8 Jun 2022

Menyapih Aqif dan Kebiasaan Barunya

Oohhayyy... Assalamu'alaikum..

Long time no see yak.. Lama banget emang ga buka blogger.com entah kemana gairah menulis. Dulu tuh ya, kalau ada ide, udah ngantukpun dibela-belain menulis dalam kegelapan kamar dengan modal cahaya dari layar gawai. Minimal menuliskan judul berikut poin-poin yang bisa dikembangkan nantinya.

Sekarang? Duh.. jangan ditanya, saya memilih mengabaikannya dengan memanjakan perasaan lelah beralasankan "i don't have any time to write" mending maen syopi candy ya gak sih? Wkwk.. sungguh sebuah keputusan yang salah (?) karna akhirnya ide-ide yang ada selalu datang menghantui, sekelebat-sekelebat gitu munculnya. Dan ya.. saya akhirnya sampai pada paragraf ini karena merasa terganggu. Sungguh uwuuw syekali. wkwk..

Memang sebenarnya ((sebenarnya)) ada banyak banget yang pengen ceritain dan otak ini sudah langsung memroses sampai ke judulnya. Sayang banget ga didukung dengan mood menulis.

So lemme start with this story (sorry keminggris, ngikutin feeling aja pokoke. wkwk)

Sebelumnya karena sudah membahas mengenai menyapih, saya tuliskan lagi beberapa cara menyapih dengan cinta yang saya kutip dari laman Kelly Mom ya:

Menyapih Aqif dan Kebiasaan Barunya





 

Cara-cara Menyapih dengan Cinta:

1. Tidak menolak dan juga tidak menawari ASI

2. Mengurangi jadwal menyusui

3. Mengalihkan perhatian atau memberikan pengganti ASI

4. Mengubah jadwal atau rutinitas menyusui

5. Menunda menyusui

6. Mengurangi waktu menyusui

7. Menyapih malam hari

Beneran poin-poinnya aja nih saya tulisin, wkwk.. monggo ke laman tersebut kalau mau baca penjelasan lebih lanjut ya.

Kembali ke Aqif. Aqif sekarang sudah berumur 2 tahun 7 bulan (saat ini 3 tahun 5 bulan), Alhamdulillah tumbuh sehat, rajin makan, rajin nanya dan aktif banget ga kira-kira sama tenaga Umma dan Abahnya. Wkwk.. Tapi, kapan dan bagaimana sih tepatnya saya bisa menyapih Aqif?

Menyapih Aqif

Mendekati umur 2 tahun, saya sudah mulai cari cara bagaimana caranya Aqif bisa disapih dengan cinta, bahasa kerennya sih weaning with love. Rasa-rasanya saya sudah mencoba 6 cara di atas. Mulai dengan mengurangi intensitas menyusunya. Skip 1 jadwal dengan harapan Aqif bisa lepas nantinya.

Karena memang semenjak pulang dari Umroh awal 2020 lalu Aqif tidak lagi menyusu di siang hari, cuma malam saja, jelang tidur. Maka mulailah saya menghilang jelang waktu tidurnya. Tugas Abahnyalah untuk menidurkan Aqif. Hasilnya? Alhamdulillah seminggu kami lewati dengan drama jelang tidur dan pagi yang melelahkan. Kenapa? Karena lama sekali Aqif baru bisa tidur, jadinya begadang terus menerus dan badan pegal-pegal juga karena dia bawaannya ngamuk dan pengen digendong terus.

Sebenarnya sejak lama saya mendengar ide untuk menyapih dengan metode-metode ampuh sejak zaman dahulu kala, tapi saya abaikan karna ya itu tadi, pengen menyapih dengan cinta.

Lalu terdengarlah kabar menyapih Aqif yang tak kunjung berhasil, Neneknya menceritakan keampuhan pemakaian pasta gigi, kami mulai tergoda dan mencoba. Alhamdulillah Aqif "kepedesan" lalu kemudian tancap gas menyusu lagi walaupun tuh pasta gigi masih fresh from the tube dan dioles saat dia sedang menyusu. Gak ngaruh cuyy.. begitu kira-kira ucapannya kalau diterjemahkan dari cara dia ngenyot. Ckck..

Lalu saat sudah hampir berumur 2 tahun 1 bulan, saya akhirnya menggunakan resep yang keampuhannya tuh 99.99% untuk menyapih (angkanya cantik ya? iya karna saya ngarang aja itu. wkwk). Saya menggunakan Sambiloto, memetik daunnya, mencuci bersih lalu saya tambahkan sedikit air minum dan remas sampai keluar semua kepahitan hidup yang disimpannya selama ini. Lalu sayapun tidur dengan percaya diri. Halah..

