22 Dec 2016

Tubuh Mungil dari Bawah Reruntuhan

Berita duka datang
Resonansinya terdengan diseluruh penjuru dunia
Mereka tidak meminta tolong
Tidak juga mengiba meronta belas kasih


Seorang anak kecil
Terdiam dalam gendongan
Dewasa di sekitarnya bertakbir
Tak pula ia mengeluarkan suara

Duhai tubuh mungil dari bawah reruntuhan
Aku bertanya hebat di dalam hati
Apa yang ada dalam pikiran kalian?
Tidakkah kalian mencari ibu atau ayah kalian?

Duhai tubuh mungil dari bawah reruntuhan
Ada darah yang sudah menjadi putih di sekujur tubuhmu
Tidakkah ada sakit atau sedikitpun perih yang kau rasakan?
Kenapa kau diam saja?

Duhai tubuh mungil dari bawah reruntuhan
Diammu mencabik hati kami
Kami bisa membayangkan sakitnya
Tapi kenapa tak juga kau menangis?

Duhai tubuh mungil dari bawah reruntuhan
Diammu memekik takbir tanpa suara dan mencekat kerongkongan kami
Kami bahagia atas nafas yang masih melekat dengan jasadmu
Tapi kami juga bertanya bagaimana harimu setelahnya

Duhai tubuh mungil dari bawah reruntuhan
Yang bisa kami lakukan tak sebanyak air mata yang kami teteskan
Yang bisa kami lakukan tak sebanyak doa yang bisa kami panjatkan
Yang bisa kami lakukan tak sebanyak rasa bersalah yang mengendap di hati kami

Duhai tubuh mungil dari bawah reruntuhan
Kami bisa apa untuk membantu
Kamipun marah dengan diri kami sendiri yang tak bisa berbuat banyak
Semoga doa kami cukup agar kami tak tergolong acuh

Kendari, 20 Desember 2016
Terinspirasi dari video-video penyelamatan di Aleppo.

Untuk #Aleppo
Untuk anak-anak dimanapun kalian
Tidak ada reruntuhan yang pantas menjadi atap bagi kalian
Terlebih jika reruntuhan itu malah menghimpit tubuh mungil kalian :(

Read more

19 Dec 2016

Tentang Berat Badan Ideal

Wanita dan berat badan ideal seperti sebuah bibir dan lipstik yang tidak bisa dipisahkan... gak seger kalau bibirnya gak kena lipstik, gak cantik kalau berat badannya gak ideal.

Eits... tahan dulu.. untuk statement terakhir itu hanya hipotesis ngarang saya saja. Ya.. walaupun gak bisa dipungkiri juga sedikit banyak berat badan (BB) mempunyai peran penting dalam kepercayaan diri wanita. Iya gak? Kalau untuk laki-laki, gimana? *Beneran nanya.

Saking ngetopnya masalah BB ini, wanita sepertinya lebih hafal rumus BB ideal (Tinggi Badan (Cm) - 110) dibanding rumus pertumbuhan penduduk: #Eh :D

Tapi ada juga perhitungan berat badan ideal yang tidak sesimpel rumus di atas, yaitu dengan menggunakan rumus Body Mass Index (BMI). 
Rumus BMI = Berat Badan/(Tinggi Badan*Tinggi Badan)
dimana berat badan dalam satuan kilogram dan tinggi badan dalam satuan meter.

Contoh:
BB = 60
Tinggi = 1,58
Jadi 60/(1.58*1.58) = 60/2.4964 = 24.03 (Normal untuk Wanita dan Kegemukan untuk Pria)


Kenapa saat ini saya ingin membahas mengenai BB ideal?
Pertama, karena ada artikel (baca PR) dari Diah yang pas sekali dengan draf yang sudah lama teronggok ini, judulnya Perempuan dan Timbangan. Kedua, karena saya yakin akan 4 hal di bawah ini:

1. Banyak wanita yang bisa mencapai BB idealnya.
Entah karena gen atau usaha yang sangat keras, wanita jenis ini bisa mencapai berat badan idealnya, lewat sedikit bisa dibalikin lagi dalam waktu yang relatif cepat, bahkan setelah melahirkan yang notabene banyak orang tidak bisa mengembalikan BB ideal setelahnya. Mereka bisa mencapai BB idealnya kembali dengan berbagai usaha atau kembali secara alami.

