3 Aug 2015

Jauh Dari Orang Tua

Dikisahkan ada 4 orang lansia sedang duduk berbincang di meja melingkar dan seorang kakek sedang bercerita dengan senangnya.. kurang lebih begini ceritanya:

"Bulan depan saya mau jalan-jalan ke Singapura, gratis!" 
Ceritanya bangga

"Gratis? Jaman sekarang? Mana mungkin?" 
Teman-teman yang mendengarkan menimpali.

"Iya, karena anak saya yang pilot itu dapat hadiah jalan-jalan bersama keluarga, jadi saya diajak." Ceritanya sambil tersenyum.

Saat sedang bercerita datanglah paket yang dibawakan seorang wanita paruh baya.

"Pak, ada kriman dari Pak A" 
Katanya sambil memberikan bungkusan coklat.

"Ohh.. A, A inilah anak saya yang pilot itu, ini kirimannya dari Italia." 
Katanya sambil membuka bungkusan yang ternyata berisi jam tangan tersebut.
"Ini jam mahal!" Ia berseru dengan mata berbinar..
"Saya bersyukur sekali saya sekolahkan dia tinggi-tinggi dan sekarang sudah jadi pilot. Anak saya itu memang sibuk, saking sibuknya makanya saya dititipi di panti jompo ini. Bahkan dia juga lupa untuk menikah" Ia bercerita sambil tersenyum..

Kakek yang mempunyai anak pilot ini kemudian bertanya pada salah seorang nenek.

"Kalau anak ibu?"

"Ohh.. saya punya anak perempuan, satu-satunya, namanya B. Anak saya itu dokter, dokter jantung. Makanya kalau saya sakit, saya tinggal bilang ke anak saya, nanti dia akan jemput saya untuk ke rumah sakit." Ceritanya bangga..
"Kata anak saya, sekali operasi bayarannya bisa 10 juta (rupiah) dan dalam sehari dia bisa operasi 2 sampai 3 kali." Sambungnya..

"Oh..jadi karena itu ibu dititipi di panti jompo ini?" 
Salah seorang kakek menimpali..

"Ya, mau bagaimana lagi, namanya juga sibuk." 
Jawabnya maklum..

"Lha bapak ini sendiri anaknya kerja apa?" 
Tanya sang nenek penasaran pada kakek yang menimpali ceritanya tadi.

"Hahaha.. anak saya itu Insinyur. Lihat bangunan tinggi di sana, itu..kalau gak ada anak saya, gak ada mall itu." Dengan bangga sang kakek menunjuk pada salah 1 gedung tinggi di belakangnya.

"Terus, karena sibuk membangun makanya anak bapak nitipin bapak di panti ini?" "Kan anak bapak insinyur, masa dia tidak bisa membangunkan rumah untuk bapaknya?" 
Timpa kakek yang mempunyai anak seorang Pilot.

"Ya.. mau bagaimana lagi, dia kan sibuk dengan pekerjaannya." 
Kata sang kakek maklum.

Asik berbincang mereka lalu bertanya pada salah seorang nenek yang sejak tadi hanya senyum-senyum saja mendengar pembicaraan mereka..

"Ibu kok senyam-senyum saja, anak ibu kerjanya apa?" 
Tanya Kakek yang mempunyai anak Insinyur.

Nenek yang sedang menunduk sambil tersenyum itupun kemudian menjawab

"Ndiladalah.. kita ini kok sama, anak saya juga 1. Laki-laki, kerjanya jadi tukang pos, sudah menikah dan punya 1 anak, namanya N, cantik lho." Ceritanya bangga..

"Terus, apa enaknya punya anak tukang pos, apa ibu tiap hari dikirimin surat gitu?" 
Tanya kakek yang mempunyai anak pilot bercanda..

"Anak saya itu baik, perhatian, dia rajin menengok saya, kalau kemana-mana saya selalu diajak." 
Ia bercerita sambil tersenyum.

Tiba-tiba sebuah mobil sederhana berwarna biru memasuki halaman panti..

"Nah..itu anak saya!" 
Serunya sambil bejalan ke arah anak, menantu dan cucunya yang baru keluar dari mobil.

