yang bisa berupa mainan yang cukup lumayan harganya) sampai hadiah hiburan sekelas permen rasa durian. Kalau enggak ya zonk seperti rasa permen asam yang sering kami sebut gula-gula berhadiah itu. Hehe..

***

Nah.. itu diatas jajanan masa kecil yang sering sekali saya konsumsi, ketiga teman saya yang juga berasal dari Sulawesi Tenggara ini juga punya ceritanya masing-masing:


Bagaimana dengan teman-teman, suka jajan apa dulu? Apa kita punya kesamaan? ^^
Read more

19 Jul 2017

Tempat Wisata Lokal Rasa Internasional di Bintan

Coba ketik Bintan di kolom pencarian instagram. Entah apa reaksi teman-teman, tapi mata saya seakan-akan berkata wow karena pupilnya mulai membesar, saya excited.. Wahh.. bagus-bagus ya pemandangannya..

Bukannya tidak tahu mengenai pulau Bintan, iya saya tahu ada di kepulauan Riau, tapi banyak hal yang baru saya ketahui (terutama mengenai wisatanya), salah satunya adanya kolam renang air asin raksasa pertama di asia tenggara! Ihh.. keren yaah..


Nanti saya ceritain deh seberapa ndesonya saya, seiring teman-teman baca wish list yang saya buat jika mengujungi pulau Bintan nanti. Bisa deh diajukan ke Abang yang kalau wisata itu maunya gak hanya pantai saja, soalnya di Sulawesi Tenggara juga udah banyak katanya.

Baca Juga: 

Jadi apa saja wish list saya? Yuk baca, kali aja teman-teman juga tertarik..

1.Lagoi
Lagoi adalah tempat yang tidak bisa dilewatkan saat berkunjung ke Pulau Bintan. Terletak di Kabupaten Bintan, Kecamatan Bintan Utara, Lagoi merupakan sebuah kawasan wisata terpadu yang terbilang cukup lengkap, kawasan ini adalah kawasan wisata internasional. Jadi jangan heran jika dikelola dengan baik dengan pengamanan yang cukup ketat.

Biaya masuk kawasan ini sih hanya Rp. 5000 saja, tapi pemeriksaannya cukup baik. Demi keamanan bersama kaan...

Di kawasan Lagoi ini terdapat mall, danau buatan, lapangan golf, banyak pantai dan resort yang tersedia. Tapiii.. sejauh yang saya baca sih untuk ke resortnya harus jadi tamu dulu baru boleh menikmati fasilitas terutama private beach-nya, duh.. sayang iih.. padahal kalau lihat foto-foto pemandangan dan fasilitas yang disediakan resort yang berada di sana itu instagram-able banget loohh.. *Teteup yaah! LOL

Banyak sih yang bikin saya tertarik, tapi so far ada 2 yang sangat menarik perhatian saya secara lebih khusus (letaknya masih di kawasan Lagoi juga):

2. Lagoi Bay
Sumber: jalanrina.com

Nah, foto di atas adalah salah satu land mark di Lagoi Bay. Sama seperti nama pantainya yang bebas diakses. Di pantai ini pengunjung bisa berenang, snorkeling, kayak, jetski dan menikmati fasilitas lain yang terbilang lengkap. Tentunya untuk menikmati fasilitas tambahan tersebut ada biaya yang harus dikeluarkan.

3. Treasure Bay
Treasure Bay juga terletak di kawasan Lagoi. Tepatnya di Jalan Raya Haji KM 01, Teluk Sebong. Di Treasure Bay inilah terdapat kolam renang air asin raksasa terbesar pertama se-asia tenggara. Nama kolam reangnya adalah Crystal Lagoon.

Sumber: Instagram @rizkyekasaputra28
Kalau gak dibilangin ini di Bintan, saya pasti pikirnya ini di Luar Negeri.. Ckck..

Crystal Lagoon ini besarnya mencapai 6,3 hektar dengan kapasitas sebanyak 115.060.000 liter air. Kolamnya dibuat persis menyerupai pantai yang bertingkat kedalamannya, tidak lupa pasir putih di sekelilingnya. Airnya yang berwarna biru dan sarana water sport seperti water jet, sky waterspeed boat tenaga matahari, kolam balon untuk anak, sepeda air, luncuran dan banyak fasilitas untuk bersenang-senang di air lainnya.. benar-benar bikin mupeng.. Sumpah!! *Droll

Apa lagi yang menarik di Treasure Bay ini?

The Canopi!

The Canopi adalah penginapan yang terletak tepat di samping Crystal Lagoon. Dengan konsep penginapan GlamCamp, The canopy ini dilengkapi dengan listrik, pendingin udara dan wifi.. Wifi ya.. bukan wife..Ehm..

