28 Jan 2017

Beberapa Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum ke Wakatobi

Minggu ini sebenarnya saya sudah memenuhi seluruh kewajiban menulis saya, sesuai jadwal. Senin Sosial sudah ada tulisan 3 Foto Instagram Paling Berkesan, Rabu Review sudah ada tulisan Aplikasi yang Wajib dimiliki Bloger dan Kamis Puitis sudah saya isi dengan Puisi bebas dengan judul Rasa yang Tertinggal.

Tapi karena awal tahun ini saya ikut mendaftarkan diri dalam komunitas 1 Minggu 1 Cerita, saya pun akhirnya punya utang menulis lagi. Kebetulan saja Minggu ini ada tema yang diberikan oleh admin. Tema tersebut adalah "Kampung Halamanku Juga Seru" Sebuah tema yang mengajak para bloger untuk menulis tentang kampung halamannya. Sekaligus lebih memperkenalkan daerah masing-masing dihadapan para pembacanya. Bagus kan ya?

Tapi saya bingung, apa yang harus saya tuliskan tentang kampung saya? Lahirpun saya di Kendari, saya hanya sesekali pulang berlebaran, menghadiri acara keluarga ataupun tugas kantor. Saya merasa tidak mengetahui banyak hal dari kampung halaman saya. Tapi karena ini wajib dan saya tidak boleh kehabisan ide, maka saya memutuskan menulis apa saja yang terlintas dipikiran saya, yang mungkin akan bermanfaat sebagai info sebelum mengunjungi Wakatobi.


Wakatobi - Sulawesi Tenggara- Indonesia!!
Wakatobi, sebuah Kabupaten yang justru lebih terkenal dari Kendari, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Bukan tanpa alasan saya berkata seperti ini, jika ada yang menanyakan asal saya dari mana, reaksi berbeda akan saya terima. Jika menjawab Wakatobi, jawaban pertama yang akan saya terima adalah "Oohh" sedangkan jika menjawab Kendari biasanya akan dijawab "Kendari? Dimana tuh?." :D

Tidak heran memang, Wakatobi sudah terkenal sebagai salah satu surga bawah laut yang dimiliki Indonesia, juga menjadi salah 1 destinasi wisata yang diberi label sebagai "New Bali". Oh ya.. ada lagi.. Taman nasionalnya juga ada pada cetakan uang Rp.10.000 yang baru. :D

Sedih juga sih ya.. Ibu Kota Provinsi malah belum banyak dikenal, padahal yang mengetahui Wakatobi belum tentu tahu juga bahwa kampung halaman saya itu berada di Sulawesi Tenggara. Yah.. kalau di luar negeri seperti Bali dan Indonesialah perbandingannya, mereka lebih mengetahui Bali dibanding Indonesia. Hehe..

Wakatobi Secara Geografis
Sampai saat ini, saya masih menemukan teman yang belum mengetahui bahwa Wakatobi itu adalah singkatan dari kecamatan-kecamatan yang ada di dalam wilayah administratifnya. Begitupun dengan pemahaman mereka tentang kondisi geografisnya. Kecuali yang mungkin sudah mencari tahu tentang Wakatobi secara mendalam atau pernah berkunjung langsung ke Wakatobi.

Mari saya ceritakan..

Wakatobi adalah singkatan dari:
WA = Wanci
KA = Kaledupa
TO = Tomia
BI = Binongko

Keempatnya adalah nama kecamatan yang terpisah oleh lautan dan harus dijangkau dengan alat transportasi laut. Artinya, jika datang ke Wakatobi tidak berarti pengunjung langsung akan berada dalam 1 daratan. Begitupun dengan lokasi wisata yang tersebar di beberapa titik di kecamatan. Jadi kalau mau berwisata ke Wakatobi, pastikan teman-teman sudah tahu hendak mengunjungi tempat wisata yang mana.


Mau menyelam untuk menikmati keindahan bawah laut? Di sekitaran resort atau pantai bisa di Wanci saja. Kalau ingin ke pulau Hoga, umumnya pengunjung akan mulai menyeberang dari Kaledupa agar lebih efektif dan efisien perjalanannya. Belum lagi jika ingin ke Tomia dan Binongko dengan keunikan wisatanya masing-masing. ;)

Sinyal dan Listrik di Wakatobi
Mungkin pengunjung akan berasal dari kota besar yang bebas memilih ingin menggunakan provider mana saja. Tapi untuk Wakatobi, sampai saat ini sinyal yang bisa dimanfaatkan adalah dari provider Telk*msel dan Ind*sat saja. Saya pernah datang dengan paket data yang siap tempur dari X*, tapi ternyata tidak tersedia di sana. *Gagal Eksis :p. Oh ya, Kekuatan sinyal juga masih mengandalkan jaringan 3G, menurut pengakuan seorang teman, jaringan 4G masih timbul tenggelam di Wanci.

Untuk listrik sendiri terdapat perbedaan waktu ketersediaan antar kecamatan. Di Wanci dan Tomia, sumber daya listrik sudah tersedia selama 24 jam, sedangkan di Kaledupa dan Binongko listrik hanya tersedia hanya selama 11 jam saja yaitu pukul 16.00 - 05.00. Pada hari minggu ada bonus listrik yang akan tersedia pada pukul 9.00 - 12.00 lalu kemudian padam lagi (CMIIW).

Jadi, kalau berencana ke daerah yang tidak dialiri listrik 24 jam, pastikan membawa power bank agar tidak mati gaya ya.. Semoga secepatnya seluruh Wakatobi bisa mendapatkan aliran listrik selam 24 jam. Hal ini tentunya tidak hanya akan menyenangkan para pengunjung, tapi juga penduduk di Wakatobi.

