Showing posts with label Kopdar. Show all posts
Showing posts with label Kopdar. Show all posts

18 Jul 2016

Kopi Darat dengan Nurin

Suatu hari saya membaca blogpost tentang cerita mudik, isinya pontang-panting seru ditinggalkan speed boat, kemudian naik speed boat juga  tapi dengan keadaan mesin yang mati di tengah laut, sampai akhirnya saya membaca daerah tujuan mudiknya adalah KENDARI!

Saya membaca ulang, Kendari? Eh.. kok yang punya blog gak bilang-bilang? Nanti saya cegat lho di bandara karna gak izin dulu.. Gubrak.. iya.. siapa saya main cegat-cegat aja?LOL

Saat berkomentar sayapun akhirnya melayangkan petisi protes, tapi tetep sih.. dilanjutin inboks via FB tempat kami lebih sering berkomunikasi selama ini.


Sampai akhirnya di suatu malam yang suram.. bhahah.. iya..suram bokkk.. tempat janjian kita ternyata belum buka. Padahal tempat yang memadai lumayan terbatas (memadai: terang untuk jadi tempat kopdar pertama kali), kebanyakan di daerah KeBi (Kendari Beach) tempat kami janjian itu berlampu agak redup.

Oh ya, saya selalu berandai-andai ke Nurin, Seandainya saja rumah orang tuanya (mertua,red) itu berada di daerah yang tidak begitu asing bagi saya, mungkin saya akan ke rumahnya saja. Trus culik kemana gitu.. tapi karena masalah lokasi dan waktu, saya bisanya malam saja kopdarnya, itupun kabur dulu dari jadwal Kelabang (KEmis LAri BAreNG) kawan-kawan Run For Indonesia. Untung suami Nurin tidak keberatan mengantar istrinya bertemu dengan orang asing saya.

Walaupun gak ikut lari yang penting setor muka :D

Dadakan, kami akhirnya bertemu di Bakso Solo Tipulu. Saya sudah memesan lebih dulu saking laparnya. Haha.. Tidak lama kemudian Nurin akhirnya tiba, sedikit canggung, tapi wajar kan baru pertama bertemu. Lagi pula suasana itu tidak terjadi lama, kami langsung asik membicarakan banyak hal.

Lucky her saya orangnya gak bisa diam and luckiest me.. Nurin nyambung aja diajak cerita.. (Bener nyambung kan Rin?Bhahaha), sayangnya Nurin hanya memesan minuman saja karena sudah kenyang. Sayapun bercerita dan terus mengunyah seorang diri! *Jangan dicontoh.. T_T*

Sebenarnya pengen ajak Nurin wiskul kemana gitu yang bisa sedikit memberi kesan tentang Kendari, sayangnya dari beberapa kuliner yang saya sebutkan Nurin merasa kurang cocok dan juga beberapa tempat yang recommended masih belum buka. *Masakanku aja gimana Rin? Dijamin Nurin gak bakal mau lagi saya ajak kopdar. Hahah..*

1 hal yang saya syukuri adalah, Nurin mau diajak kopdar oleh saya yang cerewet ini.. Berbeda dengan Nurin yang (dari tulisan udah kelihatan) bawaannya kalem. Entah kenapa saya tuh gak ragu kalau mau ketemu orang baru yang walaupun mungkin gak bisa dibilang sangat akrab, yang penting bisa saya percaya. Apalagi datang ke daerah saya.. sangat saya usahakan untuk bertemu, sedikit memberi "perasaan disambut". *Padahal sih aslinya gak ada kerjaan* :D 

Panjang lebar kami bercerita (kebanyakan membahas kampung suaminya yang memang asli dari Sultra) akhirnya waktu menunjukkan pukul 9, kami sempat berfoto sejepret 2 jepret *bahasa apa ini??* Sebelum cipika-cipiki dan say goodbye. Nurin yang kalem tetap memberi kesan yang membekas.. saya sempat di tawarin mungkin mau jalan-jalan ke daerah tugas mereka *Dengan cerita speed boat itu sepertinya saya yang suka jalanpun masih berpikir.. hahah*

Mmm.. wajah Nurin gak gitu juga yaa.. hihi
(Sensor untuk menghormati privasi Nurin yang tidak mengunggah gambar wajahnya di internet)