2. Berat badannya dibawah BB ideal
Kita punya teman di sekeliling kita yang seperti ini, kita inginnya BB turun, mereka ingin BBnya naik. Bukannya tidak bersyukur, tapi memang ada kesulitan sendiri yang akan mereka hadapi misalnya masalah pakaian, dll. Tipe ini makan banyakpun lemaknya gak betah berlama-lama di dalam tubuhnya, kontras dengan yang sudah mencoba makan sedikit tapi lemak tetap saja menumpuk di tubuhnya. hehe

3. BBnya diatas BB Ideal
Untuk yang ini saya bagi 2 lagi:

a. BBnya emang udah mentok.
Sudah berusaha diturunkan dengan alasan estetika maupun kesehatan, tapi tetap saja gak bisa. Makanan sudah diatur sedemikian rupa, mencoba mengimbangi dengan olahraga, tapi tetap saja BB mentok di atas BB idealnya, padahal untuk mereka, hanya berkurang 2-5 kg dari berat yang sekarang saja girangnya minta ampun.

b. Sudah nyaman dengan BBnya
Feels strange kalau pipi gak chubby, ada yang seperti ini? Sini toss dulu. :D

Itu saya banget, BB ideal saya menurut rumus simpel diatas adalah 46, tapi kalau lihat di cermin dan komentar teman-teman, saya idealnya di berat 55, pernah sekali saya coba turunkan di angka 50, pasang foto.. (bahkan pernah kecolongan turun ke 53 Kg karena sedang intens banget olahraga)  hasilnya saya diprotes sepupu dan teman-teman, dikirain sakit.. gak bugar kelihatannya tanpa pipi chubby.. 

Untungnya, sejauh ini saya termasuk yang bisa mengontrol berat badan, karena memang pola makan sengaja saya atur melalui jendela 8 OCD + olahraga. Alhamdulillah, boleh dibilang olahraga sekarang sudah jadi hobi saya. Yah..apalagi kalau bukan mengharapkan efek sehat dengan bonus estetika. BB berhasil saya naikin lagi ke 55 Kg, termasuk yang makan dikit jadi lemak banyak sih saya ini.. LOL

Agar lebih konsisten berolahraga, cari teman yang juga suka berolahraga.

Baca juga: Run For Indonesia, Bukan Sekadar Kawan Lari

Oh ya, entah karena rajin berolahraga atau bukan (asumsi orang-orang kalau rajin olahraga badan jadi padat) dengan berat 55 Kg (bahkan kadang 57 Kg) teman-teman selalu menebak BB saya di angka 50 Kg. Atau karena rajin olahraga, ditanyain: "Kenapa rajin banget sih? Badanmu udah kurus begitu? Duh.. Olahraga kan gak semata urusan berat badan jenkk.. Iya gak sih? Haha..
***
Oke.. panjang lebar... inti dari tulisan ini adalah saya ingin mengingatkan lagi, bahwa berat badan ideal itu gak melulu harus mengikuti rumus di atas, boleh jadi massa tulang kita lebih berat dari yang lain, apalagi kalau kamu merasa  I look better this way, right now.. selama tidak membahayakan kesehatan (obesitas misalnya), tidak mengganggu aktivitas lain dan kamu puas dan nyaman dengan BB yang sekarang, nikmati.. 

Kalau sudah membahayakan kesehatan, mengganggu aktivitas lain dan sudah menciptakan rasa tidak nyaman, ada baiknya coba diseimbangkan dengan aktivitas sehat lainnya. Mungkin juga teman-teman sudah berusaha keras untuk menurunkannya selama ini, but try harder.. banyak cara baru sekarang atau ada cara lama yang belum sempat coba diterapkan. Semoga saja ada yang cocok untuk membantu.

Nah, dari beberapa kali kepo di grup emak-emak, saya menemui berbagai resep alami yang dicoba oleh mereka. Jujur saya belum pernah mencoba, tapi akan saya bagikan mungkin ada yang berjodoh dengan cara ini:

Resep untuk Menurunkan Berat Badan
Semua saya dapatkan dari FB, cukup screen shoot saja, agar ketahuan pemberi informasinya. Sila memperbesar gambar untuk tulisan yang lebih jelas.

