24 Dec 2015

Suka Duka Menaiki Kapal Malam


"Kamu berangkat naik kapal apa?"
"Kapal Malam"

Jawaban di atas sebenarnya tidak menjawab secara benar pertanyaan yang diajukan, akan tetapi bagi yang sudah mengerti bahwa kapal yang dimaksud adalah kapal yang berangkat pada malam hari takkan protes dengan jawaban tersebut. Jawabannya lebih merujuk pada waktu karena mungkin kapal yang digunakan selalu berubah-ubah, ada KM. Uki Raya, Simba I atau Km. Citra seperti yang saya tumpangi sekarang.


Ini pertama kalinya saya berangkat menggunakan kapal malam, ada selisih sekitar 1,5 jam lebih lama jika menggunakan kapal fiber yang berangkat pagi atau siang, yaitu selama 3,5 jam. Tapi secara kebebasan waktu menurut saya kapal malam memberikan banyak bantuan bagi para penumpang dengan segala kepentingannya, lebih menghemat waktu, karena berangkat pada jam tidur dan dalam 5 jam penumpang sudah akan berada di tempat yang berbeda.

Naik kapal malam ini sudah saya rencanakan sejak jauh-jauh hari, saya ingin menantang diri, keluar dari zona nyaman yang selama ini saya ambil jika bepergian ke pulau Muna, tidak berencana mengambil kamar dan lebih membaur dengan penumpang lain di kapal sepertinya bisa jadi pengalaman menyenangkan, tapi ternyata karena jumlah penumpang yang membludak saya dipaksa keluar dari zona nyaman secara total. Tidak dapat tempat duduk apalagi tempat tidur sama sekali. Hal yang wajar jika ada lonjakan penumpang dan telat membeli tiket.

Kapal ini mulai berangkat pada pukul 22.30, terlambat 30 menit dari jadwal, saat mulai mengetik draf postingan ini waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, saya yang sempat tidur dengan tidak nyenyak diatas motor selama hampir 1 jam tidak lagi bisa tidur setelah hujan turun menjelang pukul 1 tadi. Penumpang yang berada di bagian depan kapal berhamburan masuk ke dalam, saya juga harus bangun karena motor tempat saya tidur itu juga beratapkan langit. Ah.. lagi-lagi saya dapat pengalaman baru. ^^


Tempat tidur selama 5,5 jam


Ditemani angin keras dan sambil sesekali (maaf) me-lap ingus saya pilih mengetik postingan ini saja, masih diatas motor dengan pantat yang kadang terasa pegal karena sudah duduk berjam-jam, saya memilih tetap di atas motor ini karena sekali meninggalkannya saya yakin tidak akan bisa duduk lagi. Bagaimanapun tempat yang saya duduki sekarang adalah opsi terbaik dibandingkan harus duduk tanpa alas di dalam dek yang panas atau duduk di besi pengikat tali seperti yang dilakukan seorang pria yang tidak jauh dari saya, ia terlihat beberapa kali terbangun dari tidurnya. Tentu saja karena kurang nyaman.

Siapa yang tahan duduk lama di besi ini? 

Panas membuatmu haus dan dingin membuatmu ingin p*pis, pilihan yang berat, saya sudah merancang rencana meninggalkan motor yang entah milik siapa ini hanya pada saat urgen saja, mungkin nanti menjelang shalat subuh saja.

Tulisan ini akan saya sambung saat subuh untuk membahas mengenai fasilitas dan mungkin cara shalat yang saya tempuh. Sudah pukul 02.30 dini hari, saya juga sudah mulai mengantuk.See  you 2 hours later. ^^

Pukul 02.45. Dini hari. Hujan deras turun, penumpang beratapkan langit seperti kami berhamburan takut basah (lagi). Hahah... Tidak heran sebenarnya, sejak tadi petir jadi hiasan langit..

Pukul 03.25 Pulau Muna mulai terlihat. Kepala mulai sakit, mungkin karena dari tadi tahan p*pis dan mulai masuk angin. Tetap menikmati perjalanan ini, terlebih saat kemudian dapat foto seperti ini.


Pukul 04 akhirnya kapal merapat di pelabuhan, kebanyakan penumpang memilih turun, sisanya memilih menunggu jemputan di dalam kapal. Saya memilih turun karena ternyata tidak ada Mushola.

Perjalanan malam tadi memberi pengalaman baru. Sesekali kita memang perlu keluar dari zona nyaman (baca: leyeh-leyeh sambil ngemil dan nonton drama Korea) ^^
Read more

21 Dec 2015

Satyalancana Karya Satya 10 Tahun, Sebuah Refleksi Panjang Kepatuhan Terhadap Orang Tua

"Waktu tidak hanya menyembuhkan, tapi juga menyadarkan, betapa sering sebuah hadiah terbungkus oleh kertas koran bekas tak menarik, ternyata berisi bantuan seumur hidup, mahal tak ternilai."

September, kurang lebih 2 bulan lalu surat pemberitahuan datang, surat yang berisi pemberian penghargaan kepada para pegawai yang sudah bekerja dalam kurun waktu tertentu. Saya dan Alhamdulillah seluruh teman-teman seangkatan saya juga mendapatkannya.

Saat para penerima diumumkan, tibalah nama saya disebutkan dalam sebuah rapat. Teman-teman riuh, kebanyakan tidak menyangka ternyata saya sudah bekerja selama itu. Saya? Pasang senyum manis sambil mengangkat 2 jari. Untuk pertama kalinya saya merasa "tua", bukannya apa-apa, biasanya yang menerima Karya Setyalancana Karya Satya ini, umumnya berumur kepala 3. Dan saya "curi start" haha...


Satyalancana Karya Satya adalah sebuah tanda penghargaan yang diberikan kepada pegawai negeri sipil. Penghargaan ini diberikan kepada pegawai yang dalam melaksanakan tugasnya menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran dan kedisiplinan. Saya.. masih jauh dari semua itu.

Satyalancana Karya Satya dibedakan menjadi 3 macam:
~ Satyalancana Karya Satya 10 tahun berwarna perunggu
~ Satyalancana Karya Satya 20 tahun berwarna perak
~ Satyalancana Karya Satya 30 tahun berwarna emas

Penghargaan ini bisa dicabut apabila PNS yang bersangkutan dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berupa pemberhentian dengan tidak hormat sebagai PNS. Tentunya pemberhentian tersebut ditetapkan dengan keputusan presiden setelah mendengar pertimbangan Dewan Tanda-tanda Kehormatan RI atas pimpinan instansi.

Saya harus bangga dengan adanya penghargaan ini, tidak semua pegawai bisa mendapatkannya. Ini juga bukan hanya sebuah pencapaian tapi juga sebuah refleksi jangka panjang bentuk kepatuhan terhadap orang tua. Kalau mengabaikan permintaan dan nasehat mereka, saya tidak tahu akan jadi apa saya sekarang ini.


Kita flashback sedikit ya..

11 tahun lalu, saya sangat ingin kuliah di jurusan Hubungan Internasional (HI), tapi jurusan HI belum ada di universitas negeri di Sulawesi Tenggara : Universitas Halu Oleo (UHO). Universitas terdekat adalah Unhas yang terletak di Sulawesi Selatan. Mama melarang saya merantau. Alasannya? Mama khawatir melihat pergaulan anak remaja pada masa itu (yang tentu tidak lebih mengkhawatirkan dari pergaulan jaman sekarang). Mama ingin saya tetap di Kendari agar tetap berada dalam pengawasan mereka. Saya manut, mengikuti kemauan orang tua selama tidak diminta kuliah di jurusan Matematika atau Statistik. LOL

Saya akhirnya kuliah di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, belum cukup 1 semester kuliah, akhir tahun 2004 ada penerimaan CPNS, teman-teman sibuk mendaftarkan diri, saya anteng, tidak kepikiran sama sekali. Tapi di sebuah malam Jumat yang nyaris larut, Bapak tiba-tiba memberi tahu saya bahwa ada penerimaan CPNS di sebuah Instansi, bapak bilang:

"Kata om dan tante -yang beliau temui di sebuah acara malam itu- kenapa anakmu tidak didaftarkan untuk ikut tes saja?" *Bapak mau nyuruh saya ikut tes saja halus banget caranya*
"Batas pendaftarannya kapan? Syaratnya apa saja?" Saya jawab dengan tidak antusias.
"Batasnya lusa, tapi kalau kamu mau ikut tes, semuanya biar Bapak yang urus." Bapak meyakinkan saya. *Biasanya saya dituntut mandiri oleh Bapak*
"Oke." Jawab saya masih dengan ekspresi yang datar.

Di hari Jumat yang boleh dibilang "singkat" Bapak mengurus segala kebutuhan pendaftaran: Kartu kuning (AK.1), SKCK, dan banyak dokumen lainnya berhasil disiapkan bapak, kata bapak di semua instansi pengurusan dokumen dipenuhi oleh banyak orang, tapi bapak merasa dimudahkan dalam semua pengurusannya. Kalau saya yang harus mengurus semua, mungkin saya menyerah.

