24 Jul 2018

Hamil dan Omongan Orang

Peringatan: Isi tulisan ini berupa curhat, unek-unek selama kehamilan yang saat ini menurut Hari Pertama Haid Terakhir atau yang biasa disingkat (HPHT) janin saya sudah berusia 17 minggu.

Jadi, sebenarnya saya ini punya banyak utang tulisan, 1 tema tentang kuliner di grup kolaborasi KEB. dua tema menulis yang berbeda di Be Molulo. Yang tentang kuliner sih sudah ada dua ratusan kata di draf, tapi mentok mau melanjutkannya, padahal ini utang yang paling lama, sejak Ramadan! Eh.. gak ding, masih ada banyak utang tulis-menulis juga di grup Perempuan BPS Menulis! OMG! *Tepok jidat.

Namanya juga sebenarnya, berarti hanya latar belakang masalah.. Sekarang kita masuk ke bab selanjutnya. Kenapa utang menulisnya gak juga dibayar-bayar? It's about mood.. My swing mood! Fiuhh.. Pengennya sekarang nulis curhatan dulu, mengeluarkan uneg-uneg di hati yang rasanya makin ciut karena punya telinga yang lebar selama kehamilan ini. *Ih.. Pengen capslock deeeh!!

Omongan Orang
Semenjak hamil seriiing sekali saya mendengar kalimat atau pernyataan "Ih, gemuk ya!" awalnya saya senyum saja, mungkin masih dalam euforia sangat bahagia dengan hadirnya keturunan yang sudah dinantikan oleh kami dan keluarga kami. Tapi kok ya, lama-lama rasa panas di kuping sampai juga ke hati. Saya baperan? Ah.. trust me, i'm not alone!

Saya bukannya tidak bisa menerima dengan baik maksud orang-orang mengatakan perubahan yang terjadi pada diri saya. Bahwa saya gemuk bangetlah, saya lebar, besar, dengan berbagai macam ekspresi yang kadang bikin saya (yang merasa hal ini wajar) jadi berpikir "Oh ya, sebesar itukah saya?"

Poinnya itu, kita yang kadang merasa baik-baik saja jadi terusik hanya karena orang-orang yang tidak bisa menahan omongan yang diiringi ekspresi terkejut banget dan ditutup dengan tanda tanya. FYI, saya tidak menyangka berat badan saya bisa naik 4 kilogram di trisemester pertama dengan intensitas muntah yang sporadis. Lagian gak bisa juga kalian cari body pelari saya seperti dulu saat saya sudah berbadan dua seperti ini.

Pada kasus yang berbeda, ketika saya ditanyain gemuk, dan akhirnya yang bertanya tahu bahwa saya sedang hamil, kebanyakan akan memaklumi, tapi ada yang kekeuh dengan teorinya. Contohnya:
Ibu: "Eh, gemuk ya sekarang?"
Saya: "Iya, sambil senyum."
Mertua: "Iya, lagi hamil."
Ibu: "Ohh.. iyaaa.. Tapi kok gemuk gitu? Suka minum air es ya?"
Saya: "Tidak, gak pernah minum air es, kok." Sambil tertawa mengingat saya yang kena dingin sedikit saja bakal mual.
Ibu: "Ohh.. Banyak makan berarti."
Saya: Yaelah buu.. Kenapa gak berhenti sihh.. Ibu tahu gak saya makannya saja dipaksa karna sering mual, demi calon anak saya ini saya paksain. Tapi pikiran panjang dalam hati itu urung saya ungkapkan, saya hanya tertawa kecut dengan jawaban singkat "Tidak".

Si ibu sukses bikin saya yang tidak bisa istirahat siang itu jadi baper. Duuh kita ya.. susah banget menyaring mulut untuk keluarin kalimat yang positif saja. Apalagi ke sesama perempuan yang tahu bagaimana rasanya tubuh dan perasaan berhasil dikuasai oleh hormon. Mood kita sukses di-obok-obok oleh mahluk tak terlihat itu!

