26 Jan 2017

Rasa yang Tertinggal

Kata telah terucap
Terangkai menjadi satu dalam kalimat
Telinga mendengar dengan jelas
Hati mencerna mencipta rasa

Pernahkah kau timbang lagi?
Rasa apa yang kau timbulkan dari ucapmu?
Senyum bisa terlihat jelas
Tapi takkan terlihat lukanya hati walau telah teriris

Kau mungkin telah lupa rasanya
Bahkan lupa dengan rangkaian kata
Kau mungkin tak pernah tahu lukanya hati
Bahkan tak pernah merasa melukai

Pilih diksimu
Timbang lagi akibatnya
Pilih kalimatmu
Timbang lagi rasanya

Hati-hati berkata-kata
Hati-hati bertindak-tanduk
Hati-hati menjejak rasa
Agar tak terluka hati tertusuk
Kendari, 05.39 AM
05 Mei 2016

Terinspirasi dari kisah sahabat, juga pengingat untuk diri saya sendiri dan pembaca.
Mari lebih berhati-hati dalam berkata dan bertindak, kita bisa jadi takkkan tahu siapa yang kita lukai dari kata-kata atau perbuatan kita, bahkan kata maaf yang diucapkan setiap tahun itu takkan mampu mengurangi sedikit saja sakit hati yang kita timbulkan.

9 comments:

  1. kata memang bisa menghibur orang, juga bisa menyakiti. kata seperti pisau tergantung pemakainya itulah kata hehehehe.

    ReplyDelete
  2. Makasih sudah diingatkan say, saya nih masih sering mengucap kata yg melukai :(

    ReplyDelete
  3. Makin ke sini saya memang makin menjaga mulut dan jari deh, karena rasanya diusik itu memang ga asyik.

    ReplyDelete
  4. judulnya seperti lagu ST 12. Rasa yang tertinggal. :D

    ReplyDelete
  5. Kata rasa yang tertinggal, judulnya seperti mengingat sahabat.

    ReplyDelete
  6. hati semakin tersentuh setelah saya membaca syair tersebut,

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca, mohon untuk tidak berkomentar sebagai Unknown atau Anonymous. Komentar dengan link hidup dan broken link akan dihapus, jadi pastikan untuk mengetik alamat blog dengan benar ya. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...