Singkat cerita, saya lulus. Tanpa mengeluarkan uang orang tua selain uang pendaftaran yang waktu itu belum sampai Rp. 200.000. Sejak Februari tahun 2005 saya resmi penghapus huruf C dari status saya sebagai CPNS. Sampai sekarang saya sudah 10 tahun bekerja, bisa kuliah dengan biaya sediri. Semuanya hasil kerja keras orang tua saya, hasil mengikuti keinginan Mama yang melarang saya kuliah "di luar", hasil usaha bapak mengurus segala syarat pendaftaran. Saya sering kali membayangkan, bagaimana jika saat itu, saya ngotot kuliah "di luar", bagaimana saya bisa mengikuti tes yang tiba-tiba disarankan bapak itu? Wallahu'alam.. Semuanya rahasia Allah.SWT.

Satyalancana Karya Satya ini, untuk Mama dan Bapak.
Ini bukan apa-apa jika dibandingkan cinta dari kalian :*


Read more

18 Dec 2015

Wishlist Hadiah Ulang Tahun Bapak di Matahari Mall

Sudah akhir tahun, sebentar lagi ulang tahun bapak, hampir saja saya lupa karena kebanyakan berpikir mau menghabiskan cuti di mana. :D

Sebenarnya, di keluarga kami ulang tahun bukanlah hal yang harus dirayakan, hanya saja untuk saya ulang tahun anggota keluarga adalah salah satu momen yang pas untuk memberi perhatian lebih dengan memberi hadiah atau kejutan, dengan begitu keluarga akan merasa lebih diperhatikan, disayangi dan dicintai.

Kali ini saya ingin memberi hadiah alat pengecek kolesterol untuk bapak. Setahun terakhir ini bapak sering sekali memeriksakan kolesterolnya di sebuah apotik dan membayar Rp. 26.000, entah sudah berapa banyak yang sudah bapak habiskan untuk bolak-balik mengecek kolesterolnya. Saya tentu senang bapak memperhatikan kesehatannya, tapi selain nilai manfaat, ada nilai ekonomis yang juga harus dipertimbangkan. Makanya kalau bisa dibeli, beli aja.

Setelah mencari-cari saya akhirnya menemukan alat pengecek kesehatan 3 in 1, tidak hanya bisa mengecek kolesterol, tapi juga bisa untuk mengecek gula darah dan asam urat. Sudah lama sih dengar tentang alat ini, tapi baru tahu tampangnya setelah mencari di MatahariMall.com, tempat andalan teman-teman saya nih kalau belanja online, soalnya selain diskonnya selalu ada, juga bebas biaya pengiriman.

Bebas biaya pengiriman ini penting bagi kami yang tinggal di Kendari, karena biaya pengiriman dari luar pulau Sulawesi ke Kendari ini kadang sudah bisa menyamai harga barang yang ingin dibeli. Walaupun sudah dapat toko online terpercaya, kadang harus berpikir 3x kalau lihat ongkos kirim. Dan kali ini saya bebas dari memikirkan biaya pengiriman itu!

Ternyata tidak sampai disitu saja, sekarang sedang ada promo cuci gudang akhir tahun juga di MatahariMall.com. Diskonnya lebih besar dong.. Heaven! Sebuah kesenangan dobel untuk yang suka berbelanja online, niatnya mau menghemat waktu, tapi malah bisa semakin irit. Harga diskonannya bisa sekalian untuk beli tambahan strip pengecek kolesterol. Alhamdulillah. Rejeki anak soleha.

 Wishlist hadiah ulang tahun bapak

Tapi.. bukan perempuan namanya kalau tidak tergoda diskonan yang banyak berbaris, saat membuka menu olahraga untuk mencari Sauna suit, saya lihat banyak juga barang yang belum pernah saya lihat di Kendari. Saya tergiur!! :D
Jadi ikutan bikin wishlist juga!

Oh ya, yang juga saya sukai dari MatahariMall.com adalah pelayanan yang ramah dan cepat dari fasilitas live chatnya, pertanyaan-pertanyaan saya terjawab dalam waktu singkat! Saya sempat khawatir dengan ongkos kirim yang mungkin waktunya terbatas. Jadi saya putuskan untuk bertanya.

Kabar gembira!!

Promo yang diberikan oleh MatahariMall.com tetap diikuti dengan mutu pelayanan yang terjaga. Sesuai dong ya dengan komitmen MatahariMall.com yang menempatkan pelayanan costumer sebagai prioritas utama. Keren!!

Wishlist sudah dibuat, tinggal menunggu eksekusi. Mumpung ada promo cuci gudang akhir tahun teman-teman juga bisa segera mencari barang-barang yang ingin dibeli, perusahaan eCommerce No.#1 dan terbesar di Indonesia ini menyediakan banyak pilihan berbelanja lho.

Jangan takut barang yang datang tidak sesuai dengan keinginan, selain COD, di MatahariMall.com ada sistem belanja "O2O" atau Online-to-Offline dan Offline-to-Online lho.. MatahariMall.com ini adalah online retailer pertama yang mengadopsinya. Sistem ini memungkinkan para costumer untuk membayar, mengambil dan mengembalikan produk di ratusan cabang Matahari Department Store di seluruh Indonesia. Udah gak ragu lagi kan? Klik MatahariMall.com dan BELI AJA!! ;)

Read more

15 Dec 2015

Resolusi Gagal yang Harus Segera Diwujudkan

Setiap orang pasti punya keinginan yang ingin dicapai baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, ada yang berhasil mencapainya dalam waktu yang sudah ditargetkan, ada juga yang bahkan dalam jangka panjang tetap saja belum terwujud. Seperti resolusi gagal saya untuk segera bisa menyetir mobil.

Tahun ini sebenarnya saya sudah belajar menyetir mobil, tapi berhenti di tengah jalan. Hitungannya baru belajar 2 kali. Saat itu saya belajar bersama adik saya yang sekarang sudah bisa menyetir, sedangkan saya mentok bahkan mungkin harus belajar dari awal lagi. Di tahun 2016 nanti saya ingin segera bisa menyetir. Mumpung jalan raya sudah diperluas, perbaikan-perbaikan jalan juga kebanyakan sudah rampung.

Tapi karena resolusi tahun ini bisa dikatakan gagal, saya harus melakukan evaluasi terhadap penyebab gagalnya keinginan saya untuk bisa menyetir tersebut, jadi memang harus ada yang diubah atau ditingkatkan lagi agar resolusi itu bisa segera saya wujudkan tahun depan.


Penyebab gagalnya resolusi untuk bisa menyetir:
1. Sok Sibuk
Kegiatan kantor memang padat, keinginan berleha-leha dengan alasan butuh istirahat itu menguasai segala waktu lowong di hari libur. Senin - Jumat memang harus bekerja, tapi seharusnya di hari Sabtu dan Minggu saya bisa belajar menyetir dan mengurangi jam tidur-tiduran.

2. Masih suka panik
Saat belajar menyetir dan berpapasan dengan kendaraan lain saya otomatis akan mengarahkan kendaraan menjauh dari kendaraan tersebut, takut menabrak kendaraan orang lain, padahal kata sepupu yang mengajari saya, mereka juga akan menjaga jarak, jadi jangan takut dan panik. Kalau cerita ke teman-teman, mereka juga mengalami hal yang sama, tapi harus dilawan. Saya harus belajar dan harus lebih berani!

3. Tidak mendaftarkan diri pada lembaga kursus
Bukannya meragukan kemampuan sepupu yang mengajari saya, tapi dari pengalaman orang banyak, diajari oleh orang yang tidak kita kenal itu akan lebih baik, tidak akan banyak drama pertengkaran dan sebagainya. Dan jika mendaftarkan diri di lembaga kursus mengemudi juga saya yakin akan bisa lebih mendisiplinkan diri terhadap jadwal yang sudah ada. Kan sayang sudah bayar biaya kursus tapi malas-malasan.

4. Kurang kemauan
Dari semua hambatan diatas, kemauan adalah hal yang paling mendasar. Untungnya saya sudah mulai sangat bersemangat sekarang. Sudah banyak menanyakan testimoni dari teman-teman tamatan lembaga kursus menyetir yang ada di Kendari.^^

Mengapa belajar menyetir ini harus saya segerakan?
Saya punya beberapa alasan, antara lain:
1. Memotivasi Bapak
Bapak sudah lama ikut kursus menyetir, tapi selalu takut untuk menyetir mobil, apalagi jika harus memasukkan mobil ke dalam lorong rumah kami yang sempit. Jadi kebanyakan mobil hanya terparkir dirumah, jarang sekali dikendarai oleh bapak. Satu-satunya pengemudi yang ahli di rumah adalah adik bungsu saya.