Sesekali saya curhat juga ke teman, adem banget kalau mereka bilang " Ih, namanya juga lagi hamil." atau "Biasa itu, kan lagi hamil." Kata-kata pemakluman seperti ini apa sih susahnya diucapkan? Kalau akhirnya memang mengkhawatirkan nanti bisa diberi saran atau nasehat pelan-pelan. Punya pengalaman tidak berarti anda berhak nge-judge orang lain. Ye kaaan?

Baca juga: Semua Ibu adalah Pejuang

Pesan Moral
Dua hal yang membuat saya belajar dalam hal ini:
1. Gak perlu semua hal dikomentari, kalaupun ingin berkomentar berikan kalimat positif saja. Apalagi ke seorang Ibu yang sedang hamil. Kalaupun sampai keceplosan segera tutup dengan impresi yang baik.
2. Ternyata mulut orang tuh emang gak bisa berhenti. Kirain hamil diluar pernikahan saja yang bakal diomongin orang lain, ternyata hamil yang sah dalam pernikahan seperti ini diomongin juga. Kadang bahkan gak nyadar sampai mempermalukan si ibu di depan banyak orang. Fiuuuh..

Udahan ah.. lumayan lepas juga nih setelah ditulis seperti ini. Ada yang punya pengalaman gak enak juga sama komentar orang-orang?

Read more

21 Jul 2018

Kelas Penulisan Media Sosial PBM: Media Sosial dan Peranannya

Akhir bulan Juni, jika tidak salah tanggal 25 2018, Grup Whats App Perempuan BPS Menulis (PBM) mengumumkan bahwa pilihan kelas segera dibuka. Kelas yang ditunggu oleh kami para pembelajar tak kenal jarak. Ya, kami berasal dari seluruh pelosok negeri, dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Kelas pembelajaran dibagi menjadi dua;
1. Kelas Penulisan Media Sosial dan Kelas
2. Penulisan Opini/Jurnal/Karya Tulis Ilmiah.

Para anggota PMB dibebaskan memilih sesuai minatnya masing-masing, dengan catatan, akan ada banyak narasumber, tema dan tugas yang menanti disetiap bahasannya. Tugasnya bukan dari narasumber sih, tapi dari PBM. Tujuannya agar kami langsung mempraktikkan ilmu yang sudah kami dapatkan.


Sesuai minat, saya memilih kelas pertama, kelas penulisan media sosial. Bukannya tidak tertarik pada kelas kedua, saya punya kebutuhan ilmu juga pada materi penulisan opini (maklum, saya statusnya sekarang pemburu angka kredit. Ha-ha), tapi untuk saat ini, masih berat untuk tema itu, wong nulis di blog dan sosial media saja sekarang butuh mood bangett. Fiuuuh..

Singkat cerita, materi kelas yang pertamapun dimulai 14 Juli kemarin. Temanya "Media Sosial dan Peranannya". Diisi oleh narasumber yang tidak asing bagi para emak-emak bloger. Ketebak gak? Iyes, Makpuh Indah Julianti! ❤

Kelas dibuka oleh moderator dengan membagikan garis besar pembahasan, dilanjutkan dengan profil Makpuh Indah yang bikin wow.. Kecebeud!

Tapi profilnya tidak saya bagikan disini ya, waktunya kita fokus ke materi yang akan saya bahas sedikit di sini.

Kenapa Harus Melek Media Sosial?
Media sosial sekarang ini adalah sarana yang digunakan oleh sebagian besar masyarakat dunia, ada beberapa tujuan yang paling mendasar:
1. Personal Branding
2. Networking
3. Promosi

Ketiganya adalah hal paling mendasar yang sering kali dijadikan alasan untuk melek media sosial. Dan tentu saja, yang ketiga adalah yang paling "gres" terutama berhubungan dengan alasan nomor satu. Jadi, sudah optimalkah media sosial yang teman-teman gunakan saat ini?

Pengaruh Media Sosial di Masyarakat
Media sosial, saat ini menjadi tempat yang sangat berpengaruh dalam keseharian kita, beberapa pengaruhnya antara lain:
1. Media penyampaian informasi
2. Berjejaring Sosial
3. Diskusi
4. Komunitas

Sedikit kutipan dari pembahasan mengenai pengaruh media sosial adalah Media sosial dari Makpuh Indah Julianti adalah
"Media sosial menyatukan kita, dari berbagai lokasi, tempat, atau pun penjuru dunia. Memberikan kita akses untuk melihat hal-hal terkini. Tapi, media sosial juga bisa menjadi bumerang buat kita, menjadikan kita buruk, jika dipergunakan salah."