Jazakillah Nurin sudah mau kopdaran.. jangan nyesel datang ke Kendari ya *Ya enggaklah.. Suaminya orang sini!* jangan kapok ketemu saya maksudnya.. Maafkan kemarin datang dengan perut lapar tangan kosong. Terlalu semangat ketemu Nurin sampai gak kepikiran beli oleh-oleh *Oke saya ngaku, kepikiran tapi lupa!* LOL

Kunjungan berikutnya (panjang umur Insya Allah) semoga bisa ajak Nurin jalan-jalan atau Wiskul. Semoga selalu sehat n bahagia di rantau orang.. ^^

Oh ya.. sehari-hari Nurin nge-blog di Impian Istikmalia jika berkunjung ke blognya teman-teman akan mendapatkan tulisan yang tenang dan sarat hikmah.

Ayo.. siapa lagi yang mau kopdar di Kendari? ^^
Read more

12 Oct 2015

[Late Post] Ingat Bandung, Ingat Devi


Tulisan ini asli late post pake banget.. kejadian yang saya tuliskan ini adalah kejadian pertengahan September Tahun 2012, dan draf ini sudah selesai awal tahun 2013, entah kenapa belum juga saya posting.. tapi perasaan saya masih sama seperti judul postingan kok.

Ini sebenarnya bisa jadi seri dari postingan nekat saya yang berjudul Semarang Modal Nekaddd karena ini adalah cerita perjalanan pertama kalinya saya ke Bandung tanpa teman dan hanya modal kenalan saja, hanya saja saya ingin tetap menyimpan judulnya persis seperti itu.
***

Pagi ini nonton tayangan tentang kota Bandung, tiba-tiba teringat aktivitas jalan pagi di kompleks perumahan AURI Bandung, jalan pagi bersama adik bawel yang karna kegilaan dan restu Allah kami dipertemukan. Ya... September kemarin adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di kota Bandung. Tidak mengenal siapapun saya nekat berlibur dengan modal persetujuan Devi untuk menampung saya selama beberapa hari, pertama kali kopdar saya malah langsung merepotkan dia..*Makasih banget ya deeeekkk :* *

Tujuan utama saya sebenarnya ke Jakarta, tapi untuk saya yang jarang keluar daerah rasanya tanggung kalau hanya ke 1 kota saja, waktu itu level pusing saya memang sedang berada di stadium akhir, sejenak saya ingin rehat dari beban pikiran yang memang tidak bisa saya carikan jalan keluarnya karna kuncinya berada pada orang lain... Kegilaan saya ini didukung oleh undangan Devi yang dalam chatting sering kali menanyakan kapan saya akan mengunjunginya *Semoga gak nyesel ya dek.hihihi*.

Dan tibalah saya di daerah Pasteur, Maghrib yang sangat ramai dan padat, sesampainya saya di kostan Devi saya lalu sedikit beristirahat sambil saling ledek-ledekan dengan Devi yang sedang memasak daging sapi teriyaki, sibuknya anak ini, sebelumnya dia bahkan membuatkan puding oatmeal full susu buat saya *Makasih tapi merusak diet karna saya nambah terus :p *

Jum'at malam tiba di Bandung dan Senin pagi ke Jakarta, singkat dan padat jadwal saya di kota itu, dengan kesabaran Devi mengantarkan saya kesana-kemari, cukup berada di kota lain sudah membuat saya senang, tapi dengan full service dari Devi semuanya sangat menghibur, nonton film Mama Cake tengah malampun menjadi jalan-jalan pertama saya, filmnya bagus tapi berakhir agak seram membuat kami pulang dengan suasana lumayan horor, berjalan kaki ke kostan karna tidak dapat taksi, menghirup udara tengah malam di luar ruangan, di wilayah yang baru saya injak dengan Devi yang diselimuti parno membuat adrenalin saya berdesir kencang, ini menjadi salah satu momen menegangkan sekaligus menggelikan buat saya. Whadda great night!! hahahha...