Bukan tanpa alasan sebenarnya bapak memiliki ketakutan berlebih, gapura di depan lorong sudah pernah dicederai oleh bapak, bahkan tegel di teras rumahpun sudah pernah ditanduk dengan bumper mobil saat bapak hendak memarkirkan mobil, yang parahnya adalah saat itu mama sedang duduk-duduk santai di sekitar lokasi tandukan tersebut, mama pucat, kami tidak berkomentar banyak karena bapak juga jelas kaget. Untung saja tidak semakin membuat nyali bapak ciut.

Tegel teras yang cacat
 
2. Agar tidak menyusahkan orang lain lagi
Kadang ketika ingin kemana-mana terlebih sekarang memasuki musim hujan dan saya ingin keluar maka saya pasti akan menodong adik saya untuk diantar bahkan dijemput kembali jika pulangnya tidak menemukan kendaraan teman untuk menumpang. Dan baru saja kejadian kemarin sore, saat hujan lebat teman saya berbaik hati mengantarkan saya pulang, masuk lorong (lorong rumah saya sempit), dan akhirnya kami harus hujan-hujanan hanya agar mobil teman itu bisa keluar dari lorong. Saya tidak enak hati karena sudah banyak menyusahkan dia. :(

3. Lebih hemat
Jika sudah mendesak dan tidak bisa dapat orang yang menyetir tentu harus naik taksi atau menyewa sopir seperti saat saya hendak ke Pulau Senja. Sangat tidak ekonomis kalau harus selalu sepeti itu.
 
4. Membantu Orang Lain
Jika saya bisa menyetir tentu saja saya menjadi orang yang bisa diharapkan oleh orang lain, jadi sopir pengganti saat perjalanan jauh misalnya, atau saat mengendarai mobil dan ada orang lain yang ingin menumpang (seperti yang biasa saya lakukan), Insya Allah bisa saya bantu. Hal ini tentu berbeda dengan saat mengendarai motor, karena harus ada helm, sedangkan mobil bersifat lebih bebas.

Semoga bisa segera terwujud!! ^^
Read more

7 Dec 2015

Apa Genre Musik Favoritmu?


Seorang teman kantor tiba-tiba bertanya. Apa genre musik favoritmu? Saya gelagapan. Bukan karena suka dangdut tapi gak bisa bohong.. bukan... Hahah...

Yaelah... cemen banget gak sih? Cuma ditanya genre musik kesukaan aja gelagapan gitu! Apalagi kalau diajak nikah! #Eaaa

Jujur, sebenarnya saya bingung, dangdut gak ada di dalam playlist PC kantor, laptop ataupun HP, tapi bisa ikutan goyang juga kalau lagunya asik (asik musik maupun liriknya). Lagu mellow mari, yang up beat apalagi. Intinya sih saya menyerahkan seleksi ke telinga saya. Walaupun gak ngerti artisnya yang mana (apalagi artinya), tapi kalau dengar pertama kali aja lagunya oke, akan segera saya masukkan dalam playlist. Kuncinya easy listening! ^^

Contoh randomnya selera saya tuh bisa dilihat dari playlist bulan Desember (yang belum kelar di-update) ini. Ada Bigbang, F(x), Red Velvet, Got 7, CL, Meghan Trainor, Kotak, Charlie Puth, Fatin, Shawn Mendez, IU, Shinee, Adam Levine, Sistar, iKon, AOA, CN Blue, BTS, Avicii, SNSD, dan lain-lain... Rata-rata 1 artis 1 lagu. *Ini udah kayak nyebutin artis-artis yang abis tampil di MAMA 2015 kemarin yah :D, banyak bangett*

Eh.. Dari sebagian nama artis diatas kebayang gak saya sukanya sama agency mana? Yang jawab YG bener banget!! Dan YG itu sebagian genre musiknya apa coba? Hip-Hop, R n B, dan ada juga yang nge -Jazz kayak suaranya si Lee Hi. *CMIIW* Selera musik saya memang banyak terwakili oleh lagu-lagu dari YG (apalagi kalau buat nemenin lari). Ya.. walaupun waktu dengar lagunya Ed Sheeran juga saya juga sampai melting karna perpaduan suara dan liriknya yang romantis :D.

Jadi kalau harus memilih salah 1 saya akan menjawab Hip-Hop dan R n B, biar dapet nilai 8! Haha.. Harus salah 1 ya? Ya sudah jawabannya BigBang wesss!! *disiram kuah pisang eppe*

Yaudah sih, saya memang random, suka BigBang, Tulus, So7 dan banyak penyanyi lainnya, yang penting lagunya cocok, gak pilih-pilih.

Teman-teman genre musik favoritnya apa? Ada yang random kayak saya juga gak? Kalau sudah suka sama 1 penyanyi/band/boyband/girlband gitu masih dengerin lagu dari penyanyi lain juga gak?

Read more

5 Dec 2015

Festival Keraton Nusantara

Ada berbagai kegiatan menarik berskala nasional yang diselenggarakan akhir bulan November lalu. Diantaranya ada Peran Saka Nasional, Festival Seni Qasidah, Festival Keraton Nusantara dan Masyarakat Adat Asean. Sayangnya tidak bisa saya ikuti secara full karena dilaksanakan saat jam kerja dan rasa bersalah persiapan ujian yang saya lakukan. Karena sayang untuk dibuang, maka saya putuskan untuk tetap ditulis dengan segala keterbatasannya.


Festival Keraton Nusantara dan Masyarakat Adat ASEAN 2015
Festival yang berskala besar ini dihadiri bukan saja oleh raja-raja dari kerajaan yang ada di dalam negeri, tapi juga dari kerajaaan-kerajaaan yang berasal dari negara Singapura dan Filipina.

Para penari kolosal yang menunggu jadwal tampil

Event ini digelar sejak tanggal 12 sampai 15 November. Dengan diawali parade yang sangat ramai di tonton warga walaupun diadakan siang hari, baru kemudian dibuka malam hari. Saya mengikuti hanya saat pembukaan saja. Sayangnya di pembukaan ini saya dan beberapa teman yang juga menonton kecewa terhadap eksekusi tema yang kurang menggambarkan kehidupan keraton, contohnya pakaian para "dayang-dayang" atau apalah sebutan namanya saat mengawal Gubernur dan tarian kolosal yang terasa kurang mewakili kerajaan-kerajaan yang ada di Sulawesi Tenggara, minimal sebagai pengenalan awal dari tuan rumah. It's a previllage right?

Festival Seni Qasidah
Salah satu event yang digelar 3 hari lebih lama dari Festival Keraton adalah Festival Seni Qasidah Nasional yang ke-XX. Sebenarnya tidak sengaja menonton penampilan peserta, mungkin karena diadakan di MTQ Square, lokasi yang sama dengan Festival Keraton,  makanya gak sengaja nonton festival ini. Tadinya malas, karena saya pikir isinya paling hanya grup rebana yang akan bertanding, ternyata saya salah saudara-saudara... Setelah saya cari info lebih jauh, ternyata selain qasidah klasik kolaborasi, ada lomba cipta lagu qasidah, peragaan busana muslim dan kategori yang sempat saya tonton yaitu kategori bintang vokalis. Jadi seperti lomba menyanyi, lagunya adalah lagu berbahasa arab.


Mangkatnya Raja Gusti Hendri Nindyanto bin Iskandar Yasin
Ada kabar duka ditengah berbagai event Nasional yang dilaksanakan di Sultra, yaitu mangkatnya Raja Cantung (Kalimantan Selatan): Gusti Hendri Nindyanto bin Iskandar Yasin pada tanggal 17 November. Dikabarkan beliau mengalami kelelahan. Berita mangkatnya sang raja cukup menghebohkan, headline surat kabar yang di dominasi berita tentang semaraknya pelaksanaan berbagai event nasionalpun diganti dengan berita mangkatnya sang Raja yang masih terbilang muda ini.

Setelah berbagai kegiatan Nasional ini selesai, aktifitas listrik yang padam kembali normal lagi, maksudnya jadi rutin setiap hari lagi, liburnya selesai. Haha... Lumayanlah ya.. bisa libur beberapa hari. Ternyata listrik belum "sembuh". Sekarang menikmati listrik yang masih sering padam sambil berharap hujan segera turun lepas, biar gerahnya berkurang.

Sayang juga nih, setelah November belum ada kegiatan menarik lagi selain arisan sama teman-teman. Haha...


Read more

30 Nov 2015

Ada Yang Horror Di Ujian Penyesuaian Ijazah


Akhirnya, Ujian Penyesuaian Ijazah (UPI) selesai juga. Hampir 2 Minggu saya meliburkan diri dari aktifitas-aktifitas yang saya senangi, libur olahraga, libur ngeblog, libur nonton film/reality show (walaupun aktifitas nonton itu kadang dilanggar juga kalau kepala rasanya sudah panas..hehe).

Ngapain libur-libur segala?
Ceritanya sih biar fokus belajar, maklumlah otak sudah karatan trus harus ujian selama 2 hari berturut-turut dengan 6 mata ujian DAN ADA UJIAN STATISTIKANYA PULA!!! Upss.. maaf..tiba-tiba caps lock-nya jebol pas mau bahas statistika. Hahaha...


