13 Jan 2016

Tentang Pengumuman Hasil Ujian Penyesuaian Ijazah

Pengumuman hasil ujian penyesuaian ijazah sudah ada. Pengumumannya dikirimkan saat saya sedang cuti. Jujur saya tidak percaya dengan hasil yang tertera, nilai-nilainya yang unbelieveable bikin saya langsung "show off" ke teman-teman dekat. Padahal saya tidak lulus... but still.. I'm proud.

Sebenarnya, saya sama sekali tidak berniat membuat tulisan tentang hasil ujian PI ini, tapi karena terasa masih ada yang mengganjal, rasanya saya perlu menuliskannya agar bisa jadi sarana penyembuhan juga. Tidak berat hanya saja cukup membuat saya tergiang-ngiang.

Semua berawal dari komentar beberapa teman saat melihat saya yang baru saja selesai cuti dan entah bagaimana pembicaraanpun mengarah pada hasil ujian saya yang walaupun harus mengulang 2 mata ujian tapi cukup mencolok hasilnya dibandingkan teman-teman yang baru saja memulai ujian di tahun ini.
Lampiran email yang bikin liburan makin bahagia ^^
 Beberapa teman -termasuk saya yang membayangkan ada pembatalan pengumuman ala-ala miss uniperseh gitu- tidak percaya dengan nilai 80 yang saya dapatkan pada mata ujian Statistika saya, pasalnya selain Pancasila dan Pengetahuan Umum, Statistika juga menjadi salah satu mata ujian favorit(?) untuk diujiankan ulang. Dan ujian ulang ini sayangnya harus berlangsung sesuai jadwal Ujian Penyesuaian Ijazah yaitu setahun sekali. *Mau cantumin gelar dibelakang nama aja emang ribet :p*

Baca juga: Ada yang Horor di Ujian Penyesuaian Ijazah

Saking tidak percayanya ada teman yang bertanya (atau memberi pernyataan?) "Kok bisa ya?" karena saya yang dimatanya mungkin tidak punya kemampuan untuk dapat nilai seperti itu dengan usaha sendiri (soalnya beberapa teman harus kursus dulu baru lulus) kemudian bisa lulus bersama teman-teman yang sudah mengulang beberapa kali untuk mata ujian Statistika ini, bahkan dengan nilai tertinggi dari 9 teman yang mengikuti ujian. *Padahal kan saya punya nilai lain yang standar-standar saja*

Eyy.. omongannya keluar suka-suka sih.. coba nanyanya yang lebih sopan, kan enak didengerinnya.. Dia belum tau saja saya harus ngapain aja buat dapetin nilai segitu...

Belajar statistikanya sampai dibuatin playlist, bersanding dengan tangga lagu baru dan video Zumba :D

Saya belajar dong.. soalnya tahu diri.. Saya memang kurang pandai kalau harus berurusan dengan segala kerumitan rumus statistik, tapi Insya Allah saya gigih. Ini kan untuk masa depan juga.. Apalagi tahu kalau saya memang kurang di suatu hal.. saya juga tidak mau nilai jelek saya akan terbaca melalui email kantor yang notabene bisa dibuka oleh seluruh pegawai. Saya kurang motivasi apalagi coba?!!

Kalau belajar saja dianggap tidak cukup, saya bocorin deh "pengorbanan" saya, saya sampai libur nonton drama seri semenjak ada pengumuman bahwa saya akan ikut ujian sekitar bulan Mei tahun lalu (buat para pecandu Drakor bakal ngerti rasanya saat teman share soal drama baru), soalnya harus bikin karya ilmiah (KKP) juga sebagai salah 1 ujian tertulis. Sejak pengumuman itu juga saya sudah cari bahan belajar, bahan tutorial tahun sebelumnya, video-video pelajaran statistika, padahal cuma statistika dasar lho.. tapi gimana lagi.. saya tau diri kalau saya adalah tipe yang setelah ujian (bahkan kalau tersenggol sebelum ujianpun) bisa lupa dengan yang dipelajarinya.

Saya bersyukur, rasa was-was saya, tahu diri saya dan ketakutan akan tidak lulus ujian, mendorong saya untuk lebih banyak berusaha. Dan walaupun sekarang hasilnya saya tidak lulus, tetap saja ada rasa puas dan bangga karna sudah berusaha maksimal.

Rangkuman materi Pancasila yang saya buat, gak nyesel walaupun harus mengulang lagi tahun depan ^^

Saya teringat seorang teman bertanya dalam beberapa kesempatan kepada saya yang diketahuinya belajar untuk menghadapi ujian PI itu:
"Kok kamu belajar Ir? tuh ** gak belajar koq." Tanyanya heran
sekali waktu saya jawab:
"Soalnya saya gak pintar, jadi harus belajar."
atau dilain waktu
"Yang penting sudah berusaha yang terbaik dulu, biar gak nyesel nanti." Jawab saya sok bijak.

Tapi bukankah benar bahwa hasil tidak akan mendustai usaha? Pun jika hasil yang ada masih dianggap buruk, you'll not regret it, because you've done your best."

18 comments:

  1. Yang penting kita usaha, biar Dia yag menentukan. :)

    ReplyDelete
  2. Usaha yang all out akan memberikan rasa puas yang luar biasa

    ReplyDelete
  3. kak ternyata di PNS gitu masih ada ujiannya ya..hihii
    smangat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Nit.. buanyak sesuai tingkatannya masing-masing :)

      Delete
  4. Iya kak, yang penting usaha maksimal dulu.. masalah hasil dipikirkan nanti.. Yah meskipun orang lain hanya melihat hasil kita tanpa mau tau apapun usaha yang harus kita lakukan sih..

    Iya, aku juga belajar karena merasa belum pintar.. tapikan yang pintar juga seharusnya belajar biar lebih pintar.. begitulah.. :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Rum.. jarang orang yang mau tahu usaha atau kepayahan apa yg sudah dilalui orang lain...

      Delete
  5. Semangat Mbak Irly, semoga tahun depan hasilnya memuaskan yah, amin.. :)

    ReplyDelete
  6. aku jg gt mbk, maksimalin usaha en hasilnyaaaa trserah DIA. dpet atw gk, lu2s atw gk yg penting aku udh usha maksimal.
    semangat trus mbk ir, cayoooo..

    ReplyDelete
  7. Nilai KPnya kedua tertinggi, horeee.. hiiiyy pasti org2 yg meragukan potensi dirimu itu iri deh heohooo..

    Semangat Onty, nanti main ma Faraz lagii. Didoakan thn ini lulus yaakks :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hoho.. untung mayan hasilnya, kalau tidak malu juga... huhu...

      Aamiin..
      Jazakillah dear :*

      Delete

Terima kasih sudah membaca, mohon untuk tidak berkomentar sebagai Unknown atau Anonymous. Komentar dengan link hidup dan broken link akan dihapus, jadi pastikan untuk mengetik alamat blog dengan benar ya. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...