Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

23 Feb 2021

Gak Nyangka! Tahun Ini Ternyata Harus Ekstra Berjuang Menghilangkan Jerawat

Haii..

Bagaimana kabarnya semua?

Duh, pertanyaan kayak gini kayak basa-basi ya? Tapi zaman sekarang, bertanya kabar itu penting sekali, karna keadaan -terutama kesehatan- memang sedang tidak pasti.

Persis seperti keadaan kulit wajah saya sekarang nih, dari yang sebelumnya jenis kulit saya kombinasi sekarang malah mengarah ke jenis kulit acne prone. Jadi sensitif banget dah, jerawat muncul tanpa jeda, bahkan sampai ke tempat yang sebelumnya tidak pernah berjerawat. Kok bisa gitu sih?


Walaupun nanti ga banyak foto tapi sini deh saya ceritain pelan-pelan..

Mengganti skin care

Seperti halnya kaum perempuan yang menjadikan glowing  sebagai cita-cita hidupnya, saya pun begitu.Wkwk.. lebay emang, tapi memang selebay itulah resolusi glowing di tahun 2021. Kami akan selalu merasa kurang dengan pencapaian yang sudah diraih kulit wajah. Hiks...

Seperti tahun 2019, saya menggunakan sebuah produk berinisial M, saat itu kulit saya masih berjenis kulit kombinasi. Tapi diarahkan muntuk menggunakan produk dengan series acne. Duh, seperti terluka hati ini mengetahui kulit saya dikategorikan berjerawat. Tapi saya tetap pakai acne series sih. Wkwk.. Saya anaknya denial tapi tetap nurut kok. Haha

Hasilnya? Ya, kulit agak lebih cerah dan jerawat memang munculnya hanya saat akan haid, tidak ada komedo. Intinya kulit saya dalam keadaan cukup tenang. Dan saya tetap pengen glowing! LOL

Apa yang saya lakukan? 

Betul! tentu saja saya ganti skincare, setelah kesana kemari membaca review, akhirnya saya beralih pada produk berinisial G. Kulit saya jelas menjadi lebih cerah dari sebelumnya, mungkin karena kandungan niacinamidenya lebih banyak atau apa, kulit saya menjadi jauh lebih cerah dong! Ga ada bruntusan apalagi komedo. Hmm.. ga salah memang bahan aktif dengan nama lain vitamin B3 itu hype banget dikalangan pengguna skincare.

Etapiii.. sedih dong, jerawat saya malah eksis mulu, saya jelas saja bertanya-tanya, ini kenapa siiih? Dan beralih ke produk B setelah menggunakan produk G selama kurang lebih 8 bulan. Alasannya? Melupakan kebaikan si G dan hanya fokus pada kekurangannya! Bhahaha.. kek hubungan asmara aja deehh.. Intinya gitulah, saya ga betah jerawatan mulu. Kan tau sendiri, jerawat sih sembuhnya cepat ya, tapi bekasnya itu yang nauzubillah entah kapan hilangnya! Hufthh..

Alasan lain mengganti ke produk B adalah sepupu saya yang juga reseller produk tersebut juga sudah memakai produk B kurang lebih 8 bulan dan cocok!.

Bagaimana hasilnya pemakaian produk B?

Ehm, saya parno dong sama hasilnya, kulit saya bruntusan, tone kulit turun, jerawatan dan mubazir melanda! Kenapa? Karena saya beli 3 paket, tapi karena jerawatan terus, saya hanya dianjurkan pakai krim siangnya saja. Kucoba bertahan. Tapi..

Jerawat Bernanah

Iyes, anda tidak salah baca! Saya yang jaaarang banget mengalami jerawat bernanah malah mengalami jerawat bernanah tak berkesudahan! Belum sembuh jerawat nanah yang ukurannya gede-gede, muncul lagi jerawat bernanah lainnya. Aduh, sumpah takut banget, takut bopeng dan menyesal seumur-umur!

Tidak Memakai Make Up 

Untuk mengatasi jerawat bernanah dan menghindari ketidak cocokan antara skincare dan bedak yang sudah berabad-abad saya pakai itu, saya lalu dianjurkan untuk tidak menggunakan bedak sama sekali. 

Huhu.. bisa bayangin gak wajah sudah kucel, berminyak, berjerawat (lengkap dengan bruntusan dan banyak bekas jerawat) ditambah gak bedakan? Ke kantor, ke pestapun saya tertib menjalankan anjuran itu, karena emang serius sama produk itu, pengen banget membuktikan cocok tidaknya saya dengan produk itu. Tapi apa daya, tetap saja saya jerawatan. Sad.

Maskne?

Maskne yang disingkat dari kata mask acne ini timbul karena pemakaian masker yang terlalu lama. Dengan durasi yang lama, kemungkinan kelembaban di sekitar masker juga akan meningkat, sayangnya kelembabannya muncul karena keringat, gak jauh-jauh dari bakteri. Selain itu, bisa terjadi gesekan berkali-kali antara kulit dengan masker, sehingga menimbulkan luka kecil pada kulit.

Nah, saya sempat berpikir, mungkin jerawat tak berkesudahan yang saya alami akibat maskne. tapi ternyata tidak. Kenapa begitu? Lemme tell you later. Hehe

Oh ya, kalau ada yang benar-benar mengalami jerawat karena terlalu lama menggunakan masker, maka salah satu cara mengatasinya adalah dengan memilih bahan masker yang lembut untuk kulit, jaga kebersihan masker, jaga kebersihan wajah setelah menggunakan masker dan jangan lupa menggunakan masker dengan ukuran yang pas.

Purging atau Breakout

Setelah menggunakan produk B sesuai anjuran seller-nya sejak awal Desember sampai awal Februari, saya akhirnya seperti mendedikasikan banyak waktu dan tenaga untuk mencari tahu tentang jerawat. Termasuk cara menghilangkan jerawat tentunya. Karena memang mengganggu sekali, bisa bayangkan gak sih? Wajah yang tadinya asyik-asyik saja dielus suami, tiba-tiba tangannya canggung mau ngelus di mana, ada banyak jerawat sih!! Hiks..

Salah satu hasil yang saya dapatkan dari banyak membaca itu adalah perbedaan purging dan breakout. Entah kemana saja saya selama ini. sudah banyak artikel tentang ini, tapi saya baru baca dari komentar di YouTube dong! Wkwkw.

Simpel tapi mengena banget sih komentar yang saya baca itu. Jadi untuk membedakan jerawat karena purging dan breakout adalah jika jerawatan di tempat yang sudah biasa berjerawat, maka itu adalah purging (di artikel disarankan lanjut menggunakan skincare), sedangkan jika muncul jerawat di tempat yang baru, maka itu adalah breakout (di artikel disarankan berhenti menggunakan skincare). Deg! Saya langsung feel related dong. Fix ini jerawat breakout!

Good bye Produk B

Setelah konsultasi secara mendalam dengan reseller produk B, saya akhirnya diberitahu untuk berhenti menggunakan, karena kemungkinan tidak cocok dengan produk tersebut. Padahal berharap banget B itu skincare terakhirku, yang cocok kek orang-orang, berhasil mulus binti glowing kek orang-orang. Hiks..

