Showing posts with label Place To Shared 2 You. Show all posts
Showing posts with label Place To Shared 2 You. Show all posts

19 Jan 2015

Eksotika Rammang-Rammang (Maros-SulSel)

Memenuhi janji yang saya buat dipostingan sebelumnya..ada tempat wisata lain yang bisa dijangkau  sekali perjalanan setelah dari Leang-leang , untuk petunjuk arah jalan teman-teman bisa bertanya pada petugas di Taman Prasejarah Leang-leang dan bertanya pada penduduk yang ramah selama perjalanan.

Rammang-rammang

Rammang-rammang terletak di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Rammang berasal dari bahasa setempat yang artinya awan atau kabut, mungkin karna itu seorang ibu yang menjadi penunjuk jalan kami mengatakan artinya adalah remang-remang..

Dermaga 1 Rammang-rammang
Di rammang-rammang ada 2 dermaga yang bisa dijadikan akses menikmati gugusan pegunungan kapur (karst) yang disebut-sebut sebagai salah satu jejeran karst terbesar di dunia (Yunan Stone Forest di Cina dan Taman Hutan Batu Tsingy di Madagaskar salah duanya :D ). Sayang saya tidak melewati hutan batu yang bisa diakses kalau melalui dermaga 2. Jika berkunjung ke sini, pastikan teman-teman tidak melewatkan hutan batu seperti saya..hiks..

Saya memulai perjalanan menyusuri sungai Pute dari dermaga 1, keuntungannya wisata rawanya lebih panjang kalau dari dermaga 1, untuk menyusuri sungai Pute kami harus menyewa perahu bermesin (warga lokal menyebutnya katinting). Tarif perjalanan pulang-pergi 1 perahu bermesin ini adalah Rp.250.000, tapi terlalu mahal untuk kami yang hanya jalan berdua, akhirnya sepupu saya memutuskan untuk menawar keras, jadilah kami diberi harga Rp.150.000 dengan perahu yang lebih kecil (muatan 5 orang termasuk pengemudi perahu).
Hutan Batu, salah 1 pemandangan yang bisa dinikmati jika melewati dermaga 2, sumber
Sepanjang perjalanan, menuju Telaga Bidadari dan Kampung Berua, kami sibuk jeprat-jepret... walaupun rumah saya sangat dekat dari sungai dan familiar dengan tumbuhan-tumbuhan pinggir sungai (kalau kami menyebutnya Nipa) yang ada di Sungai Pute ini, tapi menyusurinya adalah pengalaman pertama untuk saya, sepanjang perjalanan kami juga beberapa kali berpapasan dengan pelancong yang sudah hendak pulang, tampaknya kami memang pelancong kloter terakhir.. kami tidak bertemu perahu lain dengan tujuan yang sama selain penduduk setempat yang hendak masuk ke kampungnya.

Telaga /Taman Bidadari

Salah satu jalan menuju Telaga/Taman Bidadari
Ada yang menyebutnya telaga, ada yang menyebutnya taman bidadari, apapun namanya kami putuskan untuk mengunjunginya, dari dermaga kami sampai setelah 30 menit menyusuri sungai Pute yang berkelok-kelok, setelah sampai kami diantarkan oleh penduduk setempat, jalanan kesana lumayan butuh energi dan kehati-hatian, maklum saja struktur jalanan yang berbatu-batu dan tidak selalu datar lumayan licin, sendal gunung adalah alas kaki terbaik menurut saya.


Kampung Berua
Dari tempat perhentian menuju telaga/taman bidadari waktu yang diperlukan untuk sampai ke kampung ini hanya sekitar 15 menit, di kampung inilah terdapat gua Pasaung, Gua Bulu’ Barakka’ dan Gua Telapak Tangan, tapi untuk niat ke gua sepertinya harus kami batalkan, mengingat waktu sudah sore dan kami tidak bisa memprediksi waktu tempuh untuk sampai di gua tersebut, kami puaskan diri untuk jeprat-jepret di dekat "dermaga" saja, sudah cukup mengagumkan menurut saya..kampung ini sangat asri.