Pastikan Anda Mencicipi Makanan Tradisional Wakatobi
Makanan di kota besar relatif mudah dicari jika ingin dikonsumsi, tapi makanan tradisional umumnya bisa didapatkan di daerah asalnya saja. Jangan lewatkan makanan khas seperti:

1. Kasuami
Kasuami ini terbuat dari singkong (di Sulawesi umunya disebut ubi) yang di parut lalu dikukus dengan cetakan dari daun kelapa yang berbentuk kerucut. Ada juga Kasuami ni Pepe yang berbentuk pipih, sedikit berminyak dengan topping bawang goreng di tengahnya. Ya ampun, saya ngiler sendiri. :D

Kasuami ini umumnya dikonsumsi bersama olahan ikan seperti parende, ikan bakar, perangi, simbuku ataupun makanan laut lainnya. Dimakan hangat-hangat enak sekali!^^

2. Kenta Perangi
Jenis makanan yang satu ini harus teman-teman coba! Bahkan di Kendaripun tidak tersedia di rumah makan manapun. Kenta yang berarti ikan ini sudah menunjukkan bahwa yang digunakan untuk Kenta Perangi ini tidak dari sembarang jenis ikan, harus ikan batu yang segar dan langsung dicincang untuk kemudian diberikan perasan jeruk nipis, garam dan irisan bawang merah. Lalu dimasak? Nope! Sudah siap dimakan! Berani? Haha..

3. Simbuku
Simbuku adalah gurita yang dipotong-potong kecil, lalu dimasak dengan menggunakan rempah dan asam kemudian disajikan dengan kuah kental, rasanya yang asam enak sekali jika dimakan dengan nasi maupun kasuami.

Ah.. menulis makanan-makanan ini bikin saya ikutan ngiler. LOL. Selain 3 jenis makanan di atas, masih ada Ndafu-ndafu, Kukure, Lesi-lesi, Topulu, Kano dan Opa. Untuk cemilan teman-teman bisa mencoba Karasi dan Senga-senga berkunjung ke Wakatobi.

Yang pasti, segala jenis makanan laut akan disajikan segar karena Wakatobi memang daerah laut, bahkan ikan yang dibakar tanpa menggunakan bumbupun akan terasa manis, karena seperti itulah rasa aslinya.

Dan karena saya sudah ngiler berat, sepertinya saya harus menyelesaikan artikel yang sebenarnya tidak hanya untuk memenuhi kewajiban menulis saya di 1 Minggu 1 Cerita saja. Mengetik tema ini juga membuat saya rindu kampung halaman dan ingin tahu lebih banyak lagi tentang kampung halaman yang terakhir saya kunjungi tahun 2015 lalu itu.
Mmm.. Yakin gak mau ke Wakatobi?

Semoga suatu saat bisa menulis lebih banyak lagi tentang kampung halaman dan tentu saja saya berharap semoga tulisan ini bermanfaat. Yuk ke Wakatobi! :)


27 comments:

  1. Kta teman2ku, pemandangan di Wakatobi indah. :D Pengen deh bisa berkunjung ke sana. :)

    ReplyDelete
  2. Terpesona sama pemandangan bawah lautnya. Indah betul.

    ReplyDelete
  3. jangankan di wanci say, di Bau-Bau saja sinyal 4g masih timbul tenggelam :D

    adeku juga ada yg tugas di Wakatobi tapi dia di binongko :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kendari punnn ! Haha..

      Jauhnya tugas adek'ta Kak :o

      Delete
  4. Dulu pernah punya teman dari wakatobi. Kalau cerita tentang daerahnya itu bikin ngiri. Keren sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. kalau bicara tentang keindahan bawah lautnya Wakatobi jelas unggul .^^

      Delete
  5. wisata kuliner di wakatobi mah pasti ya, bikin penasaran. Wah! itu saya pake si provider X itu lagi.. hahaha, gak dapet sinyal deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. nanti kalau ke Wakatobi semoga sudah oke jaringannya yaa :)

      Delete
  6. Cobak ngak melewati pulau pasti saya berkunjung ke sana. Indonesia memang keren,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lewat pulau juga tak mengapa, Mas. Siapa tahu ada rejekinya ke Wakatobi. :)

      Delete
  7. wah ini wakatobi banyak dibicarakan di dunia maya jadi pingin ke sana juga

    ReplyDelete
  8. Thanks infonya ya...jadi makin pengen ke Wakatobi :) -Tatat-

    ReplyDelete
  9. #1minggu1cerita
    Seru membaca kampung halamannya masing-masing.
    Masuk ke wish list buat dikunjungi nih

    ReplyDelete
  10. Baru tahu bahwa Wakatobi itu singkatan. Hehe. Btw, sama juga yak di Papua juga untuk provider yang menguasai adalah salah satu yang disebut di atas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kan.. Warga Sultra saja belum tentu semuanya tahu Mba :D

      Delete
  11. keren banget mbaa :) holiday ini pengin kesana ah ... hehe

    ReplyDelete
  12. Noted, semmoga bisa ke Sultra. Sering denger keindahan sultra dari temen-temenku yang orang Bau Bau :D

    ReplyDelete
  13. wih, wakotobi kapan bisa kesana pasti jauh ya mbak saya dari jawa timur kalau ke wakoatobi.. :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca, mohon untuk tidak berkomentar sebagai Unknown atau Anonymous. Komentar dengan link hidup dan broken link akan dihapus, jadi pastikan untuk mengetik alamat blog dengan benar ya. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...