12 Mar 2020

Merasa Gak Sih?

Holaaa..

Ngubek-ngubek draf di blog, ternyata masih banyak juga tulisan yang ngetem lamaaaaa bnaget di draf. Haha

Nah, kebetulan sekarang lagi rajin, saya buatin saja gambarnya, biar gak sunyi senyap saat membaca.. hehe..

So, here is it, tulisan lama yang keadaannya semoga bisa termakan oleh waktu alias jadinya pada merasa. *I hope so..



Merasa gak sih?
Hidup orang yang sudah tenang sering kita ganggu dengan tatapan kita?


Merasa gak sih?
Hidup orang yang sudah tenang sering kita ganggu dengan rasa penasaran kita?

Merasa gak sih?
Hidup orang yang sudah tenang sering kita ganggu dengan pertanyaan kita?

Merasa gak sih?
Hidup orang yang sudah tenang sering kita ganggu dengan komentar kita?

Merasa gak sih?
Hidup orang yang sudah tenang sering kita ganggu dengan penilaian kita?

Merasa gak sih?
Hidup orang yang sudah tenang sering kita ganggu dengan gaung dari bisik-bisik kita?

Merasa gak sih?
Hidup orang yang sudah tenang sering kita ganggu dengan perbandingan kita?

Merasa gak sih?
Hidup orang yang sudah tenang sering kita ganggu dengan nyinyiran kita?

Merasa gak sih?
Hidup kita yang cuma sebentar ini terlalu banyak kita habiskan untuk mengurusi hidup orang lain...

Sebuah renungan, untuk saya, kamu, kita...

Entah ditulis di mana,
16 Agustus 2017
Read more

9 Mar 2020

Anak Saya Diasuh Omanya, Apakah Saya Berdosa?

A: "Ir, mana anakmu?"
S: "Oh, ada, di rumah."
A: "Siapa yang jaga?"
S: "Omanya."
A: "Eh, berdosa kamu.. Sejak kecil kamu diasuh, sekarang sudah punya anak, anakmu lagi yang diasuh."

Itu salah satu contoh percakapan tentang pengasuhan anak yang saya jalani sejak kembali bekerja. Macam-macam sih tanggapannya. Ada yang mengingatkan seperti percakapan di atas, ada yang mengatakan saya beruntung karena orang tua masih hidup.


Tidak ada yang salah sebenarnya. Karena dalam kondisi apapun, saya memang beruntung orang tua saya masih hidup. Bukan semata karena saya punya orang yang bisa saya titipi dengan tenang, tapi karena saya beruntung mempunyai banyak waktu bersama, dan semoga waktu yang diberikan Allah itu bisa saya isi dengan membahagiakan mereka walau hanya seujung kuku. Karena berharap untuk mengganti jasa kebaikan mereka adalah sebuah keniscayaan. Takkan pernah kembali ke nol seperti pertamina. Hee...

Dan pada peringatan dosa yang diberikan. Alhamdulillah saya tahu betul tentang itu. Setiap detik saya menitipkan anak saya, saya berdosa kepada orang tua saya yang seharusnya menikmati masa tuanya tanpa beban. Itulah mengapa saya berkantor dengan penuh rasa tidak enakan, sebisa mungkin pulang cepat ke rumah dan mengambil alih anak walau tetap saja menyisakan berantakan yang berakhir menambah pekerjaan orang tua saya lagi.

Kadang saya membayangkan, bagaimana jadinya saya mengasuh anak tanpa ada bantuan dari orang tua bahkan adik-adik saya? Ada merekapun saya tetap saja kelaparan. Sudah ada merekapun, saya tetap saja merasa kurang ini itu. Sungguh saya ini ibu yang sangat lemah...

Tapi, apa benar saya berdosa, jika menitipkan anak pada orang tua adalah hasil rekonsiliasi panjang antara saya dan orang tua saya?
Apakah saya berdosa jika menuruti keinginan orang tua untuk tidak mencari asisten rumah tangga yang saya niatkan sekadar untuk meringankan beban orang tua saat harus dititipi anak saya? Dan tawaran ini sering saya ajukan seiring berjalannya waktu.

Apakah saya tetap berdosa jika saya terus menerus dihinggapi rasa bersalah karena membuat tubuh tua mereka lelah seharian mengurus anak saya?