Untuk beralih produk saya akhirnya memutuskan untuk fokus pada penanganan jerawat dulu, berharap jerawat bisa reda baru kemudian merawat kulit agar lebih sehat. Ya, cita-cita glowing memang sudah tergeser setelah merasakan jadi acne fighter, masih kelas teri memang, tapi benar-benar kasih pengalaman berharga untuk saya.

Saya banyak menonton video para acne fighter untuk mencari ilmu, selain mendapatkan apa yang saya cari, saya juga lebih bersimpati pada perjuangan mereka yang berjerawat. Hal yang mungkin dirasakan simpel tapi tidak bagi yang mengalami. Wish y'all win the battle girls!

Sayangi Kulitmu

Salah satu bentuk syukur kepada pencipta adalah dengan merawat apa yang kita punya. Termasuk kulit wajah. That's why saya mengusahakan yang terbaik untuk kulit saya. Langkah paling standar dan mudah adalah kenali jenis kulit, dan langkah yang saya akui memang godaannya berat adalah dengan menggunakan produk yang sudah terdaftar dan mempunyai nomor BPOM. Kenapa berat? Duh Mak.. harganya murceeee dan hasilnya emang bikin iriiii.

But seriously gaess, kita sebagai konsumen sudah diberi perlindungan oleh pemerintah melalui pemeriksaan produk dan izinnya. Mari manfaatkan itu dengan baik.

Oh ya, jangan mengira semua produk yang saya pakai di atas itu tidak punya nomor BPOM ya. Salah.. semuanya terdaftar di BPOM, makanya saya berani coba, saya sudah cek langsung kok di webnya. Mungkin ada bahan kosmetik yang memang tidak cocok saja di kulit saya.

Kebayang gak sih? Ada BPOM nya aja breakoutnya bisa begitu, gimana kalau produk ilegal? Bisa macam-macam imbasnya, mungkin tidak dalam jangka pendek, tapi jangka panjang. Tapi kalau memang sekarang sedang mengalami jerawat atau breakout yang mengkhawatirkan, jangan tunda ke dokter.

Takut ke fasilitas kesehatan?

Konsultasi online saja dulu, setidaknya kan sudah dapat saran dari ahlinya. Kamu bisa berkonsultasi melalui Halodoc. Bisa pilih fitur Tanya Dokter pada menu dan pilih dokter spesialis kulit agar lebih tepat penanganannya. Mudah banget.

Tampilan pada menu Tanya Dokter

***

Wish me luck ya gaess, so far sudah mulai tenang sih kulit wajah saya ini. Kalau punya pengalaman yang sama, boleh banget ceritain di kolom komentar yak..

Kita ketemu lagi di tulisan yang lain, semoga sehat selalu ya.. ❤️

*Gambar jerawat menyusul kemudian ya, bingung nih ngeditnya foto pada gak pakai jilbab ๐Ÿ˜…

Read more

18 Feb 2020

7 Tips Liburan Hemat dan Asyik ke Semarang

Siapa yang tak mengenal Semarang? Kota berjuluk Venetiรซ van Java dan memiliki semboyan “Semarang Kota ATLAS” ini terkenal dengan kekayaan alam dan keragaman budayanya. Selain itu, Semarang juga menyuguhkan berbagai makanan khas yang tak boleh dilewatkan. Maka dari itu, sayang sekali jika Anda tak pernah mampir ke kota metropolitan yang satu ini.
Berencana mengunjungi Semarang, tetapi tidak ingin menghabiskan banyak bujet? Ikuti tujuh tips liburan hemat dan asyik ke Semarang berikut!



1. Buat itinerary sebelum memulai perjalanan
Sebelum melakukan kegiatan apa pun, pastikan untuk membuat perencanaan terlebih dahulu, termasuk sebelum liburan. Itinerary akan memudahkan perjalanan Anda, meminimalkan hambatan, dan mengatur waktu agar lebih efektif dan efisien. Itinerary umumnya terdiri dari estimasi bujet, tempat tujuan, dan jadwal perjalanan dari awal hingga akhir. Sebaiknya, buatlah itinerary sejak jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.

2. Pilih tempat-tempat wisata yang murah
Tak perlu pusing-pusing mencari tempat wisata yang hemat bujet di Semarang. Namun, yang perlu Anda perhitungkan adalah jarak tempuh, cuaca, dan transportasi yang akan digunakan. Pastikan jarak ke setiap destinasi wisata tidak acak-acakan agar waktu dan uang dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Jangan lupa juga untuk memperhatikan prakiraan cuaca agar liburan berjalan mulus.
Anda bisa memilih berbagai destinasi lain saat sedang berwisata ke Semarang. Perbanyaklah referensi dengan mengunjungi situs web dan blog terkait perjalanan Anda. Tak hanya itu, Anda juga membutuhkan informasi dari buku, majalah, maupun koran. Lalu, susunlah tempat-tempat yang akan dituju ke dalam itinerary, termasuk jam operasional dan tiket masuknya.
3. Pilih penginapan sesuai bujet
Setelah menentukan tujuan wisata, saatnya memesan penginapan yang diinginkan. Pilihlah penginapan yang dekat dengan destinasi wisata yang baru saja atau akan dikunjungi. Misalnya, jika Anda baru saja mampir ke Kelenteng Sam Poo Kong, carilah hotel terdekat untuk beristirahat. Sementara itu, apabila berniat untuk mengunjungi Kota Lama Semarang keesokan harinya, tak ada salahnya untuk memesan penginapan yang dekat dengan tujuan wisata selanjutnya.

Nah, jangan lupa untuk mengecek harga dan fasilitas yang ditawarkan. Apabila harga yang dipatok tak sesuai dengan layanan yang diberikan, tentunya Anda akan dirugikan. Agar lebih hemat lagi, Anda bisa memesan penginapan murah melalui ShopBack. Cukup akses aplikasi ShopBack terlebih dahulu, lalu klik situs atau aplikasi penyedia akomodasi yang Anda tuju.

4. Gunakan transportasi dengan tarif terjangkau
Tentukan transportasi apa yang akan Anda gunakan untuk menuju ke kota tujuan. Misalnya, memilih menggunakan pesawat, bus, atau kereta api. Apabila Semarang masih bisa ditempuh dengan bus atau kereta api, hindari menggunakan pesawat sebagai transportasi. Hal ini karena tiket pesawat cenderung lebih mahal dibanding kendaraan jalur darat.

Selain itu, tentukan pula transportasi selama berada di Semarang. Jika Anda pergi bersama keluarga atau teman dalam waktu yang lama, tak ada salahnya untuk menyewa kendaraan untuk menghemat pengeluaran. Namun, apabila hanya mampir ke beberapa tempat wisata, sebaiknya gunakan angkutan umum atau pesan transportasi online.
5. Hindari membeli sesuatu yang kurang dibutuhkan
Sering kali pelancong menghabiskan bujetnya untuk berbelanja barang-barang yang kurang diperlukan. Tak perlu memaksakan diri untuk membeli oleh-oleh karena hal tersebut bukanlah suatu kewajiban yang harus dijalankan. Terkecuali, jika memang ingin membelikan kenang-kenangan untuk orang-orang terkasih. Apabila hanya sebatas kenalan atau hubungan yang kurang akrab, sebaiknya simpan uang untuk keperluan yang lebih penting.