Read more

13 Jan 2015

(Liburan ke Sulawesi Selatan) Taman Prasejarah Leang-Leang

Bismillahirrahmanirrahim...

Ini sebenarnya late post.. ya..latepost mengenai liburan akhir tahun saya. Untuk pertama kalinya selama 9 tahun bekerja saya mengambil cuti, saya memutuskan untuk berkunjung beberapa hari  ke Makassar(lagi) dengan tujuan utama Malang, Jawa Timur. Cerita seputar Malang Insya Allah akan saya ceritakan di postingan lain.

Berawal dari Instagram

Sebelum ke Makassar saya minta kesediaan sepupu saya dulu untuk jadi ojek full time selama di 5 hari di Makassar, atau kata-kata manisnya Guide yang berdasarkan asas kekeluargaan alias GRATISS..hahah... Saat menelepon dia, saya cuma minta diantar keliling ke tempat-tempat wisata... disebutlah beberapa tempat.. saya sendiri cuma ngerti Bantimurung, Benteng Rotterdam dan Malino. Selebihnya saya iya-iya saja, yang penting liburan ini ga ngetem dikamar saja seperti kegiatan rutin saya *kesian :p

Saat tiba di Makassar sepupu saya akhirnya memperlihatkan foto-foto komunitasnya dari Instagram, hasil hunting katanya, dan waww.. ada pemandangan tidak biasa disana, ciptaan alam yang cantik dengan caption yang menggoda (ini juga yang membuat saya ingin kembali aktif di Instagram).

Leang-leang.. saya tergoda untuk kesana, tapi karena saya tiba dengan pesawat siang, akhirnya sore itu saya dibawa berjalan-jalan ke Pantai Losari, karena sebelumnya saya sudah pernah ke Pantai Losari ini, sayapun lebih takjub dengan Masjid Amirul Mukminin (masjid terapung) yang akhirnya pada kunjungan ke-2 ini rampung dengan cantiknya. Masya Allah..

Menuju Leang-Leang
 
Leang-leang atau gua-gua yang terletak di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros ini berjarak kurang lebih 41 Km dari Kota Makassar, terasa tidak begitu jauh, saya dengan dibonceng ojek..eh..sepupu saya sampai dalam waktu kurang lebih 1 jam (dari Makassar bagian Selatan). Macet? Iya...tapi tidak seberapa, terlebih jalanan teraspal dengan mulus. Siang hari saya sampai disana, mungkin sekitar jam 11, lumayan rame, ada anak-anak TK yang didampingi guru-gurunya sedang berwisata, orang tua, kelompok anak-anak kuliah dan bahkan ada yang camping disana...seru!! Tempatnya memang memungkinkan...taman yang biasanya berisi bunga berbagai jenis dan warna, kali ini terisi dengan pemandangan batu-batu berwarna gelap berbagai ukuran!

Baru masuk saja sudah jatuh hati ^^

Tempat favorit ^^
Jadi ingin ikutan camping..

Leang Petta Kere dan Leang Pattae

Salah 1 jalan menuju Leang Petta Kere
Lukisan babi rusa dan cap tangan di dinding Leang Petta Kere
 Leang Petta Kere dan Leang Pattae adalah nama 2 situs prasejarah yang ada di dalam kawasan ini, keduanya bukan hanya terpisah agak jauh, tapi berbeda jenis, Leang Petta Kere termasuk kategori gua kekar tiang yang ditandai dengan banyaknya rongga dan langit-langit yang tinggi, sedangkan Leang Pattae termasuk tipe gua kekar lembaran, tandanya adalah langit-langit gua yang sempit dan kurangnya proses travertine yang terjadi di dalam gua *berasa belajar Geografi lagi gak sih?hehe. Di dalam kedua gua ini terdapat tinggalan arkeologis berupa lukisan babi rusa, puluhan lukisan cap tangan dan beberapa lukisan  telapak tangan hingga siku yang kesemuanya berwarna merah, alat batu seperti mata panah bergerigi dan sampah dapur (kulit kerang). Info tambahan yang saya ingat dari pemandu di Taman Prasejarah ini, ada lukisan tangan yang hanya terdapat 4 jari, sebagai tanda duka atas meninggalnya salah satu anggota keluarga, mereka akan memotong salah 1 jarinya. Untuk lebih lengkap mengenai lukisan-lukisan di dinding gua ini teman-teman bisa baca Wikipedia.