Apakah saya berdosa jika menuruti keinginan orang tua agar terus bekerja daripada menjadi "orang gila" karena mau resign dari pekerjaan hanya untuk mengasuh anak sendiri? πŸ˜…

Insyaallah, semoga jawabannya adalah tidak. Allah maha mengetahui segala masalah yang melatar belakangi keputusan yang saya ambil dalam keluarga. Lalu apa hak orang mengatakan saya berdosa? πŸ™„

Saya tahu, saya hanya diingatkan. Tapi mohon maaf, saya juga hanya ingin mengingatkan, jangan berani berkomentar frontal jika tidak mengetahui masalah. Jadinya sempat nancep juga kata berdosa itu di hati saya yang lemah ini. 😬

Bukannya saya baperan, tapi sungguh kata-kata itu seperti vitamin penumbuh untuk rasa tidak enakan saya terhadap orang tua. Kalau toh akhirnya setuju setelah mengetahui permasalahan kenapa kata-kata itu harus dilontarkan? Apa salahnya bertanya dahulu sebelum melempar hasil penilaian dewan juri? Mas Anang pun bukan lho anda ituuuhh! 😜

Seperti inilah contoh kebanyakan dari kita. Mendahulukan asas praduga bersalah baru kemudian--untung-untung kalau mau tahu--mahfum setelah mengetahui duduk perkara. Ckck.. 😏

Percayalah, setiap keputusan dibuat melalui pertimbangan, maka sebaiknya pulalah penilaian-penilaian sok tahu kita itu dihapuskan, karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan.. Nah.. Kek naskah undang-undang dasar kan jadinya.. Ckck 😌
Dan lagi-lagi saya "colek" para suami di luaran sana. Istrinya didukung terus ya, Pak, banyak hal yang bikin istri lelah di luaran sana juga, walaupun citra istri itu kebanyakan cerewet, tapi bisa jadi istri tidak cerita (kecuali ditanya?), salah satunya ya menerima pernyataan, penghakiman, penilaian seputar pilihan gaya pengasuhan, body shamming bahkan baby shamming.. Saling dukung, syurga menanti keluarga kalian. Aamiin..

Tag suaminya ya mom.. *ala-ala postingan FB dan IG yang tag bait. Wkwk.

Ohiya, sebaliknya, istrinya juga dinasehati, saling menasehatilah, biar gak jadi orang yang komentar seenak hati dan ampelanya eh.. mulutnya! 


Jangan lupa bahagia ibu-ibu hebat! *sending a big virtual hug* πŸ€—πŸ€— 
Read more

18 Feb 2020

7 Tips Liburan Hemat dan Asyik ke Semarang

Siapa yang tak mengenal Semarang? Kota berjuluk VenetiΓ« van Java dan memiliki semboyan “Semarang Kota ATLAS” ini terkenal dengan kekayaan alam dan keragaman budayanya. Selain itu, Semarang juga menyuguhkan berbagai makanan khas yang tak boleh dilewatkan. Maka dari itu, sayang sekali jika Anda tak pernah mampir ke kota metropolitan yang satu ini.
Berencana mengunjungi Semarang, tetapi tidak ingin menghabiskan banyak bujet? Ikuti tujuh tips liburan hemat dan asyik ke Semarang berikut!



1. Buat itinerary sebelum memulai perjalanan
Sebelum melakukan kegiatan apa pun, pastikan untuk membuat perencanaan terlebih dahulu, termasuk sebelum liburan. Itinerary akan memudahkan perjalanan Anda, meminimalkan hambatan, dan mengatur waktu agar lebih efektif dan efisien. Itinerary umumnya terdiri dari estimasi bujet, tempat tujuan, dan jadwal perjalanan dari awal hingga akhir. Sebaiknya, buatlah itinerary sejak jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.