Kenapa harus mengikuti Ujian Penyesuaian Ijazah?
Dalam hal ini banyak kondisi ya, tapi saya terjaring *razia kali ah terjaring.LOL* oleh pasal 10 poin g di dalam PERKA No.48 Tahun 2012. Karena saya memiliki ijazah S1 dan masih berpangkat pengatur tingkat I golongan ruang II/d ke bawah, tepatnya saya masih berpangkat II/c. Makanya harus ikut UPI. Maklumlah, dulu lulus tes CPNS saya baru saja tamat SMA, alhamdulillah bisa membiayai kuliah sendiri. Sekarang berjuang lewat UPI yang diadakan setahun sekali ini, biar gelar bisa terpasang di belakang nama (sekaligus juga naik golongan ke III/a).

Jadi, waktu UPI kemarin ujian apa saja?
Setelah sebelum ujian tertulis ini kami diwajibkan membuat karya ilmiah lebih dahulu, tibalah waktunya kami ujian selama 2 hari berturut-turut. Dan tahun ini kali pertama UPI ini diadakan on-line.
Hari pertama:
1. Statistika                                    :  40 nomor (90 menit)
2. Pengetahuan Umum           :  45 nomor (60 menit)
3. Pancasila                                    :  45 nomor (60 menit)

Hari kedua:
1. Kemampuan Kuantitatif   :  40 nomor (90 menit)
2. Bahasa Inggris                        :  30 nomor (60 menit)
3. Bahasa Indonesia                  :  45 nomor (60 menit)

Oh ya, standar kelulusan tiap mata ujian juga beda-beda.

Horror
Ada yang horor saat mengerjakan soal ujian pengetahuan umum kemarin, pertanyaannya jahat-jahat, jauh lebih horror dari segala film horror yang saya tonton selama ini. Oke..oke.. saya paham bahwa kita memang sebaiknya berwawasan luas, tapi range wawasan dan kedetailan jawaban yang diminta itu terlalu luas menurut saya. Benar-benar membuat saya sensitif, baca berita ini, tiba-tiba ingat soal ujian, teman-teman ngomong apa, saya langsung ingat soal ujian lagi, di rumah saat belajar untuk ujian selanjutnya, masih saja teringat kesadisan soal itu. Padahal saya orangnya gampang move on lho...Bhahah..

Saya coba ceritakan detail tentang pertanyaan-pertanyaan yang mengandung "roh jahat" di soal ujian kemarin ya..
- Berapa jumlah penduduk hasil SP (Sensus Penduduk) 2010?
Jawabannya ada 9 digit, pilihan jawabannya ada 4, angkanya mirip-mirip dan semuanya meminta jawaban sampai digit terakhir. Detail bangeeettttt.. salut sama yang bikin soal (T_T). Bikin soal itu gak harus se-horror itu koq mas.. mbak.. Jujur saja waktu bikin pilihan jawaban mas/mbak juga kalau gak copas ya nyontek angka 237.556.363 itu juga kan?  Huhh..

- Trus tiba-tiba muncul nama Professor siapaaa gitu, ditanyain beliau guru besar di Universitas mana (dalam negeri). A'elaaahh.. ditanyain nama guru besar di universitas lokal saja saya dan teman-teman dari kabupaten belum tentu tahu.

-Ada juga soal nama air terjun apa sungai di luar negeri sono, ditanyain bukan terletak di benua atau negara mana, tapi sumber airnya... aduuhh.. kalau ada pilihan jawaban "sumber air su jauh" pasti saya pilih jawaban yang itu saking keselnya. (T_T)


Salah 1 soal yang saya sayangkan juga adalah, siapa juara piala dunia pertama. Harusnya tanyain yang tahun 2010 atau 2014 lalu dong! Waktu Jerman sebagai tuan rumah atau saat negara jagoan saya itu akhirnya memegang piala untuk ke 4 kali, atau tanyakan tahun berapa saja Jerman keluar sebagai pemenang di piala dunia, Insya Allah saya tahu! *Egois.Haha..*

Intinya sih ya, pengetahuan itu tergantung dengan kebiasaan dan ketertarikan seseorang. Bukan berarti yang tidak tahu tentang suatu hal kemudian dia bisa dibilang bodoh. Setiap orang bisa belajar, tapi kalau range pertanyaannya seluas itu, saya sepertinya akan menyerah lagi. Kemarin belum cukup 20 menit ujian pengetahuan umum saya sudah keluar, selain karena memang tidak belajar untuk pengetahuan umum(bingung mau belajar apa.haha), ngapain saya lama-lama kalau cuma bakal pusing dan sudah yakin tidak akan bisa menjawab, mending saya belajar untuk mata ujian pancasila berikutnya. Yahh.. walaupun waktu keluar sempat mengungkapkan betapa horrornya soal ujian yang saya baca di layar komputer juga. Rasanya seperti jadi member di Running Man yang name tagnya di sobek oleh anggota aliansi sendiri. I can't believe it!!

Kepanjangan ya jadinya curhatnya?
Sengaja sih, kalau curhat kan gak boleh nanggung yak? Haha.. Kata teman-teman yang juga ikut terheran-heran mendengar ke-horror-an soal ujian kemarin: "Move on Ir". Eh.. mereka gak tahu, saya memang sengaja ingat terus biar feelnya tetap dapet saya menulis. Lebih susah ngumpulin mood menulis daripada move on soalnya. Hehe...

Akhir kata, saya yakin, jawaban asal yang saya isikan saat ujian kemarin pasti membawa saya mengulang beberapa mata ujian, walaupun tetap berharap jawabannya bisa diubah sama guru besar yang muncul di soal kemarin itu. Iya sih, gak mungkin banget.. Haha.. Tetap berusaha pokoknya, unutk perbaikan nasib dan proses belajar juga tentunya. ^^

Read more

12 Nov 2015

Senjata Untuk Menghadapi Listrik yang Sering Padam


Nyaris 2 bulan listrik di kota saya, mengalami kekurangan daya akibat gangguan pada 2 unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Nii Tanasa, akibatnya ya bisa ditebak, pemadaman bergilir, kadang juga berjamaah...

Nah.. daripada mengutuk kegelapan, mending menulis, sharing tips atau biar lebih gahar sebut saja senjata ala saya untuk menghadapi listrik yang sering padam. Iya gak? Udah..iyain ajaaa :D



Ini dia senjata saya untuk menghadapi listrik yang sering padam.

1. Tahan diri untuk tidak mengeluh
Kenapa ini nomor 1? Biar gak kebiasaan aja, mau sampai kapan? Semua juga merasakan listrik padam, tapi gak harus berjamaah juga kan mengeluhnya? Apalagi sampai mengumpat. Oke, gapapa deh kalau mau mengeluh sama orang rumah, atau sesekali update status bahwa di rumah kamu listriknya sedang padam. Cuma IMHO, gak perlu juga sampai seluruh kontak sosmed disuguhi keluhan tiap listrik padam. Daripada mengeluh, mending tanyain sebabnya ke akun twitter @pln_123 lumayan buat sekalian laporan. ^^

2. Siapkan emergency lamp
Emergency lamp atau sering disebut lampu emergency sudah wajib ada di tiap rumah, walaupun listrik gak sering padam. Usahakan jangan menggunakan lilin, ini demi keamanan rumah, jiwa dan lingkungan sekitar. Tau sendiri kan lilin itu membawa resiko yang jauh lebih besar dibanding lampu emergency? Tapi jika memang harus menggunakan lilin atau mungkin lampu minyak jangan lupa diikuti dengan pengawasan melekat ya..

3. Selalu jaga daya baterai gadget agar tetap diatas 50%.
Nah, ini tips biar mood tetap oke selama listrik padam. Listrik padam tapi punya daya baterai yang masih banyak kan asik, bisa chit-chat sama teman-teman. Yah, walaupun di tempat saya listrik yang padam itu selalu ikut menurunkan performa sinyal sih, jadi sering kali tidak bisa diharapkan. Kalau sudah begitu, jalan lainnya adalah main game, mendengarkan musik atau menjiwai listrik yang padam dengan menyalakan laptop, lalu nonton film horror atau thriller. Berasa biskop deh! Yang gak suka film menegangkan nonton yang genrenya komedi juga oke. Pokoknya apapun yang bikin mood tetap oke!^^

4. Siapkan raket nyamuk

Kenapa raket nyamuk? Karena saat listrik padam, nyamuk akan semakin eksis, suara dengungannya itu seperti zombie yang sedang mendekati mangsanya, mereka seperti bersorak menyambut pesta! Ini lebih menakutkan dari film horror!!! Itu pengalaman saya. Nah, salah 1 cara instan untuk mengatasi serangan nyamuk adalah dengan raket nyamuk. Dalam hal ini raket nyamuk memberi rasa aman untuk saya. Iya, aman dari ketakutan saat listrik sudah menyala tiba-tiba badan sudah gemuk karena digigit nyamuk secara merata saat gelap. :p