Pokoknya the canopy ini bagus pake banget, lihat aja deh foto-fotonya..
Kamar di The Canopi

Kamar mandinya "alami" yahh?
(All credit on pic)

MUPENG KAGAK? T_T

Udah ya move on.. mari ke wisata alam yang benar-benar alami..

4. Desa Sebong Pereh
Desa Sebong Pereh atau yang juga disebut Desa Berakit ini adalah sebuah desa wisata yang terletak di Teluk Sebong Kepulauan Riau. Disebut Desa Berakit karena di desa ini bermukim para suku laut yang masih menggunakan alat-alat tradisional untuk melaut.

Seperti tempat tinggal para nelayan atau penduduk di pesisir pada umumnya, rumah mereka akan dibangun dengan model rumah panggung. Bedanya, di musim teduh mereka akan banyak menghabiskan waktu di atas laut, dengan menggunakan kapal yang memiliki atap persis seperti atap rumah. Atap itu juga yang berfungsi sebagai dinding. Di atas kapal itulah mereka memasak dan beraktivitas.

Sumber: nyiksakamera.wordpress.com

Dua hal yang menarik untuk saya adalah adanya wisata memancing dan patung penyu berukuran besar di tepi pantai Desa Sebong Pereh tersebut. Ada wisata mangrove juga sih.. tapi skip dulu deh, di Kendari juga ada. ^^


Yang biasa ke luar negeri cari patung-patung gede juga ada lohh di desa ini. Namanya patung Guang Sheng Di Jun. Patung ini dipahat oleh pemahat dari negeri Tiongkok.

Sumber: robbihafzan.wordpress.com
Jadi ingat Batu Caves deh kalau lihat patungnya.. :)

5. Gurun Pasir Bintan
Destinasi yang jauh dari air nih.. Gurun Pasir Bintan, sebuah tempat bekas tambang bauksit yang menyisakan gundukan-gundukan pasir. Tidak hanya gundukan, pasirnya kemudian mempunyai garis-garis alami yang dibentuk oleh air hujan yang turun dan mengalir.

Gurun pasirnya tidak hanya berwarna kekuningan saja tapi ada yang berwarna pink bahkan cenderung berwarna keunguan.

Sumber: generation-g.id

Diantara gundukan gurun pasir ini, ada 2 gundukan yang tinggi dan kemiringannya menyerupai gunung, bisa jadi tantangan sendiri untuk yang suka tantangan. *Onta mana Onta! :D

Oh ya, Gurun Pasir ini tepatnya terletak di Jl. Raya Busung, Busung, Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. 
Ke sini aja ya, gak usah ke luar negeri cari gurun pasir.. ^^
***

Sebenarnya masih banyak sih wisata di kepulauan Bintan ini, ada pantai yang mempunyai bebatuan besar seperti di Belitung juga lho, letaknya di pantai Trikora satu ( Pantai Trikora ada empat bagian) dan di pantai Senggiling. Dan banyak lagi tempat wisata yang bisa bikin mupeng. Tapi saya harus fokus. Gimana mau merencanakan liburan (yang entah kapan bisa terwujud) kalau gak fokus kan?

Wish list sudah banyak ada, saatnya cek tiket dan penginapan, bisa kali ya sekalian nginap di The Canopi itu.. Hihi..

Selama ini saya dan suami pakai Traveloka kalau beli tiket dan reservasi penginapan, seperti honeymoon kemarin, we totally depend on this aplication, mudah dan murah soalnya. Yang kemarin sih saya serahkan sepenuhnya reservasinya ke Abang tersayang (disayang-sayang dulu, kali aja dapat ACC dari Abang :p).

Nah, setelah saya mendalami aplikasi lebih jauh, tenyata aplikasi ini menyediakan paket tiket hotel traveloka! Baru niihh.. Jadi booking-an penerbangan bisa sekaligus dengan penginapannya, lebih hemat waktu dan jatuhnya lebih murah. Aiihh.. mayan banget kan buat jajan es lilin di kawasan Lagoi nanti *Emang ada yang jualan? Udah Iyain ajaahh.. Hihi..


Intinya wajib banget mempertimbangakan penawaran paket yang ada di aplikasi traveloka itu, yang suka jenjalan biasanya sudah punya dong aplikasinya.. Cobain deh.. Biar hemat waktu dan uang tentunya! ^^

Abang mana nih? Baca kan? ACC kagak? :p

Sumber:
https://www.treasurebaybintan.com/about-us/introduction-treasure-bay-bintan

http://pulaubintanbatam.blogspot.co.id/2017/05/desa-wisata-sebong-pereh.html

Video MTMA Spesial Lebaran di Bintan

Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...