7 Oct 2015

Belajar Mendengarkan Dari Film I Not Stupid Too

Kalau ditanya.. "What Movie are You??" 
Akan saya jawab dengan "I Not Stupid Too"

Kenapa film itu?
Yukk.. simak cerita saya...

Film ini berlatar belakang kehidupan 3 anak laki-laki di Singapura, yang paling kecil Jerry 8 tahun, Tom dan Chengcai berumur 15 tahun, film ini mewakili kisah masa kecil saya, eh..ralat..bukan kisah masa kecil, kisah itu masih saya rasakan bahkan sampai duduk di bangku SMA. Film ini menceritakan ketiga anak yang mempunyai masalah komunikasi dengan orang tuanya, ya..seperti kisah saya dulu. Dengan tagline "Can We Talk?" film ini disajikan dengan genre komedi satir.

Sumber: http://oceannius.blogspot.com

Cerita ini bukan untuk mengungkit masa lalu, tujuan saya menuliskannya adalah agar kita bisa mengambil pelajaran dari film ini, seperti bagaimana saya mencoba belajar dari film ini dan menjadikannya inspirasi dalam berkomunikasi dengan adik-adik saya (juga kepada orang lain). Secara umum kita bisa belajar menjadi orang tua yang bijak dari film ini.

Yuk simak beberapa pesan moral yang bisa dijadikan inspirasi dari film ini:

Luangkan Waktu
Mungkin orang tua saya tidak sesibuk orang tua Tom dan Jerry di film ini, yang sampai tidak punya waktu dan rapat siang malam, sibuk mengurusi pekerjaan. Jerry kecil tumbuh dengan pemikirannya sendiri, tidak punya tempat bertanya karena kakaknya juga sibuk dengan kehidupannya sendiri. Jerry kecil bahkan rela menabung uang jajan dan menjual kartu-kartu Pokemon kesayangannya untuk membeli waktu ayahnya. :(

Belajarlah Mendengarkan
Anak-anak punya pemikirannya sendiri, entah benar atau salah. Kita yang sudah lebih dulu dewasa tidak bisa langsung menghakimi anak dengan sudut pandang dan pengalaman hidup yang sudah kita punyai. Belajarlah mendengarkan, sekonyol apapun ceritanya untuk kita, betapa tidak masuk akalnyapun cerita itu di otak kita, dengarkan dulu, tanyakan alasannya, ketahui latar belakangnya, ketahui sudut pandangnya baru kemudian diluruskan (jika memang salah) dengan kata-kata yang yang tidak menghakimi apalagi bernada omelan kepada anak.

Animasi dan cerita di film ini sering kali membuat saya dan adik-adik tertawa saat menontonnya bersama, film ini termasuk sering ditayangkan ulang di saluran TV berbahasa mandarin (sudah dengan terjemahan tentunya), tanpa banyak kata kami tertawa terpingkal-pingkal walau sudah sering menontonnya, tapi mungkin di dalam hati kami mengakui seperti itulah kami, jika diberitahu hanya masuk telinga kiri kemudian keluar telinga kanan. *Maafkan kami Mama dan Bapak.*

Disajikan dengan banyak mengambil sudut pandang anak, film ini seperti mewakili perasaan saya, that's why i love this movie!

Belajarlah Saling Memahami
Satu lagi remaja yang diceritakan di film ini adalah Chengcai, dia dan satu-satunya orang tua yang dimilikinya yaitu ayahnya sangat tidak nyambung. Chengchai sering kali dipukuli oleh ayahnya yang merasa anaknya itu tidak mau mendengarkannya, dilain sisi Chengchai merasa ayahnya tidak mengerti tentang dirinya. Salah satu adegan yang lucu tetapi juga miris adalah saat ayahnya ingin membelikannya tas baru, tapi karena tidak memiliki banyak uang, ransel yang mampu dibelinya hanyalah ransel kecil bergambar kura-kura ninja, tas anak SD!

Belum Terlambat
Film yang boleh dibilang happy ending ini juga mewakili kehidupan saya yang walaupun belum berakhir tapi sudah menemukan jawaban atas tagline diatas "Yes, let's talk" mungkin karena saya sudah lebih dewasa dan sudah mandiri jadi saya sudah lebih didengar bahkan menjadi penyambung komunikasi di rumah. Tidak lupa saya menerapkan pesan moral film ini pada adik-adik saya yang keduanya laki-laki. Alhamdulillah.. mereka bisa mempercayai saya jika ragu berbicara langsung pada orang tua, atau meminta saran jika sudah mentok berbicara dengan orang tua. Bagaimanapun berkomunikasi dengan anak adalah seni dan kita semua dalam proses belajar untuk itu.

Jika ada teman-teman yang selama ini lebih sering atau bahkan hobi nyerocos duluan sebelum mendengarkan anak, sesungguhnya belum terlambat untuk memperbaiki keadaan. Luangkan waktu untuk anak, dengarkan mereka, pahami mereka, begitupun anak, cobalah pahami orang tua yang cara pandangnya seringkali lebih jauh mempertimbangkan sesuatu dibanding kita yang belum berpengalaman.