6. Bawalah barang-barang seperlunya
Sebelum mengemas, tulislah daftar barang bawaan terlebih dahulu. Daftar tersebut akan membuat Anda berkomitmen untuk membawa barang-barang yang telah tertera. Persiapkan bawahan yang dapat dipakai dan cocok untuk berbagai jenis atasan. Hindari pula memasukkan pakaian-pakaian berbahan tebal ke dalam koper. Jika menginap di hotel, Anda bisa memanfaatkan peralatan mandi yang ada di sana tanpa perlu membawa sendiri dari rumah.

7. Makan menu-menu dengan harga yang ramah di kantong
Tips liburan hemat dan asyik ke Semarang yang terakhir adalah soal makanan dan minuman. Selama liburan, energi pasti akan terkuras karena berkeliling ke pelbagai tempat seharian. Maka dari itu, jangan sampai lupa makan, ya! Pilihlah menu-menu yang sesuai bujet dan bergizi. Hindari menyantap makanan cepat saji terlalu sering karena akan berakibat buruk pada klesehatan.
Carilah tempat-tempat wisata kuliner yang dekat dengan destinasi liburan. Lalu, masukkan ke dalam itinerary bersama dengan estimasi pengeluarannya. Jangan memesan makanan terlalu banyak karena hanya akan membuat kantong jebol dan membuat Anda mudah tergoda untuk makan terus-menerus.

Demikian 7 tips liburan hemat dan asyik ke Semarang yang bisa Anda terapkan. Semoga bisa membantu supaya perjalanan lebih terarah dan terencana dengan baik. Dengan menghemat bujet saat liburan, Anda bisa mempergunakan uang untuk kebutuhan penting lainnya. Ayo, segera kemasi barang-barang dan berangkat ke Semarang!

Read more

10 Feb 2019

Jika Siap Memiliki, Maka Kaupun Harus Siap Melepaskan

Hidup sesungguhnya seperti merentangkan tangan. Siap kehilangan untuk kemudian memiliki hal yang baru.

Tidak pernah akan sejalan rasa memiliki dan rasa kehilangan.

Hal itu saya rasakan saat ini. Saat di mana saya berbahagia karena kelahiran anak pertama saya, tapi disaat yang sama, saya harus kehilangan banyak hal. Sejatinya bukan hanya saya, tapi juga suami, kedua orang tua, mertua, dan adik-adik saya.

Bukan, saya bukannya tidak bersyukur. Saya mengajak diri saya sendiri dan mungkin orang lain untuk merenungi bahwa ada hal yang harus ditukar dalam hidup ini. Tidak bisa semuanya berjalan seperti yang kita inginkan. Dan bukan hanya saya sendiri yang merasakan kehilangan.


Saya beri contoh dari keluarga saya sendiri.

Saya
Setelah melahirkan, jangan tanyakan betapa bahagianya saya. Tapi selanjutnya, saya harus bertanggung jawab mengurus anak saya, salah satu sumber kebahagiaan baru saya. Dan demi semua itu, saya harus rela kehilangan waktu saya, mengubah ritme kehidupan saya.

Yang paling mencolok adalah saya harus kehilangan ritme tidur yang selama ini bisa saya atur sendiri. Paling buruk hanya tidur beberapa jam dalam semalam. Tapi sekarang, bisa tidak tidur semalaman.

Tidak hanya tidur, bahkan urusan BAK dan BAB pun, saya harus menyesuaikan dengan waktu si kecil. Tidak jarang saya harus bersabar menunggu selama berjam-jam hanya untuk "ke belakang". Ya.. Semua tahu bahwa hal ini sangat tidak sehat. Akan saya kemukakan alasannya kenapa, nanti. Ah.. Sungguh drama setelah melahirkan yang tak usai.

Suami
Suami, mau tidak mau harus kehilangan tidurnya yang tenang, sesekali saya bangunkan dia ditengah malam, walau dengan banyak perasaan tidak enak dan kasihan (entah suami sadari ini atau tidak). Yang jelas sebisa mungkin tidak membebani dia, saya tahu, walaupun tidak banyak bercerita, pekerjaan sudah cukup membuat dia lelah. Toh, waktu istirahatnya di akhir minggu sudah tergadai oleh cucian yang tidak pantas berada di laundry. Atau membantu hal lain di rumah.

Tapi kan, si kecil tanggung jawab bersama.. Sudah sepantasnya suami ikut membantu. Kenapa harus kasihan? Ya.. Memang. Suami tentunya ikut membantu dengan ritmenya sendiri. saya masih belajar menjadi orang tua, begitupun dia. Semoga nanti ritmenya sudah bisa sama. Saya juga sudah hilang gak enakannya.

Orang Tua
Orang tua, terutama mama. Saat ini banyak kehilangan waktu istirahatnya. Kalau saya mengurus 1 bayi kecil dan kadang masih harus mengurus 1 bayi besar yang sudah lama tidak diperhatikan. :p Mama harus mengurus 1 bayi kecil dan banyak bayi besar di dalam rumah. Anak saya, saya (yang kembali seperti bayi, diperhatikan makan-minumnya, pakaian, istirahat dan asupan gizinya), suami saya, kedua adik saya dan yang menjadi tanggung jawab terbesarnya, bapak.

Loh, semuanya kan sudah besar, bisa mengurus dirinya masing-masing. Nope.. IMHO, para pria (maaf gak maksud apa-apa dan semoga kamu tidak termasuk), punya sifat dan kecenderungan untuk dilayani. Padahal dalam rumah tangga seharusnya tidak seperti itu. Pria-pria di rumah juga sebenarnya tidak meminta itu. Tapi seriusan, kalau mama mau cuek saja, makanan tidak akan tersedia, piring-piring kotor menumpuk, rumah penuh debu dan akan tampak seperti kapal pecah!

Tapi bukan berarti bapak tidak kehilangan apa-apa. Bapak juga kehilangan waktu istirahatnya. Tidurnya tidak nyenyak karena menjadi radar terhadap tangisan anak saya. Bapak yang sudah sangat kikuk juga kemudian belajar bagaimana menggendong bayi dengan berbagai posisi. Bapak juga menyediakan air hangat untuk minum dan mandi saya, begitu juga bayi saya. Bapak juga banyak membantu meringankan pekerjaan di rumah. Sudah seharusnya, kan?

Mertua
Mertua sih sudah biasa ngemong cucu, soalnya ini cucu ketiganya. Tapi bagaimanapun, saat mertua ikut menginap di rumah, mertua juga akan kehilangan ritme tidurnya. Beliau biasanya tidur setelah magrib, bangun sebentar untuk Isya dan lanjut tidur lagi.

