Chatting tanpa emoticon itu seperti posting blog tanpa gambar, terasa hambar karna tak bergambar. Hassekk :p
Sebagian besar dari kita yang mahir menggunakan internet, bahkan HP Komuniketer (komunikasi dan senter) sekalipun, boleh dibilang cukup akrab dengan emoticon. Mulai dari yang standar seperti tanda titik dua + tutup kurung = :), titik dua + huruf D = :D sampai yang sudah berformat .gif seperti yang tersedia di berbagai media sosial.
Emoticon digunakan untuk memperjelas maksud tulisan, tau sendiri kan tulisan itu punya resiko tinggi untuk disalah artikan? Bahkan penggunaan emoticon juga bisa mewakili perasaan yang diinginkan oleh pengirimnya tanpa harus mengetikkan kata-kata. Pokoknya emoticon ini selain mempertegas maksud, juga memberi nuansa hiburan tersendiri dalam sebuah obrolan karena ekspresi yang terwakili oleh emoticon.
Menurut Wikipedia dimana emoticon diterjemahkan sebagai emosikon, penggunaan emoticon ini punya gaya menurut wilayahnya yaitu ada gaya barat dan gaya timur lho. ^^
Gaya Barat
Mengikuti asal muasal pencipta emoticon, kita lebih dulu mengenal emoticon dengan karakter seperti :) atau :( atau :D. Untuk lebih memahami maksud karakter tersebut, kita cenderung memiringkan kepala ke kiri terlebih dahulu, maklum saja, di jaman dahulu media tempat munculnya emoticon ini cenderung berukuran besar, tidak seperti sekarang yang sudah serba mini dan praktis. Nah, gaya inilah yang disebut sebagai gaya barat, baru kemudian muncul gaya timur yang lebih memudahkan dalam membaca emoticon.
Gaya Timur
Jauh setelah gaya barat populer, muncullah emoticon gaya timur yang penggunaannya dimaksudkan untuk memudahkan pembacanya, dengan kepala yang tetap tegak emoticon -atau disebut emoji dalam bahasa Jepang- bisa terbaca dengan jelas, seperti (*_*) , (T_T) (^_^) atau emoticon simpel yang sangat sering saya gunakan -> ^^ .
Sekarang emoticon makin futuristik, beragam.. pokoknya kekinian bangetlah! Saya yang memang suka menggunakannya jadi makin senang, dan untuk Facebook, saya punya emoticon favorit, yang sudah berformat .Gif, namanya adalah TUZKI!! ^^
Kenapa Tuzki?
Karena Emote kelinci putih ini punya ekspresi yang unik dan lucu, bahasa tubuhnya bisa mewakili imajinasi saya, yang dalam kehidupan nyata jelas gerakan-gerakan seperti garuk-garuk tembok, jedot-jedotin kepala ke tembok atau tiba-tiba duduk terkulai lemas dan kemudian mendapat sorotan lampu dari atas, itu tidak mungkin bisa saya lakukan. *Mau dapat lampu sorot dari mana?? *
Seperti juga emot yang dipilih sesuai keadaan, saya juga tentu pilih-pilih akan digunakan ke siapa emoticon Tuzki yang gokil itu. Kalau ke sesama teman-teman becanda sih saya hajar pakai emot itu, tapi kalau dengan orang yang mungkin pembawaannya serius atau kurang begitu akrab, saya pakai emote yang standar saja, soalnya secara bahasa verbal konsepnya Tuzki ini pendiam, tapi secara bahasa tubuh, Tuzki ini petakilan. :D jadi saya harus menahan diri, nanti yang dikirimin emot Tuzki malah "iyuuhhh" gitu ngeliatin si Tuzki. :D
Emoticon yang umum kita jumpai sekarang.
Bahkan tidak hanya terbatas menggambarkan emosi pada wajah saja, tapi juga aktivitas seperti olahraga atau jenis transportasi.
Menurut Wikipedia dimana emoticon diterjemahkan sebagai emosikon, penggunaan emoticon ini punya gaya menurut wilayahnya yaitu ada gaya barat dan gaya timur lho. ^^
Gaya Barat
Mengikuti asal muasal pencipta emoticon, kita lebih dulu mengenal emoticon dengan karakter seperti :) atau :( atau :D. Untuk lebih memahami maksud karakter tersebut, kita cenderung memiringkan kepala ke kiri terlebih dahulu, maklum saja, di jaman dahulu media tempat munculnya emoticon ini cenderung berukuran besar, tidak seperti sekarang yang sudah serba mini dan praktis. Nah, gaya inilah yang disebut sebagai gaya barat, baru kemudian muncul gaya timur yang lebih memudahkan dalam membaca emoticon.
Gaya Timur
Jauh setelah gaya barat populer, muncullah emoticon gaya timur yang penggunaannya dimaksudkan untuk memudahkan pembacanya, dengan kepala yang tetap tegak emoticon -atau disebut emoji dalam bahasa Jepang- bisa terbaca dengan jelas, seperti (*_*) , (T_T) (^_^) atau emoticon simpel yang sangat sering saya gunakan -> ^^ .
Sekarang emoticon makin futuristik, beragam.. pokoknya kekinian bangetlah! Saya yang memang suka menggunakannya jadi makin senang, dan untuk Facebook, saya punya emoticon favorit, yang sudah berformat .Gif, namanya adalah TUZKI!! ^^
Sumber: clubtuzki.tumblr.com
Kenapa Tuzki?
Karena Emote kelinci putih ini punya ekspresi yang unik dan lucu, bahasa tubuhnya bisa mewakili imajinasi saya, yang dalam kehidupan nyata jelas gerakan-gerakan seperti garuk-garuk tembok, jedot-jedotin kepala ke tembok atau tiba-tiba duduk terkulai lemas dan kemudian mendapat sorotan lampu dari atas, itu tidak mungkin bisa saya lakukan. *Mau dapat lampu sorot dari mana?? *
Seperti juga emot yang dipilih sesuai keadaan, saya juga tentu pilih-pilih akan digunakan ke siapa emoticon Tuzki yang gokil itu. Kalau ke sesama teman-teman becanda sih saya hajar pakai emot itu, tapi kalau dengan orang yang mungkin pembawaannya serius atau kurang begitu akrab, saya pakai emote yang standar saja, soalnya secara bahasa verbal konsepnya Tuzki ini pendiam, tapi secara bahasa tubuh, Tuzki ini petakilan. :D jadi saya harus menahan diri, nanti yang dikirimin emot Tuzki malah "iyuuhhh" gitu ngeliatin si Tuzki. :D
Sayangnya sekarang si Tuzki ini hanya saya jumpai di FB, saya mengunduh 2 set emot Tuzki, kalau ada di Line (ada sih, tapi bukan Tuzki), WA, Path dan IG sepertinya seru, bisa lebih ekspresif dengan kelinci putih yang lebih sering tampil tak berpakaian itu.
Kalau teman-teman emote icon favoritnya apa? ^^























