18 May 2016

Resolusi Besar yang Berawal dari Pengalaman Tanggal Tua

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi

Tanggal tua, identik dengan semakin kerasnya tekad menawar ibu-ibu terhadap pedagang sayur dan ikan, semakin seringnya sang tukang belanja berada di rumah saja, makin sederhananya menu yang tersaji di atas meja dan yang tidak kalah penting adalah semakin banyak keluhan yang didengar anak dari orang tuanya.

Cerita diatas adalah pengalaman pribadi saya semasa kecil, terutama yang terakhir. Keluhan yang akhirnya membawa saya memiliki resolusi besar terhadap masa depan saya nantinya.

Saat mulai sekolah SMP dulu, saya harus berjalan kaki sejauh 1 Km agar bisa menaiki angkot ke sekolah, pun begitu dengan rute pulang sekolah. Saat pagi, saya masih bisa menikmati sinar matahari, tapi saat pulang sekolah, saya harus melawan teriknya matahari siang, lama-lama saya tidah tahan juga, akhirnya di tahun ke-2 saya berniat meminta ibu membelikan payung yang setelah saya survey, payung teman-teman rata-rata seharga Rp.15.000,-

Sebelum sempat mengutarakan keinginan, saya mendengar ibu saya mengeluh saat bercakap-cakap dengan tetangga, tentang mahalnya harga bahan pokok, biaya sekolah saya dan adik-adik yang masih harus dibayar, gaji yang tidak cukup lagi, terlebih di tanggal tua seperti saat itu. Sebagai anak yang mengerti, saya mengurungkan niat meminta dan memutuskan menyisihkan uang jajan yang juga tidak banyak, Rp.1.000 selama 15 hari untuk membeli payung.

Dari situlah semua berawal...

Sejak tahun 1993 untuk kebutuhan yang tidak mendesak saya usahakan menabung saja daripada meminta. Saya kemudian bertekad untuk mempunyai masa depan yang bebas dari keluhan, terutama masalah keuangan, saya ingin tanggal tua tidak menjadi momok di hidup saya, sejak dini hingga usia saya juga ikut menua. Saya sadar ini resolusi besar karena dibutuhkan kerja keras, tekad, kedisiplinan yang kuat dan waktu yang tidak singkat untuk mewujudkannya. Belakangan saya ketahui bahwa resolusi besar yang berawal dari pengalaman tanggal tua itu dikenal sebagai kebebasan finansial atau financial freedom.

Kebebasan finansial tentunya menjadi keinginan banyak orang, siapa sih yang ingin hidup serba terbatas bahkan dalam memenuhi kebutuhan pokoknya? Tapi jangan salah, kebebasan finansial itu bukan melulu mengenai jumlah uang atau harta yang kita miliki, tapi juga kemampuan untuk mengelola keuangan sehingga tanggal tua takkan pernah ada dalam kalender hidup kita. Oke.. tanggal di kalender boleh tua, tapi tidak dengan dompet dan semangat yang selalu muda. Sip!


Untuk terbebas dari horornya tanggal tua saya melakukan 5 hal berikut:
     

    1. Berhemat Sejak Awal Bulan
      Awal bulan bukan berarti kita bisa berfoya-foya, gunakan uang seperlunya, sesuai kebutuhan, bukan berarti jadi pelit ya.. tapi kontrol perlu dilakukan saat masih mempunyai cukup uang, bukan saat sudah hampir tidak punya uang. Biaya tidak terduga bisa muncul sewaktu-waktu dan gaji tidak selalu masuk tepat waktu kan? :)
        2. Mencatat Aktivitas Keuangan
          Saya berusaha agar segala aktivitas keuangan saya tercatat dengan baik, dengan begitu saya berharap pengeluaran yang saya lakukan lebih tepat sasaran, terukur dan bisa dievaluasi kedepannya. Kedengarannya berat ya? Hehe.. Trust me..it's fun!

          Dengan mencatat aktivitas keuangan ini juga akan ada kontrol pengeluaran yang bisa saya tetapkan sesuai posnya masing-masing.
            3. Mempunyai Pemasukan Tambahan
              Gaji cukup, tapi memiliki pemasukan tambahan adalah sesuatu yang wajib saya usahakan. Berjualan pulsa sekalipun bisa dilakukan walau keuntungannya tipis. There's no such thing as a free lunch, right? Selagi halal dan mampu dilakukan.. do it! 
                4. Hindari Berutang
                  Ini penting sekali jika kita berniat untuk mewujudkan kebebasan finansial. Sebisa mungkin hindari berutang! Sekali lagi.. hindari berutang..bukan hindari pemberi utangnya ya.. :p

                  Kenapa?