Hari berikutnya lebih seru lagi, pertama masalah mengendarai motor, huuuhh...horor juga buat saya yang terbiasa dengan jalan sepi. Hari Sabtu itu rencana berubah total karna saya menyerah, tidak berani mengendarai motor lebih jauh ke Kawah Ratu/Ciwidey *Maafkan kakakmu ini dek..hikss* tapi kami jadi ke Butterfly Park dan De Ranch di daerah Lembang.

Devi-Angga-Amay
Baru nyadar saya dulu kalau ngambil foto jelek banget >,<

Di hari kedua ini, saya jadi kenal adik-adik baru yang sama baiknya dengan Devi hari itu, dengan bantuan Angga dan Amay kami menempuh perjalanan jauh dengan 2 motor, keinginan saya untuk wisata alampun terpenuhi walau harus pulang hujan-hujanan *Makasih ya adik-adik semua^^*.

Hari selanjutnya Devi mengajak saya bersepeda di daerah Dago, mumpung car free day..hehe. Dan kegiatan selanjutnya diisi dengan shopping dan wisata kuliner *ini mah wajib yakk :D*.

Antara hepi atau gak biasa sepedaan itu gak ketahuan sodara-sodara :p

2 hari 2 malam bersama Devi membuat saya makin bersyukur atas persaudaraan yang terjalin walau belum begitu lama ini, saya ingat bagaimana Angga tidak berhenti bertanya kenapa saya begitu berani datang ke Bandung dan percaya bahwa Devi yang saya kenal melalui blog dan selebihnya hanya berinteraksi lewat dunia maya itu adalah orang yang benar-benar tidak akan berniat jahat kepada saya. *wajar sih ya..mengingat kopdar  yang diberitakan sering berujung kriminalitas.

Memang susah saya jelaskan, tidak heran kalau Angga terus-terusan bertanya, saya tentunya tidak akan senekat itu kalau Devi tidak lulus dalam kategori orang yang bisa saya percaya, dan bertemu langsung dengan dia jelas mempertegas semua itu. :)

Sekarang kalau lihat liputan tentang Bandung saya pasti ingat Devi si adek bawel yang sudah punya anak cantik banget diberi nama Rinjani.

So... kapan maen ke Kendari dek? Apa mesti kakak yang ke Babel dulu? :p

Eehh..ada yang bersedia menampung kalo nekat saya kambuh gak?hehe..


Read more

21 Jul 2015

Semarang Modal Nekaddd


Saya memang nekat, saking nekatnya orang tua saya sampai khawatir.

Awal Kedekatan
Semuanya berawal dari kelakuan saya yang jelas tidak diketahui orang tua, di sekitaran tahun.... dijaman promo teleponan murah meriah dari sebuah provider, saya jadi kalong bersama teman-teman chatting dari berbagai daerah. Memanfaatkan tarif telepon murah dari pukul 12 malam sampai sebelum pukul 6 pagi, yang tidak sampai Rp.1.000 bahkan untuk daerah Sulawesi tarifnya tidak sampai Rp.500.

Siapa teman-teman ngalong saya ini mungkin akan lebih membuat heran beberapa orang, mereka adalah teman-teman chatting! Bukan MIRC, bukan E-buddy, bukan Nimbuz, bukan juga Yahoo Messenger... Tapi Mig33 yang sekarang sudah berganti nama menjadi MigMe. Aplikasi Java yang sangat membantu saya menghabiskan waktu di perantauan yang sangat minim hiburan.

Jadi interaksi kami terbagi menjadi 2 sesi dan 2 jenis, mulai jam 6 pagi sampai sebelum jam 12 malam kami siap chatting lewat aplikasi, setelah itu bagi yang mau (kadang juga lagi tidur tetep diteleponin) kami group talk dengan rame, gimana gak rame, 1 saluran ada 5 orang yang siap ngomong, ngobrolin tentang yang terjadi di chat room atau saling ledek-ledekan. SERU!

Tahun 2009 saya mulai vakum chat apalagi ngikutin kegiatan ngalong teman-teman, saya dapat tugas belajar di kampus STIS Jakarta Timur. Walaupun sibuk kuliah tapi tetap kontek-kontekan dengan teman-teman, aneh juga sih, waktu kerja bisaaa banget jadi kalong, giliran kuliah malah total banget :D.