5. Siapkan cemilan
Dengan ngemil, waktu tidak akan terasa. Jadi kegiatan menonton film, membaca e-book atau mendengarkan musik bisa semakin menyenangkan. Kalau takut gemuk bisa ngemil buah, pokoknya gelap-gelapan pun gak masalah, yang penting mulut ngunyah. #Eh

6. Stok film, e-book dan musik terbaru.
Ibarat senjata, nomor 5 ini adalah pelurunya. Peluru untuk membunuh waktu. Biar gak berasa menunggu listrik menyala lagi. Stok terus ya. ;)

7. Tidur
Ini senjata juga lho, apalagi pas sedang capek, tidur tanpa ada cahaya lampu bisa bikin tidur lebih nyenyak, bahkan baik untuk kesehatan, tapi sebelum tidur walaupun listrik belum menyala, baiknya sambungkan gadget ke steker/colokan listrik siapa tahu saat tidur listrik sudah menyala lagi, jadi tidur nyenyakmu tidak perlu terganggu karena harus bangun untuk mengisi daya di gadget. Oh iya, ini berlaku juga untuk lampu emergency ya.
8. Keluar rumah
Jika memungkinkan, keluar rumah adalah cara paling ampuh untuk membunuh waktu *dan menipiskan dompet?*. Apalagi jika ada tugas yang harus diselesaikan saat itu, segeralah mencari tempat "pengungsian" yang punya aliran listrik, bisa di rumah teman, tempat nongkrong atau tempat belanja.

Nah, itu dia senjata-senjata yang sering saya pakai kalau listrik padam dan memang tidak sedang mengerjakan sesuatu. Beda lagi dengan kegiatan kerumahtanggaan sekarang yang cukup lekat dengan listrik, seperti memasak nasi, membuat kue dengan mixer, dll.

Tidak bisa dipungkiri memang menyebalkan listrik yang sering padam ini, karena akhirnya harus memasak nasi secara "tradisional", mencampur adonan secara manual. Atau anak-anak yang tidak nyenyak tidur karena AC ataupun kipas angin yang tidak menyala. Jadi tukang sate lagi kalau istilah teman saya. Hehe.. Itu untuk jangka pendek, jangka panjangnya peralatan elektronik yang rentan rusak akibat aliran yang tidak stabil, sebentar menyala, sebentar mati.*Tenang bu ibu, saya belain nih!"

Semoga masalah listrik di Kendari dan Indonesia umumnya bisa segera ditangani, bagaimanapun kerusakan-kerusakan diluar kuasa pihak yang bertanggung jawab, tapi upaya pencegahan termasuk manajemen antisipasi terhadap suatu permasalahan yang muncul diharapkan lebih baik lagi kedepannya. *Ini bahasanya kok sudah seperti karya ilmiah sih?!* *Lanjut ah..tanggung :D* Dan untuk kita pengguna listrik, gunakanlah listrik dengan bijak. :)


Read more

9 Nov 2015

Lebih Ekspresif Dengan Menggunakan Emoticon


Chatting tanpa emoticon itu seperti posting blog tanpa gambar, terasa hambar karna tak bergambar. Hassekk :p

Sebagian besar dari kita yang mahir menggunakan internet, bahkan HP Komuniketer (komunikasi dan senter) sekalipun, boleh dibilang cukup akrab dengan emoticon. Mulai dari yang standar seperti  tanda titik dua + tutup kurung = :), titik dua + huruf D = :D sampai yang sudah berformat .gif seperti yang tersedia di berbagai media sosial.


Emoticon yang umum kita jumpai sekarang.

Emoticon digunakan untuk memperjelas maksud tulisan, tau sendiri kan tulisan itu punya resiko tinggi untuk disalah artikan? Bahkan penggunaan emoticon juga bisa mewakili perasaan yang diinginkan oleh pengirimnya tanpa harus mengetikkan kata-kata. Pokoknya emoticon ini selain mempertegas maksud, juga memberi nuansa hiburan tersendiri dalam sebuah obrolan karena ekspresi yang terwakili oleh emoticon.


 Bahkan tidak hanya terbatas menggambarkan emosi pada wajah saja, tapi juga aktivitas seperti olahraga atau jenis transportasi.

Menurut Wikipedia dimana emoticon diterjemahkan sebagai emosikon, penggunaan emoticon ini punya gaya menurut wilayahnya yaitu ada gaya barat dan gaya timur lho. ^^

Gaya Barat
Mengikuti asal muasal pencipta emoticon, kita lebih dulu mengenal emoticon dengan karakter seperti :) atau :( atau :D. Untuk lebih memahami maksud karakter tersebut, kita cenderung memiringkan kepala ke kiri terlebih dahulu, maklum saja, di jaman dahulu media tempat munculnya emoticon ini cenderung berukuran besar, tidak seperti sekarang yang sudah serba mini dan praktis. Nah, gaya inilah yang disebut sebagai gaya barat, baru kemudian muncul gaya timur yang lebih memudahkan dalam membaca emoticon.

Gaya Timur
Jauh setelah gaya barat populer, muncullah emoticon gaya timur yang penggunaannya dimaksudkan untuk memudahkan pembacanya, dengan kepala yang tetap tegak emoticon -atau disebut emoji dalam bahasa Jepang- bisa terbaca dengan jelas, seperti (*_*) , (T_T) (^_^) atau emoticon simpel yang sangat sering saya gunakan -> ^^ .

Sekarang emoticon makin futuristik, beragam.. pokoknya kekinian bangetlah! Saya yang memang suka menggunakannya jadi makin senang, dan untuk Facebook, saya punya emoticon favorit, yang sudah berformat .Gif, namanya adalah TUZKI!! ^^

Sumber: clubtuzki.tumblr.com

Kenapa Tuzki?
Karena Emote kelinci putih ini punya ekspresi yang unik dan lucu, bahasa tubuhnya bisa mewakili imajinasi saya, yang dalam kehidupan nyata jelas gerakan-gerakan seperti garuk-garuk tembok, jedot-jedotin kepala ke tembok atau tiba-tiba duduk terkulai lemas dan kemudian mendapat sorotan lampu dari atas, itu tidak mungkin bisa saya lakukan. *Mau dapat lampu sorot dari mana?? *
 Seperti juga emot yang dipilih sesuai keadaan, saya juga tentu pilih-pilih akan digunakan ke siapa emoticon Tuzki yang gokil itu. Kalau ke sesama teman-teman becanda sih saya hajar pakai emot itu, tapi kalau dengan orang yang mungkin pembawaannya serius atau kurang begitu akrab, saya pakai emote yang standar saja, soalnya secara bahasa verbal konsepnya Tuzki ini pendiam, tapi secara bahasa tubuh, Tuzki ini petakilan. :D jadi saya harus menahan diri, nanti yang dikirimin emot Tuzki malah "iyuuhhh" gitu ngeliatin si Tuzki. :D
Sayangnya sekarang si Tuzki ini hanya saya jumpai di FB, saya mengunduh 2 set emot Tuzki, kalau ada di Line (ada sih, tapi bukan Tuzki), WA, Path dan IG sepertinya seru, bisa lebih ekspresif dengan kelinci putih yang lebih sering tampil tak berpakaian itu.

Kalau teman-teman emote icon favoritnya apa? ^^

Read more

4 Nov 2015

Pinky, Sepatu Olahraga Kesayangan

Sepatu olahraga "Si Pinky" kesayangan saya sekarang pake plester luka. :(

Sepatu pink ini jadi kesayangan saya bukan karena warnanya yang cewek banget, i just love it because it so comfortable, selain nyaman sepatu ini juga sudah menemani saya berkeringat lebih dari 2 tahun. Saya juga lupa tepatnya kapan membeli sepatu ini. Yang jelas semenjak dibeli, dia penuh curahan keringat, kasih sayang juga tentunya. :D

Si Pinky

Sepatu olahraga ini bukan satu-satunya, saya juga membeli 2 pasang sepatu yang lain di waktu yang berbeda-beda, ada yang karena diskonnya aduhai banget (dari ratusan ribu jadi gak nyampe lima puluh ribu) dan satunya lagi memang saya beli untuk dipakai bergantian, biar warnanya bisa mix and match dengan pakaian juga sih. *Akhirnya ngaku juga.. haha..*

Nah, si pinky ini wajar kalau udah punya "luka" duluan, soalnya dia memang yang paling tua dan paling sering dipakai. Sayang banget dia sudah mulai rusak, ada sobek sedikit di sepatu kiri padahal saya masih sangat nyaman sama sepatu ini, masih ingin dipakai tapi malu juga kalau sobek gitu, jadilah saya berpikir keras untuk "mengobati" si Pinky biar oke lagi.

Lucky me! Dengan warna si Pinky yang unyu-unyu dan teknologi lebih mutakhir dari perusahaan pembuat plester luka *untuk manusia tentunya*, Pinky bisa saya tutupi lukanya, warnanya cocok, bahkan lebih terlihat seperti saya sebagai pemiliknya itu cuma iseng saja nempelin plester luka yang bermotif hati itu. Dikirain biar keren gitu, padahal sih buat nutupin sobek.hihi..