Fasilitas

Untuk masuk di kawasan ini murah meriah, cukup membayar Rp.10.000/orang plus parkir kendaraan dari Rp.2000-Rp.5.000. Untuk shalat, tepat di depan Taman Prasejarah ini ada masjid, seperti biasa air dan mukena sudah tersedia. Mengenai makan saran saya sebaiknya bawa bekal, bisa dimakan di tempat-tempat istirahat di dalam kawasan, kalau gak bawa bekal teman-teman harus keluar beberapa Km untuk makan di daerah pasar. Tapi kalau hanya kekurangan camilan atau minuman, bisa beli di warung kecil di depan kawasan.

Oh ya, kalau teman-teman berkunjung ke tempat ini jangan lewatkan musem mini yang ada di halaman depan, di dalam museum mini yang berbentuk rumah panggung ini akan banyak informasi berupa data dan contoh tinggalan arkeologis.

*** 
Di kawasan Taman Prasejarah ini ada tempat yang bisa dikunjungi lagi setelah dari Leang-leang, saya akan menuliskan dipostingan berikutnya saja, postingan ini sudah cukup panjang ^^

Read more

29 Dec 2011

Liburan Dadakan ke Danau Napabale

Setelah kemarin saya cerita tentang Liburan ke Pulau Munante, kali ini saya akan cerita tentang liburan dadakan kami ke Danau Napabale..

Berawal dari heboh-heboh apdetan status FB tentang liburan ke pulau Munante kemarin, komen teman-teman berkembang, jadi nantangin berani gak piknik lagi?? Hahh..siapa takuttt?? Kali ini saya duduk manis *gak manis juga sih, masih berjuang ama sisa2 demam koq* nungguin konfirmasi teman-teman... Dan malam tanggal 25 saya dikonfirmasi bahwa transport dan keperluan lain udah siap, peserta tinggal ngumpulin duit aja, saya yang ga begitu pede dengan kondisi kesehatan saya hanya bisa bilang "Insya Allah, kalau malam ini gak demam lagi."


Paginya saya bangun dengan kondisi yang gak fresh-fresh banget *ikan kali fresh :p* saya bela-belain jemur pakean yang kemarin sorenya saya paksa cuci, masak air buat mandi air hangat dan taraaaa.. Saya sudah ada di tempat ngumpul. Kali ini makanan sudah tersedia di mobil. Liburan dadakan kali ini memang lewat darat, ada pilihan kalau ingin ke pasir putihnya harus sedikit menyebrang lalu jalan kaki lagi melewati kebun jambu mete... Danau ini airnya asin, soalnya berhubungan langsung dengan laut, danaunya cantik..airnya warna hijau gitu..

Danau Napabale

Wajib Eksis :p

Warna airnya itu..menggoda banget :D
Perjalanan yang licin bikin suasana heboh..jatooohh :))
Tiba dipinggir laut...agenda tetap..bakar ikan ;)
Pengen nunjukin viewnya..tapi karna yang ada foto narsis punya temen-temen jadi gapapalah..:D

Yeah..kamipun nyemplung dengan rusuhnya :))

Danau Napabale ini salah satu opsi terdekat untuk berlibur..saat ini terlihat masih dalam tahap pengembangan, maklum saja, even HUT Sultra April nanti akan di adakan di Kabupaten Muna tempat saya merantau ini, semoga saat telah didandani hingga makin cantik, sarana dan prasaran Danau Hijau ini tetap terjaga...
Read more

28 Dec 2011

Liburan ke Pulau Munante

Bismillahirrahmanirrahim..