Ramuan yang dimasak:


Ada juga yang simpel, Madu + Lemon saja:

Atau diet mengandalkan buah seperti ini?
Kunci dari diet adalah keinginan. Bukan keinginan untuk menurunkan berat badan tapi keinginan untuk mengalahkan godaan makanan." - Drama Late Night Restaurant
Read more

14 Dec 2016

Rich-O Donuts and Cafe, Tempat Nongkrong yang Memanjakan Lidah

Beberapa hari ini saya selalu ingin makan Sup Ubi, dan yang terbayang adalah Sup Ubi di Rich-O Donuts and Cafe (selanjutnya akan saya sebut Rich-O). Tidak heran sih, cuaca di Kota Kendari akhir-akhir ini memang sering hujan, dan saat hujan seperti ini tentunya paling enak makan yang berkuah dan hangat. Anak kos pasti langsung ingat mi instan nih.. Hihi.. No, no.. I want to eat Sup Ubi!

Baca juga: Sup Ubi Podo Teko


Ada beberapa tempat menyantap Sup Ubi yang cukup enak di Kendari, tapi Rich-O yang launching bulan Maret 2016 ini punya rasa khas dan kelebihan tersendiri. Yang paling menonjol adalah ubinya, lembut banget. Selain itu, kalau ingin mengudap ubi goreng juga ada di tempat ini. Oh ya, Ubi maksudnya singkong ya.. seperti yang pernah saya jelaskan di sini.


Kalau diingat-ingat, ternyata sudah 2 tulisan saya yang membahas Sup Ubi. Berbeda dengan 2 tempat sebelumnya yang tidak mempunyai banyak pilihan, Rich-O ini malah hadir dengan banyak sekali pilihan menu. Menu makanan berat malah hanya beberapa saja, selebihnya pengunjung bisa memesan berbagai pilihan kudapan atau minuman. Biasanya kalau nongkrong kan gitu ya? Pengennya kudapan saja, jadi ngobrolnya bisa lebih banyak. :D

Sekarang, mari membahas rasa. Di Rich-O ini, makanan berat ataupun kudapan rasanya bersaing. Sama-sama enak! Faktanya, tidak jarang saya dapatkan sebuah tempat makan dengan konsep yang sama tapi ada jenis makanan (makanan berat dan kudapan) yang rasanya jomplang. Makanan beratnya enak, kudapan rasanya so-so. Atau sebaliknya. Jarang yang seimbang.


Kalau membicarakan masalah makanan berarti membahas lidah nih, masalah selera. Terutama untuk nasi gorengnya, di Rich-O akan dibuat pedas, ini kesukaan saya. Yang tidak suka pedas mungkin akan mundur teratur dengan menu nasi gorengnya. Tapi ada opsi nasi goreng merah kok, menu ini tampaknya tidak pedas.
Nonton semi final bulu tangkis sambil nongki :D

Oh ya, tersedia juga donat yang berjajar manis di etalase yang membatasi kasir dengan pengunjung. Tinggal dipilih untuk dinikmati di dalam cafe atau ingin di bawa pulang. Donatnya enak juga sih, tapi kalau urusan mengudap, saya lebih suka yang ada sambalnya. Apa lagi kalau bukan ubi goreng? Hihi.. *Anaknya mah emang doyan singkong :D

Rich-O juga terus berinovasi dengan menu yang akan disajikan untuk para pengunjung. Terbukti dengan adanya tambahan menu berupa Mie Bakso, Mie Pangsit Ayam Jamur (ayam kampung) dan beverage seperti Jus Durian dan Lychee Healthy Drink. Makin banyak dong ya menunya..

Sumber gambar FP Rich-O Donuts and Cafe Kendari

Untuk harga juga relatif terjangkau. Harga makanan mulai Rp. 5.000 - Rp. 35.000, kudapan mulai Rp. 18.000 - Rp. 30.000 sedangkan minuman rata-rata seharga Rp. 20.000-an.

So, kalau mencari tempat nongkrong dengan rasa yang tidak mengecewakan di Kendari, Rich-O Donuts and Cafe bisa jadi pilihan.