Adik-adik
Kedua adik saya laki-laki. Kalau berhubungan dengan mengurus bayi, mereka biasanya jadi asisten mama saat si bayi dimandikan. Kebayang kan mereka gak pernah mengurus bayi sebelumnya harus sigap mengambil sabun, minyak telon atau baby oil. Juga harus memakaikan kaos tangan dan kaos kaki? Okelah kalau produk seperti minyak telon dan kawan-kawan, ada tulisannya di kemasan. Bagaimana dengan kaos tangan dak kaos kaki? Benarr! Sering ketuker! Alhasil kena omel mama yang heran kenapa laki-laki gak bisa bedain mana kaos tangan dan mana kaos kaki.

Saya sampai dokumentasikan saat Mama mengurus di sebelah kiri, adik di sebelah kanan dan adik bungsu saya di kaki. Sayang gak bisa saya pajang, pada kelihatan auratnya, mama sedang tidak berjilbab, dan kedua adik saya sedang memakai celana pendek dengan muka bantalnya. Wkwk

Gak hanya itu sih, karena ada bayi, adik-adik juga jadi seperti bapak, lebih banyak bantuin kerjaan di rumah. Which is emang sudah seharusnya kan? Kehilangan waktu untuk santai jelas dialami juga oleh adik-adik saya.

Oh ya, diawal saya janji cerita kenapa penanganan bayi saya agak berbeda. Dua hal
1. Si bayi kalau nangis, asli nangis kejer, ngegas seperti habis jatuh atau dipukulin. Bahkan ketika sudah disusuipun, kalau udah terlanjur nangis, dia tetap ngegas, menangis dengan nada tertingginya, dengan wajah merah semerah-merahnya dan nafas yang tertahan lama. Seisi rumah akan panik.
2. Ya itu tadi, saya gak enakan.
Walaupun Mama rela, suami juga gak komplain kalau saya bangunkan tengah malam, saya tetap merasa tidak enakan. Makanya kadang hauspun saya tahan jika melihat seisi rumah sudah tidur atau kasihan pada Mama yang sudah pontang panting mengurus rumah bersama isinya, kami. Padahal banyak minum itu komponen penting agar ASI banyak. :(

***

Itu sedikit banyak cerita tentang kehilangan yang dirasakan seluruh anggota keluarga. Ya memang sih, kalau sudah urusan sama anak bayi, rumah tangga sudah akan berbeda. Kalau tadinya suka menonton film, stalking akun hosyip, nonton yutup, apapun bisa dilakukan sesukanya, saat sudah memiliki bayi semuanya sudah berbeda, prioritas dan patokan utama adalah bayi, the big boss. Tidak bisa lagi menggunakan waktu semaunya. Semua orang sama-sama lelah, that's why kita harus saling support.

Dan diatas kebahagiaan itu, kehilangan semestinya sudah berada di level melepaskan. Rasa kehilangan yang muncul karena dipaksa oleh keadaan sejatinya berubah menjadi sebuah proses melepaskan karena dilandasi oleh kerelaan.

Maka untuk memperoleh kebahagiaan, yang bisa sejalan dengan kata memiliki hanyalah melepaskan. Jika siap memiliki, maka kaupun harus siap melepaskan.

Bagaimana dengan kehidupan teman-teman? Sedang ditahap apakah sekarang ini?
Read more

29 Dec 2018

5 Resolusi Keuangan ditahun 2019

Mengatur keuangan bukanlah hal yang bisa diremehkan lagi saat seseorang sudah menikah. Banyak hal yang tentunya berubah dan perlu diperhatikan. Hal ini sudah pernah saya tuliskan juga pada blog personal saya ini.

Baca juga: 5 Cara Mengelola Keuangan Setelah Menikah ala Dunia Irly

Namun, hal yang juga kemudian harus mengalami penyesuaian adalah kehidupan setelah memiliki anak! Kehidupan yang memiliki banyak kejutan dari segala lini termasuk lini keuangan. Kehidupan yang (insyaallah) dalam hitungan hari akan saya jalani..


Untuk itu, dalam hal keuangan, saya mempunyai resolusi sendiri, antara lain:

1. Punya Tabungan Sendiri Untuk Anak
Persiapan untuk pendidikan anak adalah persiapan jangka panjang, bukan hal yang bisa di selesaikan secara "sim salabim jadi apa prok-prok-prok". ๐Ÿ˜

Apalagi di saat sekarang ini, biaya untuk pendidikan anak melonjak jauh dari yang dulu sering saya dengar. Sekalipun biaya pendidikan anak sudah mendapatkan keringanan dari pemerintah, tapi tidak terlepas kemungkinan anak akan bersekolah di sekolah swasta dimana dapat dipastikan biaya yang dipakai juga tidak akan sedikit. Untuk itu persiapan yang baik saya harapkan bisa meringankan "kejutan-kejutan" di masa mendatang, walaupun kalau memang kalau tiba-tiba dibutuhkan ya gadai BPKB mobil mungkin bisa jadi jalan keluar juga.

Well.. Apapun akan dilakukan untuk anak, tapi persiapan selalu akan lebih memudahkan di masa mendatang.

2. Tetap Menyiapkan Dana Untuk Liburan
Ini sudah saya bicarakan bersama Abang sejak awal pernikahan. Kami yang suka jalan-jalan ini memang menginginkan setiap tahunnya tetap ada agenda untuk berlibur.

Walaupun tahun depan Insyaallah kami sudah bertiga, semoga dana untuk liburan ini tetap ada, entah nanti yang jalan hanya Abang (hiks) ataupun bisa kami bertiga. Itupun kalau dapat cuti.. *Tjurhat

Bukannya apa-apa sih, sebagai karyawan, masing-masing kami menyadari bahwa refreshing itu penting dan butuh dana, mulai dari skala sedang sampai skala yang besar.

Jalan-jalan atau bahasa kerennya traveling bisa banget buat membarukan semangat, membuka pikiran, menambah pengetahuan/wawasan, menambah pengalaman dan insyaallah menambah ketaqwaan. Elahh.. Religius banget.. ๐Ÿ˜

3. Tetap Menyediakan Dana Darurat
Urusan darurat, berarti berbicara mengenai hal (sulit) yang tidak disangka-sangka dan bersifat penting atau mendesak.

Walau tentu selalu berdoa tidak dihadapkan pada situasi darurat, tapi juga tidak ada salahnya berjaga. Bukan hanya untuk kami bertiga nantinya, tapi juga keluarga besar kami, salah satu sumber kebahagiaan kami.

4. Keuangan Rutin yang Stabil
Ini resolusi keseharian di 2019. Apalagi setelah sudah punya bayi. Saya seperti sudah punya bayangan terhadap biaya kebutuhan bayi saat belanja persiapan lahiran awal bulan Desember ini.

Pakaian bayi yang lucu dan imut dari segi ukuran itu, mempunyai harga yang lebih mahal dari pakaian orang dewasa. Bukan rahasia lagi yess.. Para emak pasti sudah mengangguk atau senyum-senyum dari tadi.

Kebayang kalau popok dan si bayi yang tumbuh dengan pesat itu harus sering berganti seiring dengan perkembangannya, tentu biayanya tidak sedikit. Emaknya sih tentu senang kalau belanja, lihat yang lucu, keren, unik.. Tapii..

