30 Nov 2016

Menjer, Telaga yang Damai dan Menenangkan

Hari berjalan lambat, biasanya dihari lebaran, Idul Adha sekalipun, kami akan sibuk silaturrahim dengan tetangga dan keluarga besar. Lalu sibuk merencanakan jadwal nyekar ke makan kakek dan nenek. Tapi tidak pada Idul Adha 12 September yang lalu, setelah sedikit bersalam-salaman dengan keluarga Bos, makan, istirahat, kamipun diantar ke sebuah tempat wisata, Telaga Menjer.

Baca Juga: Lebaran Pertama Jauh Dari Orang Tua


Kami tiba di Telaga Menjer sekitar pukul 2 siang, walau begitu, tidak ada perasaan gerah yang menghampiri kami, udara terasa sejuk bahkan cenderung dingin akan terasa jika tepat berada di bibir telaga. Kami bebas mengengelilingi tempat itu tanpa takut berkeringat. Ah.. tempat ini menenangkan, saya langsung mendapatkan kesan itu begitu saya mulai melewati loket pembelian karcis.


Karcis kami bayar seharga Rp. 3.000, ditambah karcis memasuki butterfly park seharga Rp. 2.000. Total Rp. 5.000/orang, murah meriah (entah bisa membeli karcis hanya untuk masuk telaga saja atau tidak) dengan WC yang bersih dan air yang jernih plus dingin. Langsung bahas WC, soalnya sebelum masuk saya singgah dulu, kebetulan WCnya berada tepat di samping loket.
Di sebelah kiri loket ini pintu masuk dan ada toilet juga, di sebelah kirinya ada Masjid.

Telaga Menjer ini fasilitasnya terbilang lengkap, ada Masjid, lapangan parkir yang luas, pedagang makanan, kudapan, dan fasilitas penyewaan rakit jika ingin berkeliling di dalam telaga, oh ya, ada toulet yang unik juga! Untuk berkeliling di dalam telaga, penumpang akan dikenakan biaya Rp. 15.000/orang dengan durasi sekitar 30 menit. Dan setelah mengamati bahwa tempat ini lebih cantik diamati dari atas, maka sayapun memilih berkeliling di darat saja.

Yang besar itu Warung Apung

Puas berkeliling di bibir telaga, saya akhirnya memutuskan ngobrol dengan bapak paruh baya yang menawarkan jasa keliling telaga. Darinyalah saya mendapatkan info harga dan durasi dari jasa yang ditawarkannya itu.


Selama berkeliling, kerap kali saya berpapasan dengan seorang wanita yang membawa baki berisi makanan dan minuman yang masih mengepulkan hawa panasnya ke dalam kawasan telaga, Ia sibuk membawakan pesanan dari orang-orang yang ingin menyantap makanan di dalam kawasan telaga. Makanan/minumannya bisa disantap di mana saja, bahkan saat mengelilingi telaga. Asik ya? ^^


Masih ingin berkeliling sayapun naik ke bukit kecil di sebelah kiri tangga, di bukit ini ternyata lebih asik, selain bisa menikmati pemandangan, fasilitasnya lebih lengkap karena terdapat beberapa gazebo dan bangku-bangku dari kayu yang dibuat menyebar dengan taman yang masih agak gersang.

Membayangkan mengetik blogpost di bangku ini sambil memangku laptop dan kudapan, nyaman!
Sayangnya saya tidak ke bagian kanan teaga, entahlah.. saya tidak melihat ada yang lebih menarik di sebelah sana. Oh ya, saya juga tidak sempat ke butterfly park, mungkin di sebelah kanan sana. Entah memang papan petunjuk yang tidak ada atau saya yang kurang memperhatikan. Saya cukup puas dengan pemandangan dari atas bukit di sebelah kiri. Dari awal sampai akhir kesan telaga ini tetap sama, damai dan menenangkan.

Sejak masuk saya menerka-nerka, tempat apa ini, ternyata toilet.
Unik ya?! ^^

Telaga Menjer - Wonosobo
Buka setiap hari
Pukul 8.00 - 17.30
Karcis masuk Rp. 5.000/orang

Read more

28 Nov 2016

Optimis, Bentuk Kepercayaan Kepada Tuhan

Sebelumnya saya klarifikasi terlebih dahulu. Tulisan ini adalah tanggapan atas tulisan Mbak April Hamsa yang berjudul Cara Membangun Optimisme Supaya Tetap Semangat Menjalani Hidup di website Kumpulan Emak Blogger.

Kami bertugas menanggapi tulisan tersebut, dan yang terpikir di kepala saya adalah judul di atas. Mungkin akan banyak membahas dengan latar belakang agama saya, walau saya juga yakin di agama lain, optimisme tentu diajarkan. Saya bahas dengan bernuansa Islam, sesuai dengan pengetahuan dan ranah berbicara saya. Terbayang hal lain? Abaikan..


OPTIMISTIC, a must have character
Berbicara tentang optimisme, saya meyakininya sebagai sifat dasar yang harus dimiliki oleh mahluk ciptaan-Nya. Kalau tidak ada optimisme pada diri kita, rasanya kita akan cenderung/gampang berputus asa. Saya sendiri menjadikan kepercayaan kepada Tuhan sebagai pondasi pemikiran saya.

Pengetahuan saya tentang agama mungkin masih cetek, tapi kepercayaan saya kepada Tuhanlah yang menjadi alasan saya memiliki sifat ini. Saya percaya Tuhan itu ada dan Dia akan membersamai setiap niat baik dan derap langkah saat ini, tertatih sekalipun, Ia akan mengamati setiap usaha, detail, tak alpa sedikitpun. Saya merasa beruntung lekat dengan sifat ini, saat ini dan semoga istiqomah.. Insya Allah..

Kenapa saya begitu yakin? Apa karena hidup saya yang saya rasa anteng-anteng saja? Tidak ada skandal ((SKANDAL)) besar selain kekhawatiran orang-orang terhadap umur saya yang belum juga menikah. Tidak ada yang perlu saya khawatirkan, selain keinginan-keinginan yang harus saya kontrol agar tidak melaju mendahului kebutuhan saya. Yup.. they called it gaya hidup. Godaannya besar cyintt.. dan kontrolnya ada pada diri kita sendiri

Oke.. skip ya.. sudah mulai keluar jalur pembahasan.

