28 Aug 2017

Pengalaman Membuat Paspor di Kantor Imigrasi Kendari

Entah kenapa, beberapa tahun yang lalu tiba-tiba saja saya memasukkan membuat paspor sebagai salah satu resolusi saya. Iseng? Ah tidak.. mungkin saya hanya lelah saja, butuh piknik yang lebih jauh.. Hehe.. Memang saat keinginan itu ada saya tidak langsung membuatnya di kantor imigrasi, but when i went there.. masalah dimulai..

Sesuai dengan persyaratan yang diminta, saya membawa KTP, Kartu keluarga dan Akte kelahiran berikut masing-masing foto copy ketiga dokumen tersebut. Bahkan untuk berjaga-jaga ijazah juga saya bawa serta. Saya letakkan Semua dalam 1 map.


Pengurusan paspor ini saya yakini berjalan mulus, apalagi saat duduk dengan bekal map dan tambahan nomor antrian, tidak menunggu lama saya sudah dipanggil untuk pemeriksaan berkas di loket.

Tidak lama setelah dokumen saya diperiksa (lebih tepatnya dicocokkan dengan detail), ditanyakanlah 1 pertanyaan yang membuat saya sempat ngeyel juga. Alamat saya di E-KTP berbeda dengan alamat di kartu keluarga. "Lah.. disuruhnya bikin E-KTP kan dimana saja dan berlaku untuk dimana saja, kenapa sekarang jadi bermasalah?" Pikir saya saat itu. Tapi ternyata emang gak bisa, harus sama, salah 1 caranya adalah dengan membuat keterangan domisili.

Tidak ada sedikitpun kesalahan dari pihak imigrasi sih, sayanya saja yang acuh terhadap pengurusan administrasi kependudukan.. Payah..

Baca Juga: Pentingnya mengurus administrasi kependudukan

Singkat cerita, sayapun akhirnya mendapatkan surat keterangan domisli, GRATIS.. catat ya.. gratis, di Capil, sampai KK saya jadipun saya tidak membayar biaya apapun, kalau masih ada yang dimintai bayaran berarti..wallahu'alam..

Maka, beberapa bulan setelah itu sayapun akhirnya datang lagi ke kantor imigrasi, sumringah membawa KTP, Keterangan domisili, Kartu keluarga dan Akte Kelahiran yang masih lengkap dengan foto copy masing-masing dokumen.

Saat itu kantor imigrasi Kendari cukup ramai, tapi tetap saja saya dilayani dengan cepat, nunggunya cuma sebentar, begitu pun dengan pemeriksaan dokumen, sudah klop semua, saya kemudian diminta mengisi formulir dan surat pernyataan yang diakhir saya tanda tangani diatas materai Rp. 6.000.


Karena gak enak di kantor izin terus, hari itu saya "ngotot" ikut wawancara dan pemotretan antri untuk foto paspor di sore hari. Memang benar saya menunggu cukup lama karena nomor antrian saya memang sudah cukup besar. *Anak kali ah.. besar :D

Untuk wawancara, sesinya ringan kok, gak seperti wawancara saat melamar perkerjaan. Saya malah tidak merasa sedang diwawancarai, berasa diajak ngobrol aja. Jadi sambil melihat data di layar komputer, petugasnya sesekali bertanya, seolah-olah memastikan isian, lalu kemudian bahas tujuan, hotel/penginapan dan lain-lain. Random sih pasti yang ditanyain.. santai ajalah pokoknya. :)

Oh iya, saat hendak berfoto untuk paspor pun para pemohon paspor ini masih ditanyain juga. Yang lucu saya ditanyain:

"Nanti perginya sama siapa?" Saya jawab suami.

Trus dikroscek, status saya belum nikah.

"Ini statusnya belum menikah."

Saya tertawa, kemudian menjelaskan, nikahnya beberapa hari lagi, berangkatnya setelah nikah.
Nah lo..

"Akhirnya sama petugasnya dibilangin, saya tulisnya pergi sama teman saja yaa.."
Hahah.. Membingungkan ya Mas? LOL

Saya iyain aja. Daripada disuruh buat passportnya setelah nikah aja, rempong. LOL

Cekrek..

Pulang.

Eh gak ding, sebelum pulang saya diberikan kode khusus untuk biaya pembuatan paspor ini, sistemnya juga mudah, tinggal ke ATM dan mencari menu pembayarannya, memasukkan kode, verifikasi identitas, udah cocok, bayar deh.. Biaya pembuatan paspor kemarin adalah sebesar Rp.355.000,

Simpel kok, sekitar 3 hari saya diminta datang kembali untuk mengambil passport, dan saya ngambilnya lama juga, masih ditinggal liburan lagi. Haha..

Intinya.. Bikin passport wisata itu mudah (saya pertegas aja tujuan paspornya, belum punya pengalaman untuk memnbuat passport lain soalnya), pegawainya juga pelayanannya bagus, tidak mempersulit pemohon. Benar-benar contoh pelayanan prima. Memang saya kenal dengan salah 1 petugas di loket, tapi saya juga dengar tentang pelayanan primanya dari orang lain yang nota bene tidak dikenalnya. Duh, senang lho waktu tahu yang diceritain, dipuji-puji oleh teman saya itu ternyata orang yang saya kenal. Orang yang memudahkan urusan orang lain kayak gitu Insyaallah rezekinya baik dan akan semakin baik. Aamiin..

