5 Feb 2018

Pustaka Jalanan, Upaya Meningkatkan Minat Baca di Kota Kendari

Minggu pagi, dengan begitu senangnya saya menuju ke Taman Walikota Kendari. Tempat yang sering disebut Tamkot ini adalah salah satu pusat keramaian di Kota Kendari yang sudah terasa denyutnya sejak subuh, selain pelelangan ikan tentunya.

Saya merindukan Tamkot dengan segala aktivitas sehatnya. Lupakan pedagang yang berjualan di sepanjang jogging track. Makanan--berat hingga ringan--yang berbaris cantik bukan godaan untuk saya.

Baca juga: Taman Kota Kendari

Selepas senam dan Lulo (tarian adat khas Sulawesi Tenggara) bersama di jantung ruang terbuka hijau itu, sayapun berjalan-jalan sekedar melihat ada perubahan apa saja selama kurang lebih 9 bulan vakum memutari Tamkot.

Benar saja, saya menemukan hal baru di sana!

Ada buku yang berbaris di sisi kiri jalan, saya bingung menjelaskannya, sebut saja pot besar karena berbentuk pot raksasa--walau tak memiliki kaki--dan ditengahnya ada tanaman. Sekedipan mata kemudian terlihatlah kertas bertuliskan kalimat "TIDAK UNTUK DIJUAL HANYA UNTUK DIBACA"

"Eh, apa nih??" Saya penasaran.


Pustaka Jalanan

Pustaka jalanan mulai digelar pukul 7 sampai pukul 11 (khusus Tamkot), dibuat secara swadaya oleh Amran Labueya, seorang mahasiswa kelahiran Buton Tengah, berkuliah pada pendidikan Sejarah di Universitas Halu Oleo (UHO). Didorong oleh rasa prihatin terhadap minat baca yang masih rendah. Dengan menggelar pustaka jalanan, Amran berharap pusat keramaian/tempat rekreasi tidak hanya menjadi tempat "hura-hura" tetapi juga bisa menjadi tempat memperoleh ilmu.

Sumber bacaan di pustaka jalanan sendiri kebanyakan bersumber dari koleksi pribadi Amran, baik berupa novel maupun buku-buku referensi kuliah. Ada juga donasi buku dari perorangan tapi tidak banyak. Tidak heran, koleksi buku di Pustaka Jalanan sendiri relatif masih sedikit walau sudah beroperasi selama 9 bulan.

Kedepannya, Amran menginginkan pustaka jalanan hadir lebih menarik dengan hadirnya buku-buku yang juga menarik, setidaknya minat orang-orang yang niatnya hanya sekadar lewat saja dan tentu saja menarik bagi seluruh tingkatan umur. Di lain sisi, Amran merasa buku-buku yang disediakannya belum bisa menyentuh banyak tingkatan umur, ia menyadari, buku bacaan anak masih belum tersedia di pustaka jalanan.

Kendala Pustaka Jalanan

Saat menanyakan mengenai kendala, hebatnya tidak ada keluhan mengenai biaya yang keluar dari pemuda berumur dua puluh lima tahun ini. Padahal sifat Pustaka Jalanan yang berusaha selalu hadir di keramaian (kampus, lapangan MTQ maupun Tamkot) tentu membutuhkan waktu, tenaga dan biaya.


Secara personal, yang mengganggu nuraninya saat mengelola Pustaka Jalanan adalah aktivitas "pengunjung" yang hanya menjadikan buku sebagai properti untuk berfoto; singgah-ambil buku-cekrek-cekrek-simpan buku-pergi. Menurutnya hal tersebut sangat tidak menghargai ilmu pengetahuan.

Sedangkan untuk buku sendiri,(walaupun tidak banyak kejadian) Amran memberikan pinjaman buku dengan modal kepercayaan saja. Sudah terbayang masalahnya? Betul. Masalah global dalam dunia pinjam-meminjam. Dipinjam dan tidak kembali. Miris ya.. Hehe

Donasi Untuk Pustaka Jalanan

Amran tidak meminta saya untuk menulis ini lalu memohon untuk donasi. Sejak awal, hal yang berkali-kali disebutkannya adalah ia menginginkan buku anak. Saya berdecak kagum walau tetap memasang senyum manis bijak. *Ngerti kan? Itu lho.. senyum sambil ngangguk-ngangguk. LOL

Melihat Pustaka Jalanan ini, sejak awal saya sudah berniat donasi, bukan hendak menyebut-nyebut niat baik, tapi niat baik ini saya yakini tidak hanya dimiliki saya seorang. Maka saya mengajak teman-teman yang membaca blogpost ini untuk ikut mendonasikan bukunya, baik yang masih baru maupun bekas.

Amran sebenarnya mengharapkan donasi langsung berupa buku saja, tapi mengingat rekan-rekan saya juga banyak berasal dari luar Sulawesi Tenggara, akan saya akomodir jika teman-teman ingin berdonasi dalam bentuk uang. Insyaallah akan diteruskan sesuai amanah teman-teman. Sejauh ini saya berangan-angan untuk melakukan belanja buku bersama Amran dari hasil donasi uang yang terkumpul. Saya sudah meminta izin dari amran untuk penggalangan donasi ini. Dan untuk transparansi, insyaallah setiap donasi akan saya update di akun Facebook saya.


Untuk donasi buku bisa dikirimkan ke:
Irna Octaviana Latif
Kantor Badan Pusat Statistik Prov. Sultra
Jl. Boulevard no. 1
Kecamatan Kambu
Kelurahan Padaleu
Kota Kendari (93231)
Hp: 085288445005

Untuk donasi berupa uang:
BRI 0217-01-023502-50-5
Atas Nama Irna Octaviana Latif
(Setelahnya mohon konfirmasi via WA ke nomor di atas)

Bukumu numpuk di rumah? Yuk, kumpulin untuk Pustaka Jalanan. Mau menyumbang uang juga boleh, nominal sungguh tak masalah, niat baikmu jangan ditunda!