Gimana? Setuju kan? 😉


Lanjut yess..

Media Sosial Bagi Lembaga Negara/Sosial
Zaman sekarang, informasi resmi sekalipun akan menggunakan media sosial sebagai sarana penyampaiannya, apalagi yang berisi peraturan yang harus disosialisasikan. 

Kita yang hanya menggeser layar untuk mengetahui kabar dari teman-teman di media sosial bahkan bisa dengan "tidak sengaja" mendapat informasi tentang kemiskinan yang menurun, harga BBM, bahkan kebijakan terbaru pemerintah. Efektif banget kan? 

Maka untuk lembaga negara/sosial, media sosial bisa memberikan manfaat seperti;
1. Identitas Lembaga
2. Menyampaikan Informasi
3. Sosialisasi Kebijakan
4. Penghubung dengan Masyarakat

Media Sosial Bagi Kreator Konten/Pengelola
Nah.. Ini yang paling ditunggu-tunggu pembahasannya. Saya sendiri adalah salah satu pengelola di media sosial kantor, tapiii.. Mungkin karena saya tidak merasa ada pembagian tugas yang jelas dan sering merasa takut salah, maka kebanyakan yang saya lakukan adalah menyampaikan ide, atau sebagai editor di media sosial itu. He-he..

Lucu sih.. Tapi tak mengapa, editor berperan penting untuk bantu menyosialisasikan kepada pembacanya tentang kata-kata baku, menghindari kesalahan ketik dan menjaga agar paragraf tulisan tetap tidak membuat mata lelah, indah dibacalah istilahnya. *Muji diri sendiri 😝

Oh ya, bahasan ini juga bisa untuk media sosial sendiri sih, gak harus lembaga. Nih, bocoran tentang apa saja yang harus dimiliki atau dilakukan oleh para pengelola media sosial:
1. Kreatif menyampaikan informasi
2. Interaktif
3. Autentik
4. Update
5. Kontinuitas

Semuanya kunci untuk menjadikan media sosial yang dikelola menjadi lebih optimal. Sudahkah teman-teman memilikinya? Ini jadi pengalaman sangat berkesan juga untuk saya yang jadi introspeksi, selama ini bersosial media untuk apa sih? Personal branding-nya harus lebih kuat lagi nih.. Yuk ah sama-sama belajar! 😊


#kelasmedsospbm
#badanpusatstatistik
#gerakancintadata
#menulisasyikdanbahagia
#perempuanbpsmenulis

Read more

20 Jul 2018

[Puisi] Kamu Bahagiaku

Sayang..
Dalam hujan aku melayangkan pikiran kosongku
Ku isi dengan wajah orang yang kucintai
Kau, pemilik segenap rasa, asa dan mimpiku

Sayang..
Banyak hal yang tidak dapat kuuraikan
Baik dengan kata bersanding senyum
Maupun kata yang sudah berpacu dengan air mata

Sayang..
Kamulah cintaku
Walau sesekali menyebalkanmu muncul mengganggu
Kamulah kebahagiaanku
Seberapa banyak wujud emosipun kuperlihatkan


Sayang..
Wanita cengengmu ini, kembali menulis dalam genangan air mata, sedu, terisak
Menyayangkan berapa banyak cinta yang tak bisa kuurai dalam interaksi kebersamaan kita

Hanya tiga kalimat yang bisa mewakili perasaanku saat ini
Maaf..
Terima kasih..
I Love You..

Tetaplah menjadi imamku
Dunia akhirat.. ❤

Dalam rinai hujan,
Dipelataran kantor saat mengantar SPPD
Kendari, Kamis, 28 Juni 2018 (03:14 PM)
Read more

5 Jul 2018

Cerita Lebaran 1439 Hijriah

Hai.. Haii...