Dah lama gak nulis, pikiran full, aktivitas juga padat-padat gak jelas gitu..*maklum deh penulis labil :p*, intinya emang saya yang malas..padahal banyak banget bahan buat dijadikan tulisan, saya saja yang malas merangkai kata trus kalo libur kerja lebih milih nonton drama Korea seharian penuh, kalo jenuh ya membaca *setelah nyuci en bersih-bersih tentunya* hehe..

Ehh..cukup cerita tentang kemalasan saya, sekarang mau cerita tentang acara bareng teman-teman kantor, bukan buat ngerayain apa-apa sih, lebih ke acara refreshing gitu. Jadi dengan rencana yang lumayan gak mendadak itu, kami memutuskan ke pulau tak berpenghuni bernama pulau Munante.

Saya yang memang belum pernah ke sana dengan senang hati ikut, mengorbankan liburan yang lumayan panjang ini tetap jauh dari keluarga, jadi Sabtu kemarin kita (18 dewasa +2 anak-anak) nyewa kapal berbobot 6 GT(Gross Ton). Aslinya sih kapal ini peruntukannya buat muat pasir, tapi hajar aja.. ga ada kapal yang dikhususkan untuk wisata sih..hihi..Foto kapalnya ga ada..Lupaaaa :D

Pulau Munante
Waktu nyampe... pulaunya ga sebagus yang saya khayalkan sih,kata warga di pulau berpenghuni yang sempat kami singgahi, pulau itu sudah kurang menarik, soalnya pasirnya sudah banyak di ambil...tapi gapapalah.. Serunya berkegiatan bersama dah banyak membantu lupa ama kerjaan, dan yang paling sukses adalah.. menggosongkan kami!!!hahaha..

Next cerita lewat gambar aja ya :)
Sempat Pose di dalam kapal, wajah masih lumayan kinclong.

Pada ngungsi ke atas atap kapal, dibawah bising plus full asap :p
Turun lagi buat bikin sambal, jadi di pulau tinggal bakar ikan aja :D

Yess...Tiba di pulau langsung cari kayu buat bakar ikan :D
Seru..Ini ga ujan,tapi temen aja yang rese pake nyiram2 orang udah pada basah :p
Sederhana tapi nikmat!!!! ^_^
Hasil Tanning..Ngarep jadinya kayak Agnes, malah belang doang.heheh :))
Oh ya..malam setelah piknik saya demam, pundak kanan nyerinya serasa di talak tilu*korban lagu Sule :p*, cuma bisa nahan sakit sendiri..resiko anak kost jauh dari orang tua.. However it's fun ;)

Read more

25 Apr 2011

Benteng Keraton Buton dan Palagimata | Another beautifull place to shared 2 You

Bismillahirrahmanirrahiiiim..

Eeehh...dah Senin aja ya? Hari kerja, artinya wiken dah berakhir..saya kembali ketempat semula, Alhamdulillah dengan pemikiran yang lebih segar dan berhubung dah bisa bebas berinternet lagi saya bagikan cerita wiken kemarin yang memang sengaja saya cicil karna satu dan banyak hal*sok misterius deh:p*

Benteng Keraton Buton
Yang saya dudukin itu Meriam
     Kalau temans ketik keyword itu di Mbah Google...banyak banget info yang bisa temans dapatkan tentang tempat wisata sejarah ini..kalau dari beberapa artikel yang saya baca, saya koq baru tau kalau konstruksi benteng dengan ketinggian 1,5 meter hingga 2 meter itu hanya tersusun dari batu-batu gunung yang menggunakan perekat berupa adonan kapur dicampur cairan putih telur...makanya dapat penghargaan dari muri sebagai benteng terunik, sumpah baru tau!! Padahal saya dengan pedenya bolak-balik di dinding benteng*kalau jatuh kan doernya minta ampun:))* tapi emang pemandangannya kereeennn banget, dari benteng ini temans bisa liat hilir mudik kapal di selat Buton. Benteng peninggalan Kesultanan Buton tersebut dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton III bernama La Sangaji yang bergelar Sultan Kaimuddin (1591-1596). Pada awalnya, benteng tersebut hanya dibangun dalam bentuk tumpukan batu yang disusun mengelilingi komplek istana dengan tujuan untuk mambuat pagar pembatas antara komplek istana dengan perkampungan masyarakat sekaligus sebagai benteng pertahanan. Pada masa pemerintahan Sultan Buton IV yang bernama La Elangi atau Sultan Dayanu Ikhsanuddin, benteng berupa tumpukan batu tersebut dijadikan bangunan permanen.


