28 Nov 2016

Optimis, Bentuk Kepercayaan Kepada Tuhan

Sebelumnya saya klarifikasi terlebih dahulu. Tulisan ini adalah tanggapan atas tulisan Mbak April Hamsa yang berjudul Cara Membangun Optimisme Supaya Tetap Semangat Menjalani Hidup di website Kumpulan Emak Blogger.

Kami bertugas menanggapi tulisan tersebut, dan yang terpikir di kepala saya adalah judul di atas. Mungkin akan banyak membahas dengan latar belakang agama saya, walau saya juga yakin di agama lain, optimisme tentu diajarkan. Saya bahas dengan bernuansa Islam, sesuai dengan pengetahuan dan ranah berbicara saya. Terbayang hal lain? Abaikan..


OPTIMISTIC, a must have character
Berbicara tentang optimisme, saya meyakininya sebagai sifat dasar yang harus dimiliki oleh mahluk ciptaan-Nya. Kalau tidak ada optimisme pada diri kita, rasanya kita akan cenderung/gampang berputus asa. Saya sendiri menjadikan kepercayaan kepada Tuhan sebagai pondasi pemikiran saya.

Pengetahuan saya tentang agama mungkin masih cetek, tapi kepercayaan saya kepada Tuhanlah yang menjadi alasan saya memiliki sifat ini. Saya percaya Tuhan itu ada dan Dia akan membersamai setiap niat baik dan derap langkah saat ini, tertatih sekalipun, Ia akan mengamati setiap usaha, detail, tak alpa sedikitpun. Saya merasa beruntung lekat dengan sifat ini, saat ini dan semoga istiqomah.. Insya Allah..

Kenapa saya begitu yakin? Apa karena hidup saya yang saya rasa anteng-anteng saja? Tidak ada skandal ((SKANDAL)) besar selain kekhawatiran orang-orang terhadap umur saya yang belum juga menikah. Tidak ada yang perlu saya khawatirkan, selain keinginan-keinginan yang harus saya kontrol agar tidak melaju mendahului kebutuhan saya. Yup.. they called it gaya hidup. Godaannya besar cyintt.. dan kontrolnya ada pada diri kita sendiri

Oke.. skip ya.. sudah mulai keluar jalur pembahasan.

OPTIMISTIC, make your life easier
Optimisme bagi saya mempermudah hidup. Saya selalu percaya Allah punya rencana-Nya untuk saya. Yang terbaik, menurut-Nya, bukan menurut saya. Kita pasti sudah sangat familiar dengan ayat 216 di surah Al Baqarah ini:


Selain ayat di atas, pegangan saya agar tetap optimis adalah:


Optimis tetap khuznudzon, hidup juga akan lebih mudah.


OPTIMIS, bukan berarti bebas dari kekhawatiran
Jadi, hidup saya bebas dari khawatir dong? Haha.. tidak juga, saya tentu saja masih khawatir terlambat masuk kantor, khawatir saat listrik padamnya lama sedangkan baterai HP sudah sekarat padahal menunggu telepon penting tapi power bank juga lupa diisi ulang dayanya. Khawatir kecil-kecilanlah.. yang tidak terlalu banyak membakar lemak di tubuh. LOL

Khawatir berlebihan yang tentu saja lawan sifat dari optimis itu tidak saya pelihara. Untuk itu saya menempatkan batasan terhadap hal-hal mana saja yang boleh saya khawatirkan. Untuk hal-hal yang sudah menjadi rahasia Allah, tidak perlu dikhawatirkan selama kita sudah berusaha dan berdoa. Berbeda halnya dengan yang memang harus diusahakan dan menjadi hasil dari kerja keras kita. Kita wajib khawatir dalam batas yang wajar, sambil didorong dengan doa, usaha dan optimisme yang kuat agar segera terwujud.


So far, resep saya agar tetap optimis menjalani hidup adalah percaya bahwa Allah menjaga saya (tentu saja saya harus menjaga diri terlebih dahulu), dan untuk hal-hal yang sudah menjadi rahasia-Nya (you know what I mean, right?) saya tidak perlu banyak melepas energi untuk khawatir. Tetap optimis menjalani hidup!

Teman-teman punya resep apa agar tetap optimis? Share yuk!^^

22 comments:

  1. bingung mau komen apa, tapi kalo boleh jujur saya sepakat sama semua yang dituliskan, hihihi :)

    betul banget say, saya juga percaya rasa optimis adalah separuh dari keberhasilan hidup karena itulah kita wajib memiliki sifat ini :)

    ReplyDelete
  2. Saya sangat percaya dengan Alloh mengikuti prasangka hambanya ketika saya optimis melakukan sesuatu maka semuanya berjalan mulus namun sebaliknya yang ada saya begitu kecewa padahal yang salah saya sendiri ga yakin hehehe..

    ReplyDelete
  3. Iya, kita memang harus tetap optimis dengan tidak boleh melupakan doa dan usaha.

    Kalau aku coba untuk ikhlas dan bangkit lagi ketika mengalami gagal. Ya, memang enggak mudah melakukannya :)

    ReplyDelete
  4. Bener sekali kak ir, optimis itu kalau iman kita sudah bener2 kuat akn semua garis hidup yg diberikan Alloh ke kita sebagai hambaNya
    Jadi memandang hidup terasa akan enteng aja karena selain berpasrah jg berikhtiar dg sungguh2 sehingga ketika berada di titik paling susah pun kita akan terus merasa bersyukur

    ReplyDelete
  5. optimis itu apa ya ? kalo ada niat - melakukan, selibihnya serahkan saja pada yang maha kuasa. pokoknya saya sepakat deh dengan optimis yang di sampaikan bu irli, dah gitu aja hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, gitu aja.. Hihi..

      *Atuhlah gw dipanggil Bu.. T_T

      Delete
  6. Betul sekali, Mbak, optimis itu bukti adanya iman. Itulah mengapa, semakin kuat iman seseorang maka akan semakin terbentuk karakter sebagaimana firman Allah Swt., "Alaa inna awliyaa-aLlaahi laa khaufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun." (QS. Yuunus : 62).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah.. tambahan dari pak Ustad nih..

      Jazakallah khairan katsir ya Tadz.. :)

      Delete
  7. betul banget memang jelas banget kalo kita optimis, pasti kita bakal percaya dan berprasangka baik, bahwa sesungguhnya Allah telah memberikan kekuatan kepada kita

    ReplyDelete
  8. Kombinasi optimis dan Percaya kepada Allah termanifestasi menjadi do'a

    ReplyDelete
  9. apa diii resepku??
    huaa klo ada resep pasti ini dari kemarin sdh jadi satu postinganmi juga :(

    ReplyDelete
  10. Resepnya wajib ditanamkan di pikiran. Cocok buat saya yang hampir selalu khawatir. Padahal yang dikhawatirkan kadang tidak beralasan. Hehehehe.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca, mohon untuk tidak berkomentar sebagai Unknown atau Anonymous. Komentar dengan link hidup dan broken link akan dihapus, jadi pastikan untuk mengetik alamat blog dengan benar ya. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...