                  Resep Bebas Utang, Manjur!
                  Dengan menghindari berutang, maka kita akan belajar menahan diri dari segala keinginan yang kebanyakan di dominasi oleh nafsu. Jika butuh sesuatu, kita bisa menerapkan resep bebas utang sebelum bertransaksi. Resep itu sebaiknya diterapkan untuk kebutuhan yang tidak mendesak. Contohnya kebutuhan tempat tinggal dan kendaraan.

                  Dengan menerapkan cara ini juga gaji atau pemasukan yang diterimapun akan menjadi pemasukan real bukan hanya pemasukan numpang lewat saja karena gaji 3 koma, tanggal 3 sudah koma! Wah.. lebih parah dari tanggal tua kan?

                  Semoga tidak terjadi pada diri kita ya...


                  5. Belanja Sesuai Kebutuhan
                    Membeli barang sesuai kebutuhan adalah hal yang masih susah diterapkan, apalagi bagi perempuan yang gampang tergoda oleh sesuatu hanya karena barang tersebut terlihat "lucu". Anehnya kita seperti dihipnotis, setelah sampai di rumah baru sadar bahwa yang dibeli itu bukan hal yang kita butuhkan. Iya kan? Udah ngaku aja, saya udah unjuk tangan duluan nih. :D

                    Untuk masalah belanja ini saya punya 2 tips:
                    -1. Hindari Tempat Belanja
                    Perempuan kalau ditanya "Mau belanja apa?" sering kali jawabnya "lihat-lihat aja dulu." Nah.. ini yang lebih berbahaya.. biasanya yang dibeli malah lebih banyak daripada yang memang sudah punya tujuan ingin belanja apa. Untuk itu, kunjungi tempat belanja seminim mungkin.
                    2. Belanja Saat Diskon
                    Belanja tidak selalu berakibat buruk bagi dompet atau rekening. Apalagi berbelanja kebutuhan pokok, maka berbelanja saat diskon adalah salah 1 pilihan yang bijak. Contohnya Budi, #JadilahSepertiBudi yang pandai memanfaatkan momen dalam memenuhi kebutuhannya.


                    Sudah nonton videonya? Lucu ya? Tapi akan miris sekali jika kita mengalami hal yang sama dengan keadaan Budi sebelum dia bertemu dengan promo Tanggal Tua Surprise (TTS) dari MatahariMall. Jangan sampai deh ya.. Jangan biarkan momok tanggal tua menjadi sahabat di hari tua. Mari sama-sama mewujudkan resolusi besar bernama kebebasan finansial dan ucapkan selamat tinggal pada tanggal tua!!



                    15 comments:

                    1. super sekali :)
                      saya lihat video-nya budi itu jadi teringat kehidupanku saat kuliah dulu :D :D

                      ReplyDelete
                      Replies
                      1. Kalau kuliah dulu mode penghematan on terus.LOL

                        Delete
                    2. jadi ingat saat mahasiswa rantau...tanggal tua makannya seadanya...

                      ReplyDelete
                    3. wuidiihhh... pengen nyipok jadinya.. HAhahha..

                      ReplyDelete
                      Replies
                      1. Kenapa mau dicipok Teh? SALAH SAYA APA?? #Eh :D

                        Delete
                    4. belanja sesuai kebutuhan bukan keinginan, itu penting :)

                      ReplyDelete
                    5. wwwyaaaa tanggal itu bisa tua bisa muda dan kembali tua serta muda lagii hauahuahuhauhua

                      ReplyDelete
                      Replies
                      1. Gitu terus ya Ip ya? Gapapa.. yang penting jangan tua terus. LOL

                        Delete
                    6. Mantaaaap, dipraktekkan skali ini kayaknya ilmu ekonominya. Anyway saya itu pencatatan pemasukan dll cuma bs bertahan 1 dua bulan, setelah itu kayak pura2 lupa isinya, hihihihh

                      ReplyDelete
                      Replies
                      1. Berasa ribet kayaknya Dear... mana banyak pos mi juga to kalau sudah married apalagi sudah jadi emak.. "keran" terbuka terus.. :D

                        Delete
                    7. mau belanja apa? liat-liat dulu -_- duh itu..
                      berhemat emang mestinya dari awal bulan, jadi biasa ya

                      ReplyDelete
                    8. This comment has been removed by a blog administrator.

                      ReplyDelete

                    Terima kasih sudah membaca, mohon untuk tidak berkomentar sebagai Unknown atau Anonymous. Komentar dengan link hidup dan broken link akan dihapus, jadi pastikan untuk mengetik alamat blog dengan benar ya. ^^

                    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...