Nekat Kopdar ke Semarang
Sampai akhirnya waktu liburan di Puncak Bogor bareng teman kuliah, salah 1 teman ngalong saya Teh Byan ngomporin buat kopdar ke Semarang, akhirnya dengan modal pakaian bersih yang tersisa di lemari dan uang yang sangat pas-pasan, saya ke Bandung naik bus bersama teman yang kebetulan mau ke Bandung waktu itu, nunggu di terminal Leuwi Panjang dan untuk pertama kalinya ketemu Teh Byan, Kemudian ke terminal Cicaheum, trus ketemu mas Ryan_Pencenk di BIP. Makan siang sebentar kemudian cuss naik bus ke Semarang, dibayarin Teh Byan..hahah... *Dia mah tau banget saya udah kere pas ke Bandung..hihi..

Setelah beberapa jam akhirnya sampai di Semarang, rencana awalnya sih nginap di rumah Mita, ternyata gak bisa di hubungi, sama teman-teman saya dan Teh Byan diinapkan di hotel. Saya menginap selama 3 malam 2 hari dan Teh Byan sudah pulang dluan di hari ke-2, ini nekat banget... saya juga gak tau kalau Teh Byan bakal pulang duluan.

Orang tua saya kerjanya telepon terus, lha gimana gak khawatir, saya nginap dan jalan sama orang-orang yang tidak mereka kenal sama sekali...Teman-teman kostan di Jakarta juga pada cerewet ngatain saya nekat dan nanya kabar.. Love you Ijo Lumut!!*Namanya generasi 80an banget kan? :D*


Lawang Sewu
Jadul binggoooo :D

Selama di Semarang biaya hotel, makan dan jalan-jalan ditanggung oleh teman-teman miggers Semarang, Mas Pendi, Mas Ryan_Pencenk, Dimaz, so sweet kan mereka!! Dengan kesibukan masing-masing mereka atur jadwal biar bisa bareng atau bahkan gantian nganter kita jalan-jalan atau sekedar beliin makan.

Sebagian udah ga ada kabarnya nih... apa kabar kalian??

Sempat nengokin anak Mas Ardian yang baru lahir juga, sebelum pulang ngemper bareng Mita dan Mas Pencenk juga di Masjid Agung Semarang, ala-ala musafir gitu, padahal sudah harus check out dari hotel sedangkan jadwal travel masih beberapa jam lagi :D.

Nih yang foto siapa? Neng Mita? Mas Pencenk? :D

Di sekitaran Masjid Agung Semarang ini juga saya pertama kali ngerasain tahu gimbal, enak...langsung jatuh hati.. setelah menghabiskan waktu beberapa jam mengeksplor area Masjid Agung Semarang akhirnya saya pulang ke Jakarta... Cerita pulang saya gak kalah seru... sama sopir travelnya berkali-kali ditanyain... 
"Di mana neng? Lewat jalan mana?"
 atau
"Lewat baypass dulu kan?"
 atau
"Lewat Tol ini kan?"
"Ga tau pak.. pokoknya turunin saya di GOR Otista-Jakarta Timur."
 Saya jawab tanpa rasa bersalah.. anehnya tanpa rasa was-was juga.*Kalau ketahuan bapak saya bisa dilarang ngebolang lagi nih :D*

Dalam beberapa jam akhirnya saya sampai di tempat yang saya minta, ga ngerti itu sempat nyasar apa nggak, pokoknya udah sampai..wkwkwk.. 

Cerita kopdar ke Semarang ini benar-benar cerita yang akan susah saya lupakan, walaupun mungkin detailnya ada yang terlewat atau terlupa, tapi benar-benar pengalaman tersendiri bagi jiwa petualang saya...*Hassekk* Terima kasih untuk Teh Byan yang sudah jadi sponsor perjalanan Bandung ke Semarang, Mas Pencenk, Mas Pendi, Dimaz, Mita dan Mas Ardian yang sudah menjamu saya dan Teh Byan di Semarang dengan waktu dan materi. *Kapan kita kopdar lagi??? Hihihi ^^*

Ini cerita nekat saya yang tanggl 19 Juli kemarin tepat berlalu 6 tahun, mana cerita nekat teman-teman?

PS: Jaman sekarang aksi nekat saya jangan ditiru, banyak orang jahat...
Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...