Warnanya tidak se-kece dulu (plus belum dimandiin), tapi tetap jadi kesayangan :*

Sekarang Pinky bisa diajak berlari kencang tanpa takut dia kelelahan, saya juga gak masalah kalau kehujanan, tapi takut dia kedinginan *Itu mah sepatunya Tulus yak? :p*




#YukLari
Ini sepatu olahraga kesayangan saya, mana sepatu olahraga kesayanganmu?
Read more

27 Oct 2015

Pertanyaan dan Pernyataan Tidak Berperasaan Tentang Menikah


Kemarin usia saya ganjil berumur 29 tahun, untuk wanita seusia saya, masa depan perjodohan saya dianggap semakin rawan karena saya belum menikah. Masalah? Untuk saya tidak, untuk orang lain it's a big problem!.

Sebenarnya ada berbagai hal yang ingin saya tulis tentang urusan jodoh, nikah dan sebangsanya, tapi kali ini saya ingin membahas tentang pertanyaan dan pernyataan yang sering kali dilontarkan pada saya, ada juga yang baru sekali ditanyakan, tapi cukup membekas saking frontalnya.

Saya yakin salah satu dari yang membaca pernah menjadi subjek maupun objek, kadang pertanyaan-pertanyaan ini memang ditujukan karena kepedulian, tapi sayangnya lebih banyak ditanyakan atau dinyatakan oleh orang-orang yang  kadar keponya lebih banyak dari pada kadar pedulinya.


Kapan Nikah?
Pertanyaan di atas seringkali ditanyakan pada saya, bukan untuk saya saja sih, orang lain juga, ibarat doa sapu jagad, pertanyaan ini adalah pertanyaan sapu jagad. Anehnya seringkali pertanyaan ini datang dari orang jauh, yang tidak punya kepentingan apa-apa terhadap saya dan belum tentu datang jika diundang ke acara pernikahan saya.

Pertanyaan basa-basi yang asli basi banget, jadi jangan heran jika teman yang dulu bahkan kebelet nikah karena umur dan akhirnya berhasil menikah akan menanyakan hal yang sama tanpa mempertimbangkan perasaanmu yang sebenarnya bukan baper tapi sudah bosan ditanya seperti itu, terlebih ditanya oleh orang yang seperti tidak pernah mengalami hal yang sama sebelumnya. What The bangetlah..

Biasanya, pertanyaan kapan nikah akan saya jawab dengan
"Mohon doanya."
atau
"Nanti kalau ada pengantin laki-lakinya."

Kalau sedikit baper dengan orang yang kepo akan saya jawab dengan
"Jangan cuma nanya dong, didoain juga." Sambil senyum.

Dan kebanyakan reaksinya pada tobat, soalnya nge-doain enggak, nanya-nanyanya lancar.

Rasain. :p

Mana undangan untuk saya?
Pertanyaan terselubung, maksudnya sih nanyain kapan saya akan memberikan undangan pernikahan. Ini pertanyaan termudah untuk saya, karena biasanya saya jawab dengan
"Oh, undangan yang ada tulisan tiada kesan tanpa kehadiranmu?"
"Ada kok, nanti saya kasih." Sambil pasang wajah serius.

Mereka tertawa.
Selesai.

Kamu ceria, happy-happy untuk menutupi kesedihan belum nikah kan?
Ini anggapan yang salah, i do happy with my life. Saya bahagia sekarang, tentu saja ingin menikah tapi tidak menjadi sedih karena keinginan saya belum terwujud. Makanya saya tetap happy dan ceria, kalaupun sedang sedih, bukan kegemaran saya untuk mengumbarnya.


Saking seringnya ditanya dengan 3 pertanyaan diatas, saya menggolongkan pertanyaan itu ke dalam jenis pertanyaan tidak berperasaan yang masih sopan. Sopan? Ada yang lebih parah dong? ADA.

Kamu gak mau nikah ya?
Ini pertanyaan yang menohok banget, seperti pertanyaan, "Kamu sayang gak sih sama orang tuamu?" kepada anak yang sudah jelas-jelas berbakti kepada orang tua karena rasa cintanya. Pertanyaan macam apa itu? Anak cucu Adam mana yang tidak ingin menikah? Entah kenapa terasa perih sekali saat mendengar pertanyaan itu. Waktu itu saya sedang wudhu, tidak ada angin, tidak ada hujan, tidak ada mimpi buruk di malam hari, tiba-tiba ditanya begitu, kalau sedang kumur-kumur kemungkinan kejadiannya cuma 2, saya nelen air atau yang bertanya saya sembur sepenuh hati. Saya yang seringkali santai menghadapi pertanyaan kapan nikah jadi cukup baper dengan pertanyaan itu. Ini orang habis kebentur dimana sih sampai nanyanya begitu banget??

Jangan pilih-pilih.
Ini pernyataan yang cukup menghakimi untuk saya. Maen tuduh saja. Hihi.. Lagipula apa kami sebagai perempuan tidak boleh memilih? Mau makan saja yang bertanya pasti pilih-pilih, padahal kalau tidak suka bisa beli makanan lain, lha kenapa urusan jodoh saya, calon imam seumur hidup, saya sebagai makmum tidak boleh memilih? Think before you speak!

Jangan bangga dengan kesendirianmu.
Seseorang berpesan begitu kepada saya, saya coba cerna lebih dalam, tapi nol, saya tidak mengerti kenapa diberikan kalimat itu oleh orang yang juga seumuran dengan saya dan juga belum menikah. Ini orang mau lihat saya meraung-raung sedih karena belum nikah ya? Aneh...

Credit on pic

Pertanyaan dan pernyataan di atas adalah hal yang selama ini seringkali dilontarkan kepada saya, saya cenderung menjawab dengan santai. Kalau memang pembahasan saya diatas dirasa kurang santai, ya memang saya sedang ingin membahasnya dengan sedikit menambahkan reaksi yang lebih "kuat" dari biasanya.

Pertanyaan dan pernyataan diatas sering kali ditanyakan orang sebagai basa-basi, tapi kalau kamu yang membaca adalah orang yang masih suka melayangkan pertanyaan sapu jagad dan sejenisnya, cobalah jadi orang yang lebih peka.

Kamu ada di posisi mana sampai merasa berhak bertanya seperti itu kepada orang lain?
Apa kamu yakin itu pertanyaan pertama yang didengar orang tersebut hari itu?
Apa orang yang ditanyai suka ditanya seperti itu?
Apa kamu tahu seberapa besar keinginannya untuk tidak ditanyai seperti itu lagi?
Kalau peduli kenapa harus bertanya di tempat umum dengan suara yang lantang?
Kalau peduli kenapa tidak mendoakan yang terbaik saja?
Kalau peduli kenapa harus sefrontal itu?
Kalau peduli kenapa tidak mencoba mengenalkan saya dengan seorang laki-laki soleh saja?#Eh :p
Kalau peduli berhentilah bertanya "kapan?" cukup bawakan saya "calonnya"
Saya Irly..
Terima kasih
*Efek kebanyakan nonton Stand Up Comedy*

Read more

22 Oct 2015

Pantai Nambo Momahe

Masih lanjutan dari perjalanan ke Pulau Senja yang saya tulis sebelumnya, setelah 2,5 jam kami memutuskan kembali ke darat dan segera ke Pantai Nambo, kebetulan memang sudah searah dengan jalan pulang ke rumah.


Pantai Nambo boleh dibilang adalah pantai terdekat dari kota Kendari, yah.. walaupun ada yang namanya Kendari Beach atau KeBi, tapi tetap saja yang benar-benar pantai ya yang punya pasir putih seperti Nambo ini.

Dari Kota Kendari, perjalanan ke Pantai Nambo adalah sekitar 30 menit, itupun sudah jalan santai dan tanpa macet. Waktu ke arah Nambo sih jalanan sedang dilebarkan, semoga cepat beres deh jalanannya, jadi akan semakin nyaman perjalanan ke sana.

Pantai Nambo ini adalah salah 1 pantai yang getol mengalami pembangunan, beberapa kali ke tempat ini (walaupun jarang) selalu saja ada perubahan positif, 1 saja sih yang menurut saya masih kurang, tempat memancingnya belum diberdayagunakan, kolamnya kosong melompong seperti bak sampah besar dan tentunya sudah bisa ditebak, banyak sampah di dalamnya. Entah siapa pelakunya... pffttt..

Selain jaraknya yang relatif dekat, fasilitas yang terbilang lengkap (Mushola, toilet, pedagang, taman bermain anak) dan sering diadakannya kegiatan berskala besar, yang menarik dari pantai ini adalah Landmarknya yang colourfull. Bisa dipakai untuk foto-foto. Iya bangetlah kalau yang ini ya...
Momahe adalah bahasa Tolaki yang berarti cantik

Dengan sewa masuk Rp. 5.000 per orang, kami menyempatkan diri menikmati salah satu makanan (kerang-kerangan) khas Kendari; Sate Pokea! Sate Pokea ini dijual secara berkeliling oleh pedagang di dalam lokasi pantai, biar makin maknyus (dan mengenyangkan tentunya) sate ini dijual bersamaan dengan gogos (gogos terbuat dari ketan putih yang dibungkus daun pisang kemudian dibakar). Entah kapan Gogos dan Sate Pokea ini dikawinkan, tapi memang rasanya cocok banget. Semoga Sakinah, mawaddah warrahmah deh yah #Ehh.