Kasulaana Tombi(Tiang Bendera)
Narsis di Lawana Wandailolo(1 dari 16 gerbang)
Tiga elemen penting bangunan Benteng terluas di dunia ini terdiri dari 16 Badili (meriam peninggalan Portugis dan Belanda), 12 Lawa (pintu gerbang Benteng Buton) dan Baluara (benteng pertahanan).
Di area keraton seluas sekitar 23,375 hektar ini*Benteng ini mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Guiness Book Record yang dikeluarkan bulan september 2006 sebagai benteng terluas di dunia*terdapat beberapa rumah panggung yang ditempati ratusan keluarga dan peninggalan Kesultanan Buton yang masih tersisa. Mulai dari masjid dan tiang bendera tua, tempat pelantikan, dan pemakaman para sultan. salah satu yang unik adalah tiang bendera tadi, tingginya 33 meter, uniknya, tiang bendera yang sudah berusia kurang lebih 400 tahun itu tidak lapuk oleh hujan dan tidak lekang oleh teriknya matahari.


Palagimata
Palagimata ini kalau gak salah nama bukit, di bukit ini dibangun kantor Walikota Baubau*enaknya ngantor dengan pemandangan indah* tapi juga dibolehkan nongkrong untuk umum, tidak heran kalau sore hari banyak warga terutama muda-mudi*halahhh..muda-mudi*yang pengen nongkrong sekedar menikmati pemandangan atau yang pengen menikmati hotspot gratis yang disediakan di kawasan ini. Katanya, nanti bakal dibangun patung ekor naga sebagai sekuel dari patung naga yang ada di Pantai Kamali, hmmm...bakal ada tempat nongkrong lagi dunk.. Ga banyak cerita. cekidot poto-potonya aja dehhh :)


Naahhh..itu dia tempat-tempat yang sempat saya kunjungi, pengennya sih ke Pantai Nirwana en Lakeba juga, tapi waktu tidak mendukung, itupun sudah Alhamdulillah banget bisa kebanyak tempat dalam waktu singkat, so..special thanks to:
- Sepupu-sepupu saya Ningsih en Intan yang rela jadi ojek pribadi
- Bapak mas(wawan) en ibu mbak(Nisa) yang nemenin jalan sampe dimasakin makan siang.
- Indry, Fito en temans selabel*beda tempat tapi tetap solid*
- Kanda yang rela ikut basah-basahan karna hujan saat hendak naek kapal buat balik, HPnya sampai Innalillahi..tapi saya doain cuma mati suri [-O<
dan yang terakhir..
- Para ojek seKota Baubau*lebaayyy*

Semuanyaaa...terimakasihhhhh :)
Read more

22 Apr 2011

Air Terjun Tirta Rimba dan Award Pertama Saya

Bismillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillah..akhirnya hari ini saya ada kesempatan untuk nepatin janji berbagi cerita ke temans semua…inipun harus menyandra leppie en modem punya sepupu,jadi mohon maaf kalau saya belum sempat BW ke tempat temans semua, cerita liburannya saya bagi dikit-dikit yak..selain waktu penyandraan gak bisa lama-lama, biar bisa lebih spesifik menceritakan tempat-tempat yang sempat saya kunjungi juga..