Jangan lupa saya diajakin juga ya.. Soalnya saya belum pernah cobain menu barunya *Lho? :D

Rich-O Donuts and Cafe Kendari

Jl. Brigjen M. Yunus Bypass
Buka pukul 09.00 - 00.00
Telp: (0401) 3135555

Read more

8 Dec 2016

Kau Tahu Apa?!

Kau tahu apa?
Hanya melihat komplek rumahku
Kau sudah mencela isi dapurku
Seolah kau tahu bagaimana aku menyalakan kompor

Kau tahu apa?
Hanya melihat nama kantorku
Kau sudah mencibir caraku bekerja
Seolah kau tahu bagaimana aku melalui hari tanpa meracau


Kau tahu apa?
Hanya melihat nama keluargaku
Kau sudah menghina kami 7 turunan
Seolah kau tahu bagaimana kami dibesarkan

Kau tahu apa?
Hanya dengan mengetahui berat badanku
Kau sudah mengkritik besar piringku
Seolah kau tau bagaimana caraku mengunyah

Kau tahu apa?
Hanya dengan melihat itu semua
Kau sudah bisa dengan detail menjelekkanku
Seolah kau sudah mengenalku lama

Kau tahu apa?
Bertemu saja kita belum pernah
Rumah dan kantorkupun belum pernah kau masuki
Kenapa buru-buru menilai?

Kau tahu apa?
Kulit tubuhku yang kau lihat
Kau caci habis-habisan kerja organ dalamku
Ilmu kesehatanpun tak punya

Kau tahu apa rasanya jadi aku?
Kau tahu apa enaknya jadi aku?
Kau tahu apa sedihnya jadi aku?
Kau tahu apa bersyukurnya jadi aku?

Kau tahu apa?
Tahupun kau tak berhak
Mengacungkan telunjuk lewat mulutmu
Melukai hati yang tak pernah kau besarkan


Kendari, 27 April 2016
***
Teman-teman, mari sedikit merenung, seberapa banyak kita menjatuhkan penilaian kepada orang lain? Seberapa sering penilaian yang kita buat itu meleset, bahkan jauh.

Kadang, hanya karena alasan "standar kebiasaan" entah itu kebiasaan diri kita sendiri ataupun kebiasaan yang sudah umum di masyarakat, kita lalu buru-buru menjatuhkan penilaian bahwa orang ini begini.

Kadang, hanya dengan melihat 1 hal saja yang berhubungan dengan orang tersebut, kita bahkan sudah menilai detail yang bahkan tidak pernah kita lihat, kita lalu buru-buru menjatuhkan penilaian bahwa orang itu begitu.

Menilai saja sudah cukup menjerumuskan kita pada hal yang salah, sayangnya kita bahkan menambahkan kesalahan itu dengan menindaklanjutinya dengan tuduhan, dibicarakan kepada orang lain. Membuat kesalahan dengan sistem MLM. Hebat sekali kita.

Tapi kalau tahu betul bagaimana?

Baca lagi bait terakhir puisi di atas ya..

PS: Membaca tulisan Mbak Nur Islah berjudul Jangan Hanya Menilai yang Tampak Oleh Mata saya jadi ingat saya punya puisi diatas. Sekalian saja buat ngumpulin PR Collaborative Writing.. :)

Tulisan ini semoga jadi pengingat untuk saya pribadi dan kita semua.

Read more

7 Dec 2016

Seru dan Puasnya Makan Kepiting Tanpa Piring!

Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari pulau Sulawesi yang dikelilingi lautan adalah provinsi yang kaya akan hasil laut. Berbagai jenis ikan tersedia melimpah ruah sebagai hadiah dari alam. Begitu juga kepiting yang beberapa tahun terakhir ini disajikan tidak hanya dengan menjaga kualitas rasa tapi juga dengan uniknya cara penyajian.


Kendari tidak ingin ketinggalan menyajikan hal yang unik bagi warganya. Sudah sering melihat kepiting disajikan di atas meja tanpa wadah kan? Yup! Kepitingnya dibiarkan berkeliaran berjalan ke sana ke mari disajikan tanpa wadah apapun, di atas meja, begitu juga nasinya, tanpa piring. Kecuali air kobokan dan minuman tentu saja. LOL.