"Wah.. apa kabar kalian? Kita mau kemana lagi sekarang?" 
Tanyanya sang nenek kepada anaknya. 

"Bu, saya mau menjemput ibu pulang, tidak apa-apa saya harus bekerja lebih keras lagi, yang penting ibu di rumah bersama kami." 
 Sang anak memegang tangan ibunya yang terlihat sangat senang..

Nenek itupun melambaikan tangan kepada teman-temannya yang terlihat iri.

=== 
Cerita diatas adalah salah 1 cuplikan di acara Islam Itu Indah (dengan judul tayangan yang sama) yang saya tonton hampir setiap pagi sambil siap-siap ke kantor. Mendengar perbincangan para lansia ini saya sangat terharu, bagaimana tidak? Para orang tua yang sudah jelas-jelas dititipkan di panti jompo itu masih bisa bercerita dengan bangga tentang anaknya, masih memaklumi alasan sibuk anak-anaknya. Diatas itu mereka bersyukur terhadap kesuksesan anak-anaknya.

Cerita ini saya bagi karena saya rasakan sangat penting, bisa untuk bermuhasabah (terutama diri saya sendiri), bahwa tidak peduli apapun pekerjaan kita, sesungguhnya kebahagiaan orang tua adalah melihat kita sukses, tidak harus dengan pekerjaan yang memberi gaji tinggi, tapi bagaimana kita bahagia dan tidak melupakan orang tua, apalagi sampai menitipkan mereka di panti jompo disaat kita masih mampu merawatnya. 
 Foto: PCMI Sultra

Semoga Allah SWT memanjangkan umur kita dan orang tua kita, agar bisa memberi kebahagiaan yang walaupun tidak bisa terbalas tapi patut (bahkan wajib) untuk terus diupayakan. Untuk teman-teman yang orang tuanya sudah lebih dulu berpulang, kalian adalah aset amal jariyah almarhum/almarhumah, teruslah berdoa dan berbuat baik, Insya Allah pahalanya juga ikut mengalir untuk mereka yang sudah lebih dulu berpulang. Semoga Allah SWT senantiasa memberi kita kemampuan untuk mewujudkannya...


"Sedalam apapun luka yang pernah kita torehkan kepada kedua orang tua, doa kebaikan dari mereka akan terus dipanjatkan hingga merambat naik menggapai singgasana-Nya. Untuk kita... anak-anaknya." -Irly

43 comments:

  1. jadi renungan untuk kita semua ya bagaoman harus memperhatikan orang tua

    ReplyDelete
  2. mengingatkan kita, bahwa apapun yang terjadi kita harus merawat orang tua, bukannya dititipkan di panti jompo

    ReplyDelete
  3. benar doa orang tua memang sepanjang masa, melihat anak anak sukses apa lagi yang diharapkan lagi??
    semoga ortu kita selalu sehat dan dalam lindungan Nya ya mb

    ReplyDelete
  4. Baru beberapa hari mencoba struggle tanpa ART untuk mengurus mamaku..
    Alhamdulillah lancar..
    Baca tulisan ini jadi makin mantap mengurus sendiri..
    Semoga selalu sehat.. Aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat Leee..
      There'is a reason for what you've go through..
      Semoga Allah selalu memampukan.. Semoga tante cepat membaik keadaannya..

      Delete
    2. Waaaaw..yang ini yaa yg ko bilang td..ternyata sudah 1 tahun tanpa art dan saya bertahan..alhamdulillah..meskipun pulang kantor tenggo..hihihi..

      Delete
    3. Iya.. sudah setahun.. Sudah lulus ujilah dirimu ya.. ^^

      Delete
  5. Terharu bgt mbak bacanya.... muhasabah buat diri sendiri

    ReplyDelete
  6. seorang ibu sanggup merawat 10 anak, tapi 10 anak tidak sanggup merawat 1 ibu :')

    ReplyDelete
  7. Terharu bgt mbak bacanya.... muhasabah buat diri sendiri

    ReplyDelete
  8. insya Allah nggak mau kirimin ortu ke panti jompo :(((

    ReplyDelete
  9. Aku jadi inget ada iklan yang kurang lbih ceritanya juga macam ini, tapi ngga di panti jompo sih. Lupa iklan apa yaa.. Yang jelas bisa jadi renungan bagi kita bahwa bagaimanapun kebersamaan itu tak ternilai harganya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya, ada iklan yang ceritanya gini ya? Udah lama kali ya? Ga inget saya.