#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikDanBahagia
#15HariBercerita
#Hari ke-1
Read more

24 Jan 2018

Lukisan Abstrak

Lukisan abstrak sudah dikenal sejak zaman prasejarah. Beberapa orang mungkin akan menganggap bahwa lukisan ini tidak bermakna dan goresannya asal-asalan saja, saya pun begitu. Padahal, gambar tersebut adalah hasil interpretasi seniman terhadap sebuah objek. Sehingga, punya value tinggi dan menarik dijadikan sebagai pajangan.

Sumber: pixabay.com

Apa sih seni lukisan abstrak itu?
Lukisan abstrak adalah bagian dari seni kontemporer. Objek yang digambar bukan objek natural atau realis. Meski demikian, seni bergaya abstrak adalah hasil imajinasi pelukisnya. Ada pesan mendalam yang ingin disampaikan pelukis lewat goresan gambar tersebut.

Reaksi umum ketika orang melihat lukisan akan langsung bertanya: bentuk apa ini? Sayangnya, saat melihat hasil karya abstrak, pertanyaan tersebut tidak lantas terjawab.  Karena tidak ada jawaban kongkret & mutlak. Tidak ada jawaban benar dan salah. Penilaiannya sangat personal tergantung bagaimana orang memaknainya.

Ada orang menghabiskan waktu berjam jam untuk menatap sebuah lukisan surealis kemudian merasakan kebahagiaan karenanya. Namun, ada juga yang tak merasakan apa-apa. Bahkan tak bisa memahami sisi mana yang bisa dikatakan dahsyat dari karya tersebut.

Sejarah seni lukisan abstrak
Seni lukisan abstrak tidak bisa lepas dari budaya prasejarah. Sejak ribuan tahun lalu, nenek moyang kita telah mengenal seni ini. Mereka meninggalkan jejak kehidupan lewat gambar abstrak di dinding-dinding gua. Jenis seni lukis ini lebih mudah dipraktikkan karena bisa menggunakan bahan sederhana seperti arang, kapur, tanaman, dll.

Salah satu contoh seni orang zaman prasejarah adalah menggambar atau menempelkan tangan di dinding gua. Kemudian mereka juga mengunyah tanaman lalu menyemburkannya ke dinding untuk menghasilkan sebentuk gambar atau simbol.

Simbol-simbol itulah sebagai cikal bakal lahirnya tulisan. Sekalipun telah mengenal tulisan, masyarakat terus menciptakan dan mengapresiasi lukisan bergaya abstrak hingga saat ini (sebagai perkembangan budaya). Alasannya, ada keindahan serta makna tersendiri nan bisa dinikmati dari gambar tersebut.

Ciri-ciri lukisan abstrak yang bikin kamu melongo
Bagaimanakah membedakan abstrak dengan aliran lainnya? Simak ciri-ciri berikut untuk membedakan karya seni ini dengan karya lainnya:


Bentuknya tidak bisa dikenali. Bagi orang awam,  pasti akan bertanya-tanya karena lukisan tidak menggambarkan objek tertentu. Bahkan mungkin akan berpikir bahwa itu hanya sebatas goresan tanpa makna. Justru, di sanalah letak seninya. Benda ini bisa membuat orang berpikir dan menyimpulkan maknanya secara personal.

Biasa menggunakan cat air dan peka dengan perpaduan warna. Sebab, komposisi warna memiliki peran penting dalam seni lukis ini. Lewat goresan warna sebuah bentuk abstrak tercipta. Jika dilihat lebih seksama, akan menggambarkan sebuah bentuk.

Karya seni ini memang tidak menggambarkan objek tertentu. Alhasil, yang dituangkan oleh seniman adalah esensi atau value dari sebuah objek (tergambar hanyalah ruhnya saja). Hal itu yang membuatnya sulit dipahami dan butuh perenungan mendalam untuk menafsirkannya.

Nah, setelah mengenali ciri-cirinya, kamu tidak perlu lagi kebingungan membedakan. Saat melihatnya pun kamu akan lebih memahami tentang karakter hasil karya seni ini.

Ingin belajar membuat lukisan abstrak? Begini panduannya
Anda tentu pernah mendengar orang berbicara bahwa membuat lukisan jenis abstrak itu gampang kan? Cukup gores-goreskan saja warna sesuka hati. Pendapat tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi bagi orang tertentu, barangkali membuat gambar abstrak lebih menantang daripada gambar real. Karena pelukis dibebaskan berekspresi dan melawan aturan. Jika kamu tertarik dengan seni ini, ikuti langkah-langkah berikut:

Siapkah alat-alat seperti kanvas, cat, kuas, serta roda warna. Roda warna akan sangat bermanfaat ketika kita tidak tahu warna mana yang cocok untuk dikombinasikan.

Pelajari masalah warna, mengingat warna punya peran penting dalam seni lukis ini. Anda bisa mulai dengan mempelajari warna primer, sekunder dan tersier. Kemudian kenali juga warna-warna hangat dan sejuk. Manfaatkan harmoni warna seperti memilih warna-warna analog, komplementer atau triadik.

Tentukan jenis gambar yang ingin Anda buat. Apakah geometris acak, geometris minimalis, atau ingin fokus pada aktivitas melukis itu sendiri?

Kamu bisa memulai dengan membayangkan sebuah objek atau pemandangan. Yang Anda tuangkan bukanlah objek sesungguhnya, tetapi terjemahan dari objek tersebut.

Saat menggoreskan kuas tidak perlu berharap hasilnya akan sesuai dengan objek aslinya. Cukup nikmati saja, sebab dalam melakukannya, kamu hanya perlu menikmati proses pembuatannya.

Tak mau repot? Cari saja lukisan abstrak di Qlapa
Kamu pengen menjadikan lukisan aliran abstrak sebagai pajangan di ruangan? Tapi Anda merasa tidak punya bakat atau malas bikin sendiri karena nggak ada waktu? Berkunjung saja ke Qlapa.com. Di marketplace ini ada banyak koleksi lukisan abstrak menarik. Pilihan warna dan bentuknya sangat beragam. Kamu tinggal menyesuaikan saja dengan karakteristik ruanganmu agar serasi.