Hari pertama*tanggal 21*dimulai dengan kemenangan Real Madrid atas piala Copa Del Rey..hmm..pertanda bagus menurut saya, optimis bahwa pelarian hari itu*bolos..jangan ditiru ya:”>*akan lebih menyenangkan lagi..Penumpang kapal dari Kabupaten Raha tempat saya tinggal menjadi lebih padat dari biasanya..gema keramaian HUT SULTRA di Kota Baubau memang sudah terdengar dimana-mana, baliho dan promosi dari mulut ke mulut mengundang rasa penasaran banyak orang, termasuk saya dan teman saya, 2 jam pelayaran lautpun tidak terasa buat kami. Sesampainya kami di rumah tante, kami hanya berishoma(istirahat,sholat dan makan)sebentar lalu menuju ke Tirta Rimba, Wisata Air Terjun*orang sini menyebutnya Air Jatuh*terletak di  Kelurahan Lakologou Kecamatan Wolio, sekitar 6 Km sebelah barat pusat kota Baubau. Heyy...250 meter dari luar kawasan air terjun, gemuruh air sudah menyambut kami…

Daaaaan….Taraaaaaa…. Subhanallah…takjubnya saya melihat air terjun itu, entah karna memang bagus, atau saya yang ndeso.hihihi..silahkan temans nilai sendiri. Alasan saya ke Tirta Rimba ini tidak lain dan tidak bukan adalah karena mupeng liat salah satu acara jalan-jalan di TV swasta…padahal sebelum ke Tirta Rimba sepupu saya sempat mengingatkan bahwa semuanya Tak Seindah di TV, tapi..tetap saja saya menganggapnya bagus, orang di tempat tinggal saya gak ada yang kayak gini koq:p. Maka saya dan teman memuaskan diri dengan bermain air ciprat sana…ciprat sini..manjat sana..manjat sini*ada semacam ruang di antara batu dan air terjun*sayangnya kamera tidak begitu mendukung untuk mengambil gambar dari jarak dekat apalagi jarak jauh..soalnya dari jauh ga jelas, dari dekat kamera bisa basah terkena tampias dari air terjun…jadilah gambar seadanya yang bisa diabadikan.


Oh ya..untuk masuk ke Air Terjun Tirta Rimba ini tidak dipungut biaya koq…gratisss…memang letaknya agak jauh dari kota, tapi semuanya didukung dengan infrastruktur jalan yang mulus dan pemandangan yang indah di sepanjang perjalanan, tidak heran dibangun tempat nongkrong di salah satu titik puncak pulau Buton ini, namanya Wantiro dan Bukit Kolema*letaknya berdekatan*, kalau temans sedang tidak ingin basah-basahan bisa nongkrong di tempat itu sambil menikmati Sarabba*sejenis wedang jahe*tapi minuman ini lebih complicated karna rasa jahenya lebih kuat dan ada santannya, pas sekali untuk menghangatkan indahnya pemandangan dari atas bukit yang dingin disore atau malam hari*lebih eksotik kalau sunset*


Hari itu perjalanan kami belum berakhir, sepulangnya dari bermain air, kami seolah tak ingin menyia-nyiakan waktu, setelah Isya kami langsung nongkrong di Pantai Kamali*nama kerennya PatKam*,letaknya tepat ditengah kota, menikmati ramainya kota Baubau ditengah persiapan HUT SULTRA yang akan diadakan tanggal 23-27 April nanti rasanya menggembirakan sekali, tapi ternyata kegembiraan saya belum sampai disitu, waktu ngecek blog lewat Opera mini, saya ternyata dapet 2 award sekaligus  dari mas Wage, dikasihnya tanggal 20, tapi baru sempat saya tengok dan culik awardnya sebelum postingan ini selesai saya buat, ini award pertama saya lhooo, terimakasih banyak buat mas Wage, saya jadi terharu :”>, semoga makin mempererat tali silaturahim. Alhamdulillah...hari yang penuh kegembiraan, dan sayapun makin bersemangat :)
Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...