Bukannya kami ndeso ya, lihat sih sudah sering, hanya rasa ingin tahu, menjadikannya pengalaman pribadi sungguh sebuah hal yang menantang untuk kami lakukan. Sebenarnya bisa saja kami membeli kepiting, lalu masak lada hitam dan menyajikannya di meja makan sendiri tanpa memakai piring. Tapi sebelum kepitingnya habis, nikmatnya rasa kepiting akan hilang karena kami makan sambil diomeli oleh ibu kami di rumah. LOL

Hahah.. Sudah deh ngebanyolnya, yuk ke tempat makannya.. Makan puas tanpa diomeli ibu di rumah! :D

Dimana?

Kendari Town Square (K-Toz)
All we known about ikut makan kepiting kekinian adalah di K-Toz. Tapi K-Toz sudah tidak seperti dulu lagi kawan, K-Toz sebagai tempat makan dengan konsep Food Court di sebuah lapangan terbuka dengan payung warna-warni sebagai atapnya kini sudah menjadi tempat yang lebih cozy, dengan konsep yang lebih keren. Hanya menyebut K-Toz sebagai petunjuk tempat makan kepiting sebenarnya cukup menyesatkan. Ada banyak tempat makan di tempat ini. That's why you have to mention Boegis Resto.

Boegis Resto 
Beruntungnya saat memasuki area K-Toz kami yang celingak-celinguk kebingungan disapa dengan ramah oleh karyawan yang bertugas di area makan. Dari Mbak ramah itulah kemudian saya diarahkan ke Boegis Resto (BR) setelah bertanya dengan polosnya "Kalau mau makan kepiting , di mana ya?" *Pasang muka tembok

Jadi, jika ingin ikut ndeso mencicipi kepiting seperti saya, saat memasuki area dekat panggung, carilah Boegis Resto di sebelah kanan. Tempatnya terlihat cukup sepi, bukan seperti cafe untuk makan pada umumnya yang menghias diri dengan dekorasi lighting dan wallpaper yang instagram-able. Tempat makan ini tampaknya mengandalkan menu sebagai daya tariknya. Lagipula memang deretan meja dan kursi makan di depan panggung sudah bagian dari semua tempat makan di dalamnya kan? Termasuk untuk BR.

Kamipun memesan tanpa ba bi bu, karena memang kami yang lupa membalik menunya, di bagian belakang itulah ada menu lain yang bisa dipilih. Kami sebelumnya berpikir, Resto tersebut memang spesialis menu kepiting. *Maafkan Baim Ya Allah..

Seru dan Puasnya Makan Kepiting Tanpa Piring
Dengan semboyan Berani Kotor Pasti Kenyang, kami mulai makan dengan beringas excited. Menu kepiting lada hitam yang masih mengepulkan asap dituang ke atas meja yang sudah lebih dulu dilapisi plastik. 1 paket kepiting ini sudah termasuk nasi dan es tehnya.


Lain yang diharapkan, lain yang di dapatkan. Ingin makan kepiting, ternyata kepiting lada hitam ini juga dimasak bersama berbagi jenis makanan laut lainnya seperti udang, cumi-cumi dan kerang, which's good for us.Haha.. Untuk mengimbangi rasa gurih hewan-hewan khas laut ini, ada banyak potongan nanas dan jagung untuk memberi rasa manis dan asam. Kami cukup senang dengan komposisinya, jadi rasanya tidak monoton.

Makan tanpa wadah itu, rasanya.. bebas! Kalau sudah begini, makan di tempat nongkrong sambil menjalankan sunnah Rasul malah paling afdhol, makan menggunakan tangan saja! Ruang gerak tangan untuk memilih jenis makanan mana yang ingin dipilih juga tidak terbatas, kotor ya kotor saja, yang penting kenyang!

Harga, Porsi dan Rasa
Porsi yang ditawarkan BR ini ada tiga; Small untuk dua orang, Medium untuk empat orang dan Large untuk enam orang. Karena kami hanya berdua jadi kami memesan porsi untuk dua orang. Yang ternyata.. Lebih besar porsinya makan akan semakin hemat biaya yang harus dikeluarkan. Jadi, karena kami wanita yang tidak mau rugi, kami.. tetap memilih porsi dua orang.#Plakk

Gimana gak galau, seharusnya kami datang ramai-ramai, jadi harganya bisa lebih hemat. Nah.. penasaran kan berapa harganya? :D
Lebih rame, lebih asik, lebih murah!

