28 Apr 2015

Kalimat Yang Tertukar: Masya Allah dan Subhanallah

Bismillahirrahmanirrahim...

Saat BW sering kali saya baca tulisan teman-teman muslim/muslimah yang menyertakan dzikir, terutama Subhanallah. Kalimat ini memang melekat sekali dengan keseharian kita, apalagi saat menyatakan perasaan takjub, kagum karena melihat hal yang indah ataupun mendengan hal baik. Begitupun dengan saya, iya.. saya yang sudah bernah membaca mengenai ke-tertukar-an ini tapi sayangnya saya pelupa, saya ingin memperbaiki diri dengan menulisnya lagi sebagai pengingat.

Kalimat Yang Tertukar 
Ini seperti judul sinetron, tapi memang banyak terjadi, Subhanallah dan Masya Allah sama-sama merupakan kalimat dzikir tapi seringkali tertukar penggunaannya. Mungkin lebih kepada kebiasaan yang terbawa sejak kecil, dari lingkungan sekitar yang kita belajar langsung darinya. Kalau kagum, lihat pemandangan bagus misalnya, secara natural yang terucap adalah kata Subhanallah. Misalnya: "Subhanallah, air danaunya bening sekali!"

Sedangkan ungkapan Masya Allah yang tertanam dalam pikiran saya atau mungkin kita adalah diucapkan saat sesuatu yang buruk terjadi. Misalnya: "Masya Allah nak, Ibu harus bilang berapa kali baru kamu mau mendengar?"

Kita belajar dari apa yang kita dengar dan lihat sehari-hari. Dan semua tersimpan sebagai default tanpa kita sadari.

Subhanallah 
Dari abu Hurairah, ia berkata: "Suatu hari aku berjunub dan aku melihat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam berjalan bersama para sahabat, lalu aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub. Setelah itu aku datang menemui Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bersabda: "Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau malah pergi ketika kami muncul?" Aku menjawab: "Wahai Rasulullah, aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam keadaan junub. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Subhanallah, sesungguhnya mukmin tidak najis." (HR. Tirmizi)

 “Sesungguhnya mukmin tidak najis” maksudnya, keadaan junub jangan menjadi halangan untuk bertemu sesama Muslim. Dalam Al-Quran, ungkapan Subhanallah digunakan dalam menyucikan Allah dari hal yang tak pantas (hal buruk). Saat mendengar atau melihat hal buruk/jelek, ucapkan Subhanallah sebagai penegasan: “Allah Mahasuci dari keburukan tersebut”.

Masya Allah 
“Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan, ‘Maasya Allah laa quwwata illa billah‘ (sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud) tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah. Sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu.” (QS. Al-Kahfi: 39).

Masya Allah artinya “Allah telah berkehendak akan hal itu”. Ungkapan kekaguman kepada Allah dan ciptaan-Nya yang indah. Menyatakan “semua itu terjadi atas kehendak Allah”. Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat hal yang baik dan indah. Ekspresi penghargaan sekaligus pengingat bahwa semua itu bisa terjadi hanya karena kehendak-Nya.



Kembalikan ke Posisi yang Seharusnya
Kesimpulannya, ungkapan Subhanallah dianjurkan setiap kali seseorang melihat sesuatu yang tidak baik, bukan yang baik-baik atau keindahan. Dengan ucapan itu, kita menegaskan bahwa Allah Subahanahu wa Ta’ala Maha Suci dari semua keburukan tersebut.

Masya Allah diucapkan bila seseorang melihat yang indah, indah karena keindahan atas kuasa dan kehendak Allah Ta’ala. Bagaimana dengan ungkapan yang sudah tertukar selama ini? Allah Maha Mengerti maksud perkataan hamba-Nya. Hanya saja, setelah tahu, mari kita ungkapkan dengan tepat antara Subhanallah dan Masya Allah. Wallahu a’lam bish-shawabi.


Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Suatu hari aku berjunub dan aku melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam berjalan bersama para sahabat, lalu aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub. Setelah itu aku datang menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda: ‘Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau malah pergi ketika kami muncul?’ Aku menjawab: ‘Wahai Rasulullah, aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam keadaan junub. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Subhanallah, sesungguhnya mukmin tidak najis.” (HR. Tirmizi) - See more at: http://www.arrahmah.com/kajian-islam/ungkapan-kalimah-thayyibah-subhanallah-sering-tertukar-dengan-ungkapan-masya-allah.html#sthash.PGkyqjXi.dpuf
Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Suatu hari aku berjunub dan aku melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam berjalan bersama para sahabat, lalu aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub. Setelah itu aku datang menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda: ‘Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau malah pergi ketika kami muncul?’ Aku menjawab: ‘Wahai Rasulullah, aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam keadaan junub. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Subhanallah, sesungguhnya mukmin tidak najis.” (HR. Tirmizi) - See more at: http://www.arrahmah.com/kajian-islam/ungkapan-kalimah-thayyibah-subhanallah-sering-tertukar-dengan-ungkapan-masya-allah.html#sthash.PGkyqjXi.dpuf

21 comments:

  1. Aku juga suka tertukar tapi sejak baca buku plajaran PAI anak jadi inget deh sekarang . TErima kasih sudah diingatkan ya

    ReplyDelete
  2. Aku pernah baca dari mana gitu Mbak, tentang Subhanallah dan Masya Allah ini.. Mulai dari situ alhmadulillah ngga pernah tertukar lagi dalam penggunaannya.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Good Job.. Sekalian ingatin teman-temannya juga oke tuh ;)

      Delete
  3. iya, beberapa kali saya tentang kalimat tertukar ini, Makanya saya berusaha lebih berhati-hati sekarang. Terima kasih sudah mengingatkan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak, harus lebih berhati-hati.
      Terima kasih kembali^^

      Delete
  4. iya betul itu kadang tertukar

    ReplyDelete
  5. wah ternyata saya salah selama ini. *harap maklum heheh sebagai mualaf yang masih terus belajar, saya berterima kasih sekali ada artikel ini. Makasih ya sudah berbagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... semoga Allah senantiasa merahmati dan menambahkan ilmu yang bermanfaat untuk mbak Rina yang selalu belajar.
      Terima kasih kembali mbak ^^

      Delete
  6. postingan yang mencerahkan. terima kasih mbak :)

    ReplyDelete
  7. aku baru sadar kalau tertukar setelah sebuah TK islam swasta ngetop di Jakarta memasukkan pertanyaan ini ke tes masuk TK. terus aku meringis mengingat aku sendiri ternyata salah. anak TK udah harus tahu yang benar. >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh..TKnya ga salah disebut top! Yang dewasa bahkan belum tentu tau :)

      Delete
  8. aku sampai sekarang masih sering tertukar mbak. makasiih banget udah diingatkan yah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama kok mbak :)
      Kita saling mengingatkan ;)

      Delete
  9. aq banget mbak Irly..sering tertukar, tp mulai skrg insya Allah ga lg..ayo dipraktekkan :-)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca, mohon untuk tidak berkomentar sebagai Unknown atau Anonymous. Komentar dengan link hidup dan broken link akan dihapus, jadi pastikan untuk mengetik alamat blog dengan benar ya. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...