7 Aug 2017

Memilih yang Terbaik diantara yang Terburuk, Keguguran atau ...

Menulis itu menyembuhkan. Hal ini banyak diamini oleh teman-teman yang suka menulis. Saat ada hal menyakitkan yang terjadi, bagi yang suka menulis, hal itu akan membantunya menyalurkan sakit itu keluar dari tubuhnya, dari perasaannya.

Tulisan ini mungkin bagian dari upaya saya untuk menyembuhkan diri. Bukan karena tak punya media lain, tapi entah kenapa dengan menulis perasaan di dalam hati bisa dengan gamblang dikeluarkan, walau bisa jadi ada beberapa hal yang disamarkan.

Tanggal 20 Juli yang lalu Abang berulang tahun, mari lewatkan kejutan-kejutan yang saya siapkan untuknya. Mungkin nanti akan saya ceritakan dengan mood yang lebih baik karena disaat yang bersamaan saya sakit.


Saya mengalami anyang-anyangan, saya yang saat itu bertugas sebagai panitia pelatihan di hotelpun harus meminta izin karena sakit yang tidak tertahan dengan aktivitas ke kamar mandi yang sangat rutin. Tidak berdiam diri, saya langsung memeriksakan diri ke dokter kandungan karena "diagnosa" dari mbah google saya mengalami ISK bawah. Pipispun harus saya sertai dengan dahi yang berkerut dan meringis yang ditahan.

Sesampainya di ruang pemeriksaan saya di-USG dan diminta untuk melakukan tes di laboratorium rumah sakit. Hasilnya saya memang positif ISK dan saya dinyatakan hamil walau dengan garis kedua yang masih agak samar.

Diam-diam Berbahagia
Saya hamil! It will be a best gift ever for Abang, tapi seperti biasa saya tidak ingin sesumbar. Tidak seorangpun (kecuali narasumber tempat saya nanya dokter :* ) saya beritahu mengenai hasil tes waktu itu. Biarkan semuanya lebih pasti dipemeriksaan kedua, tanggal 4 Agustus, sesuai jadwal kontrol dari dokter.


Waktu berjalan, sekalipun menahan diri untuk tidak over excited saya bergerak dan mengkonsumsi makanan dengan lebih hati-hati. Alhamdulillah perlahan ISK hilang seiring dengan obat yang saya konsumsi 2 hari sekali.

Beberapa hari kemudian saya sadar, saya sudah telat haid 4 hari, keyakinan saya jelas bertambah, cici-ciri (tidak pasti) kehamilan juga ikut muncul satu per satu. Mama akhirnya saya beritahu dengan catatan ini belum pasti, begitupun Abang yang memberi kejutan pulang tanpa saya sangka.  Sedangkan Mama saya yang satunya lagi (mertua) akan saya beritahu sepulang saya dari dokter 4 Agustus nanti. Kami diam-diam berbahagia.

Tanggal 27 Juli pelatihan selesai, tugas panjang di hotel juga berakhir, saya bisa beristirahat. Besoknya berkantor seperti biasa dan sepulangnya dari kantor saya sempatkan singgah sebentar di rumah Kendari Permai (KP).

Sabtu saya habiskan dengan leyeh-leyeh setelah mencuci, tapi saat Maghrib saya cukup kaget karena ada flek. Hal itu tidak membuat saya khawatir karena tidak ada rasa sakit yang saya rasakan. Keesokan harinya ada flek lagi, saya mulai cemas awalnya, tapi akhirnya tenang juga. Toh dokterpun tidak praktek di hari Minggu.

Saya mulai banyak mencari info melalui artikel dan bertanya kepada teman. Akhirnya saya putuskan untuk ke dokter saja hari Senin 31 Juli jika masih ada flek juga. Benar saja, fleknya semakin banyak walau tidak ada rasa sakit dan bau darah.

Twisted story: Memilih yang Terbaik diantara yang Terburuk
Seperti kebanyakan orang saya tentu berharap janin berusia 5 minggu 2 hari di kandungan saya tidak apa-apa, sehat wal afiat. Tapi hasil pemeriksaan dokter membawa pilihan lain...

"Kalau saya, mending ini keguguran dari pada hamil di luar kandungan. Soalnya kalau hamil di luar kandungan harus operasi." Terang dokter setelah melakukan Test pack, USG dan tidak melihat kantong kehamilan di dalam rahim saya.

Deg!

Ibarat film, ini adalah sebuah twisted story yang benar-benar mengejutkan. Perasaan saya campur aduk, antara kecewa atau ikut mengaminkan harapan dari dokter. Saking campur aduknya perasaan mungkin saya bisa ekting tegar. Like there is nothing happened, entah Mama yang menemani saya waktu itu beranggapan apa, tahu anaknya ekting tegar atau bingung dengan anaknya yang (perasaan saya nih ya) terlihat tenang.

Sesuai saran dokter saya diminta cek darah BHCG, Beta HCG. HCG atau Human Chorionic Gonadotropin adalah sebuah hormon yang diproduksi oleh indung telur di awal masa kehamilan. Kata dokter, jika nanti hasilnya tinggi maka besar kemungkinan saya hamil di luar kandungan (soalnya waktu USG ada bentukan lonjong yang dicurigai di luar kandungan). Duh ya.. Allah menunjukkan kecanggihannya lagi, yang tidak saya inginkan diubahNya menjadi hal yang saya inginkan, tidak ada pilihan lain. Saya merenungi ini sepanjang perjalanan.