Tapi belanja tidak seindah itu kan Maaakk.. Harus kontrol diri juga. Rekening tetap harus bernapas, dapur harus tetap mengeluarkan asapnya walaupun pakai kompor gas.. Hahah..

Intinya, kebutuhan bertambah, dan semuanya harus tetap berimbang, soalnya pemasukan ya begitu-begitu saja. Kami harus makin rajin jualan tampaknya.. Buat beli popok naaakkk.. Hahha..

5. Tetap Punya Dana Untuk Berbagi
Kami sebagai generasi Sandwich tentu tidak bisa tenang hanya hidup bertiga, mengonsumsi penghasilan kami tanpa menyisihkannya untuk keluarga, bahkan orang yang tidak kami kenal sekalipun.

Seperti apapun penghasilan dan pengeluaran kami, kami tetap percaya ada hak orang lain terutama keluarga dekat kami. Bukankah salah satu sedekah paling baik adalah kepada orang terdekat?

Terlebih, kami sebagai muslim tentu percaya, berbagi tidak akan mengurangi tapi akan menambah (walaupun niatnya bukan untuk ya). Percaya, niat baik akan berbuah baik. Entah kembali dalam bentuk uang, atau kebahagiaan mereka yang tentu akan jadi kebahagiaan bagi kami anak-anaknya. Intinya, semua akan terbayar tunai. Insyaallah..

***

Yap, akhirnya sampai juga di penghujung tulisan. Sama ya, kita juga sudah di penghujung tahun. Bagaimana teman-teman, sudah punya resolusi tahun 2019? Kalau yang berhubungan dengan keuangan apa? Sharing yuuk..

Read more

26 Nov 2018

Pengalaman Naik Pesawat dalam Usia Kandungan 24 Minggu

Oktober, rencana perjalanan dinas yang berkali-kali tertunda akhirnya mendekati kenyataan. Saya ditawarkan daerah Kabupaten Buton sebagai sasaran, tapi karena sedang hamil, Abang tidak mengizinkan saya ke sana. Dengan berat hati saya sampaikan ke teman-teman kantor, beruntung mereka memaklumi. Bagaimana tidak? Untuk sampai ke daerah Buton, saya harus terlebih dahulu naik pesawat lalu kemudian menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 2 jam.

Akhirnya ditawarkanlah Kota Baubau untuk menjadi daerah tujuan perjalanan dinas saya. Beruntung, suami mengizinkan. Setelah bertanya ke Mama juga saya diperbolehkan. *Harap maklum, bumil izinnya banyak, takut ada pamalinya, gak mau orang tua dan suami was-was. Hehe..* Langkah selanjutnya untuk mempersiapkan penerbangan dalam keadaan hamil tentu saja memeriksakan diri ke dokter kandungan dan meminta surat rekomendasi layak terbang. Kebetulan saya sempat bolos USG selama sebulan, "Sekalian saja" pikir saya.

Setelah diperiksa, saya dan janin di dalam kandungan dinyatakan sehat. Segeralah saya minta surat rekomendasi layak terbang kepada dokter (gratis). Tanpa ragu, dokter menuliskannya untuk saya, sambil menanyakan maskapai penerbangan apa yang akan saya gunakan. Pilihannya hanya terbang dengan Garuda atau Wings Air.  Dokter bilang, untuk Garuda kemungkinan harus mengambil surat rekomendasi di kantornya. "Alamak, repot juga." pikir saya.

Karna sudah kepikiran bakal rempong, akhirnya saya memutuskan terbang dengan maskapai Wings Air, sedangkan kelima teman saya memilih terbang dengan maskapai Garuda.


Penerbangan Kendari ke Baubau
Hari keberangkatan tiba. Penerbangan saya adalah pukul 07.20 WITA dan dijadwalkan tiba di Baubau pukul 07.50 WITA. Maka sejak pukul 6 pagi saya bertolak dari rumah, terpaksa check in di bandara karna lupa check in online. Surat rekomendasi layak terbang sudah saya siapkan bersama KTP, tidak lupa maternity belt juga dipakai buat jaga-jaga.  Ini pengalaman pertama saya terbang dalam keadaan hamil,  jadi gak tahu di mana akan dimintai suratnya.

Proses check in berjalan lancar, tidak ada pemeriksaan lanjutan dari pihak maskapai ataupun bandara. Selanjutnya saya ke ruang tunggu, dengan sebuah adegan mengejutkan di eskalator.  Saya ceritakan sedikit ya, biar jadi pelajaran kalau ada bapak-bapak yang baca tulisan ini.

Jadi ada suami istri yang naik eskalator berdampingan, barang bawaannya mereka sama-sama banyak. Nah, entah karena istrinya baru pertama kali naik eskalator atau bagaimana, yang jelas si ibu nyaris salto ke belakang kalau eskalatornya gak dimatiin oleh petugas dan ada orang yang menahan si ibu dari belakang. Itu bukan hal yang memalukan banget sih.. Karena yang lebih memalukan adalah setelah mengalami kejadian itu, suaminya malah marahin istrinya di depan banyak orang. Kami (laki-laki dan perempuan) yang menyaksikan kejadian itu malah geram melihatnya. Apalagi saya yang nyaris lari ikut menolong tapi keduluan seorang laki-laki yang memang berada tidak jauh dari eskalator.

Udah deh, jadi pelajaran aja. Kalau toh mau ngomelin istri ya jaga juga perasaannya, nanti di rumah aja dinasehatin atau gimana yang bisa menjaga perasaan istri. Kasian.. udah kaget hampir jatuh, masih juga diomelin di depan umu.. Hiks..

Oke, lanjut..

Setelah sekian lama menunggu akhirnya bergema panggilan penumpang untuk segera ke pesawat, saya kembali menyiapkan boarding pass, KTP dan surat layak terbang. Tapi lagi-lagi yang diperiksa hanya boarding pass dan KTP saja. Surat layak terbangnya kembali saya masukkan ke tas selempang saya. "Mungkin karena pagi, pengecekan tidak seketat biasanya." Begitu saya membatin.

Tiba saatnya saya naik di pesawat, begitu berhadapan dengan pramugari tepat setelah lengkap menaiki tangga, barulah saya ditanya
"Ibu sedang hamil ya?"
"Iya" jawab saya.
"Oh, ada surat layak terbangnya, Bu?"
"Ada." Jawab saya sambil grasak-grusuk mencari surat tadi, gak nyangka akan dimintai di tempat itu.
Setelah suratnya saya serahkan, Mba pramugarinya bilang "Baik, ini saya simpan ya."
"Eh, itu diambil?" Tanya saya panik, memikirkan bagaimana saya pulang tanpa surat rekomendasi lagi.
"Tidak, nanti kalau turun ibu saya kasih lagi." Katanya sambil tersenyum.
"Oh, iya." Jawab saya malu-malu.

Sampai di situ cerita pemeriksaan saya, Alhamdulillah tiba dengan selamat dan seperti janji mbak pramugari, suratnya saya minta kembali. Tinggal cerita balik ke Kendarinya lagi nih, masih usaha buat naik Garuda. Entah bagaimana prosedur dari maskapainya.

