1 Jun 2018

Semua Ibu Adalah Pejuang

Moms, pasti familier dengan yang namanya Moms War ya? Nah, kali ini saya akan membahas tentang perang panas dingin ala ibu-ibu. Saya sih sebenarnya kurang suka dengan isu-isu sensitif, tapi gimana lagi, harus ikut membahas karena harus menanggapi tulisan dari Mak Indri Noor selaku penulis trigger post di web KEB yang berjudul Stop Mom War, Dimulai Dari Diri Sendiri. Hihi.. Jujur banget ya.. Gapapa, kita awali semua dengan keujuran.. *Halahh :D

Jadi gini, saya sendiri selama ini hanya berdiri sebagai pengamat, membaca pendapat kubu ini, membaca pengamat kubu itu, lalu menalarnya dengan pengetahuan saya yang masih pendek.


Apa yang mengerikan dari sebuah Mom War?
Mom war sebenarnya hadir dari sebuah perasaan tidak setuju terhadap metode yang digunakan orang lain, pemahaman dan nilai yang dianut oleh kubu yang satu dengan yang lainnya, mom yang satu dengan yang lainnya. Mungkin juga terdapat unsur "menyinggung" metode lain.

Hal di atas merupakan hal yang wajar sekali menurut saya, di era demokrasi seperti ini kan yee.. semua bebas mengemukakan pendapat. Boleh.. boleh pakai banget! Tapi ada etika dari mengemukakan pendapat termasuk pengetahuan itu sendiri. Jangan karena tidak sependapat lantas merasa paling benar dan merasa bebas berkata kasar, bebas menilai orang lain bodoh, bebas mengeluarkan sumpah serapah. Bahkan kadang melakukan perundungan (bullying) kepada orang (biasanya ibu baru) yang benar-benar bertanya karena tidak mengetahui hal tersebut. C`mon Moms, lihat lagi niatnya, Moms mau berbagi ilmu kan? :)

Hargai pendapat orang lain
Mendapati orang yang berbeda pendapat dengan kita adalah hal yang sangat tinggi persentasenya, apalagi di dunia maya. Jadi sebelum memasuki dunia maya pastikan lagi 2 hal.
1. Niatkan berbagi ilmu, berkah tujuannya.
2. Sampaikan dengan bijak, tanpa menghakimi, agar berkah dan dapat diterima dengan baik.

Simpel banget gak sih 2 poin di atas itu? Tidak sesimpel penerapannya mungkin ya Moms? Butuh kepala dingin untuk mengemas ilmu yang ingin kita bagikan itu menjadi lebih menarik. Apalagi kalau dijawab nyolot. Be calm. Balik ke tujuan nyari berkahnya saja. Kita hanya bantu menyampaikan, kalau memang yang "di sana" tidak mau menerima ya sudahlah. Doakan saja suatu saat bisa menerima kebenaran.

Semua Ibu Adalah Pejuang
Saya ingin mengingatkan lagi. Apapun metode yang dipakai dalam mengasuh anak, mengurus rumah tangga, atau apapun yang menjadi perdebatan di luar sana. Semua ibu adalah pejuang. Entah perjuangan itu bisa kita lihat di deretan timeline media sosial Ibu lainnya, ataupun tidak. Tanamkan dalam diri kita hal tersebut. Setiap ibu berjuang dengan caranya masing-masing. Semua ibu punya masalahnya masing-masing.

Maka tidaklah perlu ada lagi Mom War yang--kebanyakan--saling menjatuhkan itu! Kita sesama ibu, sesama pejuang, kitalah yang seharusnya saling mengerti, kita mempunyai tujuan yang sama, memberikan yang terbaik untuk anak-anak dan keluarga kita.

Duh, berasa sedang kampanye saya.. Haha.. Intinya kita, para wanita ini tidak seharusnya saling melukai, sudah seharusnya kita bergandeng tangan saling menguatkan, memberi support terbaik yang kita punya. Gak rugi lho punya banyak saudara yang senasib sependeritaan sama berbahagia.

So, stop mom war, berbagilah yang indah-indah, bukan perdebatan tak berakhir karena sama-sama merasa benar. Sudah terlalu banyak hal yang menguras pikiran dari dalam dan luar rumah. Cuss kelonin anak lagi.. hehe..

Salam damai,
Irly

1 comment:

  1. Kalau saya amati, masing2 pihak saling mengklaim yang terbaik cara asuh anaknya dan ngotot itulah cara terbaik :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca, mohon untuk tidak berkomentar sebagai Unknown atau Anonymous. Komentar dengan link hidup dan broken link akan dihapus, jadi pastikan untuk mengetik alamat blog dengan benar ya. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...