2 malam saja saya tidur bersama kepahitan hidup dari sambiloto, sebenarnya sekali oles saja sudah ogah Aqif menyusu, tapi malam berikutnya saya tetap jaga-jaga. Ternyata aman. Dan setelahnya berakhirlah kisah menyapih itu.

Saya berani berkata saya berhasil menyapih Aqif, walaupun mungkin dengan cara kontroversial bagi ibu-ibu yang berada di jalur weaning with love. Ya gapapa, saya mungkin tidak setegar kalian, saya tidak sekuat kalian, tapi ini mungkin adalah upaya saya agar tetap waras. Toh saya sudah keras kepala untuk terus menyusui Aqif selama 2 tahun, padahal bisa saja saya berhenti saat pulang dari Umroh, tapi karena belum 2 tahun sayapun melanjutkannya.

Kita berjuang dengan cara kita masing-masing, semoga tidak berdampak buruk untuk Aqif, tapi salah satu dampak baik yang saya rasakan adalah nyeri punggung yang tiap hari saya rasakan saat Aqif masih menyusu perlahan mulai hilang. Saya bersyukur atas semua yang pernah saya perjuangkan.

Kebiasaan Baru Aqif, Pegang Siku dan Lutut

Entah sejak kapan kebiasaan baru ini muncul, yang jelas bukan tepat setelah menyapih. Saya juga tidak begitu ingat, mungkin 3 atau 4 bulan setelah disapih.

Pegang Siku

Kebiasaan baru ini dimulai dengan kegemaran Aqif memegang siku. Sedang menonton televisi sampai saat sedang tidur pun Aqif nyambi pegangin siku. Apalagi kalau lagi pengen malas-malasan, sambil baring ditariklah tangan dan dilurusin sama dia biar enak pegang sikunya.

Yang aneh dari kebiasaan ini adalah dia tuh ga suka kalau sikunya menonjol gitu, jadi tangan harus dalam keadaan lurus. Kan lama-lama lelah juga kalau harus dilurusin terus, berasa lagi upacara gak siih?๐Ÿ˜›

Pegang Lutut

Nah, entah sejak kapan, kebiasaan memegang siku mulai duet dengan kebiasaan memegang lutut. Yang jelas kalau posisi masih sama, kaki harus lurus, gak boleh ditekuk. Ya kalau lutut aja gapapa sih, kalau dia sampai megang-megang daerah belakang lutut itu subhanallah risih banget rasanya, mau dibilang saya geli tapi bawaannya marah aja kalau dipegang di daerah situ. Saya bingung juga apa namanya. Wkwk

Soal kebiasaan memegang lutut ini, persentasenya sudah lebih banyak daripada memegang siku, 70:30 persenlah. Kalau lagi malas-malasan dia tinggal narik kaki saya dan baring di atas lutut atau baring di paha tapi tangannya ada di atas lutut atau yang paling nyaman buat dia, lutut berikut betis saya dijadiin guling oleh dia. Paling intens kalau mau tidur, jadi kebayang dong ya posisi tidur tuh kepala saya di mana, kepala Aqif di mana. Apalagi kepala Abahnya, jangan di tanya, posisinya sudah lama diinvasi sama Aqif. wkwk

***

Oh iya, ini sudah saya tulis sejak September tahun lalu, entah kenapa urung diposting juga. Wkwk.. Dan kebiasaan Aqif masih sama sampai saat ini, berarti sudah berjalan kurang lebih setahun. Lama juga ya.. Haha..

Emaks sendiri anak-anaknya gimana setelah disapih? Ada yang kayak Aqif juga gak? ๐Ÿ˜

2 comments:

  1. Menyapih ini tahap yang menguji bunda juga pastinya tapi dalam hal ini ada makanan pendamping ASI agar nutrisi si kecil juga tetap terlengkapi. Terima kasih sharingnya!

    ReplyDelete
  2. Wakakakakak.. akhirnya, terpakai juga cara ampuh nenek moyang kita yaaa, sis. Daun sambiloto. Semangaaaat Aqif..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca, mohon untuk tidak berkomentar sebagai Unknown atau Anonymous. Komentar dengan link hidup dan broken link akan dihapus, jadi pastikan untuk mengetik alamat blog dengan benar ya.

Untuk teman-teman yang mencari kontak saya tapi membaca melalui HP, silakan klik versi website, bisa dilihat laman kontak, atau menghubungi melalui sosial media yang tertera di sebelah kanan tampilan blog.

Jangan lupa difollow yaa.. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...