Dibalik menunya ternyata masih banyak menu yang lain

Ngomong-ngomong soal porsi, porsi untuk dua orang ini bikin saya dan teman saya cukup terduduk lama karena kekenyangan. Banyak!! Menurut saya sih, untuk perempuan, porsi dua orang ini bisa dimakan berempat. Selama makannya gak kelaparan banget. :p Untuk laki-laki, dua orang cukup, empat orang juga bisa tapi kemungkinan makannya malu-malu. :D


Untuk soal rasa.. sebenarnya lumayan, tapi rasa lada hitamnya tanggung, too much black pepper yet not spicy. Mungkin karena kami memaksa menghabiskan porsi besar tersebut, akhirnya berasa enek. Kembali lagi, masalah selera saja. Tapi overall enak kok. ^^

Oh ya, sebenarnya K-Toz ini masih dalam masa "trial opening". Masih terus berbenah. Masih dalam tahap ini menurut saya sudah lumayan bagus lho. Sepertinya K-Toz ini akan lebih baik lagi nantinya, melihat adanya ancang-ancang untuk membuka  sebuah Trick Eye Museum pada lantai dua nya. Entah kapan. We'll see..

1 lagi nilai tambah dari K-Toz ini, karyawan yang bertugas di area meja makannya super ramah dan cepat tanggap. Kami segera disapa saat melihat kami kebingungan. Disaat kami memutuskan membatalkan pesanan minuman karena ternyata belakangan baru tahu kepiting yang kami pesan sudah 1 paket dengan minumannyapun si Mbak baik hati itu juga tidak menunjukkan reaksi atau raut wajah yang tidak bikin selera makan jadi down. Semoga rejekinya semakin baik ya Mbak.^^

Kendari Town Square (K-Toz)

Jl. Saranani (Depan Singapore Kopitiam)

Jam Operasional :
Senin -Jumat : 09.00 - 23.30
Sabtu- Minggu : 09.00 - 00.30
Read more

6 Dec 2016

Run For Indonesia, Bukan Sekadar #KawanLari

Tanggal 7 Desember nanti Run For Indonesia (RFI) pusat akan berulang tahun yang ke-2. RFI Kendari sendiri pada 23 November yang lalu baru berulang tahun yang pertama. Sudahlah ya.. dirangkaikan saja blogpost-nya. :)


Saya bergabung di RFI Kendari sejak awal April 2016. Sebenarnya sudah beberapa bulan mengetahui komunitas ini karena salah satu teman juga sudah lebih dulu bergabung. Tapi beberapa hal menyebabkan saya baru bergabung secara tidak sengaja. LOL

Tapi kita tidak akan panjang lebar membahas bagaimana saya bergabung di blogpost kali ini, next time mungkin ya.. disertai FAQ tentang RFI Kendari.

Kali ini mari lebih mengenal Run For Indonesia. :)

Awal Terbentuknya RFI
Run For Indonesia atau disingkat RFI adalah komunitas lari yang lahir pada saat lebih dari 150 penggemar olahraga lari dari Indonesia turut serta dalam event lari Standard Chartered Marathon Singapore (SCMS), 7 Desember 2014. Pada event SCMS tersebut, para pelari telah turun di race dengan memakai jersey bertuliskan ”Run For Indonesia”. Pada mulanya jersey tersebut dikenakan dengan maksud untuk memudahkan sesama pelari saling mengenal saat berada di course, sekaligus mengkampanyekan kebiasaan sehat orang Indonesia kepada masyarakat Singapura, dan pelari mancanegara yang berpartisipasi pada race tersebut.

Selanjutnya setelah usai SCHM, para pengemar olahraga lari tersebut tetap berkumpul dan berlatih bersama. Mereka kemudian sepakat kembali bersama mengikuti sejumlah race berikut. Diantaranya adalah Mercedes Benz Club 10K,  21 Desember 2014 di Jakarta. Untuk mengikat persaudaraan diantara pelari, maka atas pemikiran beberapa anggota penggagas dibentuklah Komunitas Run For Indonesia (RFI).

