21 Dec 2015

Satyalancana Karya Satya 10 Tahun, Sebuah Refleksi Panjang Kepatuhan Terhadap Orang Tua

"Waktu tidak hanya menyembuhkan, tapi juga menyadarkan, betapa sering sebuah hadiah terbungkus oleh kertas koran bekas tak menarik, ternyata berisi bantuan seumur hidup, mahal tak ternilai."

September, kurang lebih 2 bulan lalu surat pemberitahuan datang, surat yang berisi pemberian penghargaan kepada para pegawai yang sudah bekerja dalam kurun waktu tertentu. Saya dan Alhamdulillah seluruh teman-teman seangkatan saya juga mendapatkannya.

Saat para penerima diumumkan, tibalah nama saya disebutkan dalam sebuah rapat. Teman-teman riuh, kebanyakan tidak menyangka ternyata saya sudah bekerja selama itu. Saya? Pasang senyum manis sambil mengangkat 2 jari. Untuk pertama kalinya saya merasa "tua", bukannya apa-apa, biasanya yang menerima Karya Setyalancana Karya Satya ini, umumnya berumur kepala 3. Dan saya "curi start" haha...


Satyalancana Karya Satya adalah sebuah tanda penghargaan yang diberikan kepada pegawai negeri sipil. Penghargaan ini diberikan kepada pegawai yang dalam melaksanakan tugasnya menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran dan kedisiplinan. Saya.. masih jauh dari semua itu.

Satyalancana Karya Satya dibedakan menjadi 3 macam:
~ Satyalancana Karya Satya 10 tahun berwarna perunggu
~ Satyalancana Karya Satya 20 tahun berwarna perak
~ Satyalancana Karya Satya 30 tahun berwarna emas

Penghargaan ini bisa dicabut apabila PNS yang bersangkutan dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berupa pemberhentian dengan tidak hormat sebagai PNS. Tentunya pemberhentian tersebut ditetapkan dengan keputusan presiden setelah mendengar pertimbangan Dewan Tanda-tanda Kehormatan RI atas pimpinan instansi.

Saya harus bangga dengan adanya penghargaan ini, tidak semua pegawai bisa mendapatkannya. Ini juga bukan hanya sebuah pencapaian tapi juga sebuah refleksi jangka panjang bentuk kepatuhan terhadap orang tua. Kalau mengabaikan permintaan dan nasehat mereka, saya tidak tahu akan jadi apa saya sekarang ini.


Kita flashback sedikit ya..

11 tahun lalu, saya sangat ingin kuliah di jurusan Hubungan Internasional (HI), tapi jurusan HI belum ada di universitas negeri di Sulawesi Tenggara : Universitas Halu Oleo (UHO). Universitas terdekat adalah Unhas yang terletak di Sulawesi Selatan. Mama melarang saya merantau. Alasannya? Mama khawatir melihat pergaulan anak remaja pada masa itu (yang tentu tidak lebih mengkhawatirkan dari pergaulan jaman sekarang). Mama ingin saya tetap di Kendari agar tetap berada dalam pengawasan mereka. Saya manut, mengikuti kemauan orang tua selama tidak diminta kuliah di jurusan Matematika atau Statistik. LOL

Saya akhirnya kuliah di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, belum cukup 1 semester kuliah, akhir tahun 2004 ada penerimaan CPNS, teman-teman sibuk mendaftarkan diri, saya anteng, tidak kepikiran sama sekali. Tapi di sebuah malam Jumat yang nyaris larut, Bapak tiba-tiba memberi tahu saya bahwa ada penerimaan CPNS di sebuah Instansi, bapak bilang:

"Kata om dan tante -yang beliau temui di sebuah acara malam itu- kenapa anakmu tidak didaftarkan untuk ikut tes saja?" *Bapak mau nyuruh saya ikut tes saja halus banget caranya*
"Batas pendaftarannya kapan? Syaratnya apa saja?" Saya jawab dengan tidak antusias.
"Batasnya lusa, tapi kalau kamu mau ikut tes, semuanya biar Bapak yang urus." Bapak meyakinkan saya. *Biasanya saya dituntut mandiri oleh Bapak*
"Oke." Jawab saya masih dengan ekspresi yang datar.