Lama banget gak nulis di blog lagi. Saya bahkan mengambil libur menulis jauh lebih panjang daripada libur hari raya + cuti bersama yang diberikan kantor selama 10 hari. Waktu yang kalau dilihat tuh lama, tapi begitu dijalani, kok ya rasanya gak cukup? Hehe.. Manusia, sudah sifat kita seperti itu, selalu saja terasa kurang. :p


Walaupun lama ngetem di draf untuk disempurnakan, saya akan tetap menuliskan cerita lebaran seperti kebiasaan saya beberapa tahun terakhir. Sadar ingatan saya semakin mudah aus, saya berharap tulisan ini bisa menjadi pengingat memori manis bersama keluarga maupun bersama teman-teman.

Cuss kita flash back.. :)

Hari raya kami rayakan di Kendari, tapi-shalat idulfitri-di dua tempat berbeda. Saya di kawasan Lip*o plaza bersama orang tua dan adik-adik, sedangkan Abang menemani ibu mertua saya yang rumahnya terletak di kecamatan berbeda. Terjadi sedikit perubahan karena tadinya adik ipar rencananya lebaran bersama mertua kemudian mengubah rencananya, jadilah kami ambil jalan tengah saja. Toh, setelah shalat suami saya juga langsung menuju ke rumah bersama ibu mertua. Aman.. :D

Seperti biasa setelah shalat kami kembali menyalakan kompor untuk menyelesaikan masakan yang di-pending demi shalat yang damai. Sempat selingan juga dengan kegiatan tahunan, yaitu bersalam-salaman dan berfoto bersama tetangga sekitar rumah. Setelah semua masakan siap di atas meja, tidak lama kemudian Abang bersama Mama mertua datang. Pas sekali.. Waktunya makan.. Eh, itu makan kedua saya sih, sebelum shalat, saya sudah makan buras dan obat sebelumnya agar perut tidak meronta-ronta saat shalat. :D


Seperti biasa kami kemudian menuju rumah Tante untuk berkumpul sebelum ziarah kubur. Tidak seperti tahun lalu, kali ini rumah tante lebih ramai dengan kedatangan Aa' beserta keluarganya. Apalagi saat Aisyah datang, rumah semakin ramai dengan tingkah menggemaskannya, sudah bisa menunjuk kedua pipinya dan memiringkan kepalanya ke salah satu sisi saat ditanya "Mana cantiknya Icaaa??". She's adorable! ^^

Selepas dari ziarah kubur kami sempat mengunjungi rumah Om di Lorong Pajak dan di Jalan Teratai, Alhamdulillah ramai, ketemu semua anggota keluarga dari masing-masing rumah. Beranjak Magrib, kami "bubar barisan" dan pulang ke rumah masing-masing.

Hari kedua, Abang berangkat ke kampung kakeknya di Kampobalano, sebuah Desa unik karena milik Kabupaten Buton Utara tetapi berada di daratan Muna.CMIIWW. Besoknya ke Kota Baubau, besoknya pulang dengan badan yang tidak fit. Kecapean.. :(

Sedangkan saya, hari kedua dan ketiga idulfitri juga dalam kondisi kurang sehat, walaupun sudah minum obat dari dokter tapi masih juga merasa mual. Akhirnya saya kebanyakan tinggal di kamar saja, malas berbasa-basi di luar kamar. Bukannya tidak menghargai tamunya Mama dan Bapak yang datang ke rumah, tapi saya merasa lebih baik seperti itu dari pada menyambut dengan wajah kusut menahan enek di ujung leher. Jangankan ketemu langsung, grup WA saja sudah lama saya mute, chat jarang saya perhatikan, pasif. Hehe..