Gogos dan Sate Pokea
Gogosnya gak kelihatan karena memang warnanya gelap :D


Puas makan-makan, kami langsung menuju ke landmark, kebetulan saya juga belum punya foto di landmark Nambo ini *ini penting :p*. Air waktu itu sedang surut jauh dari bibir pantai, no problemo.. toh kami juga sudah puas main air di Pulau Senja. :D

  Salah 1 keuntungan air yang surut, bisa dapat spot foto yang oke. ^^

Ayo.. kapan ke Kendari?^^

Read more

19 Oct 2015

Menikmati Alam di Pulau Senja


Sabtu pagi, 9 hari yang lalu cukup riuh, sekitar pukul 6 sepupu saya menelepon dan meminta untuk menemani seorang keluarga yang datang dari Depok untuk ke tempat wisata karena dia harus ke luar kota.

Yang menjadi masalah adalah saya belum pernah sama sekali ke tempat yang ingin dituju dan tidak bisa menyetir, padahal mobil siap untuk dibawa berkeliling, sempurna sih menurut saya.. ini semacam mau nekat-nekatan lagi, walaupun menjelajahnya masih di dalam Sulawesi Tenggara juga.


Saya akhirnya menghubungi banyak nomor, sayangnya untuk urusan dadakan seperti ini bisa dipastikan tidak banyak orang yang bisa diajak apalagi dimintai tolong jasanya untuk menyetir dan ikut bersama kami. Disaat-saat seperti itu saya jadi ingin sekali belajar menyetir, biar gak kelimpungan nyariin orang.

Sampai akhirnya kami memutuskan menyewa jasa seseorang untuk menyetir, kebetulan ada tetangga di depan rumah tante, tidak asing, jadi kami juga tidak was-was, langkah terakhir saya menculik Ririn dan Kak Tuti untuk ikut, jelas saja dengan terburu-buru mereka mengikuti hipnotis saya. Iming-iming Pulau Senja terlalu menggiurkan di telinga mereka. Haha.. Menjelang pukul 11 kamipun keluar rumah. Tapi yang seru adalah dari 5 orang yang ada di dalam mobil tidak ada satupun yang pernah ke Pulau Senja.

Letak Pulau Senja
Pulau Senja ini terletak di desa Wawatu, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Entah siapa yang pertama kali merintis tempat indah ini, jempol untuk mereka, selain menambah destinasi wisata, keberadaan pulau ini (dan juga pulau Lara) tentunya membawa berkah tersendiri untuk penduduk sekitar.

Pulau ini boleh dibilang belum banyak dikunjungi bahkan oleh penduduk Sulawesi Tenggara (SulTra) sendiri, jadi kalau ditanya tempatnya dimana, jawaban ringkasnya adalah "Tidak jauh dari Pantai Nambo". Ini juga yang menjadi pedoman kami, yang penting jalan saja dulu, nanti bisa bertanya kepada warga setelah melewati Pantai Nambo. Dan sukses!!

Kurang lebih 60 menit dari Kota Kendari, akhirnya kami berhenti di dekat baliho yang dipasang warga bertuliskan "Tempat Penyeberangan ke Pulau Senja." Jembatannya terbilang masih baru dan sederhana, tapi selalu di"upgrade" untuk kenyamanan pengunjung, warga bahkan menyiapkan parkiran untuk kendaraan.

Jembatan penyebrangan ke Pulau Senja

Menaiki sebuah perahu bermotor atau yang biasa kami sebut katinting selama kurang lebih 15 menit, kami akhirnya sampai di Pulau Senja, belum juga sampai kami sudah takjub melihat pulau kecil yang bersih tersebut. Hamparan pasir putih di Pulau Senja menyapa kaki kami saat mendarat dari perahu, airnya yang bening menggoda kaki dan tangan kami untuk bermain sejenak. Tapi karena kami tiba menjelang waktu Dzuhur, kami pun memutuskan untuk makan dan shalat lebih dulu.

Makan sudah..shalat sudah.. Oke.. sekarang saatnya bermain air, berfoto dan.. memanjat batuan tajam di pinggir pantai!! ^^

Pulau sedang sepi, serasa milik sendiri..

Salah satu gazebo yang paling bagus menurut saya, sayang sekali tidak dijaga kebersihannya oleh pengunjung :(

Pulau Senja dari atas, pake rok tetap bisa memanjat lho..hoho...


Nah, dibalik foto diatas itu sebenarnya masih ada sambungan pantai lagi, kalau info dari teman sih disana ada bagian yang berlumpur, syukurlah kami hanya memanjat di batuan tajam saja, tidak nekat ke sebelah, masih nyadar, cuma cewek ber-4 tuh jangan jauh-jauh mainnya..hehe... *Trus manjat-manjat itu apa??*

Nekat girls :p

Kesimpulannya keriuhan dan kasus penculikan hari itu terbayar lunas, bukan.. bukan uang tebusannya, tapi sangat tidak disesali, saya yang kurang begitu suka ke pantai saat matahari sudah tinggi saja sampai lupa waktu, alam di Pulau Senja indah sekali, Masya Allah.. pasir putih.. air yang bening.. bikin betah. Apalagi sempat memanjat batuan tajam dan dapat foto pulau dari atas. Worth It!! ^^

Tips:
1. Sebaiknya lakukan perjalanan dengan banyak orang (rombongan) karena sedikit atau banyaknya penumpang sewa kapalnya tetap sama Rp.250.000 (PP - Besarnya kapal akan disesuaikan).
2. Persiapkan makanan dan minuman sebelum menyeberang ke pulau ini, karena tidak ada warung atau pedagang sama-sekali di dalam pulau. Ada warung makan di sekitar tempat parkir kendaraan.
3. Persiapkan obat-obatan standar seperti pembersih luka dan plester luka, asik bermain bisa membuat kehati-hatian berkurang dan ada yang terluka. *Kemarin ada pengunjung yang tergores batu*
4. Jika ingin mengganti pakaian, lakukan di darat, bisa minta tolong ganti di rumah penduduk, tidak ada tempat aman untuk mengganti pakaian di dalam pulau.
5. Jangan lupa meminta nomor HP pemilik perahu, agar saat hendak dijemput tidak kebingungan (bisa saja janjian, tapi untuk berjaga-jaga saja).

Terakhir.. Tempat ini belum dikelola oleh pihak swasta maupun pemerintah, tidak ada tempat sampah, jadi.. kalau berkunjung ke Pulau Senja ini, #bawapulangsampahmu ya kawan^^

Read more

12 Oct 2015

[Late Post] Ingat Bandung, Ingat Devi


Tulisan ini asli late post pake banget.. kejadian yang saya tuliskan ini adalah kejadian pertengahan September Tahun 2012, dan draf ini sudah selesai awal tahun 2013, entah kenapa belum juga saya posting.. tapi perasaan saya masih sama seperti judul postingan kok.

Ini sebenarnya bisa jadi seri dari postingan nekat saya yang berjudul Semarang Modal Nekaddd karena ini adalah cerita perjalanan pertama kalinya saya ke Bandung tanpa teman dan hanya modal kenalan saja, hanya saja saya ingin tetap menyimpan judulnya persis seperti itu.
***

Pagi ini nonton tayangan tentang kota Bandung, tiba-tiba teringat aktivitas jalan pagi di kompleks perumahan AURI Bandung, jalan pagi bersama adik bawel yang karna kegilaan dan restu Allah kami dipertemukan. Ya... September kemarin adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di kota Bandung. Tidak mengenal siapapun saya nekat berlibur dengan modal persetujuan Devi untuk menampung saya selama beberapa hari, pertama kali kopdar saya malah langsung merepotkan dia..*Makasih banget ya deeeekkk :* *

Tujuan utama saya sebenarnya ke Jakarta, tapi untuk saya yang jarang keluar daerah rasanya tanggung kalau hanya ke 1 kota saja, waktu itu level pusing saya memang sedang berada di stadium akhir, sejenak saya ingin rehat dari beban pikiran yang memang tidak bisa saya carikan jalan keluarnya karna kuncinya berada pada orang lain... Kegilaan saya ini didukung oleh undangan Devi yang dalam chatting sering kali menanyakan kapan saya akan mengunjunginya *Semoga gak nyesel ya dek.hihihi*.