Belakangan terbentuk sub RFI sesuai jenisnya, seperti RFI Trail dan RFI Thriathlon, sudah mengukir prestasi di podium maupun urusan charity. 

"Lari sama charity dimana nyambungnya?"

Ihh.. gampang mah kalau cuma urusan nyambung-nyambungin.. cuss dibaca dulu..

Jersey RFI, di depan jersey selalu tersemat bendera Merah Putih :)

Program RFI
Kegiatan RFI tidak hanya seputar berlari dan mengikuti race bersama saja, tambahan pengetahuan untuk anggota bahkan kegiatan charitypun telah berlangsung secara berkesinambungan di komunitas ini. Apa saja program-programnya?

1. Selabang, Kelabang dan Sableng
Sabar.. sabar.. tidak ada hubungannya dengan hewan yang menakutkan atau aksi damai 212 kemarin. :p Jadi ketiga nama di atas itu adalah singkatan, secara berurutan, kepanjangannya adalah Selasa Lari Bareng, Kamis Lari Bareng dan Sabtu Lari Bareng atau program jemput #KawanLari. Gimana.. gimana? Sudah hafal? Kalau Anggota pasti hafal dong ya? :D

"Eh, kayaknya pernah lihat ada yang berlari menggunakan jersey RFI dihari Minggu deh!"

Gak salah, Saat Car Free Day #KawanLari memang sering berlari di sekitar Jl. MH. Thamrin dan Jl. Jendral Sudirman. Sapa aja.. Ikutan lari bareng juga gapapa. :)

2. RFI Clinic
Kegiatannya adalah pembekalan teori sekaligus praktik berlari dengan didampingi coach yang diikuti peserta yang memiliki target tertentu. Misalnya ingin dapat berlari dengan benar, dll.

3. RFI Charity
Seperti yang saya ceritakan di atas, RFI melalui RFI Trail, saat ini juga tengah terlibat aktif dalam kegiatan charity yang diwujudkan dengan mendukung pembangunan sanggar belajar di Cisadon, Bogor.

Dan yang juga sedang berlangsung sekarang adalah keterlibatan 27 orang #KawanLari dalam ajang NusantaRun Chapter 4. NusantaRun adalah sebuah gerakan berlari dari satu kota ke kota lain di Indonesia sambil berkontribusi bagi daerah yang dilalui.

Salurkan sumbangan teman-teman kesini yaa :)
Rek BCA 44 112 69552 
A.n Eka Yulianda Enani Putra

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu Yayasan Intan Permata yang berlokasi di Purwokerto, tepatnya di Jalan Brigjend Katamso Rt. 004/001 Purwokerto. SMP Intan Permata memiliki murid yang terdiri dari anak kurang mampu dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). SMP Intan Permata hingga saat ini masih menumpang di tanah waqaf, begitu pula untuk TK/PAUD yang keberadaannya masih menumpang di ruang sempit di sebelah masjid.


Jumlah Anggota RFI
Dikelola oleh beberapa pengurus seperti; Willy Sanjaya, Andre Ismangun, Safrita Aryana Hermawan dan beberapa anggota lainnya, saat ini anggota RFI telah 1.970 orang yang terdaftar secara resmi. Dari jumlah tersebut sekitar 600 anggota berada di luar ibu kota, antara lain; Bandung, Makassar, Kendari, Sorowako dan Balikpapan. Setiap daerah dipimpin oleh seorang kapten sebagai koordinator di daerah.

Anggota RFI sangat heterogen dengan berbagai latar belakang pendidikan dan profesi. Dokter, pengusaha, konsultan, pengacara, banker, karyawan, mahasiswa, ASN.. apapun profesinya, membaur menjadi 1 saat menjadi #KawanLari. We talk about passion, right? And we have it as a member of run For Indonesia. *Proud 

Ok, let's have a deeper story about this community...

