14 Sept 2017

Menjadi Bloger yang Merdeka

Menjadi bloger, dalam bayangan saya bukanlah sebuah profesi. Cukup membuat blog kemudian menuangkan isi pikiran melalui tulisan. Sesempatnya, tidak begitu butuh konsistensi apalagi "tekanan" dari dunia luar.

Diary elektronik, begitu kalimat simpelnya jika ingin menggambarkan apa yang saya bayangkan saat pertama kali membuat blog.

Wajar, mungkin bukan hanya saya saja yang setelah sekian tahun menulis blog, akhirnya mengetahui bahwa blog bukan hanya serupa diary elektronik, tapi juga bisa menjadi "papan iklan" sumber penghasilan dengan iming-iming, hobi yang dibayar.

Siapa yang tidak tergiur?


Saya termasuk yang tergiur. Artinya begini, saya mempunyai hobi menulis, tahu sendirilah kalau sudah hobi.. kadang kita tidak merasa bersusah-payah. Kadang waktupun tak terasa berlalu saat kita menjalankan hobi tersebut. Artinya kita senang melakukannya. Ditambah lagi saat melakukan hal yang kita senangi ada pemasukan di rekening kita, atau bahkan produk yang dikirimkan langsung ke alamat rumah kita. Siapa yang tidak mau?

Tapi untuk mencapai titik diatas ada banyak hal yang harus dipenuhi, benar kata Mak Diah Deka di dalam artikel Merdeka sebagai Blogger? Seperti apa? di Web KEB. Kita butuh nilai Domain Authority (DA) dan Page Authority (PA) yang besar agar menarik di mata advertiser ataupun melalui perantara agency. Bahkan sebelum meraih angka DA/PA yang besar, kira harus terlebih dahulu membeli domain agar blog kita termasuk dalam kategori Top Level Domain (TLD), kesukaan para pemberi job.

Baca juga: First Time In My Life : Membeli Domain

Saya dan juga kebanyakan teman-teman yang tergabung dalam komunitas bloger sudah melalui tahap di atas. Saat ini, tantangannya adalah konsisten menulis untuk menjaga -atau bahkan meningkatkan- nilai DA/PA. Tantangan tersebut datang semata dari dalam diri, musuhnya diri sendiri, yang malas, yang moody dan banyak alasan. *Udah jangan nunjuk, saya sejak tadi sudah angkat tangan, Ngakuuu! LOL

Tantangan berikutnya adalah memilah-milih job yang masuk.

Di saat-saat seperti inilah bloger dituntut untuk memerdekakan dirinya, tidak menghamba pada lembaran uang yang menjadi bayaran dengan tetap menerima job walaupun mungkin bertentangan dengan niche blog ataupun prinsip hidupnya sendiri.

Dan saya belum lama ini mengalaminya...

Gaess.. Siapa yang tidak mau uang? Apalagi job yang diberikan tidak membuat saya harus memutar otak, bayaran lumayan dan artikel sudah tersedia. Saya tau beres, tinggal copy-paste-edit-publish-konfirmasi-ditransfer-shopping.

Baca juga: Tentang Komentar, Jawaban dan Blog Walking 

Tapi ada yang terasa janggal, rasanya saya tidak tenang setelah mengetahui tema dan isi artikel. Yah, mungkin memang saya bawaannya tidak suka berurusan dengan yang kontroversial, jadi setelah membaca artikel berulang kali, mencari info, juga meminta pertimbangan Abang, kami sepakat untuk tidak mengambil job tersebut.

Ada kekhawatiran sebenarnya, jangan sampai tindakan saya tersebut akan membuat saya masuk dalam black list agency. Tapi saya lebih tidak tenang lagi rasanya jika harus ikut karena terpaksa (walaupun dibayar). Akhirnya mencoba mundur dengan sopan. Entah masuk black list atau tidak, yang jelas saya lega.

Mungkin sejauh ini, itu langkah terbaik saya dalam memerdekakan diri. Bukan pertama kalinya menolak job juga sih, kalau diatas bayarannya lumayan, sebelum-sebelumnya saya juga tidak galau menolak job dengan bayaran yang masuk kategori tega. Kecil banget bayarannya cyiiintt.. Saya gak mau nyiksa diri, hobi sih hobi, tapi tak beginiiii~ *Hayo ngaku, siapa yang nyanyiii :p

Baca juga: Saat Hobi Menulis Mendukung Hobi Berolahraga

Dilain waktu, job yang saya terima sebagai bloger bukan hanya masalah bayaran, saya juga menerima walaupun bayarannya kecil atau bahkan gratis sekalipun. Buat UMKM, teman ataupun keluarga, biasanya saya kasih promosi gratis di blog dan sosial media, salah satu cara saya memberikan dukungan terhadap usaha mereka, sambil ikut mendoakan keberhasilan usahanya.

Pada akhirnya menjadi bloger yang merdeka adalah menjadi bloger yang bebas, tidak terintimidasi oleh tekanan dari luar yang bersifat negatif. Jika bersifat positif, hal itu harus dianggap sebagai motivasi. Tapi pada intinya kita semua sedang belajar, karena walaupun bebas kita tentu harus tetap berada pada koridor kepatutan. Dan ini tidak mudah karena butuh awareness yang tinggi.

So.. Be your self, follow your heart and enjoy the freedom..

MERDEKA!!