Tambahan:
Untuk pembuatan passport untuk keperluan haji atau umroh dengan nama yang pendek alias 1 atau 2 suku kata saja maka persyaratan yang dibutuhkan tidak berbeda dengan pembuatan passport umum, yaitu:  KTP, Kartu keluarga dan Akte kelahiran berikut masing-masing foto copy ketiga dokumen tersebut. Bedanya adalah, jumlah materai yang dibutuhkan adalah 2 lembar (Rp.6.000), dan surat rekomendasi dari Depag dan travel. Ada pengecualian sih untuk surat rekomendasi ini, kalau pemohon adalah lansia atau berprofesi sebagai PNS, maka surat rekomendasi tidak diperlukan lagi.

Tips:
- Sama seperti cerita-cerita pembuatan paspor lainnya, saya menyarankan datang pagi-pagi sekali, karena besar kemungkinan segala urusan pembuatan paspor ini (mulai dari verifikasi dokumen, pengisian formulir, wawancara, berfoto kemudian pembayaran) bisa selesai dalam 1 hari, tinggal tunggu paspornya jadi beberapa hari kemudian.

- Sedia materai saat ke kantor imigrasi juga akan lebih mempermudah.

***
Itu tadi pengalaman saya membuat paspor di kantor imigrasi Kendari. Untuk prosedur, persyaratan dan biaya pembuatan paspor, saya yakin tidak berbeda dengan kantor imigrasi lainnya.

Semoga bermanfaat :)

Read more

21 Aug 2017

Kamu Kuat, Nak!

Sejak disarankan jenk Diah menginstal aplikasi untuk ibu hamil, saya rajin menengok dan membaca aplikasi itu. Isinya tentang informasi kesehatan dan perkembangan bayi.

Salah satu yang disarankan adalah membuat diary kehamilan. Apa saja bisa dituliskan di diary itu.

Maka mulailah saya menuliskan tulisan ini, semacam cerita pertama untuk dia. Yang mungkin nanti bisa dia baca atau saya kisahkan tentang perjuangannya saat masih di dalam kandungan.

Baca juga: Memilih yang Terbaik diantara yang Terburuk

Takdir berkata lain, sedih itu datang ditengah kebahagiaan kami. Tapi saya tidak ingin membuangnya. Ini kenangan yang tidak ingin saya hapuskan:



Nak, sejak ke dokter tanggal 20 yang lalu, Ibu jadi lebih berhati-hati. Yakin tidak yakin, hasil TP dibaca sebagai positif hamil sekalipun 1 garisnya masih samar.

Ibu diminta datang lagi tanggal 4 Agustus untuk melihat perkembanganmu. Bagi ibu, tanggal 4 adalah waktu yang lama untuk memastikan kamu benar-benar sudah ada di rahim Ibu.

Hari ini genap sudah 9 hari Ibu terlambat datang bulan. Euforia yang Ibu simpan akan kehadiranmu sudah mulai menyeruak sejak 4 hari Ibu terlambat datang bulan. Ibu tidak banyak bercerita tentang kehadiranmu. Ibu ingin semuanya lebih pasti dulu agar tidak mengecewakan banyak orang. Kamu ditunggu banyak orang, Nak!

Nak, sekalipun Ibu masih merahasiakanmu dari banyak orang, sesungguhnya Ibu sudah banyak-banyak berbahagia, sendiri maupun bersama Ayahmu. Ibu yang tadinya gesit mulai berjalan pelan. Ibu yang tadinya suka memacu kendaraan di jalanan sudah jauh mengurangi kecepatan, semua untuk menjaga kamu, Nak.

Tapi kemarin Ibu kaget, ada flek kecoklatan yang tidak sedikit di pakaian dalam Ibu. Ibu khawatir tapi tidak lantas panik. Ibu dilema juga akan memberitahu ayahmu atau tidak, khawatir Ayahmu panik, tapi pada akhirnya Ibu beritahu, Ibu tidak bisa menyimpan kekhawatiran ini sendiri. Sambil berdoa dan percaya bahwa kamu kuat, Nak.

Sayangnya, pagi ini ada flek lagi, Ibu yang percaya kamu kuat jadi kepikiran juga. Apa kamu baik-baik saja di rahim Ibu, Nak?

Ada rasa sakit yang sesekali datang, Ibu sudah tidak mengerti, itu benar sakit atau sugesti karena mengkhawatirkanmu. Seharian ini Ibu selalu kepikiran kamu.

Nak, kamu kuat! Ibu dan Ayahmu orang yang kuat dan sabar. Maka kamu akan lebih kuat dan sabar dari kami. Maafkan Ibu kalau kurang baik menjagamu. Ibu akan berusaha yang terbaik. Ibu dan Ayahmu juga mau kamu berusaha yang terbaik, kuatlah, Nak. Percayalah kami sudah menabung banyak cinta untukmu, sembari memantaskan diri menjadi teladan sekaligus sahabatmu. Tumbuhlah dengan sehat dan kuat didalam rahim Ibu. Semua doa terbaik kami panjatkan untukmu.