OPTIMISTIC, make your life easier
Optimisme bagi saya mempermudah hidup. Saya selalu percaya Allah punya rencana-Nya untuk saya. Yang terbaik, menurut-Nya, bukan menurut saya. Kita pasti sudah sangat familiar dengan ayat 216 di surah Al Baqarah ini:


Selain ayat di atas, pegangan saya agar tetap optimis adalah:


Optimis tetap khuznudzon, hidup juga akan lebih mudah.


OPTIMIS, bukan berarti bebas dari kekhawatiran
Jadi, hidup saya bebas dari khawatir dong? Haha.. tidak juga, saya tentu saja masih khawatir terlambat masuk kantor, khawatir saat listrik padamnya lama sedangkan baterai HP sudah sekarat padahal menunggu telepon penting tapi power bank juga lupa diisi ulang dayanya. Khawatir kecil-kecilanlah.. yang tidak terlalu banyak membakar lemak di tubuh. LOL

Khawatir berlebihan yang tentu saja lawan sifat dari optimis itu tidak saya pelihara. Untuk itu saya menempatkan batasan terhadap hal-hal mana saja yang boleh saya khawatirkan. Untuk hal-hal yang sudah menjadi rahasia Allah, tidak perlu dikhawatirkan selama kita sudah berusaha dan berdoa. Berbeda halnya dengan yang memang harus diusahakan dan menjadi hasil dari kerja keras kita. Kita wajib khawatir dalam batas yang wajar, sambil didorong dengan doa, usaha dan optimisme yang kuat agar segera terwujud.


So far, resep saya agar tetap optimis menjalani hidup adalah percaya bahwa Allah menjaga saya (tentu saja saya harus menjaga diri terlebih dahulu), dan untuk hal-hal yang sudah menjadi rahasia-Nya (you know what I mean, right?) saya tidak perlu banyak melepas energi untuk khawatir. Tetap optimis menjalani hidup!

Teman-teman punya resep apa agar tetap optimis? Share yuk!^^
Read more

24 Nov 2016

Cara Kita Saling Meninggalkan


Ma..
Pa..
Hanya berpikir mengenai hal ini
Aku sudah sedih

Pasti akan terasa lucu melihatku begini
Kalian bahkan tak akan percaya tentang pikiranku
Aku berpikir tentang kematian
Bagaimana kita akan berpisah


Ma..
Pa..
Apa kalian tahu bagaimana aku selalu berdoa?
Apa kalian tahu bagaimana aku berjanji pada diriku sendiri?

Aku berdoa
Agar jika diantara kita ada yang meninggal
Allah mengembalikan kita dalam keadaan utuh
Utuh jasad maupun keimanan

Aku berdoa
Agar Allah yang menguasai langit dan bumi
Memanggil kita dalam keadaan khusnul khotimah
Dan diberikan pertolongan di akhirat kelak

Akupun berjanji
Takkan menangis jika itu terjadi
Lalu aku mengubahnya lagi
Takkan terlalu bersedih walau tak bisa menahan tangis

Akupun tersadar
Mungkin tak bisa memenuhi janji itu
Karna setiap waktu yang diberi
Menyadarkan bagaimana aku sangat menyayangi kalian

Tapi aku juga tahu
Bahwa boleh jadi aku yang lebih dulu pergi
Doaku tetap sama
Tapi kutambahkan agar kalian lebih tegar dari janjiku sendiri

*My Room, 09.21 PM, 290216 - Mengetik ditengah air mata yang mengalir seiring kata..

Tetaplah sehat, Mama.. Bapak, Adik-adik.. Hatiku tidak akan pernah siap dengan perpisahan yang pasti terjadi..

Read more

23 Nov 2016

Ingin Pergi Ke Pesta? Jadikan 5 Baju Muslimah Elegan Ini Sebagai Outfitmu!


Siapa yang suka menghadiri pesta pernikahan? Sini, tos dulu! Hehe.. Saya termasuk yang suka menghadiri undangan yang diberikan. Walaupun masih jalan sendiri, saya gak takut dicecar pertanyaan-pertanyaan kapan menyusul dan sederet pertanyaan lainnya. Kenapa? Ya karna selain untuk menghormati yang memberi undangan, saya berhak dong ikut merasakan kebahagiaan teman atau keluarga yang mengundang saya. Saya tidak ingin berhenti menghadiri undangan hanya karena pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Saya ini cewek tegar lho, kak! LOL

Baca juga: Pertanyaan dan Pernyataan Tidak Berperasaan Tentang Menikah

Tapi ya, yang namanya perempuan, kalau urusan pakaian selalu saja merasa pakaiannya kurang, apalagi pakaian pesta, dimusim pesta. Ada kan ya musim pesta? Hihi..



Nah, meskipun sering berpergian ke acara pesta, Anda biasanya tetap kebingungan untuk memilih baju muslimah yang tepat untuk menghadiri acara pesta yang akan Anda datangi. Ada banyak jenis look yang bisa ditampilkan pada setiap acara pesta. Jika acara yang ingin dihadiri adalah acara formal, maka sebaiknya Anda memilih baju muslimah yang bisa membuat Anda terlihat lebih elegan dan berkelas. Berikut ini adalah lima alternatif baju muslimah yang elegan yang bisa dipakai saat pergi ke pesta formal.

1. Kaftan
Tren dress dengan gaya mediterania ini muncul di tahun 2012 dan terus digandrungi hingga sekarang. Untuk kaftan, bisa memakai hijab dengan gaya timur tengah, biarkan kain hijab melilit lekat di kepalamu agar detail ornamen kaftan yang berada di leher terlihat jelas. Untuk Anda yang berbadan besar, jenis dress ini bisa jadi pilihan yang paling cocok. 

2. Abaya
Abaya merupakan gaun panjang berwarna hitam yang biasa dipakai oleh wanita muslimah. Gaun ini berasal dari semenanjung Arab. Abaya memiliki desain yang simpel dan sangat cantik untuk dikenakan. Berkat gaun berwarna hitam yang dihiasi dengan payet-payet di bagian lengan dan dada gaun akan menampilkan look yang elegan dan menampilkan kesan yang mewah pada penampilan. 

Abaya sangat cocok untuk dikenakan pada setiap acara pesta formal yang Anda kunjungi. Selain itu, abaya juga mudah untuk di mix and match dengan item fashion lainnya sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk tampil elegan di pesta yang akan Anda datangi.