43 comments:

  1. setuju mba semuanya hampir saya rasakan tapi memang tergantung kita dan aku si untuk saat ini ga milih job karena memang belum se-femes mba wkwkwk jadi job-nya juga untungnya masuk kategori aku jadi belum pernah menolak :D wlw bayarannya suka bikin mata perih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan masalah femesnya sih kalau dapat job Teh, semata rajin isi form aja.. Wkwkwkwk

      Delete
  2. Aku seringkali ditawari dan menerima job (entah placement, sponsored, atau dll) yang mungkin materinya tidak begitu sesuai dengan pribadiku. Tapi, bagiku itu tantangan, sih. Dengan hobiku menulis dan materi yang disediakan itu aku mencoba untuk tetap menuliskan sebagaimana aku biasanya. Sejauh ini, dari komentar teman-teman blogger lain, masih cukup berhasil. Dan itu membahagiakan. Materi yang tadinya kurang sesuai malah jadi bahan pelajaran baru. Asal bukan soal politik, agama, atau judi sih aku masih iya-iya aja sejauh ini hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau prinsip saya gak nerima tantangan Mba, langsung CUT! Hehe

      Delete
  3. bener-bener merdeka blogger sekarang, udah banyaknya sponsor yang mau bekerja sama. Semoga terus merdeka dan jaya yang berkecimpung di dunia blogger.

    ReplyDelete
  4. Memang rasa malas yang jadi masalah paling besar. Padahal sih pengin update artikel sebanyak banyaknya....

    ReplyDelete
  5. Sip deh. Lebih enak jadi bloger merdeka ya. Karena independensi sebnrnya adalah salah satu ciri khas blog dibanding berbagai tulisan yang beredar di dunia maya :)

    ReplyDelete
  6. Diriku masih perlu banyak belajar darimu sayyy :)

    ReplyDelete
  7. Pnisirin ka ir job apakah itu yg ditolak? Ahaiii
    Klo yg ada di golongan suruh ngacung itu, keknya aku ada di garda terdepan ni, lg muales update buat tulisan yg rada berbobot aku, walhasil dari kemaren tulisanku geje mua huhu

    ReplyDelete
  8. Keren mbak. Bisa menolak tawaran yg tidak sesuai hati nurani. hehe. Sy aja belum pernah dapat tawaran iklan untuk blog. hehe

    ReplyDelete
  9. Saya pun kalo gak sesuai hati nurani pasti sa tolak, tapi kalo suka job-nya, walau nilainya kecil tetap akan sa ambil :)

    pada akhirnya memang kembali ke diri masing-masing sih, sejauh ini saya masih tetap menganggap blog sebagai tempat menuangkan pikiran dan perasaan juga uneg-uneg, walau akhir-akhir ini rasa malas untuk menuangkannya semakin besar :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, benar Kak, balik ke diri masing-masing lagi.

      Jangan malas kak, biasanya menular ituu.. Huhu

      Delete
  10. hmm, butuh ketegasan yang cukup kuat sih ya mbak untuk menolak job. Kalau sistemnya tinggal kirim tulisan, terus kita tinggal edit dan di transfer mah.. ciamik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ciamik.. Apalagi kalau gak bertentangan dengan prinsip. Hehe

      Delete
  11. dan selalu share arttikel yang bermanfaat buat pembaca :) , jangan share yang melanggar syarat dan ketentuan dari blogger itu sendiri

    ReplyDelete
  12. Memang kadang kalau dapat job yang tidak sesuai dengan hati nurani itu rasanya memberatkan. Tapi yakin aja kalau memang rezeki pasti bakal ada gantinya

    ReplyDelete
  13. Setuju sekali. Bekerja dibawah tekanan hasilnya juga gak akan maksimal :)

    ReplyDelete
  14. Satu lagi nih, kawan blogger yg pro. Aing mah ngeblog asal nyampah aja. Hahahah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalah aku dibanding kau Aniiii.. *Tetiba jadi Bang Romaa.. Hihi..

      Delete
  15. Saya juga pernah menolak job gara2 gak sesuai dengan hati. Butuh duit tapi tak begini.....*ealah, malah ikut nyanyi.

    ReplyDelete
  16. rasanya senang skeali kalau merdeka sekaligus mendapat job yang sesuai hati dan bayarannya oke punya. hehe

    ReplyDelete
  17. Setuju.tidak terpengaruh dgn lembaran uang demi kenyamanan hati ya mba. Mlakukan sesuatu yg tidak dr hati pasti ada yg mengganjal...

    ReplyDelete
  18. Iya kalau gak sreg jg bbrp kali saya nolak. Kyk kapan hari ditawari produk tembakau, produk pinjaman KTA, pokoknya yg gk sesuai kata hati gtu tolak hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sipp, mantap Mbak. Bukan kerjaannya yang ditolak, tapi kontennya. :)

      Delete
  19. Mau juga donk di transfer gara2 blog.. 😂 tapi blm ada jln+nya ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gabung komunitas, sesama bloger suka bagi-bagi info kok ;)

      Delete
  20. Betul betul betuulll. Klo ndk sesuai hati, kenapa harus diterima yaakk, bikin baper deh.

    Saya meski kecil tp klo saya anggap bermanfaat dan saya butuhkan jg itu infonya ya hayuk aja, hitung2 bolehlah utk bayar tagihan kuota, hihihih.

    The last but not least, apapun itu pilihan ada di tangan kita sendiri, kita kan Blogger yg MERDEKA 😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuu.. senangnya most of us agree. Gak salah kan punya kalian di SBT :*

      Delete
  21. Cocok, kalo bantu orang, apalagi teman mah ayuk ajah! :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca, mohon untuk tidak berkomentar sebagai Unknown atau Anonymous. Komentar dengan link hidup dan broken link akan dihapus, jadi pastikan untuk mengetik alamat blog dengan benar ya.

Untuk teman-teman yang mencari kontak saya tapi membaca melalui HP, silakan klik versi website, bisa dilihat laman kontak, atau menghubungi melalui sosial media yang tertera di sebelah kanan tampilan blog.

Jangan lupa difollow yaa.. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...