Oh ya, lebaran kali ini Aa dan keluarga (Kakak sepupu saya) datang berlebaran dari Makassar. Biasanya kalau mereka ada bakal dibela-belian banget berwisata bersama. Seperti kemarin, hari ketiga mereka memutuskan ke Pulau Senja plus Pulau Lara. Sesekali cari yang gak begitu ramai seperti Pulau Bokori. Dan saya tetap tidak ikut, selain menjaga kondisi, beberapa tahun lalu saya juga pernah ke sana, jadi gak ngiler-ngiler banget. *Sombong* Haha :p

Baca juga: Menikmati Alam di Pulau Senja

Lebaran kali ini walaupun banyak liburnya tapi saya tidak banyak keluar rumah, selain harus banyak istirahat, duet kurang sehat oleh saya dan Abang, saya juga sedang dalam kehamilan tri semester pertama saat itu. Alhamdulillah.. baru saya publish di blog saat ini, medsospun belum. Ya.. alasannya karena dulu pernah keguguran, saya ingin Insyaallah semuanya stabil dulu.

Baca juga:
Memilih yang Terbaik diantara yang Terburuk, Keguguran atau ...
Kamu Kuat, Nak!

Kehamilan ini juga seperti penyelamat dari pertanyaan-pertanyaan yang bikin sensi karena ditanyakan terus-menerus. Alhamdulillah setahun pernikahan kami dipercaya lagi, saya telat haid. Abang mulai lebih protektif dari sebelumnya. Gak boleh keluar keringat sebutirpun. Lebay tapi saya melting juga. Receh.. Hahah

Oh ya, hari terakhir libur, 20 Juni saya masih sempat bertandang ke rumah para kepala bidang di kantor. Yah, walaupun nebeng, gegara suami sudah masuk kantor dong. Kaget saya, pagi-pagi banget sudah cari pakaian untuk ke kantornya. Hihi..

Gak begitu banyak sih cerita lebaran kali ini, soalnya dijalani dengan damai, minus grasak-grusuk dapur juga, puding yang biasa saya bikin juga saya buat berdua mama beberapa hari setelah lebaran. Biasanya kan hari lebaran sudah mesti siap semua. Mama pengertian banget. :*

Ini cerita lebaran jadi ada suka dukanya gitu, bagaimana lebaran teman-teman? Semoga lebih banyak sukanya, jikapun sempat dihinggapi duka, semoga diberikan hari yang lebih baik lagi.

Selamat Idul Fitri 1439 Hijriah ya... Mohon maafkan jika selama ini ada tingkah dan laku yang kurang berkenan, atau ada ucapan dan diksi saya yang menyakiti. Taqabalallahu minna waminkum (semoga Allah menerima (amal) dari kami dan (amal) dari kalian).

Read more

1 Jun 2018

Semua Ibu Adalah Pejuang

Moms, pasti familier dengan yang namanya Moms War ya? Nah, kali ini saya akan membahas tentang perang panas dingin ala ibu-ibu. Saya sih sebenarnya kurang suka dengan isu-isu sensitif, tapi gimana lagi, harus ikut membahas karena harus menanggapi tulisan dari Mak Indri Noor selaku penulis trigger post di web KEB yang berjudul Stop Mom War, Dimulai Dari Diri Sendiri. Hihi.. Jujur banget ya.. Gapapa, kita awali semua dengan keujuran.. *Halahh :D

Jadi gini, saya sendiri selama ini hanya berdiri sebagai pengamat, membaca pendapat kubu ini, membaca pengamat kubu itu, lalu menalarnya dengan pengetahuan saya yang masih pendek.


Apa yang mengerikan dari sebuah Mom War?
Mom war sebenarnya hadir dari sebuah perasaan tidak setuju terhadap metode yang digunakan orang lain, pemahaman dan nilai yang dianut oleh kubu yang satu dengan yang lainnya, mom yang satu dengan yang lainnya. Mungkin juga terdapat unsur "menyinggung" metode lain.

Hal di atas merupakan hal yang wajar sekali menurut saya, di era demokrasi seperti ini kan yee.. semua bebas mengemukakan pendapat. Boleh.. boleh pakai banget! Tapi ada etika dari mengemukakan pendapat termasuk pengetahuan itu sendiri. Jangan karena tidak sependapat lantas merasa paling benar dan merasa bebas berkata kasar, bebas menilai orang lain bodoh, bebas mengeluarkan sumpah serapah. Bahkan kadang melakukan perundungan (bullying) kepada orang (biasanya ibu baru) yang benar-benar bertanya karena tidak mengetahui hal tersebut. C`mon Moms, lihat lagi niatnya, Moms mau berbagi ilmu kan? :)

Hargai pendapat orang lain
Mendapati orang yang berbeda pendapat dengan kita adalah hal yang sangat tinggi persentasenya, apalagi di dunia maya. Jadi sebelum memasuki dunia maya pastikan lagi 2 hal.
1. Niatkan berbagi ilmu, berkah tujuannya.
2. Sampaikan dengan bijak, tanpa menghakimi, agar berkah dan dapat diterima dengan baik.