Di hari Jumat yang boleh dibilang "singkat" Bapak mengurus segala kebutuhan pendaftaran: Kartu kuning (AK.1), SKCK, dan banyak dokumen lainnya berhasil disiapkan bapak, kata bapak di semua instansi pengurusan dokumen dipenuhi oleh banyak orang, tapi bapak merasa dimudahkan dalam semua pengurusannya. Kalau saya yang harus mengurus semua, mungkin saya menyerah.

Singkat cerita, saya lulus. Tanpa mengeluarkan uang orang tua selain uang pendaftaran yang waktu itu belum sampai Rp. 200.000. Sejak Februari tahun 2005 saya resmi penghapus huruf C dari status saya sebagai CPNS. Sampai sekarang saya sudah 10 tahun bekerja, bisa kuliah dengan biaya sediri. Semuanya hasil kerja keras orang tua saya, hasil mengikuti keinginan Mama yang melarang saya kuliah "di luar", hasil usaha bapak mengurus segala syarat pendaftaran. Saya sering kali membayangkan, bagaimana jika saat itu, saya ngotot kuliah "di luar", bagaimana saya bisa mengikuti tes yang tiba-tiba disarankan bapak itu? Wallahu'alam.. Semuanya rahasia Allah.SWT.

Satyalancana Karya Satya ini, untuk Mama dan Bapak.
Ini bukan apa-apa jika dibandingkan cinta dari kalian :*


26 comments:

  1. selamat Mbak Irly :)
    kepatuhan Mbak terhadap nasehat dan keinginan orang tua dibalas oleh-Nya dengan nikmat yang tak terkira :)

    ReplyDelete
  2. selamat ya mba...
    saya juga bisa cpns karena berbakti ama ortu hehe
    belom ada setahun, ikut jalur formasi umum

    ReplyDelete
  3. Selamat ya, Mbaaak :D

    Ah rejeki emang ngga ke mana yak. Berkat doa dan restu dari orang tua juga :D

    ReplyDelete
  4. selamat dan sukses mb atas penghargaan yang didapat nya, memang kalo kita berusaha dan iklas semua akan membuah hasil yang bagus :)

    ReplyDelete
  5. Selamat atas kesuksesannya. ^^ Kamu luar biasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mmm.. pernah dengar kata-kata ini dimana ya?Hehe..
      Terima kasih..^^

      Delete
  6. Replies
    1. Saya lebih terharu lagi..
      Sayang kamu gak ada namanya..huhu

      Delete
  7. ridho ortu ridho Allah..
    mbk irly pun skrg bs mndptkn penghrgaan sekece ini..
    selamat ya mbak irlu..dikau top dah ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang kece dan top itu orang tua saya Mak.. hehe

      Delete
  8. Wow.. Kamu Ruuaarrbiyaassaaaahh!!

    Mbak irly angkatan berapa ya? Sy 2004 baru kelar sma. Ckckckk.. Dah lewat 11 taun aja

    ReplyDelete
  9. Wah selamat, Mbak. Kereeeen! Benar ya kalau ridho orang tua akan selalu mempermudah langkah anaknya :)

    ReplyDelete
  10. Irly...saya terharu membaca tulisan mu ini. Selamat atas penghargaan Satyalancana Karya Satya.

    ReplyDelete
  11. selamat. saya tahun 2016 ini dapat juga untuk 10 tahun.
    sama sama tamat SMA 2004, tapi kamu lebih dulu terangkatnya jadi lebih dulu dapat 10 tahunnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh.. selamat.. berarti terangkat tahun 2006 ya? Boleh tau di instansi mana?

      Betul.. sepertinya kita seangkatan :)

      Delete

Terima kasih sudah membaca, mohon untuk tidak berkomentar sebagai Unknown atau Anonymous. Komentar dengan link hidup dan broken link akan dihapus, jadi pastikan untuk mengetik alamat blog dengan benar ya. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...