Kami percaya, Kamu kuat, Nak....

Minggu, 30 Juli 2017

5 weeks and 1 day pregnant.

***

Maafkan kalau lagi-lagi masih membahas masalah keguguran, sayang juga tulisan sudah rampung di draf. Padahal di beberapa postingan sebelumnya saya sudah sempat ceritakan perasaan dan support yang saya rasakan. Jangan sangka saya setegar karang dilautan yang dihempas sang ombak. Eh, tapi bisa jadi Abang merasa saya setegar itu karena waktu bertemupun saya sudah tidak lagi membahas apalagi menangisi peristiwa keguguran itu.

Padahal... (sebelumnya) Sesekali saya nangis kejer juga, minus hentakan kaki di lantai saja. Kadang karena sedih harus kehilangan calon bayi, kadang karena rasa sakitnya sudah butuh ditangisi, kadang kombinasi keduanya. It's okay.. Saya biarkan diri menangis sebagai bagian dari terapi penyembuhan.

"Karena walaupun kuat, kita butuh menangis untuk tetap waras..."

Read more

20 Aug 2017

Cinta Tanah Air, Harus Bagaimana Mewujudkannya?

Duh.. Bahasannya berat banget ya? Cinta tanah air.. Apa ada hubungannya dengan peristiwa yang cukup viral beberapa waktu ini? Itu.. Masalah bendera yang terbalik, jadi Putih Merah dan tertulis nama negara Indonesia sebagai keterangan gambar. Kalau ditulis Polandia sih bener ya, cuma gak benernya lagi di SEA GAMES kenapa ada Polandia? Hmm..

Sebagai warga Indonesia tentunya kita menyayangkan insiden tersebut, ada yang menganggap memang negara tetangga mengajak ribut, ada yang juga selow meng"iya"kan bahwa hal tersebut adalah sebuah ketidak sengajaan (seperti saya). Eehh.. Tapi ada juga anak muda di negara kita yang berfoto dengan bendera terbalik. Ckckck.. Gak bener para bocah itu..


Kembali ke tema, kenapa gitu temanya wujud cinta tanah air? Sengaja biar bahas yang sedang viral? Bukan saudara-saudaraku.. Jadi pada rapat panjang di grup WA Sultra Blogger Talk, kami sepakat mengangkat tema yang behubungan dengan bulan kemerdekaan. Dilemparlah berbagai ide yang kebanyakan ngalor ngidul berujung bahasan parenting, penjelasan lokasi, atau pengalaman pribadi yang ga ada hubungannya dengan pertanyaan tema! Haha.. seru dan informatif grup kami! :D

Akhirnya karena waktu semakin mepet, diputuskanlah mengambil tema Wujud Cinta tanah air, voting dan para anggota setuju. Bahasannya memang akan luas, karena wujud cinta tanah air itu tidak ada alat ukurnya, tidak bisa diperoleh hasilnya sekalipun kita sudah menjalani tes darah. *Yaiyalaahh..

Berkenaan dengan yang sedang viral sekarang ini, karena cinta tanah air, apa lantas kita harus mencak-mencak mengeluarkan perkataan-perkataan kasar di kolom komentar milik akun resmi penyelenggara SEA Games? Gak lah ya.. Tunjukkan ketidak sukaan kita dengan cara yang santun. Main cantiklaahh.. ^^

Baca juga: Kolom Komentar

Itu kalau bahas yang sedang viral, lalu bagaimana mewujudkan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari?

Ehm.. Berasa lagi belajar PPKN gak siiih?
*Uhukk.. Umurnya ketahuan!
*Umpetin KTP

Bagi beberapa orang, mungkin berprestasi adalah hal yang paling menonjol untuk mewujudkan cinta tanah air. Tapi prestasi seperti apa? Haruskah sampai ke tingkat Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, Nasional bahkan Internasional? Nope deh kalau menurut saya. Tidak harus selalu seperti itu. Dengan berperilaku yang baik sehari-haripun kita sesungguhnya telah berkontribusi untuk negara kita tercinta ini.

"Kok simpel banget?"

Iya, simpel diucapkan doang!

Jadi begini, sebutlah kita itu belum bisa membuat penemuan agar dihitung sebagai kontribusi anak negeri untuk bangsa. Tapi, berperilaku baikpun sudah kontribusi lho. Bayangkan kalau kita berperilaku tidak baik, kriminal dan meresahkan masyarakat. Apa gak pusing tuh pemerintah sampai satuan terkecilnya harus mengurusi kita? Bayangkan juga kalau setiap orang memegang teguh prinsip "Kalau tidak bisa membantu, setidaknya jangan menyulitkan." berkurang kan kerjaan istri di rumah eh.. pemerintah dalam mengelola negara? :p

So please.. behave dulu, berkelakuan baik dulu sebagai warga negara, jaga diri sendiri dan keluarga kita, saling mengingatkan. Dengan begini kontribusi yang lebih besar bisa diwujudkan. Awal yang baik akan berakhir baik, Insyaallah..

Lihat deh.. Apa ada anak-anak pemenang olimpiade yang sukanya bolos? Ada sih yang pintarnya kebangetan, belajar enggak, patuh banget juga enggak tapi otaknya masih tergolong encer *nyebelin gak sih mereka ini? LOL* tapi gak pake bolos juga kali ah..