2. Pilih tempat-tempat wisata yang murah
Tak perlu pusing-pusing mencari tempat wisata yang hemat bujet di Semarang. Namun, yang perlu Anda perhitungkan adalah jarak tempuh, cuaca, dan transportasi yang akan digunakan. Pastikan jarak ke setiap destinasi wisata tidak acak-acakan agar waktu dan uang dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Jangan lupa juga untuk memperhatikan prakiraan cuaca agar liburan berjalan mulus.
Anda bisa memilih berbagai destinasi lain saat sedang berwisata ke Semarang. Perbanyaklah referensi dengan mengunjungi situs web dan blog terkait perjalanan Anda. Tak hanya itu, Anda juga membutuhkan informasi dari buku, majalah, maupun koran. Lalu, susunlah tempat-tempat yang akan dituju ke dalam itinerary, termasuk jam operasional dan tiket masuknya.
3. Pilih penginapan sesuai bujet
Setelah menentukan tujuan wisata, saatnya memesan penginapan yang diinginkan. Pilihlah penginapan yang dekat dengan destinasi wisata yang baru saja atau akan dikunjungi. Misalnya, jika Anda baru saja mampir ke Kelenteng Sam Poo Kong, carilah hotel terdekat untuk beristirahat. Sementara itu, apabila berniat untuk mengunjungi Kota Lama Semarang keesokan harinya, tak ada salahnya untuk memesan penginapan yang dekat dengan tujuan wisata selanjutnya.

Nah, jangan lupa untuk mengecek harga dan fasilitas yang ditawarkan. Apabila harga yang dipatok tak sesuai dengan layanan yang diberikan, tentunya Anda akan dirugikan. Agar lebih hemat lagi, Anda bisa memesan penginapan murah melalui ShopBack. Cukup akses aplikasi ShopBack terlebih dahulu, lalu klik situs atau aplikasi penyedia akomodasi yang Anda tuju.

4. Gunakan transportasi dengan tarif terjangkau
Tentukan transportasi apa yang akan Anda gunakan untuk menuju ke kota tujuan. Misalnya, memilih menggunakan pesawat, bus, atau kereta api. Apabila Semarang masih bisa ditempuh dengan bus atau kereta api, hindari menggunakan pesawat sebagai transportasi. Hal ini karena tiket pesawat cenderung lebih mahal dibanding kendaraan jalur darat.

Selain itu, tentukan pula transportasi selama berada di Semarang. Jika Anda pergi bersama keluarga atau teman dalam waktu yang lama, tak ada salahnya untuk menyewa kendaraan untuk menghemat pengeluaran. Namun, apabila hanya mampir ke beberapa tempat wisata, sebaiknya gunakan angkutan umum atau pesan transportasi online.
5. Hindari membeli sesuatu yang kurang dibutuhkan
Sering kali pelancong menghabiskan bujetnya untuk berbelanja barang-barang yang kurang diperlukan. Tak perlu memaksakan diri untuk membeli oleh-oleh karena hal tersebut bukanlah suatu kewajiban yang harus dijalankan. Terkecuali, jika memang ingin membelikan kenang-kenangan untuk orang-orang terkasih. Apabila hanya sebatas kenalan atau hubungan yang kurang akrab, sebaiknya simpan uang untuk keperluan yang lebih penting.


6. Bawalah barang-barang seperlunya
Sebelum mengemas, tulislah daftar barang bawaan terlebih dahulu. Daftar tersebut akan membuat Anda berkomitmen untuk membawa barang-barang yang telah tertera. Persiapkan bawahan yang dapat dipakai dan cocok untuk berbagai jenis atasan. Hindari pula memasukkan pakaian-pakaian berbahan tebal ke dalam koper. Jika menginap di hotel, Anda bisa memanfaatkan peralatan mandi yang ada di sana tanpa perlu membawa sendiri dari rumah.

7. Makan menu-menu dengan harga yang ramah di kantong
Tips liburan hemat dan asyik ke Semarang yang terakhir adalah soal makanan dan minuman. Selama liburan, energi pasti akan terkuras karena berkeliling ke pelbagai tempat seharian. Maka dari itu, jangan sampai lupa makan, ya! Pilihlah menu-menu yang sesuai bujet dan bergizi. Hindari menyantap makanan cepat saji terlalu sering karena akan berakibat buruk pada klesehatan.
Carilah tempat-tempat wisata kuliner yang dekat dengan destinasi liburan. Lalu, masukkan ke dalam itinerary bersama dengan estimasi pengeluarannya. Jangan memesan makanan terlalu banyak karena hanya akan membuat kantong jebol dan membuat Anda mudah tergoda untuk makan terus-menerus.

Demikian 7 tips liburan hemat dan asyik ke Semarang yang bisa Anda terapkan. Semoga bisa membantu supaya perjalanan lebih terarah dan terencana dengan baik. Dengan menghemat bujet saat liburan, Anda bisa mempergunakan uang untuk kebutuhan penting lainnya. Ayo, segera kemasi barang-barang dan berangkat ke Semarang!

Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...