Masih dihari yang sama, malamnya saya mulai pendarahan, sudah tidak ada keraguan lagi, saya menggunakan pembalut agar merasa aman. Jadwal kontrol saya berikutnya adalah saat hasil tes BHCG keluar, 2 hari lagi. Saya tahu yang saya alami adalah keguguran, tapi bayangan hamil di luar kandungan membuat saya harus memilih dan berdoa agar mendapatkan yang terbaik diantara yang terburuk.

Baca juga : Premarital Check Up, Pemeriksaan Kesehatan untuk Calon Pengantin

Jangan tanyakan rasa sakit selama pendarahan terjadi. Saya yang jarang mengalami keluhan nyeri atau sakit selama datang bulan harus merasakan nyeri di perut dan pinggang selama 3 hari, tanpa obat pereda nyeri apapun. Sakitnya yang kambuhan membuat saya memilih berkantor, belum banyak yang tahu saya pernah hamil apalagi keguguran.

Hari kontrolpun tiba, harap-harap cemas saya mengantri bersama Mama, hasil tes di tangan, saya kembali harus USG. Hasilnya saya keguguran. Diantara rasa bersalah pada calon anak pertama kami, saya dan Abang diujung telepon mengucap Alhamdulillah, Mama dan dokterpun ikut senang. Saya diberi obat penggugur kandungan.

Efek Samping Obat
Saya diberi obat untuk 10 hari dengan aturan 2x minum dalam sehari. Menurut dokter sakitnya akan lebih terasa dari yang sudah saya rasakan. Wah, tidak terbayang sakitnya seperti apa, saya diberi surat sakit agar bisa beristirahat, mulai tanggal 3 sampai tanggal 11 Agustus. Tapi sampai tulisan ini terbit surat itu belum saya gunakan. For many reason..

Entahlah, saya lebih senang berkantor ketimbang merasakan sakit sendiri di rumah, ada orang tua sih, tapi seperti biasa saya pasti berkamar. Salah satu alasan terkuat adalah saya masih punya rasa sedih, dan saya tidak suka menyendiri saat sedang sedih. Beruntung Abang juga memberi kebebasan untuk saya mengambil keputusan sembari terus mengecek melalui telepon dan WA. Support Mama dan Abang benar-benar membantu saya melewati rasa sedih yang seringkali datang saat pikiran sedang tidak sibuk. Berkantor memang tidak membantu pemulihan fisik saya, tapi membantu kontrol psikis saya.


Kembali ke efek obat, keluhan sakit yang timbul setelah meminum obat ternyata tidak membuat saya makin sakit perut dan pinggang, tapi bertambah variannya yaitu sakit kepala, kram dan diare, paket komplit yang membuat saya susah beristirahat terutama di malam hari.

Beruntung saat ini keadaan saya lahir batin sudah lebih baik (ceileh istilahnya :p), yang tersisa hanya beberapa sakit dari efek obat saja, sedangkan sedih Alhamdulillah sudah tertutupi dengan syukur yang banyak saya dapatkan dari membaca banyak curhatan ibu hamil yang mengalami keguguran pada usia kandungan yang sudah tinggi (Saya yakini mereka jauh lebih sedih dibandingkan saya). Tidak sesumbarnya saya, juga saya yakini sebagai hal baik yang tidak menambah beban diri. Saya tertolong.

Allah sudah menuliskan peristiwa keguguran ini jauh hari sebelum saya lahir dan Insyaallah yang diambil akan digantikan dengan yang lebih baik...

Bismillah, kontrol kesehatan lagi, semangat promil lagi... :)

Update 9 Agustus: 2 hari ini sakit kepalanya naik level, sampai pengen muntah dan berlangsung seeeeharian. Dan kram yang biasanya datang malam, sudah mampir sejak setelah minum obat pagi. Dulu sempat berkurang waktu dianjurkan konsumsi pisang oleh teman, tapi kali ini gak mempan lagi. Dan mulai terasa ke tangan kiri juga.

Entah efek obat atau gimana, belum bisa memastikan, dokternya lagi ke luar kota. Hehe..

8 comments:

  1. *peluuukk eraaaat*

    kiss kiss muaah, moga segera diberi lagi, sehat selamat, Aamiin :*

    ReplyDelete
  2. Semangaaaaat..
    Biarpun tidak punya solusi, atau kadang solusiku makin aneh, sa selalu siap ji jadi pendengar setia..hihihi

    ReplyDelete
  3. Siiissstt,,, just read this. My thoughts and pray are with you, Sist... I feel your lost. I really do. Kudoakan semoga Allah segera memberi gantinya, dan sehat dan selamat, aamiin... *sending my virtual hug...

    ReplyDelete
  4. Mungkin Allah yang akhirnya memilihkan jalan terbaik, karena pasti pilihan yg sama sama sulit

    ReplyDelete
  5. Yang sabar mbak dan terus berhuznuzon sama Allah,

    ReplyDelete
  6. huwaaa, sa baru tahu ini.

    Itu hari kuat mhe kecurigaanku kalo dirimu hamil say, makanya sa tanya terus bagaimana hasilnya.

    Semoga secepatnya pulih, baik fisik maupun psikis. Dan semoga segera positif lagi, aaamin ya Allah

    ReplyDelete
  7. Thank you fors haring. Yang sabar ya mba Irly, semangat teeruuss :)

    ReplyDelete
  8. Mbak, baca ini aku pingin nangis. Aku gak ngerti seperti apa rasanya dan kalau aku yang diposisi mbak apa aku juga akan setegar mbak :(

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca, mohon untuk tidak berkomentar sebagai Unknown atau Anonymous. Komentar dengan link hidup dan broken link akan dihapus, jadi pastikan untuk mengetik alamat blog dengan benar ya. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...