Intinya, jarang banget kepatuhan membawa petaka, jarang..

Benar kata Jenk Diah yang menuliskan bahwa cinta lingkungan adalah cinta tanah air.
Suka menonton drama korea ataupun India seperti yang dituliskan Kak Irapun tidak lantas membuat orang bisa melabeli penontonnya dengan sebutan gak nasionalis..

Gak gitu..

"Apapun tindakan kita selama tidak merugikan orang lain apalagi negara adalah bentuk cinta tanah air."

Semua, teman-teman yang membaca tulisan ini Insyaallah sudah banyak mewujudkan cintanya pada tanah air. Jadi tidak perlu berkecil hati jika sampai saat ini belum ada hak paten karya teman-teman yang belum disahkan.. Amar ma'ruf nahi munkar (menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan) aja, gak usah jauh-jauh.. Tentunya dengan lebih dulu memberikan contoh. Jangan cuma menyuruh dan mencegah saja, harus jadi teladan.

Jadi teladan memang tidak mudah, tapi semoga kita semua dimudahkan. :)

Gimana menurut teman-teman? ^^

Read more

17 Aug 2017

[Puisi] Romansa Jas Hujan

Tanggal 11 Agustus kemarin Kendari diguyur hujan cukup deras, sudah jam pulang kantor kok ya hujannya gak berhenti juga. Daripada nginap di kantor kan mending menerobos hujan saja. Pulang.. Toh ada jas hujan yang dibeliin Abang.

Diperjalanan kok perasaan agak sendu gitu.. Inspirasi datang.. Mulai deh bermunculan kata-kata di kepala. Biasanya sih, kalau lagi terinspirasi saya akan buru-buru mengetik di note handphone, tapi ini kan lagi mengendari motor!! Haha..

Jadilah saya syuting film India ikuti saja inspirasinya mau kemana. Pengen banget rasanya singgah berteduh lalu mengetik kata-kata yang pop up di kepala. Haha.. Tapi kebayang rempongnya, harus buka helm, jas hujan dan ransel dulu. Nggak deh.. pulang aja.. Sambil berdoa semoga inspirasinya gak hilang, maklum saya istri soleha pelupa. :D

Eeh.. Gak nyangka, nulis besoknya malah masih tetap lancar. Wis.. Jadi deh puisi ala-ala ini. 


Langit menangis
Air matanya tumpah
Berderai-derai
Mungkin ia takut pada awan hitam

Di bawah langit
Seorang istri hendak pulang
Menuju rumahnya yang hangat
Walau tak ada suaminya di sana

Ditantangnya langit yang menangis
Kendaraan terbuka tak menghalanginya
Ia punya barang sakti
pemberian dari suaminya

Langit tak jua mau mengalah
Ia bahkan menghembuskan udara dinginnya
Berharap bumi dan segala isinya
Ikut lemah bersama tangisnya

Sang istri masih melaju
Bukan tak dirasakannya dinginnya udara
Ia tahu dingin itu hanya sebentar
Entah kenapa ia tetap merasa hangat

Dibawah hujan
Dipanggilnya lagi kenangan yang menghangatkan
Senyum dan kebahagiaan bersama suaminya
Hangat, seperti tengah menyeruput kopi di tengah hujan

Barang sakti itu rahasianya
Ia percaya ia akan terlindungi
Buktinya ia tetap melaju dibawah rinai
Buktinya ia tetap bisa merasakan hangat

Memang sedikit basah
Memang sedikit dingin
Tapi barang itu benar magis
Padahal hanya jas hujan saja

Dalam balutan jas hujan
Ia merasakan romansa yang kuat
Ada kehangatan cinta dari suaminya
Ada doa kebaikan walau ia tak ada mendekap

Kendari, 120817, 09.50 Am
Setelah hujan-hujanan pulang kantor kemarin.

PS: Abang kalau baca.. Adek masih bisa kok tulis romansa city car keluaran terbaru. Bhahaha..

#KamisPuitis
Read more

16 Aug 2017

Mecukur Bulu Ketiak tanpa Takut Ketiak Hitam

Benar kata orang, menikah akan membawa banyak perubahan. Ini yang sering kali Abang syukuri  dan utarakan pada saya, tentang perubahan rezekinya, tentang perubahan pakaiannya (yang akhirnya bisa update), juga perubahan bau badannya. Semua menjadi lebih baik. Alhamdulillah, saya juga merasakan hal yang sama..

Eh, bau badan? Segitunya?!

Ya, Abang gak seburuk itu juga sih bau badannya. Haha..

Jadi sebelumnya Abang itu punya treatment yang berbeda terhadap ketiak, berbeda dengan kebiasaan saya tentunya. Melihat itu dan efek yang ditimbulkannya saya jelas berpikir bagaimana caranya agar Abang yang keringatan itu bisa nyaman dengan aktivitas di dalam dan di luar kantornya.