Tak perlu khawatir dengan kualitas, sebab produknya dijual langsung oleh senimannya. Jadi, Anda akan mendapatkan harga yang lebih hemat. Untuk membuat ruanganmu lebih artistik, kamu tak perlu bersusah payah, kan? Cukup order saja disini, kemudian item pesanannmu akan langsung dikirimkan ke alamatmu.

Selamat menikmati karya seni lewat lukisan abstrak!

Read more

22 Jan 2018

Daily Make Up Routine Ala Irly

Duh... duh.. duh.. Judulnya gitu banget. Malu sendiri saya.. Haha

Tapi gimana lagi, teman-teman di Be Molulo sudah sepakat untuk menulis dengan tema daily make up routine bulan ini.


Eh, sedikit cerita tentang Be Molulo ya.. Sebelumnya teman-teman mungkin familier dengan Sultra Blogger Talk, nama yang kami buat untuk kolaborasi menulis bersama teman-teman bloger yang ada di Sulawesi Tenggara.

Nah, belakangan kami berniat untuk membuat komunitas bloger saja, maklum, teman-teman mungkin merasakan sendiri, tidak kenal banyak dengan bloger dari daerah kami. Kamipun begitu, orangnya ya.. itu lagi... itu lagi.. Hehe.. ((Lavya all gaess :*))

Singkat cerita, terpilihlah nama Be Molulo sebagai nama komunitas kami. Mungkin akan saya buat tulisan sendiri tentang Be Molulo ini. Kali ini teaser ajalah istilahnya.. :)

Kembali ke urusan make up..

Saya pertama kali menggunakan make up saat mulai bekerja, waktu itu sebatas bedak dan pewarna bibir. Semakin kesini sepertinya makin complicated. Tapi sekarang mendingan sih, dulu saya sempat pakai eye shadow setiap ke kantor. LOL

Jadi ingat dulu deh, masa-masa dimana menggunakan lip gloss saja, kita akan habis digodain teman-teman sesama cewek. Ibaratnya, mau "gaya" walaupun sedikit saja, itu adalah sebuah dosa, yang kemudian membuat kami "kapok" ke kampus jika menambahkan perawatan selain bedak bayi ke wajah. Haha.. Lucu sih, kalau diingat-ingat lagi. :D

Itu dulu, sekarang mah, yang saya lihat anak SMP saja sudah menggunakan make up. Pengen bilang anak SD juga sih, tapi belum pernah lihat langsung. Jadi fakta yang ada di depan saya ya seperti itu. Percaya deh, nanti ada yang kasih komentar tentang anak SD ini. Hehe..

Ini ngalor ngidul banget sih nulisnya. Persis seperti alis saya yang tak pernah sama setiap harinya, tergatung mood! Bhahaha.. Ini wajib dibahas, sebut saja pengakuan agar tak menimbulkan pertanyaan dikemudian hari. Soalnya yah, Abang pun nyadar urusan alis yang berubah-ubah ini, tapi mau gimana lagi, selain emang gak expert (tapi tetap kekeuh pengen nge-gambar jugak!), saya juga gak mau (dan gak akan diizinkan) sulam alis atau apapun namanya.

Oke fokus, maklumin ya, ini lagi nyari mood menulis. Bawaannya mau ngebanyol melulu. Hufthhh..

Mari memulai dengan membersihan wajah..

Rangkaian pertama yang saya lakukan dalam penggunaan make up adalah dengan mencuci muka. Saya menggunakan Wardah Cleansing Foam. Maklum, wajah saya adalah tipe wajah berminyak. Jadi saya menggunakan jenis foam, karena foam diklaim dapat menyerap minyak berlebih pada wajah.

Setelah mengeringkan wajah, selanjutnya saya menggunakan Wardah Lightening Face Toner untuk mengoptimalkan proses pembersihan pada wajah, termasuk menjaga kelembabannya. Terasa segar di wajah walaupun tak beralkohol.

Dempul penahan serangan sinar ultra violet..
*Jangan baca pakai nada Doraemon yess*


Nah, untuk urusan wajah ini saya lumayan concern dengan efek gosong dari sinar ultra violet, walaupun membawa manfaat, tapi jika lama terpapar sinar matahari, efek jahatnya akan membuat wajah saya mempunyai 2 warna saat membuka jilbab. Jangan sampai Abang berasa liatin kue lapis ye kaann :p

Untuk menghalau efek tersebut, saya menggunakan Wardah Sunscreen Gel SPF 30, dilanjutkan dengan foundation berupa stik dari pixy, kalau gak salah sih SPF 15, lumayan buat nambahin perisai di wajah. Selain itu, bedak padat dari Pixy yang saya gunakan juga lebih mudah menempel dan awet di wajah saya. Berkegiatan di dalam maupun luar ruangan, rangkaian ini wajib saya gunakan.

Oh ya, untuk foundation dan bedak saya memilih warna yellow beige. Saya sudah menggunakan bedak ini sejak pertama berkenalan dengan bedak padat, ya saat mulai bekerja itu, sekitar tahun 2005, sedangkan pemakaian foundation menyusul beberapa tahun kemudian.

Selanjutnya Pemberian warna pada wajah..
*Duhhh, ngecet kali ah*

Agar kemudian wajah tidak terlihat pucat dan menyempurnakan kekurangan di sana dan di sini. Saya menggunakan pensil alis viva yang cukup legendaris dikalangan ibu-ibu, saya menggunakan warna coklat agar tidak terlalu tampak (walaupun kenyataannya tetap saja tampak) saat digunakan.


Selanjutnya saya menggunakan Eye liner stylo dari Oriflame, ini saya gunakan saat ingat saja, padahal cukup mudah menggunakannya karena berbentuk seperti pulpen/spidol dengan kuas berujung tajam. Saking sukanya saya pernah mereview produk itu di blog.

Baca juga: Eye Liner Stylo - The One | Eye Liner yang Cocok untuk Pemula

Oh ya, untuk memberi rona pada pipi saya menggunakan sedikit Very Me Cherry My Cheecks dan Very Me -entah apa namanya, saya cari gak dapet- sebagai shading.