Penerbangan Baubau ke Kendari
Penerbangan pulang terpaksa saya lalui dengan maskapai yang sama saat datang. Keputusan itu saya ambil setelah berupaya mencari info tentang persyaratan terbang dalam keadaan hamil melalui maskapai Garuda, tapi tidak menemukan tempat bertanya.

Artinya, penerbangan pulang kali ini saya sudah lebih siap. Iyap! Bisa dibilang begitu. Walaupun ternyata prosedur yang saya lalui berbeda dengan saat berangkat ke Baubau.

Lho, kenapa lagi nih?

Jadi, penerbangan saya ke Kendari kan siang nih ya.  Saat menyetorkan bagasi pukul 13 lewat, saya ditanyain nih
"Usia kandungannya berapa bulan bu?"
"Masuk 7 bulan" jawab saya sambil tersenyum.
"Oh, kalau begitu duduk dulu ya bu, nanti tunggu kami panggil."
"Saya ada surat rekomendasi layak terbang kok mba." Jawab saya sambil mengeluarkan surat itu dari tas saya.
"Iya, bu. Tapi tetap harus diperiksa, tanda tangan di sini dulu ya, Bu" Si Mba menyodorkan kertas sambil tersenyum.
"Oh, oke. Terima kasih, Mba" Saya menjawab santai, membubuhkan tanda tangan lalu melipir ke ruang tunggu penumpang.

Foto saat menuju tempat tugas, ketemu ibunya temen, saya ditegur karena masih bawa ransel, akhirnya saat pulang ransel saya masukin ke dus trus dibagasiin, bumil gak boleh bawa yang berat-berat katanya. Hehe

Setelah sekian lama saya menunggu, dengan bangku tunggu yang tentunya tidak nyaman bagi ibu hamil seperti saya dan terlambatnya pesawat selama satu jam lebih, saya belum juga dipanggil.

Jelang pukul 15 sore barulah saya didatangi oleh Mba yang tadi mengurusi bagasi saya. Saya sudah siap-siap berdiri tapi kemudian hanya dimintai surat layang terbang yang tadi sempat saya sodorkan.

Ngebet pingin diperiksa dan heran gak dipanggil juga saya bertanya, dong!
"Gak jadi diperiksa nih , Mba?"
"Gak mba, dokternya gak ada." Jawabnya agak malu-malu.
"Oh.." Jawab saya singkat
"Iya, ini saya fotocopy saja ya."  Katanya sambil membawa surat rekomendasi saya
"Silakan" Jawab saya

Sesaat kemudian si Mba tadi mengembalikan surat saya, akhirnya saya beranikan tanya tentang prosedur yang seharusnya. Katanya sih maskapai apapun sama saja prosedurnya, di bandara (seharusnya) akan tetap diperiksa oleh dokter, walaupun tidak dilakukan USG lagi.

Masih ada yang bikin kepo nih, nanti saat naik pesawat suratnya bakal dimintain pramugarinya lagi atau tidak, ternyata udah gak lagi. Aman.hehe..

Itu saja sharing saya tentang naik pesawat saat sedang hamil, alhamdulillah bolak balik nyaman-nyaman saja sampai saat tulisan ini terbit (usia kandungan sudah 35 minggu).

Teman-teman punya pengalaman naik pesawat dalam keadaan hamil? Share di kolom komentar ya, buat nambah pengetahuan. Atau mungkin prosedur yang dilalui berbeda walaupun naik maskapai yang sama?
Read more

9 Nov 2018

Program Hamil yang Saya Lakukan, Mulai dari Urut, Coba Resep yang Terkenal di Internet, Sampai Promil ke Dokter

Bismillahirrahmanirrahim..

Ini religius banget ya pembukaannya.. Hehe

Gak gitu, ini karena apa yang akan saya tuliskan semata-mata hanya ikhtiar/usaha saya saja. Allah yang menentukan hasilnya. Semoga yang saya tuliskan tidak menyesatkan, saya berlindung kepada Allah SWT dari tulisan saya ini.


Jadi, saya pengen sharing tentang hal-hal apa saja yang saya lakukan untuk hamil. Saat memulai promil, usia pernikahan saya memang masih terbilang baru, belum sampai setahun, tapi karena menikah di usia 30 tahun, saya tidak ingin terlalu santai dengan salah satu tujuan menikah, menghasilkan keturunan, anak.

Awal pernikahan, ikhtiar hamil kami lakukan dengan cara umum dan alamiah saja. Suami makan banyak tauge dan saya banyak makan semangka (termasuk daging putih yang dagingnya agak keras itu), memperhatikan masa subur, termasuk tentunya hubungan suami istri itu sendiri (itu intinya kan ya? :D)

Promil dengan Folavit dan Ever E
Beberapa bulan belum ada hasil, saya mencari info di internet. Yang sudah banyak pengalaman pastinya sudah hafal nih. Asam Folat dan Vitamin E. Dengan harga yang relatif terjangkau, saya akhirnya mencoba membeli duet maut yang sudah banyak testimoni ini.

Hasilnya?
Folavit dan Ever E yang saya beli itu belum habis 1 papan (sekitar 12 butir) Alhamdulillah saya sudah hamil. Cara konsumsinya sehari masing-masing satu kali. Kalau tidak salah, siang setelah makan saya konsumsi Folavit dan malam sebelum tidur konsumsi  Ever E.

Tapi, diusia kandungan kurang lebih 5 minggu, saya keguguran.

Baca juga: Memilih yang Terbaik diantara yang Terburuk

Promil Melalui Resep/Prosedur dari Dokter
Sejak keguguran itu, saya akhirnya memutuskan untuk melakukan program hamil. Dokter sebenarnya bertanya, sudah berapa lama menikah. Setelah saya jawab dokter bilangnya "Ah, belum cukup setahun". "Kalau sudah Setahun dan belum juga hamil baru bisa dikatakan infertil atau tidak subur." Jelasnya. Tapi saya bilang, bahwa ini adalah bagian dari usaha saya. Dokterpun menyetujui.

Sebelum bercerita lebih jauh, mungkin teman-teman mempertanyakan tentang konsumsi Asam Folat dan Vitamin E, kenapa tidak dilanjutkan? Toh, berhasil, bisa langsung hamil.

Jadi begini, saya mencari info lebih jauh tentang mengonsumsi duet promil yang sangat tersohor di mesin pencari ini. Katanya, salah satu efek samping dari vitamin E tanpa resep dokter adalah bisa memperbesar ukuran miom. Ini yang membuat saya berhenti saat itu, sumbernya internet ya, sayangnya saat mencarinya kembali saya tidak menemukannya. Nanti kalau ketemu lagi akan saya sematkan di sini.

Lebih lanjut, saya juga menemukan postingan yang di-share oleh Dr. Yudhistira, SpOG artinya beliau sudah membaca dan setuju dengan isinya. Silakan dibaca: Promillah Dengan Benar

Oke, sudah ya, bahas promil ala duet tersohor itu. Kita beralih pada program hamil dari dokter.