3. Baju Muslimah Batik
Siapa bilang kalau pakaian tradisional itu kuno? Saya malah baru membeli lagi baju jenis ini saat main ke Jogja kemarin. Dengan menggunakan baju muslimah atau long dress batikkita bisa tetap tampil elegan dan tidak membosankan karena motif batik di setiap daerah sangat beragam. 


Ke pesta dengan long dress batik? Siapa takut! ^^

Oleh karena itu agar tetap tampil elegan dengan nuansa batik, Anda bisa memadupadankan kain batik yang Anda miliki dengan bahan lainnya sehingga long dress Anda akan terlihat menjadi lebih anggun dan klasik bila dibandingkan dengan long dress wanita lainnya yang menghadiri acara pesta yang Anda datangi. Dengan kemudahan berbelanja sekarang ini, Anda bisa membeli berbagai macam long dress batik di online shop apalagi banyak diskon MatahariMall. 

4. Baju Muslimah Berbahan Satin
Kain satin merupakan salah satu kain yang dapat menampilkan look anggun. Meskipun mudah kusut, bahannya yang "jatuh" namun tidak membentuk lekuk tubuhlah yang memberikan kesan elegan. Oleh karena itu tidak heran jika kain satin sering dijadikan sebagai alternatif bahan untuk menghadiri undangan pesta. Anda masih bisa menyiasati gaun berbahan satin yang mudah kusut dengan memakai outer motif dengan warna yang senada dengan gaun satin yang Anda miliki.

5. Baju Muslimah Berbahan Brokat
Brokat saat ini tidak bisa lagi dianggap bahan untuk orang tua saja. Brokat saat ini digemari banyak kalangan, mulai dari yang tua sampai yang muda. Bahan brokat ini juga tidak ketinggalan updatenya dengan motif batik yang terus berkembang. Saya biasanya membuat baju pesta dengan mengkombinasikan bahan satin dengan brokat, tinggal memilih motif dan warna brokat dan menentukan model yang tepat, dijamin elegan bukan hanya sekedar kesan!

Nah, 5 baju muslimah di atas mungkin sudah menjadi keseharian teman-teman jika ke pesta ya? Untuk teman-teman yang masih bingung bisa menjadikan 5 poin di atas sebagai panduan jika ingin menjahit atau membeli baju muslimah untuk pesta.

Kalau saya sih kebanyakan baju pestanya perpaduan poin 4 dan 5. Alasannya ya karena sifat bahan satin dan berkembangnya motif brokat di atas. Tapi kalau pestanya itu jam kantor, ya sudah hadirinya pakai pakaian kantor saja. Kalau teman-teman bagaimana?

Read more

21 Nov 2016

Lebaran Pertama Jauh dari Orang Tua

Tiba-tiba pengen nulis tentang Lebaran Idul Adha 12 September yang lalu, hari itu adalah lebaran pertama saya yang jauh dari orang tua. Selama ini, sekere' dan sejauh apapun saya merantau *halah.. paling jauh juga merantau ke Jakarta 😆* saya akan selalu pulang berlebaran bersama orang tua.


Dalang dari semua ini adalah gratisan! Dengan iming-iming jalan-jalan gratis, sayapun menggadaikan waktu berlebaran bersama keluarga *maafkan anakmu Mama 🙏*. Dengan persetujuan orang tua dan motivasi kalimat "Kapan lagi?!" sayapun ikut keluarga Bos untuk berlebaran di Wonosobo, kampung halaman orang, yang tidak saya ketahui ada di halaman berapa baru pertama kali saya hirup udaranya. Begitupun dengan Jogja yang menjadi tempat transit kami sebelum ke kota ini.

Baca juga: Jogjakarta, Kota dalam Doa

Lebaran kali ini tidak seheboh biasanya, tidak ada aktivitas begadang melampaui batas bersama Mama, tidak mendengar mama memberikan instruksi bersih-bersih ke adik-adik, tidak ada khawatir akan terlambat shalat Idul Adha karena masih ngurusin masakan yang sebenarnya tidak akan lari kemana -mana itu, tidak ada rutinitas lebaran yang jika saya berumur lebih panjang dari Mama pasti akan saya rindukan. Dan untuk saat itu saya menikmati malam Idul Adha yang damai, khusyu mendengar takbir bersahut-sahutan lalu kemudian tertidur tanpa rasa lelah.

Kami berencana shalat IdulAdha di Alun-alun Wonosobo, tempat yang sudah rutin dijadikan tempat pelaksanaan shalat yang bersifat Fardhu Kifayah untuk umat muslim. Pagi-pagi sekali kami sudah mandi dengan tentu saja dinginnya sejuknya air pegunungan, berpakaian rapi dan menjemput Mbah (Ibu kandung Bos) lalu kemudian berjalan sekitar 400an meter menuju Alun-alun.

Kami tiba dengan keadaan rumput lapangan yang masih basah oleh embun, jamaah shalat juga masih belum banyak yang datang, sekitar 35 menit kemudian shaf sudah rapat, saya menawarkan diri jadi baby sitter untuk cucu Bos karena sedang berhalangan. Berharap ibunya bisa shalat dengan khusyu dan saya kecipratan sedikit pahala *itung-itungan banget sih!*.
Ampun ya sayangg, gak gitu juga ngeliatinnya 😓

Oh ya, karena ini lebaran pertama saya di luar Kendari, saya jadi punya tambahan pengetahuan. Bukan sesuatu yang sangat spesial tapi saya melihat cara menjalankan celengan dengan cara yang sangat efisien, ketimbang harus menyuruh anak-anak kecil untuk berkeliling membawa sajadah sebagai tempat meletakkan uang. Cara yang mungkin malah bisa membawa najis karena terinjak oleh anak-anak tersebut. Cara yang selama ini dipakai di lingkungan kami melaksanakan shalat hari raya.
Sepulang dari shalat Idul Adha saya kembali menambah pengalaman, for the first time in my life, kami langsung singgah di angkringan! Sesuatu yang nggak banget untuk keluarga kami. Kami singgah (masih bersama Mbah dan kursi rodanya) minum minuman hangat seperti kopi, susu, teh, kopi susu dan melahap roti bakar yang terasa nikmat sekali. Entah karena dibakar menggunakan arang atau memang saya excited saja merasakan hal baru sambil cheating sarapan yang jarang saya lakukan.