Bibir

Nah, untuk pewarnaan bibir, saya punya relatif banyak lipstik, tapi warnanya ya mirip-mirip semua, penggunaannya tergantung mood. Ada Amethyst (88), Crystal (90), Rose (92) dari Purbasari Matte, Lantana (03) masih dari Purbasari tapi jenis Hi-Matte, Sweet Tangerine (30667), Fuschia Hype (30659) The One - Oriflame. Intinya kalau gak pink, nyaris nude, ya warna orange. Dulu sih, suka pakai tipis-tipis saja lipsticknya, tapi sejak beli yang jenis matte, saya suka pakai sesuai iklan gitu. *Ngerti kan maksud saya? LOL*

Nyamar jadi anak jaman now ahh...
*Stikernya doang.LOL*

Itu tadi sharing unfaedah dari saya, kalau teman-teman ingin tahu daily make up routine teman-teman di Be Molulo seperti apa, kepoin saja link di bawah ini:

(Ssst.. Sedikit banyak kami punya kesamaan dalam pemilihan produk lho)


Gimana? Gimana? Kita punya kesamaan gak? Sharing daily make up routine teman-teman di kolom komentar yess ;)

Read more

18 Jan 2018

5 Cara Asyik Delay Bete Saat Penerbangan Mengalami Delay

Selamat Pagi teman-teman! ^^

Tulisan baru di 2018 nih, doakan, semoga bisa konsisten menulis dan berbagi informasi dan hikmah di sini yess.. Ya.. walaupun jelas ini udah telat banget kalau mau diakui sebagai tulisan pertama tahun ini *tutup muka*

Jadi, harap dimaklumi lagi kalau pembahasannya sudah nyaris kehilangan momen.. Ini eman-eman drafnya kalau mau diulang lagi (takut malasnya jadi permanen! Haha)

Eh, gimana liburannya kemarin? Pada ke mana aja? Yang pakai transportasi udara semoga gak kena delay ya.. Duh, semoga enggak deh.. Kebayang betenya.. Huhu..


Nah, walaupun telat, gak ada salahnya dong saya bagikan cara asyik untuk delay bete yang mungkin datang saat penerbangan yang diharapkan mengalami delay. Bukannya nge-doa-in biar kena delay, tapi ini bisa jadi persiapan yang harus diperhitungkan saat mempersiapkan keberangkatan, iya gak? Bisa jadi, cara-cara ini juga yang teman-teman lakukan agar tetap asyik saat delay diumumkan. Tapi masalah bete gak bete ini, harus dipersiapkan sebelum keberangkatan lho..

Yuk, cek dulu apa saja yang harus dipersiapkan..

1. Beli tiket dengan waktu penerbangan yang tidak mepet dengan acara.
Keberangkatan ke luar kota biasanya sudah diikuti dengan jadwal acara, entah itu karena dinas, acara keluarga ataupun liburan. Sebisa mungkin beli tiket dengan jarak waktu yang cukup dan tidak membuat kita terburu-buru. Hal ini juga berlaku untuk connecting flight, terutama dari maskapai yang berbeda.

Kebayang kan gelisahnya kalau ada pengumuman delay sementara kita sudah ditunggu oleh acara, jadwal bahkan penerbangan selanjutnya. Hindari hal ini, ini akan banyak membantu untuk mengurangi bete.

2. Pastikan baterai smart phone terisi penuh saat berangkat
Bagi saya ini penting, karena bagimanapun sekarang kita sangat tergantung dengan barang yang dimiliki oleh kebanyakan manusia, apalagi yang sudah berurusan dengan penerbangan seperti ini. Yang paling penting dari baterai smart phone ini adalah, mengabari keluarga atau teman, baik dari kota asal keberangkatan maupun tempat tujuan, apalagi kalau dijemput, kan kasihan yang sudah meluangkan waktu.

Dengan memberikan kabar, rasa tidak enakan atau khawatir sudah membuat orang lain menunggu bisa berkurang, dampaknya ya ke mood juga. Gak cepet bete! Masalah menunggu adalah yang harus diatasi berikutnya.

Baca juga: 7 Mood Booster Untuk Memperbaiki Suasana Hati

3. Ngobrol dengan yang "senasib"
Hal yang bernama keadaan, bisa memberikan 2 sisi dalam hal komunikasi. Karena keadaan, seseorang bisa memutuskan komunikasi dengan orang yang lainnya, dilain sisi keadaanlah yang juga tidak jarang membuat orang saling berkomunikasi, dalam hal ini, perasaan senasiblah yang menjadi kabel penyambungnya.

Hal ini bisa menjadi pembuka tali silaturahim, bisa berkenalan dengan orang yang mungkin sebelumnya tidak dikenal, satu tujuan, ternyata kantornya tetanggaan, atau bahkan teman baru itu hanya berniat untuk wisata dan menawarkan kemurahan hatinya saat kita berkunjung di kota tempat tinggalnya nanti...

Drama?
Ngarep banget?

Oh, C'Mon, jangan pesimis, masih banyak orang baik di bumi yang sudah sakit-sakitan ini. Berpikir positif saja, gak bayar ini. :p

4. Membaca, Nonton atau Dengarkan Musik
Buku adalah teman terbaik selama perjalanan, selain jalan bareng pasangan halal tentunya. :p
Tak ada yang mengalahkan kehadiran manusia lain yang punya kedekatan emosional dengan kita, akan tetapi jalan seorang diri terkadang tak bisa dihindari. Kalau ada temannya sih, bete bareng bisa segera teratasi dengan ngobrol bareng, entah ngobrol tentang rencana perjalanan atau ngomongin maskapainya. Haha..

Skip..

Bayangkan jika kamu harus berangkat seorang diri dan mendengar pengumuman delay, sekali, bahkan berkali-kali... Uhh.. kebayang perasaannya. Selain mencari keadilan informasi yang pasti (dan hak sebagai penumpang) dari maskapai, hal lain yang mau tidak mau harus dilakukan adalah menunggu. Nah.. Urusan menunggu ini yang gak pernah asyik, jika tidak dihadapi dengan persiapan.