Untuk tindakan awal sebuah promil yang paling penting menurut saya adalah kesediaan dan keikhlasan suami untuk turut serta dalam program hamil yang akan dijalani. Kenapa? Karena untuk hamil, menghasilkan keturunan, itu dibutuhkan 2 orang, sepasang suami istri. Maka, keduanya harus mau untuk diperiksa, bukan untuk mencari kekurangan masing-masing, tapi untuk memperbaiki, itupun jika memang terdapat sesuatu yang harus diperbaiki. Tidak jarang kan kita menemukan ada suami yang hanya mengutus istrinya untuk memeriksakan diri ke dokter?

Lanjut

Alhamdulillah suami mau untuk terlibat dalam promil yang sudah kami sepakati. Untuk tahap awal, masing-masing kami diberikan vitamin/obat-obatan dulu. Abang dan saya diberikan vitamin, Ultravita untuk Abang dan Folamil Gold untuk saya.


Selain minum vitamin, saya juga diminta datang pada hari kedua haid. Tujuannya adalah ingin melihat perkembangan sel telur dan diberikan obat pembesar sel telur jika perlu. Obatnya diberikan untuk 5 hari, diminum sehari 1 tablet. Kalau gak salah namanya Provula. Pada promil tahap ini juga kami diberikan jadwal untuk berhubungan. Agak risih juga sih pake jadwal, hihi..

Oh ya, Abang juga diberikan rujukan untuk memeriksakan sperma ke laboratorium di kota kami. Abang malah deg-dengan minta ampun. Udah dibilangin jangan, karna bisa berpengaruh pada hasil tesnya. Stress dikit hasilnya bisa gak normal lho.. Saya tentunya tetap kasih support, gimanapun laki-laki gengsinya tinggi kalau sudah urusan kejantanan (sok tahu banget saya ini ya? Hihi).

Sedikit ngomongin tentang gengsi, mungkin ini ya yang membuat sebagian laki-laki memilih mengutus istrinya saja untuk memeriksakan diri. Padahal kalau membaca lagi, 30-40 persen masalah kesuburan ada pada laki-laki, 40 persen pada perempuan dan 20-30 persen adalah kombinasi masalah dari pasangan suami istri itu sendiri. (Sumber: ttps://www.alodokter.com/mandul-atau-tidak-pastikan-dengan-tes-kesuburan)

Mirisnya lagi, kalau perempuan tidak juga kunjung hamil setelah menikah, masyarakat kita buru-buru menunjukkan tangannya pada perempuan, seolah semua masalah kesuburan ada pada perempuan, kandungan turunlah, kandungan lemahlah, inilah, itulah.. Ckckck.. Padahal mau sesubur apapun perempuan kalau pasangannya punya masalah, urusan hamil tidak semudah mengganti saluran TV sekalipun remot sudah ada di tangan.

Hmmm.. sedih.. berharap suatu saat pemahaman seperti ini segera hilang dari muka bumi. Untuk hamil, seorang wanita juga butuh ketenangan lahir batin, jangan belum apa-apa udah stress duluan karena dituduh ini-itu.

Lanjut yess.. Unek-unek hasil dengar cerita dari sesama perempuan udah lumayan keluar.. hehe..

Sambil menjalani cara yang dianjurkan oleh dokter, kami mencoba terus patuh untuk menjauhi makanan-makanan instan juga berikhtiar mengonsumsi jus 3 diva.

Promil dengan Jus 3 Diva
Jus ini juga tersohor di internet, komposisinya adalah apel, tomat dan wortel (masing-masing 1 buah). Semuanya dijus menjadi 1, lalu diminum. Saya menggunakan apel malang, tomat buah dan wortel yang dijus tanpa disaring sebelumnya. Suami termasuk yang enek sebenarnya mengonsumsi jus ini, apalagi kalau tidak disaring, seratnya makin bikin enek. Tapi Alhamdulillah Abang tipe suami yang mau berusaha bersama, tetap diminum pagi dan malam hari walaupun wajahnya pasti gak enak banget saat minum jus ini. Saya siasati dengan memberikan setengah potong apel malang untuk dikunyah saja sebagai penawar. Selain itu Abang juga saya iming-imingi betapa sehatnya serat buah itu untuk pencernaan, sayang banget kalau dibuang. :D

Oh, iya. Manfaat jus 3 diva ini adalah untuk meningkatkan kualitas sperma. Biar lebih sehat kali yaa.. Saya juga konsumsi sih di awal-awal, tapi karna harga apel malang di kota kami sungguh menguras kantong, saya lebih fokuskan ke Abang saja. Pokoknya kasih suplemen terbaik untuk Abang dan saya sendiri, tapi menstruasi juga tetap rajin datang. hehe..

Kami tetap berusaha, saya tentunya makin banyak membaca. Sampai suatu ketika, dibulan Januari saya disarankan dokter untuk menjalani Hidrotubasi. Tujuannya untuk mengecek jika ada sumbatan pada saluran rahim. Saya sempat bingung juga sih, saya kan sudah sempat hamil, gimana bisa hamil kalau memang ada sumbatan. Tapi karna sudah bertekad untuk promil, benar-benar serius berikhtiar untuk memiliki keturunan, saya jalani saja. Ini bentuk komitmen. Cerita tentang Hidrotubasi, segala proses, rasanya, dan biaya hidrotubasi sudah saya buatkan tulisan sendiri ya..

Baca juga: Promil Hidrotubasi

Promil dengan Madu Yaman
Secara tidak sengaja, seorang teman kantor saya membaca postingan jualan, saya yang sedang mencari madu untuk suami waktu itu (biasanya beli yang ada iklannya di TV) ingin mencoba Madu Yaman yang disebutkan teman tadi. Harga memang jelas lebih mahal, hanya saja tidak ada salahnya mencoba pikir saya.

Rasa madu tersebut seperti madu pada umumnya, hanya klaim khasiatnya saja yang lebih mengarah pada kesuburan. Kalau tidak salah waktu itu hanya sempat beli 2 botol saja, yang pertama seharga Rp.185.000 dan yang kedua sudah dapat diskon menjadi Rp.175.000 kalau tidak salah harga segitu untuk kemasan 200 Ml

Sudah beberapa bulan menjalani promil dari dokter, dan madunya habis, akhirnya awal bulan Maret saya putuskan membeli dan mulai mengonsumsi buah Zuriat.

Promil dengan Buah Zuriat
Langkah ini saya ambil karena membaca banyak testimoni. Wajarlah ya, segala usaha dicoba. Sempat konsumsi kurma muda dan kurma matang yang dibawain teman dari tanah suci juga sih. Tapi konsumsinya gak seberapa karena memang terbatas, namanya juga oleh-oleh.

Buah Zuriat yang sudah dikupas, seperti kelapa versi mini :D

Yang saya baca, buah Zuriat ini lebih kepada terapi hormon, duh.. kalau judulnya gitu sih agak ngeri juga sih, mainan hormon itu benar-benar bukan ranah kita. Tapi Bismillah, lagi-lagi ini bagian dari ikhtiar saya dan Abang.

Saya membeli sekaligus 1 Kg buah Zuriat seharga Rp.240.000. Cara konsumsinya adalah 1 buahnya dibelah lalu kemudian direbus dengan 5 gelas air, lalu kemudian diminum setelah airnya susut menjadi 2 gelas.  Buah Zuriatnya tetap saya gunakan untuk direbus lagi sampai kemudian warna kemerahannya mulai memudar.