Simpel banget gak sih 2 poin di atas itu? Tidak sesimpel penerapannya mungkin ya Moms? Butuh kepala dingin untuk mengemas ilmu yang ingin kita bagikan itu menjadi lebih menarik. Apalagi kalau dijawab nyolot. Be calm. Balik ke tujuan nyari berkahnya saja. Kita hanya bantu menyampaikan, kalau memang yang "di sana" tidak mau menerima ya sudahlah. Doakan saja suatu saat bisa menerima kebenaran.

Semua Ibu Adalah Pejuang
Saya ingin mengingatkan lagi. Apapun metode yang dipakai dalam mengasuh anak, mengurus rumah tangga, atau apapun yang menjadi perdebatan di luar sana. Semua ibu adalah pejuang. Entah perjuangan itu bisa kita lihat di deretan timeline media sosial Ibu lainnya, ataupun tidak. Tanamkan dalam diri kita hal tersebut. Setiap ibu berjuang dengan caranya masing-masing. Semua ibu punya masalahnya masing-masing.

Maka tidaklah perlu ada lagi Mom War yang--kebanyakan--saling menjatuhkan itu! Kita sesama ibu, sesama pejuang, kitalah yang seharusnya saling mengerti, kita mempunyai tujuan yang sama, memberikan yang terbaik untuk anak-anak dan keluarga kita.

Duh, berasa sedang kampanye saya.. Haha.. Intinya kita, para wanita ini tidak seharusnya saling melukai, sudah seharusnya kita bergandeng tangan saling menguatkan, memberi support terbaik yang kita punya. Gak rugi lho punya banyak saudara yang senasib sependeritaan sama berbahagia.

So, stop mom war, berbagilah yang indah-indah, bukan perdebatan tak berakhir karena sama-sama merasa benar. Sudah terlalu banyak hal yang menguras pikiran dari dalam dan luar rumah. Cuss kelonin anak lagi.. hehe..

Salam damai,
Irly
Read more

31 May 2018

5 Tempat Wisata Cantik dan Unik di Kudus

Pernah terbayang buat liburan di Kota Kudus? Kebanyakan, wisatawan yang datang ke kota di pesisir utara Jawa Tengah ini adalah untuk tujuan wisata religi dan hanya mampir dalam waktu singkat. Padahal sebenarnya ada banyak hal menarik dari Kota Kudus yang bisa kamu dapatkan jika tinggal lebih lama di sana.

Saya juga belum pernah ke Kudus sih, padahal kalau baca-baca info di internet, kota ini memiliki beberapa tempat unik dan tidak akan didapatkan di tempat lain. Meski kotanya tak terlalu besar, tetapi Kudus adalah kota cantik yang nggak boleh dilewatkan begitu saja. Apa saja sih yang menarik? Cuss, ke Kudus bareng baca dulu!

Makam Sunan Kudus dan Menara Kudus

via. indonesiakaya.com

Tujuan utama di Kota Kudus yang selalu ramai dengan wisatawan dari berbagai kota. Sebagian besar adalah peziarah yang ingin berdoa untuk Sunan Kudus yang dimakamkan di sini. Lokasi Menara Kudus dan Makam Sunan Kudus tak sulit ditemukan. Tempatnya berada di pusat kota dan mudah dijangkau dengan kendaraan apa saja.

Dan yang menarik dari tempat ini bukan hanya tentang sosok Sunan Kudus dan sejarahnya. Tetapi juga kehidupan sehari-hari masyarakat yang ada di sekitar kawasan Menara Kudus. Tinggallah lebih lama untuk melihat indahnya kehidupan masyarakat di sekitar kawasan ini. Bisa jadi, kamu bakal jatuh cinta dan memperpanjang waktu liburan di kota ini.

