1 Jul 2015

Analogi Hati

"Hati semestinya seperti lautan yang bening, dengan keluasannya ia akan bertindak baik dan dengan kebeningannya ia akan dapat digunakan bercermin. - Irly"



Hati Ibarat Cermin
Hati yang dianalogikan sebagai cermin sudah sangat umum kita dengarkan, begitupun maksud dari diberikannya analogi tersebut. Kita manusia diharapkan selalu menjaga kesucian hati, karena segala perbuatan kita, baik maupun buruknya dianggap sebagai cerminan/pantulan dari keadaan hati kita. 

Jika perbuatan kita buruk maka secara otomatis hati kita akan dianggap kotor, begitupun sebaliknya jika perilaku kita baik maka hati kita akan dianggap baik/bersih. Sudah bukan rahasia dan tentunya bukan rahasia juga bahwa menjaga kebersihan hati sesungguhnya bukan hal yang mudah dilakukan mengingat jaman sekarang berbuat dosa itu sangat mudah.

Hati Ibarat Wadah
Selain sebagai Cermin, Hati juga dianalogikan sebagai wadah. Jika cermin cenderung kepada bagaimana kita bersikap kepada orang lain, hati sebagai wadah diartikan dengan bagaimana orang lain/lingkungan sekitar bisa mempengaruhi atau berdampak kepada kita.

Contoh: 
1 bungkus racun dituangkan kedalam segelas air mineral lalu diaduk, racun itu kemungkinan akan bereaksi dengan sangat cepat dan membunuh peminumnya. Tapi 1 bungkus racun itu efeknya akan berbeda jika dituangkan ke sungai atau lautan. Mungkin akan membuat sakit perut bagi yang meminum tapi tidak akan membunuhnya.

Semakin luas hati kita, maka akan semakin kecil kemungkinan hati kita terpengaruh oleh hal-hal buruk yang masuk pada diri kita.

Semakin luas hati kita, tidak akan mudah kita terpengaruh oleh hal-hal buruk yang mungkin mampir menguji kita.

Semakin luas hati kita, semakin luas juga ruang pemakluman yang kita berikan kepada orang yang mungkin menyakiti hati kita, sengaja ataupun tidak sengaja perlakuannya, hati kita sudah terlanjur luas untuk bisa dicemari oleh efek buruk yang mungkin bisa timbul.

Maka karena luasnya hati kita, seburuk apapun kita diperlakukan, kita tetap membalasnya dengan kebaikan.

***
Tak ada yang sempurna, tapi Allah Maha Sempurna. Jangan mengecilkan-Nya dengan meremehkan hati yang telah Allah berikan, Hati yang terlahir bening nan luas itu, milik kita sejak awal.

*Pengingat untuk saya sendiri*
Sumber Inspirasi: Ceramah Ramadhan Kantor

47 comments:

  1. Wah, dalem. Saya masih sering masukin ke hati, omongan2 orang. Tapi dari situ saya banyak belajar, jadi bahan introspeksi. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kata pak Ustad sih, jangan dimasukkan sampai ke hati, cukup sampai di kantong saja biar gampang dikeluarin/dibuangnya :)

      Delete
  2. Bicara soal hati, yaaa kadang kita sendiri sering mempunyai penyakit pada hati yaaa seperti iri hati ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itulah..jaman sekarang tuh gampang banget buat bikin dosa, jadi kita semua harus hati-hati...

      Delete
  3. dalem banget kata-katanya :)
    bisa bikin orang lain jadi tau tentang hati :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diresapin yaaa.. *ini pake istilah sumur semua nih...hihi...

      Delete
  4. cerita tentang hati saya g bisa ngomong apa-apa :D

    ReplyDelete
  5. Irlyyyy...
    Filosofis sekaliii postinganmuuu...

    Tapi kalo dikaitkan dengan Lee Min Ho..
    Hati aku tuh bagaikan telor orak arik yang seenaknya aja dicampur aduk dengan serokan...pedih tauk!
    *mulai aneh komen nya*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha..dapet aja kaitannya..ikhlasin..ikhlasin...

      Delete
  6. Mari menjaga hati agar tetap bening dan suci seperti lautan maupun sungai.

    ReplyDelete
  7. Gegara baca komen teh ery..jd lufa mau komen apa aku mbak...*salahin teh ery.. :)

    ReplyDelete
  8. Quote paling atas makjelb banget Maakk. Nice

    ReplyDelete
  9. kalo kata lagu mah jangalah hati jangan dinodai, jagalah hati cahaya ilahi

    ReplyDelete
  10. ahhhh saya suka ibarat hati itu wadah, benar banget ya kalo hati kita sempit otomatis akan sulit menetralisir keburukan

    ReplyDelete
  11. Replies
    1. Bacanya gak sambil minum kan? Hehe...

      Terima kasih :)

      Delete
  12. lautan banyak menyimpan misteri,
    begitu juga dengan hati,
    misteri hati akan membuat kita ngeri,
    kalau kita tidak tahu siapa diri kita sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hati bening itu milikmu
      Pun begitu dengan hati yang luas
      Kenali diri dan penciptamu
      Dunia akhirat pasti sukses

      Hadoh..kepancing nih, jadi balasnya pake pantun juga :D

      Delete
  13. menjaga kebersihan hati memang hal yang tidak mudah dilakukan

    ReplyDelete
  14. pengandaiannya kereeen :D .. ada racun segala .. jadi bisa dibayangkan

    ReplyDelete
  15. analogi yang keren. hati dan lautan, hmm. yak... setuju deh sama yang ibarat cermin :))

    ReplyDelete
  16. sepertinya hati itu butuh aqua, kasian udah berenang dilaut, mungkin dia sudah lelah dengan racun dan butuh minum susu.

    ReplyDelete
  17. Hello,
    Ini adalah untuk memaklumkan kepada orang ramai bahawa Puan, BRENDA HARAPAN pemberi pinjaman pinjaman peribadi mempunyai membuka peluang kewangan untuk semua orang yang memerlukan apa-apa bantuan kewangan. Kami memberi pinjaman pada kadar 2% kadar faedah kepada individu, syarikat dan syarikat-syarikat di bawah syarat-syarat yang jelas dan mudah difahami dan keadaan Dari
    $ 20.000 untuk $ 7000000 USD, Euro Dan Pounds Sahaja. Saya memberi Pinjaman Perniagaan,
    Pinjaman Peribadi, Pinjaman Pelajar, Pinjaman Kereta Dan Pinjaman Untuk Bayar Off Bil. hubungi kami hari ini melalui e-mel di: (brendahope816@gmail.com)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca, mohon untuk tidak berkomentar sebagai Unknown atau Anonymous. Komentar dengan link hidup dan broken link akan dihapus, jadi pastikan untuk mengetik alamat blog dengan benar ya.

Untuk teman-teman yang mencari kontak saya tapi membaca melalui HP, silakan klik versi website, bisa dilihat laman kontak, atau menghubungi melalui sosial media yang tertera di sebelah kanan tampilan blog.

Jangan lupa difollow yaa.. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...