Langkah pertama adalah mencukur bulu ketiak, tidak ada keraguan. Masalah kulit ketiak yang akan berwarna gelap belakangan diurusin, saya sudah punya rahasia menjaga kulit ketiaknya. Pokoknya sekarang biar bersih dulu si keti itu. Hihi

Setelah mandi dan bercukur, Abang saya berikan deodoran favorit saya, sudah saya gunakan beberapa bulan sebelum menikah. Bukan nyobain dari awal kemunculannya juga sih, saya juga pakai hasil kepincut testimoni teman yang membandingkan antara 2 merk deodoran. Yang satu itu ketinya hitam dan jika memakai Dove Original Light and Smooth ketinya lebih cerah.

Sejak itu Abang mengikuti saya menjadi pemakai setia Dove Original Light and Smooth, kadang Abang protes juga sih, kenapa tidak dari dulu diberitahu tentang Dove ini. Lah.. Sibuk amat, kita pacaran juga enggak, ngapain saya ngurusin ketiaknya Abang. :p


Kembali ke Dove Original Light and Smooth, saya baru-baru ini dapat kiriman dari Home Tester Club. Waktu paketnya tiba saya seneng banget dong, sudah saya tunggu-tunggu juga sih, soalnya beberapa hari sebelumnya dikirimi email bahwa saya akan dikirimi Dove Original Light and Smooth. Home Tester Club butuh review dari saya, tapi sampai testimonipun saya sanggup berikan, soalnya emang sudah pakai terlebih dahulu. *Emang apa bedanya review dan testimoni :p

Jadi sekalian saja saya masukkan di Rabu Review, udah lama kosong juga tema yang satu ini. Banyak bahan cuma gak dieksekusi. *Apaan deeh..

Yuk balik pakai bahas deodoran cihuy ini lagi..

Dove Original Light and Smooth ini andalan saya dan Abang banget, wajib pakai setelah mandi. Setelah itu terserah mau beraktivitas dimana dan apa, di luar kantor bisa, apatahlagi di dalam kantor. Mau kalem ngetik di depan komputer atau olahraga mah ayuk ajah. Soalnya deodoran ini bukan hanya membuat ketiak menjadi lebih cerah, tapi juga menjaga kita dari bau badan seeepanjang hari.

Eh, kepoin bahannya yuk..


Jadi deodoran ini mengandung: Water, Aluminum Chlorohydrate, Glycerin, Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil, Steareth-2, Perfume, Steareth-20, Disodium EDTA,  Pentaerythrityl Tetra-di-t-butyl Hydroxyhydrocinnamate, Tocopheryl Acetate, Butylene Glycol dan Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract.

Karena mengandung bahan-bahan diatas, maka Dove Original Light and Smooth bisa merawat ketiak, mencerahkan terlebih karena diformulasikan dengan ¼ moisturising cream sehingga kulit ketiak halus dan lembut. Segar dan wangi serta memberikan perlindungan tetap kering hingga 48 jam.

Saya sih belum pernah pakai hingga 48 jam ya, paling durasinya dari mandi pagi ke mandi sore, kalaupun tidak mandi sore karena sudah pulang malam ketiak rasanya fine-fine saja, gak bikin orang rumah lantas menutup hidung. Hehe..

Sudah beberapa bulan menggunakan produk ini rasanya saya nyaman banget, apalagi saya pakai Shampoo, conditioner dan body wash dari Dove. Jadi boleh dibilang sudah satu rangkaian produk. Tinggal tunggu dikirimin produk sampel saja dari Home Tester Club lagi. Hamper dong.. Hampeeer.. Ngarep! Haha...

Read more

14 Aug 2017

Serunya Jalan Sehat Bersama BUMN

Hari Minggu kemarin pacaran saya dan Abang dikelilingi banyak orang. Haha.. Nggak ding, Kami memang pacarannya di event jalan sehat yang digelar oleh seluruh BUMN, kebetulan kali ini kantor Abang sebagai PIC acara besar ini.
Sejak jauh hari kami yang tergabung dalam IIKP (Ikatan Istri Karyawan Pegadaian) sudah diwanti-wanti untuk turut serta dalam kegiatan tersebut, termasuk mendampingi ibu-ibu dari direksi yang juga akan hadir.

Manut, toh kegiatannya di hari libur dan kondisi juga sudah lebih sehat. Sekalian ketemu para ibu-ibu yang selama ini hanya saling berkomunikasi via WA saja, belum saya kenal secara langsung. *Duh, pergaulan.. LOL

Buibu Awet Masih Muda :*

Oh ya, Mama, Bapak, Mama mertua dan sepasang keluarga dekat kami juga ikut di acara ini. Maklum, ada Fildan Rahayu, artis dangdut kebanggaan Sulawesi Tenggara. Kehadirannya salah satu yang membuat kegiatan ini diprediksi akan "wah" selain banyaknya hadiah yang dibagikan. Benar-benar banyak. Saya aja mupeng. Hihi..

Dengan tagline "BUMN Hadir Untuk Negeri" acara diawali dengan pengarahan rute dan wanti-wanti tempat memasukkan kupon undian saat jalan sehat. Sambutan, senam dan pengundian hadiah. Yang paling memakan waktu dari semua rangkaian kegiatan kemarin adalah jalan santai dan pengundian hadiah. Maklum hadiahnya banyak, MC bahkan terlihat lebih capek mengumumkan nomor undian daripada cuap-cuap untuk memandu acara. Sayang nomor undian saya gak ada yang cocok.. #Eh..