IG Khusus makanan yang saya buat, boleh difollow lho temans, Insya Allah follow back, sama seperti akun IG utama @irlyisme *Iya ini promosi.LOL*

Serius, saya merasa inilah lebaran saya yang paling santai, biasanya kami (terutama anak perempuan seperti saya) akan sibuk dengan urusan dapur, entah di rumah sendiri atau di rumah tante, gak boleh terlihat santai seperti di pantai. Kerja..kerja.. kerja. #Eh

Setelah kegiatan makan sayapun berkebun. LOL.. Oke.. ralat, memetik buah jambu kristal di halaman belakang rumah Bos, kemudian duduk-duduk santai sambil mengunyah dan menelepon keluarga di gazebo tengah kolam, duh.. nyamannaaa.. nyaman banget!

Gazebo yang dikelilingi oleh pohon jambu kristal, pilih mana suka ^^

Saking nyamannya saya kemudian ke kamar untuk shalat dan tidur siang (biasanya ngantuk level berapapun jarang bisa tidur siang), eh.. beberapa jam kemudian tiba-tiba ada panggilan, entah akan kemana, saya ikut saja tapi power bank dan tongsis siaga di dalam tas saya. Kemana? Ke tempat wisata! Disambung nanti yah! :D


Punya cerita lebaran paling santai juga? Santainya gimana? Share yuk! ^^

Read more

17 Nov 2016

Satu Atap



Satu atap
Dua Jiwa
Dua Pemikiran
Dua Kebiasaan

Satu atap
Dua Keinginan
Dua Tradisi
Dua Kegemaran

Tak mengapa
Tak Berdosa
Tak Bahaya
Karena yang berbahaya itu..

Satu atap
Dua Agama
Satu atap
Dua Pemimpin

051116
Read more

16 Nov 2016

Rumah Makan Kemaraya Tetap Berjaya Walau Berganti Nama dan Tempat

Siang hari setelah berpanas-panas melakukan pengawasan Sensus Ekonomi 2016 bulan Mei lalu, kami akhirnya memutuskan untuk istirahat dengan mencari menu yang menyegarkan. Karena daerah pengawasan berada di daerah kota, saya yang ditanyai referensi tempat makanpun bengong karena tidak banyak tahu tempat makan di daerah kota, bukan daerah jajahan saya. Hihi..

Kondisi gak memungkinkan foto dari depan, sesekali dari samping gapapalah :D

Teman-teman yang berjiwa petualang akhirnya menyebutkan sebuah tempat makan pisang ijo yang dikangenin oleh Bos, Pisang Ijo Kota Lama, tapi katanya sudah pindah tempat, sedangkan saya di tempat lamapun belum pernah datang. Pergaulan terbatas, langkah terbatas, taunya sekitaran kelurahan saja. LOL


Tidak menunggu waktu lama, kendaraan akhirnya sampai di tempat yang ditunjukkan oleh teman, sebuah rumah makan yang terbilang sederhana tanpa embel-embel desain interior yang instagram-able. Pengunjung diminta fokus makan saja dan mengurangi kegiatan swafoto. Haha.. Nggak ding, karangan saya saja itu.


Kami akhirnya memesan Pempek dan Pisang Ijo, entah kenapa seragam semua, padahal saya berharap ada menu lain agar bisa icip memotret jenis makanan lain untuk bahan postingan ini. Ah.. sudahlah, saya kemudian lupa dengan harapan itu saat makanan sudah diantarkan, seporsi besar Pempek kapal selam tersaji di hadapan saya lengkap dengan Pisang Ijo. yang melihatnya saja saya sudah mulai kenyang. :D


Pempek kemudian kami lahap lebih dulu, rasanya lumayan untuk lidah saya, saya cukup suka teksturnya, ditambahkan sambal sudah menutupi kekurangannya, apalagi sudah ada Pisang Ijo menanti, gak takut kepedasan lagi. :D


Untuk Pisang Ijo rasanya enak, terutama dengan penyajiannya yang cukup berbeda dari Pisang Ijo yang biasa saya temui di Kendari. Dengan serutan es yang dibuatkan gumpalan tersendiri, konsumen bisa menyesuaikan seberapa banyak es yang ingin dicampurkan dengan saos Pisang Ijonya.

Walaupun rumah makan ini hadir dengan tampilan yang sederhana, tapi bisa banget jadi referensi untuk Anda yang mencari makanan di Kendari. Walaupun lokasinya cukup jauh dari pusat perkantoran tapi teman (dari instansi lain) cukup sering mengunjungi rumah makan ini. There must be something, right? :)

Rumah Makan Kemaraya
Jl. Mayjen Sutoyo
(Dekat SMAN 1 Kendari)

Read more

14 Nov 2016

Tentang Pedagang di Lampu Merah

Mengintip tulisan di draf, saya baru sadar ada tulisan tentang Kendari yang sudah cukup lama (sejak awal tahun) teronggok dengan tinggal menambahkan garnish (baca: foto). Jadi mungkin saya perjelas sedikit, untuk yang nge-hits itu sudah expired istilahnya. Kelamaan disimpan di draf. Tapi saya share saja, kebanyakan (terutama ide awalnya) masih relevan dengan keadaan sekarang.


Opak adalah singkong parut yang disaring airnya, diambil patinya untuk dibuat kerupuk atau opak. Kalau tidak salah dulu Euis di drama keluarga yang berjudul Keluarga Cemara dulu menjualnya dengan polos seperti itu. Opak inilah yang kemudian menjadi salah 1 sumber mata pencarian keluarga Abah.

Di Kendari, sudah beberapa bulan ini opak kembali nge-hits, terlihat dari semakin banyaknya pedagang opak yang menjajakan dagangannya. Kalau dulu hanya saya jumpai pedagangnya mangkal di salah 1 rumah makan prasmanan di kawasan Eks. MTQ, semakin kesini para pedagang opak banyak terlihat di lampu merah, taman kota dan tempat keramaian lainnya.


Kenapa opak kembali nge-hits? Apa ada hubungannya dengan kembali nge-hitsnya jajanan-jajanan, meme yang mengantar orang-orang bernostalgia ala tahun 80-an? Entahlah, yang saya tahu ini adalah salah satu peluang yang dijemput dengan baik oleh para pedagang opak. Ada barang karena ada permintaan bukan?