Selain membaca buku (Quran ataupun berita melalui smart phone) dan mendengarkan musik, kamu juga bisa menonton film atau drama favoritmu, nonton ini untuk saya punya keuntungan sendiri, dengan modal kuota, sudah banyak film tersedia di aplikasi-aplikasi seperti V*U, HO*Q dan lain-lain. Tapi biasanya daripada bete karena jaringan lemot, saya sudah terlebih dahulu mengunduh dan menyimpannya di memori smart phone, biasanya sih variety show yang memang menjadi mood booster saya. Hehe..

Tidak terbatas pada aktivitas membaca dan nonton saja sih, lakukan apapun hobimu yang memang memungkinkan untuk dilakukan dikhalayak ramai, yang paling penting tidak sampai mengganggu kenyamanan orang lain di bandara, fotografi misalnya.

"Buat dirimu nyaman dengan cara apapun, tapi ingat, kenyamanan yang kau dapatkan tidak boleh mengganggu kenyamanan orang lain."

5. Makan dan Minum
Saat melakukan perjalanan, biasanya jadwal makan menjadi tidak teratur, bahkan untuk asupan air untuk tubuhpun menjadi berkurang, gunakan kesempatan ini untuk memenuhi hak tubuh dan juga jiwamu. Makan dan minum yang enak untuk menghindari bete memenuhi kepalamu.

Saya biasanya melakukan kegiatan 4 dan 5 bersamaan, ini cara yang cukup ampuh untuk membujuk hormon endorfin diproduksi lebih banyak, cukup untuk mengusir bete saat delay. Dengan syarat, nomor 1 itu harus terpenuhi yess.. Kalau nggak ya, harus pasrah, ikhlas, biar hati gak ada gunturnya.. Hihi..

Nah, itu tadi 5 cara asyik delay bete ala Irly, nulisnya untuk menanggapi tulisan Ibu Guru Umi di Web KEB yang berjudul Pesawat Delay, Happy-in Aja.

Teman-teman punya cara apa biar gak bete saat penerbangannya delay?

Share di kolom komentar yuk! ^^

Read more

22 Dec 2017

Mama, Siksaan dan Jasanya Bagi Anak Perempuan Semata Wayangnya

Hari Jumat, gak biasanya ada blogpost di hari Jumat, 2 aja sih kemungkinannya, kalau bukan karena job, karena ada sesuatu. Naahh.. Sesuatu itu adalah 22 Desember, diperingati sebagai hari Ibu, momen yang mengingatkan kita bahwa Ibu punya peran dan jasa yang besar, seperti halnya diperingatinya hari pahlawan, hari sumpah pemuda ataupun hari peringatan lainnya.

Tentu saja kita yang beragama Islam sudah banyak diingatkan bagaimana besarnya pengorbanan orang tua khususnya seorang Ibu. Saya akan mengutip surah dan hadist sekadar mengingatkan kita lagi:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Tak perlu saya jelaskan lebih jauh tentang maksud Surah dan Hadist di atas, kita semua tentu sudah sering mendengarnya.

Selanjutnya, saya akan menggunakan panggilan Mama untuk mengganti kata Ibu, karena ini akan bercerita tentang pengalaman pribadi saya yang sehari-harinya memanggil Mama.


Siksaan Mama
Sejak kecil, Mama saya kenal sebagai orang yang keras, disiplin dalam menjalankan apa yang sudah menjadi tujuannya. Saya, seorang anak yang belum mengerti akan banyak hal merasa Mama menyiksa saya, akan banyak hal. Terutama yang berkaitan dengan waktu bermain.

Saat di rumah, saya merasa tidak begitu leluasa bermain, saya merasa selalu disiksa oleh Mama karena perintahnya untuk tetap berada di dapur; meniup api menggunakan bambu, mengupas bawang, mencuci ikan, menumbuk bumbu yang terasa seperti setahun saat mendengar teman-teman asyik bermain di samping rumah, memetik sayur (kebanyakan menggunakan tangan atau kuku yang akan membuat warna kuku berubah menjadi kecoklatan, jorok!). Huahhh... gelisah pokonya!

Sesekali saya kabur melalui dapur saat Mama lengah, dan tidak jarang saya tertangkap dan digiring untuk kembali ke rumah sambil mendengar kalimat yang sama, berulang-ulang, seperti promosi 3 pasang kaos kaki seharga Rp. 20.000 saja.
"Kamu nanti mau jadi apa kalau tidak bisa memasak?" Seru mama berulang-ulang.

Bosan, annoying banget buat anak Sekolah Dasar seperti saya.

Baca juga: Saat Mama Tidak Berada di Rumah

Sampai memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang kemudian berganti nama menjadi Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), malam Minggu saya sudah jelas tempatnya, KAMAR MANDI! Ngapain? Nyuci!! T_T

Seingat saya, saya diberi tanggung jawab untuk mencuci pakaian saya sendiri sejak saat itu, jika tidak mencuci, tidak akan ada pakaian sekolah, resiko tanggung sendiri. Padahal ya, kalau mau dibilang, ada kok "anak tinggal" di rumah kami. Tapi saya tidak boleh dibantu, no, no at all!