Makam Sunan Muria


via. halallifestyle.id

Selain makam Sunan Kudus, di kota ini juga terdapat makam Sunan Muria. Tetapi lokasi makam kedua sunan ini cukup jauh. Makam Sunan Muria berada di Gunung Muria yang sejuk dan asri. Di sepanjang perjalanan menuju makam, pemandangan pepohonan nan menghijau jadi teman.
Selain itu di kawasan sekitar makam juga terdapat beberapa mata air yang sejuk. Kawasan mata air ini juga sering jadi jujugan wisatawan yang sedang liburan ke Kudus.

Untuk menuju Kudus menumpang bus Agra Mas saja. Tiketnya terjangkau dan bisa dibeli di Traveloka. Dengan armada yang nyaman, perjalanan kamu ke Kudus dengan bus Agra Mas pastinya aman dan menyenangkan. Banyak pejiarah yang datang ke 2 makam tadi menggunakan bus, baik berangkat sendiri maupun bersama rombongan.

Air Terjun Montel


via. eksplorekoedoes.blogspot.com

Masih di kawasan Gunung Muria, tepatnya di Wisata Colo, terdapat sebuah air terjun yang segar. Namanya Air Terjun Montel, yang memiliki guyuran air bening nan dingin, lengkap dengan kolam yang menjadi penampungan air sementara sebelum mengalir ke sungai.

Air di kolam yang ada di Montel berwarna biru tua, suhunya dingin, bisa membuatmu menggigil ketika menyentuhnya untuk pertama kali. Namun sekali masuk ke dalam air, dijamin enggan keluar karena sangat segar.
Lokasi air terjun ini tidak jauh dari makam Sunan Muria. Ada di jalur perjalanan yang sama, dan bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi. Ini tempat yang harus kamu kunjungi.

Museum Kretek Kudus


via. sindonews.com

Nama rokok keluaran kota Kudus sudah mendunia. Tapi yang menarik bukanlah pabriknya, melainkan museum yang menyimpan benda-benda mengenai tembakau, namanya Museum Kretek. Museum ini berada di Jl. Getas Pejaten, tak jauh dari pusat kota.

Aneka pengetahuan tentang tembakau dan rokok kretek bisa kamu temui di tempat ini. Nuansa museumnya unik, pekat dengan adat Jawa kuno yang eksotis.

Museum Jenang Kudus


via. dodoljenangmubarok.com

Tidak hanya lezat, jenang Kudus juga punya cerita yang bisa kamu pelajari di Museum Jenang Kudus. Jenang dari kota ini memiliki cita rasa yang berbeda dan di museum ini kamu bisa mendapatkan semua informasinya. Lokasi Museum Jenang Kudus berada di Jl. Sunan Muria 33, tepatnya di lantai atas sebuah toko jenang ternama di kota ini.

Selain bus Agra mas, tentunya masih ada banyak pilihan armada lain yang membuka rute perjalanan ke kota Kudus. Kamu pernah naik Agra Mas atau punya rekomendasi lain? Kalau saya lihat sih, busnya senyaman bus antar kota di Malaysia, nyamaaann.. ^^

Read more

30 May 2018

Mau Mudik? Perhatikan Ini Sebelum Mudik Lebaran Ya!

Hari raya idul fitri sebentar lagi akan tiba, berbeda dengan cuti bersama tahun lalu, tahun ini cuti bersama yang diberikan kepada pegawai/karyawan relatif lebih menguntungkan.

Bagi teman-teman yang hendak melaksanakan mudik, jauh ataupun dekat, sendiri ataupun bersama keluarga, banyak hal yang harus diperhatikan demi kelancaran mudik.

Untuk itu saya ingin berbagi beberapa tip berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya selama ini. Mungkin saja sama dengan tip dari teman-teman bloger lainnya, tapi semoga saja ada informasi baru yang bisa saya berikan, minimal jadi pengingat untuk teman-teman yang akan mudik.