Bukan Sekadar #KawanLari
RFI yang mempunyai semboyan #KawanLari ini dalam prakteknya, sebenarnya tidak konsisten terhadap semboyannya. Karena pengalaman sejak saya bergabung adalah para kawan lari ini hadir dalam banyak lini kehidupan saya. Kawan lari iya, kawan nonton iya, kawan jalan-jalan iya, kawan karaokean iya, kawan bakti sosial iya, kawan makan apalagi! LOL

Lavya Gaesss :*

Yang saya ceritakan ini tentu saja bukan saya saja yang merasakan. Semua anggota (terutama di RFI Kendari) pasti merasakan. #KawanLari kemudian menjadi seperti keluarga, yang siap membantu jika diantara kami ada yang membutuhkan bantuan, dari hal remeh temeh seperti menanyakan toko obat, sampai bantuan donor darah jika ada anggota atau keluarga anggota yang membutuhkan, tanpa diminta apalagi saat diminta.

#KawanLari bukan hanya kawan di atas aspal saja, hubungan kami di RFI tidak hanya dimulai saat pemanasan-lari-pendinginan lalu kemudian pamit saja. Ada semangat dan kesedihan yang sama saat seorang kawan berhasil mencapai sesuatu ataupun mengalami sebuah musibah. Kami merasakannya bahkan saat tidak mengenakan sepatu lari kami.

#KompakSalingJaga

Dari cerita teman saat mengikuti race di luar daerah (saya belum pernah ikut race, hiks), hanya keluar menggunakan jersey RFI saja ia sudah bertambah banyak teman. Ah.. senang rasanya.. Tidak race pun begitu sih, kadang teman ada dinas di luar kota, tapi menyempatkan olahraga dan menggunakan jersey RFI, dapat teman lagi dong, bakal ditegur kalau tahu sesama RFI.

Apalagi saat race, #KawanLari bukan sekedar semboyan, tapi juga penerapan loyalitas. Tidak satu pun anggota RFI akan ditinggal sehingga merasa sendirian saat race. Dengan demikian, mereka yang baru pertama kali race dengan kecepatan yang relatif pelan akan didampingi oleh sesama anggota RFI yang pada setiap race akan melakukannya dengan keinginan sendiri atau pun ditugaskan untuk itu. No one left behind. So sweet gak sih? :)


Harapan Untuk RFI
Di ulang tahun yang ke-2 ini saya berharap RFI tumbuh semakin besar, tidak hanya dari segi angka tapi juga kekeluargaan dan solidaritas yang sudah terbangun, semakin solid dan kompak. Terus memberi dan menyebarkan impresi positif melalui kegiatan-kegiatannya.

Oh ya, kedepannya juga saya berharap RFI mempunyai website. Kasih saran boleh dong. hehe..

Selamat Ulang Tahun RFIku. Semoga selalu sehat komunitas dan seluruh anggotanya! Let's run together!

From : 1164 ❤

Run For Indonesia

Sumber:
Profil RFI, ditulis oleh Safrita Aryana
http://dunialari.com/event/nusantarun-2016/
Read more

1 Dec 2016

Maaf.. Aku Membencimu

Maaf.. aku benci tanpa pernah mengenalmu
Maaf.. kutatap kau dengan tatapan terburuk
Maaf.. kuhardik kau di dalam hatiku
Maaf.. bernafas di dekatmupun aku tak mau


Tapi.. kenapa harus kau buang sampahmu sembarangan?
Tapi.. kenapa harus kau biarkan ruangan tak terpakai dengan AC dan lampu yang menyala?
Tapi.. kenapa harus kau bicarakan keburukan sahabatmu sendiri?
Tapi.. kenapa tak kau telan sendiri asap rokokmu?

Tolonglah.. bantu aku menjadi lebih baik..
Simpan sampahmu, hemat listrik di tempat kita, belajarlah untuk tidak ghibah, telan asap rokokmu
Aku sudah kebanyakan dosa, mungkin kamu juga
Mari kita sama-sama menjadi lebih baik

Kendari, 6 Mei 2016 - 11.26 PM

Bukannya tidak pernah menegur, memberi tahu dengan baik.
Kadang orangnya memang sudah memenuhkan gelasnya, tak ingin diisi lagi oleh hal-hal yang dianggapnya hanya tetesan tak berguna.
So, beginilah salah satu cara saya mengunakan media puisi (oh,well.. saya menggapnya puisi.. puisi bebas :D)
Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...