Sedikit tentang istilah anak tinggal, dulu, karena fasilitas sekolah masih sangat terbatas di daerah perdesaan, maka sejak jenjang SMP dan umumnya Sekolah Menengah Atas (Sekarang SMU), anak-anak yang tidak mempunyai fasilitas sekolah dikirim orang tuanya untuk sekolah di daerah perkotaan, baik itu numpang tinggal bersama keluarga, orang yang baru dikenal tapi dipercaya untuk dititipi anak (biasanya mereka tinggal juga sambil membantu pekerjaan rumah tapi tidak dianggap pembantu), atau dibuatkan gubuk untuk tinggal bersama dengan teman-teman sekampungnya. OMG, i miss them.. :(

Kembali ke topik, saya yang tidak rajin tentu saja sering kena marah oleh Mama. Kadang ada perasaan stress juga mendengar Mama terus-terusan mengomel, terlebih standar kebersihan dan kerapian mama sangat jauh levelnya dengan standar saya. Jelas aja sih bakal kena omel! LOL

Perasaan Bangga Itu Muncul Saat SD
Saya ingat betul, saat SD saya dipertemukan dengan sepupu 2x saya yang bernama Rani. Bertemu dan menjadi sangat akrab secara tidak sengaja hanya karena 1 sekolah, dan saya minta izin untuk bermain di rumahnya sepulang sekolah. Qadarullah, setelah orang tua menelusuri, ternyata Rani sepupu 2 kali saya! Senangnya, saya jadi lebih bebas memanjat dan menguasai pohon jambu di halaman rumahnya!! hahah..

Oke.. Skip, bukan itu yang membuat saya bangga, jadi suatu hari (semoga saya tidak salah ingat), kami berdua saja di rumah, saat kami ingin makan, makanan saat itu hanya ada ikan saja, tidak ada sayur, melihat sayur kangkung yang tumbuh subur di tanah kosong di dekat rumah Rani, sayapun menawarkan diri untuk memasak kangkung tumis. Rani sempat membuat pengakuan bahwa dia tidak bisa memasak, saya dengan berlapang dada (padahal mulai riya :p) mengajaknya memetik kangkung (ini juga hal yang biasa saya lakukan untuk membuat Mama senang karena tak perlu membeli sayur lagi).

Singkat cerita kangkung tumis lahap dimakan oleh Rani dengan pujiannya yang mengatakan rasanya enak. Sumpah ya, bangga banget waktu itu, akhirnya saya punya kelebihan juga dari si pandai Rani. Apalagi dia mengatakannya dengan sangat kagum. Like... dia gak nyangka banget saya bisa masak. Saya bilang "gampang jiii.." sambil tersenyum dan kepala yang masih terlihat kecil namun sebenarnya udah berasa ngembang banget. LOL

Baca juga: 5 Kesamaan Antara Saya dan Mama

Saat Siksaan Berubah Rasa Menjadi Nikmat
Mungkin, jika membaca separuh saja dari tulisan ini, akan terkesan Mama menyiksa saya sedemikian rupa dengan segala perintah dan aturannya. Ketahuilah, saya menggunakan sudut pandang anak SD yang masih gila bermain dan tidak berpikir panjang pada Sub Judul di atas.

Saat ini, jangan tanya bagaimana perasaan disiksa itu berubah menjadi rasa syukur karena (walaupun tidak jarang dengan terpaksa) menjalankan kemauan Mama untuk membantu di dapur.

Sejak tamat SMA, dan saya ditugaskan di kepulauan, saya jadi tidak kagok dengan pekerjaan dapur.

Saat pekerjaan saya berhubungan dengan pengeluaran dapur responden, saya tidak bingung tentang bumbu dapur apa saja yang disebutkan atau kemudian dengan mudah mengidentifikasi pertemanan komoditinya.

Dan hingga saat ini, saat suami memuji masakan saya, saat menyajikan makan dan suami membanggakannya kepada orang lain, perasaan saya tentu bangga dan senang sekali.

Perasaan-perasaan di atas tentu tidak dapat saya rasakan jika bukan karena jasa Mama, yang walau sering kali saya sakiti dengan bantahan dan aksi kabur-kaburan, Mama tetap disiplin menjalankan apa yang menjadi targetnya. Membuat saya setidaknya tahu bekerja di dapur, bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan domestik.

Masih teringat juga kalimat Mama: "Mudah-mudahan nanti kamu dapat suami yang berduit, kalau tidak nanti kamu bagaimana?"

Jangan diartikan Mama saya matre ya, maksud Mama melihat saya yang suka malas-malasan itu, kalau suami saya nanti punya penghasilan pas-pasan, dan saya tidak bisa mengerjakan pekerjaan domestik, bagaimana kami akan membayar pembantu?

Jadi sadar juga, kalimat Mama tuh jadi doa untuk saya, Alhamdulillah saya merasa suami saya berduit Ma.. dan saya juga penuh rasa cukup dan bersyukur. Apalagi saya juga akhirnya bisa melakukan pekerjaan domestik, kantoran dan lapangan. Ini anak hasil doa dan didikan Mama yang suka ngomel (demi kebaikan dan karena sayang). Dan sepertinya, sedikit banyak, saya membayangkan akan jadi Ibu seperti Mama jika sudah dikaruniai anak nanti. Suka ngomel juga. Wkwkwk..


Maaf dan terima kasih Ma, saya masih terlalu kaku untuk bilang itu langsung ke Mama, saya takut menangis seperti saat saya mengetik ini, jika diberi pilihan untuk mengganti sosok Mama, saya tetap ingin Mama yang ini, yang sayang sama saya, yang suka mengomel, yang perfectionist, yang tetap menerima anaknya dengan sedikit kelebihan dan banyak kekurangan ini. Uhibbuki fillah..

Tetap sehat, tetap bahagia, tetap tegur saya jika salah. Karena saya masih anak Mama dan Mama masih orang tua saya. Dan karena saya ingin Mama, Bapak, adik-adik dan keluarga besar kita bahagia, walau belum tentu bisa saya bahagiakan, walau tentu tak bisa menebus sedikitpun pengorbanan tampak dan tak tampak dari Mama...

Teman-teman, punya pengalaman yang sama dengan pemikiran masa kecil yang berpikiran negatif ke orang tua atau hususnya ke Ibu dan baru sadar setelah dewasa seperti saya? Share di kolom komentar ya :)

#MenulisAsyikdanBahagia
Read more

21 Dec 2017

Kala Hujan, Yuk Masak Opor Ayam Spesial Menggunakan Sasa Santan Kelapa

Mendengar kata opor ayam pasti sudah tak asing lagi. Seketika otak kita langsung membayangkan betapa lezatnya menu olahan satu ini. Wahh perut jadi terasa lapar dan langsung keroncongan kan. Bayangkan gurihnya betapa gurihnya daging ayam kampung bersama kuahnya yang kental dan kaya akan rempah. Pasti nikmat sekali jika di santap dengan nasi putih yang masih panas. Hmmm yummyyy.