      Yup..kebersamaan itu tak ternilai^^

      Delete
  10. hiks... smoga kita bisa membahagiakan orang tua ya...

    ReplyDelete
  11. tanpa mereka kita gak akan pernah bisa seperti ini :'( jangan sia siakan mereka karena keegoisan kita, karena kalau mereka sudah tidak ada, baru kita merasa kehilangan mereka :)

    yu rawat dan sayangi mereka seperti mereka merawat dan menyayangi kita sewaktu kecil hingga dewasa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener..setelah tidak ada biasanya baru terasa.. Maka manfaatkanlah waktu selagi kita atau mereka masih hidup :)

      Delete
  12. Betul sekali, Kebahagian seperti ibu yang mempunyai anak tukang pos itu takkan bisa di beli dan tergantikan oleh berapa pun banyaknya harta...

    Mari sama-sama kembali kita renungkan kebesaran Allah SWT dan kasih sayang kedua orang tua yang selama ini telah mereka berikan kepada kita.

    ReplyDelete
  13. jauh dari orang tua itu engga enak, ga tega kalau orang tua dititipin di tempat jompo

    ReplyDelete
  14. Irly, aku kok bacanya sampe nangis ih, jadi mo buru-buru pulang ketemu mama..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi..maaf mbak Del, saya juga kalau baca lagi masih mewek nih T_T

      Delete
  15. Suka kepikiran ttg orang tua saat saya & suami merantau. Kebetulan suami tugasnya berpindah2. Jadi pas dimutasi ke kampung halaman, masih ada rasa enggan mau pisah rumah. Work days d rmh ortu saya, weekend di rmh mertua. Mumpung bisa tinggal berdekatan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, bener mending capek wara-wiri daripada menyesal nanti..
      Semoga selalu sehat biar lancar^^

      Delete
  16. jasa orang tua tak akan pernah bisa terbalaskan oleh kita, maka kita haruslah biirul walidain , yaitu berbuat baik terhadap orang tua :) thanks Irly sudah mengingatkan saya

    ReplyDelete
  17. jauh dari orang tua kangen nya begitu luar biasa

    ReplyDelete
  18. sebaik apa pun seorang anak kepada orang tua nya, tidak akan pernah tergantikan dan terkalahkan dengan kasih sayang dan doa dari orang tua, saya jadi terharu baca pas kata2 terkahir ini "Sedalam apapun luka yang pernah kita torehkan kepada kedua orang tua, doa kebaikan dari mereka akan terus dipanjatkan hingga merambat naik menggapai singgasana-Nya. Untuk kita... anak-anaknya."

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, itu fakta yang sering kali terlupa bahkan melenakan :(

      Delete
  19. Alhamdulillah masih bisa serumah ama bapak..

    ReplyDelete
  20. Aku kerja di lembaga non pemerintah yg punya panti wedha juga Ry... Kalo pas main2 kesana sedih deh, liat opa-oma kesepian.. Kadang mau telepon anak2nya aja susah, suka minta tolong sama staff panti. Lebaran aja ngga pada dijemput Ry.. Sibuk itucuma 1 dari sekian alasan. Yang penting mah NIAT sih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Teh, sibuk itu tameng yang sering kali dijadikan senjata utama, semoga kita, orang tua kita, dijauhkan dari panti-panti :(

      Delete
  21. Masya Allah ya mbak, kasih sayang ortu (terutama ibu) luar biasa :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca, mohon untuk tidak berkomentar sebagai Unknown atau Anonymous. Komentar dengan link hidup dan broken link akan dihapus, jadi pastikan untuk mengetik alamat blog dengan benar ya. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...