Di acara kemarin kami sempat janjian untuk berkumpul bersana teman-teman kuliah dulu. Sayangnya saya hanya bertemu 1 orang saja, itupun dia masih menunggu 1 teman lainnya. Terpaksa saya tinggal, maklum jalannya gak sendiri. :D

Pacar kesayangankuhh :*

Dengan kostum putih bis merah dan topi sebenarnya kami punya akses untuk masuk ke tribun dan duduk manis menunggu jika nomor undian kami disebutkan menikmati acara, tapi karena Abang telat ngeh bahwa topi yang kami kenakan adalah penanda bahwa kami bebas masuk, jadilah kami berdiri mematung memikirkan nasib berebut tempat teduh selama berjam-jam.

Rada kecewa sih, sayang sebenarnya kami sudah punya akses tapi tidak dimanfaatkan, tapi gak enak juga sama Mama Mertua yang sejak berangkat sudah bersama kami. Masa harus kami tinggalkan dan duduk di kursi VIP. Yang punya akses hanya karyawan dan istri saja. Serba salah.. hihi..

Yang spesial diacara kemarin adalah saya akhirnya bisa melihat Fildan secara langsung dan rasa pegal di kaki yang saya dan Abang rasakan. *Penting banget bahas ini. LOL* Kalau saya pegalnya jelas karena kelamaan berdiri, entah Abang kenapa, sepetrtinya karena jalan dan berdiri lama di hatiku. Akhirnya setelah acara selesai, pacaran kami diisi dengan kegiatan saling memijat kaki. Haha

Norak! Saya akhirnya lihat Fildan secara langsung dan nyaris ikut joget di depan panggung!! Padahal baru dinyanyiin Gerua saja lho.. Wkwkwk

Semalam tidur saya benar-benar pulas, karena capek dan saya dikeloninnya ya dipijat-pijat kaki (kiri)nya, entah berapa lama, yang jelas saya udah benar-benar gak ngerasain kaki yang sebelah kanan dipijat, yang jelas ada aroma minyak zaitun di kedua telapak kaki.

Alhamdulillah bangunnya segeeer banget, Jazakallah Abang.. Walaupun sampai kantor ngantuk lagi, bangunnya pagi banget karena sebelum ke kantor saya ke bandara dulu nganterin Abang yang hendak merantau ke tempat kerja (lagi).Hihi..

Sesampainya saya di kantor salah satu surat kabar terbesar tiba di meja saya dengan liputan khusus Jalan Sehat BUMN kemarin. Senang banget acaranya berjalan sukses, ramai dihadiri masyarakat dengan segala umur. *Sekali lagi, mengundang Fildan adalah pilihan yang sangat tepat. :)


Oh ya, walaupun saya tidak dapat hadiah sama sekali, tapi kemarin belajar banget bagaimana kalimat "Kalau rezeki nggak akan ke mana" saat menyaksikan pengundian hadiah utama berupa motor. Fildanlah yang dipercaya memilih nomor undian saat itu. Pihak saksi, notaris dan dewan direksi sudah berada di atas panggung, tapi acara harus berlangsung lama, nomor kupon yang dibacakan ternyata tidak bertuan sampai sebanyak 3x.

Dan akhirnya diambil lagi kupon baru, pemiliknya adalah... Polisi yang sedang bertugas jaga di acara Jalan Sehat BUMN!!! Saya ikut kegirangan. Selamat ya pak polisi.. Saringan rezeki bapak sampai 3 nomor kupon lho.. Hihi..

Selamat bekerja, tetap rajin bekerja walau rezeki kita gak akan kemana-mana! ^^

"Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll)."
(HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Read more

7 Aug 2017

Memilih yang Terbaik diantara yang Terburuk, Keguguran atau ...

Menulis itu menyembuhkan. Hal ini banyak diamini oleh teman-teman yang suka menulis. Saat ada hal menyakitkan yang terjadi, bagi yang suka menulis, hal itu akan membantunya menyalurkan sakit itu keluar dari tubuhnya, dari perasaannya.

Tulisan ini mungkin bagian dari upaya saya untuk menyembuhkan diri. Bukan karena tak punya media lain, tapi entah kenapa dengan menulis perasaan di dalam hati bisa dengan gamblang dikeluarkan, walau bisa jadi ada beberapa hal yang disamarkan.

Tanggal 20 Juli yang lalu Abang berulang tahun, mari lewatkan kejutan-kejutan yang saya siapkan untuknya. Mungkin nanti akan saya ceritakan dengan mood yang lebih baik karena disaat yang bersamaan saya sakit.


Saya mengalami anyang-anyangan, saya yang saat itu bertugas sebagai panitia pelatihan di hotelpun harus meminta izin karena sakit yang tidak tertahan dengan aktivitas ke kamar mandi yang sangat rutin. Tidak berdiam diri, saya langsung memeriksakan diri ke dokter kandungan karena "diagnosa" dari mbah google saya mengalami ISK bawah. Pipispun harus saya sertai dengan dahi yang berkerut dan meringis yang ditahan.

Sesampainya di ruang pemeriksaan saya di-USG dan diminta untuk melakukan tes di laboratorium rumah sakit. Hasilnya saya memang positif ISK dan saya dinyatakan hamil walau dengan garis kedua yang masih agak samar.

