11 Jul 2016

Cerita Lebaran 1437 Hijriah




Hari pertama masuk kerja, liburan terasa singkat karena beberapa hari sebelum IdulFitri kita sudah lebih dulu libur, biasanya kan agak mepet ya? Jadinya waktu libur yang seringkali untuk berkunjung ke rumah-rumah keluarga, sahabat, teman maupun rekan kerja, kebanyakan hanya cukup untuk family time saja. Saya bahkan tidak sempat kemana-mana selain berkunjung ke keluarga inti dan memenuhi janji bertemu teman SD dulu, setiap ingin keluar ada saja tamu yang datang. Alhamdulillah..

Setiap menjalani lebaran pasti ada cerita berbeda, maklum.. setahun bukan waktu yang lama bagi manusia yang dinamis. Begitu juga dengan 6 Juli 2016 yang bertepatan dengan 1 Syawal kemarin.

Tempat kami merayakan lebaran tahun ini masih sama, walaupun sebelumnya saya minta kami mudik ke Wakatobi, tapi ternyata musim ombak, kami tetap di Kendari saja. Situasinya mungkin akan berbeda kalau ada kakek atau nenek di sana, ombakpun akan kami lewati, seperti teman-teman yang tetap mudik walau tahu akan macet di jalan. Iya gak?

Lebaran kami tahun ini lebih ramai, karena sepupu saya pulang bersama istri dan tentu saja ponakan-ponakan lucu saya ke Kendari. Juga ada keluarga yang datang setelah lama tidak pulang ke Kendari. Libur yang terasa lebih pendek ini lebih banyak kami habiskan bersama keluarga.

Seperti biasa kami memasak ketupat dan mendapatkan puluhan lapa-lapa dari teman-teman Mama,I love you lah pokoknya Mom's Genk.LOL Menu juga hampir sama dengan tahun lalu, hanya saja tahun ini tidak ada sup karena kami membuat acar, tepatnya membuatkan acar untuk sepupu mama dan kami hanya menyajikan setengah mangkok acar saja di rumah. Tapi tahun ini rasanya agak ringan pekerjaan di rumah, kesimpulannya, semakin ramping menu, tingkat stress dan capek juga berkurang. Oke Sip! :D

Hari pertama lebaran seperti biasa di depan rumah para tetangga mulai dari anak-anak sampai orang tua sudah berkumpul untuk saling bersalam-salaman, mungkin letak rumah yang berdekatan dengan jalan utama dan berada di pertigaan membuat para tetangga memilih berkumpul dihalaman rumah kami.

Kami tidak lupa ziarah ke makam Nenek dan Om, makam kakek di Baubau jadi Tante di sana yang kebagian ziarah. Jalanan sudah dilebarkan jadi tidak begitu macet separti tahun-tahun sebelumnya, sayangnya mobil yang disetir oleh adik masih saja ada yang serempet saat di belokan, akibat tidak sabar. Kami membiarkan bapak pengendara pergi walau sempat keheranan dengan pola pikirnya.

Sepulang dari makam, perjalanan dilanjutkan ke rumah beberapa keluarga, makan siang di rumah tante yang dibuatin acar dan tidur siang di rumah saya, menyebar mencari kenyamanan masing-masing di kamar, ruang tamu dan ruang tengah, semua terkapar karena mengantuk. Bangun-bangun sudah pada lapar, alhamdulillah makanan ludes. Hari lebaran berikutnya kami sudah makan ikan, sisa mie goreng dan mie instan. Menu terakhir bikin bahagia. LOL

Hari kedua adalah hari masak-masak, DI PULAU! Yeay.. kami liburan ke pulau Bokori dengan fasilitas penuh (Speed dan cottage) dari Om, Alhamdulillah.. bisa kali om kalau liburan ke sana lagi fasilitasnya dipinjemin lagi. #Maunya :D



Cerita lengkap tentang pulau Bokorinya Insya Allah saya tuliskan di Rabu Review.^^

Hari ketiga masih family time, kali ini saya tidak ikut penuh karena kadung janji ketemuan dengan teman-teman SD, dimomen seperti ini yang single biasanya yang lebih available, dari 4 orang yang terkumpul cuma 1 saja teman yang sudah nikah yang bisa hadir, selebihnya kami temu kangen karena memang tidak bertemu lagi sejak lulus SD. Tika, badannya masih imut seperti dulu. Pipit, kami rajin berinteraksi di FB, dan Jumi, kami terlalu sering ketemu dan chat tapi tetap heboh kalau ketemu.^^

Selebihnya sepertinya saya harus berkunjung sepulang kantor, gak enak juga biasanya datang sekarang tidak datang lagi. So.. lebarannya masih akan lanjut seminggu ke depan sepertinya!

Ini cerita lebaranku, bagaimana lebaran teman-teman tahun ini?

Selamat Idul Fitri 1437 Hijriah ya... Taqabalallahu minna waminkum (semoga Allah menerima (amal) dari kami dan (amal) dari kalian).

14 comments:

  1. KAlo lebaran versi aku mah tiap tahun pasti ke Makam ..
    jalan-jalannya 1 bulan setelahnya ..
    soalnya kalo jalan-jalan pas lebaram pengunjung pasti membludak wqwq

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini memanfaatkan momen ngumpulnya keluarga yang merantau.. hihi

      Delete
  2. Ditunggu cerita pulau Bokorinya mba :) btw selamat lebaran y mba ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat lebaran juga..
      Yup.. udah dipublish tuh tulisannya ^^

      Delete
  3. Selamat Lebaran Mohon Maaf Lahir Batin ya.

    enaknya kumpul bareng seluruh keluarga, dapet angpau dong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon maaf lahir batin juga..

      Udah gak dapet angpau Mang, gantian sekarang :D

      Delete
  4. Sama dah, tahun ini saya tetap lebaran di tanah rantau (Makassar). Lihat foto pantainya, jadi rindu sama kampung halaman, pulau tomia.

    Selamat Lebaran, meski telat. Mohon Maaf Lahir dan Bathin juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama...
      Duh.. kangennya keluarga anaknya sampai gak pulang :(

      Delete
  5. aamiin, sama2 mba :)

    saya sampai hari lebaran ke-4 masih full acara silaturahmi, cape tp seru :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. kalau rame-rame gitu capekpun dibela-balain demi keluarga :)

      Delete
  6. kak ir..kupikir di riau, ternyata kendari ya

    hmmm aku pnasaran ama penampakan lapa-lapa itu kayak gimana kak
    mau acarnyaaahhh ahahah
    bener makin minim menu makin ramping tingkat stress

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kendari Nit..Duh.. harus sering saya sebut dipostingan sepertinya yaahh.. hihi

      Delete
  7. Taqabbalallahu minna wa minkum.. Selamat idul fitri ya Ir..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca, mohon untuk tidak berkomentar sebagai Unknown atau Anonymous. Komentar dengan link hidup dan broken link akan dihapus, jadi pastikan untuk mengetik alamat blog dengan benar ya. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...