Saya pernah bertanya langsung kepada para penjualnya, katanya mereka mengolah sendiri opak yang mereka jual, tapi saya menduga ada suplier bagi para pedagang, minimal di lampu merah (mau nulis lampu lalu lintas kok ya aneh rasanya) mengingat banyak anak kecil yang berjualan. Dan untuk saat ini saya mendukung kegiatan berjualan opak ini. Apalagi di lampu merah (Khusus Kendari yaaa). 

Lha kenapa? Kan bisa bikin macet.

Saya punya beberapa alasan:

1. Kendari masih tergolong aman dari yang namanya macet.
Macet di Kendari itu kalau bukan ada demo, ada kecelakaan atau karena ada jalanan/jembatan yang sedang dalam perbaikan. Tapi untuk saat ini di depan Pasar Sentral Wua-wua perlu jadi perhatian.

2. Makanan di Kendari masih tergolong aman.
Semoga tidak ada yang terinspirasi cara-cara mengolah makanan dengan menambahkan bahan berbahaya. Insya Allah aman.

3. Sejauh ini para penjual opak di lampu merah masih berjualan dengan aman.
Mengkhawatirkan juga sih sebenarnya, takut para pedagang ini tertabrak, tapi so far sepengamatan saya mereka berjualan dengan aman.

4. Daripada (kebanyakan anak-anak) meminta-minta uang, mending mereka berjualan opak saja. 
Salah 1 cara menggiring pola pikir ini dari mereka adalah dengan tidak memberikan uang pada yang meminta-minta dan sebisa mungkin selalu membeli opak yang saya temui. Harapannya mereka akan berpikir bahwa dengan menjual opak ekonomi keluarga mereka akan lebih baik (juga berkah) daripada hanya sekedar meminta-minta atau menjual suara yang cenderung tidak total itu.

Kenapa lampu merah menjadi perhatian saya? Karena selalu saja ada yang meminta-minta. Sekali lagi bukankah lebih baik mereka berjualan daripada meminta-minta? Ini yang ingin saya tekankan. Saya pernah bertanya kepada 2 anak yang berjualan bersama, katanya mereka berjualan saat hari libur atau sepulang sekolah. Pekerja anak, yang mau tidak mau harus membantu orang tuanya.


Bukannya pemerintah setempat dan komunitas-komunitas di Kota Kendari tidak ada upaya dalam membina mereka (terutama anak-anak) yang mencari uang di lampu merah, tapi mereka selalu saja kembali, entah karena kebutuhan, kebiasaan atau kebiasaan memenuhi kebutuhan dengan cara menengadahkan tangan saja. Untung saja sekarang sudah lebih banyak yang memilih berjualan opak.

Apapun itu, kita yang bisa membantu mereka, mungkin tidak bisa memberikan pekerjaan atau banyak bantuan, pandangan saya sejauh ini menggiring pola pikir seperti cara diataslah solusi jangka pendek yang ada. Sambil terus berharap ada cara yang lebih aman dan lebih menghasilkan lagi bagi mereka. Kalau sudah ada program dari pemerintah yang lebih baik bagi mereka tentu saja kita wajib mendukungnya.

Karenanya, saya berharap semoga lebih banyak orang yang membeli opak, koran atau apapun yang coba mereka jual. Apalagi yang bersifat habis atau sekali pakai, tidak hanya di lampu merah, dimanapun kita bertemu, jika ada rejeki, kadang kita perlu membeli walaupun tidak sedang butuh.

Read more

10 Nov 2016

Dunia Kode



Kau bersajak tentang rindu
Diapun bersajak tentang kerinduan yang mendalam
Kau merasa
Kau bahagia
Rindumu bersambut

Dia berkata rindunya harus tuntas
Kau merasa sudah saatnya kalian keluar dari dunia yang penuh dengan kode
Diapun berkata lirih tentang rindunya
Kau membeku tak bisa mencerna

Dunia kode ini memang sudah seharusnya diselesaikan
Walau pada akhirnya kau tahu tak pernah seincipun kode itu ditujukan untukmu.

101116
***
Untukmu kawan-kawan, saudaraku keluarlah, jangan mau hidup di dunia kode, kecuali kalian programmer. Serius! Hehe...
Read more

9 Nov 2016

Onde-onde Mini, Makin Mini Makin Renyah

Di musim penghujan seperti ini, hal yang paling nyaman dilakukan adalah makan, turunannya adalah nyemil atau bahasa bakunya adalah mengudap. Biasalah ya.. hawa dingin membawa rasa lapar bahkan sebelum jam makan. Maka membeli makanan ringan adalah solusi yang biasa ditempuh.

Salah satu jajanan yang mendukung adalah gorengan, kenapa? Karena gorengan bisa disajikan hangat, berbeda dengan kue basah walaupun juga mengenyangkan. Nah, membahas kudapan yang digoreng, ada 1 kudapan yang cukup unik di Kota Kendari.

Onde-onde Mini, sesuai dengan namanya Onde-onde ini tampil dengan wujud yang mungil, 1 bahkan 2 buah bisa sekali hap. Bagi yang pernah melihat/memakan Kacipo, kudapan khas dari Sulawesi Selatan, mungkin bisa terbayang ukuran Onde-onde mini ini, sedikit saja lebih besar dari ukuran Kacipo. Dengan tekstur yang renyah di luar tapi lembut di dalam.


Onde-onde yang berisi kacang hijau lalu dibungkus dengan kulit dari ketan dan dibalur lagi dengan biji wijen umumnya berukuran cukup besar, sekitar 2 sampai 3 kali lipat dari ukuran Onde-onde yang berisi gula merah atau yang juga disebut dengan klepon. Tapi kali ini ukurannya jauh berbeda. Unik juga enak!

Boleh dibilang, pembuat Onde-onde mini ini cukup telaten, karena harus membuat bulatan kacang ijo dengan ukuran yang sangat kecil. Memberikan rasa manis ditengah gurihnya kulit luar Onde-onde. Sejauh yang saya tahu, hanya ada 1 penjual Onde-onde Mini ini dan boleh dikatakan belum banyak juga yang mengetahui.