Diam-diam Berbahagia
Saya hamil! It will be a best gift ever for Abang, tapi seperti biasa saya tidak ingin sesumbar. Tidak seorangpun (kecuali narasumber tempat saya nanya dokter :* ) saya beritahu mengenai hasil tes waktu itu. Biarkan semuanya lebih pasti dipemeriksaan kedua, tanggal 4 Agustus, sesuai jadwal kontrol dari dokter.


Waktu berjalan, sekalipun menahan diri untuk tidak over excited saya bergerak dan mengkonsumsi makanan dengan lebih hati-hati. Alhamdulillah perlahan ISK hilang seiring dengan obat yang saya konsumsi 2 hari sekali.

Beberapa hari kemudian saya sadar, saya sudah telat haid 4 hari, keyakinan saya jelas bertambah, cici-ciri (tidak pasti) kehamilan juga ikut muncul satu per satu. Mama akhirnya saya beritahu dengan catatan ini belum pasti, begitupun Abang yang memberi kejutan pulang tanpa saya sangka.  Sedangkan Mama saya yang satunya lagi (mertua) akan saya beritahu sepulang saya dari dokter 4 Agustus nanti. Kami diam-diam berbahagia.

Tanggal 27 Juli pelatihan selesai, tugas panjang di hotel juga berakhir, saya bisa beristirahat. Besoknya berkantor seperti biasa dan sepulangnya dari kantor saya sempatkan singgah sebentar di rumah Kendari Permai (KP).

Sabtu saya habiskan dengan leyeh-leyeh setelah mencuci, tapi saat Maghrib saya cukup kaget karena ada flek. Hal itu tidak membuat saya khawatir karena tidak ada rasa sakit yang saya rasakan. Keesokan harinya ada flek lagi, saya mulai cemas awalnya, tapi akhirnya tenang juga. Toh dokterpun tidak praktek di hari Minggu.

Saya mulai banyak mencari info melalui artikel dan bertanya kepada teman. Akhirnya saya putuskan untuk ke dokter saja hari Senin 31 Juli jika masih ada flek juga. Benar saja, fleknya semakin banyak walau tidak ada rasa sakit dan bau darah.

Twisted story: Memilih yang Terbaik diantara yang Terburuk
Seperti kebanyakan orang saya tentu berharap janin berusia 5 minggu 2 hari di kandungan saya tidak apa-apa, sehat wal afiat. Tapi hasil pemeriksaan dokter membawa pilihan lain...

"Kalau saya, mending ini keguguran dari pada hamil di luar kandungan. Soalnya kalau hamil di luar kandungan harus operasi." Terang dokter setelah melakukan Test pack, USG dan tidak melihat kantong kehamilan di dalam rahim saya.

Deg!

Ibarat film, ini adalah sebuah twisted story yang benar-benar mengejutkan. Perasaan saya campur aduk, antara kecewa atau ikut mengaminkan harapan dari dokter. Saking campur aduknya perasaan mungkin saya bisa ekting tegar. Like there is nothing happened, entah Mama yang menemani saya waktu itu beranggapan apa, tahu anaknya ekting tegar atau bingung dengan anaknya yang (perasaan saya nih ya) terlihat tenang.

Sesuai saran dokter saya diminta cek darah BHCG, Beta HCG. HCG atau Human Chorionic Gonadotropin adalah sebuah hormon yang diproduksi oleh indung telur di awal masa kehamilan. Kata dokter, jika nanti hasilnya tinggi maka besar kemungkinan saya hamil di luar kandungan (soalnya waktu USG ada bentukan lonjong yang dicurigai di luar kandungan). Duh ya.. Allah menunjukkan kecanggihannya lagi, yang tidak saya inginkan diubahNya menjadi hal yang saya inginkan, tidak ada pilihan lain. Saya merenungi ini sepanjang perjalanan.

Masih dihari yang sama, malamnya saya mulai pendarahan, sudah tidak ada keraguan lagi, saya menggunakan pembalut agar merasa aman. Jadwal kontrol saya berikutnya adalah saat hasil tes BHCG keluar, 2 hari lagi. Saya tahu yang saya alami adalah keguguran, tapi bayangan hamil di luar kandungan membuat saya harus memilih dan berdoa agar mendapatkan yang terbaik diantara yang terburuk.

Baca juga : Premarital Check Up, Pemeriksaan Kesehatan untuk Calon Pengantin

Jangan tanyakan rasa sakit selama pendarahan terjadi. Saya yang jarang mengalami keluhan nyeri atau sakit selama datang bulan harus merasakan nyeri di perut dan pinggang selama 3 hari, tanpa obat pereda nyeri apapun. Sakitnya yang kambuhan membuat saya memilih berkantor, belum banyak yang tahu saya pernah hamil apalagi keguguran.

Hari kontrolpun tiba, harap-harap cemas saya mengantri bersama Mama, hasil tes di tangan, saya kembali harus USG. Hasilnya saya keguguran. Diantara rasa bersalah pada calon anak pertama kami, saya dan Abang diujung telepon mengucap Alhamdulillah, Mama dan dokterpun ikut senang. Saya diberi obat penggugur kandungan.