Namun banyak yang malas memasak menu satu ini, karena terkesan ribet dan memakan waktu lama. Salah satunya karena masakan ini membutuhkan waktu yang lama dalam membuatnya. Belum lagi santan yang harus disiapkan. Pastilah sangat ribet. tapi tenang saja, kali ini kita akan menggunakan Sasa santan kelapa yang memiliki kualitas sama dengan santan kelapa yang baru diperas.

Apalagi Sasa Santan Kelapa adalah santan instan yang diolah dan kemas dengan teknologi modern, sehingga menghasilkan santan yang sudah matang dan siap pakai. Jadi tidak akan membuat ibu merasa repot. Soal rasa juga jangan khawatir, pasalnya Sasa Santan Kelapa memiliki aroma dan rasa sesegar kelapa yang langsung diparut.

Jadi, bisa dipastikan bahwa Sasa Santan Kelapa sangat cocok untuk semua masakan, baik minuman maupun makanan. Apalagi ia juga tanpa pengawet lho. So pasti sehat untuk memasak resep buat opor ayam spesial. Dengan begini, sebenarnya membuat opor ayam spesial gak ribet kan. Apalagi pada kesempatan kali ini kita akan membahas bagaimana cara memasak opor ayam spesial yang gak ribet lagi karena kelapanya sudah diganti  dengan Sasa Santan Kelapa. ;)

Bagaimana, penasaran?

Oke langsung saja, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah menyiapkan bahan dan bumbunya terlebih dahulu.

Bahan- bahan yang perlu kita siapkan terdiri dari:
1. 4 sdm minyak goreng.
2. 2 batang serai, ambil bagian putihnya saja, lalu memarkan.
3. 5 lembar daun jeruk purut.
4. 5 lembar daun salam.
5. 2 ekor ayam buras, potong masing-masing menjadi 4 bagian.
6. ½ butir kelapa, parut, kemudian peras santannya menjadi 250 ml santan kental.


Kemudian untuk bumbu yang perlu kita siapkan adalah
- 3 sdt ketumbar butir lalu sangrai
- ½ sdt jintan lalu sangrai
- 2 sdt merica butir
- 6 butir kemiri lalu goreng
- 3 cm kencur
- 3 cm lengkuas
- 100 gram bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 2 sdt garam
- 2 sdm gula merah sisir

Nah setelah semua bahan dan bumbu siap, kini tiba saatnya kita mulai memasak opor ayam spesial. Here we go..

1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai, daun jeruk dan daun salam. Aduk hingga tercium aroma harum
2. Kemudian masukkan potongan ayam. Aduk hingga ayam menjadi kaku
3. Setelah itu, masukkan santan encer. Masak diatas api sedang hingga mendidih dan ayam menjadi empuk
4. Terakhir tambahkan sisa santan tadi. Aduk sesekali hingga mendidih. Kecilkan api, masak hingga santan mengeluarkan minyak. Dan opor ayam siap dihidangkan bersama nasi hangat.

Sumber: pixabay.com

Bagaimana masih mau mengatakan kalau memasak opor ayam itu ribet dan membutuhkan waktu lama? Tentunya tidak yess.. Apalagi ketika masakan kita mempunyai cita rasa yang lezat, sehingga semua lelah ketika memasak terbayar sudah.

Nah, itulah resep memasak opor ayam spesial yang dapat kita coba di rumah. Semoga bermanfaat. Dan jangan lupa, saat memasak, kreasikan resep masakan yang menggunakan santan dengan sasa santan kelapa. Karena Sasa Santan, Aslinya Santan. :)

Read more

13 Dec 2017

Pengalaman Menggunakan Skin Care (Peeling dan Serum) dari V10 Plus

Hai.. hai...

Selamat hari Rabu, sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis review di blog ini. Kali ini saya akan menuliskan review tentang sebuah produk skin scare. Hal yang jarang saya lakukan, kebanyakan Rabu Review saya isi dengan review tempat makan dan tempat wisata, lalu kenapa kali ini saya review skin care?


Jujur saja, selain memang karena ada tawaran yang masuk, saya juga merasa tertantang dengan jawaban yang diberikan dari pihak V10 Plus saat menanyakan ketentuan apa yang diinginkan oleh pihak mereka. Jawabannya nantangin banget coba "Tidak ada ketentuan, review jujur setelah pemakaian setelah 10 hari saja."

Wow..

Saya merasa pihak V10 Plus ini sangat percaya diri dengan produk mereka. Jadi makin penasaran dong sama produknya. Permintaanpun saya terima, saya akan mereview V10 Plus Water Based Peeling dan V10 Plus Serum.

Agar berurutan dengan saran pemakaian, kita bahas V10 Plus Water Based Peeling dulu ya..

Kemasan
Water Based Peeling yang dikirimkan kepada saya adalah dalam bentuk kemasan kecil berukuran 2 ml. Berbentuk katalog menarik yang jika dibuka akan terlihat jejeran kemasan Water Based Peeling berwarna abu-abu. Dengan kemasan seperti ini, produknya enak banget untuk dibawa-bawa, imut banget, bahkan jika dikantongi, tidak akan terasa peeling dari V10 Plus ini sedang menunggu untuk dipakai. Suka banget sama kemasannya!


Fitur
V10 Plus Water Based Peeling ini mengandung ekstrak beras dan rumput laut. Diklaim mampu mengangkat sel kulit mati serta membersihkan dan mencerahkan kulit seketika. Tanpa memerlukan scrub yang kasar.

9 Kandungan Water Based Peeling:
1. Mengangkat sel-sel kulit mati
2. Mencegah timbulnya jerawat
3. Membantu regenarasi sel kulit
4. Membuat make up lebih tahan lama dan alami
5. Meningkatkan daya serap kulit terhadap nutrisi perawatan kulit anda
6. Membantu menghilangkan komedo
7. Mencerahkan dan menghaluskan kulit
8. Mengurangi bekas jerawat
9. Menyeimbangkan sekresi minyak pada wajah

Hasilnya gimana? Bener gak?