Ada yang penasaran dengan harganya? Menurut saya cukup mahal sih. Dijual dengan harga Rp. 1.000/3 buah. Beli Rp. 5.000 akan dapat 15 buah saja, masih kurang banyak kalau menurut saya. Tapi saya gak pernah menawar juga sih. Hehe..

Oh ya, jajanan ini dijual di gerobak seperti umumnya pendagang gorengan di Kendari. Ada jajanan lain juga yaitu Pisang Molen mini. Maafkan tidak ada gambar, soalnya saya konsisten jajan Onde-onde Mini. Hehe..

Untuk yang belum merasakan dan ingin mencoba, Onde-onde Mini ini dijual mulai pukul 16 lewat (waktu jualannya gak menentu, ada juga yang bilang pernah beli pukul 14) - habis. Nanti Insya Allah saya pastikan kalau jajan lagi. :D

Onde-onde Mini
Jl. MT. Haryono
Depan Bimbel JILC
Samping Lorong Torada
Kota Kendari

Read more

7 Nov 2016

Selamat Datang Pasar Sentral Wua-Wua, Selamat Tinggal Pasar Panjang

Pasar Sentral Wua-Wua sudah diresmikan, ini rasanya nano-nano sih..


Rumah yang dekat dengan objek vital seperti pasar itu sebenarnya cukup menguntungkan, selain tidak membutuhkan waktu tempuh yang banyak, biaya yang dikeluarkan juga bisa lebih ditekan.

Gambar diambil dari akun FB Bapak Ir. Asrun

Saya senang dengan selesainya proyek pembangunan yang akhirnya rampung setelah kurang lebih 5 tahun dimulai itu. Setelah Pasar Baru terbakar pada 2010 lalu, ada wajah baru yang akhirnya berdiri menggoda dompet pemakai jalan, yang sayangnya berjarak tak jauh dari sebuah Plaza, bangunan penggoda lainnya. *Sungguh.. maafkan majas saya :D*

Pasar Sentral Wua-Wua (selanjutnya kita sebut saja PSW) ini adalah pasar yang dibangun ulang, total. Karena pasar yang sebelumnya (Pasar Baru) terbakar, seluruh pedagangnya direlokasi ke daerah yang akhirnya disebut Pasar Panjang, karena letaknya yang memanjang menyebar memenuhi sepanjang jalan yang berjarak sekitar 2 Km dari pasar asalnya. Maka kabarnya, para pedagang yang sebelumnya berjualan di Pasar Barulah yang diutamakan untuk mengisi PSW ini.

Dan karena pedagang lagi-lagi direlokasi, maka Pasar Panjang sudah diminta oleh Bapak Walikota Kendari yang juga meresmikan tempat ini agar segera dikosongkan sebelum tahun 2017. Semoga tidak ada masalah ya, 700an kios yang disediakan cukup untuk semua pedagang. Kebersihannya juga terjaga, karena kalau diperhatikan konsep PSW ini seperti Mall Basah, dibangun 2 lantai dengan konsep pasar modern tapi sayangnya Mall basah cenderung jauh dari kata nyaman. Tapi kami tentu berharap PSW akan jauh lebih baik dari Pasar Modern yang sudah lebih dulu beroperasi di Kendari.

Gambar diambil dari akun FB Bapak Ir. Asrun

Beroperasinya PSW nanti sebenarnya akan menjadi nostalgia tersendiri bagi saya, Pasar Baru sebelumnya adalah tempat hiburan saya. *Iya.. iya.. saya emang anaknya suka main di pasar, memang belum ada Mall kan jaman dulu. Hehe* Saya dan teman-teman SMA dulu cukup banyak menghabiskan waktu di pasar, sekedar cuci mata sepulang sekolah atau les dulu. Bukannya apa-apa sih, memang jalur pulang sekolah kami yang teduh ya melewati lokasi pasar itu. :D

Ada kebaikan, ada pula keburukan yang menanti...

Sejak jauh-jauh hari kami yang menggunakan jalur ini untuk pergi dan pulang kantor sudah khawatir lebih dulu. Pasti bakalan macet urusannya. Bukannya apa-apa, belum berfungsi saja jalan raya di sekitar Pasar Sentral ini sudah macet urusannya. Kalau karena banyaknya kendaraan sih, kita harus maklum, sebutlah kebutuhan pengendara.

Tapi..

Angkot yang ngetem sesukanya itu bikin gemes, apalagi yang memutar ditengah kemacetan, bikin kzl. Iya nggak? Iya kan?

Situasi sore, pukul 5.30, 7 November 2016

Semoga peresmian Pasar Sentral Wua-Wua ini diikuti dengan penertiban angkutan (umum dan pribadi), agar tidak parkir di badan jalan yang sudah jelas sempit. Walaupun hingga saat ini belum ada aktivitas perdagangan yang terlihat di PSW dan tersedia lahan parkir tapi kekhawatiran akan kemacetan tetap saja ada. Bagaimanapun pengguna jalan sepertinya harus siap-siap berangkat lebih awal, atau mengambil jalan memutar.

Semoga pemerintah setempat memperhatikan jalur ini, mengingat jalur di depan PSW ini belum mengalami pelebaran seperti halnya Plaza Lippo. Jalur yang amat sangat rawan membentuk kemacetan dengan segala kekurangan fasilitas dan kesemrawutan pengguna jalannya.

Situasi jalan di depan PSW, terkenal macet walau PSW belum beroperasi.

Macet di Kendari sih jauh dari parahnya kemacetan Jakarta. Tapi.. boleh dong kita wanti-wanti sejak awal, agar kemacetan tidak lahir prematur di Kendari, agar hak pengguna jalan sama-sama diperhatikan. Bahkan jika memungkinkan, kemacetan itu bisa dideteksi dan ditangani sejak awal. Kami ingin Kendari maju. Tapi bukan berarti Kendari harus macet.

Anyway, Selamat Datang Pasar Sentral Wua-Wua. Selamat Tinggal Pasar Panjang!

Bahan bacaan (Diakses 6 November 2016):
http://kendaripos.fajar.co.id/2016/11/01/sentral-wuawua-sudah-diresmikan-2017-pasar-panjang-harus-kosong/
http://www.penaaktual.com/single.php?id=399
Read more

4 Nov 2016

Kenta Ni Dole Olahan Ikan Laut Kaya Rempah



Anak pulau pasti suka makan ikan! Oh, belum tentu. Kami keluarga berdarah Wakatobi-Buton, tapi salah satu adik saya kurang begitu suka makan ikan.