Ada kendala juga dalam membelah buah Zuriat ini, karena ternyata buah ini keras sekali. Ada juga memang yang dijual berupa bubuk, tapi saya memilih buahnya utuh saja, berjaga, takutnya ada penjual yang gak jujur dan sudah mencampur bubuk Zuriat dengan hal lain yang tidak kita ketahui. Apalagi kalau sampai hal lain itu malah merupakan zat berbahaya. Pengen sehat, hamil, malah dapat yang gak sehat. Begitu pemikiran saya.

Rebusan buah Zuriat ini kami konsumsi pagi dan malam hari. Warnanya seperti teh yang tidak terlalu pekat, kalau rasanya ya.. agak tawar sih, umpamakan seperti minum teh tanpa gula sajalah. Gak menyiksa lidah kok..

Sementara itu, menstruasi terus datang..

Promil dengan Urut
Ini ikhtiar atas saran dari Mama, mungkin banyak juga yang menjalaninya. Total saya 2 kali diurut. Yang pertama sekitar akhir tahun 2017, rasanya gila banget, keringat dingin kayak pengen nangis, gimana enggak, sampai perut atas bagian ulu hati juga diurut. Saya yang punya riwayat maag dan perut bagian atasnya sudah lama agak kembung jadi kesakitan banget. Berbeda dengan kali kedua saya diurut, rasanya lumayan bersahabat, terakhir diurut itu bulan April 2018, itu lagi H2C menunggu agar menstrusi tidak datang, hal itu saya sampaikan juga sebelum diurut.

.***

31 Januari adalah kali terakhir saya ke dokter, bukan karna putus asa, tapi lebih kepada banyak kesibukan, jadwal ke dokterpun selalu bertabrakan dengan pekerjaan, begitu pekerjaan mulai longgar, dokter sedang tidak praktek.

14 Maret, saya kembali membeli Asam Folat dan vitamin E, sebutlah saya bandel, mulai berusaha dengan hal yang saya takuti dulu. Bahkan mulai meniru resep dan pola yang diberikan dokter. Saya membeli dan mengonsumsi provula tanpa resep dokter, tapi tetap memperhatikan waktu konsumsinya.

Suami juga masih mengonsumsi rebusan buah zuriat walaupun tidak seteratur sebelumnya, saya kadang kecapean, tiba di rumah pengennya sudah langsung tidur saja. Tapi Abang teratur meminum asam folat walaupun mereknya berbeda dengan saya. Yang saya baca, asam folat yang dikonsumsi laki-laki juga berfungsi untuk memperbaiki fertilitas pria. Gak heran sih, Ultravita yang diresepkan dokter juga ada kandungan Asam Folatnya.

Saya ingat saat bulan Maret meminta pertimbangan Abang, apakah akan ke dokter lain atau bagaimana, soalnya ya itu, hari Minggu dokter kandungan yang biasa kami kunjungi libur. Tapi Abang bilang, sudahlah, kita usaha sendiri dulu. Waktu Abang bilang begitu, saya yang biasanya suka kekeuh dengan keinginan saya entah kenapa manut saja. It's like a magic word, dan saya berkata dalam hati, ya sudah, bismillah percaya sama Abang...

Long Short Story, jadwal menstruasi di bulan April tidak kunjung datang. Alhamdulillah, saya positif hamil sampai saat menulis ini usia kandungan sudah 32 minggu.

Baca juga: Cerita Kehamilan Trisemester Pertama

Tapi cerita ini belum berakhir, saya memang berniat menuliskan pogram hamil apa saja yang saya jalani, bisa jadi membantu orang lain yang juga sedang mencari informasi, entah dengan berusaha sendiri atau ingin memulai promil melalui dokter.

Tidak jarang orang bertanya pada saya promil apa yang saya lakukan? Tulisan ini juga saya harapkan bisa menjawab, saya menuliskan semuanya karena saya meyakini semua yang saya konsumsi memiliki peran dalam promil saya sampai kemudian berhasil, jadi saya tidak bisa bilang karena ini dan itu. Yang saya yakini dan kemudian makin mendorong saya menuliskan ini adalah pembicaraan dan testimoni bersama teman-teman di grup 1M1C

Beberapa percakapan diantaranya:

"Rata2 pada gitu yaa. Temen ada yang mau insem/bayi tabung, pas konsultasi malah udh positif dulu. Ada juga yg lagi terapi imun, baru mau mulai eh malah positif duluan. Misteri Allah emang ajaib yaa." (Zeneth Thobarony)

"Iya Kak, wallahua’lam,, cuman herannya mostly pasca HSG hampir semua yg saya dengar, pasti hamil,, subhanallah pisan,, even sodara yg dokter pun gt, 3 tahun kosong, trus HSG trus jadi.." (Renjana Ratih Inaganis)

"Saya pun" (Nurindah Fitria membenarkan kalimat Renjana Ratih).

"Saya promil di dokter berbulan-bulan, setiap bulan rajin datang, 2 bulan ndak ke dokter karna sok sibuk, Alhamdulillah malah jadi" (Irly)

"Saya sukses setelah pasrah. Udah lelah promil ini itu. Udah operasi angkat endometriosis pula. Giliran pasrah malah jadi." (Arni Emaknya Prema)

""Betul yah Teh, kadang momen2 “semakin tidak peduli”, malah kejadian,, ๐Ÿ˜…
Wallahua’lam.." (Renjana Ratih membenarkan kalimat Emaknya Prema)

"Iya, tampaknya "pasrah/lebih legowo" salah satu pendukung promil yang paling baik ๐Ÿ˜" (Irly membenarkan kalimat Ranjana Ratih)

Sampai akhirnya percakapan mulai diberikan peringatan karena isi grup dari berbagai kalangan umur. Hehe..

Jadi ada beberapa poin yang ingin saya tekankan:
- Berusahalah untuk promil, jangan hanya sendiri saja, tapi berdua.
- Waktu tetap menjadi hak prerogatif Allah, bahkan dokter sekalipun hanya membantu kita berikhtiar.
- Berdasarkan cerita dan pengalamaan saya sendiri, disaat kita sudah ikhlas/pasrah kadang disaat itulah Allah memberikan jawaban dari setiap doa dan usaha kita (termasuk hamil).
- Perbanyak doa dan minta doa dari orang tua, saya sendiri sampai mengeluarkan nazar dan memperbanyak ibadah sunnah, saya yakin, usaha selain harus diukir di atas bumi, juga tetap harus dipanjatkan ke langit-Nya.

"Tetaplah berusaha, Allah melihat setiap usahamu. Tetaplah berusaha, jangan hiraukan perkataan yang menyakitkan."

Semangat promil teman-teman, semoga Allah segerakan, kalian tidak sendiri.

NB: Tulisan ini tidak bermaksud mengatakan teman-teman yang sudah banyak menjalani promil mempunyai kekurangan ini dan itu, tujuan saya semata memberi informasi dan motivasi. Saya ikut mendoakan, semoga teman-teman yang sedang promil dan membaca tulisan ini segera terjawab doa dan usahanya.
Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...