Dan tibalah saya di daerah Pasteur, Maghrib yang sangat ramai dan padat, sesampainya saya di kostan Devi saya lalu sedikit beristirahat sambil saling ledek-ledekan dengan Devi yang sedang memasak daging sapi teriyaki, sibuknya anak ini, sebelumnya dia bahkan membuatkan puding oatmeal full susu buat saya *Makasih tapi merusak diet karna saya nambah terus :p *

Jum'at malam tiba di Bandung dan Senin pagi ke Jakarta, singkat dan padat jadwal saya di kota itu, dengan kesabaran Devi mengantarkan saya kesana-kemari, cukup berada di kota lain sudah membuat saya senang, tapi dengan full service dari Devi semuanya sangat menghibur, nonton film Mama Cake tengah malampun menjadi jalan-jalan pertama saya, filmnya bagus tapi berakhir agak seram membuat kami pulang dengan suasana lumayan horor, berjalan kaki ke kostan karna tidak dapat taxi, menghirup udara tengah malam di luar ruangan, di wilayah yang baru saya injak dengan Devi yang diselimuti parno membuat adrenalin saya berdesir kencang, ini menjadi salah satu momen menegangkan sekaligus menggelikan buat saya. Whadda great night!! hahahha...

Hari berikutnya lebih seru lagi, pertama masalah mengendarai motor, huuuhh...horor juga buat saya yang terbiasa dengan jalan sepi. Hari Sabtu itu rencana berubah total karna saya menyerah, tidak berani mengendarai motor lebih jauh ke Kawah Ratu/Ciwidey *Maafkan kakakmu ini dek..hikss* tapi kami jadi ke Butterfly Park dan De Ranch di daerah Lembang.

Devi-Angga-Amay
Baru nyadar saya dulu kalau ngambil foto jelek banget >,<

Di hari kedua ini, saya jadi kenal adik-adik baru yang sama baiknya dengan Devi hari itu, dengan bantuan Angga dan Amay kami menempuh perjalanan jauh dengan 2 motor, keinginan saya untuk wisata alampun terpenuhi walau harus pulang hujan-hujanan *Makasih ya adik-adik semua^^*.

Hari selanjutnya Devi mengajak saya bersepeda di daerah Dago, mumpung car free day..hehe. Dan kegiatan selanjutnya diisi dengan shopping dan wisata kuliner *ini mah wajib yakk :D*.

Antara hepi atau gak biasa sepedaan itu gak ketahuan sodara-sodara :p

2 hari 2 malam bersama Devi membuat saya makin bersyukur atas persaudaraan yang terjalin walau belum begitu lama ini, saya ingat bagaimana Angga tidak berhenti bertanya kenapa saya begitu berani datang ke Bandung dan percaya bahwa Devi yang saya kenal melalui blog dan selebihnya hanya berinteraksi lewat dunia maya itu adalah orang yang benar-benar tidak akan berniat jahat kepada saya *wajar sih ya..mengingat kopdar  yang diberitakan sering berujung kriminalitas* memang susah saya jelaskan, tidak heran kalau Angga terus-terusan bertanya, saya tentunya tidak akan senekat itu kalau Devi tidak lulus dalam kategori orang yang bisa saya percaya, dan bertemu langsung dengan dia jelas mempertegas semua itu. :)

Sekarang kalau lihat liputan tentang Bandung saya pasti ingat Devi si adek bawel yang sudah punya anak cantik banget diberi nama Rinjani.

So... kapan maen ke Kendari dek? Apa mesti kakak yang ke Babel dulu? :p

Eehh..ada yang bersedia menampung kalo nekat saya kambuh gak?hehe..


Read more

7 Oct 2015

Belajar Mendengarkan Dari Film I Not Stupid Too

Kalau ditanya.. "What Movie are You??" 
Akan saya jawab dengan "I Not Stupid Too"

Kenapa film itu?
Yukk.. simak cerita saya...

Film ini berlatar belakang kehidupan 3 anak laki-laki di Singapura, yang paling kecil Jerry 8 tahun, Tom dan Chengcai berumur 15 tahun, film ini mewakili kisah masa kecil saya, eh..ralat..bukan kisah masa kecil, kisah itu masih saya rasakan bahkan sampai duduk di bangku SMA. Film ini menceritakan ketiga anak yang mempunyai masalah komunikasi dengan orang tuanya, ya..seperti kisah saya dulu. Dengan tagline "Can We Talk?" film ini disajikan dengan genre komedi satir.

Sumber: http://oceannius.blogspot.com

Cerita ini bukan untuk mengungkit masa lalu, tujuan saya menuliskannya adalah agar kita bisa mengambil pelajaran dari film ini, seperti bagaimana saya mencoba belajar dari film ini dan menjadikannya inspirasi dalam berkomunikasi dengan adik-adik saya (juga kepada orang lain). Secara umum kita bisa belajar menjadi orang tua yang bijak dari film ini.

Yuk simak beberapa pesan moral yang bisa dijadikan inspirasi dari film ini:

Luangkan Waktu
Mungkin orang tua saya tidak sesibuk orang tua Tom dan Jerry di film ini, yang sampai tidak punya waktu dan rapat siang malam, sibuk mengurusi pekerjaan. Jerry kecil tumbuh dengan pemikirannya sendiri, tidak punya tempat bertanya karena kakaknya juga sibuk dengan kehidupannya sendiri. Jerry kecil bahkan rela menabung uang jajan dan menjual kartu-kartu Pokemon kesayangannya untuk membeli waktu ayahnya. :(

Belajarlah Mendengarkan
Anak-anak punya pemikirannya sendiri, entah benar atau salah. Kita yang sudah lebih dulu dewasa tidak bisa langsung menghakimi anak dengan sudut pandang dan pengalaman hidup yang sudah kita punyai. Belajarlah mendengarkan, sekonyol apapun ceritanya untuk kita, betapa tidak masuk akalnyapun cerita itu di otak kita, dengarkan dulu, tanyakan alasannya, ketahui latar belakangnya, ketahui sudut pandangnya baru kemudian diluruskan (jika memang salah) dengan kata-kata yang yang tidak menghakimi apalagi bernada omelan kepada anak.

Animasi dan cerita di film ini sering kali membuat saya dan adik-adik tertawa saat menontonnya bersama, film ini termasuk sering ditayangkan ulang di saluran TV berbahasa mandarin (sudah dengan terjemahan tentunya), tanpa banyak kata kami tertawa terpingkal-pingkal walau sudah sering menontonnya, tapi mungkin di dalam hati kami mengakui seperti itulah kami, jika diberitahu hanya masuk telinga kiri kemudian keluar telinga kanan. *Maafkan kami Mama dan Bapak.*

Disajikan dengan banyak mengambil sudut pandang anak, film ini seperti mewakili perasaan saya, that's why i love this movie!

Belajarlah Saling Memahami
Satu lagi remaja yang diceritakan di film ini adalah Chengcai, dia dan satu-satunya orang tua yang dimilikinya yaitu ayahnya sangat tidak nyambung. Chengchai sering kali dipukuli oleh ayahnya yang merasa anaknya itu tidak mau mendengarkannya, dilain sisi Chengchai merasa ayahnya tidak mengerti tentang dirinya. Salah satu adegan yang lucu tetapi juga miris adalah saat ayahnya ingin membelikannya tas baru, tapi karena tidak memiliki banyak uang, ransel yang mampu dibelinya hanyalah ransel kecil bergambar kura-kura ninja, tas anak SD!

Belum Terlambat
Film yang boleh dibilang happy ending ini juga mewakili kehidupan saya yang walaupun belum berakhir tapi sudah menemukan jawaban atas tagline diatas "Yes, let's talk" mungkin karena saya sudah lebih dewasa dan sudah mandiri jadi saya sudah lebih didengar bahkan menjadi penyambung komunikasi di rumah. Tidak lupa saya menerapkan pesan moral film ini pada adik-adik saya yang keduanya laki-laki. Alhamdulillah.. mereka bisa mempercayai saya jika ragu berbicara langsung pada orang tua, atau meminta saran jika sudah mentok berbicara dengan orang tua. Bagaimanapun berkomunikasi dengan anak adalah seni dan kita semua dalam proses belajar untuk itu.

Jika ada teman-teman yang selama ini lebih sering atau bahkan hobi nyerocos duluan sebelum mendengarkan anak, sesungguhnya belum terlambat untuk memperbaiki keadaan. Luangkan waktu untuk anak, dengarkan mereka, pahami mereka, begitupun anak, cobalah pahami orang tua yang cara pandangnya seringkali lebih jauh mempertimbangkan sesuatu dibanding kita yang belum berpengalaman.

Pesan moral dari film ini tidak hanya berlaku untuk hubungan orang tua dan anak saja, tapi juga hubungan adik-kakak seperti saya, bahkan dalam berinteraksi dalam kehidupan sosial. Dengarkan.. karena semua orang ingin didengar.. lalu hargai cerita yang sudah didengar dengan memberi masukan/saran dengan cara yang santun dan tidak menyakiti.  
"Berbeda pendapat boleh saja, tapi santunlah dalam menghadapinya. Dan ingatlah bahwa kesantunan itu tidak mengenal umur penerimanya."

"Postingan ini diikutsertakan dalam Evrinasp Second Giveaway: What Movie are You?"
 

Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...