Kita tentu tahu bahwa tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih rendah, sehingga Kementrian Kelautan dan Perikanan mengeluarkan Program GEMARIKAN,  Gerakan Masyarakat Makan Ikan. Hal ini untuk mendorong meningkatnya konsumsi ikan pada masyarakat Indonesia.

Data dari Kementrian Kelautan dan Perikanan menyebutkan bahwa 5 tahun terakhir konsumsi ikan menunjukkan tren yang terus meningkat. Dan Sulawesi Tenggara sebagai tempat kelahiran saya adalah provinsi ke-2 terbanyak pada angka rata-rata konsumsi ikan. Hal tersebut tentu di dukung dengan ketersediaan ikan sebagai sumber daya laut potensial di Sulawesi Tenggara.

mempelajari proses pembuatan hidangan khas tersebut, hingga memahami nilai gizi yang terkandung di dalamnya - See more at: http://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Aktivitas/Jelajah-Gizi/Jelajah-Gizi-4-Membedah-Nilai-Gizi-Masakan-Minahasa#sthash.FI8GCQXB.dpuf
mempelajari proses pembuatan hidangan khas tersebut, hingga memahami nilai gizi yang terkandung di dalamnya - See more at: http://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Aktivitas/Jelajah-Gizi/Jelajah-Gizi-4-Membedah-Nilai-Gizi-Masakan-Minahasa#sthash.FI8GCQXB.dpuf
Dengan ketersediaan sumber daya laut yang melimpah, tentu cara mengolahnyapun semakin beragam, bukan hanya untuk memenuhi keinginan para penyuka makanan laut, tapi juga memberikan opsi lain kepada orang yang mungkin kurang suka dengan olahan makanan laut.

Untuk resep kali ini, saya akan membagikan kreasi olahan makanan laut, khususnya ikan. Ini adalah resep kesukaan keluarga, Kenta ni dole (bahasa daerah Wakatobi) berarti ikan yang dipadatkan/dicetak dengan cara diguling-gulingkan. Sedangkan di Pulau Buton olahan ini disebut Ikane ni dole. Mirip ya namanya? Karena sebenarnya Wakatobi adalah bagian dari pulau Buton sebelum dipisah secara administratif.

Kembali ke resep..

Pada resep ini saya menggunakan ikan Layang namun tidak menutup kemungkinan jika ingin menggantinya dengan ikan lain seperti Ikan kuwe, Selar, Tuna ataupun Baby Tuna, yang penting jenis ikannya adalah ikan yang berdaging putih dan padat.

Penggunaan ikan Layang sendiri karena saat ini jenis ikan ini sedang melimpah di Sulawesi Tenggara sehingga harganya relatif murah. Tapi walaupun harganya murah kandungan gizinya tidak kalah dengan jenis ikan lain. Untuk itu berikut saya lampirkan kandungan gizi ikan layang:


Kandungan gizinya banyak kan ya? Terlebih lagi 80% bagian ikan ini bisa dikonsumsi, tidak banyak yang terbuang. Apalagi untuk kreasi Kenta ni dole ini.

Bahan-bahan:
1 Kg Ikan Layang
2 buah Jeruk nipis
1 sdm Garam kasar
1/2 sdm Kunyit bubuk
1/4 bungkus Penyedap rasa
Minyak goreng

Bumbu:
1/2 buah Kelapa yang tidak terlalu tua disangrai
5 buah Jeruk nipis
1/2 sdm Jintan halus
1 1/2 sdm Merica halus
1 1/2 sdm Ketumbar halus
1 sdm Garam kasar
1 bungkus Penyedap rasa ayam
1/2 sdm Gula pasir halus
2 buah Telur


Bumbu yang dihaluskan:
2 buah Cabe merah
3 buah Cabe rawit
2 buah Cabe keriting
5 siung Bawang putih
7 siung Bawang Merah
1 batang Serai
1 ruas Jahe
1/2 ruas Lengkuas

Cara Membuat:
1. Bersihkan insang dan sisik ikan, lalu dipotong atau diiris seperti akan digoreng. Lalu campurkan perasan jeruk nipis, garam, kunyit dan penyedap, ratakan bumbu dan biarkan meresap sekitar 5 menit lalu kukus selama 15 menit dengan api sedang dilapisi daun pisang atau plastik bening yang biasa digunakan untuk membungkus makanan. Dinginkan lalu pisahkan daging ikan dari tulangnya. Tumbuk ikan tapi jangan sampai terlalu halus.
2. Tumbuk kelapa yang telah disangrai sampai cukup halus. Campurkan ikan yang juga telah ditumbuk. Pengolahan ikan dan kelapa yang ditumbuk adalah untuk mempertahankan struktur ikan dan kelapa, sehingga tidak menjadi halus seperti bumbu rempahnya.
3. Bumbu yang dihaluskan jika menggunakan blender boleh menambahkan sedikit air, dengan catatan setelah halus perlu sedikit dipanaskan diatas api, tanpa minyak agar kadar airnya berkurang. Setelah itu masukkan ke dalam campuran ikan dan kelapa. Bumbu tadi bisa juga dihaluskan dengan cara ditumbuk saja.
4. Campurkan semua bumbu seperti perasan jeruk nipis, jintan, merica, ketumbar, garam, penyedap, gula dan telur. Pastikan semuanya tercampur rata, Lalu siap dicetak.


Sebelum dicetak Anda bisa mencoba rasanya dan menyesuaikan kembali sesuai selera. Misalnya ingin ikannya terasa lebih pedas, bisa menambahkan cabe lebih banyak, ingin rasanya lebih kecut juga bisa dengan menambahkan jeruk nipis lebih banyak. Simpan ikan terlebih dahulu di dalam kulkas baru kemudian digoreng. Hal ini kan membuat ikan renyah pada bagian luar dan lebih lembut di bagian dalam.

5. Panaskan minyak goreng dengan api sedang, lalu goreng hingga kecoklatan. Sebelum digoreng ikan bisa juga dibalur lagi dengan tambahan putih telur, tergantung selera.