Efek Samping Obat
Saya diberi obat untuk 10 hari dengan aturan 2x minum dalam sehari. Menurut dokter sakitnya akan lebih terasa dari yang sudah saya rasakan. Wah, tidak terbayang sakitnya seperti apa, saya diberi surat sakit agar bisa beristirahat, mulai tanggal 3 sampai tanggal 11 Agustus. Tapi sampai tulisan ini terbit surat itu belum saya gunakan. For many reason..

Entahlah, saya lebih senang berkantor ketimbang merasakan sakit sendiri di rumah, ada orang tua sih, tapi seperti biasa saya pasti berkamar. Salah satu alasan terkuat adalah saya masih punya rasa sedih, dan saya tidak suka menyendiri saat sedang sedih. Beruntung Abang juga memberi kebebasan untuk saya mengambil keputusan sembari terus mengecek melalui telepon dan WA. Support Mama dan Abang benar-benar membantu saya melewati rasa sedih yang seringkali datang saat pikiran sedang tidak sibuk. Berkantor memang tidak membantu pemulihan fisik saya, tapi membantu kontrol psikis saya.


Kembali ke efek obat, keluhan sakit yang timbul setelah meminum obat ternyata tidak membuat saya makin sakit perut dan pinggang, tapi bertambah variannya yaitu sakit kepala, kram dan diare, paket komplit yang membuat saya susah beristirahat terutama di malam hari.

Beruntung saat ini keadaan saya lahir batin sudah lebih baik (ceileh istilahnya :p), yang tersisa hanya beberapa sakit dari efek obat saja, sedangkan sedih Alhamdulillah sudah tertutupi dengan syukur yang banyak saya dapatkan dari membaca banyak curhatan ibu hamil yang mengalami keguguran pada usia kandungan yang sudah tinggi (Saya yakini mereka jauh lebih sedih dibandingkan saya). Tidak sesumbarnya saya, juga saya yakini sebagai hal baik yang tidak menambah beban diri. Saya tertolong.

Allah sudah menuliskan peristiwa keguguran ini jauh hari sebelum saya lahir dan Insyaallah yang diambil akan digantikan dengan yang lebih baik...

Bismillah, kontrol kesehatan lagi, semangat promil lagi... :)

Update 9 Agustus: 2 hari ini sakit kepalanya naik level, sampai pengen muntah dan berlangsung seeeeharian. Dan kram yang biasanya datang malam, sudah mampir sejak setelah minum obat pagi. Dulu sempat berkurang waktu dianjurkan konsumsi pisang oleh teman, tapi kali ini gak mempan lagi. Dan mulai terasa ke tangan kiri juga.

Entah efek obat atau gimana, belum bisa memastikan, dokternya lagi ke luar kota. Hehe..
Read more

3 Aug 2017

[Puisi] Aku Rindu

Sudah lama kamis puitis kosong, memang sudah lama juga saya tidak menulis puisi lagi. Giliran menulis yang rada mewek. Tapi gapapa sih, meweknya kan ke suami. Haha..

Oh iya, seperti biasa puisinya tidak memperhatikan kaidah penulisan puisi yang baik dan benar (emang gimana?) hanya memperhatikan kaidah perasaan yang baper. Hihi.. Tapi jangan dibilang baperanlah, soalnya modal buat nulis puisi emang mesti diselami dalam-dalam perasaannya hingga ke tingkat baper. Jadinya ya seperti puisi yang satu ini. :D


Aku rindu
Kau lelah
Aku bercanda
Kau anggap serius

Aku rindu
Kau rindu
Aku tak mengucap
Tapi ingin bermanja

Aku rindu
Kau jauh
Aku menangis
Kau tak tahu

Aku rindu
Sudah keteriakkan kata itu sejak tadi
Lewat dering teleponku
Lewat manjaku yang melebihi bocah

Aku rindu
Sayang kau tak tahu
Tapi aku tahu diri
Aku salah merindumu

Percuma saja teriakku itu
Ia tak lantang terdengar
Rinduku hanya menggaung di dadaku
Penuh menyiksa

Aku salah merindumu
Entah kenapa aku malu mengucap rindu
Mungkin kau tak lagi percaya
Karna seringkali kuhela ia bagikan nafas

Hari hari
Setiap hari
Disetiap percakapan
Disetiap kudengar suaramu

Aku rindu...

280717 22:31PM

Ehm.. Umumnya perempuan (laki-laki juga gak sih?) susah bilang sesuatu secara langsung. Misalnya kangen, gak bilang kangen tapi tiba-tiba manjanya minta ampun, giliran gak dapat respon yang diinginkan ngambek. Ntar-Ntar..Saya gitu gak sih, Bang? :D

Baca juga : Imam Untukku

Tapi kalau udah ngomong kangen dan masih aja dicuekin gimana?

Duuhh.. itu emang suami emak-emak yang gak pekaaa.. atau gak denger? Atau gak baca? haha.. Susahlah ya kalau udah urusan komunikasi begini, urusan rindu macam begini. Yang Long Distance Marriage biasanya sih bisa mengerti perkara begini, yang bisa mengerti rindu macem ni tuh menyayat hati. Halah.. LOL

Siapa saja nih yang LDM? Yakin banget saya gak sendiri. Dibikin komunitas juga bisa. :D

Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...