Sabar ya.. kita bahas kandungannya lebih jauh..

Kandungan V10 Plus Water Based Peeling
- Ekstrak beras
Sumber alami dari beberapa jenis antioksidan, yaitu: Tokoferol, Tocotrienols, Gamma Oryzanol, Phytosterols, Polifenol dan Squalene. Melawan radikal bebas dan membantu dalam memperlambat efek penuaan.

- Ekstrak Rumput Laut
Dengan penyerapan terhadap mineral dan garam laut, rumput laut diyakini memiliki sifat penyembuhan alami yang dapat berfungsi memperlambat penuaan pada kulit. Bahkan, mineral yang terkandung pada rumput laut juga dapat mengembalikan kelembaban alami pada kulit.

Cara Penggunaan
Water Based peeling digunakan setelah membersihkan wajah dengan pencuci muka yang sudah biasa digunakan. Setelah kering, oleskan water based peeling merata ke seluruh wajah, diamkan selama 5 detik lalu pijat wajah dengan gerakan memutar secara halus menggunakan jari, lalu bilas dengan air hangat/handuk basah.

Nih, saya lampirkan video tentang tekstur dan cara pemakaiannya

Tekstur dan Aroma
Teksturnya kental, hampir seperti pasta gigi. Berwarna bening dan agak keruh. Untuk aromanya hampir seperti aroma beras dan sedikit aroma laut yang lembut.

Bagaimana rasanya?
Peelingnya oke banget, saya ikuti anjuran pemakaian untuk menggunakannya setiap malam pada minggu pertama. Well, mungkin ada yang bakal takut ya kulitnya akan mengalami pengelupasan kulit (exfoliation) karena digosok dengan scrub terus menerus, tapi dengan produk ini saya tidak was-was.

Lagipula, sependek pengetahuan saya tentang kulit, pengelupasan kulit mati justru baik untuk menjadikan kulit lebih sehat. Tentunya dengan cara yang alami. Dan, IMHO, V10 Plus Peeling ini memenuhi syarat itu. Kenapa? Karena selain berasal dari bahan alami, scrubnya juga lembut banget!

Oh ya, saya juga senang sekali momen saat membilas peeling ini dengan handuk hangat. Relaxing banget, kulit langsung terasa lembab dan lembut. Love!

Nah, sekarang kita bahas Serum dari V10 Plus yess..

Saat memilih produk, saya sempat bingung dengan pilihan serum yang tersedia, ada banyak pilihan, jadi pembeli tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan kulit.

Apa saja pilihan serum dari V10 Plus?
1. Sensitive Series
2. Whitening Series
3. Hydrating Series
4. Acne Treatment Series
5. Anti Aging Series

Anti aging series

Sok.. dipilih pengen di-serum-in apa kulit wajahnya, saya sih galau antara whitening series dan anti aging series, karena sadar bahwa cantik itu tak harus putih dan sadar umur juga maka saya memilih serum anti aging series. LOL

Kemasan
Tidak berbeda dengan Water Based Peeling yang dikirimkan kepada saya, serum Anti Aging yang saya terima juga dikemas dengan kemasan kecil berukuran 2 ml. Didalam katalog akan terlihat jejeran kemasan serum berwarna pink, hijau light dan biru light.

Kandungan dan fitur:
Diklaim sebagai serum yang dibuat dengan di Jepang dengan bebasis air, tanpa paraben, tanpa pewarna dan pewangi buatan, tanpa minyak mineral, diuji oleh dokter kulit dan hasilnya akan nampak hanya dalam 10 hari.

Setiap jenis serum akan berisi 3 jenis serum, dan serum anti aging berisi 3 jenis serum ini:
1. Biocell (pink) untuk memperbaiki sel dan DNA kulit, mencegah kerutan, mencegah produksi melanin dan mengencangkan kulit.
2. Collagen (hijau light) mengurangi kerutan, elastisitas kulit, menjaga kulit agar tampak muda.
3. Hyaluronic Acid (biru light) untuk mempercepat penyerapan nutrisi ke dalam kulit.


Cara Penggunaan
Serum anti aging ini dipakai setelah membilas bersih peeling dari wajah. Setelah kering, buka masing-masing kemasan dan campurkan ketiga serum lalu ratakan ke seluruh wajah serta leher.

Tekstur dan Aroma
Tekstur masing-masing serum ini berbeda-beda, jenis collagen mempunyai tekstur yang lebih cair. Kesamaannya adalah, level cairnya dibawah peeling. Aromanya juga berbeda-beda, tapi tidak ada yang beraroma menusuk.

Bagaimana rasanya?
Serumnya meresap cepat di kulit, tidak mengganggu aplikasi sun screen maupun bedak.

Secara keseluruhan efek yang bisa saya rasakan  saat menggunakan kedua jenis produk V10 Plus ini adalah bangun pagi dengan gerakan refleks mengusap wajah, berasa lebih mulus, kenyal dan bersih banget kalau bangun pagi. Gak sia-sia meluangkan waktu di malam hari untuk mengaplikasikan skin care dengan konsep suplemen kulit pertama di dunia ini. :)



Nah.. dari tadi juga kita ngomongin baik-baiknya mulu, apa iya gak ada nilai negatifnya? Hmm.. bukan negatif juga sih, lebih ke kekurangan, ga ada label halalnya, mudah-mudahan bisa segera diurus izinnya, bukannya apa-apa, bagi muslim label halal dari MUI itu pemberi ketenangan jiwa. Iya gak? Hehe

Pertanyaan paling penting nih kalau sudah ngomongin produk kecantikan, pengen beli lagi gak? Pengeeenn... Setelah ada label halal yess, biar lebih tenang pakainya, gak ragu-ragu. :)

For more information:

www.v10plus.co.id

Twitter: @v10plusina

IG: v10plus_indonesia


Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...