1. Pastikan jumlah hari libur mudik
Bagi para pencari nafkah di luar kota, hal ini sangat penting. Karena, selain memanfaatkan libur dari cuti bersama, harus ada "strategi" untuk memanfaatkan cuti bersama yang diperoleh dari kantor, apalagi yang harus menempuh perjalanan sangat jauh, selain menguras waktu juga akan menguras isi dompet. Kita tidak sedang bercerita tentang uang ya, tidak ada yang mengalahkan nikmatnya berkumpul dengan keluarga terlebih bagi perantau. Maka, "strategi" memaksimalkan libur sangatlah penting.

Baca juga: Cerita Lebaran 1438 Hijriah

2. Waktu
Setelah mendapat kepastian jumlah libur untuk mudik, waktu menjadi faktor yang sangat besar pengaruhnya dalam mewujudkan mudik yang efektif dan efisien. Apaan coba? Sisihkan waktu untuk membeli tiket jauh hari sebelum waktu keberangkatan.

Untuk daerah Sulawesi Tenggara, mungkin tiket kapal laut tidak dapat dibeli jauh hari seperti tiket pesawat, akan tetapi membeli tiket kapal cepat sehari sebelum keberangkatan perlu dilakukan untuk mencegah membludaknya penumpang sehingga sangat besar kemungkinan sepanjang perjalanan pemudik yang tidak mempunyai rencana yang baik akan tersiksa karena harus berdiri sepanjang pelayaran. Dan percayalah, capek! *pengalaman pribadi nih.. Haha

Sedangkan untuk yang mudik menggunakan pesawat udara, ada keuntungan yang bisa diperoleh, yaitu fleksibilitas waktu yang dimiliki untuk memesan tiket jauh hari sebelumnya. Apalagi tiket bisa didapatkan dengan harga yang lebih murah.

Yang juga sering menjadi perbincangan adalah begitu cepatnya tiket kereta api habis. Booking tiket kereta api juga harus dilakukan sesegera mungkin. Karena sependek pengetahuan saya, tiket kereta api ini termasuk yang sangat diperebutkan oleh pemudik.

Jadi, jangan menunda, dapatkan tiket sebelum kehabisan. *Duh.. Berasa ngiklan saya.. Haha..

3. Periksa
Tiket sudah ada, tinggal menunggu waktunya mudik. Maka ada beberapa hal yang harus diperiksa sebelum mudik, antara lain;

- Periksa dengan teliti, tanggal dan waktu keberangkatan. Tidak jarang, ada pemudik yang harus menjadwalkan ulang bahkan membeli tiket baru untuk keberangkatannya hanya karena salah mengingat tanggal ataupun waktu keberangkatan. Jangan sampai deh ya..

- Periksa keamanan tempat tinggal, terlebih jika tempat tinggal (rumah/kontrakan) ditinggalkan kosong tanpa penghuni atau penjaga. Pastikan api, sambungan listrik, gas atau hal berbahaya lainnya sudah dalam kondisi aman. Selain agar tidak menimbulkan kerugian, dengan melakukan pemeriksaan, perjalanan mudik juga akan lebih nyaman. Jangan lupa menitipkan pesan kepada tetangga yang tidak mudik untuk bantu mengawasi rumah/kontrakan.

- Periksa pulsa dan paket internet.
Hal ini mungkin terdengar remeh, tapi jangan lupa, akan banyak pedagang yang juga menutup usaha penjualan pulsanya karena sibuk mempersiapkan lebaran atau bahkan ikut mudik. Tapi dizaman serba modern seperti ini, saya yakin para pemudik sudah cerdas dan tidak akan bertanya lagi dimana tempat beli pulsa online? Minimal sudah tahu dan punya persiapan paket data yang memadai untuk mengakses dan melakukan transaksi. Kalau zaman dulu jangan ditanya, lumayan susah mencari pulsa disaat para pedagangnya juga libur/mudik. Hihi..

***

Itu tadi beberapat tip dari saya, semoga bisa jadi pengingat bagi teman-teman yang sudah merasakan euforia mudik. Teman-teman mudik tahun ini? Ke mana? Semoga mudiknya aman dan menyenangkan yess.. 😊
Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...