Cetak ikan sesuai bentuk yang diinginkan, tapi perhatikan ketebalannya, idealnya 1-1,5 cm saja agar minyak bisa meresap dengan baik dan ikan tidak terlalu rapuh saat digoreng. Dengan ketebalan dan bentuk seperti di dalam gambar, resep ini bisa menghasilkan 42 potong Kenta ni dole yang siap digoreng. Bagi yang tidak ingin menambahkan kelapa bisa saja dihilangkan, tapi volumenya jelas akan berkurang, kemungkinan hanya akan menghasilkan 30 potong ikan saja.


Kenta ni dole ini akan makin nikmat dihidangkan saat masih hangat.

Kreasi olahan makanan laut seperti tulisan saya di atas adalah tema dari lomba blog/vlog Jelajah Gizi pada tahun 2016 ini. Tujuan jalan-jalan unik pada tahun ini adalah Jelajah Gizi Minahasa, diadakan oleh Sarihusada untuk keempat kalinya, sebuah brand yang membentuk gerakan Nutrisi Untuk Bangsa yaitu gerakan dari masyarakat untuk masyarakat yang peduli akan masalah-masalah gizi di Indonesia.
 photo logo.320x227_zpsdjify30m.jpg

Dengan berbagi resep ini saya berharap bagi yang menyukai ikan akan makin suka, karena rasa rempahnya membuat ikan menjadi lebih terasa nikmat, rasa gurihnya didapatkan dari penambahan kelapa, rasa kecut dan pedasnya bisa menjadi penambah nafsu makan.

Untuk yang tidak menyukai ikan karena bau amis atau repotnya membuka tulang, olahan makanan laut ini bisa menjadi pilihan karena sudah tidak mengandung tulang dan bau amis ikan sudah tertutupi oleh harumnya rempah.

Bagaimana? Tertarik untuk mempraktekkan resep kreasi olahan makanan laut ini? Yuk makan ikan!

Sumber informasi:
Kkp.go.id. 2016. Konsumsi Ikan Naik dalam 5 Tahun Terakhir. http://kkp.go.id/2016/03/23/konsumsi-ikan-naik-dalam-5-tahun-terakhir [diakses tanggal 1 November 2016]

Organisasi.org. 1970. Isi Kandungan Gizi Ikan Layang Komposisi Nutrisi Bahan Makanan. http://www.organisasi.org/1970/01/isi-kandungan-gizi-ikan-layang-komposisi-nutrisi-bahan-makanan.html [diakses tanggal 1 November 2016]
Read more

2 Nov 2016

Taman Denggung, Taman Keluarga yang Nyaman Bagi Semua



Salah satu tempat yang saya kunjungi saat berada di Jogja adalah sebuah Taman yang terletak di Kabupaten Sleman. Kenapa Taman ini? Karena Taman ini berada cukup dekat dari tempat saya menginap, kurang lebih 2,6 Km.

Baca juga: Jogjakarta, Kota dalam Doa

Ditilik dari fungsinya, taman ini hampir sama dengan Taman Kota Kendari yang juga menyediakan banyak jajanan dan hiburan untuk anak. Bedanya? Banyaakk.. Hihi..
 Sumber: dipotret.blogspot.co.id

Taman Denggung ini sebenarnya tidak lebih luas dari TamKot, Tamkot yang luasnya 4 Hektar malah terasa lebih sempit dari Taman Denggung yang luasnya 2,4 Hektar saja.

Setelah memperhatikan, walaupun di taman Denggung banyak terdapat pohon-besar yang rindang, tapi Tamkot mempunyai lebih banyak jenis dan jumlah pohon. Ya, saya memang lupa kalau konsep dari Taman kota Kendari adalah Taman terbuka hijau, dalam hal ini hijau (baca pepohonan) nya lebih banyak. Which is, for me, that's good!

Baca juga : Taman Kota (Tamkot) Kendari


Di taman yang dibangun sebagai taman keluarga ini terdapat banyak wahana bermain untuk anak, baik yang sudah menjadi fasilitas melekat pada taman maupun fasilitas bermain yang disediakan pengelola mainan berbayar.


Tidak hanya bisa dipakai untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga, di tempat ini juga pengunjung bisa berolahraga, tersedia jogging track bagi yang ingin berolah raga. Entah senam di Minggu paginya masih aktif atau tidak, informan saya tidak bisa memastikan. Hehe..

Ditempat ini juga terdapat lapangan yang sering disebut Lapangan Denggung. Karena lapangannya cukup luas dan letaknya yang cukup strategis sehingga seringkali menjadi tempat diadakannya shalat IdulFitri, festival maupun kegiatan besar lainnya.

Beberapa hal yang menarik perhatian saya adalah tempat sampahnya unik! Dibuat berbentuk binatang, bisa jadi sarana edukasi juga untuk anak-anak agar mau membuang sampah pada tempatnya, kalau sudah pintarpun anak-anak akan antusias menitipkan sampahnya. Pada Kanguru misalnya? :D

 Sumber: dipotret.blogspot.co.id

Selain itu Wifi yang sayangnya sering kali terabaikan pada ruang terbuka hijau saat itu tampak aktif. Apalagi dengan dicanangkannya Taman Denggung ini sebagai Smart Regency Center. Kabarnya taman ini akan mendapat perhatian lebih. Wah, akan semakin nyaman dong ya! ^^

Yang juga menarik untuk saya dalah tempat parkir yang luas dan berada di dalam taman. Selama ini kalau ke sebuah taman, parkir kendaraannya ya di bahu jalan. Bikin macet. Iya kan?

Oh ya, diatas saya bilangnya banyak jajanan untuk anak kan ya? Jangan khawatir, jajanan untuk ibu bapaknya jauh lebih banyak kok.. tinggal pilih! Hihi..

Sayangnya, 2 kali mengunjungi Taman Denggung ini, saya selalu datang di siang hari, padahal saya percaya, pemandangan taman ini pada malam hari tidak akan kalah bagus saat di siang hari. Saya juga mencari kapan tepatnya Taman denggung ini dibangun/ diresmikan, tapi belum mendapat cukup info.


Tidak hanya senang dengan adanya taman-taman seperti ini di berbagai kota, kita sebagai pengunjung harus tetap ikut merawat dan menjaga kebersihan taman saat berkunjung. Kita sudah pada dewasa kan ya? :)

#BuangSampahJanganNyampah

Taman Denggung
Jl. Raya Magelang- Yogyakarta, Tridadi, Sleman, Kabupaten Sleman.
Daerah Istimewa Yogyakarta.

Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...