Pesan moral dari film ini tidak hanya berlaku untuk hubungan orang tua dan anak saja, tapi juga hubungan adik-kakak seperti saya, bahkan dalam berinteraksi dalam kehidupan sosial. Dengarkan.. karena semua orang ingin didengar.. lalu hargai cerita yang sudah didengar dengan memberi masukan/saran dengan cara yang santun dan tidak menyakiti.  
"Berbeda pendapat boleh saja, tapi santunlah dalam menghadapinya. Dan ingatlah bahwa kesantunan itu tidak mengenal umur penerimanya."

"Postingan ini diikutsertakan dalam Evrinasp Second Giveaway: What Movie are You?"
 

42 comments:

  1. film yang paling saya suka dan sering saya tayangkan dlm pembelajaran di kelas agar anak-anak tidak jenuh. ternyata anak-anak merasa terwakili oleh film ini, tak putus diskusi jika membahas pesan yang bisa kita ambil dari film ini. TOP BGT dech....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah.. gurunya keren nih, media belajarnya menurut saya tepat.. murid-muridnya beruntung dapat guru seperti Mbak (y)

      Delete
  2. dari masa lalu kita bisa belajar, hal mana yang harus diperbaiki saat ini dan kedepannya ya

    ReplyDelete
  3. nonton ini beberapa kali masih mewek aja. selain mengkritik orang tua yang tidak meluangkan waktu untuk anak, film ini juga mengajarkan tentang pengorbanan orang tua yang kadang tidak kita sadari (kasus orang tua chengcai yang membuat surat agar anaknya diterima di sekolah, padahal dia buta huruf).

    ReplyDelete
  4. Saya juga suka dengan film ini, bahkan masih tersimpan di komputer dan sering saya putar ulang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mas, saya juga masih sering nonton ulang.

      Delete
  5. wah banyak pesan moralnya ya
    bagus buat ditonton :)

    ReplyDelete
  6. keren nih filmnya, banyak pesan moral. kudu nonton ini mah :D

    ReplyDelete
  7. Every good conversation start with good listening ya. Pesan moralnya bagus, harus nonton sih ini mah :)

    ReplyDelete
  8. filmnya keren mba, kalau di youtube ada enggak yaa film yang kayak gini..
    kalimat yang terakhirnya bagus mba :)

    ReplyDelete
  9. Saya belum pernah nonton film ini mbak. Boleh deh ntar nyari dulu ke temen.

    ReplyDelete
  10. banyak pesan moral yang bagus ya :') wajib ditonton ini berarti filmnya :)

    ReplyDelete
  11. mbaakk ini sarat pesan banget yah filmnya. akuu penasaran jadi pengen nonton. btw suka banget sama quote terakhirnya.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbak, nonton deh.. kece orang tua yang mau terapin pesan moral dari film-film ini.

      Delete
  12. terkesan sangat dari pesan moral yang disampaikan pada film i not stupid ini, mudah di pahami dan pastinya sampai ke hati pemirsanya..

    sebab itu ijin follow blognya, bolehkan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siippp... boleh Mas, terima kasih..
      Insya Allah saya follback setelah ketemu PC ya :)

      Delete
  13. Irlyyy...
    Keren banget ini kayaknya filmnya, harus segera ditonton ini mah..

    Aku puuun, sekarang lagi belajar banget untuk bisa lebih mendengar, apalagi sekarang Kayla udah mau masuk ke masa ABG Lyy, usia sulit gitu laaah...
    Duh, aku jadi galau hiks...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nonton sendiri dulu trus nonton ulang bareng Kayla dan Fathir Teh ;)
      Semoga Teh Erry berhasil menghadapi usia sulitnya Kayla ya.^^

      Delete
  14. Film yang penuh dengan pembelajaran, baik itu untuk orang tua, anak dan guru. :)

    ReplyDelete
  15. belajar saling memahami ya, mak. film yang ngena banget deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau bisa saling memahami Insya Allah adem :)

      Delete
  16. kok belum nemu film ini di TV ya mbak...
    saya juga berusaha mendengarkan kisah anak saya yang kadang ngalor ngidul, kalau sy nggak konsen dia protes... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. TV Indonesia kayaknya cuma pernah beberapa kali (kalau gak salah ingat), di youtube ada. Hihi.. ibunya pasti nyambi kerja apaa gitu ya, si adik gak mau terbagi perhatian ibunya, harus fokus ke dia aja. ^^

      Delete
  17. belum pernah nonton, kasihan yak, hiks..
    nyarik ah di youtube, penasaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. gak pake kasihan juga sih..
      Buruan nonton Mak'e Ken ^^

      Delete
  18. film jadul tapi keren banget nih mbak
    belajar jadi orang yang baik

    ReplyDelete
  19. baiklah mbak, terimakasih atas masukkannya, saya sepertinya kurang meluangkan waktu untuk Alfi dan kurang mendengarkan pula, terimakasih ya atas partisipasinya

    ReplyDelete
  20. film ini bs diambil pelajaran, terutama bagi ortu. betapa pentingnya waktu, kasih sayang dan perhatian untuk anak utk membentuk karakter dan pendampingan utk mrk

    ReplyDelete
  21. Apakah film ini pernah tayang di TV Indonesia? Tahun berapa? Boleh tolong bantu mencarikan channel TV-nya? Tolong ya :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca, mohon untuk tidak berkomentar sebagai Unknown atau Anonymous. Komentar dengan link hidup dan broken link akan dihapus, jadi pastikan untuk mengetik alamat blog dengan benar ya. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...